Regarder | Bécassine! FRENCH WEBRIP 2018 | Kat Graham

Embracing Change - Bank Muamalat

Loading...
Embracing Change, Energizing Growth

Laporan Tahunan Annual Report

2015

1 At a Glance 4 6 9

10

12 14 16 18 20 22 28 30

34

Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Saham Stock Highlights Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institution Ikhtisar Sukuk Subordinasi Mudharabah Subordinated Mudharabah Sukuk Highlights Visi dan Misi Vision and Mission Profil Perusahaan Corporate Profile Informasi Perusahaan Company Information Budaya Perusahaan Corporate Culture Sejarah Singkat Brief Historical Journey Profil Pemegang Saham Shareholder’s Profile Penghargaan Awards Tinjauan Rencana, Kebijakan dan Strategi Pengembangan Usaha Review of Plans, Policies and Business Development Strategy Peristiwa Penting 2015 2015 Event Highlights

1 Report to Shareholders

Daftar Isi Contents

38

42

44

52

Sambutan Dewan Pengawas Syariah Message from the Sharia Supervisory Board Pernyataan Dewan Pengawas Syariah Statement from the Sharia Supervisory Board Laporan Komisaris Utama Report from the President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from the President Director

62 Management Discussion and Analysis 64 72 78 84 88 90 102

108 112 148

Tinjauan Industri Industry Review Bisnis Ritel Retail Business Bisnis Korporasi Corporate Business Bisnis Internasional & Tresuri Treasury & International Business Pemasaran Marketing Sumber Daya Insani Human Capital Jaringan, Operasi dan Kualitas Pelayanan Network, Operation and Service Quality Teknologi Informasi Information Technology Manajemen Risiko Risk Management Tinjauan Keuangan Financial Review

190 Good Corporate Governance 193 Pendahuluan Introduction 212 Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders 234 Dewan Komisaris Board of Commissioner 253 Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sharia Supervisory Board (SSB) 262 Direksi Board of Directors 279 Fungsi Kepatuhan Bank Bank Compliance Function 287 Fungsi Audit Intern Internal Audit Function 299 Anti Fraud Division Anti Fraud Division 304 Fungsi Audit Eksternal External Audit Function 305 Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary 309 Informasi Penting Lainnya Other Important Information

330 Corporate Social Responsibility 349 Financial Report 530 Corporate Data 532 Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile 538 Profil Direksi Board Of Directors’ Profile 543 Profil Dewan Pengawas Syariah Sharia Supervisory Boards’ Profile 545 Profil Anggota Komite Members of Committees’ Profile 546 Profil Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary’s Profile 547 Profil Pejabat Eksekutif Executive Officers’ Profile 553 Produk dan Layanan Products and Services 562 Struktur Organisasi Organizational Structure 564 Anak Perusahaan Subsidiaries 565 Afiliasi Affiliation 568 Alamat Cabang Branch Addresses

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Embracing Change,

Energizing Growth

“Perubahan” menjadi kata kunci yang tepat untuk menggambarkan dinamika yang berlangsung di Bank Muamalat Indonesia sepanjang tahun 2015. Perubahan yang dilakukan di seluruh tingkatan organisasi dan aspek operasional Bank Muamalat Indonesia. Perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di pasar perbankan dan lingkungan ekonomi makro. Perubahan yang diarahkan untuk menjadikan Bank Muamalat Indonesia menjadi lebih baik, lebih dinamis, lebih bersih dan lebih efisien. Perubahan yang diwujudkan melalui serangkaian inisiatif yang komprehensif sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Bank Muamalat Indonesia yang baru disusun. “Changes” is an appropriate keyword to describe the dynamics of Bank Muamalat Indonesia throughout 2015. Changes that occurred at all levels of the organization and operational aspects. Changes to adjust to ongoing developments in the market and business environment. Changes in order to become better, more agile, cleaner and more efficient. Changes that took place through a series of comprehensive initiatives forming part of Bank Muamalat Indonesia’s newly formulated long-term growth strategy.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

1

Kesinambungan Tema Laporan Tahunan Sustainability of the Annual Report’s Theme

2

2011

2012

2013

Di tahun 2011, Bank Muamalat Indonesia menggalang momentum pertumbuhan di atas landasan bisnis yang kokoh yang telah dibangun di tahun sebelumnya. Dengan profitabilitas yang membaik, pangsa pasar ritel yang lebih besar, kualitas layanan yang lebih baik, serta perluasan infrastruktur termasuk jaringan distribusi, Bank Muamalat Indonesia berada pada posisi yang strategis untuk memastikan kelanjutan pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.

Bank Muamalat Indonesia telah menyelesaikan tahap ‘Akselerasi Pertumbuhan’ dari transformasinya yang terus berlanjut. Sejak 2009, Bank Muamalat Indonesia secara agresif mengembangkan jangkauan jalur-jalur distribusinya, termasuk kapabilitas perbankan eletronik, memperluas ragam produk dan layanannya, serta melakukan transformasi infrastruktur Teknologi Informasi dan budaya kerja dalam melayani nasabah. Di tahun 2012, berbagai perubahan dan perbaikan mendasar tersebut berujung pada pelaksanaan corporate re-branding, menandai kesiapan Bank Muamalat Indonesia untuk ‘take a great leap forward’ memasuki era pertumbuhan baru.

Kondisi eksternal lingkungan usaha sepanjang tahun 2013 memberikan tantangan tersendiri bagi Bank Muamalat Indonesia dalam memelihara momentum pertumbuhan yang digalang tahun sebelumnya. Di tengah tekanan dinamika pasar, Bank Muamalat Indonesia berkonsentrasi pada upaya-upaya untuk mempererat relasi dengan nasabah, mempertahankan kesehatan neraca keuangan, serta terus memperkuat kapabilitas internal perusahaan. Melalui cara-cara ini, Bank Muamalat Indonesia mampu membukukan pertumbuhan dan profitabilitas yang baik, sekaligus memperkuat landasan untuk maju lebih pesat di tahun mendatang.

In 2011, Bank Muamalat Indonesia picked up the momentum of growth, on the strength of solid business foundation laid in the previous year. With increased profitability, bigger share in the retail segment, improved service quality, and an expanding infrastructure including its delivery network, Bank Muamalat Indonesia is well-placed to sustain accelerated growth into the future.

Bank Muamalat Indonesia has completed the ‘Accelerating Growth’ stage of its ongoing transformation. Since 2009, Bank Muamalat Indonesia has aggressively expanded its distribution networks, including e-banking capabilities, expanded its products and services offerings, and transformed its information technology infrastructure as well as its service culture. In 2012, these fundamental changes and improvements culminated in a re-branding exercise, signifying the readiness of Bank Muamalat Indonesia to take a great leap forward to a new era of growth.

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Throughout 2013, external conditions in the business environment presented quite a challenge for Bank Muamalat Indonesia to maintain its growth momentum from the previous year. Nevertheless, Bank Muamalat Indonesia with efforts in deepening customer relationships, maintaining financial health and strengthening internal capabilities. By so doing, Bank Muamalat Indonesia succeeded in posting satisfactory growth and profitability, while reinforcing its solid foundation for faster growth going forward.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dinamika perjalanan Bank Muamalat Indonesia tercermin pada tema-tema Laporan Tahunan pada tahun-tahun yang berkesesuaian, dari periode percepatan pertumbuhan bisnis pada tahun 2011 dan 2012, memasuki fase perlambatan bisnis sejalan dengan tantangan pasar perbankan dan pergerakan perekonomian Indonesia pada tahun 2013 dan 2014, dan kemudian langkah-langkah awal konsolidasi memperkuat fundamental bisnis yang dimulai pada tahun 2015.

2014

Tahun 2014 memberikan berbagai tantangan sehubungan dengan beberapa perkembangan yang kurang menguntungkan dalam perekonomian dan pasar perbankan Indonesia, yang kemudian berimbas pada kinerja Bank Muamalat Indonesia. Namun demikian, dengan kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran manajemen dan karyawan Bank Muamalat Indonesia, tahun 2014 menjadi sebuah perjalanan dalam mengatasi tantangan dan kesulitan, melakukan perubahanperubahan yang diperlukan, dan membangun kembali optimisme akan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan di tahuntahun mendatang.

The year 2014 presented a number of challenges related to developments in the economy and banking market in Indonesia, which eventually impacted on the performance of Bank Muamalat Indonesia. Nevertheless, with the hard work and dedication of the entire management and employees of Bank Muamalat Indonesia, the year 2014 ended up as a remarkable journey in rising up above challenges and difficulties, in making necessary changes, and building optimism of healthier and more sustainable growth in the years to come.

The dynamic journey of Bank Muamalat Indonesia is reflected in the Annual Report themes for the respective years, beginning from the period of accelerated business growth in 2011 and 2012, entering a phase of business slowdown in 2013 and 2014 in line with market challenges and developments in Indonesia’s economy, and then the initial steps of consolidation to strengthen its business fundamental beginning in the year 2015.

2015

“Perubahan” menjadi kata kunci yang tepat untuk menggambarkan dinamika yang berlangsung di Bank Muamalat Indonesia sepanjang tahun 2015. Perubahan yang dilakukan di seluruh tingkatan organisasi dan aspek operasional Bank Muamalat Indonesia. Perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di pasar perbankan dan lingkungan ekonomi makro. Perubahan yang diarahkan untuk menjadikan Bank Muamalat Indonesia menjadi lebih baik, lebih dinamis, lebih bersih dan lebih efisien. Perubahan yang diwujudkan melalui serangkaian inisiatif yang komprehensif sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Bank Muamalat Indonesia yang baru disusun.

“Change” is an appropriate keyword to describe the dynamics of Bank Muamalat Indonesia throughout 2015. Changes that occurred at all levels of the organization and operational aspects. Changes to adjust to ongoing developments in the market and business environment. Changes in order to become better, more agile, cleaner and more efficient. Changes that took place through a series of comprehensive initiatives forming part of Bank Muamalat Indonesia’s newly formulated long-term growth strategy.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

3

Ikhtisar Keuangan Financial Highlights

Keterangan

2015

2014*

2013*

2012*

2011*

Total Aktiva

57.172,59

62.442,19

53.738,91

44.261,79

32.267,27

Total Assets

Total Aktiva Produktif

45.273,32

48.071,09

45.437,01

35.853,74

23.740,32

Earning Assets

Pembiayaan

40.734,75

43.115,37

41.801,00

32.861,44

22.469,19

Financing

4.509,60

4.927,22

3.596,55

2.944,90

1.223,85

Securities

Neraca (Dalam miliar Rupiah)

Penempatan Surat Berharga Penyertaan Dana Pihak Ketiga Giro

Description Balance Sheet (In billion Rupiah)

28,97

28,50

39,46

47,40

47,29

Investment

45.077,65

51.206,27

41.789,66

34.903,83

26.658,09

Third Party Funds

4.872,20

5.050,69

5.278,79

4.962,35

2.498,45

Demand Deposits

Tabungan

12.454,42

14.768,18

11.871,07

9.353,92

6.913,57

Saving Deposits

Deposito

27.751,03

31.387,47

24.639,80

20.587,56

17.246,07

Time Deposits

3.550,56

3.928,41

3.272,59

1.918,28

1.871,46

Total Equity

4.949,36

5.214,86

4.334,15

2.980,14

2.319,73

Revenue from Fund Management as Mudharib

(2.853,89)

(3.352,24)

(2.163,14)

(1.457,94)

(1.156,73)

Third Parties’ Share On Return Of Temporary Syirkah Funds Bank’s Share in Profit Sharing

Total Ekuitas Laba Rugi (Dalam miliar Rupiah) Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer Hak Bagi Hasil Milik Bank

Profit/Loss (In billion Rupiah)

2.095,46

1.862,62

2.171,01

1.522,20

1.163,00

Pendapatan Operasional Lainnya

336,27

313,51

441,37

402,69

354,80

Other Operating Revenue

Penyisihan Penghapusan Aktiva

(253,17)

(173,13)

(663,22)

(588,16)

(192,72)

Provision for Losses Expense

(2.011,43)

(1.852,83)

(1.655,77)

(1.248,83)

(1.006,65)

Other Operating Expenses

Laba Operasional

Beban Operasional Lainnya

167,13

150,18

293,39

87,91

318,42

Operating Income

Laba (Rugi) Non Operasional

(58,22)

(51,13)

(54,04)

(18,98)

(42,62)

Non Operating Income (Loss)

Laba Sebelum Pajak

108,91

99,04

239,35

68,92

275,80

Income Before Tax

74,49

58,92

165,14

45,65

194,05

Net Income

7,30

5,77

16,18

6,18

26,25

Basic Earning per Share (in full amount IDR)

10.207,70

10.207,70

10.207,70

7.391,78

7.391,78

Share Issued (in million)

12,36%**

13,91%

14,43%

11,03%

11,78%

Capital Adequacy Ratio (CAR)

Aktiva Tetap terhadap Modal

46,55%

39,94%

24,28%

19,84%

22,26%

Fixed Assets to Capital

Aktiva Produktif Bermasalah

3,87%

5,86%

4,90%

5,52%

4,60%

Non Performings Earning Assets Non Performing Financing (NPF) Gross

Laba Bersih Laba Bersih Per Saham (dalam satuan Rupiah) Jumlah Saham Beredar (dalam juta) Rasio Keuangan Penting (%) Rasio Kecukupan Modal (CAR)

Key Financial Ratio (%)

Pembiayaan Bermasalah Kotor

7,11%

6,55%

5,61%

5,77%

4,59%

Pembiayaan Bermasalah Bersih

4,20%

4,85%

3,46%

3,63%

2,99%

Non Performing Financing (NPF) Nett

PPAP terhadap Aktiva Produktif

100,00%

100%

100%

100%

100%

Allowance for Possible Losses on Earning Assets

Tingkat Pengembalian Aset (ROA)

0,20%

0,17%

0,27%

0,20%

1,13%

Return on Assets (ROA)

Tingkat Pengembalian Ekuitas (ROE)

2,78%

2,20%

3,87%

3,42%

14,71%

Return on Equity (ROE)

4,09%

3,40%

4,66%

4,64%

6,55%

Net Income Margin (NIM)

Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

Margin Pendapatan Bersih (NIM)

97,41%

97,38%

93,78%

97,38%

85,52%

Operating Expenses to Operating Revenues

Pembiayaan terhadap Dana Pihak Ketiga (FDR)

90,30%

84,14%

99,99%

94,15%

76,76%

Financing to Deposits Ratio (FDR)

5,10%

5,12%

5,10%

5,12%

5,13%

Statutory Reserves

Posisi Devisa Netto

Giro Wajib Minimum (GWM)

13,10%

2,27%

1,83%

10,78%

2,67%

Net Open Position (NOP)

Persentase Pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Pembiayaan (BMPP)

00,00%

00,00%

00,00%

00,00%

00,00%

Violation of the LLL

*)

Disajikan Kembali | Re-statement **) Setelah memperhitungkan ATMR risiko kredit, pasar, dan operasional. Penerapan CAR dengan memperhitungkan ATMR risiko kredit, pasar, dan operasional mulai dilakukan pada tahun 2015. After calculation of RWA with credit risk, market risk and operational risk charges. The determination of CAR with credit risk, market risk and operational risk charges began in 2015.

4

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank Sebagai Mudharib Revenue from Fund Management as Mudharib

Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer Third Parties’ Share on Return of Temporary Syirkah Funds

Hak Bagi Hasil Milik Bank Bank’s Share in Profit Sharing

Dalam triliun Rupiah | In trillion Rupiah

Dalam triliun Rupiah | In trillion Rupiah

Dalam triliun Rupiah | In trillion Rupiah

5,21

3,35

4,95

2,17

4,33

2,09 1,86

2,85 1,52 2,16

2,98

1,16

2,32

1,46 1,16

2011

2012

2013

2014

2015

2011

2012

2013

2014

Laba Bersih Net Income

Jumlah Ekuitas Total Equity

Dalam triliun Rupiah | In trillion Rupiah

Dalam triliun Rupiah | In trillion Rupiah

2015

2011

2012

2013

2014

2015

Tingkat Pengembalian Ekuitas Return on Equity (ROE) Persentase | Percentage

3,93

194,05

14,71 3,55

165,14

3,27

1,87

1,92

74,49 58,92 45,65

3,42

3,87 2,20

2011

2012

2013

2014

2015

2011

2012

2013

2014

2015

2011

2012

2013

2014

2,78

2015

Bank Muamalat 2015 Annual Report

5

Ikhtisar Saham Stock Highlights

Ikhtisar Saham Stock Highlights Kepemilikan | Ownership Jumlah Saham Number of Shares

Keterangan

Jumlah Nominal Amount (Rp)

Description

Persentase (%) Percentage

Modal Dasar

Authorized Capital

-  Saham Seri A (nilai nominal Rp200,-)

826.649.175

165.329.835.000

2,83%

Series A (amount Rp200)

-  Saham Seri B (nilai nominal Rp100,-)

28.346.701.650

2.834.670.165.000

97,17%

Series B (amount Rp100)

29.173.350.825

3.000.000.000.000

100,00%

Total

Total

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

Issued and Fully Paid-Up Capital

Jumlah saham Seri A

826.649.175

165.329.835.000

8,10%

Series A

Jumlah Saham Seri B

9.381.053.160

938.105.316.000

91,90%

Series B

10.207.702.335

1.103.435.151.000

100,00%

Total

- Saham Seri A (nilai nominal Rp200,-)

-

-

Series A (amount Rp200)

- Saham Seri B (nilai nominal Rp100,-)

18.965.648.490

1.896.564.849.000

Series B (amount Rp100)

Total

18.965.648.490

1.896.564.849.000

Total

Total Saham dalam Portepel

Shares in Portfolio

Pergerakan harga saham tidak tersedia karena PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tidak memperjual belikan sahamnya di bursa.

The stock price movement is unavailable as PT Bank Muamalat Indonesia Tbk shares are not listed and traded in the stock market.

Ringkasan Pembayaran Dividen Summary of Dividend Payment Tahun Year

*) **)

6

Jumlah Dividen (Rp) Total Dividend (Rp)

Dividen per Lembar Saham (Rp) Dividend per Share (Rp)

Rasio Dividen Dividend Ratio

2005

85.331.417.987,20

104,03

80,00% of 2005 net income

2006

85.602.216.440,00

104,36

79,00% of 2006 net income

2007

87.194.958.000,00

106,30

60,00% of 2007 net income

2008

93.244.898.250,00

113,68

45,00% of 2008 net income

2009 *

37.896.346.817,79

25,63

75,5% of 2009 net income

2010 *

8.770.471.582,21

5,93

5,13% of 2010 net income

2011 **

0,00

0,00

0,00% 0f 2011 net income

2012**

0,00

0,00

0,00% of 2012 net income

2013**

0,00

0,00

0,00% of 2013 net income

2014**

0,00

0,00

0,00% of 2014 net income

Pembayaran Dividen 2009 & 2010 (akumulasi) dibayarkan pada tahun 2011 dalam bentuk dividen saham dengan rasio 15:1 (sebelum pajak) Dividend payment for 2009 & 2010 (accumulated) was made in 2011 in the form of bonus share issuance with 15:1 ratio (pre-tax) Dividen 2011-2014 tidak dibagikan. Seluruh laba tahun 2011-2014 digunakan untuk cadangan Perseroan There was no dividend payment in 2011-2014. The entirety of net income in 2011-2014 was used as general reserves of the Company

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Kronologis Saham Share Cronology

No.

Jumlah Lembar Saham yang Dikeluarkan Total Share Issued

Tanggal Efektif Effective Date

Keterangan

1

Penawaran Umum Saham Perdana

2

Penawaran Umum Terbatas I Saham Seri B dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

28 Oktober 1993

3

Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

4

Penawaran Umum Terbatas II Saham Seri C dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

5

Description

2.489.090

Initial Public Offering

22 Juni 1998

172.504.936

Rights Issue I Series B Shares with Pre-emptive Right

22 Juni 2000

400.000

Additional Capital Issuance without Pre-emptive Right

29 Oktober 2002

276.975.562

Rights Issue II Series C Shares with Pre-emptive Right

Penawaran Umum Terbatas III Saham Seri C dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

28-April-2005

498.743.597

Rights Issue III Series C Shares with Pre-emptive Right

6

Penawaran Umum Terbatas IV Saham Seri C dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

28 Juni 2010

820.251.749

Rights Issue IV Series C Shares with Pre-emptive Right

7

Pembagian Saham Bonus

26 Mei 2011

78.352.338

Bonus Shares

8

Pemecahan Nilai Saham (Stock Split)

21 November 2012

9

Penawaran Umum Terbatas V Saham Seri B dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

07 November 2013

• Jumlah saham yang dikeluarkan berdasarkan modal disetor menjadi: 7.391.784.490 lembar saham • Jumlah saham dalam portepel menjadi: 21.781.566.375 lembar saham

Stock Split

Rights Issue V Series B Shares with Pre-emptive Right

2.815.917.885

Jumlah Kepemilikan Saham Komisaris dan Direksi Share Ownership of the Board of Commissioners and Directors

Nama | Name

Jabatan | Position

Kepemilikan Saham (Lembar) Shares Ownership (per Share)

Jumlah Nominal Saham (Rp) Total Amount Share (Rp)

Seri A A Series

Seri B B Series

Seri A A Series

Seri B B Series

Anwar Nasution

Komisaris Utama/Komisaris Independen President Commissioner/Independent Commissioner

-

-

-

-

Iggi H. Achsien

Komisaris Independen | Independent Commissioner

-

-

-

-

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf **)

Komisaris | Commissioner

-

-

-

-

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

Komisaris | Commissioner

-

-

-

-

Komisaris | Commissioner

-

-

-

-

Djaja M. Tambunan *)

Ayuoob Akbar Qadri ***)

Komisaris Independen | Independent Commissioner

-

-

-

-

Endy PR Abdurrahman

Direktur Utama | President Director

-

-

-

-

Evi Afiatin Ismail **)

Direktur | Director

-

-

-

-

Indra Yurana Sugiarto

Direktur | Director

-

-

-

-

Purnomo B. Soetadi ***)

Direktur | Director

-

-

-

-

Hery Syafril ***)

Direktur | Director

-

-

-

-

*)

Efektif setelah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK Effective after received fit and proper test approval from FSA **) Evi Afiatin Ismail telah mengundurkan diri sejak 23 Februari 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Evi Afiatin Ismail resigned on 23 February 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ***) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 Hery Syafril dan Purnomo B. Soetadi telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 21 Maret 2016 Hery Syafril dan Purnomo B. Soetadi has received fit and proper test approval from the FSA since 21 March 2016

Bank Muamalat 2015 Annual Report

7

Ikhtisar Saham Stock Highlights

KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS’ COMPOSITION

No.

Nama | Name

Jumlah Lembar Saham Total Share

Persentase (%) Percentage (%)

1

Islamic Development Bank

3.341.894.294

32,74

2

Bank Boubyan

2.245.694.513

22,00

3

Atwill Holdings Limited

1.828.090.034

17,91

4

National Bank of Kuwait

862.755.656

8,45

5

IDF Investment Foundation

355.461.941

3,48

6

BMF Holdings Limited

289.985.977

2,84

7

M. Rizal Ismael

238.500.000

2,34

8

Koperasi Perkayuan Apkindo-MPI (KOPKAPINDO)

142.012.245

1,39

9

Andre Mirza Hartawan, MBA., Ir

120.000.000

1,17

10

Badan Pengelola Dana ONHI

105.613.830

1,04

11

Masyarakat Lain | Public

Jumlah | Total

Badan Pengelola Dana ONHI 1,04

677.693.845

6,64

10.207.702.335

100,00

Masyarakat Lain | Public 6,64

Andre Mirza Hartawan, MBA., Ir 1,17 Koperasi Perkayuan Apkindo-MPI (KOPKAPINDO) 1,39 M. Rizal Ismael 2,34 BMF Holdings Limited 2,84

Islamic Development Bank 32,74

IDF Investment Foundation 3,48

National Bank of Kuwait 8,45

Atwill Holdings Limited 17,91

8

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Bank Boubyan 22,00

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institution

Biro Administrasi Efek Share Registrar

PT Datindo Entrycom Puri Datindo Wisma Sudirman Jl. Jendral Sudirman Kav 34-35, Jakarta 10220 Tel : +62 21 5709009, +62 21 5708912 Fax : +62 21 5709026, +62 21 5708914

Kantor Akuntan Publik Public Accountant Office

KAP Aidil Yuzar, SE. Ak., CPA Jl. Ampera Raya-Kancil No. 40, Ragunan Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12550 Tel : +62 21 789 1858 Fax : +62 21 7884 4969

Pemeringkat efek Rating Agency

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) Panin Tower Senayan City, 17th Floor Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 Tel : +62 21 72782380 Fax : +62 21 72782070

Wali Amanat Trustee

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Gedung BNI, 4th & 6th Floor Jl. Jend. Sudirman Kav 1, Jakarta 10220 Tel : +62 21 5728242/8251 Fax : +62 21 2515284/5728068

Bank Muamalat 2015 Annual Report

9

Ikhtisar Sukuk Subordinasi Mudharabah Subordinated Mudharabah Sukuk Highlights

Ikhitisar Sukuk Subordinasi Mudharabah Subordinated Mudharabah Sukuk Highlights Sukuk Subordinasi Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Bank Muamalat Tahun 2013 Subordinated Sustainable Mudharabah Sukuk I Phase II Bank Muamalat 2013

Sukuk Subordinasi Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Bank Muamalat Indonesia Tahun 2013 Subordinated Sustainable Mudharabah Sukuk I Phase I Bank Muamalat Indonesia 2013

700.000.000.000

800.000.000.000

Emisi

Issue Value

Tanggal Terbit

Maret | March 2013

Juni | June 2012

Issue Date

Jatuh Tempo

Maret | March 2023

Juni | June 2022

Maturity Date

Call Option Tahun Ke-5 pada Tanggal

Maret | March 2018

Juni | June 2017

Call Option on the 5th year on Coupon Date

Yield

9,60%

10,125%

Rata-Rata Kupon untuk Pembayaran

7,93%

9,08%

Average Coupon Paid

Pembayaran Kupon Terakhir

7,62%

8,26%

Last Payment of Coupon

Nisbah Tahun Ke-1 s/d Ke-5

15,79%

17,12%

Profit Sharing in Year-1 to 5

11

14

Jumlah Pembayaran

Yield

Number of Payment

Bagi Hasil Sukuk Subordinasi Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Bank Muamalat Indonesia Tahun 2012 Profit sharing of Bank Muamalat Indonesia Sukuk Subordinated Mudharabah Berkelanjutan I Phase I of 2012 Pembayaran Payment

Bulan Pembayaran Payment Month

Nominal yang Dibayarkan Amount Paid (Rp)

Yield %

I

Juni, Juli, Agustus 2012

September 2012

Rp 22.331.129.882,37

11,17%

II

September, Oktober, November 2012

Desember 2012

Rp 21.975.433.930,31

10,99%

 

 

Jumlah

Rp 44.306.563.812,68

11,08%

Maret 2013

Rp 21.721.442.037,93

10,86%

III

10

Periode Pembayaran Payment Period

Desember 2012, Januari, Februari 2013

IV

Maret, April, Mei 2013

Juni 2013

Rp 22.389.642.607,92

11,19%

V

Juni, Juli, Agustus 2013

September 2013

Rp 17.432.124.876,90

8,72%

VI

September, Oktober, November 2013

Desember 2013

Rp 16.900.404.388,61

8,45%

 

 

Jumlah

Rp 78.443.613.911,36

9,81%

Maret 2014

Rp 16.261.997.804,59

8,13%

Juni 2014

Rp 16.268.529.097,93

8,13%

VII

Desember 2013, Januari, Februari 2014

VIII

Maret, April, Mei 2014

IX

Juni, Juli, Agustus 2014

September 2014

Rp 16.398.885.792,00

8,20%

X

September, Oktober, November 2014

Desember 2014

Rp 16.413.324.298,55

8,20%

 

 

Jumlah

Rp 65.342.736.993,07

8,17%

XI

Desember 2014, Januari, Februari 2015

Maret 2015

Rp 16.572.978.471,98

8,28%

XII

Maret, April, Mei 2015

Juni 2015

Rp 16.496.997.648,72

8,24%

XIII

Juni, Juli, Agustus 2015

September 2015

Rp 16.574.368.451,37

8,29%

XIV

September, Oktober, November 2015

Desember 2015

Rp 16.525.421.191,23

8,26%

 

 

 

Jumlah | Total

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Jumlah | Total  

Rp 66.169.765.763,30

8,27%

Rp 254.262.680.480,41

9,08%

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Bagi Hasil Sukuk Subordinasi Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Bank Muamalat Indonesia Tahun 2013 Profit sharing of Bank Muamalat Indonesia Sukuk Subordinated Mudharabah Berkelanjutan I Phase II of 2013 Pembayaran Payment

Periode Pembayaran Payment Period

I

Maret, April, Mei 2013

II III

Bulan Pembayaran Payment Month

Nominal yang Dibayarkan Amount Paid (Rp)

Yield %

Juni 2013

Rp 18.068.977.785,10

10,33%

Juni, Juli, Agustus 2013

September 2013

Rp 14.068.142.250,61

8,04%

September, Oktober, November 2013

Desember 2013

Rp 13.639.031.082,60

7,79%

Jumlah

Rp 45.776.151.118,31

8,72%

Maret 2014

Rp 13.368.061.871,80

7,64%

Juni 2014

Rp 13.339.173.179,83

7,62%

 

 

IV

Desember 2013, Januari, Februari 2014

V

Maret, April, Mei 2014

VI

Juni, Juli, Agustus 2014

September 2014

Rp 13.476.342.449,38

7,70%

VII

September, Oktober, November 2014

Desember 2014

Rp 13.390.085.451,72

7,65%

Jumlah

Rp 53.573.662.952,73

7,65%

  VIII IX

  Desember 2014, Januari, Februari 2015 Maret, April, Mei 2015

Maret 2014

Rp 13.374.790.526,49

7,64%

Juni 2014

Rp 13.313.472.182,48

7,61%

X

Juni, Juli, Agustus 2015

September 2014

Rp 13.375.912.273,15

7,64%

XI

September, Oktober, November 2015

Desember 2014

Rp 13.336.410.661,99

7,62%

 

 

 

Jumlah | Total

Jumlah | Total  

Rp 53.400.585.644,11

7,63%

Rp 152.750.399.715,15

7,93%

Peringkat Sukuk Subordinasi Mudharabah Bank Muamalat Indonesia Rating of Sukuk Subordinated Mudharabah of Bank Muamalat Indonesia Pemeringkat Rating Agency PT. Fitch Rating Indonesia (Fitch) PT. Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)

2015

2014

2013

2012

2011

-

-

-

A+ (sy)

A- (idn)

id A

id A+

id A

id A

-

Bank Muamalat 2015 Annual Report

11

Visi & Misi Vision & Mission

Visi

Misi

” Menjadi Bank Syariah Terbaik dan 10 Bank Terbesar di Indonesia dengan Kehadiran Regional yang Kuat”

Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang Islami dan profesional serta orientasi investasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan.

” The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”

Islamic financial institutions build superior and sustainable with an emphasis on entrepreneurial spirit based on the precautionary principle, excellent Islamic human resources and professional and innovative investment orientation, to maximize value for all stakeholders.

Vision

12

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Mission

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan untuk meningkatkan kinerja, Bank Muamalat Indonesia melakukan peninjauan visi dan misi perusahaan. Visi M10-Y25 merupakan bagian dari upaya Bank Muamalat Indonesia untuk mengarahkan perjalanan bisnis Bank Muamalat Indonesia hingga 10 tahun ke depan. Dengan telah menetapkan Visi dan Misi sampai dengan 10 tahun ke depan, akan lebih memudahkan Bank Muamalat Indonesia untuk melangkahkan kaki dan menyusun perencanaan untuk masa depan guna menyongsong masa depan yang semakin baik.

In line with the growth in its business and also to improve the performance, Bank Muamalat Indonesia has revisited its vision and mission statements. The M10-Y25 Vision is thus part of Bank Muamalat Indonesia’s efforts to direct the course of its business going forward for 10 years to the future. With a clear roadmap for up to 10 years ahead, Bank Muamalat Indonesia will be able to plan ahead and to move in its execution in order to build a better future.

Visi

Vision

Visi Bank Muamalat Indonesia adalah untuk menjadi ”Menjadi Bank Syariah Terbaik dan 10 Bank Terbesar di Indonesia dengan Kehadiran Regional yang Kuat”. Untuk mencapai visi tersebut akan dilakukan dalam tiga fase. Fase pertama akan dilakukan pada 2015-2017, fase kedua 2018-2020, dan fase terakhir akan dilakukan pada tahun 20212025. Visi tersebut disingkat dengan “M10Y25” yang merupakan singkatan dari “Bank Muamalat Indonesia Top 10 Bank di Tahun 2025”.

Bank Muamalat Indonesia’s vision is to become “The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”. This vision will be achieved in three stages. The first stage will be in the years 2015-2017, the second in 2018-2020, and the last stage in 2021-2025. The vision is better known as “M10-Y25”, which is short form for “Bank Muamalat Indonesia Top 10 Bank in Year 2025”.

Misi

Mission

Misi Bank Muamalat Indonesia adalah “Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang Islami dan profesional serta orientasi investasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan”.

Bank Muamalat Indonesia’s mission statement is “Building a leading and sustainable Islamic financial institution with emphasis on the entrepreneurial spirit based on prudent banking principle, excellent Islamic and professional human resources, and an innovative investment orientation, in order to maximize value for all stakeholders”.

Visi dan Misi telah disetujui pada Desember 2014 Vission and Mission has approved in December 2014

Bank Muamalat 2015 Annual Report

13

Profil Perusahaan Corporate Profile

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (“Bank Muamalat Indonesia”) didirikan pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta pengusaha muslim dengan dukungan Pemerintah Republik Indonesia. Bank Muamalat Indonesia beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H. Sebagai bank syariah pertama di Indonesia, Bank Muamalat Indonesia merupakan inisiator bisnis keuangan syariah lainnya antara lain; Asuransi syariah pertama (Asuransi Takaful), Dana pensiun lembaga keuangan Muamalat (DPLK Muamalat), multifinance syariah pertama (Al-Ijarah Indonesia Finance).

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (“Bank Muamalat Indonesia”) was established on November 1, 1991, or 24 Rabi’us Tsani 1412 H, at the instigation of the Indonesian Council of Ulemma (MUI), the Association of Indonesian Moslem Intellectuals (ICMI), and local Moslem business community with the support of the Government of Indonesia. Vank Muamalat started operations on Mai 1, 1992, or 27 Syawal 1412 H. As the first sharia bank in Indonesia, Bank Muamalat Indonesia inspired the establishment of other sharia financial institutions, such as sharia insurance (Asuransi Takaful), Muamalat financial institution pension fund (DPLK Muamalat) and the first sharia multifinance company (Al-Ijarah Indonesia Finance).

Bank Muamalat Indonesia mendapatkan ijin sebagai Bank Devisa pada 27 Oktober 1994 dan merupakan perusahaan publik namun tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bank Muamalat Indonesia telah melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5 (lima) kali dan merupakan lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan Sukuk Subordinasi Mudharabah di tahun 2003.

Bank Muamalat Indonesia obtained its Foreign Exchange Bank license on October 27, 1994, and is a public company without a listing at the Indonesia Stock Exchange (IDX). Bank Muamalat Indonesia has conducted 5 (five) instances of Rights Issue with Pre-emptive Right, and is the first bank in Indonesia that issued a Subordinated Mudharabah Sukuk in 2013.

Dalam melakukan ekspansi bisnisnya, selain membuka kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia, Bank Muamalat Indonesia juga membuka kantor cabang internasional di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2009 dan tercatat sebagai bank pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang membuka jaringan bisnis di Malaysia.

In its business expansion, Bank Muamalat Indonesia has established a network of branch offices throughout Indonesia, as well as an international branch in Kuala Lumpur, Malaysia, in 2009, as the first and still the only bank from Indonesia with a business network in Malaysia.

Bank Muamalat Indonesia memiliki serangkaian produk dan layanan, antara lain; produk Shar-e yang diluncurkan pada tahun 2004 merupakan tabungan instan pertama di Indonesia, produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran diseluruh merchant VISA dalam dan luar negeri yang mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management.

Bank Muamalat Indonesia offers a range of products and services, which include: the Shar-e product launched in 2004 as the first instant savings account in Indonesia; the Shar-e Gold Debit Visa launched in 2011 that can be used for payment at all VISA merchants, domestic and overseas, and recognized by the Indonesian Museum of Records (MURI) as the first Sharia Debit Card with the chip technology in Indonesia; as well as a comprehensive e-channel services such as internet banking, mobile banking, ATM and cash management services.

14

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Bertepatan dengan ulang tahun yang ke-20, pada tahun 2012 Bank Muamalat Indonesia meluncurkan logo baru (rebranding) untuk menampilkan bank syariah yang Islami, Modern dan Profesional. Pelopor perbankan syariah yang telah menginjak usia 23 tahun ini telah mendapatkan pengakuan dan berbagai penghargaan baik dari dalam negeri maupun internasional.

Coinciding with its 20th anniversary, Bank Muamalat Indonesia in 2012 engaged in a rebranding with the launch of a new logo representing an Islami, Modern and Professional sharia bank. Now in its 23 years of existence, the pioneer sharia bank has garnered various recognitions and awards from both domestic as well as international institutions.

Pada Desember 2015, Bank Muamalat Indonesia memberikan layanan melalui 446 kantor layanan termasuk 1 (satu) kantor cabang di Malaysia dan didukung oleh jaringan layanan 1.998 unit ATM Muamalat, 120.000 jaringan ATM Bersama dan ATM Prima, 103 Mobil Kas Keliling (mobile branch) serta lebih dari 11.000 jaringan ATM di Malaysia melalui Malaysia Electronic Payment (MEPS). Bank Muamalat Indonesia juga memberikan layanan pembiayaan syariah melalui anak perusahaan Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF), layanan dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK Muamalat), layanan untuk menyalurkan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) melalui Baitulmaal Muamalat.

As at December 2015, Bank Muamalat Indonesia serves through a network of 446 branch offices, including 1 (one) branch office in Malaysia, supported by a network of 1,998 Muamalat ATM units, around 120,000 ATMs in the ATM Bersama and ATM Prima networks, 103 mobile branch units, and more than 11,000 ATM units in Malaysia via the Malaysia Electronic Payment System (MEPS). Bank Muamalat Indonesia also provides sharia financing services through its subsidiary,Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF), pension fund services through Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK Muamalat), and services for the channeling of Zakat, Infak and Sadaqah (ZIS) through Baitulmaal Muamalat.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

15

Informasi Perusahaan Company Information

Nama Perusahaan Company Name

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

Bidang Usaha Business Sector

Perbankan Syariah Sharia Banking

Pendirian Perusahaan Incorporation

Didirikan 1 November 1991 Founded on November 1, 1991 Beroperasi 1 Mei 1992 Started Operations on May 1, 1992

Rating Perusahaan Company Rating

id A+ dengan Negatif Outlook (PEFINDO) id A+ with Negative Outlook (PEFINDO)

Jaringan Layanan Network Services

Jaringan Kantor Luar Negeri Overseas Office Network

• • • • • • •

446 Total Kantor Layanan | Services Offices 84 Kantor Cabang | Branch Offices 266 Kantor Cabang Pembantu | Sub Branch Offices 96 Kantor Kas | Cash Offices 1,998 ATM Muamalat 103 Mobile Branch Muamalat 120,000 jaringan ATM Bersama dan BCA Prima 120,000 ATM Bersama and BCA Prima network

Kantor Cabang Kuala Lumpur, Malaysia Kuala Lumpur Branch, Malaysia A. Produk Penghimpunan Dana | Funding a. Giro Ultima b. Giro Attijary c. Tabungan iB Muamalat d. Tabungan iB Muamalat Dollar e. Tabungan Muamalat iB Haji dan Umrah f. Tabungan iB Muamalat Rencana g. TabunganKu iB h. Tabungan iB Muamalat Prima i. Deposito Mudharabah j. Dana Pensiun Muamalat

Produk Products

16

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

B. Produk Pembiayaan | Financing a. KPR iB Muamalat b. iB Muamalat Umroh c. iB Muamalat Koperasi Karyawan d. iB Muamalat Multiguna e. iB Muamalat Pensiun f. iB Muamalat Konsumer Duo g. Pembiayaan Autoloan (via Multifinance) h. iB Modal Kerja SME i. iB Rekening Koran Muamalat j. iB Muamalat Usaha Mikro k. iB Properti Bisnis Muamalat l. iB Investasi SME

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

A. Jasa Layanan International Banking International Banking Services a. Remittance b. Trade Finance c. Forex iB d. Investment Service

Jasa Services

B. Jasa Layanan 24 Jam | 24 Hour Services a. ATM Muamalat b. SalaMuamalat c. Muamalat Mobile Banking d. Internet Banking e. Cash Management System C. Jasa-jasa Lain | Others

Modal Dasar Authorized Capital: Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid capital:

Dasar Hukum Pendirian Legal Basis of Incorporation:

Kepemilikan Ownership:

Website Website:

Alamat Perusahaan Company Address:

Rp3.000.000.000.000,-

Rp1,103,435,151,000.-

Akta No. 1 tanggal 1 November 1991 dibuat dihadapan Notaris Yudo Paripurno, SH. Notary deed No. 1 date November 1, 1991 made before notary Yudo Paripurno, SH. Islamic Development Bank (IDB) Boubyan Bank Atwill Holdings Limited National Bank of Kuwait IDF Foundation BMF Holdings Limited M. Rizal Ismael KOPKAPINDO Andre Mirza Hartawan Badan Pengelola Dana ONHI Public

: : : : : : : : : : :

32.74% 22.00% 17.91% 8.45% 3.48% 2.84% 2.34% 1.39% 1.18% 1.03% 6.64%

www.bankmuamalat.co.id

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Muamalat Tower Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 18 Jakarta 12940 Tel : 021 - 8066 6000 Fax: 021 - 8066 6066 Per Desember 2015 | As at December 2015

Bank Muamalat 2015 Annual Report

17

Budaya Perusahaan Corporate Culture

18

Dari beberapa definisi Budaya Perusahaan yang dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa budaya perusahaan adalah suatu pola asumsi dasar yang dimiliki oleh anggota perusahaan yang berisi nilainilai, norma-norma dan kebiasaan yang mempengaruhi pemikiran, pembicaraan, tingkah laku, dan cara kerja karyawan sehari-hari, sehingga akan bermuara pada kualitas kinerja perusahaan.

While there were a number of definitions of Corporate Culture offered by different experts, corporate culture is commonly defined as a set of basic assumptions by members of the organization containing values, norms and habits that influenced the way the employees think, talk, behave and work in their daily activities, and eventually impacted on the quality of company performance.

Dengan demikian, budaya perusahaan merupakan solusi yang secara konsisten dapat berjalan dengan baik, bagi sebuah kelompok dalam menghadapi persoalanpersoalan di dalam dan di luar kelompoknya.

Thus, a corporate culture is a solution that can consistently work well for an organization in dealing with internal issues as well as external issues.

Budaya Perusahaan Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan akidah sesuai prinsip syariah, menjunjung praktik kejujuran sejak awal rekrutmen, serta larangan menerima imbalan dalam bentuk apapun dari para nasabah dan mitra kerja.

As the the first sharia bank in Indonesia, Bank Muamalat Indonesia upholds high morals and faith in accordance with Sharia principles, the practice of honestly since the onset of recruitment, and prohibition to receive gifts in any forms from customers and business partners.

Selain itu Bank Muamalat Indonesia juga sangat tegas dalam menyikapi risiko reputasi yang ditimbulkan karyawan akibat perilaku yang tidak sesuai dengan tatanan budaya, etika, dan hukum dan didukung oleh visi dan misi yang jelas.

Bank Muamalat Indonesia is also strict in addressing reputation risk caused by employee’s behaviour which is not in accordance with established culture, ethics and law, while also supported with a clear vision and mission statements.

Selain itu Pengangkatan staf dan pejabat yang akan memangku jabatan harus melalui prosesi sumpah jabatan secara lisan dan tertulis tentang pernyataan tujuh perilaku sebagai pedoman perilaku (code of conduct) yang harus dipertanggungjawabkan dengan janji untuk:

The designation of staff and officials have to go through oral and written oath procession on the seven behaviors as the code of conduct that the employees must be accounted for and promise to:

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

• Mentaati peraturan perundang-undangan dan ketentuan Perusahaan; • Memegang teguh rahasia bank dan perusahaan; • Tidak menerima hadiah dalam bentuk apapun terkait tugas dan jabatan; • Menjunjung kehormatan perusahaan dan karyawan; • Bekerja sesuai dengan prinsip syariah; • Berpegang teguh pada akhlak Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari; dan • Senantiasa menjunjung tinggi etika bisnis yang berorientasi kepada kemaslahatan, khususnya kepuasan nasabah dan segenap pemangku kepentingan. • Obey the regulations and provisions of the Company • Keep the Bank’s and the Company’s confidentiality • Refuse to accept any compensations in any forms in relation to tasks or position • Uphold the Company’s and employees’ honor • Work according to the Sharia principles • Be reliant upon Islamic morals in conducting daily routines • Always uphold the highest standard of business ethics, especially in relation to customer’s and stakeholders’ satisfaction.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

19

Sejarah Singkat Brief Historical Journey

1991 Bank Muamalat Indonesia merupakan bank syariah pertama di Indonesia yang berdiri pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H. • Pendiriannya digagas oleh Majelis Ulama Indonesia, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia, serta pengusaha muslim dengan dukungan Pemerintah Republik Indonesia. • Modal awal diperoleh dari sejumlah pribadi dan pengusaha muslim dengan nominal sebesar Rp84 miliar. Tambahan modal awal diperoleh dari masyarakat, sehingga jumlahnya menjadi sebesar Rp106 miliar. • Acara pengumpulan modal dilakukan di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat.

Bank Muamalat Indonesia, the first sharia bank in Indonesia, established on 1 November 1991 or 24 Rabiuts Tsani 1412 H. • The establishment was initiated by the Indonesian Council of Ulemas, Indonesia Community for Moslem Intelectuals and Moslem business community with the support from the Government of the Republic of Indonesia. • The initial capital was obtained from several individuals and the Moslem business community amounting to Rp84 billion. The additional capital was obtained from the community so the nominal was increased to Rp106 billion. • The fund raising event was held in the Bogor Presidential Palace, West Java.

1992 Mulai beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H. Sejak beroperasi, Bank Muamalat Indonesia telah menjadi pelopor bisnis keuangan syariah lainnya diantaranya: a. Asuransi syariah pertama (Asuransi Takaful); b. Memberikan bantuan teknis dan bantuan modal kepada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS); c. Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil dan Menengah (PINBUK) yang kemudian mendirikan lebih dari 3.000 Baitulmaal wat Tamwil (BMT); d. Beraliansi dengan Perum Pegadaian dalam pendirian pegadaian syariah; e. Mendirikan Muamalat Institute (MI) untuk pengembangan, peningkatan dan penyebarluasan pengetahuan mengenai lembaga keuangan syariah; f. Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat); g. Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai kepanjangan tangan Bank Muamalat Indonesia untuk pengumpulan dan penyaluran Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta dana tanggung jawab sosial perusahaan Bank Muamalat Indonesia melalui program pengembangan usaha mikro.

1993 Terdaftar sebagai perusahaan publik, namun belum listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2003 Become a public company but not listed in the Indonesia Stock Exchange.

1994 Memperoleh izin sebagai Bank Devisa pada 27 Oktober 1994.

On 27 October 1994, granted license as Foreign Exchange Bank.

1999 Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

20

Started to operate on 1 May 1992 or 27 Syawal 1412 H on Islamic calendar. Since it first operated, Bank Muamalat Indonesia has become the pioneer in other sharia financial businesses, such as: a. The first sharia insurance (Tafakul Insurance); b. Technical assistance and capital loan for Sharia Rural Banks (BPRS); c. Incubation Center for Small-Medium Business (PINBUK) loading to the establishment of more than 3,000 Baitul Maal wat Tamwil (BMT); d. Allied with Perum Pegadaian in sharia pawning; e. Established Muamalat Institute (MI) for the development, enhancement, and knowledge dissemination of sharia financial institution; f. Muamalat retirement Fund for Financial Institutions (DPLK Muamalat); g. Baitulmaal Muamalat (BMM) as Bank Muamalat Indonesia’s representative in collecting and distributing ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) as well as Bank Muamalat Indonesia’s social responsibility fund through micro business unit development program.

• Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). • Menerbitkan Sukuk Subordinasi Mudharabah I sebesar Rp200 miliar dan merupakan sukuk pertama yang diterbitkan oleh lembaga perbankan di Indonesia.

• Rights Issue II with Preemptive Rights. • Successfully issued Mudharabah Subordinated Sukuk I of Rp200 billion, as the first sukuk issued by an Indonesian bank.

2004 Rights Issue I with Pre-emptive Rights.

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Peluncuran produk Shar-e yang merupakan tabungan instan pertama di Indonesia melalui ribuan jaringan online Kantor Pos di seluruh Indonesia, yakni System Online Payment Point (SOPP).

The launch of Shar-e product as the first instant saving in Indonesia through thousands of Post Office online network called System Online Payment Point (SOPP) throughout Indonesia.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

2005 Penawaran Umum Terbatas (PUT) III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

2012 Rights Issue III with Preemptive Rights.

2007 Pendirian Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF) bersama dengan Boubyan Bank dan International Leasing and Investment Company (ILIC) sebagai perusahaan multifinance syariah pertama di Indonesia

Establishment of Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF) with Boubyan Bank and International Leasing and Investment Company (ILIC) as the first sharia multifinance company in Indonesia.

2008 Penerbitan Sukuk Subordinasi Mudharabah II sebesar Rp314 miliar.

Issued the Mudharabah Subordinated sukuk II for Rp314 billion.

2009 Pembukaan kantor cabang internasional pertama di Kuala Lumpur, Malaysia. Bank Muamalat Indonesia tercatat sebagai bank pertama di Indonesia yang membuka jaringan bisnis di Malaysia.

2013 • Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). • Menerbitkan Sukuk Subordinasi Mudharabah Berkelanjutan I tahap II senilai Rp700 miliar.

• Rights Issue V with Preemptive Rights. • Issuance of Continuous Mudharabah Subordinated Sukuk I phase II of Rp700 billion.

Memulai proses transformasi Bank Muamalat Indonesia dengan menajamkan visi dan misi.

Bank Muamalat Indonesia begin its transformation by revisiting its vision and mission. menajamkan visi dan misi.

2015

Rights Issue IV with Preemptive Rights.

2011 Peluncuran produk Shar-E Gold Debit Visa yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran diseluruh merchant VISA baik di dalam negeri maupun mancanegara. Produk ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia.

• Bank Muamalat Indonesia engaged in a rebranding with a logo change. The ceremony for the introduction of the new logo coincides with the 20th anniversary of Bank Muamalat Indonesia. • Issuance of Continuous Mudharabah Subordinated Sukuk I phase 1 of Rp800 billion.

2014 The opening of the first international branch office in Kuala Lumpur, Malaysia, recorded as the first and sole Indonesian bank to open the business network in Malaysia.

2010 Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

• Bank Muamalat Indonesia melakukan rebranding atau perubahan logo. Ceremony peresmian logo baru dilakukan bersamaan dengan perayaan ulang tahun Bank Muamalat Indonesia ke 20. • Menerbitkan Sukuk Subordinasi Mudharabah Berkelanjutan I tahap 1 senilai Rp800 miliar.

Launch of Shar-E Gold Debt Visa Card that can be used for transaction at all VISA’s merchant in Indonesia and abroad. The card was awarded by the Museum Rekor Indonesia (MURI) as the first Sharia Debt Card using chip technology in Indonesia.

• Peresmian Muamalat Tower sebagai kantor pusat Bank Muamalat Indonesia. Hal tersebut semakin memperkuat branding dan eksistensi Bank Muamalat Indonesia di Industri Perbankan Indonesia. • Meluncurkan produk Bancassurance Syariah pertama, Zafirah Save Link bersama dengan Manulife Indonesia.

• Inauguration of Muamalat Tower as the new head office of Bank Muamalat Indonesia, strengthening its brand image as well as existence within the Sharia banking industry in Indonesia. • Launch of the first Sharia Bancassurance product, the Zafirah Save Link, in cooperation with Manulife Indonesia.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

21

Profil Pemegang Saham Shareholder’s Profile

SEDCO HOLDING INTERNATIONAL LTD 24,23%

Atwil Holding Ltd 17,91%

BMF Holding Ltd 3,48%

NATIONAL BANK OF KUWAIT GROUP 30,45%

IDF Investment Foundation 2,84%

National Bank of Kuwait 8,45%

ISLAMIC DEVELOPMENT BANK 32,74%

PEMEGANG SAHAM LAINNYA 12,58%

Boubyan Bank 22,00%

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

1. Islamic Development Bank (32,74%)

Islamic Development Bank (IDB) became a shareholder of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk from 1999. IDB is an international financial institution established by the Declaration of Intent issued by the Conference of Finance Minister of Muslim countries that are incorporated in the Organization of the Islamic Conference (OIC) held in Jeddah in Dzulqa’dah 1393H or December 1973. Proceedings from the Conference was followed by the Inaugural of the Board of Governors in the month of Rajab 1395 H or in July 1975. The Bank was subsequently officially opened on 15 of Syawal 1395 H or in 20 October 1975.





Visi IDB Tahun 2020, IDB akan menjadi bank pembangunan kelas dunia, terinspirasi oleh prinsip-prinsip Islam, yang membantu secara signifikan merubah lanskap pembangunan manusia yang komprehensif dalam dunia Muslim dan membantu memulihkan martabatnya.

22

1. Islamic Development Bank (32.74%)

Islamic Development Bank (IDB) menjadi pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mulai tahun 1999. IDB merupakan lembaga keuangan internasional yang didirikan menurut Declaration of Intent yang dikeluarkan oleh Konferensi Menteri Keuangan negaranegara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang diadakan di Jeddah pada Dzulqa’dah 1393H atau Desember 1973. Hasil Konferensi tersebut kemudian dilanjutkan dengan Pelantikan Dewan Gubernur pada bulan Rajab 1395 H atau pada Juli 1975. Bank secara resmi kemudian dibuka pada tanggal 15 Syawal 1395 H atau pada 20 Oktober 1975.

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Vision of IDB In 2020, IDB will have become a world-class development bank that is inspired by Islamic principles, to significantly alter the landscape of comprehensive human development in the Islamic world and contribute in the restoration of human dignity.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data



Misi IDB



Mission of IDB

Untuk mempromosikan pembangunan manusia yang komprehensif, dengan fokus pada bidang prioritas pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, mempromosikan pendidikan, meningkatkan tata kelola dan mensejahterakan rakyat.

To promote comprehensive human development with focus on priority areas of poverty eradication, improved healthcare, better education, improved governance, and people welfare.

IDB didirikan dengan tujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial dari negara anggota dan masyarakat muslim secara individu maupun bersama-sama sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

IDB was established with the objective to promote economic development and social progress of the member countries and Muslim communities individually as well as jointly in accordance with the principles of Sharia.

Melalui piagamnya, Islamic Development Bank (IDB) diberi mandat untuk mendorong pembangunan sosial ekonomi dari negara-negara anggota dan komunitas Muslim di negara-negara non-anggota, sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah (Hukum Islam). Sejak berdirinya di 1395H (1975), keanggotaan dalam lembaga telah berkembang jauh dan telah ada beberapa peningkatan sisi modal berdampingan dengan permintaan untuk lebih banyak sumber daya dari negara-negara anggota untuk membiayai operasinya. Selama lebih dari satu dekade sekarang, IDB berperingkat AAA oleh tiga Pemeringkat utama (Standard & Poor’s, Moody, dan Fitch), memfasilitasi mobilisasi sumber daya dari pasar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan meningkat dari negara-negara anggota.

Through its Charter, the IDB is mandated to promote social economic development in member countries as well as Islamic communities in non-member countries, according to the principles of Sharia (Islamic laws). Since its establishment in 1395H (1975), membership in the organization has expanded and there has been increases in capital alongside demands from more resources from member countries to finance its operations. For more than a decade now, IDB was rated AAA by the three big rating agencies (Standard & Poor’s, Moody, and Fitch), thus facilitating fund raising from markets to accommodate increasing needs for financing in member countries.

Profil Negara Pemegang Saham IDB > 1% sesuai dengan Annual Report tahun 2015 adalah sebagai berikut: 1) Arab Saudi : 23,52% 2) Libya : 9,43% 3) Iran : 8,25% 4) Nigeria : 7,66% 5) Emirat Arab : 7,51% 6) Qatar : 7,18% 7) Mesir : 7,08% 8) Kuwait : 6,92% 9) Turki : 6,45% 10) Algeria : 2,54% 11) Pakistan : 2,54% 12) Indonesia : 2,25% 13) Malaysia : 1,63% 14) Bangladesh : 1,01% 15) Negara lain sampai dengan 100% saham.

Shareholding countries with > 1% shares in IDB as listed in the 2015 Annual Report are as follow: 1) Arab Saudi : 23,52% 2) Libya : 9,43% 3) Iran : 8,25% 4) Nigeria : 7,66% 5) Emirat Arab : 7,51% 6) Qatar : 7,18% 7) Mesir : 7,08% 8) Kuwait : 6,92% 9) Turki : 6,45% 10) Algeria : 2,54% 11) Pakistan : 2,54% 12) Indonesia : 2,25% 13) Malaysia : 1,63% 14) Bangladesh : 1,01% 15) Other countries up to 100% shares.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

23

Profil Pemegang Saham Shareholder’s Profile

Dalam aktivitasnya IDB banyak berpartisipasi dalam pemberian modal dan pembiayaan untuk proyekproyek produktif dan perusahaan. Selain itu, IDB juga aktif memberikan bantuan keuangan kepada negaranegara anggota dalam bentuk lain untuk pembangunan ekonomi dan sosial. Selain itu, IDB sejauh ini juga banyak memberikan bantuan dana khusus untuk tujuan tertentu diantaranya dana untuk bantuan kepada komunitas muslim di negara non-anggota.

In its activities, IDB has actively provided capital and loans for productive projects and enterprises. In addition, IDB is also active in providing financial assistance to member countries in other forms for economic and social development. In addition, IDB has so far also provides many special funds for specific purposes such as funding for assistance to Muslim communities in non-member countries.

2. National Bank of Kuwait Group (30,45%)

2. National Bank of Kuwait Group (30.45%)

a. National Bank of Kuwait (8,45%)

24

a. National Bank of Kuwait (8.45%)

Didirikan pada tanggal 19 Mei 1952, National Bank of Kuwait lahir melalui Keputusan Amiri Decree dengan modal dasar KD 435,349,762/500 (Empat Ratus Tiga Puluh Lima Juta Tiga Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Enam Puluh Dua Kuwait Dinar dan Lima Ratus Fils), terdiri dari 4,353,497,625 (Empat Miliar Tiga Ratus Lima Puluh Tiga Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Enam Ratus Dua Puluh Lima) saham dengan nilai masing-masing Seratus Fils. National Bank Kuwait masuk menjadi pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada tahun 2012 setelah membeli sebagian saham Boubyan Bank di Bank Muamalat Indonesia yakni sejumlah 88.702.981 (Delapan puluh delapan juta tujuh ratus dua ribu sembilan ratus delapan puluh satu) lembar saham atau setara dengan 6,00% (enam persen) kepemilikan saham Bank Muamalat Indonesia dan dilanjutkan dengan menambah porsi kepemilikannya menjadi 8,45% (delapan koma empat puluh lima persen) ditahun 2013.

Established on 19 May 1952, the National Bank of Kuwait (NBK) was established by Amiri Decree with an authorized capital of KD 435,349,762/500 (Four Hundred Thirty-Five Million Three Hundred Forty Nine Thousand Seven Hundred and Sixty-Two Kuwaiti Dinar and Five Hundred fils), consisting of 4,353,497,625 (Four Billion Three hundred Fifty Three Million Four hundred Ninety Seven Thousand Six Hundred and Twenty-Five) shares with a value of one hundred fils each. National Bank of Kuwait became a shareholder of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk in 2012 after the purchase of 88,702,981 (eighty eight million seven hundred and two thousand nine hundred eighty one) shares, equivalent to 6.0% (six percent) shareownership in Bank Muamalat Indonesia from Boubyan Bank, and subsequent increase in shareownership to 8.45% (eight point forty five percent) in 2013.

Selama bertahun-tahun, NBK menjadi lembaga keuangan terkemuka dan berpengaruh di Kuwait dan di seluruh Timur Tengah. NBK saat ini beroperasi melalui jaringan internasional yang besar yang meliputi pusat-pusat keuangan dan bisnis terkemuka di dunia di 16 negara. kekuatan NBK bertumpu pada profitabilitas yang konsisten, kualitas aset tinggi, dan kapitalisasi yang kuat. NBK menawarkan spektrum penuh jasa keuangan dan investasi yang inovatif dan solusi bagi individu, perusahaan dan nasabah institusi. NBK saat menikmati pangsa pasar yang dominan dengan basis klien yang besar dan terus berkembang lokal dan regional. NBK secara konsisten telah dianugerahi peringkat tertinggi di antara bankbank regional oleh lembaga pemeringkat internasional; Moody’s (Aa3), Standard & Poor’s (A+) dan FitchRatings (AA-), dan telah terus peringkat di antara daftar 50 bank teraman di dunia.

Over the years, NBK has become known as a leading and influential financial institution in Kuwait and the Middle East region. Currently, NBK operates an extensive international network at leading financial and business centers in 16 countries. NBK relies on its strengths of consistent profitability, high asset quality, and strong capitalization. NBK offers the full spectrum of innovative financial services and investment solutions for individuals, corporations and institutional clients. NBK currently enjoy a dominant market share with a large and expanding local and regional client base. NBK has consistently been awarded the highest rating among peer regional banks from international reating agencies: Moody’s (Aa3), Standard & Poor’s (A+) and FitchRatings (AA-), and is consistently listed among the 50 most secure banks in te world.

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

b. Boubyan Bank (22,00%)

b. Boubyan Bank (22.00%)

Boubyan Bank adalah Bank Kuwait yang didirikan pada tahun 2004 melalui Keputusan Amiri Decree No 88 dengan modal disetor 100 juta Dinar Kuwait. Menjadi pemegang saham PT Bank Mumalat Indonesia, Tbk sejak tahun 2005, dalam aktifitasnya, Boubyan Bank menjalankan semua kegiatan bisnis perbankan (keuangan dan komersial) sesuai dengan peraturan Bank Sentral Kuwait. Pada tahun 2009, National Bank of Kuwait memiliki kepemilikan 60% Boubyan Bank dari Bank Sentral Kuwait. NBK berhasil memiliki 47,29% dari bank pada akhir 2009, kemudian disusul ke 58,3% pada tahun 2012. Hal ini mengakibatkan perubahan besar dan berhasil menjaga stabilitas Bank sesuai dengan visinya. Sebuah strategi bank baru dilaksanakan antara tahun 2010 dan 2014. Ini diciptakan dengan bantuan dari sebuah perusahaan konsultan internasional terkemuka dan reposisi bank untuk kembali ke dasar dengan berfokus pada layanan perbankan ritel. Tujuan di balik strategi ini adalah untuk membawa Boubyan Bank lebih dekat dengan klien dengan memperluas cabang-cabangnya. Hal ini juga menyoroti investasi dalam sumber daya manusia, terutama unsur nasional (saat ini mewakili lebih dari 70% dari total lapangan kerja), selain investasi inovasi dalam teknologi.

Boubyan Bank of Kuwait was established in 2004 by Amiri Decree No. 88 with a paid up capital of 100 million Kuwait Dinar. Having been a shareholder of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk since 2005, Boubyan Bank runs its banking business activities (financial and commercial) according to the rules of Central Bank of Kuwait. As of 2009, the National Bank of Kuwait (NBK) acquired 60% shareownership at Boubyan Bank from the Central Bank of Kuwait. Shareownership by NBK subsequently changed to 47.29% at the end of 2009, and to 58.3% in 2012. This created major changes and, in order to maintain business stability in line with its vision, a new strategy was established and implemented between 2010 and 2014 with the help of a leading international consultant, repositioning the bank back to basics with focus on retail banking services. The core of the strategy is to bring Boubyan Bank closer to customers through expansion of its service network. This also highlight investments in human resources, and in particular the domestic personnel (currently representing some 70% of the total workforce), in addition to investment in technology innovations.

Saat ini pemegang saham utama Boubyan Bank yang memiliki kontrol lebih dari 5% sesuai dengan Annual Report Bank Boubyan tahun 2014 adalah sebagai berikut:

The current majority shareholders of Boubyan Bank controlling more than 5% shareownership, according to the 2014 Annual Report of the Boubyan Bank, are as follow:

Nama Pemegang Saham Utama Name of Majority Shareholder

Persentase Kepemilikan Ownership Percentage

National Bank of Kuwait S.A.K

58,3%

The Commercial Bank of Kuwait

12,7%

3. Saudi Economic and Development Company (SEDCO) Group (24,23%)

3. Saudi Economic and Development Company (SEDCO) Group (24.23%)

SEDCO Group adalah kelompok perusahaan investasi terkemuka dibidang investasi ekuitas, real estate dan bisnis lainnya yang didirikan pada tahun 1976. Berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi, lingkup aktivitas SEDCO Group berkembang tidak saja di wilayah Arab Saudi namun juga mulai menyebar ke seluruh dunia. Kepemilikan SEDCO Group di Bank Muamalat Indonesia adalah sejak tahun 2005 melalui tiga perusahaan anggota Group yaitu Atwill Holdings Limited, BMF Holdings Limited dan IDF investment Foundation dengan total kepemilikan 24,23%, sebagai berikut:

SEDCO Group is a leading investment group of companies with holdings in equity investments, real estate and other businesses, established in 1976. Domiciled in Jeddah, Saudi Arabia, SEDCO Group’s scope of business activities has expanded beyond Saudi Arabia to other regions in the world. SEDCO Group controls 24.23% shareownership in Bank Muamalat Indonesia since 2005 through three member companies of the Group, namely Atwill Holdings Limited, BMF Holdings Limited and IDF Investment Foundation, as follow:

Bank Muamalat 2015 Annual Report

25

Profil Pemegang Saham Shareholder’s Profile

a. Atwill Holdings Limited (17,91%) Atwill Holdings Limited adalah perusahaan yang berkedudukan di Trident Trust Company (BVI) Limited, Trident Chambers, PO BOX 146, Road Town, Tortola, British Virgin Islands. Perusahaan ini menjadi pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak tahun 2005. Sejak awal pendiriannya, perusahaan ini didirikan dengan tujuan menjadi perusahaan investasi besar. Dari waktu ke waktu Atwill Holdings Limited terus mengembangkan sayap bisnisnya. Saat ini, Atwill Holding Limited menanamkan investasinya tidak hanya pada pasar dalam negeri tapi juga bagian belahan dunia lainnya.

b. IDF Investment Foundation (3,48%) Menjadi pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak tahun 2005, IDF Investment ditetapkan sebagai badan hukum independen berdasarkan Art 552. Perusahaan ini berdomisili di Vaduz, Kerajaan Liechtenstein dan didirikan dengan tujuan pemerataan kekayaan bagi individu dan organisasi dan terus mengembangkan kemajuan bagi seluruh masyarakat dunia.

c. BMF Holdings Limited (2,84%) BMF Investment adalah perusahaan yang berkedudukan di Trident Trust Company (BVI) Limited, Trident Chambers, PO BOX 146, Road Town, Tortola, British Virgin Islands. Menjadi pemegang saham PT Bank Mumalat Indonesia, Tbk sejak tahun 2005, Perusahaan ini didirikan dengan tujuan menjadi perusahaan investasi besar. Dari waktu ke waktu BMF Investment terus mengembangkan sayap bisnisnya.

26

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

a. Atwill Holdings Limited (17.91%) Atwill Holdings Limited is an investment company domiciled in Tortola, British Virgin Islands. This company has been shareholder of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk since 2005. Since its establishment, this company was incorporated with the goal of becoming a major investment company. Thus for, Atwill Holding Limited continues to develop its business. Currently, Atwill Holding Limited invests not only in the domestic market but also in other parts of the world.

b. IDF Investment Foundation (3.48%) Became a shareholder of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk since 2005, IDF Investment is stipulated as an independent legal entity based on Art 552. this company is domiciled in Vaduz, Liechtenstein Kingdom and was established with the objective of equal wealth distribution for individuals and organization and continues to develop progress for all people in the world.

c. BMF Holdings Limited (2.84%) BMF Investment is a company domiciled at Trident Trust Company (BVI) Limited, Trident Chambers, PO BOX 146, Road Town, Tortola, British Virgin Islands. Became a shareholder of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk since 2015, the Company was established as an investment holding company and has continued to expand its holdings.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

4. Pemegang Saham Lainnya (12,58%)

4. Other Shareholders (12.58%)

Pemegang saham lainnya yang memegang 12,58% kepemilikan Bank Muamalat Indonesia merupakan badan usaha maupun perorangan, antara lain:

Other shareholders with 12.58% shareownership in Bank Muamalat Indonesia comprise institutional as well as individual investors, including:

a) Rizal Ismael (2,34%)

a) Rizal Ismael (2.34%)

Pemegang saham perorangan, menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia sejak tahun 2003.

b) KOPKAPINDO (1,39%)

b) KOPKAPINDO (1.39%)

Koperasi Perkayuan Apkindo-MPI (KOPKAPINDO) berdiri pada 22 Desember 1998, untuk menampung aset APKINDO (Asosiasi Panel Kayulapis Indonesia) berupa saham maupun bidang usaha di luar usaha inti APKINDO. Menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia sejak tahun 1992.

c) Andre Mirza Hartawan (1,17%)

d) Badan Pengelola Dana ONHI (1,03%) Bank

Koperasi Perkayuan Apkindo-MPI (KOPKAPINDO) was established on December 22, 1998, as a holding vessel for assets of APKINDO (Indonesian Plywood Panel Association) in the form of equity shares of businesses other than the core business of APKINDO. Become a shareholder of Bank Muamalat Indonesia since 1992.

c) Andre Mirza Hartawan (1.17%)

Pemegang saham perorangan, menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia sejak tahun 2015.

Menjadi pemegang saham Indonesia sejak tahun 1998.

Individual shareholder of Bank Muamalat Indonesia since 2003.

Muamalat

e) Masyarakat Lainnya (6,16%) Sebanyak lebih dari 700.000 pemegang saham berbadan hukum maupun perorangan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Individual shareholder of Bank Muamalat Indonesia since 2015.

d) Badan Pengelola Dana ONHI (1.03%) Become a shareholder of Bank Muamalat Indonesia since 1998.

e) Others, Public (6.16%) More than 700,000 individuals as well as legal entities shareholders throughout Indonesia.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

27

Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certification

Maret | March arc rch h Best Islamic mic Retail Retaiil Bankk in Asia Islamic Finance ina nance New News ws Awa Awards P Poll 2014

Februari | February The Net Promoter Score Good for Sharia Banking Category Customer Loyalty Award SWA Magazine

Marett | M March Ma Mar arc r h rch Peringkat gkat kat I Kategori Bank Umum Syariah Syar Infobank ank Digital Brand of The Year 2 2015 Maret | March Best Islamic Bank in Indonesia Islamic Finance News Awards Poll 2014

Maret | March Excellent Performance in Delivering Positive Customer Experience Based on Experience Audit ESEI 2015 for Sharia Banking Category Excellent Service Experience Award 2015

28

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Sertifikasi | Certification

Nama Sertifikat Certification

: CMS Muamalat Bank

Nama Sertifikat Certification

: IB Muamalat Bank

Tahun Perolehan Year Obtained

: 2012

Tahun Perolehan Year Obtained

: 2012

Badan Pemberi Sertifikat : Symantec Institution

Badan Pemberi Sertifikat : Symantec Institution

Masa Berlaku Validity Period

Masa Berlaku Validity Period

: 14 September 2012 s/d 28 September 2015

: September 2012 s/d 29 September 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

April | April Category Sharia Banking for Achieving Exceptional Service Performance Contact Center Service Excellence Award 2015

Juni | June 2nd Best Overall Performance Infobank Banking Service Excellence 2015

Oktober | October The Best Bank in Digital Services Indonesia Banking Award 2015 Tempo Media Group

April | April Leading Partner Bank in Indonesia Trade Finance Program Award 2015 (Asian Development Bank)

Agustus | August 1st Champion Sharia Banking Category Indonesia Original Brand 2015

Oktober | October Best Islamic Bank in Indonesia 2014-2015 Alpha Southeast Asia

Mei | May The Best Champion of Jabodetabek WOW Service Excellence Award Islamic Banking Category MarkPlus WOW Service Excellence Award 2015

September | September a. The Most Expansive Funding Islamic Full Fledge Bank Equity IDR ≤ 1 T (Buku 2) The 11th Islamic Finance Award 2015 b. Silver Champion Category Saving Account Islamic Bank MarkPlus Indonesia WOW Brand 2015

November ovemb ve emb mber er | No November Nov vemberr vem he Best Sharia Bank Bank Buku II & CEO The Tokoh Perbankan Anugerah Perbankan Indonesia 2015

Bank Muamalat 2015 Annual Report

29

Tinjauan Rencana, Kebijakan dan Strategi Pengembangan Usaha Review of Plans, Policies and Business Development Strategy Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan untuk meningkatkan kinerja, Bank Muamalat Indonesia melakukan peninjauan visi dan misi perusahaan. Misi Bank Muamalat Indonesia adalah “Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang Islami dan profesional serta orientasi investasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan”. Di dalam misi yang baru tersebut, telah ditambahkan penekanan tentang pentingnya prinsip kehati-hatian dan kesinambungan usaha perusahaan melalui sumberdaya yang menjunjung tinggi etika dan profesionalisme. Visi M10-Y25 merupakan bagian dari upaya Bank Muamalat Indonesia untuk mengarahkan perjalanan bisnis Bank Muamalat Indonesia hingga 10 tahun ke depan. Visi BMI adalah untuk ”Menjadi Bank Syariah Terbaik dan 10 Bank Terbesar di Indonesia dengan Kehadiran Regional yang Kuat”. Untuk mencapai visi tersebut akan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu: 1. Tahap I: Vision 2017 pada tahun 2015-2017 2. Tahap II: M15 – Y20 pada tahun 2017-2020 3. Tahap III: M10 – Y25 pada tahun 2021-2025

In line with the growth in its business and also to improve its performance, Bank Muamalat Indonesia has revisited its vision and mission statements. Bank Muamalat Indonesia’s mission is “Building a leading and sustainable Islamic financial institution with emphasis on the entrepreneurial spirit based on prudent banking principle, excellent Islamic and professional human resources, and an innovative investment orientation, in order to maximize value for all stakeholders”. The new mission statement affirms the importance of prudent banking principle and sustainable business through a human capital pool that upholds ethics and professionalism. The M10-Y25 Vision meanwhile is part of Bank Muamalat Indonesia’s business roadmap for the next 10 years ahead, in order to become “The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”. Achieving this vision will involve three action stages as follow: 1. Stage I: Vision 2017 in 2015-2017 2. Stage II: M15 – Y20 in 2017-2020 3. Stage III: M10 – Y25 in 2021-2025

BMI Long Term Development Plane Milestones

Vision 2017

M15 - Y20

M10 - Y25

Development Period

2015 - 2017

2018 - 2020

2018 - 2020

Development Theme

Mindset Reform and Infrastructure Development

Outpace the Market

Sustain Leadership Position in Islamic Banking

Development Vision

Healthy and Excellent Executor of Islamic Banking Services

Top 15 Bank in Indonesia with Sustainable Market Share Growth and Highly Profitable M15-Y20

The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence M10-Y25

Tahap I: Vision 2017 (2015-2017)

Stage I: Vision 2017 (2015-2017)

Pada tahap I Bank Muamalat Indonesia berusaha untuk membangun dasar pondasi yang kuat untuk mencapai visi M10-Y25 di Tahun 2025. Bank Muamalat Indonesia telah menetapkan tahap pertama pencapaian visi tersebut dengan tema “mindset

In stage I, Bank Muamalat Indonesia strives to develop a strong supporting foundation towards the achievement of M10-Y25 Vision in 2025. Bank Muamalat Indonesia has established the theme in the first stage as “mindset reform and infrastructure development”, or known as Vision

30

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

reform and infrastructure development” yang akan dilakukan pada tahun 2015-2017 atau disebut dengan Visi 2017. Visi dari tema tersebut menitikberatkan upaya Bank Muamalat Indonesia sebagai “healthy and excellent executor of Islamic Banking service”. Visi tersebut dituangkan dalam beberapa indikator finansial yang dijadikan key performance measurement (KPM) seperti pangsa pasar, profitabilitas, sustainability, efisiensi, kompetensi organisasi dan brand equity. Pada tahapan visi ini, Bank Muamalat Indonesia berupaya meletakkan dasar-dasar pengelolaan perbankan Islam yang sehat dan baik. Hal tersebut diwujudkan melalui penguatan pondasi dibidang manajemen risiko dan kepatuhan, operasional, jaringan dan distribusi, pengelolaan bisnis yang sehat, dan manajemen keuangan yang baik. Selain itu, beberapa program konsolidasi telah dilakukan terutama diarahkan pada aspek-aspek yang fundamental bagi bank seperti pengelolaan bad bank melalui unit khusus yang menangani Special Asset Management, penguatan fungsi Manajemen Risiko yang telah terspesialiasi berdasarkan segmentasi bisnis dan juga jenis risiko, penguatan infrastruktur IT, penguatan internal control, dan pengembangan organisasi serta peningkatan kompetensi dan manajemen sumber daya manusia.

2017, to be undertaken in the 2015-2017 period. The driving vision of the theme positions Bank Muamalat Indonesia as a “healthy and excellent executor of Islamic banking services”, with a number of financial indicators serving as key performance measurement (KPM) indicators such as market share, profitability, sustainability, efficiency, organization competences, and brand equity. In this stage, Bank Muamalat Indonesia seeks to build the fundamentals of a healthy and excellent Islamic banking institution by strengthening its capabilities in areas of risk management and compliance, operations, network and distribution, sound business management, and excellent financial management. In addition, Bank Muamalat Indonesia undertakes a number of consolidation initiatives in such fundamental areas of banking such as the management of ‘bad bank’ through the establishment of the Special Asset Management unit, reinforcement of the Risk Management function through specialization by business segment and risk type, reinforcement of Information Technology (IT) infrastructure, reinforcement of internal control, as well as development and improvement in human capital organization, management and competences.

Tahap II: M15 – Y20 (2018 – 2020)

Stage II: M15 – Y20 (2018 – 2020)

Tahapan selanjutnya setelah meletakkan dasar-dasar operasional perbankan Islam yang sehat dan baik adalah pertumbuhan bisnis yang signifikan namun tetap berpijak pada praktik perbankan yang pruden. Tema dari tahapan kedua tersebut adalah “outpace the market” yang akan dilakukan pada tahun 2018-2020. Visi dari tema tersebut menitikberatkan upaya Bank Muamalat Indonesia untuk menjadi “Top 15 Bank in Indonesia with Sustainable Market Share Growth and Highly Profitable” sehingga visi tersebut disebut dengan Visi “M15 – Y20”.

Following the establishment of the basics for a healthy and excellent executor of Islamic banking services, the next stage will be to achieve significant business growth while adhering to prudent banking principles. The theme in the second stage is “outpace the market”, to be undertaken in the 2018-2020 period. The driving vision of the theme is to position Bank Muamalat Indonesia as one of the “Top 15 Banks in Indonesia with Sustainable Market Share Growth and Highly Profitable”, or known as Vision M15-Y20.

Visi juga dituangkan dalam beberapa indikator finansial yang dijadikan key performance measurement (KPM) seperti pangsa pasar, profitabilitas, sustainability, efisiensi, kompetensi organisasi dan brand equity. Pada tahap ini, upaya-aupaya untuk menghasilkan pengelolaan dan praktik perbankan Islam yang baik dan sehat pada tahap pertama visi akan menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan, serta diharapkan mulai menghasilkan percepatan pertumbuhan sehingga melewati laju pertumbuhan industri perbankan. Pada tahapan visi ini, Bank Muamalat Indonesia diharapkan akan memiliki keunggulan disisi produk, kualitas pelayanan yang prima dengan support IT dan operasional yang kuat, serta makin

The vision comes with a number of KPM indicators that include financial indicators in market share, profitability, sustainability, efficiency, organization competences, and brand equity. In this stage, successful efforts in the prior stage in building the fundamentals of a healthy and excellent Islamic banking institution are expected to result in sustainable as well as accelerated rate of business growth that outpace growth in the banking industry. At this stage, Bank Muamalat Indonesia is expected to demonstrate competitive advantages in terms of excellent product and service quality, strong IT and operations support, and optimum distribution network of both physical outlets and electronic channels. These build on the capabilities

Bank Muamalat 2015 Annual Report

31

Tinjauan Rencana, Kebijakan dan Strategi Pengembangan Usaha Review of Plans, Policies and Business Development Strategy

optimalnya jaringan layanan baik jaringan kantor maupun jaringan elektronik. Tentu saja hal itu telah dilandaskan pada kemampuan Bank Muamalat Indonesia dalam menyiapkan infrastruktur, sumber daya manusia, serta pengelolaan manajemen risiko yang baik sesuai dengan aspek-aspek prudential banking, yang telah lebih dulu dibangun pada tahapan pertama visi.

of Bank Muamalat Indonesia in terms of infrastructure, human capital, and excellent risk management according to prudent banking principles that have been established in the first stage.

Keunggulan produk dan kualitas layanan pada tahapan ini diharapkan dapat dicapai melalui program-program pengembangan produk dan layanan yang akan dilakukan dengan menyesuaikan pada target market serta distribusi jaringan sesuai dengan potensinya. Secara umum, Bank Muamalat Indonesia akan menggali potensi pasar yang paling optimal dan berkesesuaian dengan visi dan misi Bank Muamalat Indonesia, khususnya pada segmen pasar kecil menengah serta konsumer.

In this stage, excellent product and service quality will be achieved through focused product and services development programs in accordance with specific target markets as well as potential distribution networks. Broadly speaking, Bank Muamalat Indonesia will seek to develop market potentials with optimum returns and alignment with its vision and mission statements, and in particular in the small and medium market as well as consumer segments.

Tahap III: M10 – Y25 (2021 – 2025)

Stage III: M10 – Y25 (2021 – 2025)

Tahapan ketiga long term development program Bank Muamalat Indonesia adalah mencapai Visi M10 – Y25 yaitu ”Menjadi Bank Syariah Terbaik dan 10 Bank Terbesar di Indonesia dengan Kehadiran Regional yang Kuat”. Tahapan ketiga ini mengusung tema sustain leadership position in Islamic Banking yang bermakna dengan pondasi praktik perbankan yang sehat serta didukung oleh laju pertumbuhan yang signifikan dan melebihi pertumbuhan industri, Bank Muamalat Indonesia akan menjadi bank syariah terbaik di Indonesia. Upaya-upaya di tahapan visi pertama dan kedua, diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan bisnis yang cepat namun berkesinambungan. Jika hal itu dapat dicapai dalam tahapan ketiga visi, maka diharapkan Bank Muamalat Indonesia dapat mencapai posisi sebagai pemain utama di industri perbankan Indonesia serta menjadi yang terbaik di industri perbankan syariah. Sementara, keberadaan dan keunggulan layanan internasional yang sudah dibangun sebelumnya diharapkan sudah memberikan hasil yang signifikan sehingga kehadiran Bank Muamalat Indonesia diregional dapat diperhitungkan. Guna memperkuat kehadiran Bank Muamalat Indonesia di kancah internasional, maka pengalaman serta jaringan yang ada termasuk dengan seluruh stakeholder khususnya shareholders Bank Muamalat Indonesia akan dioptimalkan untuk menghasilkan kerjasama bisnis yang lebih besar.

The third stage in Bank Muamalat Indonesia’s long term development program is the attainment of Vision M10-Y25, to become “The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”. The theme in the third stage is ‘sustain leadership position in Islamic banking’, in which Bank Muamalat Indonesia strives to become the best Islamic bank in Indonesia on the basis of healthy banking operations with significant growth rate outpacing the industry. Prior initiatives in the first and second stages are expected to result in accelerated and sustainable business growth. Carried on to the third stage, this will eventually lead to Bank Muamalat Indonesia assuming a position as a leading player in Indonesia’s banking industry and the best in the Sharia banking sector. Meanwhile, Bank Muamalat Indonesia’s existing and excellent international business, developed over the years, is expected to have grown into a strong regional presence. To further strengthen its international presence, Bank Muamalat Indonesia will strive to optimize on its experience and networking with its stakeholders, and especially with the shareholders of the Bank, in order to generate business cooperation on a bigger scale.

Kebijakan Manajemen, Tema, dan Fokus Strategi Bank Muamalat Indonesia Tahun 2016

Management Policy, Strategic Theme and Focus of Bank Muamalat Indonesia in 2016

Dalam rangka mencapai Visi 2017, maka telah disusun Rencana Bisnis Bank Muamalat Indonesia tahun 2016 yang berkesesuaian dengan visi tersebut. Khususnya untuk menyiapkan dan menghasilkan landasan yang kuat bagi praktek perbankan yang sehat dan baik. Hal tersebut dimulai dengan penentuan kebijakan menajemen untuk tahun 2016 yang menitikberatkan pada penyelesaian NPF dan pencadangan yang cukup agresif, efesiensi operasional,

Towards the attainment of Vision 2017, Bank Muamalat Indonesia has formulated the 2016 Business Plans in alignment with the vision, and especially in the preparation and development of strong foundation for healthy and excellent banking operations. This began with the formulation of a management policy for 2016 that emphasizes on the resolution of non-performing financing (NPF) along with aggressive loss provisioning, operational

32

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Didasari atas hal tersebut, Bank Muamalat Indonesia menetapkan tema strategi dan fokus utama Bank Muamalat Indonesia Tahun 2016 yaitu sebagai berikut:

efficiency, and sustainable business growth. This policy became the basis for Bank Muamalat Indonesia strategic theme and main focus for 2016 as follow:

Strategi 2016

Strategic 2016

Tema Strategi di Tahun 2016 ini merupakan hasil turunan rumusan dari rencana pengembangan jangka menengah dimana BMI memiliki tujuan untuk menjadi Perbankan Islam yang sehat dan pelaksana layanan perbankan Islam yang excellent.

The strategic theme 2016 is derived from the medium-term development plans whereby Bank Muamalat Indonesia has set its objectives to become a healthy and excellent executor of Islamic banking services.

Fokus Utama Tahun 2016

Main Focus for 2016

Perencanaan strategis di Tahun 2016 sejalan Visi yang telah dicanangkan pada tahun 2017. Bank Muamalat Indonesia Indonesia telah mengidentifikasi 3 (tiga) prioritas utama Bank di tahun 2016, yaitu: i. Aggressive bad bank settlement and provisioning; ii. Operating excellence and optimal efficiency; iii. Sustainable & moderate business growth

The strategic planning for 2016 is aligned with Vision which was inaugurated in 2017, by which Bank Muamalat Indonesia has identified its 3 (three) main priorities for 2016, as follows: i. Aggressive bad bank settlement and provisioning; ii. Operating excellence and optimal efficiency; iii. Sustainable & moderate business growth

i.

Aggresive Bad Bank Settlement and Provisioning Strategi Aggressive bad bank settlement and provisioning ini akan diimplementasikan melalui beberapa inisiatif strategis yaitu: 1. Membentuk sebuah organisasi/unit tertentu di perusahaan untuk menangani bad bank portfolio, dengan memenuhi posisi kosong pada tim Bad Bank agar proses collection dan perbaikan portofolio lebih efektif dan efisien 2. Melakukan pemetaan terhadap akun Non Performing Financing (NPF) 3. Mengejar upaya proses remedial yang lebih baik (penagihan, restrukturisasi dan lain-lain) 4. Melakukan koordinasi dengan divisi dan direktorat lain untuk menahan laju nilai NPF 5. Secara bertahap terus memupuk pencadangan untuk akun yang termasuk kedalam kategori bad bank.

ii. Operating Excellence and Optimal Efficiency Untuk mencapai fokus utama bank yang berupa Operating Excellence and Optimal Efficiency akan dilakukan melalui inisiatif strategis yang langsung dapat berdampak pada efisiensi.

iii. Sustainable Moderate Business Growth Untuk mencapai kinerja keuangan yang sehat, BMI harus membuat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pada periode awal konsolidasi, BMI juga harus menjaga pertumbuhan bisnis secara moderat untuk menciptakan penghasilan baik dari pembiayaan, maupun upaya untuk menyelesaikan permasalahan bad bank financing. Dengan demikian, menciptakan pertumbuhan bisnis secara moderat dan berkelanjutan akan menjadi fokus strategis Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2016.

i.

Aggresive Bad Bank Settlement and Provisioning The strategy for aggressive bad bank settlement and provisioning will be carried out through the following strategic initiatives: 1. The establishment of a separate organization/unit to handle the bad bank portfolio, filling up the vacant positions in the bad bank team to ensure more effective and efficient collection and portolio remedial process. 2. Conduct a thorough mapping of the NPF accounts. 3. Establishing more effective remedial processes (collection, restructuring,etc). 4. Close coordination with other division/directorate in order to prevent further deterioration of NPF 5. Establishing provisioning in stages for accounts in the bad bank category.

ii. Operating Excellence and Optimal Efficiency The Bank’s focus on Operating Excellence and Optimal Efficiency will be achieved in strategic initiatives with direct impact on efficiency.

iii. Sustainable Moderate Business Growth To achieve sound financial performance, Bank Muamalat Indonesia will strive towards sustainable business growth. In the early consolidation period, Bank Muamalat Indonesia will also concentrate on maintaining a moderate level of growth by generating healthy level of income from financing disbursement while also resolving issues of bank bank financing. Thus, creating a moderate and sustainable business growth will become a strategic focus for Bank Muamalat Indonesia in 2016. Bank Muamalat 2015 Annual Report

33

Peristiwa Penting 2015 2015 Event Highlights

9 Maret 2015 | 9 March 2015

28 April 2015 | 28 April 2015

Mei 2015 | May 2015

Bank Muamalat Indonesia kembali memperoleh apresiasi internasional sebagai Bank Syariah Terbaik di Indonesia dari Islamic Finance News (IFN). Sebelumnya, Bank Muamalat Indonesia telah mendapatkan predikat sebagai Best Islamic Bank in Indonesia pada tahun 2006, 2008, 2009, 2010, 2012, 2013, dan 2014.

Bank Muamalat Indonesia berhasil mempertahankan peringkat teratas untuk kategori Bank Umum Syariah dalam “Digital Brand of The Year 2015” yang diselenggarakan oleh Biro Riset Infobank.

Direksi memberikan arahan dan sambutannya dalam acara MILAD Bank Muamalat Indonesia ke-23 di Banking Hall Jakarta Main Branch (JMB).

Bank Muamalat Indonesia again received International recognition as The Best Bank Syariah in Indonesia as Islamic Finance News (IFN). Previously, Bank Muamalat Indonesia has been awarded as the Best Islamic Bank in Indonesia in 2006, 2008, 2009, 2010, 2012, 2013, and 2014.

Bank Muamalat Indonesia managed to maintain the top ranking for the category of Islamic Banks in the “Digital Brand of the Year 2015” organized by the Bureau of Research Infobank.

Board of Directors provides direction and speech in the 23rd anniversary event (MILAD) of Bank Muamalat Indonesia in the Banking Hall Jakarta Main Branch (JMB) Mei 2015 | May 2015

Mei 2015 | May 2015

7 April 2015 | 7 April 2015

Peluncuran “Mobil Juara” atau Perpustakaan Keliling, hasil kerja sama Bank Muamalat Indonesia dan Rumah Zakat.

Bank Muamalat Indonesia berhasil meraih predikat sebagai “Leading Partner Bank in Indonesia” yang diberikan oleh Asian Development Bank (ADB) melalui Trade Finance Program Awards. Bank Muamalat Indonesia was awarded as the “Leading Partner Bank in Indonesia” given by the Asian Development Bank (ADB) through the Trade Finance Program Awards.

34

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Bank Muamalat Indonesia cooperated with Rumah Zakat launched “Mobil Juara” or Perpustakaan Keliling.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Muamalat Indonesia Evi Afiatin Ismail (ketiga dari kiri) meresmikan Klinik Pratama RBG yang merupakan kerja sama antara Bank Muamalat Indonesia dengan Rumah Zakat (RZ) di Bandung pada tanggal 29 Mei 2015. Compliance & Risk Management Director of Bank Muamalat Indonesia, Evi Afiatin Ismail (third from left) inagurated the Klinik Pratama RBG as a cooperation between Bank Muamalat Indonesia and Rumah Zakat (RZ) in Bandung, on 29 May 2015.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

10 Juni 2015 | 10 June 2015

20 Agustus 2015| 20 August 2015

4 September 2015 | 4 September 2015

Bank Muamalat Indonesia melalui Baitulmaal Muamalat (BMM) luncurkan “Gerakan Cinta Masjid” (GCM).

Bank Muamalat Indonesia dan Manulife Indonesia mengumumkan peluncuran Zafirah SaveLink, yaitu produk asuransi unitlink syariah yang diluncurkan dibawah bendera “Zafirah”, label bancassurance kedua perusahaan. Produk ini dirancang untuk nasabah yang membutuhkan perlindungan asuransi sekaligus media investasi dana nasabah dengan berlandaskan prinsipprinsip syariah

Bank Muamalat Indonesia dan BaitulMaal Muamalat (BMM) menyelenggarakan Program kurban 3 in 1 yang mengusung tema cinta kurban, cinta umat, dan cinta masjid. Seremonial pemotongan hewan qurban dilakukan di Kantor Pusat Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia through Baitulmaal Muamalat (BMM) launched the “Gerakan Cinta Mesjid” (GCM).

13 Juni 2015 | 13 June 2015

Endy PR Abdurrahman selaku CEO Bank Muamalat Indonesia memberikan bantuan dana pemberdayaan “Komunitas Usaha Muamalat (KUM3) untuk 50 Masjid di 10 Kabupaten/Kota di 8 (delapan) Provinsi senilai Rp3 miliar dalam acara Pasar Rakyat Syariah yang diselenggarakan pada 13 Juni 2015 di Jakarta. Endy PR Abdurrahman, CEO of Bank Muamalat Indonesia, handed over a donation of Rp3 billion for the empowerment of “Komunitas Usaha Muamalat (KUM3)” at 50 mosques in 10 Regencies/Cities in 8 (eight) provinces, as part of the Pasar Rakyat Syariah festival held on 13 June 2015 in Jakarta.

Bank Muamalat Indonesia cooperates with Manulife Indonesia launch Zafirah SaveLink, namely unitlink sharia insurance product that launched under “Zafirah”, as bancassurance label from both companies. This product is designed for customers who needs insurance protection and also as media investment of customer funds on the sharia principles basis

Bank Muamalat Indonesia and BaitulMaal Muamalat (BMM) conducted Qurban 3 in 1 program with the theme of sacrificial love (Cinta Qurban), love the people, love the mosque. The ceremonial of qurban conducted at the Head Office of Bank Muamalat Indonesia. 4 September 2015 | 4 September 2015

29-31 Agustus 2015 | 29-31 August 2015

Endy PR Abdurrahman (CEO Bank Muamalat Indonesia) dan Dato’ Haji Mohd Redza Shah (CEO Bank Muamalat Malaysia Berhad) membuka pertandingan persahabatan futsal antara BMI dengan BMMB. Pertandingan persahabatan dengan beberapa jenis olahraga ini berlangsung dari 29-31 Agustus 2015 di Jakarta.

Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, Endy PR Abdurrahman Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia melayani para nasabah di Banking Hall Jakarta Main Branch pada 4 September 2015. In commemorating of National Customer day, and to improve the service quality to customer, Endy PR Abdurrahman, President Director of Bank Muamalat Indonesia directly involved in serving customers in the Banking Hall Jakarta Main Branch on 4 September 2015.

Endy PR Abdurrahman (CEO of Bank Muamalat Indonesia/BMI) and Dato’ Haji Mohd Redza Shah (CEO of Bank Muamalat Malaysia Berhad/BMMB) inaugurated membuka the friendly futsal match between BMI and BMMB. The game, featuring several sport events, was held on 29-31 August 2015 in Jakarta.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

35

Peristiwa Penting 2015 2015 Event Highlights

17 September 2015 | 17 September 2015

Oktober 2015 | October 2015

2 November 2015 | 2 November 2015

Bank Muamalat Indonesia memperoleh penghargaan tingkat internasional. Penghargaan ini diberikan oleh Alpha Southeast Asia dalam ajang 9th Annual Best Financial Institutions Awards & 5th Annual Corporate Awards. Bank Muamalat Indonesia telah berhasil mempertahankan predikat Best Islamic Finance Bank in Indonesia selama 7 (tujuh) tahun berturut-turut sejak tahun 2009 hingga 2015.

Bank Muamalat Indonesia dan BMM mengadakan aktivitas sosial berupa pemberian masker di beberapa titik bencana. Jumlah masker yang didistribusikan mencapai 2.000 masker. Titik pembagian masker tersebut berada di 5 (lima) lokasi yaitu Palangkaraya, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Pontianak.

Bank Muamalat Indonesia menyelenggarakan Gerakan Shalat Istisqa yang serentak diadakan oleh seluruh kantor cabang BMI seluruh Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia and BMM held social activities in providing a mask in area of disaster. The total distribution reached 2,000 mask on located at 5 (five) areas: Palangkaraya, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Pontianak throughout Indonesia.

5 November 2015 | 5 November 2015

Bank Muamalat Indonesia received the prestigious international award. This award was given by Alpha Southeast Asia in the 9th Annual Best Financial Institutions Awards & 5th Annual Corporate Awards. Bank Muamalat Indonesia has managed to retain of Best Islamic Finance Bank in Indonesia for 7 (seven) consecutive years from 2009 to 2015.

26 Oktober 2015 | 26 October 2015

14 Oktober 2015 | 14 October 2015

Dalam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 H yang jatuh pada 14 Oktober 2015, Bank Muamalat Indonesia bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) mengadakan aksi kegiatan sosial Fun Walk (jalan santai) bersama ratusan anak binaan BMM. In commemorating the Islamic New Year of 1 Muharram 1437 H on 14 October 2015, Bank Muamalat Indonesia cooperation with Baitulmaal Muamalat (BMM) conducted the social activities Fun Walk along with hundreds of BMM children.

36

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Bank Muamalat Indonesia held shalat Istisqa in all Branches throughout Indonesia.

Peluncuran Program Aktivasi Tabungan SimPel iB diselenggarakan pada 26 Oktober 2016, di Medan, Sumatra Utara. Acara ini dihadiri oleh Koordinator Jasa Keuangan OJK Adnan Juanda, Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Endy PR Abdurrahman, Plt Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi, dan Kepala Regional V OJK Sumatra Utara Ahmad Soekro. The launching of Activation Savings simple iB conducted on 26 October 2015 in Medan, North Sumatera. This event attended by Coordinator of the Financial Services Authority (FSA) Adnan Juanda, President Director of Bank Muamalat Indonesia Endy PR Abdurrahman, Acting North Sumatra Governor Tengku Erry Nuradi, and the Head of Regional V FSA North Sumatra Ahmad Soekro.

Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Endy PR Abdurrahman (kiri) menerima penghargaan “CEO Tokoh Perbankan” yang diberikan oleh Senior Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara dalam ajang Anugerah Perbankan Indonesia 2015 yang diselenggarakan oleh Perbanas Institute bekerjasama dengan Majalah Economic Review. Bank Muamalat Indonesia juga memperoleh penghargaan peringkat pertama predikat “Buku II – Aset Rp25 Triliun ke Atas – Syariah Bank”. Endy PR Abdurahman, President Director Bank Muamalat Indonesia received “CEO Tokoh Perbankan” award by Senior Deputy Governor Bank Indonesia, Mirza Adityaswara in the event of Anugerah Perbankan Indonesia 2015 which conducted by Perbankan Institute cooperated with Economic Review Magazine. In addition, Bank Muamalat Indonesia also received 1st rank for “BUKU II – for Assets Rp25 Trillion Above – Syariah Bank.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

13 November 2015 | 13 November 2015

Desember 2015 | December 2015

20 Desember 2015 | 20 December 2015

Endy PR Abdurrahman selaku Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia memberikan penghargaan kepada The Best Customer Service dalam ajang Service Champion Award yang diadakan di Jakarta,13 November 2015.

Bank Muamalat Indonesia menyelenggarkan program “Furniture for Hope”. Program ini merupakan hibah furniture Bank Muamalat Indonesia yang ada di Gedung Arthaloka sehubungan dengan relokasi KPNO ke gedung Muamalat Tower. Furniture didonasikan agar lebih bermanfaat bagi kegiatan pendidikan untuk lembaga yang membutuhkan. Jumlah penerima furniture adalah 75 lembaga yang terdiri dari LSM, Sekolah (PAUD-SMU & Pesantren), serta masjid yang tersebar di area Jabodetabek, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Banten dan Majalengka.

Endy PR Abdurrahman, Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, membuka event Longmarch pada minggu 20 Desember 2015 dari gedung Arthaloka ke gedung kantor pusat yang baru, Muamalat Tower. Event tersebut diikuti lebih dari 1.000 karyawan Bank Muamalat Indonesia kantor Pusat & area Jakarta 1, 2 & 3.

Endy PR Abdurrahman, CEO of Bank Muamalat Indonesia, handed over the award for The Best Customer Service in the Service Champion Award ceremony held in Jakarta on 13 November 2015. 5 Desember 2015 | 5 December 2015

Bank Muamalat Indonesia menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penanaman ratusan bibit tanaman mangrove di Telaga Waja Tengkulung, Desa Adat Tanjung Benoa, Nusa Dua. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Bank Muamalat Indonesia dengan Forum Peduli Mangrove Bali dan Geotrek Adventure. Dengan diadakannya penanaman Mangrove, diharapkan dapat memperbaiki kondisi ekosistem hutan mangrove di sekitar perairan pulau Nusa Dua, Bali.

Bank Muamalat Indonesia carried out program of “Furniture for Hope”. This program is a grant furniture Bank Muamalat Indonesia in connection with the relocation Arthaloka building to new head office, Muamalat Tower. Furniture was donated for educational activities of institutions. The number of recipients furniture are 75 institutions comprising NGOs, Schools (playgroup - high schools and Pesantren), and mosques in the Greater Jakarta area, Bandung, Sukabumi , Cianjur, and Majalengka Banten.

Endy PR Abdurrahman, CEO of Bank Muamalat Indonesia, opened the longmarch event on Sunday, 20 December 2015 from Arthaloka building to new head office building, Muamalat Tower. The event was followed by more than 1,000 employees of Bank Muamalat Indonesia Head Office & Jakarta area 1, 2 & 3.

Bank Muamalat Indonesia held the Corporate Social Responsibility (CSR) program in the form of hundreds planting mangrove in Telaga Waja Tengkulung, Desa Adat Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. This event was collaboration between Bank Muamalat Indonesia with Mangrove Care Forum Bali and Geotrek Adventure. With this program is expected to improve the condition of mangrove forest ecosystems in the waters around the island of Nusa Dua Bali.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

37

Sambutan Dewan Pengawas Syariah Message from Sharia Supervisory Board

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulilahi Rabbil ‘Aalamin, Wash Shalatu Was Salamu ‘Ala Nabiyyina Muhammad, Wa ‘Ala Aalihi Wa Shahbihi Wa Sallam, Amma Ba’du:

Puji dan syukur senantiasa dipanjatkan kepada Allah SWT atas ni’mat dan barokah yang selalu dilimpahkan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga selalu tersampaikan kepada Rasul junjungan, panutan dalam kehidupan; Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya, serta umat yang selalu mengikuti tuntunannya.

Praise and gratitude be to Allah SWT for the joys and blessings granted to us at all times. Greetings and respect to our esteemed leader and role model in life, the Prophet Muhammad SAW along with his family and companions, and the people that live by his guidance.

Perjalanan perbankan syariah yang ditandai dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada 1 November 1991 merupakan tonggak bersejarah bagi sistem keuangan syariah di negeri Indonesia tercinta. Bank Syariah pertama yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan diresmikan keberadaannya oleh Presiden Republik Indonesia HM. Soeharto, serta mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat di tengah gencarnya sistem ekonomi kapitalis. Kini Bank Muamalat Indonesia tidak sendiri dalam mengembangkan ekonomi syariah pada sektor keuangan. Beberapa Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah telah berdiri untuk bahu membahu membangun perekonomian masyarakat berdasarkan prinsip syariah.

The establishment of Bank Muamalat Indonesia on November 1, 1991, marked a historic milestone in the journey of Islamic banking and Islamic financial system in our beloved country. The Indonesia Council of Ulemma (MUI) instigated the first Islamic bank in Indonesia, officially inaugurated by HM Soeharto, then President of the Republic of Indonesia, to an enthusiastic welcome from a society largely inured to a capitalist economic system. Today, Bank Muamalat Indonesia is no longer alone in the sharia financial sector. A number of sharia commercial banks as well as sharia business units of commercial banks exist today with a shared aspiration of building an economic system for the people based on the sharia principles.

38

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin Ketua | Chairman

Bank Muamalat 2015 Annual Report

39

Sambutan Dewan Pengawas Syariah Message from Sharia Supervisory Board

Kontribusi perbankan syariah terhadap sistem perekonomian nasional tidak diragukan lagi, hal tersebut dapat dibuktikan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah. Setelah kurang lebih eksis selama seperempat abad menghadapi tantangan, Bank Syariah secara umum dan Bank Muamalat Indonesia secara khusus harus menghadapi ketidakstabilan ekonomi global yang secara langsung maupun tidak langsung turut mempengaruhi kondisi perekonomian nasional. Oleh karena itu, Bank Muamalat Indonesia sebagai pioner perbankan syariah harus dapat membuktikan kembali bahwa ekonomi syariah mampu bertahan menghadapi goncangan ekonomi global. Eksistensi Bank Muamalat Indonesia melampaui ujian tersebut merupakan sebuah prestasi yang akan kembali dicatat oleh sejarah.

The contribution of sharia banking to the domestic economic system is well known, as evidenced by the trust and confidence shown by the banking public towards sharia banks. After about a quarter century of managing the challenge of growth, the sharia banking industry in general, and Bank Muamalat Indonesia in particular, had to contend with global economic uncertainties that, directly or indirectly, affected developments in the domestic economy. Bank Muamalat Indonesia, as the pioneer of sharia banking in Indonesia, is thus called up once again to show that a sharia-based economy is more resilient against global economy shocks. That Bank Muamalat Indonesia was proven able to pass the test is milestone achievement in the history and continuing journey of sharia banking in Indonesia.

Mempertahankan prestasi yang telah dicapai lebih sulit daripada meraihnya. Oleh karena itu, image yang baik atas kinerja dan reputasi perbankan syariah terutama apa yang telah dilampaui oleh Bank Muamalat Indonesia harus terus dijaga. Membangun reputasi hingga melahirkan kepercayaan dari masyarakat kepada perbankan syariah membutuhkan waktu sangat panjang dan usaha keras. Penerimaan yang positif dari masyarakat harus tetap diikuti dengan usaha memelihara kemurnian dan kepatuhan pada prinsip-prinsip syariah dalam seluruh aspek layanan dan transaksi yang dilakukan oleh seluruh perbankan syariah, khususnya Bank Muamalat Indonesia.

Maintaining a level of accomplishment is often more difficult than to achieve it in the first place. Bank Muamalat Indonesia thus has to work hard to maintain the good reputation and image of sharia banking and especially of its own past performance. It took a hard work and time to build a reputation and to nurture public confidence in the sharia banking sector. Favorable public reception of the sharia banking system should be ensured by maintaining the purity of and compliance with sharia principles with regards to sharia banking products, services and transactions, and especially those by Bank Muamalat Indonesia.

Kepatuhan terhadap prinsip syariah akan tercermin dari produk yang dibuat, proses pelaksanaan yang dijalankan, dan hasil yang telah dilakukan. Oleh karenanya, DPS selaku pengawas aspek syariah terhadap penghimpunan, penyaluran, dan aktivitas operasional Bank terus berupaya menjalankan tugasnya sesuai yang diamanahkan UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah dan PBI 11/33/2009 tentang Good Corporate Governance (GCG).

Adherence to sharia principles is reflected on the products tahat have been developed, the implementation of work processes, and the results that have been achieved. Thus, the Sharia Supervisory Board will continue to supervise the Bank’s financing, funding and operational activities to ensure compliance with sharia principles as mandated by Law No. 21 Year 2008 on Sharia Banking and PBI 11/33/2009 on Good Corporate Governance (GCG).

Kita harus bersyukur atas apa yang telah kita lakukan dan menerima hasilnya. Namun jangan berhenti untuk terus melakukan perbaikan atas apa yang telah kita kerjakan. Keridhaan Allah SWT atas usaha kita adalah akhir dari tujuan dalam memperjuangkan ekonomi syariah. Di akhir sambutan ini, saya ingin menukil firman Allah SWT sebagai penguat bagi kita semua untuk terus senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan,

We are off course should be grateful for what we have done, and for the results of such. Nevertheless, we should not stop to improve on what we have done. The blessings of Allah SWT on our endeavour is what we seek about in building the sharia economy system. In closing, I would like to quote a saying by Allah SWT that should serve to strengthen our resolve to seek continuing improvement, thus

40

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

“Tidak ada yang ingin aku lakukan kecuali melakukan perbaikan semampu yang bisa aku lakukan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali.” (Hud : 88)

“There is nothing I would rather do except to make improvement as best I could. And there is no strength in me but for the will of Allah. I have faith in Allah and it is to Him that I return”. (Hud: 88)

Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan dan meneguhkan langkah kaki kita, memberikan keberkahan atas usaha yang telah kita lakukan, serta mempersatukan hati-hati kita dalam ketaatan kepada-Nya.

May Allah SWT provides us with strength and a firm step all the way, to bless all our endeavour, and to unite our hearts in faithfullness to Him.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin Ketua Chairman

Bank Muamalat 2015 Annual Report

41

Pernyataan Dewan Pengawas Syariah Statement of The Sharia Supervisory Board

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berdasarkan hasil evaluasi dan penelitian yang dilakukan dalam rangka tugas pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Muamalat Indonesia semester I dan II tahun 2015, dengan ini menyatakan sebagai berikut:

On the basis of results of evaluation and observation conducted in the course of supervisory duties by the Sharia Supervisory Board (DPS) of Bank Muamalat Indonesia in Semester I and II of 2015, we hereby declare the following:

1. Pedoman operasional dan produk yang meliputi penghimpunan dan penyaluran dana telah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) serta Keputusan Dewan Pengawas Syariah (DPS). 2. Pelaksanaan produk dan jasa yang meliputi penghimpunan dan penyaluran dana telah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) serta Keputusan Dewan Pengawas Syariah (DPS). 3. Laporan Keuangan perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip Syariah.

1. The operational and products manual, which include the collection and disbursement of funds is in accordance with the Fatwa of National Sharia Board (DSN) and the decision of the Sharia Supervisory Board (SSB). 2. The implementation of products and services, which include collection and disbursement of funds, is in accordance with the Fatwa of National Sharia Board (DSN) and the decision of the Sharia Supervisory Board (SSB). 3. The Company’s financial report has been prepared and presented in accordance with the Sharia principles.

Demikian pernyataan ini dibuat sesuai ketentuan yang berlaku.

Hereby we convey that this statement is made in accordance to the prevailing regulations.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin Ketua Chairman

Prof. Dr. H. Muardi Chatib

Prof. Dr. H. Umar Shihab

Anggota Member

Anggota Member

42

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dewan Pengawas Syariah The Sharia Supervisory Board dari kiri ke kanan | from left to right

• Prof. Dr. H. Umar Shihab Anggota | Member

• Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin Ketua | Chairman

• Prof. Dr. H. Muardi Chatib Anggota | Member

Bank Muamalat 2015 Annual Report

43

Laporan Komisaris Utama Report from the President Commissioner

Tahun 2015 merupakan tahun awal pelaksanaan roadmap strategi transformasi dan metamorfosa Bank Muamalat Indonesia The year 2015 was the first year in the implementation of the strategic roadmap in Bank Muamalat Indonesia’s transformation and metamorphosis Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pemegang Saham yang Terhormat,

Dear Esteemed Shareholders,

Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadapan Allah SWT, saya berbesar hati dapat melaporkan kepada pemegang saham berbagai perkembangan yang menggembirakan di Bank Muamalat Indonesia sepanjang tahun 2015.

With praise and gratitude to Allah SWT, I am pleased to be able to report to the shareholders of the many encouraging developments at Bank Muamalat Indonesia throughout the year 2015.

Pada tahun tersebut, kondisi lingkungan bisnis secara keseluruhan masih belum membaik secara berarti dan dalam kenyataannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Harga-harga komoditas ekspor Indonesia di pasar global juga tetap mengalami tekanan, sehingga belum mendukung perbaikan kinerja pelaku usaha di sektorsektor riil yang terkait, seperti industri batu bara dan kelapa sawit serta sektor-sektor industri pendukungnya. Dampak dari penurunan kualitas ekonomi global juga telah menyebabkan banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

Taken as a whole, conditions in business environment in that year have yet to improve much, and, actually, Indonesia recorded a slower economic growth compared with the previous year. Prices of Indonesia’s export commodities in the global market continued to be under pressure, thus have yet to play a role in driving the performance of businesses in the related real sectors of the economy such as the coal and palm oil sectors as well as their supporting industries. The slowing down of global economies also induced many Indonesian migrant workers to return home, causing a drop in incoming remittance volume and eventually

44

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Anwar Nasution Komisaris Utama/Komisaris Independen President Commissioner/Independent Commissioner

Bank Muamalat 2015 Annual Report

45

Laporan Komisaris Utama Report from the President Commissioner

Dewan Komisaris The Board of Commissioners

46

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dewan Komisaris Board of Commissioners dari kiri ke kanan | from left to right:

• Ayuoob Akbar Qadri * Komisaris | Commissioner

• Iggi H. Achsien Komisaris Independen Independent Commissioner

• Saleh Ahmed Al-Ateeqi Komisaris | Commissioner

• Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf ** Komisaris | Commissioner

• Anwar Nasution Komisaris Utama/Komisaris Independen President Commissioner/Independent Commissioner

• Djaja M Tambunan *** Komisaris Independen Independent Commissioner

*)

Telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 **) Telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ***) Efektif setelah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK Effective after received fit and proper test approval from FSA

Bank Muamalat 2015 Annual Report

47

Laporan Komisaris Utama Report from the President Commissioner

yang kembali ke tanah air sehingga mengurangi volume pengiriman uang (remittances) yang mengganggu neraca pembayaran, penerimaan negara dan sektor moneter. Sementara itu, musim kering yang berkepanjangan dan bencana kebakaran hutan yang meluas di berbagai daerah di Indonesia turut memberikan tekanan terhadap produksi pertanian dan meningkatkan pengeluaran negara untuk mengatasinya.

impacting negatively on Indonesia’s balance of payment, state revenues and the monetary sector. Meanwhile, the prolonged drought and incidents of forest fires that broke up in many areas in Indonesia also put additional pressure on the agricultural harvests as well as the state budget for the required mitigation efforts.

Tahun 2015 juga merupakan tahun awal pelaksanaan roadmap strategi transformasi dan metamorfosa Bank Muamalat Indonesia sampai dengan tahun 2025 yang dicanangkan oleh Direksi dengan Visi M10-Y25 menjadi ‘The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence’. Tahap awal dari metamorfosa tersebut mencakup strategi konsolidasi, pembenahan dan penguatan fondasi di berbagai aspek bisnis maupun operasional.

The year 2015 was also the first year in the implementation of the strategic roadmap in Bank Muamalat Indonesia’s transformation and metamorphosis to 2025, which has been launched by the Board of Directors to achieve the M10-Y25 Vision of becoming ‘The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence’. In the initial stage, such metamorphosis consists of consolidation, restructuring and fundamental strengthening of various business and operational areas.

Untuk itu, manajemen Bank Muamalat Indonesia kemudian berkonsentrasi pada upaya-upaya perbaikan kualitas penyaluran pembiayaan dan penyelamatan portofolio pembiayaan bermasalah, perbaikan kapabilitas manajemen risiko dalam mengelola risiko kredit, risiko pasar maupun risiko operasional, serta, tak kalah penting, peningkatan kualitas Sumber Daya Insani Bank Muamalat Indonesia.

Accordingly, the Management of Bank Muamalat Indonesia concentrated on efforts to improve the quality of financing disbursement and recovery of non-performing financing facilities, improvement in the management of credit risk, market risk and operational risk, and, last but not least, improvement in the quality of the Bank’s human capital.

Berbagai perkembangan internal tersebut juga berpengaruh pada perjalanan Bank Muamalat Indonesia sepanjang tahun 2015.

All of these internal developments have an impact on Bank Muamalat Indonesia’s journey throughout 2015.

Penilaian atas Kinerja Direksi

Evaluation of Performance

Secara keseluruhan, Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah berhasil mengelola Bank Muamalat Indonesia dengan baik pada tahun 2015, baik dilihat dari sisi efektivitas pelaksanaan program-program kerja strategis sebagaimana disebutkan di atas, maupun dalam pencapaian target-target keuangan 2015 yang ditetapkan.

Overall, the Board of Commissioners is of the opinion that the Board of Directors has been successful in the management of Bank Muamalat Indonesia in 2015, in terms of the effective implementation of strategic work programs as described above, and the achievement of financial targets for 2015.

Laba sebelum pajak tercatat meningkat 9,96% dari pencapaian tahun sebelumnya. Hal ini merefleksikan keberhasilan Direksi dalam melakukan langkah efisiensi untuk menekan laju pertumbuhan biaya operasional di satu sisi, sementara di sisi lain mengupayakan peningkatan arus pendapatan terutama dengan mendorong pendapatan imbal-jasa maupun pelunasan fasilitas pembiayaan.

Profit before tax increased by 9.96% from the achievement in the previous year. This underlined successful efforts by the Board of Directors in containing the growth of operational expenses on the one hand, while also seeking to grow the revenue stream, and especially by promoting fee-based income as well as the repayment of financing facilities.

Total aset per akhir Desember 2015 lebih rendah sekitar 8,44% dari posisi setahun sebelumnya, yang mencerminkan berkurangnya nominal portofolio pembiayaan maupun jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK). Hal ini sejalan dengan strategi Direksi yang tidak menekankan pada pencapaian pertumbuhan namun lebih berkonsentrasi melakukan perbaikan secara fundamental. Terkait dengan tingkat

Total assets at end of December 2015 was lower by some 8.44% compared to the position a year earlier, reflecting the decline in the financing portfolio as well as our third party funds. This, in turn, reflects the strategy of the Board of Directors of concentrating more on effecting fundamental improvements over the pursuance of asset growth. Related to improved utilization of third party funds as measured by

48

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Board

of

Directors’

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

utilisasi DPK sebagaimana diukur dari angka FDR membaik dari 84,14% menjadi 90,30%, pada periode yang sama.

the FDR indicator that improved from 84.14% to 90.30%, in the same corresponding period.

Dewan Komisaris juga mendukung kebijakan Direksi terkait strategi pencadangan kerugian pembiayaan. Kami memandang langkah tersebut masih perlu dilakukan untuk menjaga dan memastikan neraca yang lebih sehat ke depan bagi Bank Muamalat Indonesia.

The Board of Commissioners also supported the policy of the Board of Directors with regard to loss provisioning on financing, being a necessary initiative in order to maintain and ensure a healthy balance sheet going forward.

Pandangan atas Prospek Bisnis yang Disusun oleh Direksi

Opinion on the Business Prospects Submitted by the Board of Directors

Dewan Komisaris telah menelaah prospek usaha dan rencana bisnis Bank Muamalat Indonesia yang disusun oleh Direksi untuk tahun 2016. Menurut pandangan kami, Direksi telah bersikap realistis dengan menetapkan targettarget pertumbuhan yang moderat dan berkelanjutan sebagai salah satu strategi bisnis tahun 2016.

The Board of Commissioners have reviewed the business prospects and plans formulated by the Board of Directors for 2016. In our opinion, the Board of Directors has realistically aim for moderate but sustainable growth targets as its business strategy for 2016.

Program-program kerja Direksi untuk 2016 juga mencerminkan ekspektasi yang konservatif akan perkembangan kondisi perekonomian dan perbankan Indonesia di tahun tersebut. Upaya-upaya penyelesaian pembiayaan bermasalah dan peningkatan kualitas aset pembiayaan memang merupakan salah satu prioritas Bank Muamalat Indonesia saat ini agar tidak semakin terpuruk di masa mendatang. Demikian juga dengan strategi untuk mewujudkan efisiensi dan keunggulan operasional, yang akan berperan penting dalam menjaga profitabilitas Bank Muamalat Indonesia dan daya saingnya di pasar perbankan nasional.

The Board of Directors’ work programs for 2016 also reflect a conservative view regarding expected developments in Indonesia’s economy and banking industry in that year. Efforts to resolve the non-performing financing facilities as well as in improving the quality of our financing assets have become a priority at Bank Muamalat Indonesia today in order to avoid worse conditions in the future. Likewise with the strategy to achieve efficient and excellent operations, which will be vitally important in ensuring that Bank Muamalat Indonesia remains profitable as well as competitive in the domestic banking market.

Dewan Komisaris khususnya memberikan catatan positif pada upaya Direksi untuk meningkatkan pendapatan imbal-jasa, termasuk dari perluasan layanan remittance bagi para TKI di Arab Saudi dan Malaysia melalui kerja sama dengan pemegang saham SEDCO, Bank Muamalat Indonesia di Malaysia dan dengan institusi-institusi lokal lainnya. Demikian juga dengan strategi Direksi untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor Mikro dan UKM dengan pendekatan berbasis komunitas seperti sekolah-sekolah Islam, madrasah, pesantren atau rumah sakit Islam, maupun rencana bisnis untuk mendukung jemaah haji dan umrah dengan menyediakan produk dan layanan yang dapat memberikan kemudahan bagi aktivitas jemaah haji dan umrah baik sebelum keberangkatan maupun selama berada di Tanah Suci.

The Board of Commissioners would especially like to commend efforts by the Board of Directors to increase fee-based income, including from expanded remittance services for Indonesian migrant workers in Saudi Arabia and Malaysia, in cooperation with our shareholder, SEDCO, with Bank Muamalat Malaysia, and with other local institutions. Likewise with the business strategy to expand financing disbursement to the Micro and SME sectors in a communitybased approach for the benefit of Islamic schools, boarding schools, and hospitals, as well as plans for support towards hajj and umrah pilgrims through the provision of products and services for the comfort and convenience of the hajj and umrah pilgrims, prior to departure as well as during their stay in the Holy Land.

Menurut hemat kami, sektor-sektor tersebut merupakan segmen yang lebih tepat bagi Bank Muamalat Indonesia mengingat potensinya yang besar maupun kedekatannya pada kehidupan sehari-hari bagian terbesar dari masyarakat Indonesia.

These, in our opinion, are sectors or customer segments that are more appropriate for Bank Muamalat Indonesia, both in view of its potential for business as well as its proximity to the daily lives of the dominant portion of Indonesian society.

Secara keseluruhan, rencana bisnis 2016 Bank Muamalat Indonesia memperlihatkan konsistensi Direksi terkait dengan prioritas-prioritas Bank Muamalat Indonesia dalam

Overall, in Bank Muamalat Indonesia’s 2016 business plans, the Board of Directors have shown their consistency in regards the priorities of Bank Muamalat Indonesia during

Bank Muamalat 2015 Annual Report

49

Laporan Komisaris Utama Report from the President Commissioner

tahap penguatan fondasi menjadi sebuah bank yang sehat dan unggul dalam layanan perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2017, sebagai tahapan awal dari rencana transformasi dan pertumbuhan Bank Muamalat Indonesia sampai dengan tahun 2025. Melihat kepada pencapaianpencapaian Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015, Dewan Komisaris menaruh kepercayaan pada kemampuan Direksi untuk menyelesaikan program-program kerjanya dan kembali mencapai kinerja yang baik di tahun 2016.

the foundation strengthening stage towards becoming a healthy bank and provider of excellent sharia banking services in Indonesia by 2017, as the first step in Bank Muamalat Indonesia’s transformation and growth roadmap up to the year 2025. Going by the achievements of Bank Muamalat Indonesia in 2015, the Board of Commissioners is fully confident about the ability of the Board of Directors in the successful execution of 2016 work programs with excellent results.

Kinerja Komite-komite Komisaris

Performance of Board of Commissioners Committees

Bank Muamalat Indonesia telah memiliki struktur formal untuk komite-komite Komisaris, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, serta Komite Tata Kelola Perusahaan. Pada tahun 2015, Dewan Komisaris telah mengangkat seorang anggota Komite Audit yang berasal dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang akuntansi keuangan dan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi tanggal 3 September 2015 untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tangung jawab Komite Audit Bank Muamalat Indonesia. Namun demikian kami menyadari bahwa keanggotaan komitekomite Komisaris masih terdapat kekurangan dan Dewan Komisaris berkomitmen untuk melengkapinya.

Bank Muamalat Indonesia has formally established the Board committee structure comprising the Audit Committee, Risk Monitoring Committee, Remuneration and Nomination Committee, and Corporate Governance Committee. In 2015, the Board of Commissioners has appointed an independent member with financial accounting skills to the Audit Committee by virtue of Decree of Directors on September 3, 2015, to ensure the effective implementation of the duties and responsibilities of Bank Muamalat Indonesia’s Audit Committee. We do realize, however, that there are still many shortcomings regarding the membership composition of the various Board committees, and we are committed to address this issue soon.

Terlepas dari kelengkapan keanggotaan komite, seluruh komite di bawah Dewan Komisaris telah bekerja dengan baik sepanjang tahun 2015 dalam membantu pelaksanaan fungsi Dewan Komisaris sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing komite bersangkutan.

Notwithstanding the membership issue, all committees under the Board of Commissioners have performed well in 2015 to assist the implementation of Board of Commissioners’ functions in accordance with the duties and responsibilities of the respective committees.

Perubahan Komposisi Komisaris

Changes in Composition

Pada tahun 2015 terjadi perubahan dalam komposisi Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia. Pada tanggal 3 Juni 2015, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Muamalat Indonesia telah menerima pengunduran diri Bapak Emirsyah Satar, Komisaris Independen, sehubungan dengan telah berakhirnya masa jabatan yang bersangkutan sejak tahun 2009. Selanjutnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 7 September 2015 telah mengangkat Bapak Djaja M. Tambunan sebagai Komisaris Independen Bank Muamalat Indonesia.

There were some changes to the composition of Bank Muamalat Indonesia Board of Commissioners in 2015. The Annual General Meeting of Shareholders of Bank Muamalat Indonesia on June 3, 2015, has accepted the resignation of Emirsyah Satar as Independent Commissioner of the Bank on the completion of his term of office since 2009. Subsequently, the Extraordinary General Meeting of Shareholders of Bank Muamalat Indonesia on September 7, 2015, has appointed Djaja M. Tambunan as Independent Commissioner of Bank Muamalat Indonesia.

Atas nama Dewan Komisaris, jajaran manajemen dan seluruh karyawan Bank Muamalat Indonesia, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Emirsyah Satar atas kontribusinya selama bertahun-tahun ini pada kemajuan Bank Muamalat Indonesia. Kepada Bapak Djaja M. Tambunan, selamat bergabung dalam Dewan Komisaris

On behalf of the Board of Commissioners, the management board, and all employees of Bank Muamalat Indonesia, I would like to thank Emirsyah Satar for his many contributions over the years for the progress of Bank Muamalat Indonesia. In his place, I would like to welcome Djaja M. Tambunan to Bank Muamalat Indonesia’s Board

50

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Board

of

Commissioners

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Bank Muamalat Indonesia, dan saya berharap dapat bekerja sama dengan baik dalam mengawasi proses metamorfosa Bank Muamalat Indonesia ke arah pertumbuhan yang berkelanjutan ke depan.

of Commissioners. I hope that we can work together in overseeing the successful metamorphosis of Bank Muamalat Indonesia towards sustainable growth in the future.

Ucapan Terima Kasih

Appreciation

Ijinkan saya menutup sambutan ini dengan sekali lagi menyampaikan ucapan selamat kepada Direksi atas keberhasilan yang dicapai di tahun 2015 dalam membawa Bank Muamalat Indonesia selangkah lebih dekat pada pencapaian Visi M10-Y25 Bank Muamalat Indonesia. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh jajaran karyawan Bank Muamalat Indonesia yang telah bekerja keras bahu-membahu mengupayakan metamorfosa Bank Muamalat Indonesia di tengah-tengah tantangan kondisi lingkungan bisnis dan konsolidasi internal sepanjang tahun 2015.

Allow me to close by extending hearty congratulations, once again, to the Board of Directors for their successes in 2015 in bringing Bank Muamalat Indonesia one step closer to achieve the aspirations of Bank Muamalat Indonesia M10-Y25 Vision. I would also like to extend my sincere appreciation to all employees of Bank Muamalat Indonesia for their dedicated work together in driving the metamorphosis of Bank Muamalat Indonesia amidst challenging external business conditions and internal consolidation throughout the year 2015.

Tak lupa, Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para pemegang saham maupun otoritas perbankan Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Bank Muamalat Indonesia selama ini.

Last but not least, the Board of Commissioners would like to acknowledge the shareholders and Indonesia’s banking authorities for their continuing support and trust to Bank Muamalat Indonesia.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Anwar Nasution Komisaris Utama/Komisaris Independen President Commissioner/Independent Commissioner

Bank Muamalat 2015 Annual Report

51

Laporan Direktur Utama Report from the President Director

Sejumlah agenda kerja telah kami jalankan dalam tahun pertama tahap awal Metamorfosa Muamalat pada tahun 2015 In 2015, in the first year of the initial phase of Muamalat Metamorphosis, we engaged in a number of strategic work programs Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pemegang Saham yang Terhormat,

Esteemed Shareholders,

Berkat rahmat Allah SWT, Bank Muamalat Indonesia berhasil menutup tahun 2015 dengan membukukan pencapaian kinerja yang cukup baik, sekaligus mempersiapkan landasan bagi dilakukannya berbagai perubahan dan perbaikan yang mendasar ke arah tercapainya pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang, sesuai dengan tema Laporan Tahunan kita tahun ini yaitu ‘Embracing Change, Energizing Growth’.

Praise be to Allah SWT, that Bank Muamalat Indonesia has been able to end the year 2015 with a satisfactory performance, while at the same time preparing the foundation for certain fundamental changes and improvements towards achieving healthier growth in the future. Thus, the theme for this year’s Annual Report, “Embracing Change, Energizing Growth”.

Tantangan dan Peluang 2015

Challenges and Opportunities in 2015

Secara keseluruhan, tahun 2015 masih menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan Indonesia, termasuk Bank Muamalat Indonesia. Hal ini khususnya terkait dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang masih terus melemah, menjadi sekitar 4,79% di tahun 2015 dibandingkan 5,02% di 2014 dan 5,58% di 2013, yang pada gilirannya berdampak kontraksi kinerja industri

Overall, the year 2015 was still a challenging year for Indonesia’s banking sector, including for Bank Muamalat Indonesia. In particular, growth of the domestic economy contiued to weaken and stood at approximately 4.79% in 2015, as compared with 5.02% in 2014 and 5.58% in 2013. This, in turn, impacted on the decline in the performance of the domestic banking industry. The banking sector

52

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Endy PR Abdurrahman Direktur Utama President Director

Bank Muamalat 2015 Annual Report

53

Laporan Direktur Utama Report from the President Director

Direksi dan Manajemen Eksekutif Board of Directors and Executive Management

54

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Direksi dan Manajemen Eksekutif Board of Directors and Executive Management dari kiri ke kanan | from left to right:

• Masa Paskalis Lingga Chief Operation Officer

• Hery Syafril * Direktur | Director

• Purnomo B. Soetadi * Direktur | Director

• Evi Afiatin Ismail ** Direktur Kepatuhan | Compliance Director

• Indra Yurana Sugiarto Direktur | Director

• Awaldi Chief Human Capital

• Endy PR Abdurrahman Direktur Utama | President Director *)

Telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 21 Maret 2016 Has received fit and proper test approval from the FSA since 21 March 2016 **) Telah mengundurkan diri sejak 23 Februari 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Resigned on 23 February 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016

Bank Muamalat 2015 Annual Report

55

Laporan Direktur Utama Report from the President Director

perbankan nasional. Selain itu, industri perbankan juga terus menghadapi tekanan pada kualitas kredit perbankan akibat memburuknya kinerja sejumlah sektor dalam perekonomian Indonesia.

also continued to feel the impact of loan portfolio quality degradation due to the worsening performance of certain sectors in the Indonesian economy.

Dalam memasuki tahun 2015 dengan latar belakang sejumlah tantangan tersebut, Bank Muamalat Indonesia juga mulai dengan langkah-langkah awal dalam rangka strategi transformasi yang kami sebut Metamorfosa Muamalat, yang membuka peluang untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang sesuai Visi M10-Y25 Bank Muamalat Indonesia menjadi ‘The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence’ pada tahun 2025. Strategi transformasi dan pertumbuhan jangka panjang tersebut terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap awal ‘peletakan fondasi’ pada tahun 2015 sampai dengan 2017, yang akan diikuti dengan tahap ‘siap bertumbuh dan bersaing’ (2018-2020) serta tahap ‘mencapai pertumbuhan berkelanjutan (2021-2025).

Entering 2015 with those background conditions and challenges, Bank Muamalat Indonesia simultaneously undertook the initial steps in the transformational strategy known as Muamalat Metamorphosis, which will provide the foundation to achieve sustainable growth in the long run according to Bank Muamalat Indonesia M10-Y25 Vision of becoming ‘The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence’ in 2025. The long-term transformation and growth strategy is divided into three phases, namely the initial phase of ‘building the foundation’ to be undertaken from 2015 up to 2017, followed by the next phase of being ‘ready for growth and competition’ in 2018-2020 and then the phase of ‘achieving sustainable growth’ in 2021-2025.

Sejumlah agenda kerja telah kami jalankan dalam tahun pertama tahap awal Metamorfosa Muamalat pada tahun 2015.

In 2015, in the first year of the initial phase of Muamalat Metamorphosis, we engaged in a number of strategic work programs.

Inisiatif Strategis 2015

2015 Strategic Initiatives

Peningkatan kualitas bisnis menjadi agenda utama dan pertama kami, agar dapat mempertahankan profitabilitas bank di tengah kondisi pasar yang kurang menguntungkan pada tahun tersebut. Kami berkonsentrasi memperbaiki kualitas portofolio pembiayaan melalui penyelesaian pembiayaan bermasalah secara agresif. Perbaikan proses penyaluran pembiayaan juga dilakukan untuk pengelolaan risiko yang lebih baik.

Our first and foremost work agenda was to improve the quality of our business in order to remain profitable amidst less than conducive market conditions in that year. We focused on improving our financing portfolio quality through aggressive settlement of non-performing financing. Efforts were also spent on improvement to financing disbursement processes as part of enhancing our risk management.

Untuk menjaga tingkat pendapatan, Bank Muamalat Indonesia berupaya menurunkan biaya pendanaan dengan melakukan re-profiling struktur Dana Pihak Ketiga untuk menambah porsi tabungan dan giro (CASA) dan mengurangi ketergantungan pada dana-dana institusi yang mahal dalam deposito. Di saat yang sama, kami juga terus memperbesar porsi pendapatan imbal-jasa (fee based) dalam arus pendapatan kami, mengingat sifatnya yang lebih tahan terhadap gejolak pasar dibandingkan pendapatan margin pembiayaan.

To maintain adequate levels of revenues, Bank Muamalat Indonesia strove to reduce cost of funds through the reprofiling of its third party funds, thus increasing the portion of low-cost CASA (current account savings account) while reducing dependency on expensive time deposit funds from financial institutions. At the same time, we also strive to increase the portion of fee-based income in our revenue streams, as being more resilient to market fluctuations compared to margin income from financing disbursement.

Agenda strategis kedua kami adalah peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Bank Muamalat Indonesia terutama fokus pada peningkatan produktivitas team penjualan di kantor-kantor cabang dengan penetapan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih terstruktur, ditunjang oleh peningkatan keterampilan personil cabang melalui pelatihan serta pengembangan variasi produk yang dapat ditawarkan kepada nasabah.

Our second strategic agenda is to improve productivity and operational efficiency. In this case, Bank Muamalat Indonesia focused mainly on improving the productivity of the sales teams at branch offices through the implementation of better structured Key Performance Indicator and supported by skill training for branch personnel as well as product development to provide customers with a greater variety of products.

56

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Efisiensi operasional merupakan aspek penting di tengah melambatnya pertumbuhan bisnis secara keseluruhan, dan di tingkat yang paling dasar diwujudkan melalui penghematan biaya dengan eliminasi, pengurangan ataupun penyederhanaan proses-proses yang tidak langsung berdampak pada bisnis. Namun Bank Muamalat Indonesia tidak berhenti sampai disitu. Pada tahun 2015 kami mulai meletakkan dasar-dasar bagi peningkatan efisiensi operasional melalui pengelolaan proses bisnis yang lebih baik secara keseluruhan.

Operational efficiency is an important issue given the overall decline in growth of our business. At its most basic level, it is achieved through cost efficiency measures by the elimination, reduction or simplification of various processes that have no direct impact on business. However, Bank Muamalat Indonesia goes beyond that. In 2015, we have begun to lay the basics for an improvement in operational efficiency through a comprehensive enhancements in the business processes itself.

Implementasi sentralisasi operasi adalah salah satu upaya ke arah itu, yang telah kami mulai sejak dua-tiga tahun belakangan ini. Di tahun 2015, lebih dari sekedar memindahkan proses bisnis untuk dilakukan secara terpusat, Bank Muamalat Indonesia mulai merencanakan perbaikan yang lebih fundamental yaitu dengan rekayasa ulang proses-proses bisnis itu sendiri. Kami meninjauulang tiap-tiap proses bisnis untuk melihat apakah proses tersebut dapat dieliminasi, disederhanakan ataupun diotomasi. Dalam hal ini, infrastruktur dan kapabilitas Teknologi Informasi (TI) menjadi faktor enabler yang vital ke arah operasional yang unggul dan efisiensi yang optimum.

The implementation of centralized operations, which we have begun in the last two or three years, is a step in that direction. In 2015, beyond merely removing a particular business process and doing it in a centralized manner, Bank Muamalat Indonesia have begun to plan for a more fundamental improvement, namely through a business process reengineering. Each single business process is reviewed to investigate if it can be either eliminated, simplified, or automated. In the business process reengineering, Information Technology (IT) infrastructure and capabilities became a key enabler to the attainment of excellent operations and optimum efficiency.

Hasil akhir yang kami harapkan adalah peningkatan kualitas pelayanan Bank Muamalat Indonesia kepada para nasabahnya, dengan menawarkan keunggulan layanan dan pengalaman interaksi perbankan yang ‘mudah, sederhana dan cepat’. Sekaligus, ini akan memperbaiki daya saing Bank Muamalat Indonesia di pasar perbankan Indonesia, termasuk dengan bank-bank konvensional.

The expected end result from these is a marked improvement in the quality of services that Bank Muamalat Indonesia can offer to its customers, with a service proposition of a banking experience that is ‘easy, simple, and speed’. At the same time, this is expected to impact on higher competitiveness of Bank Muamalat Indonesia in the Indonesian banking market, including with conventional banks.

Terkait dengan hal tersebut, kami terus memperkuat keunggulan-keunggulan utama Bank Muamalat Indonesia, termasuk memperkuat citra Bank Muamalat Indonesia sebagai ‘Bank Syariah Terdepan’ melalui pengembangan produk-produk berbasis-TI yang paling mutakhir. Bank Muamalat Indonesia juga berupaya lebih mengoptimalkan keberadaan jaringan distribusi kami yang ekstensif dengan 446 kantor cabang dan 1.998 unit ATM di seluruh Indonesia.

In this regard, we continue to strengthen the strong points of Bank Muamalat Indonesia, including strengthening the image and positioning of Bank Muamalat Indonesia as ‘The Leading Sharia Bank’ through the development of the most advanced of IT-based banking products. Bank Muamalat Indonesia also strove to optimize on its extensive physical distribution networks consisting of 446 branches and 1,998 ATM units throughout Indonesia.

Selain inisiatif-inisiatif tersebut, Bank Muamalat Indonesia juga melakukan transformasi dalam aspek Sumber Daya Insani dan Manajemen Risiko. Kami berupaya memperbaiki budaya kerja yang ada selama ini, termasuk melalui sinkronisasi unit-unit kerja untuk menghindari ‘silo mentality’ maupun rekrutmen tenaga-tenaga profesional eksternal di berbagai posisi kunci untuk menyerap ide-ide segar dan mentalitas perubahan ke dalam organisasi.

In addition to these initiatives, Bank Muamalat Indonesia also engaged in the transformation of its Human Capital and Risk Management. We strove to improve the existing work culture, including through the synchronization of work units in order to avoid the silo mentality, as well as through professional hires in various key positions in order to absorb fresh ideas and brought the mentality for change into the organization.

Peran dan fungsi manajemen risiko juga terus diperbaiki, termasuk melalui pembenahan organisasi manajemen risiko serta perbaikan kebijakan dalam proses-proses pembiayaan dan operasional. Kami juga terus aktif membangun kesadaran dan budaya risiko diantara karyawan melalui program-program sosialisasi risiko.

The role and function of risk management was also improved through a restructuring of the risk management organization as well as policy improvements in financing and operational processes. We also actively foster risk awareness and a risk culture among employees through risk socialization programs. Bank Muamalat 2015 Annual Report

57

Laporan Direktur Utama Report from the President Director

Kinerja Keuangan Indonesia

Bank

Muamalat

Bank Muamalat Performance

Indonesia

Financial

Efektivitas pelaksanaan program-program kerja strategis seperti di atas tersebut secara keseluruhan tercermin pada pencapaian kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015.

The effective implementation of the strategic initiatives as mentioned above is reflected on the overall financial performance of Bank Muamalat Indonesia in 2015.

Laba sebelum pajak mencapai sebesar Rp108,90 miliar pada tahun 2015, meningkat sekitar 9,96% dari pencapaian di tahun 2014. Bank Muamalat Indonesia membukukan peningkatan pada pendapatan operasional yang terutama didukung oleh pertumbuhan pendapatan fee-based yang sangat signifikan sebesar Rp22,76 miliar dari transaksi trade finance dan valuta asing.

Profit before tax amounted to Rp108.90 billion in 2015, an increase of some 9.96% from the achievement in 2014. Bank Muamalat Indonesia posted an increase in revenues from operations on the strength of a significant growth in fee-based income by Rp22.76 billion, mostly from trade finance and foreign exchange transactions.

Total aset tercatat turun 8,44% dibandingkan tahun 2014, menjadi sebesar Rp57,17 triliun di akhir tahun 2015. Penurunan ini mencerminkan kebijakan Bank Muamalat Indonesia untuk menahan ekspansi pembiayaan dalam rangka lebih berkonsentrasi pada perbaikan kualitas portofolio pembiayaan, sekaligus menurunkan biaya pendanaan melalui re-profiling Dana Pihak Ketiga dan terutama mengurangi dana-dana mahal.

Total assets declined by 8.44% compared with the position in 2014, and amounted to Rp57.17 trillion at year-end 2015. The decline reflected on our business strategy to limit our financing disbursement in order to concentrate more on improving the quality of our portfolio, while also reducing our cost of funds through the re-profiling our third party funds and especially the high-cost funds.

Hasilnya terlihat pada tercapainya perbaikan tingkat utilisasi DPK terhadap pembiayaan yang lebih optimal dari 84,14% di akhir tahun 2014 menjadi 90,30% di akhir tahun 2015.

The results were evident among others in a more optimum level of financing to third party funds ratio of 90.30% as at year-end 2015, as compared with 84.14% at year-end 2014.

Peningkatan profitabilitas dan penurunan aktiva pembiayaan pada akhirnya berdampak pada tingkat kecukupan modal (CAR) Bank Muamalat Indonesia, yang tercatat sebesar 12,36% per akhir tahun 2015 setelah memperhitungkan ATMR risiko kredit, pasar, dan operasional.

The improvement in profitability and reduction in financing assets eventually impacted on Bank Muamalat Indonesia’s Capital Adequacy Ratio (CAR), which stood at 12.36% at the end of 2015 after the calculations for ATMR with credit risk, market risk, and operational risk charges.

Kendala-Kendala yang Dihadapi

Challenges

Secara keseluruhan, terdapat sejumlah tantangan yang dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan strategi Metamorfosa Muamalat, khususnya dalam tahap awal sampai dengan tahun 2017.

Taken as a whole, there were a number of challenges that may hinder the successful execution of the Muamalat Metamorphosis strategy, and especially in the initial phase up to 2017.

Transformasi pola-pikir dan pola-perilaku Sumber Daya Insani kami menjadi tantangan terbesar Bank Muamalat Indonesia saat ini. Tentunya disadari bahwa melakukan perbaikan budaya kerja bukanlah hal yang mudah ataupun dapat segera. Mengintegrasikan rekrutmen profesional eksternal ke dalam team kerja yang solid, sebagai salah satu strategi manajemen dalam Metamorfosa Muamalat, juga bukan hal yang mudah.

The transformation in the mindset and behaviour pattern of our human resources is perhaps our greatest challenge today. Obviously, improving an existing work culture is not an easy undertaking nor immediate in effect. Integrating external professional hires to form a solid working team with existing personnel, which is also a strategy taken by the management in Muamalat Metamorphosis, is not easy either.

Pengembangan infrastuktur dan sistem TI menjadi tantangan kedua, terutama terkait dengan cepatnya perkembangan TI akhir-akhir ini sementara biaya yang diperlukan juga tidak sedikit. Untuk itu, Bank Muamalat Indonesia akan segera mengaplikasikan kapabilitas

The development of IT infrastructure and systems is our second challenge, especially with regards to the current rapid advances in IT as well as the considerable cost needed to develop our IT capability. Hence, Bank Muamalat Indonesia chose to go directly to digital banking

58

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

perbankan digital dan tidak lagi mengandalkan pengembangan perbankan eletronik melalui ATM.

capabilities, skipping electronic banking through the use of ATM.

Tantangan terakhir tentunya terkait dengan perkembangan ekonomi global dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia, yang akhirnya sedikit-banyak akan mempengaruhi kinerja Bank Muamalat Indonesia.

Lastly, ongoing developments in global economy and its impact on Indonesia’s economy will also be a challenge, considering its impact, great or small, on the performance of Bank Muamalat Indonesia.

Tata Kelola Perusahaan

Corporate Governance

Praktik Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG) berperan penting dalam memastikan keberlangsungan bisnis secara sehat dan berkelanjutan. Dari tahun ke tahun, Bank Muamalat Indonesia terus berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penerapan GCG dalam berbagai aspeknya. Pada tahun 2015, kami antara lain memberikan perhatian pada pembenahan komite-komite Komisaris maupun Direksi, baik dari sisi pemenuhan persyaratan keanggotaan maupun kelengkapan pedoman kerja komite yang baku.

Good Corporate Governance (GCG) practice is vitally important in ensuring sound and sustainable business growth. Over the years, Bank Muamalat Indonesia continued to improve and enhance the quality of GCG implementation in all its various aspects. In 2015, we focused on, among others, the infrastructure of committees under the Board of Commissioners as well as executive committees under the Directors, both in terms of membership requirements as well as formal committee charter.

Kami juga terus mendorong penyelesaian temuan-temuan audit serta memberikan perhatian lebih besar pada upayaupaya anti-fraud dalam rangka memperkuat budaya kepatuhan sebagai salah satu elemen praktik GCG.

We also continue to push for the follow-up actions to audit findings as well as paying more attention to anti-fraud initiatives in order to strengthen the compliance culture as part of GCG practice at Bank Muamalat Indonesia.

Sebagai perusahaan yang dikelola dengan baik, pelaksanaan aspek Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) merupakan bagian dari keberadaan Bank Muamalat Indonesia. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kami bekerja sama dengan Baitul Maal Muamalat sebagai wadah pelaksanaan program-program CSR seperti bantuan bencana alam, pemberdayaan ekonomi mikro, dan lain-lain. Selain itu, pada tahun 2015 khususnya Bank Muamalat Indonesia juga melakukan serangkaian aktivitas CSR seperti pengadaan perpustakaan keliling, ambulan terapung, rumah bersalin gratis, penanaman mangrove di Telaga Waja Tengkulung, Desa Adat Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali yang merupakan kerja sama antara Bank Muamalat Indonesia dengan Forum Peduli Mangrove Bali dan Geotrek Adventure serta program hibah furniture Bank Muamalat Indonesia “Furniture for Hope” dengan total 1.359 buah furniture senilai Rp1,6 miliar.

As a good governed business entity, Corporate Social Responsibility (CSR) is part of the existence of Bank Muamalat Indonesia. As in the previous years, we cooperated closely with Baitul Maal Muamalat as the operating vehicle for the implementation of our CSR programs such as aids to natural disasters, empowerment of micro sector, and others. In addition, Bank Muamalat Indonesia in 2015 engaged in other CSR activities such as a mobile school library, a floating ambulance, and a free maternity clinic, mangrove planting in Telaga Waja Tengkulung which cooperated between Bank Muamalat Indonesia and forum peduli Mangrove Bali and Biotech adversing and also Bank Muamalat Indonesia furniture hibah program “Furniture for Hope” with total furniture of 1,359 amounting at Rp1.6 billion.

Perubahan Jajaran Direksi

Changes in the Board of Directors

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 7 September 2015 telah menyetujui pengunduran diri Bapak Adrian Gunadi dan Bapak Hendiarto dari jabatannya masing-masing dalam jajaran Direksi Bank Muamalat Indonesia. Menggantikan mereka, RUPSLB kemudian menunjuk Bapak Purnomo B. Soetadi dan Bapak Hery Syafril sebagai Direktur yang persetujuannya berlaku efektif setelah lulus fit and proper test dari OJK.

The Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) of Bank Muamalat Indonesia on September 7, 2015, has approved the resignation of of Mr. Adrian Gunadi and Mr. Hendiarto from their respective positions at the Board of Directors of Bank Muamalat Indonesia. In their place, the EGMS has appointed Mr. Purnomo B. Soetadi and Mr. Hery Syafril, respectively, as Directors which will be effective after received the fit & proper test approval from FSA.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

59

Laporan Direktur Utama Report from the President Director

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Adrian Gunadi dan Bapak Hendiarto atas kontribusinya selama masa jabatannya dalam mengembangkan dan menumbuhkan Bank Muamalat Indonesia. Saya juga menaruh harapan yang besar bahwa Bapak Purnomo B. Soetadi dan Bapak Hery Syafril dapat meningkatkan kinerja tersebut lebih baik lagi, khususnya dalam menghadapi tantangan-tantangan Bank Muamalat Indonesia ke depan.

I would like to extend many thanks to Mr. Adrian Gunadi and Mr. Hendiarto for their valuable contributions towards the growth and development of Bank Muamalat Indonesia during the time they were in office. At the same time, I have every confidence that Mr. Purnomo B. Soetadi and Mr. Hery Syafril would be able to improve on those performances, and especially in the face of challenges that lay in Bank Muamalat Indonesia’s journey forward.

Prospek Usaha 2016

Business Prospects in 2016

Tahun 2016 nampaknya akan masih menyisakan sejumlah tantangan yang belum beranjak membaik dari tahun 2015. Perkembangan ekonomi global masih diliputi ketidakpastian. Mata uang Rupiah juga diprediksi akan masih berfluktuasi. Semua ini akan sedikit-banyak memberatkan laju pertumbuhan ekonomi domestik. Di lain pihak, kita dapat berharap bahwa Pemerintah RI dapat meningkatkan penyerapan anggaran belanja negara lebih efektif sehingga dapat berdampak pada momentum pergerakan ekonomi.

The year 2016 is likely to present us with much of the same challenges as in 2015. Uncertainties in global economy developments persist, as does the fluctuation in the Rupiah exchange rate. These, more or less, will put pressure of domestic economic development and growth. On the other hand, we could expect that the Government of Indonesia would take effective steps to improve state budget spending and thus provide momentum for the economy to grow.

Bank Muamalat Indonesia telah menyusun rencana bisnis tahun 2016 dengan target-target dan program kerja yang disesuaikan dengan ekspektasi perkembangan lingkungan usaha di tahun tersebut, maupun dengan implementasi bertahap metamorfosa jangka panjang Bank Muamalat Indonesia yang menjadi strategi pertumbuhan sampai dengan tahun 2025.

Bank Muamalat Indonesia has prepared the 2016 business plans containing work programs and targets that reflect the expected developments in business conditions in that year, and also the implementation of the phases of Bank Muamalat Indonesia’s metamorphosis that serves as our long-term growth strategy up to the year 2025.

Penanganan portofolio pembiayaan yang bermasalah akan menjadi salah satu program kerja utama Bank Muamalat Indonesia di 2016. Kami akan berupaya lebih aktif untuk tidak saja melakukan penyelesaian ataupun restrukturisasi fasilitas pembiayaan yang bermasalah, namun juga untuk mencegah penurunan kualitas pembiayaan yang masih lancar. Bank Muamalat Indonesia juga akan terus melakukan strategi pencadangan kerugian pembiayaan yang agresif sebagai suatu bentuk langkah kehati-hatian.

The management of non-performing financing portfolio is one of Bank Maumalat’s primary work program in 2016. We will strive harder not only to restructure or resolve the non-performing financing facilities, but also to prevent the degradation in quality of those facilities that are still current. Bank Muamalat Indonesia will also continue to implement an aggressive loss provisioning strategy as a form of prudent banking measure.

Perbaikan kualitas operasional bank akan menjadi fokus kami yang kedua di tahun 2016, dalam rangka mencapai operasional yang unggul serta efisiensi yang optimum. Bank Muamalat Indonesia akan melanjutkan upaya-upaya yang telah dirintis pada tahun 2015 terkait sentralisasi proses, perampingan operasional dan optimasi Teknologi Informasi. Hasil yang diharapkan antara lain adalah proses bisnis yang efektif, penghematan biaya, serta peningkatan kualitas pelayanan. Semua ini pada akhirnya akan membantu memastikan profitabilitas Bank Muamalat Indonesia.

Secondly, in 2016 we will focus on improving operational quality inorder to achieve excellent operations and optimum efficiency. In this regards, Bank Muamalat Indonesia will continue with initiatives introduced in 2015 in terms of centralized processes, lean operations, and Information Technology optimization. These efforts are expected to result in, among other things, more effective business processes, cost savings, and improved service quality. All of these will eventually help to ensure Bank Muamalat Indonesia’s profitability.

60

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dari sisi bisnis, Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2016 akan berkonsentrasi menajamkan model bisnis yang telah ditetapkan, termasuk dengan terus mengupayakan keseimbangan proporsi yang lebih optimum antara segmen-segmen bisnis korporat, komersial, ritel dan konsumer. Peningkatan penyaluran pembiayaan akan diupayakan dengan penekanan pada aspek manajemen risiko. Untuk menjaga profitabilitas, kami akan terus meningkatkan porsi dana-dana murah sebagai sumber pembiayaan. Secara keseluruhan, Bank Muamalat Indonesia mentargetkan pertumbuhan bisnis yang moderat namun dapat berkelanjutan ke depan, pada tahun 2016.

From the business side, Bank Muamalat Indonesia in 2016 will concentrate on the further refinement of its established business model, including by continuing to pursue a more optimum proportion of portfolios in the corporate, commercial, retail and consumer business segments. Increases in the disbursement of financing facilities will be pursued with an emphasis on the risk management side. To safeguard our profitability, we will also continue to increase the portion of lower cost funds in our funding mix. Broadly speaking, Bank Muamalat Indonesia in 2016 will aim for moderate but sustainable business growth.

Penutup

Closing Words

Mewakili Direksi, saya secara khusus ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran karyawan Bank Muamalat Indonesia atas peran mereka masing-masing yang saya percaya telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam menunjang tahun pertama Metamorfosa Muamalat. Bersama-sama, kita telah melakukan upaya-upaya perbaikan di berbagai aspek bisnis dan operasional Bank Muamalat Indonesia sepanjang tahun 2015, dan saya berharap bahwa bersamasama pula kita akan menikmati hasilnya dalam jangka panjang nanti.

On behalf of the Board of Directors, I would like to extend the sincerest thanks and the highest of appreciation to all employees of Bank Muamalat Indonesia for their dedication and best efforts in supporting the first year implementation of Muamalat Metamorphosis. Side by side, we have strove and achieved many improvements in various business and operational areas of Bank Muamalat Indonesia throughout 2015. It is my hope that in the long run, we will be able enjoy the fruits of our endeavour together.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan pemangku kepentingan Bank Muamalat Indonesia, terutama dalam hal ini pihak regulator perbankan dan keuangan Indonesia, atas berbagai bentuk dukungan yang terus diberikan bagi kemajuan Bank Muamalat Indonesia.

I would also like to extend an appreciation to our shareholders, the Board of Commissioners and our other stakeholders, especially Indonesia’s banking and financial regulators, for the many forms of support extended for the progress of Bank Muamalat Indonesia.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Endy PR Abdurrahman Direktur Utama President Director

Bank Muamalat 2015 Annual Report

61

Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis

62

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Pada tahun 2015 Bank Muamalat mulai menapaki tahun pertama dalam tahap pertama pada peta perjalanan transformasi jangka panjang menuju pencapaian Visi M10-Y25. In 2015 Bank Muamalat started on the first year of the first stage in the long-term tarnsformation roadmap towards the achievement of its Vision M10-Y25.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

63

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Tinjauan Industri INDUSTRIAL REVIEW

Pertumbuhan bisnis Bank Syariah masih sangat dipengaruhi oleh tekanan ekonomi global yang mendera cukup kuat bagi perekonomian Indonesia.

Growth of business in the Sharia Banking sector came under heavy pressure from the impact of global economy to the domestic economy in Indonesia.

64

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Kondisi Ekonomi Dunia

Global Economic Condition

Pelemahan pertumbuhan ekonomi China yang sepanjang tahun 2015 diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring dengan melemahnya kinerja ekspor dan industri negara ekonomi nomor dua terbesar di dunia tersebut. Kejatuhan harga saham China, serta pelemahan nilai tukar Yuan berimbas pada kinerja negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di sepanjang 2015.

The slowing down of China’s economy that throughout 2015 is predicted to continue in line with the weakening export performance and industrial output of the world’s second-largest economy. The fall in Chinese stock prices, and the weakening of the Yuan exchange rate will have an impact on the economic performance of Southeast Asia’s countries, including Indonesia, Singapore, Malaysia and Thailand, all of them experiencing a slowdown in economic growth in 2015.

Perlambatan ekonomi serta kejatuhan harga saham di China juga berdampak terhadap negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang di mana depresiasi nilai tukar Yuan dapat memperlebar defisit perdagangan AS serta menurunkan ekspor Jepang ke China. Perlambatan ekonomi sudah terlihat jelas di AS di mana pertumbuhan ekonomi terus menurun sejak triwulan pertama tahun 2015. Dampak kenaikan tingkat suku bunga The Fed sebesar 0,25 bps memperburuk kinerja pertumbuhan ekonomi AS yang juga diperlihatkan oleh turunnya laju pertumbuhan ekonomi di triwulan terakhir 2015 dari 2.1% di triwulan ketiga menjadi 1,8%. selain itu laju inflasi AS sampai dengan triwulan terakhir 2015 ternyata jauh dari target inflasi sebesar 2%. Hal ini mengindikasikan masih lemahnya laju permintaan ekonomi AS.

The economic slowdown and fall of stock prices in China will also have an impact on developed countries such as the United States and Japan, as the depreciation of the Yuan exchange rate will tend to widen the US trade balance while putting pressure on Japan’s exports to China. A slowing economy is already evident in the US with economic growth rates continuing to decline since the first quarter of 2015. The increase in the Fed interets rate by 0.25 bps has had a negative impact of the economy, as shown by the decline in in the growth rate in the last quarter of 2015 to 1.8%, down from 2.1% in the third quarter 2015. Inflation rate up to the last quarter of 2015 also missed the inflation target of 2% by a wide margin, another indication of the still weak demand in the US economy.

Pertumbuhan ekonomi, inflasi dan suku bunga di beberapa negara kawasan 2015 Economic growth, inflation and interest rate in several regional countries 2015 PDB 2015

Inflasi 2015

Suku Bunga 2015

Negara Q1 AS

2,9

Q2 2,7

Q3 2,1

Q4 1,8

Q1

Q2

-0,1

-0,0

Q3 0,1

Q4 0,5

Euro Area

Q1

Q2

Q3

Q4

0,25

0,25

0,25

0,50

0,05

0,05

0,05

0,05

Jerman

1,1

1,6

1,7

1,7

-0,1

0,4

-

0,2

-

-

-

-

Italia

0,1

0,6

0,8

-

-0,1

0,1

0,3

0,2

-

-

-

-

Perancis

0,9

1,1

1,1

1,3

-0,2

0,2

0,1

0,2

-

-

-

-

Jepang

-1,1

0,7

1,6

1,6

2,3

0,5

0,1

0,3

0,1

0,1

0,1

0,1

7,0

7,0

6,9

6,8

1,2

1,4

1,7

1,5

5,4

4,9

4,6

4,4

Tiongkok ASEAN: Singapura

2,7

2,0

1,8

2,0

-0,3

-0,4

-0,6

-0,7

-

-

-

-

Malaysia

5,6

4,9

4,7

-

0,7

201

3,0

2,6

3,3

3,3

3,3

3,3

Thailand

3,0

2,8

2,9

-

-0,5

-1,1

-1,1

-0,9

4,0

4,0

4,0

4,0

Filipina

5,0

5,8

6,1

6,3

2,4

1,7

0,6

1,0

3,0

3,0

3,0

3,0

Sumber: Bank Indonesia, 2016 | Source: Bank Indonesia, 2016

Perlambatan ekonomi juga dirasakan Jepang pada tahun 2015 di mana pertumbuhan ekonomi Jepang sempat

Japan has also suffered from an economic slowdown beginning in 2015, with the economy contracting in the

Bank Muamalat 2015 Annual Report

65

Tinjauan Industri Industrial Review

mengalami kontraksi pada triwulan pertama tahun 2015 walaupun sempat membaik di triwulan berikutnya. Walaupun mengalami pertumbuhan yang positif, ekonomi Jepang masih sangat rentan terhadap perlambatan ekonomi dunia terutama karena target inflasi Bank of Japan (BOJ) yang tidak tercapai pada tahun 2015. Deflasi yang ditakutkan pemerintah Jepang memaksa BOJ memangkas suku bunganya ke teritori negatif “negative interest rate” seperti yang dilakukan European Central Bank (ECB) beberapa bulan terakhir untuk memastikan target inflasi sebesar 2% dapat tercapai pada tahun 2016. Suku bunga negatif menjadi situasi yang lumrah di dunia sekarang karena tidak hanya Jepang yang menerapkan suku bunga negatif, ECB juga telah melakukannya pada tahun 2015 di mana suku bunga ECB telah berada pada level minus 0.3%.

first quarter of 2015 although it recovered later on. While still posting positive growth overall, Japan’s economy was vulnerable to global economic decline, especially as the inflation target set by the Bank of Japan (BoJ) was not met in 2015. With the government increasingly wary of deflation, the BoJ was forced to reduce its interest rate and enter the negative interest rate regime, following in the steps of the European Central Bank (ECB) in the last several months to ensure the attainment of 2% inflation target in 2016. The negative interest rate regime is becoming common place in the world with, in addition to Japan, the ECB that since 2015 has kept its interest rate at minus 0.3%.

Selain Jepang, Zona Eropa juga berjibaku dengan rendahnya inflasi karena rendahnya pertumbuhan ekonomi. Tercatat inflasi di Eropa hanya berkisar antara 0%-0.2%. Hal ini yang membuat ECB kembali menerapkan kembali kebijakan Quantitative Easing dengan mencetak 10 miliar Euro setiap bulannya sampai dengan 2017.

Aside from Japan, the European Union countries also fought a battle with low inflation rates of between 0%-0.2% due to a slow economy. This led to the reintroduction by the ECB of the Quantitative Easing policy through the printing of 10 billion Euro each month up until 2017.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Indonesia’s Economic Growth

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia mencapai 4,79% selama tahun 2015 (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut membaik pada triwulan terakhir tahun 2015 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,01% pada triwulan terakhir (yoy) lebih tinggi jika dibandingkan triwulan ketiga yang hanya tumbuh 4,71% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih disumbang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang meningkat dari 5,3% pada triwulan ketiga menjadi 5,4% pada triwulan keempat tahun 2015. Selain itu, pertumbuhan investasi yang signifikan berhasil meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Pembentukan modal tetap bruto meningkat dari 4,8% menjadi 6,9%. Hal ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) yang kembali membaik pada triwulan terakhir 2015.

Indonesia recorded an economic growth of 4.79% (yoy) overall in 2015, with growth moving up at the last quarter of 2015 from the rate in the previous quarter. In the last quarter 2015, the economy grew by 5.01% (yoy) or higher than the growth of 4.71% (yoy) recorded in the third quarter. This growth was still driven by growth in domestic household demand, which increased from 5.3% in the third quarter to 5.4% in fourth quarter 2015. The significant growth in investments was also a major driver of economic growth. Gross fixed capital formation increased from 4.8% to 6.9%, due to, among other factors, the increase in Foreign Direct Investment (FDI) during the last quarter of 2015.

Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi dan Kredit Industri Perbankan 2013-2015 kuartalan

Economic growth development and loan of banking industry 2013-2015 per quarter

25,0%

22,1%

23,2% 21,8%

20,7%

19,6%

20,0%

17,2%

15,0%

13,3% 11,6%

11,4%

5,0%

4,7%

10,5%

11,1%

10,0%

4,7%

4,7%

5,0%

10,0% 5,6%

5,6%

5,5%

5,6%

5,1%

5,0%

5,0%

4,9%

0,0% Q1 2013 Q2 2013 Q3 2013 Q4 2013 Q1 2014 Q2 2014 Q3 2014 Q4 2014 Q1 2015 Q2 2015 Q3 2015 Q4 2015 GDP

66

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Credit Industry

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Namun, peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan terakhir tahun 2015 tidak diikuti oleh peningkatan pertumbuhan kredit di triwulan terakhir. Pertumbuhan kredit industri Perbankan sedikit melemah di triwulan terakhir dari 11,1% di triwulan ketiga menjadi 10% di triwulan terakhir 2015. Namun diperkirakan pertumbuhan kredit akan kembali meningkat seiring perbaikan di berbagai indikator makro ekonomi seperti penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia. Selain itu, fluktuasi pada nilai tukar rupiah juga akan relatif lebih rendah jika dibandingkan tahun 2015 disebabkan oleh semakin derasnya aliran modal masuk baik dari FDI maupun investasi portofolio yang menyebabkan menguatnya nilai tukar Rupiah. Selain derasnya aliran modal masuk, defisit transaksi berjalan pun mengalami perbaikan dari 3,09% tahun 2014 menjadi 2,06% tahun 2015.

However, higher economic growth in the last quarter of 2015 was not follow by growth of financing in the banking sector. In fact, financing growth in the banking sector weakened slightly from 11.1% in the third quarter to 10% in the last quarter of 2015. It was predicted, however, that financing growth would strengthen again in line with improving macro economy indicators, such as the decline in Bank Indonesia. In addition, fluctuations in the Rupiah exchange rate is also expected to diminish compared with the condition in 2015, as a result of greater capital inflows both in Foreign Direct Investment as well as portfolio investments strengthening the Rupiah exchange rate. In addition to capital inflows, the current account deficit also improved from 3.09% in 2014 to 2.06% in 2015.

Perkembangan FDI, Investasi Portofolio, dan Nilai Tukar Indonesia Tahun 2014-2015

Trend in Indonesia’s FDI, Portfolio Investment and Currency Exchange Rate 2014-2015

2.000 5.000 4.000 6.000 8.000 -5.000

10.000 12.000

11.404 11.969

-10.000

12.212

12.440 13.084

14.000

13.332

13.795 14.657

-15.000 Q1 2014

Current Account (lhs)

Rp/USD

in million USD

0

Q2 2014

FDI (lhs)

Q3 2014

Q4 2014

Q1 2015

Portfolio Invesment (lhs)

Selain penguatan nilai tukar, laju inflasi juga mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2014. Sampai dengan Desember 2015 laju inflasi tercatat 3,35% (yoy). Dengan keragaman tingkat inflasi tersebut, maka suku bunga acuan BI Rate diperkirakan akan turun. Dengan demikian sangat mungkin tingkat pertumbuhan kredit perbankan meningkat pada triwulan pertama tahun 2016. Laju pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan akan meningkat kembali pada triwulan kedua tahun 2016 jika tingka suku bunga kembali diturunkan karena terkendalinya inflasi dan meningkatnya nilai tukar. Secara keseluruhan optimisme mengenai kinerja perbankan Indonesia yang lebih baik di tahun 2016 dibandingkan tahun 2015 adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi di tahun ini.

Q2 2015

Exch (rhs)

Q3 2015

16.000 Q4 2015

Sumber: Bank Indonesia, 2015 Source: Bank Indonesia, 2015

In addition to the strengthening of the exchange rate, inflation rate also slowed down compared to 2014 levels. Up to December 2015, inflation was recorded at 3.35% (yoy). The level of inflation rate leaves some room for the BI Rate to go down. As such, there is strong expectation for increased growth of bank loans in the first quarter of 2016. Further increase in the growth rate of bank loans is possible in the second quarter of 2016 should the benchmark interest rate goes down again on the back of controlled inflation and strengthening exchange rate. Overall, there are optimism about the high probability of an improvement in banking sector performance level in 2016 as compared to the achievement in 2015.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

67

Tinjauan Industri Industrial Review

Bank Indonesia Interest rate, inflation, and JIBOR 2014-2015

Laju Suku Bunga Bank Indonesia, Inflasi, dan JIBOR 20142015

8,2% 7,5 7,25 5,85 6,3%

5,47

4,0%

4,1% 3,4%

BI Rate = 7.50 JIBOR (Overnight) = 7.59% Inflasi = 3.35%

Sumber: Bank Indonesia, 2016 Source: Bank Indonesia, 2016 Jan ‘14 Mar ‘14 Mei ‘14

5.227

5.289

5.450

Jul ‘14

Sep ‘14 Nov ‘14 Jan ‘15 Mar ‘15 Mei ‘15

Jul ‘15

Sep ‘15 Nov ‘15

Jan ‘16

5.518 5.150

5.130 4.904

4.839

116

4.464

4.553

114 112

112

110,9

111

111 108 105,3 101,7

Foreing Reserve IDX

Sumber: Bank Indonesia, 2016 Source: Bank Indonesia, 2016 Dec ‘14

Jan ‘15

Feb ‘15

Mar ‘15

Apr ‘15

Mei ‘15

Jun ‘15

Jul ‘15

Agt ‘15

Sep ‘15

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2016

Basic Assumptions in 2016 Macro Economy

Menurut Anggaran Pemerintah Indonesia di tahun 2016, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada dikisaran 5,1%-5,3% dari proyeksi 4,7%-4,9% pada akhir 2015. Pertumbuhan tersebut diproyeksikan di tengah perlambatan ekonomi global. Pemerintah Indonesia memiliki keyakinan positif pada pertumbuhan ekonomi karena beberapa proyek infrastruktur yang akan dan telah dimulai pada tahun 2015. Selain itu, permintaan domestik juga diperkirakan meningkat setelah penurunan yang terjadi pada tahun 2015 didukung oleh peningkatan daya beli.

In the Government of Indonesia’s state budget for 2016, economic growth is assumed to be in the range of 5.1%5.3%, compared with 4.7%-4.9% that was projected for 2015. The higher growth projected amidst overall global economic slowdown is based on the confidence of the government the economy will benefit from government spending for several ongoing as well as planned infrastructure projects. Moreover, after the decline in 2015, domestic consumption in 2016 is predicted to increase on the strength of increased consumer purchasing power.

Pada tahun 2016, rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp13.400 per USD. Tingkat inflasi pada tahun 2016 diperkirakan berada di posisi 4,5%-5,5%. Tingkat bunga 3-bulan treasury bills pemerintah diperkirakan 5,5%

In 2016, the Rupah is predicted to trade at around Rp13,400 per US Dollar, while inflation rate is predicted in the range of 4.5%-5.5%, and the 3-month interest rate on government treasury bills is predicted to be at 5.5%. Meanwhile, state

68

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

di tahun 2016. Penerimaan Negara pada tahun 2016 direncanakan di Rp1.848,1 triliun. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan berada di Rp2.121,3 triliun.

revenues in 2016 are projected to amount to Rp1,848.1 trillion with a government spending of Rp2,121.3 trillion.

Defisit anggaran 2016 ditargetkan 1,9% atau Rp222,5 triliun dari GDP, lebih rendah sebanyak 2,1% Revisi Anggaran Pemerintah tahun 2015. Untuk pembiayaan defisit, pemerintah akan menggunakan sumber pendanaan, baik dalam dan luar negeri. Sumber utama pembiayaan dalam negeri masih akan berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), sedangkan pembiayaan luar negeri dalam bentuk pinjaman program dan pinjaman proyek.

The budget deficit in 2016 is targeted at Rp222.5 trillion or 1.9% of the GDP, and lower than the budget deficit of 2.1% in the Revised State Budget for 2015. The government plans to fund the budget deficit using domestic and overseas funding sources. The primary source of domestic funding is from the issuance of government debt notes, while overseas funding is in the form of program financing and project financing.

Asumsi lifting minyak pada RAPBN Tahun 2016 di 830.000 barel per hari, ini diproyeksikan meningkat didasarkan pada upaya pemerintah untuk membuat langkah-langkah kebijakan untuk meningkatkan lifting minyak dan gas. Asumsi Indonesia Crude Price (ICP) yang digunakan pada RAPBN tahun 2015 mengacu pada perkiraan harga minyak mentah dunia. ICP juga akan diperkirakan menurun, dengan harga USD50 per barel. Pemerintah memprioritaskan pengentasan kemiskinan pada 2016 sebesar 9,0-10,0%.

The assumption for crude oil lifting in the 2016 State Budget is 830,000 barrels per day, with the government intending to implement policies to improve oil and gas production. The assumption of Indonesian Crude Price (ICP) used in the 2016 State Budget is based on predictions of movements in global crude prices, and is predicted to decline at US$50 per barrel. Poverty eradication as a government’s priority is set at 9.0%-10.0% in 2016.

Proyeksi

2015

2016

PDB | GDP

(yoy)

4,7% - 4,9%

5,1% - 5,3%

Inflasi | Inflation

(yoy)

3,0% - 4,0%

4,5% - 5,5%

Volume Kredit | Financing Volume

(yoy)

12,0% - 14,0%

10,0% - 12,0%

DPK | Third Party Fund

(yoy)

11,0% - 13,0%

13,0% - 15,0%

(yoy)

3,1%

3,6%

USD/Brl

52

50

Asumsi | Asumption PDB Dunia | World GDP Harga Minyak | Oil Prices

Perbankan Syariah Indonesia di tahun 2015

Indonesia’s Sharia Banking in 2015

Pertumbuhan Bisnis Syariah

Growth of Sharia Banking Business

Pada tahun 2015, pertumbuhan bisnis Bank Syariah masih sangat dipengaruhi oleh tekanan ekonomi global yang mendera cukup kuat bagi perekonomian Indonesia. Pertumbuhan aset Industri Perbankan tercatat sebesar 9,30% (yoy). Sejalan dengan pertumbuhan bisnis di industri perbankan, industri perbankan syariah pun masih juga mengalami tekanan terkait dengan rendahnya pertumbuhan pembiayaan dan juga kualitas aset. Pertumbuhan aset industri perbankan syariah (BUS dan UUS) meningkat sebesar 8,13% di tahun 2015, atau naik Rp16,04 triliun menjadi Rp213,4 triliun pada Desember 2015 dari periode tahun sebelumnya yang tercatat Rp197,4 triliun.

In 2015, growth of business in the sharia banking sector came under heavy pressure from the impact of global economy to the domestic economy in Indonesia. Asset growth in the banking sector was at 9.30% yoy. In line with business growth in the banking sector, growth in the sharia banking industri also came under pressure, affecting the growth of financing portfolio as well as asset quality. Total assets in the sharia banking industry (sharia commercial banks and sharia business units) increased by Rp16.04 trillion, or 8.13%, to Rp213.4 trillion as of December 2015, from its position a year earlier at Rp197.4 trillion.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

69

Tinjauan Industri Industrial Review

Syariah Aset 2015 Sharia Asset 2015 215.000 210.000 205.000 200.000 195.000 Sumber: Statistik Perbankan Syariah OJK Source: OJK Syariah Banking Statistic

190.000 185.000

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

agt

Sep

Okt

Nov

Des

Penghimpunan Dana Syariah

Sharia Third Party Funds

Pada tahun 2015, total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh industri perbankan syariah naik 6,11% (yoy) dari Rp217,9 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp231,2 triliun pada tahun 2015. Kenaikan dana pihak ketiga ini banyak ditunjang oleh kenaikan dana murah/ CASA sebesar Rp7,62 triliun (yoy), yang ditopang oleh kenaikan yang cukup signfikan dari Rp63,58 triliun di tahun 2014 menjadi Rp68,65 triliun di tahun 2015. Meskipun demikian, porsi deposito masih mendominasi dari struktur dana. Penghimpunan deposito naik, dari Rp135,63 triliun di tahun 2014 menjadi Rp141,33 triliun di tahun 2015 atau naik sebesar Rp5,7 triliun (yoy).

In 2015, total third party funds accumulated in the sharia banking industry increased by 6.11% (yoy), from Rp217.9 trilion in 2014 to Rp231.2 trillion in 2015. The increase in third party funds mainly reflected the increase by Rp7.62 trillion (yoy) in low-cost funds (current account savings account/CASA), on the strength of a significant increase in funds in current accounts from Rp63.58 trillion in 2014 to Rp68.65 trillion in 2015. Nevertheless, the funding structure was still dominated by time deposits, which recorded an increase of Rp5.7 trillion (yoy), from Rp135.63 trillion in 2014 to Rp141.33 trillion in 2015.

Items Dana Pihak Ketiga Third Party Fund Giro | Current Account Tabungan | Saving Account Deposito | Time Deposit

2015

2014

YoY

231.175,39

217.858,49

6,11%

21.193,44

18.648,91

13,64%

68.653,25

63.581,05

7,98%

141.328,70

135.628,54

4,20%

sumber : SPS Des 2015, OJK (Rp miliar) | source : SPS Dec 2015, OJK (Rp billion)

Jika dilihat persentase komposisi dari dana pihak ketiga, deposito masih sangat mendominasi struktur dana pihak ketiga yaitu sebesar 61,13% ditahun 2015, walaupun turun dari tahun sebelumnya yang tercatat 62,26%. Sementara komposisi CASA pada tahun 2014 sebesar 37,74% dan naik 1,12% ditahun 2015 menjadi 38,87%.

Items Giro | Current Account

2015

In percentage amounts, the composition of third party funds in 2015 was thus dominated by time deposit placements at 61.13%, slightly lower than the figure in the previous year at 62.26%. The composition of CASA meanwhile was 37.74% in 2014, increasing by 1.12 percentage point to 38.87% in 2015.

2014

Changes

9,17%

8,56%

0,61%

Tabungan | Saving Account

29,70%

29,18%

0,51%

Deposito | Time Deposit

61,13%

62,26%

-1,12%

sumber : SPS Des 2015, OJK (Rp miliar) | source : SPS Dec 2015, OJK (Rp billion)

70

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Profitabilitas

Profitability

Perlambatan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 tentunya mempengaruhi laju pertumbuhan bisnis Bank secara keseluruhan, namun dengan tekanan ini industri perbankan masih menunjukkan kinerja positif yang dibuktikan dengan kenaikan pendapatan sebelum pajak yang naik yoy 12,31% pada desember 2015 dari tahun 2014 sebesar 2,05 triliun menjadi Rp2,3 triliun. Kenaikan pendapatan kotor pada industri perbankan syariah ini ditopang oleh penurunan dari beban non operasional yang mampu ditekan mencapai 30% pada akhir tahun 2015, dimana beban non operasional perbankan syariah pada akhir Desember 2015 sebesar Rp3,3 triliun yang turun dari Desember 2014 sebesar Rp4,7 triliun. Dari data tersebut membuktikan perbankan syariah banyak melakukan efisiensi guna meningkatkan pendapatan yang dihasilkan oleh bank. Kenaikan dari PBT ini juga ditunjang oleh Pendapatan Operasional Bersumber dari Penyaluran Dana yang naik signifikan yoy sebesar 31,97% dari Rp32,6 triliun di 2014 menjadi Rp43,04 triliun di Desember 2015. Meskipun juga hal ini dibarengi dengan meningkatnya biaya operasional sebesar 22,68% yoy di Desember 2015.

While overall growth in Indonesia’s business banking sector was impacted by the slowing down of the economy in 2015, the sharia banking sector nevertheless managed to show positive performance, by posting an increase of 12.31% yoy in profit before tax, from Rp2.05 trillion in 2014 to Rp2.3 trillion by December 2015. The increase in profit before tax in the sharia banking sector was driven by a reduction 30% in non-operational expenses in 2015 to Rp3.3 trillion, compared with non-operational expenses of Rp4.7 trillion in the previous year. This goes to show the extend of cost efficiency measures undertaken by the sharia banking industry in order to maintain profit level. The increase in profit before tax was also supported by the operational revenue from financing disbursement that recorded a significant increase of 31.97% yoy, from Rp32.6 trillion in 2014 to Rp43.04 trillion by December 2015. This was partly compensated, however, by the 22.68% increase in operational expenses in 2015.

Items PBT | PBT

2015

2014

YoY

2.301,37

2.049,09

12,31%

Pendapatan Operasional Bersumber dari Penyaluran Dana Operational Revenue from Financing

43.042,12

32.615,23

31,97%

Total Beban Operasional | Total Operating Expenses

22.010,86

17.941,58

22,68%

3.303,15

4.721,63

-30,04%

Beban Non Operasional | Non Operating Expenses sumber : SPS Des 2015, OJK (Rp miliar) | source : SPS Dec 2015, OJK (Rp billion)

Posisi Bank Muamalat Indonesia dalam Industri Perbankan Syariah

Bank Muamalat Indonesia Position in the Sharia Banking Industry

Melihat posisi di kancah industri perbankan syariah, Bank Muamalat Indonesia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Di akhir tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia masih memiliki market share yang cukup dominan di industri perbankan syariah. Selain itu Bank Muamalat Indonesia juga memiliki branding yang cukup baik serta didukung oleh jaringan distribusi yang cukup luas di Indonesia. Namun, masih terdapat beberapa kelemahan-kelemahan yang masih perlu ditanggulangi. Beberapa kelemahan tersebut diantaranya adalah dalam hal proses dan product delivery, kualitas aset dan komposisi DPK. Untuk semakin memperkuat posisi Bank Muamalat Indonesia dalam industri perbankan syariah, diperlukan upaya untuk memperkuat keunggulan yang dimiliki. Selain itu juga, kelemahan-kelamahan yang ada perlu diperbaiki dan ditanggulangi.

With regards to its position within the sharia banking industry, Bank Muamalat Indonesia is perceived as having several advantages as compared with most of its competitors. As at year-end 2015, Bank Muamalat Indonesia commands a significant portion of the market share in sharia banking. Bank Muamalat Indonesia also possesses a strong brand image, supported by an extensive distribution network throughout Indonesia. However, a number of weaknesses need to be addressed. These include product processing and delivery, asset quality, and third party funds structure. In order to enhance its position in the sharia banking industry, Bank Muamalat Indonesia needs to fix those weaknesses while at the same time strengthening the existing strong points.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

71

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Bisnis Ritel RETAIL BUSINESS

Bank Muamalat Indonesia terus mengupayakan penyeimbangan portofolio bisnis dengan mempersiapkan infrastruktur yang kokoh yang akan mampu mendorong pertumbuhan volume bisnis di sektor Bisnis Ritel. Bank Muamalat Indonesia continues to pursue to balance its business portfolio by preparing a solid infrastructure that will promote growth in the volume of business in the Retail Business sector.

72

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Pengembangan segmen konsumer, mikro dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi fokus dari strategi pertumbuhan jangka menengah-panjang Bank Muamalat Indonesia, guna mencapai proporsi yang lebih optimal antara Bisnis Ritel dan Bisnis Korporasi. Peningkatan porsi Bisnis Ritel memang menjadi salah satu strategi kunci bagi pertumbuhan Bank Muamalat Indonesia ke depan, untuk mengoptimalkan keunggulan utama Bank Muamalat Indonesia dengan jaringan distribusi nasional yang luas dalam menggali peluang potensi pasar ritel yang sangat besar di Indonesia.

Development of the consumer, Micro and Small and Medium Enterprises (SME) segment become the focus of the medium-long term growth strategy of Bank Muamalat Indonesia, in order to achieve a more optimal proportion between the Retail Business and Corporate Business. Increase in the portion of the Retail Business has become one of the key strategies for the future growth of Bank Muamalat Indonesia, to optimize the main advantages of Bank Muamalat Indonesia with an extensive nation wide distribution network in exploring the massive retail market potentials in Indonesia.

Untuk mendukung eksekusi strategi ini, struktur organisasi Bisnis Ritel telah disempurnakan lebih lanjut di tahun 2015. Unit bisnis SME & Micro Business serta Consumer Business akan menangani sisi pembiayaan, dengan unit bisnis Mass Banking dan Wealth Management di sisi penghimpunan dana. Struktur lini bisnis ini didukung oleh unit E-Business Management dan Marketing Communication masingmasing untuk pengembangan produk dan layanan perbankan elektronik dan digital serta pemasarannya.

To support the execution of this strategy, the organizational structure of the Retail Business has been further improved in 2015. The SME & Micro Business as well as the Consumer Business units will handle the financing side, while the Mass Banking and Wealth Management units in the funding side. The structure of this business line is supported by the E-Business Management and Marketing Communication units, respectively for the development of electric and digital banking products and services as well as its marketing.

Penyaluran Pembiayaan

Financing

Pada sisi penyaluran pembiayaan, Bank Muamalat Indonesia melakukan konsolidasi dalam rangka untuk penguatan bisnisnya, termasuk di sektor Bisnis Ritel. Kualitas portofolio pembiayaan segmen konsumer, mikro dan UKM menjadi salah satu perhatian utama Bank Muamalat Indonesia, dengan strategi serta upaya-upaya yang intensif dan komprehensif untuk memperbaiki portofolio pembiayaan yang bermasalah maupun menjaga portofolio yang masih sehat.

On the financing portfolio, Bank Muamalat Indonesia performs consolidations to strengthen its business, including in the Retail Business sector. The quality of the financing portfolio of the consumer, micro and SME segments became one of the main concerns of Bank Muamalat Indonesia, with intensive and comprehensive strategies and efforts to improve non-performing loans and maintaining sound portfolios.

Untuk mendorong pertumbuhan yang lebih pesat dalam penyaluran pembiayaan di sektor ritel, Bank Muamalat Indonesia menawarkan nilai-nilai keunggulan unik (value proposition) yaitu “Simple, Easy & Speed”. Atribut-atribut tersebut adalah cerminan dari aspek-aspek yang menjadi perhatian ataupun kebutuhan utama para nasabah pembiayaan di segmen konsumer, mikro maupun UKM, yang menginginkan proses-proses yang sederhana, mudah dan cepat dalam interaksi mereka dengan Bank Muamalat Indonesia.

To encourage a more rapid growth in the finance portfolio in the retail sector, Bank Muamalat Indonesia offers value propositions, namely “Simple, Easy & Speed”. These attributes are a reflection of the aspects which are the main concern or need for financing customers in the consumer, micro and SME segment, who want processes that are simple, easy and quick in their interactions with Bank Muamalat Indonesia.

Untuk memastikan berlangsungnya interaksi nasabah sesuai dengan value proposition yang dijanjikan, Bank Muamalat Indonesia terus melakukan penyelarasan antara proses-proses yang berlangsung di sisi akuisisi nasabah di pihak personil penjualan, pemrosesan aplikasi nasabah di fungsi back office, serta proses pemeliharaan akun

To ensure a certain degree of customers interaction in accordance with the promised value proposition, Bank Muamalat Indonesia continues to perform alignment between the processes that take place on the side of customer acquisition on the part of sales personnel, processing of customer applications in the back office

Bank Muamalat 2015 Annual Report

73

Bisnis Ritel Retail Business

nasabah pembiayaan di kantor-kantor cabang. Untuk hasil yang optimal, penyelarasan tersebut dilakukan melalui perbaikan secara berkesinambungan (continuous improvement) dari tiap-tiap proses yang berkaitan dalam rangka standardisasi proses, penyederhanaan proses maupun otomasi proses.

function, as well as the maintenance of financing customer accounts in branch offices. For optimal results, the alignment is carried out through continuous improvement of each process related to the standardization of process, simplification of process, and automation of processes.

Inisiatif untuk memperbaiki kualitas proses-proses penyaluran pembiayaan sektor Bisnis Ritel pada tahun 2015 antara lain adalah implementasi sistem tracking untuk memantau kemajuan pemrosesan aplikasi nasabah serta sistem scoring secara online.

Initiatives to improve the quality of financing processes of the Retail Business sector in 2015 include the implementation of the tracking system to monitor the progress of the customer application process and online scoring system.

Untuk memastikan pertumbuhan pembiayaan secara sehat ke depan dengan alokasi sumber daya yang optimal dan efisien dari sisi biaya, Bank Muamalat Indonesia menerapkan strategi branch focus dengan menetapkan cabang-cabang yang akan berkonsentrasi pada pemasaran dan penjualan produk-produk pembiayaan KPR dan pembiayaan produktif ke segmen Mikro dan UKM. Strategi ini juga akan fokus pada jenis-jenis industri unggulan seperti perdagangan, manufaktur, real estate, keuangan, kesehatan dan pendidikan. Pemilihan cabang-cabang dan industri-industri tersebut didasarkan pada hasil kajian atas potensi pasar di masing-masing wilayah maupun rekam jejak dari kualitas portofolio yang telah ada di wilayah bersangkutan.

To ensure sound financing growth in the future with optimal and efficient resource allocation in terms of costs, Bank Muamalat Indonesia implements the branch focus strategy by establishing branch offices which will concentrate on the marketing and sale of mortgage financing and productive financing products to the Micro and SME segments. This strategy will also focus on leading industries such as trade, manufacturing, real estate, finance, health and education. The selection of branches and industries are based on the results of a study on the market potential in each area as well as the track record of the portfolio quality that has existed in the region concerned.

Cabang-cabang yang dinilai kurang potensial untuk pertumbuhan pembiayaan KPR, Mikro dan UKM kemudian akan lebih diarahkan untuk mendukung penjualan produkproduk lain seperti pembiayaan pensiunan, pembiayaan multiguna, pembiayaan koperasi ataupun produk bancassurance.

Branch offices that are considered less potential for growth in mortgage, micro, and SME financings will then be directed to support the sales of other products, such as retirement financing, multipurpose financing, cooperative financing, or bancassurance products.

Di segmen KPR yang selama ini menjadi produk andalan Bank Muamalat Indonesia untuk pembiayaan konsumer, Bank Muamalat Indonesia telah mulai memperlebar sayap dengan penetrasi ke segmen konsumen KPR menengahatas. Langkah diversifikasi pasar tersebut dilakukan untuk menangkap peluang bisnis dari perkembangan tren pasar KPR dimana potensi permintaan untuk produk-produk segmen menengah-atas seperti apartemen di perkotaan maupun rumah tapak di kompleks-kompleks hunian di wilayah satelit perkotaan besar meningkat.

In the mortgage segment which has been the leading product of Bank Muamalat Indonesia for consumer financing, Bank Muamalat Indonesia has started to diversified with penetration into the upper-middle mortgages consumer segment. The market diversification measure was undertaken to capture the business opportunities of the mortgage market trend development in which the potential demand for upper-middle segment products such as apartments in the city or houses in the suburbans of the city’s satellite areas has increased.

Pada saat yang sama, Bank Muamalat Indonesia akan tetap fokus menumbuhkan portofolio KPR di segmen konsumen menengah dengan menyasar konsumen di kota-kota besar maupun menengah di Indonesia. Segmen konsumen menengah di pasar KPR telah terbukti memiliki potensi permintaan yang stabil dengan kualitas yang terjaga baik.

At the same time, Bank Muamalat Indonesia will remain focus to grow the mortgage portfolio of consumers in the medium segment by targeting consumers in large or medium cities in Indonesia. Consumers in the medium segment in the mortgage market have proven to have the potential for stable demand with well maintained quality.

74

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Kinerja produk pembiayaan Mikro juga tetap terjaga, dengan fokus penyaluran pembiayaan pada sub-sektor perdagangan eceran dan jasa perorangan yang telah memperlihatkan rekam jejak yang baik dari sisi potensi permintaan maupun kualitas fasilitas pembiayaan.

The performance Micro financing products are also maintained, with a focus on the distribution of funding to the sub-sectors of retail trade and personal services that have demonstrated a good track record in terms of potential demand and the quality of financing facilities.

Dari sisi kinerja, total pembiayaan sektor Bisnis Ritel tercatat sebesar Rp15,76 triliun pada akhir tahun 2015, turun dari Rp22,71 triliun setahun sebelumnya, dan berkontribusi 38,70% pada total portofolio pembiayaan di Bank Muamalat Indonesia.

In terms of performance, the total financing of the Retail Business sector reached Rp15.76 trillion at the end of 2015, decreased from Rp22.71 trillion in the previous year, and contributed 38.70% to the total financing portfolio in Bank Muamalat Indonesia.

Penghimpunan Dana

Funding

Di sisi pendanaan, Bank Muamalat Indonesia fokus mendorong pertumbuhan penghimpunan dana dari nasabah ritel maupun individu sebagai bagian dari strategi re-profiling struktur pendanaan ke arah efisiensi biaya pendanaan.

In terms of funding, Bank Muamalat Indonesia focuses on encouraging funding growth from retail customers and individuals as part of the funding structure re-profiling strategy towards funding cost efficiency.

Serangkaian inisiatif telah dilakukan untuk meningkatkan penghimpunan dana dalam rekening tabungan secara masif, termasuk melalui program-program promosi secara gencar untuk mendorong penambahan Number of Account (NoA) rekening tabungan bagi nasabah individu. Akuisisi dana tabungan dari nasabah individu juga dimaksimalkan dengan mewajibkan nasabah individu yang menerima fasilitas pembiayaan konsumer seperti KPR ataupun pinjaman pensiunan untuk membuka rekening tabungan di Bank Muamalat Indonesia. Nasabah ritel UKM Bank Muamalat Indonesia juga didorong untuk memanfaatkan layanan payroll bagi karyawan mereka melalui rekening tabungan Bank Muamalat Indonesia.

A series of initiatives have been conducted to improve funding in savings account on a massive scale, including through vigorous promotion programs to encourage the increase in Number of Accounts (NoA) of savings account for individual customers. Acquisition of savings from individual customers is also maximized by requiring individual customers receiving consumer financing facilities such as mortgage loans or retirement loan to open a savings account at Bank Muamalat Indonesia. SME retail customers of Bank Muamalat Indonesia are also encouraged to take advantage of the payroll services for their employees through savings accounts at Bank Muamalat Indonesia.

Pada saat bersamaan, Bank Muamalat Indonesia juga terus mengembangkan fitur-fitur layanan transaksi pembayaran yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah rekening tabungan Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan beragam jalur mulai dari ATM, telepon dan SMS, sampai Internet Banking dan Mobile Banking. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun citra Bank Muamalat Indonesia terkait dengan kemudahan bertransaksi perbankan sebagai daya tarik bagi calon nasabah.

At the same time, Bank Muamalat Indonesia also continues to develop features of payment transaction services that can be used by customers with Bank Muamalat Indonesia savings account by using various channels ranging from ATM, telephone and SMS, to Internet Banking and Mobile Banking. This measure is part of the efforts to build Bank Muamalat Indonesia’s image related to the ease of banking transaction as persuasion for prospective customers.

Untuk mendorong pertumbuhan Dana Pihak ketiga khususnya produk tabungan, Bank Muamalat Indonesia juga menerapkan strategi pendekatan komunitas. Misalnya, Bank Muamalat Indonesia berencana membuka “Muamalat Umrah Lounge” yaitu fasilitas lounge khusus di bandara untuk menjaring jemaah umrah dan menawarkan produk tabungan dengan fasilitas kartu Debit/ATM ataupun Kartu Shar-E yang memberikan kemudahan, kenyamanan serta keamanan dalam bertransaksi di Tanah Suci. Demikian juga dengan produk co-branding Kartu Debit Muamalat Arsenal yang menyasar komunitas penggemar klub sepakbola papan atas dari Inggris, Arsenal FC.

To encourage the growth of third party funds, especially savings, Bank Muamalat Indonesia also implements a strategic approach to the community. For example, Bank Muamalat Indonesia plans to open “Muamalat Umrah Lounge”, which is a special lounge facility at the airport to encompass Umrah pilgrims and offer savings products with ATM/ Debit cards facilities or Shar-E cards that provides convenience, comfort, and security in the transaction in the Mecca. Likewise, the products co-branding of Muamalat Arsenal Debit Card targeting the community of top English team, Arsenal FC.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

75

Bisnis Ritel Retail Business

Bank Muamalat Indonesia juga memberikan perhatian yang lebih besar kepada nasabah dari kalangan mass affluent yang berkontribusi signifikan pada perolehan dana pihak ketiga Bank Muamalat Indonesia. Melalui layanan Muamalat Prioritas, para nasabah prima tersebut dapat menikmati berbagai manfaat yang eksklusif seperti misalnya fasilitas deposit box serta lounge yang nyaman dimana mereka akan dilayani oleh personil Relationship Management (RM) khusus.

Bank Muamalat Indonesia also provide greater attention to mass affluent customers that have significant contributions to the acquisition of third party funds of Bank Muamalat Indonesia. Through the Muamalat Priority services, these prime customers can enjoy a variety of exclusive benefits such as the deposit box facility as well as a comfortable lounge where they will be serviced by special Relationship Management (RM) personnels.

Peningkatan kualitas pelayanan kepada para nasabah prima juga diupayakan melalui pengembangan produkproduk investasi alternatif yang dapat ditawarkan oleh Bank Muamalat Indonesia, selain produk dasar berupa tabungan dan deposito berjangka. Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia telah mengembangkan produk bancassurance bekerja sama dengan Manulife, yang nantinya akan ditambah dengan produk-produk investasi lain seperti reksadana dan obligasi.

Improved quality of service to the prime customers also is pursued through the development of alternative investment products that can be offered by Bank Muamalat Indonesia, in addition to the basic product in the form of savings and time deposits. In 2015, Bank Muamalat Indonesia has developed bancassurance products in cooperation with Manulife, which will be supplemented with investment products such as mutual funds and bonds.

Pada akhir tahun 2015, dengan fokus bisnis memperbaiki kualitas dana ritel, jumlah Dana Pihak ketiga yang dibukukan di sektor Bisnis Ritel tercatat mencapai sebesar Rp20,90 triliun, terdiri dari giro Rp266 miliar, tabungan Rp11,55 triliun dan deposito Rp9,09 triliun, dimana portofolio tersebut mewakili 42,9% dari total perolehan Dana Pihak Ketiga di Bank Muamalat Indonesia.

At the end of 2015, with a business focus on improving the quality of retail funds, the number of Third-Party Funds recorded in the Retail Business sector reached Rp20.90 trillion, consisting of Rp266 billion in demand deposits, Rp11.55 trillion in savings and Rp9.09 trillion in time deposits, which the portfolio represented 42.9% of the total Third Party Funds acquisition of Bank Muamalat Indonesia.

Kapabilitas E-Channel

E-Channel Capabilities

Kecenderungan pola transaksi nasabah perbankan terus menunjukkan pergeseran dari tahun ke tahun, dari yang semula mendatangi kantor cabang lantas berganti menggunakan ATM, kemudian menggunakan SMS Banking dan Internet Banking, dan terakhir mulai bergeser menggunakan Mobile Banking.

The trend of banking customers’ transactions continued to shift from year to year, from caming to the branch office, shifting to the use of ATM, then shifting to SMS Banking and Internet Banking, and finally began to shift to use Mobile Banking.

Sampai saat ini, platform ATM Muamalat masih menjadi channel elektronik yang terbanyak digunakan oleh nasabah. Bank Muamalat Indonesia telah membangun jaringan ATM yang ekstensif meliputi hampir 2.000 unit ATM Muamalat yang tersebar di seluruh Indonesia, dan akses nasabah yang luas melalui jaringan ATM Bersama, ATM Prima dan jaringan MEPS di Malaysia. Fitur-fitur layanan yang dapat dilakukan melalui ATM Muamalat juga terus bertambah. Pada tahun 2015, transaksi nasabah melalui ATM Muamalat tercatat lebih dari 25 juta transaksi (turun 7% dari tahun 2014) dan volume transaksi lebih dari Rp14 triliun (turun 9% dari tahun 2014) serta mencatatkan fee base income sebesar Rp36 miliar atau meningkat 26% dari tahun sebelumnya.

Up to this moment, the platform of ATM Muamalat is still the electronic channel most used by the customers. Bank Muamalat Indonesia has set up an extensive ATM network which covers almost 2,000 ATM Muamalat spread across Indonesia, and access to a wide customer base through the ATM Bersama, ATM Prima, as well as MEPS network in Malaysia. Service features that can be perform through ATM Muamalat is also growing. In 2015, customer transactions through ATM Muamalat recorded more than 25 million transactions (decreasing 7% from 2014) and transaction volume of more than Rp14 trillion (decreasing 9% from 2014) as well as recording a fee base income of Rp36 billion, an increase 26% from the previous year.

76

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Namun demikian, Bank Muamalat Indonesia mencermati tren yang berkembang di masyarakat di Indonesia terkait dengan pemakaian telepon seluler dan terutama smartphone untuk aplikasi mobile banking, dan mengantisipasi bahwa akan semakin banyak orang yang menggunakan aplikasi mobile banking dan hanya menggunakan ATM untuk melakukan penarikan uang tunai.

Nevertheless, Bank Muamalat Indonesia pays a close watch on the growing trend in the Indonesian society related to cell phone use, particularly smartphones for mobile banking applications, and anticipates that more and more people will be using mobile banking application and only use ATM to withdraw cash.

Untuk itu, Bank Muamalat Indonesia telah memperbaharui kapabilitas maupun tampilan dari layanan Muamalat Mobile Banking, yang diposisikan sebagai salah satu layanan unggulan Bank Muamalat Indonesia dalam bersaing dengan bank-bank konvensional menarik minat konsumen perbankan modern saat ini, termasuk generasi millennial.

Therefore, Bank Muamalat Indonesia has renewed the capability and appearance of Muamalat Mobile Banking service, which is positioned as one of the featured services of Bank Muamalat Indonesia in competing with conventional banks to attract the current customers of modern banking, including the millennial generation.

Rencana Kerja 2016

2016 Work Plan

Di segmen Bisnis Ritel, Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2016 akan melanjutkan program-program kerja yang telah dirintis sejak tahun sebelumnya, dengan fokus pada pertumbuhan bisnis secara sehat untuk memperbesar pangsa pasar dengan menitik beratkan pada prinsip kehatihatian dan eksekusi yang prima.

In the Retail Business segment, in 2016 Bank Muamalat Indonesia will continue the work programs which have been initiated in the previous year, with a focus on business growth to increase market share by emphasizing on the prudent principle and excellence in execution.

Dari sisi pembiayaan, pertumbuhan akan didorong dengan berkonsentrasi pada sektor dan sub-sektor ekonomi yang potensial yang telah ditetapkan sebelumnya di tahun 2015, baik di segmen konsumer, mikro maupun UKM. Pada saat bersamaan, penghimpunan dana dari nasabah ritel akan terus dikembangkan oleh Bank Muamalat Indonesia dalam rangka memperoleh sumber pendanaan yang lebih stabil bagi penyaluran pembiayaan, sekaligus dengan biaya pendanaan yang lebih rendah.

In terms of financing, growth will be driven by concentrating on potential economic sectors and sub-sectors which have been previously established in 2015, both in the consumer, micro and SME segment. At the same time, funding from retail customers will continue to be developed by Bank Muamalat Indonesia in order to obtain a more stable funding source for the financing portfolio, along with lower funding costs.

Upaya-upaya pertumbuhan volume bisnis dari sisi pembiayaan maupun penghimpunan dana tersebut akan mengedepankan pada peningkatan produktivitas penjualan dan juga mengandalkan pada inovasi produk dan layanan dalam rangka memenuhi kebutuhan nyata konsumen perbankan yang dilayani, selain mengedepankan faktor keunggulan yang unik dari prinsip-prinsip syariah. Peningkatan kapabilitas Teknologi Informasi juga akan terus dilakukan guna mendukung perbaikan produk dan layanan yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan nasabah.

Business volume growth efforts in terms of financing and funding will emphasize on the improvement of sales productivity and relying on innovative products and services to meet the real needs of banking customers being served, in addition to emphasizing on the factors promoting the unique advantages from the sharia principles. Improved capabilities of Information Technology will also continue to be carried out to support the improvement of sustainable products and services in order to improve the quality of customer service.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

77

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Bisnis Korporasi CORPORATE BUSINESS

Upaya perbaikan kualitas portofolio pembiayaan menjadi fokus Bisnis Korporasi pada tahun 2015 di tengah perkembangan pasar perbankan yang masih kurang mendukung pertumbuhan volume bisnis.

Efforts to improve the quality of the financing portfolio becomes the focus of Corporate Business in 2015 amid the development in the banking market which is still lacking to support business volume growth.

78

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 masih belum membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Ini tercermin juga pada kinerja pertumbuhan sektor perbankan domestik. Selain penyaluran kredit yang tidak terlalu ekspansif, industri perbankan juga masih menghadapi masalah dengan kinerja portofolio kredit di sejumlah sektor ekonomi, seperti batu bara, transportasi dan pertambangan maupun industri-industri pendukungnya. Perkembangan ini terutama berdampak pada prioritas program kerja maupun kinerja segmen Bisnis Korporasi pada tahun tersebut.

Indonesia’s economic growth in 2015 still has not improved compared to the previous year. This is also reflected in the growth performance in the domestic banking sector. In addition to loans, which was not too expansive, the banking industry still faces problems with the performance of the loan portfolio several economic sectors, such as coal, transportation, and mining industries as well as its supporting businesses. This development was mainly impacted on the priorities of work program and performance of the Corporate Business segment in that year.

Memperbaiki Kualitas Pembiayaan

Improving Financing Quality

Direktorat Perbankan Korporasi Bank Muamalat Indonesia melanjutkan upaya-upaya yang telah dimulai tahun 2014 dalam menangani memburuknya kualitas portofolio pembiayaan di segmen bisnis korporasi.

Directorate of Corporate Banking of Bank Muamalat Indonesia continues with the efforts which have been initiated in 2014 in addressing the deteriorating quality of the financing portfolio in the corporate business segment.

Bank Muamalat Indonesia melakukan sejumlah langkah untuk menangani masalah tersebut. Portofolio pembiayaan yang macet dialihkan untuk ditangani oleh unit remedial secara terpisah. Sebuah unit baru, Divisi Asset Quality Management, kemudian dibentuk di bawah struktur Direktorat Perbankan Korporasi. Unit ini berfungsi untuk secara proaktif mengidentifikasi aset-aset pembiayaan yang berpotensi menjadi bermasalah dalam situasi perekonomian saat ini, dan kemudian melakukan pengelolaan atas portofolio tersebut. Upaya ini termasuk melalui restrukturisasi fasilitas pembiayaan, agar aset-aset tersebut dapat kembali menjadi produktif.

Bank Muamalat Indonesia impplemented a number of measures to address the problem. The non performing financing portfolio are transferred to be handled by the remedial unit separately. A new unit, the Asset Quality Management Division, was established under the structure of the Corporate Banking Directorate. This unit proactively identify financing assets that could potentially be problematic in the current economic situation, subsequently manages the portfolio. The effort includes the restructuring of financing facilities, therefore these assets can again be productive.

Tetap Menjaga Pertumbuhan

Maintaining Growth

Sementara memberikan fokus pada perbaikan kualitas portofolio pembiayaan, Bank Muamalat Indonesia tetap mengupayakan pertumbuhan volume bisnis. Penyaluran fasilitas pembiayaan dilakukan secara cermat dengan fokus pada nasabah-nasabah baru yang memiliki prospek teruji dan terdiversifikasi di sektor-sektor manufaktur, infrastruktur dan jasa. Bank Muamalat Indonesia juga tetap mendukung nasabah-nasabah segmen korporasi yang telah ada dan menjadi andalan Bank Muamalat Indonesia selama ini di sektor makanan dan minuman dan organisasi-organisasi Islam di sektor pendidikan dan kesehatan.

While focusing on improving the quality of the financing portfolio, Bank Muamalat Indonesia still seeks growth in business volume. The distribution of financing facility is conducted carefully with a focus on new customers which have capable and diversified prospects in the sectors of manufacturing, infrastructure and services. Bank Muamalat Indonesia also continues to support the existing and leading corporate segment clients of Bank Muamalat Indonesia in the food and beverages sector and Islamic organizations in the education and health sectors.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

79

Bisnis Korporasi Corporate Business

Selain di Jakarta, penyaluran fasilitas pembiayaan di segmen korporasi sejak tahun 2015 juga mulai aktif di berbagai kota besar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini merupakan sebuah perkembangan yang menggembirakan terkait dengan meningkatnya produktivitas personil Account Manager Pembiayaan yang ditempatkan di cabang-cabang di daerah.

In addition to Jakarta, the distribution of financing facilities in the corporate segment has also became active in various major cities in West Java, Central Java and East Java in 2015. This is an exciting development related to the increased productivity of Financing Account Manager personnels who are placed in area branches.

Untuk mendukung pertumbuhan ke depan, dan sebagai kelanjutan dari strategi penajaman lini bisnis Bank Muamalat Indonesia yang telah dimulai dua-tiga tahun yang lalu, sebuah unit baru telah dibentuk pada tahun 2015, yaitu Divisi Perbankan Komersial. Divisi ini menangani penyaluran pembiayaan dengan plafon fasilitas antara Rp5 miliar sampai Rp50 miliar, yang sebelumnya berada di bawah struktur Direktorat Perbankan Ritel.

To support future growth, and as a continuation of the sharpening the business lines strategy of Bank Muamalat Indonesia which have started two or three years ago, a new unit has been established in 2015, namely the Commercial Banking Division. This division handles the distribution of financing with the limit between Rp5 billion to Rp50 billion, which was previously under the Retail Banking Directorate.

Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia aktif mendukung aktivitas bisnis nasabah komersial di sektor konstruksi dan perdagangan fast moving consumer goods serta pendidikan dan kesehatan melalui penyaluran fasilitas pembiayaan modal kerja jangka pendek, termasuk fasilitas Trade sesuai dengan siklus bisnis para nasabah tersebut. Bank Muamalat Indonesia melengkapi sejumlah kantor cabang tertentu dengan infrastruktur yang diperlukan untuk berfungsi sebagai cabang Komersial dalam menangani penyaluran pembiayaan ke nasabahnasabah komersial di wilayah sekitarnya. Sampai dengan akhir tahun 2015, tercatat sembilan cabang Komersial di Pulau Jawa telah beroperasi.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia actively supports the business activities of commercial customers in the construction sector and fast moving consumer goods trades as well as education and health care through the distribution of short-term working capital financing, including Trade facilities in accordance with the business cycle of the customers. Bank Muamalat Indonesia equip a number of certain branch offices with the infrastructure necessary to function as a Commercial branch in handling the financing portfolio to commercial clients in the surrounding region. As of the end of 2015, nine Commercial branches in Java has been in operations.

Seluruh aktivitas penyaluran pembiayaan dilakukan dengan penekanan yang ketat pada aspek manajemen risiko kredit maupun implementasi prinsip dan praktik tata kelola perusahaan yang baik. Hasilnya, total outstanding portofolio pembiayaan di segmen korporat pada akhir tahun 2015 tercatat tumbuh sekitar 7,57% (dari Rp19,92 miliar tahun 2014 menjadi Rp21,43 miliar di akhir tahun 2015).

All financing activities are conducted with strict emphasis on the aspects of credit risk management and the implementation of the principles and practices of good corporate governance. As a result, total outstanding financing portfolio in the corporate segment at the end of 2015 recorded a growth of approximately 7.57% (from Rp19.92 billion in 2014 to Rp21.43 billion at the end of 2015).

Bank Muamalat Indonesia juga terus aktif dalam penyaluran fasilitas pembiayaan sindikasi bersama bankbank syariah lainnya di Indonesia. Total porsi pembiayaan sindikasi Bank Muamalat Indonesia adalah sebesar Rp600 miliar pada tahun 2015.

Bank Muamalat Indonesia is also active in the distribution of financing syndication with other Islamic banks in Indonesia. Total syndicated financing portion of Bank Muamalat Indonesia amounted to Rp600 billion in 2015.

Memperbaiki Struktur Pendanaan

Improving the Funding Structure

Untuk menjaga profitabilitas sesuai dengan strategi penyaluran pembiayaan yang tidak terlalu ekspansif, Bank Muamalat Indonesia berupaya mengoptimalkan keseimbangan antara sumber dana dan penggunaan dana. Strategi ini berdampak pada dana-dana yang dikelola

To maintain profitability in accordance with the distribution of funding strategies that are not too expansive, Bank Muamalat Indonesia seeks to optimize the balance between funding sources and utilization of funds. This strategy affects the funds managed in the Corporate Business Corporations in the forms of savings, current accounts, and

80

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

di Bisnis Korporasi berupa tabungan, giro dan terutama deposito berjangka dari nasabah non-individu, termasuk perusahaan di sektor swasta, badan usaha di sektor publik, serta lembaga keuangan non-bank.

primarily time deposits from non-individual customers, including companies in the private sector, business entities in the public sector, as well as non-bank financial institutions.

Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia melakukan reprofile Dana Pihak Ketiga (DPK) di segmen Bisnis Korporasi dengan menurunkan porsi dana deposito berbiaya mahal dari nasabah segmen wholesale, khususnya lembaga keuangan non-bank seperti perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan asset management dan lain-lain. Upaya ini secara keseluruhan cukup berhasil, dimana pada akhir tahun 2015, Deposito dari nasabah keuangan nonbank tercatat berkontribusi sebesar 23,28% pada total DPK yang dikelola di segmen Bisnis Korporasi, dibandingkan 28,46% di akhir tahun 2014.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia conducted a Third Party Fund (DPK) re-profiling in the Corporate Business segment by reducing the portion of costly deposits from the wholesale segment customers, particularly non-bank financial institutions such as insurance companies, pension funds, asset management companies, and others. In general, this effort is quite successful, in which at the end of 2015, deposits of non-bank financial customers accounted for 23.28% of the total deposits managed in the Corporate Business segment, compared to 28.46% at the end of 2014.

Diversifikasi Sumber Pendapatan

Diversification of Revenue Source

Bank Muamalat Indonesia juga terus mendorong perolehan pendapatan fee-based. Selain untuk mengimbangi berkurangnya pendapatan marjin akibat pertumbuhan selektif pada portofolio pembiayaan, arus pendapatan fee-based juga lebih stabil karena tidak terpengaruh oleh gejolak pasar. Untuk itu, Bank Muamalat Indonesia telah membentuk unit Divisi Transactional Banking dalam struktur Bisnis Korporasi untuk menangani pengembangan produk dan layanan transaction banking yang menghasilkan pendapatan fee-based seperti Trade Finance, Muamalat Cash Management, dan lain sebagainya.

Bank Muamalat Indonesia also continue to encourage the acquisition of fee-based income. In addition to offset the decline in revenue margin due to selective growth in the financing portfolio, fee-based income is also more stable because it is not affected by the market. To that end, Bank Muamalat Indonesia has established the Transactional Banking Division unit in the Corporate Business structures to handle the development of transaction banking products and services that generate fee-based income such as Trade Finance, Muamalat Cash Management, and so forth.

Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia mengembangkan sejumlah produk Trade Finance yang baru, antara lain Account Receivable Financing dan Buyer Financing. Produk-produk ini menambah ragam produk Trade Finance yang dapat ditawarkan oleh para Account Manager Financing Bank Muamalat Indonesia kepada para nasabahnya di segmen korporasi maupun komersial untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan modal kerja jangka pendek mereka.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia developed a number of new Trade Finance products, among others, Accounts Receivable Financing and Buyer Financing. These products complements a variety of Trade Finance products that can be offered by the Financing Account Manager of Bank Muamalat Indonesia to their customers in the corporate and commercial segment to meet the financing needs of their short-term working capital.

Upaya-upaya pengembangan dan pemasaran produk yang dilakukan terbukti efektif, dimana layanan Trade Finance membukukan peningkatan pendapatan yang signifikan hampir dua kali lipat menjadi sebesar Rp106,1 miliar dari Rp53,6 miliar di 2014.

The efforts of product development and marketing are proven to be effective, in which Trade Finance services posted a significant increase in revenue that almost doubled to Rp106.1 billion from Rp53.6 billion in 2014.

Selain layanan Trade Finance, Bank Muamalat Indonesia juga mengandalkan layanan Muamalat Cash Management System (CMS) untuk memperoleh pendapatan fee-based. Pada tahun 2015, layanan Muamalat CMS memperlihatkan perkembangan yang sangat baik dengan pertumbuhan basis nasabah sebesar 38% menjadi sebanyak 2.446 nasabah aktif di akhir tahun 2015, sementara pendapatan fee-based yang dihasilkan meningkat 49% menjadi sebesar Rp656 juta, pada tahun 2015.

In addition to Trade Finance services, Bank Muamalat Indonesia also rely on the services Muamalat Cash Management System (CMS) to obtain fee-based income. In 2015, CMS Muamalat services showed a very good development with a customer base growth by 38% to 2,446 active customers at the end of 2015, while the generated fee-based income increased by 49% to Rp656 million in 2015.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

81

Bisnis Korporasi Corporate Business

Pencapaian ini didukung juga oleh strategi pengembangan varian produk Muamalat CMS Advance untuk segmen nasabah korporasi besar dan Muamalat CMS Basic untuk nasabah segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada tahun 2015. Dengan demikian, Bank Muamalat Indonesia dapat menawarkan layanan cash management dengan kapabilitas maupun harga yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen nasabahnya tersebut.

This achievement is also supported by the development strategy of Muamalat CMS Advance product variant for the large corporate customer segment and Muamalat CMS Basic for the Small and Medium Enterprises (SME) customer segment in 2015. Therefore, Bank Muamalat Indonesia can offer cash management services with capabilities and prices that can be tailored to the needs of its respective client segments.

Layanan Virtual Account serta International Remittance juga merupakan sumber pendapatan fee-based yang terus dikembangkan oleh Bank Muamalat Indonesia. Pada tahun 2015, tercatat sebanyak 466 nasabah, sebagian besar di sektor lembaga pendidikan Islam, telah menggunakan layanan Virtual Account untuk menangani berbagai transaksi pembayaran rutin, dengan frekuensi mencapai rata-rata 250 ribu transaksi per bulan.

Virtual Account and International Remittance services is also a source of fee-based income that are continuously being developed by Bank Muamalat Indonesia. In 2015, there were 466 customers, mostly in the Islamic educational institutions sector, which have been using the Virtual Account services to handle various routine payment transactions, with an average frequency reaching 250 thousand transactions per month.

Demikian pula dengan layanan International Remittance, dimana Bank Muamalat Indonesia telah mengembangkan layanan Kas Kilat bekerja sama dengan bank-bank lokal di berbagai negara dimana bermukim para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seperti Saudi Arabia dan Malaysia. Pada tahun 2015, pendapatan fee-based dari International Remittance meningkat 14,58% menjadi sebesar Rp5,8 miliar.

International Remittance services is similar, in which the Bank Muamalat Indonesia has developed the Kas Kilat services in cooperation with local banks in the various countries where Indonesian Workers (TKI) resides, such as Saudi Arabia and Malaysia. In 2015, fee-based income of the International Remittance increased by 14.58% to Rp5.8 billion.

Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Insani

Human Capital Competence Improvement

Keberhasilan peningkatan kinerja di segmen Bisnis Korporasi seperti yang diuraikan di atas terutama didukung oleh peningkatan kualitas personil di unit-unit kerja yang bersangkutan. Dalam hal ini, Bank Muamalat Indonesia aktif mendorong peningkatan kompetensi personil melalui program-program pelatihan yang terstruktur dan berkesinambungan maupun pendampingan intensif dari atasan langsung masing-masing personil. Selain itu, Bank Muamalat Indonesia juga melakukan sejumlah rekrutmen eksternal (professional hire) pada tahun 2015, untuk mengisi beberapa bidang keahlian tertentu yang tidak tersedia secara internal.

82

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

The success of improved performance in the Corporate Business segment as described above is mainly supported by the increase in the quality of personnel in work units concerned. In this case, Bank Muamalat Indonesia actively encourages the competence improvement of personnels through training structured and continuous training programs and intensive assistance from the direct supervisor of each personnel.

In addition, Bank Muamalat Indonesia also conducted a number of external recruitment (professional hires) in 2015, to fill in several specific areas of expertise that is not available internally.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Rencana Kerja 2016

2016 Work Plan

Secara umum, Direktorat Bisnis Korporasi pada tahun 2016 masih akan fokus pada perbaikan kualitas portofolio pembiayaan dan menjaga tingkat pertumbuhan yang moderat namun sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, sejumlah program kerja telah dipersiapkan, antara lain: • Menjaga akun-akun pembiayaan yang masih lancar terhadap kemungkinan penurunan kualitas, • Memperbaiki struktur fasilitas dalam penyaluran pembiayaan, termasuk dengan menerapkan konsep value chain untuk memberikan pembiayaan end-toend. • Melanjutkan penyaluran pembiayaan secara selektif ke sektor-sektor manufaktur, infrastruktur, perdagangan konsumer, jasa di bidang pendidikan, kesehatan, dan agribisnis. • Mendorong peningkatan arus pendapatan fee-based dari aktivitas Trade Finance, pembiayaan sindikasi, treasury, dan layanan Muamalat Cash Management. • Meningkatkan kompetensi personil Relationship Manager.

In general, the Corporate Business Directorate will still a focus on improving the quality of the financing portfolio and maintaining a moderate yet sound and sustainable growth rate in 2016. To that end, a number of work program has been prepared, among others: • Maintaining current financing accounts from the possibility of quality loss, • Improving the structure of facilities in the distribution of financing, including by applying the value chain concept to provide end-to-end financing. • Continuing the distribution of financing in a selective manner to manufacturing, infrastructure, consumer trade, services in education, health, and agrobusiness sectors. • Encouraging the increase of fee based income from the activities of Trade Finance, syndicated financing, treasury, and Muamalat Cash Management services activities. • Improve the competence of Relationship Manager personnels.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

83

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Bisnis Internasional & Tresuri TREASURY & INTERNATIONAL BUSINESS

Keberadaan kantor cabang Kuala Lumpur membuka jalan bagi Bank Muamalat Indonesia mewujudkan aspirasinya ke depan untuk menjadi bank Syariah terbaik di Indonesia dengan kehadiran yang kokoh di tataran regional. The presence of the Kuala Lumpur branch office opened the way for Bank Muamalat Indonesia to realize its aspirations forward to be the best Islamic bank in Indonesia with a strong presence at the regional level.

84

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dengan status kantor cabang penuh (full branch), kantor cabang Kuala Lumpur dapat melayani nasabah korporasi dan komersial di Malaysia dengan produkproduk penghimpunan dana maupun pembiayaan dalam denominasi Rupiah ataupun Dolar AS. Per akhir tahun 2015, kantor cabang Kuala Lumpur membukukan jumlah dana pihak ketiga sebesar ekivalen Rp1,38 triliun, sementara portofolio penyaluran pembiayaan tercatat sebesar ekivalen Rp343,05 miliar, yang seluruhnya berada dalam kategori kolektibilitas Lancar, atau NPF 0%.

With a full branch status, the Kuala Lumpur branch office can serve the corporate and commercial customers in Malaysia with funding and financing products denominated in Rupiah or US Dollars. As of the end if 2015, the Kuala Lumpur branch office recorded third party funds amounting to the equivalent of Rp1.38 trillion, while the portfolio of financing amounted to the equivalent of Rp343.05 billion, which is entirely within the collectibility category of Current, or NPF 0%.

Bank Muamalat Indonesia juga dapat menawarkan layanan trade finance dan treasury kepada nasabah korporasi lokal di Malaysia, terutama perusahaan yang memiliki relasi bisnis dengan Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia can also offer trade finance and treasury services to local corporate customers in Malaysia, especially for companies that have business relations with Indonesia.

Cabang Kuala Lumpur juga beraktivitas melayani kebutuhan nasabah ritel individu, dan terutama para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kuala Lumpur dan Malaysia pada umumnya dengan menawarkan produk-produk tabungan serta layanan pengiriman uang. Dalam melayani segmen nasabah ini, kantor cabang Kuala Lumpur didukung oleh fasilitas Service Center Outlet (SCO) di empat lokasi strategis di Kuala Lumpur.

The Kuala Lumpur branch office also serving the needs of individual retail customers, specifically the Indonesian Workers (TKI) in Kuala Lumpur and Malaysia in general by offering savings products as well as money transfer services. In serving this customer segment, the Kuala Lumpur branch office is supported by the Service Center Outlet (SCO) facilities in four strategic locations in Kuala Lumpur.

Untuk memperluas aksesibilitas nasabah, Bank Muamalat Indonesia cabang Kuala Lumpur telah menjalin kerja sama dengan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) sehingga nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai di lebih dari 2.000 unit ATM bank-bank lokal di seluruh penjuru Malaysia. Aksesibilitas nasabah juga didukung oleh produk Kartu Debit Shar-e Gold Bank Muamalat Indonesia yang dapat digunakan untuk bertransaksi bebas biaya di merchant-merchant VISA di seluruh dunia.

To expand customers accessibility, the Kuala Lumpur branch of Bank Muamalat Indonesia has established cooperation with the Malaysian Electronic Payment System (MEPS), enabling the customers to make cash withdrawal transactions at more than 2,000 ATM of local banks in all parts of Malaysia. Customer accessibility ia also supported by the Bank Muamalat Indonesia’s Shar-e Gold Card which can be used for free of charge transactions at VISA merchants worldwide.

Ke depan, Bank Muamalat Indonesia akan lebih mengoptimalkan keberadaan Kantor Cabang Kuala Lumpur dalam meningkatkan kontribusi pendapatan imbal-jasa, antara lain melalui pengembangan lebih lanjut pada layanan remittance serta lebih aktif berpartisipasi dalam aktivitas pembiayaan sindikasi dengan bank-bank lokal setempat.

In the future, Bank Muamalat Indonesia will further optimize the presence of the Kuala Lumpur branch in increasing trade-services revenue, among others through the further development on remittance service and to be more active in syndicated financing activities with the local banks.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

85

Bisnis Internasional & Tresuri Treasury & International Business

Tresuri

Treasury

Divisi Treasury menjalankan fungsi pengelolaan neraca untuk menjaga kecukupan likuiditas maupun sebagai suatu profit center yang menghasilkan pendapatan bagi Bank Muamalat Indonesia. Sepanjang tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia mampu memastikan likuiditas pada tingkat yang memadai untuk memenuhi kebutuhan arus kas harian dalam operasional kantor-kantor cabang, serta mematuhi ketentuan Giro Wajib Minimum maupun pencadangan likuiditas yang non-mandatori.

The Treasury Division performs the balance sheet management function to maintain adequate liquidity as well as a profit center that generates revenue for Bank Muamalat Indonesia. Throughout 2015, Bank Muamalat Indonesia is able to ensure liquidity at a sufficient level to meet the daily cash flow needs in the operations of branch offices, and to comply with the Statutory Reserves provision as well as non-mandatory reserves.

Sementara itu, kelebihan likuiditas ditempatkan pada portofolio investasi sebagai cadangan likuiditas sekunder, melalui penempatan pada instrumen investasi yang berisiko rendah ataupun moderat serta dapat dicairkan sewaktu-waktu. Instrumen-instrumen investasi tersebut antara lain adalah Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), reverse repo Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (SIMA), Sukuk SBSN ataupun reksadana syariah yang berbasiskan investasi pada Sukuk SBSN. Pada tahun 2015, nilai rata-rata portofolio investasi yang dikelola adalah sebesar Rp4,31 triliun, yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp249,67 miliar. Kontribusi pendapatan tersebut merupakan peningkatan sekitar 14,35% dari perolehan tahun sebelumnya.

Meanwhile, excess liquidity is placed in an investment portfolio as secondary liquidity reserves, through placements in investment instruments with low or moderate risk, and can be withdrawn at any time. These investment instruments are among others, Bank Indonesia Sharia Certificates (SBIS), reverse repo of Shariah Securities (SBSN), Interbank Mudharabah Investment Certificates (SIMA), SBSN Sukuk or Islamic mutual funds that are based on investment in SBSN Sukuk. In 2015, the average value of managed investment portfolio amounted to Rp4.31 trillion, which generated revenues of Rp249.67 billion. The income contribution represents an increase of approximately 14.35% from the previous year’s achievement.

Selain dari pengelolaan portofolio investasi, Divisi Treasury juga menghasilkan pendapatan imbal-jasa dari aktivitas transaksi valas dan perdagangan Sukuk Negara Ritel.

In addition to the investment portfolio management, the Treasury Division also acquire fees from foreign exchange transactions and the trading of State Retail Sukuk.

Bank Muamalat Indonesia dapat melayani kebutuhan nasabah akan transaksi spot valas melalui 61 cabang berstatus cabang devisa di seluruh Indonesia. Cabangcabang tersebut telah terhubung secara online dan realtime dalam sistem treasury front-end yang dikembangkan bersama Divisi TI Bank Muamalat Indonesia. Seiring volatilitas nilai tukar Dolar AS pada tahun 2015, kegiatan transaksi valas tercatat menghasilkan pendapatan imbal-jasa sebesar sekitar Rp23,99 miliar, naik 221,05% dibandingkan tahun 2014.

Bank Muamalat Indonesia is able to serve the customers’ needs for foreign exchange spot transactions through the 61 branches with the foreign exchange status throughout Indonesia. These branches have been connected online and in real-time in the front-end treasury system which was developed with the IT Division of Bank Muamalat Indonesia. As the volatility of the US dollar exchange rate in 2015, foreign exchange transaction activities generated a fee revenue of approximately Rp23.99 billion, an increase of 221.05% compared to 2014.

86

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dari tahun ke tahun, Bank Muamalat Indonesia memperoleh kepercayaan ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai agen penjual Sukuk Negara Ritel untuk melayani transaksi nasabah di pasar perdana maupun sekunder. Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia bertindak sebagai agen penjual untuk Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 yang terbit di tahun tersebut. Secara keseluruhan, Bank Muamalat Indonesia menangani transaksi perdagangan Sukuk Negara Ritel senilai hampir Rp500 miliar pada tahun 2015, yang menghasilkan pendapatan imbal-jasa sebesar Rp2,25 miliar. Angka-angka tersebut merupakan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan kinerja di tahun 2014.

From year to year, Bank Muamalat Indonesia gained the trust and appointed by the Ministry of Finance as a selling agent for State Retail Sukuk to serve customer transactions in the primary and secondary markets. In 2015, Bank Muamalat Indonesia acting as a selling agent for Sukuk Series SR-007, published in the year. Overall, Bank Muamalat Indonesia handle Sukuk trade transactions worth nearly Rp500 billion in 2015, which generated a fee revenue of Rp2.25 billion. These figures are an improvement almost doubled compared to the performance in 2014.

Untuk tahun 2016, Divisi Treasury telah menyiapkan sejumlah program kerja dengan sasaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dalam rangka mendorong pendapatan imbal-jasa. Dalam hal ini, Bank Muamalat Indonesia berencana akan meluncurkan produk-produk lindung-nilai sesuai dengan ketentuan yang berlaku, melanjutkan pengembangan sistem treasury front-end, serta menambah fitur layanan kepada nasabah eksternal seperti misalnya produk daily market flash news dan daily market review.

For 2016, the Treasury Division has prepared a number of work programs with the the objective to improve the quality of services to customers in order to encourage trade-services revenue. In this case, Bank Muamalat Indonesia plans to launch hedging products in accordance with applicable regulations, continuing the development of the frontend treasury system, as well as adding service features to external customers, such as the daily market flash news and the dily market review.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

87

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Pemasaran MARKETING

Bank Muamalat Indonesia actively promotes its retail products such as savings, current accounts and time deposits, wealth management product such as bancassurance, and individual banking transaction services consists of Muamalat Mobile Banking and Internet Banking or financial products such as KPR iB in order to encourage an increase in the market share and customer base.

88

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Bank Muamalat Indonesia aktif memasarkan produk-produk ritel seperti tabungan, giro dan produk wealth management seperti bancassurance, beserta layanan transaksi perbankan individu diantaranya Muamalat Mobile Banking dan Internet Banking ataupun produk pembiayaan seperti KPR iB dalam rangka mendorong peningkatan pangsa pasar maupun basis nasabah.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dalam memasarkan produk-produknya, Bank Muamalat Indonesia lebih banyak menggunakan strategi pemasaran below-the-line yang lebih fokus kepada segmen yang disasar, lebih mudah diterima, serta lebih langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh nasabah atau calon nasabah. Strategi ini, didukung pula dengan pemasaran above the line yang dilakukan melalui media massa dan media sosial.

In marketing its products, Bank Muamalat Indonesia favors below-the-line marketing strategies which focuses on segments that are being targeted, more acceptable, and has more direct benefist to the clients or potential clients. This strategy is also supported by the above the line marketing which is conducted through the mass media and social media.

Salah satu aktivitas pemasaran yang cukup efektif adalah kegiatan penjualan langsung dalam acara iB Vaganza Expo, sebuah ajang sosialisasi dan edukasi publik hasil kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan dan industri perbankan dan keuangan syariah. Bank Muamalat Indonesia aktif berpartisipasi dalam iB Vaganza Expo sejak ajang tersebut dimulai pada tahun 2012, diselenggarakan secara bergiliran di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

One of the most effective marketing activity is the direct sales activities in the iB Vaganza Expo event, a socialization and public education event from the collaboration between the Financial Services Authority and the Islamic banking and finance industry. Bank Muamalat Indonesia actively participates in the iB Vaganza Expo since the event was initiated in 2012, held in turns in various major cities throughout Indonesia.

Selama tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia berpartisipasi pada rangkaian acara iB Vaganza Expo yang diselenggarakan di Solo, Mataram, Makassar, Purwokerto, Bengkulu, Bogor, Balikpapan, Banjarmasin, Semarang, Tasikmalaya, Jakarta, Cilegon, Medan, Yogyakarta, dan Bandung. Aktivitas point of sale yang dilakukan pada acaraacara tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan berupa akuisisi 12.317 NoA baru dengan total Dana Pihak Ketiga sebesar Rp366,2 miliar.

During 2015, Bank Muamalat Indonesia participated in a series of iB Vaganza Expo events which were held in Solo, Mataram, Makassar, Purwokerto, Bengkulu, Bogor, Balikpapan, Banjarmasin, Semarang, Tasikmalaya, Jakarta, Cilegon, Medan, Yogyakarta, and Bandung. Point of sale activities conducted on these occasions yielded encouraging results in the form of the acquisition of 12,317 new NoA with total Third Party Funds amounting to Rp366.2 billion.

Aktivitas lain yang juga cukup efektif adalah kegiatan pemasaran di berbagai komunitas dimana Bank Muamalat Indonesia memberikan wadah bagi nasabah untuk menabung yang erat kaitannya dengan perencanaan ibadah haji atau umrah. Aktivitas point of sales ini, membuahkan hasil berupa akuisisi 13.871 NoA baru dengan total Dana Pihak Ketiga sebesat Rp58,9 miliar.

Other activities that are also quite effective is the marketing activities in various communities, in which Bank Muamalat Indonesia provides a forum for customers on savings in a close relation to the planning of Hajj or Umrah. This point of sales activity resulted in the acquisition of 13,871 new NoA with a total third party funds amounting to Rp58.9 billion.

Selain melalui aktivitas point of sale, Bank Muamalat Indonesia juga menyelenggarakan program-program promosi langsung guna mendorong kinerja produk atau layanan tertentu, seperti misalnya program promo “Bebas Biaya Tarik Tunai dan Subsidi Belanja 10 persen dengan Kartu Shar-E Debit Gold” di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji 2015 dari tanggal 15 Agustus sampai 31 Oktober 2015. Program promo lain adalah program “Rezeki Belanja” yang memberikan subsidi belanja 10% dengan Kartu Shar-E Debit Gold di bulan Ramadhan 2015, serta program “Rezeki Haji Berkah (BERkesempatan UmrAH)” yang memberikan kesempatan bagi nasabah tabungan haji yang beruntung untuk melaksanakan ibadah umrah.

In addition to the point of sale activities, Bank Muamalat Indonesia also organizes direct promotional programs to boost the performance of certain products or services, such as the “Free of Charge Cash Advance and 10 percent Spending Subsidy with Shar-E Debit Gold Card” promotion program in Saudi Arabia during the implementation of the pilgrimage in 2015 from 15 August to 31 October 2015. Another promotional program is the “Rezeki Belanja” program which provides a 10% spending subsidy with the use of Shar-EDebit Gold Card in Ramadan 2015, and the “Rezeki Haji Berkah (BERkesempatan UmrAH)” program which provides an opportunity for a lucky savings customers to perform umrah.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

89

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Sumber Daya Insani HUMAN CAPITAL

Masa depan Bank Muamalat Indonesia sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Insani sebagai enabler dan eksekutor atau pelaksana dari strategi maupun program-program kerja yang ditetapkan untuk mewujudkan visi dan misi Bank Muamalat Indonesia. The future of Bank Muamalat Indonesia depends on the quality of Human Capital as an enabler and an executor of the work strategies and programs which have been set to realize the vision and mission of Bank Muamalat Indonesia.

90

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Bank Muamalat Indonesia fokus pada pengembangan Sumber Daya Insani (SDI) untuk membentuk karyawan yang memiliki nilai-nilai Islami, Modern dan Profesional, dengan kualitas pribadi maupun produktivitas yang setara dengan yang terbaik dalam industri perbankan Indonesia. Upaya pengembangan SDI dengan demikian merupakan salah satu bagian terpenting dalam program transformasi Bank Muamalat Indonesia, yang disebut dengan Metamorfosa Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia focuses on the development of Human Capital (SDI) to create employees with Islamic, Modern and Professional values, with personal quality and productivity that is equivalent with the best in the Indonesian banking industry. Therefore, SDI development efforts constitute as one of the most important part in Bank Muamalat Indonesia’s transformation program, which is called the Metamorphosis of Bank Muamalat Indonesia.

Proses transformasi ini melibatkan banyak perubahan yang harus dikelola dengan baik agar dapat berdampak positif pada budaya kerja dan kinerja. Dalam rangka transformasi, Bank Muamalat Indonesia melaksanakan kegiatan rembug bersama seluruh jajaran manajemen. Rembug di tingkat manajemen ini bertujuan untuk memahami dan menerjemahkan pokok-pokok pikiran maupun arahan dari strategi korporat menjadi strategi bisnis dan strategi fungsi. Rembug atau diskusi ini diawali ditingkat direktur yang kemudian diikuti oleh rembug di tingkat masing-masing direktorat, sehingga diharapkan program-programnya dapat sejalan.

The transformation process involves a lot of changes that must be managed properly in order to have a positive impact on the work culture and performance. In the framework of the transformation, Bank Muamalat Indonesia conducts consultation meetings with all levels of management. Meetings at the management level aims to understand and translate the main points and directions of the corporate strategy into business strategies and function strategies. This discussion begins in the director level, followed by meetings at the level of each directorates, enabling the programs to be in line.

Pada akhir tahun 2015, diskusi transformasi ini telah diwujudkan dalam strategi dan rencana bisnis 2016. Diskusi melibatkan semua pejabat eksekutif, baik jajaran manajemen di Kantor Pusat maupun di Cabang-cabang.

At the end of 2015, the transformation discussion has been realized in the 2016 business plan and strategy. The discussion involved all executive officers, both the management at the Head Office and in Branches.

1. Organisasi Human Capital

1. Human Capital Organization

Urgensi aspek pengembangan SDI di Bank Muamalat Indonesia tercermin antara lain dari perubahan mendasar pada unit Human Capital (HC) Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015. Unit HC, yang sebelumnya merupakan sebuah divisi di bawah tanggung jawab Direktur Utama, telah ditingkatkan menjadi sebuah direktorat

The urgency of the Human Capital aspect in Bank Muamalat Indonesia is reflected among others in fundamental changes to the Human Capital (HC) unit of Bank Muamalat Indonesia in 2015. The HC Unit, formerly a division under the President Director, has been upgraded into a directorate.

Sejalan dengan peningkatan statusnya, organisasi HC juga telah ditata-ulang. Dalam organisasi HC yang baru, terdapat divisi yang berinteraksi dengan unit bisnis (Retail Banking, Corporate Banking, dan Operations & Support), terdapat divisi yang bertanggung jawab atas pengembangan HC strategi, divisi untuk pelatihan, dan pengembangan serta divisi yang menangani administrasi kepegawaian. Dibandingkan dengan struktur sebelumnya, struktur yang baru dapat lebih efektif beroperasi menangani aspek-aspek hiring, development dan retention SDI di Bank Muamalat Indonesia.

In line with the increase in its status, the HC organizational has also been re-organized. In the new HC organization, there is a division that interacts with the business units (Retail Banking, Corporate Banking, and Operations & Support), there is a division responsible for HC strategy development, division for training and development as well as a division that handles of personnel administration. Compared to the previous structure, the new structure can operate more effectively to handle the aspects of HC hiring, development and retention in Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

91

Sumber Daya Insani Human Capital

Selain pengembangan dan penguatan organisasi, Direktorat HC pada tahun 2015 menyelenggarakan serangkaian program pelatihan teknis untuk meningkatkan kualitas manajer cabang agar lebih mampu mendorong peningkatan kinerja SDI di cabang-cabang. Menjelang akhir tahun 2015, HC juga mulai melakukan pembenahan infrastruktur dasar pengelolaan SDI menyangkut pengembangan struktur organisasi Bank Muamalat Indonesia, pembakuan job description dan job evaluation, penataan corporate title, serta penyempurnaan sistem penilaian kinerja (performance management system) di Bank Muamalat Indonesia.

2. Jumlah Karyawan

92

In addition to the development and strengthening of the organization, the HC Directorate in 2015 organized a series of technical training programs to improve the quality of branch managers to be more able to boost HC performance in branches. Towards the end of 2015, the HC also began to reform the basic infrastructures of HC management concerning the development of the organizational structure of Bank Muamalat Indonesia, standardization of job description and job evaluation, structuring of corporate title, as well as the improvement on the performance management system in Bank Muamalat Indonesia.

2. Total Employees

Sepanjang tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia melakukan rekrutmen sebanyak 726 karyawan baru, dengan komposisi officer sebanyak 199 orang dan non-officer sebanyak 527 orang. Dinamika bisnis juga menyebabkan jumlah rekrutmen terhadap fungsi bisnis lebih besar daripada fungsi pendukung, atau berturut-turut sebanyak 426 orang dan 300 orang.

Throughout 2015, Bank Muamalat Indonesia recruited as many as 726 new employees, with a composition of 199 officers and 527 non-officers. The dynamics of the business also lead to greater recruitment of the business functions compared to the support function, or respectively 426 people and 300 people.

Pelaksanaan rekrutmen didasarkan pada analisis atas kebutuhan organisasi. Sistem seleksi bagi karyawan baru mempertimbangkan aspek kompetensi maupun evaluasi dan pengecekan latar belakang calon karyawan, sebagai hal utama yang harus diperhatikan dalam proses rekrutmen untuk memperoleh kandidat karyawan yang berkualitas.

The implementation of recruitment is based on organizational needs analysis. The selection system for new employees considers the aspects of competence as well as the evaluation and background checks of prospective employees, as the main thing that must be considered in the recruitment process for obtaining a qualified employee candidates.

Dalam periode yang sama, tercatat sebanyak 943 karyawan meninggalkan Bank Muamalat Indonesia karena berbagai sebab. Tingkat turnover karyawan sebesar 14,7% pada tahun 2015 tersebut jauh lebih tinggi dari di tahun-tahun sebelumnya (2014: 10,59%, 2013: 9,24%, 2012: 4,27%), namun masih dalam kisaran normal untuk rata-rata industri perbankan.

In the same period, 943 employees left the Bank Muamalat Indonesia for various reasons. The employee turnover rate of 14.7% in 2015 is much higher than the previous years (2014: 10.59%, 2013: 9.24%, 2012: 4.27%), but still within the normal range for the average banking industry.

Dengan dinamika tersebut, total personil di Bank Muamalat Indonesia per 31 Desember 2015 adalah sebanyak 6.405 personil (termasuk jajaran DPS, Dewan Komisaris, Direksi dan Komite-komite Komisaris). Jumlah ini menunjukkan penurunan dari 6.669 personil setahun sebelumnya, berbeda dengan tren sebelumnya dimana jumlah karyawan Bank Muamalat Indonesia terus bertambah setiap tahun.

With these dynamics, the total personnel in Bank Muamalat Indonesia as of 31 December 2015 is 6,405 personnels (including the ranks of DPS, the Board of Commissioners, Board of Directors and Committees of Commissioners). This number shows a decline from 6,669 personnels in the previous year, in contrast to the previous trend where the number of employees of Bank Muamalat Indonesia is growing every year.

Tabel Jumlah Komparatif Karyawan Bank Muamalat Indonesia 2014 - 2015

Number of Employee Comparative of Bank Muamalat Indonesia 2014-2015

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia Employee Composition Based on Age

No.

Usia | Age

2014

2015

1

≤ 30

4,046

3,855

2

31 - 40

2,049

2,020

3

41 - 50

418

430

4

> 50

109

100

6,622

6,405

Total

1,65%

1,56%

6,32%

6,70% 61,12%

30,94%

60,20%

31,54%

2014

2015 ≤ 30 31 - 40 41 - 50 > 50

Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Employee Composition Based on Status Status Karyawan Employees Status

No. 1

Probation

2

Permanent

3

Contract

2014

Total 0%

2015 0

31

5.752

5.302

870

1.072

6.622

6.405

0,48%

13,14%

16,74% 86,86%

2014

82,78%

2015 Probation Permanent Contract

Bank Muamalat 2015 Annual Report

93

Sumber Daya Insani Human Capital

Komposisi Karyawan Berdasarkan Direktorat Employee Composition Based on Directorate

No.

Direktorat | Directorate

2014

2015

1

Pengurus

15

19

2

CEO Office

284

322

3

Corporate Banking

296

303

4

Retail Banking

105

100

5

Bad Bank

292

403

6

Network

5.049

4.655

7

Operations

427

423

8

Compliance & Risk

69

84

9

Finance

39

44

10

Human Capital

46

52

6.622

6.405

Total

1,04% 6,45%

0,69% 0,59%

0,22%

4,29% 4,48% 1,58%

1,,31% 6,60%

0,81% 0,69%

0,30%

5,03% 4,73% 1,56% 6,29%

4,41%

Pengurus CEO Office Corporate Banking

2015

2014

Retail Banking Bad Bank Network Operations Compliance & Risk Finance

76,25%

72,68%

Human Capital

Komposisi Karyawan Berdasarkan Masa Kerja Employee Composition Based on Tenure

No.

Masa Kerja | Tenure

1

<1

2 3 4 5

2015

114

650

1-2

2.441

2.022

3-5

2.361

2.157

6 - 10

842

778

> 10

864

798

6.622

6.405

Total

94

2014

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

1,72%

10,15%

13,05%

12,46% 36,86%

12,71%

31,56% 12,15%

2014

2015 <1 1-2 3-5

35,65%

33,68%

6 - 10 > 10

Komposisi Karyawan Berdasarkan Pendidikan Employee Composition Based on Education

No.

Pendidikan | Education

2014

2015

1

S3

3

3

2

S2

174

152

3

S1

5.834

5.590

4

Diploma

546

599

5

Dibawah Diploma

65

61

6.622

6.405

Total 0,05% 0,97%

0,05% 0,95%

2,63%

8,25%

88,10%

2,37%

9,36%

2014

87,27%

2015 S3 S2 S1 Diploma Dibawah Diploma

Dilihat secara keseluruhan, perkembanganperkembangan dalam tingkat turnover karyawan maupun total jumlah karyawan Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 tersebut masih sejalan dengan tujuan-tujuan program transformasi Bank Muamalat Indonesia maupun dengan latar belakang kondisi bisnis dalam setahun-dua tahun ini.

Viewed as a whole, the developments in employee turnover rate and the total number of employees of Bank Muamalat Indonesia in 2015 are still in line with the objectives of the transformation program of Bank Muamalat Indonesia as well as the business conditions in the previous years.

3. Program Pelatihan dan Pengembangan Pegawai

3. Employee Training and Development Program

Bank Muamalat Indonesia melaksanakan programprogram pelatihan dan pendidikan karyawan secara teratur untuk mendukung kegiatan bisnisnya. Pada

Bank Muamalat Indonesia implements employee training and education programs on a regular basis to support its business activities. In 2015, for example,

Bank Muamalat 2015 Annual Report

95

tahun 2015, misalnya, Bank Muamalat Indonesia antara lain telah menyelenggarakan programprogram pelatihan teknis di bidang pembiayaan dan analisa risiko pembiayaan, terutama untuk pembiayaan di segmen Komersial dan Korporasi. Para analis pembiayaan memperoleh pelatihan dalam implementasi sistem Moody’s Risk Analyst, dengan uji kompetensi yang dilakukan secara online.

Bank Muamalat Indonesia, among others, has organized technical training programs in the field of financing and financing risk analysis, particularly for financing in the Commercial and Corporate segments. The financing analysts obtained training in the Moody’s Risk Analyst system implementations, with a competency test which is conducted online.

Program Muamalat Officer Development Program (MODP) merupakan jalur pengembangan utama untuk membentuk karyawan-karyawan officer yang direkrut melalui jalur eksternal maupun internal, dan dilaksanakan secara reguler berdasarkan analisis atas kebutuhan bisnis. Pada tahun 2015, program MODP dikhususkan untuk pengembangan officer-officer spesialis, yaitu sebagai berikut:

The Muamalat Officer Development Program (MODP) is a major development path to create officers recruited through internal or external means, and carried out on a regular basis based on the analysis of business requirements. In 2015, the MODP program was devoted to the development of specialist officers, namely Technology MODP batch 2 (25 officers), Audit MODP batch 2 (22 officers), and Retail Collection MODP batch 1 (10 officers).

No.

96

Bulan | Month

1.

Januari - Maret

2.

Januari-Mei

3.

Februari- Agustus

Nama Program Name of Program

Tanggal Date

Tempat Venue

Jumlah Peserta Number of participants

MODP Retail Collection I

22 Januari 17 Maret 2015

Muamalat Training Resort-Bogor

10

MODP TI II

6 Januari 11 Mei 2015

Muamalat Training Resort-Bogor

25

MODP Audit II

23 Februari 3 Agustus 2015

Muamalat Training Resort-Bogor

22

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Para calon officer tersebut juga mengikuti program Unleash Muamalat Spirit, suatu program pengembangan sikap, mental dan disiplin diri dengan sistem pendidikan militer yang diadakan oleh Bank Muamalat Indonesia bekerja sama dengan Kopassus Angkatan Darat.

The officer candidates also participated in the Unleash Muamalat Spirit program, a behavioral, mental, and self-discipline development program with a military education system which was organized by Bank Muamalat Indonesia in cooperation with the Special Forces of the Army.

Kategori training internal ini dibagi menjadi 5 (lima) program, yaitu: a. Core Training Program yaitu training yang wajib diikuti oleh seluruh karyawan disemua level. b. Leadership & Management Program yaitu training soft skill yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan leadership dan manajerial karyawan. c. Bussiness Training Program yaitu training yang berkaitan dengan kegiatan bisnis perusahaan, seperti Funding dan Financing. d. Operation Program yaitu training yang berkaitan dengan bidang operasional perusahaan. e. Supporting Training Program yaitu training yang berkaitan dengan fungsi supporting dalam rangka memperlancar kegiatan bisnis di cabang yang meliputi bagian atau divisi.

There are 5 (five) different programs in the internal training category, namely: a. Core Training Program: mandatory training for all employees at all levels. b. Leadership & Management Program: soft skill training to improve leadership and managerial capabilities of employees. c. Business Training Program: business activityrelated training, sucj as Funding and Financing. d. Operation Program: training in areas of operations. e. Supporting Training Program: support functionrelated training in order to facilitate business activities at branches, comprising of sections and divisions.

Dari ke 5 (lima) kategori tersebut dibagi ke dalam 2 (dua) jenis training, yaitu sebagai berikut: a. Training internal yaitu training yang dilakukan secara inhouse oleh Muamalat Institute maupun diselenggarakan sendiri oleh PT Bank Muamalat Indonesia yang dikoordinir langsung oleh Human Capital. 1) Classical training yaitu kegiatan training yang dilakukan secara tatap muka langsung dalam suatu ruangan/kelas sebanyak 297 (dua ratus sembilan puluh tujuh) training. 2) E-Learning yaitu kegiatan training melalui media elektronik (internet dan intranet). Untuk beberapa program E-learning ini sudah terlaksana oleh Human Capital dan diimplementasikan dengan menggunakan media Muamalat Human Power (MHP) sebanyak 57 (lima puluh tujuh) training. Eksternal yaitu training yang b. Training penyelenggaranya bukan dari Muamalat Institute maupun yang dikoordinir langsung oleh Human Capital. Training eksternal ini biasanya dilakukan secara individu (tidak masal) sesuai dengan kebutuhan masing-masing karyawan dalam meningkatkan kompetensi dan telah dilakukan sebanyak 171 (seratus tujuh puluh satu) training.

The 5 (five) category are further grouped into 2 (two) types of training, as follow: a. Internal training, conducted in-house either by the Muamalat Institute or directly by Bank Muamalat Indonesia under the coordination of the Human Capital Division. 1) Classical training, referring to training activities conducted by face-to-face interaction in classrooms, with a total of 297 (two hundred ninety seven) training sessions. 2) E-Learning, referring to training activities via electronic media (internet and intranet). The E-Learning program was conducted by the Human Capital Division using the Muamalat Human Power (MHP) portal, with a total of 57 (fifty seven) training sessions. b. External training, conducted by external organizers other than the Muamalat Institute or those coordinated directly by the Human Capital Division. External training is mostly provided to individuals (non-mass training) according to the specific competences needs of the respective employees, with a total of 171 (one hundred seventy one) training sessions.

Training yang telah dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia selama tahun 2015, di antaranya sebagai berikut: a. Financing Management Training ; b. Front Liner Academy;

Throughout 2015, Bank Muamalat Indonesia has provided training programs in the following: a. Financing Management Training; b. Front Liner Academy;

Bank Muamalat 2015 Annual Report

97

Sumber Daya Insani Human Capital

c. Induction Training For Coordinator of Financing; d. Basic Sharia Banking; e. Training MODP Technology Relation, MODP Retail Collection dan MODP Audit; f. Manager Leader Training; g. Banking Operation; h. Basic Treasury Operation; i. Service Excellent Training; j. Legal and Investigation Training.

c. Induction Training for Coordinator of Financing; d. Basic Sharia Banking; e. Training MODP Technology Relation, MODP Retail Collection and MODP Audit; f. Manager Leader Training; g. Banking Operation; h. Basic Treasury Operation; i. Service Excellent Training; j. Legal and Investigation Training.

Dengan program Pendidikan ini, setiap pegawai baru akan memiliki kompetensi, keahlian dan sikap yang lebih mumpuni untuk menghadapi tantangan kerja di BMI. Dalam jangka yang lebih panjang, program ini mendukung kemajuan jenjang karir pegawai dan memperdalam keahliannya masing-masing.

With this training program, each new recruit will be adequately equipped with the competences, skills and attitude needed to deal with the challenges of working at Bank Muamalat Indonesia. In the longer term, this program provides opportunities for employees in career advancement as well as skill development.

Selain pelatihan formal, Bank Muamalat Indonesia juga berupaya meningkatkan kualitas SDI dengan mendorong budaya sharing knowledge melalui program aktivitas “Kelas-kelas Berbagi”. Dengan filosofi bahwa semua karyawan adalah guru dan setiap ruang adalah kelas belajar. Kelas-kelas Berbagi diharapkan dapat memotivasi karyawan untuk berbagi pengetahuan maupun kisah-kisah inspiratif.

In addition to formal training, Bank Muamalat Indonesia also seeks to improve the quality of Human Capital by promoting a culture of knowledge sharing through the “Sharing Classes” activity program. With the philosophy that all employees are teachers and each room is a learning Classroom. Sharing Classes is expected to motivate employees to share knowledge and inspiring stories.

4. Dukungan Teknologi

Since 2011, Bank Muamalat Indonesia has operated the Human Capital Information System device called Muamalat Human Power (MHP) in order to improve the quality of personnel administration processes, the implementation of e-Learning, and dissemination of various new rules /procedures in Bank Muamalat Indonesia.

Pengembangan fitur dan kapabilitas perangkat MHP pada tahun 2015 antara lain adalah kemampuan untuk melakukan akses melalui pop up email di smart phone karyawan untuk proses-proses administrasi kepegawaian.

The development of features and capabilities of the MHP device in 2015 include the ability to access through a pop up email in the smart phone of employees for personnel administration processes.

5. Penilaian Kinerja Karyawan Bank Muamalat Indonesia telah mengembangkan konsep Sistem Penilaian Kinerja (Performance Management System/PMS) dengan pendekatan balanced scorecard. Dalam PMS, kinerja karyawan dinilai berdasarkan kriteria pencapaian hasil kerja (Key Performance Indicator/KPI) maupun aspek penguasaan kompetensi. Terdapat enam kompetensi utama yang dinilai dan diterjemahkan dari core value Bank Muamalat Indonesia, yaitu Islami, Modern dan Professional. Keenam kompetensi itu adalah integrity/ ethics, teamwork, inovative, customer service, self improvement, accountability.

98

4. Support of Technology

Sejak tahun 2011 Bank Muamalat Indonesia telah mengoperasikan perangkat Human Capital Information System yang dinamakan Muamalat Human Power (MHP) guna meningkatkan kualitas proses-proses administrasi kepegawaian, pelaksanaan e-Learning, maupun sosialisasi berbagai ketentuan/prosedur baru di Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

5. Employee Performance Assessment Bank Muamalat Indonesia has developed the Performance Management System (PMS) concept with a balanced scorecard approach. In PMS, employee performance is assessed based on the criteria of work achievement (Key Performance Indicator/ KPI) as well as aspects of the mastery of competencies. There are six key competencies that are assessed and translated from the core values of Bank Muamalat Indonesia, namely Islamic, Modern, and Professional. The six competencies are integrity/ethics, teamwork, innovative, customer service, self improvement, accountability.)

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Penetapan sasaran KPI dan kompetensi dilakukan pada awal tahun secara berjenjang dari tingkat Direksi sampai tiap-tiap individu karyawan, dan hasilnya dinilai pada akhir tahun. Penilaian ini akan menjadi dasar untuk, antara lain, kenaikan gaji, pemberian reward/bonus, promosi dan pengembangan jenjang karir, kebutuhan pendidikan dan pelatihan, dan lainlain.

The determination of KPI and competence targets is conducted a tthe beginning of the year in a hierarchical manner from the Board of Directors to each individual employees, and the results will be assessed at the end of the year. The assessment will be the basis for, among other things, salary increases, provision of reward/ bonus, promotion and career development, education and training needs, and others.

Dalam pelaksanaannya, PMS melibatkan sebuah proses pemantauan (tracking and review) berkala. Di pertengahan tahun, proses tersebut dapat memberikan indikasi mengenai seberapa jauh kemajuan pencapaian target-target yang ditetapkan. Apabila dipandang perlu, karyawan yang bersangkutan kemudian dapat dibekali dengan pelatihan, pendampingan atau bentuk dukungan lain yang dibutuhkan untuk memastikan tercapainya target di akhir tahun.

In practice, the PMS involves a process of periodical monitoring (tracking and review). At mid-year, the process may give an indication on the progress of the set targets. If necessary, the concerned employee will then be provided with training, mentoring or other forms of support required to ensure the achievement of the target at the end of the year.

6. Kesejahteraan Karyawan

6. Employee Welfare

Sesuai dengan peraturan, Bank Muamalat Indonesia telah mengikutkan seluruh karyawannya dalam program BPJS Kesehatan.

In accordance with the regulations, Bank Muamalat Indonesia has included all its employees in the BPJS Health program.

Selain itu, pada tahun 2015 Bank Muamalat Indonesia telah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan asuransi kesehatan terkemuka untuk memberikan manfaat pelayanan rawat-jalan dan rawat-inap bagi para karyawan dan anggota keluarga karyawan. Upaya-upaya peningkatan kesejahteraan karyawan seperti ini diharapkan pada akhirnya dapat berdampak pada peningkatan produktivitas kerja.

In addition, in 2015 the Bank Muamalat Indonesia has established cooperation with one of the leading health insurance company to provide outpatient and inpatient benefits for employees and family members of employees. Efforts to improve the welfare of employees are expected to eventually have an impact on the improvement of work productivity.

7. Komunikasi dengan Karyawan

7. Communication with Employee

Komunikasi dua-arah yang efektif antara manajemen dan karyawan merupakan salah satu faktor yang penting untuk meningkatkan rasa keterlibatan karyawan (employee engagement) terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

Effective two-way communication between the management and its employees is one of the most essential factor to improve the sense of involvement of employees (employee engagement) with the company where he/she works.

Bank Muamalat Indonesia menggunakan beragam media informasi berupa email blast, pop up message di layar komputer, maupun melalui portal MHP, untuk mengkomunikasikan perkembangan bank, pencapaian-pencapaian strategis, serta berbagai informasi lain yang terkait dengan kepentingan karyawan Bank Muamalat Indonesia. Di lain pihak, karyawan Bank Muamalat Indonesia didorong untuk memberikan masukan-masukan kepada manajemen terkait usulan perbaikan proses, ide-ide peningkatan produk dan layanan, serta lain sebagainya, melalui program My Suggestion yang dapat di input melalui portal MHP.

Bank Muamalat Indonesia uses various information media such as email blasts, pop-up message on the computer screen, or through the MHP portal, to communicate the bank’s development, strategic accomplishments, as well as a variety of other information relating to the interests of the employees of Bank Muamalat Indonesia. On the other hand, employees of Bank Muamalat Indonesia are encouraged to provide input to the management associated with improvement process suggestions, products and services improvement ideas, and so forth, through the My Suggestion program which can be input via the MHP portal.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

99

Sumber Daya Insani Human Capital

Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia juga mulai menyelenggarakan acara CEO Town Hall, dimana Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia mengkomunikasikan perkembangan dan arah bisnis Bank Muamalat Indonesia kepada jajaran manajemen di tingkat Division Head, Area Manager dan Department Head.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia also began organizing the CEO Town Hall event, where the President Director of Bank Muamalat Indonesia communicate the business progress and direction of Bank Muamalat Indonesia to the management board at the Division Head, Area Manager and Department Head level.

Direktorat Human Capital Bank Muamalat Indonesia juga mengelola publikasi HCNews yang terbit sekali seminggu dan Buletin Learning yang terbit sebulan sekali, yang memuat informasi terkini tentang kegiatan employee learning maupun kegiatan SDI lainnya secara umum.

The Directorate of Human Capital of Bank Muamalat Indonesia also manages the publications of HC News which is published once a week and the Learning Bulletin, which is published once a month, containing the latest information on employee learning activities as well as other Human Capital activities in general.

Selain itu, untuk lebih mempererat hubungan antar karyawan, termasuk dengan pihak manajemen, di luar pekerjaan sehari-hari, Bank Muamalat Indonesia memiliki Muamalat Club, sebagai wadah penyelenggaraan berbagai macam kegiatan yang melibatkan karyawan dan anggota keluarga karyawan dalam acara-acara olah raga, kesenian, gaya hidup, dan lain-lain.

In addition, to further strengthen the relationship amongst the employees, including with the management, outside of the daily work, Bank Muamalat Indonesia has the Club Muamalat, as a container to organize a variety of activities involving employees and employee family members in sports, arts, lifestyle, and other events.

Selama tahun 2015, perusahaan melalui Muamalat Club telah melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan. Antara lain: a. Pertandingan Futsal antar Divisi dan Area Jakarta sebagai salah satu rangkaian MILAD Bank Muamalat Indonesia ke-23. b. Kegiatan Ramadhan 1436 H dengan mengusung tema ”Ramadhan Penuh Cahaya”. Aktivitas yang dilaksanakan meliputi 3 (tiga) kategori, yaitu: lomba, kajian Islam, dan aktivitas sosial. Di antaranya adalah: Quiz Ramadhan, Cerdas Cermat, Kultum, Fotografi, Kuliah Dhuha, dan Ta’jil on the Road. c. Aktif berpartisipasi dalam kompetisi antar Institusi Syariah yang diselenggarakan oleh Karim Consulting pada bulan Agustus 2015. Di kesempatan ini Bank Muamalat Indonesia meraih Juara I Bulutangkis Beregu dan Juara I Teller Competition. d. Menyelenggarakan Pertandingan Persahabatan dengan karyawan Bank Muamalat Malaysia Berhard (BMMB) pada bulan Agustus 2015 di Jakarta.

During 2015, the company through the Muamalat club has carried out various activities involving employees. Among others: a. Futsal match between Division and Jakarta Area as one of the series in the 23rd Anniversary of Bank Muamalat Indonesia. b. Ramadhan 1436 H activities themed ”Ramadhan Full of Lights”. Activities undertaken include: competition, Islamic studies, and social activities. Among others: Ramadhan Quiz, Cerdas Cermat Quiz, Kultum, Photography, Dhuha Lecture, and Ta’jil on the Road. c. Actively participates in competition between Sharia Institutions organized by Karim Consulting in August 2015. in this occasion, Bank Muamalat Indonesia won the Badminton Team Champion and Champion of Teller Competition. d. Organized Friendly Matches with Bank Muamalat Malaysia Berhard (BMMB) in August 2015 in Jakarta.

8. Hubungan Industrial Penyelesaian masalah-masalah hubungan industrial di Bank Muamalat Indonesia selama ini telah dilaksanakan dengan berlandaskan pada prinsip kesetaraan, kewajaran, rasa keadilan serta nilai-nilai kemanusiaan. Prinsip-prinsip tersebut diwujudkan dalam suatu Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau yang disebut sebagai Ittifaq Muamalat. Dokumen Ittifaq

100

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Industrial Relations Settlement of industrial relations issues in Bank Muamalat Indonesia has been implemented based on the principles of equality, fairness, sense of justice, as well as human values. The principles are embodied in the Collective Labour Agreement (CLA) or called Ittifaq Muamalat. The Ittifaq Muamalat document is agreed between the management and the employees who

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Muamalat disepakati bersama antara manajemen dan pihak karyawan yang diwakili oleh Serikat Pejuang Bank Muamalat Indonesia (Serikat Pekerja).

are represented by Worker Union of Bank Muamalat Indonesia.

Pada tahun 2015, manajemen dan Serikat Pejuang Bank Muamalat Indonesia telah menyepakati perubahanperubahan terakhir pada dokumen Ittifaq Muamalat, yang berlaku untuk periode dua tahun sampai tahun 2017. Sesuai dengan Ittifaq Muamalat periode 20152017 antara Bank Muamalat Indonesia dengan Serikat Pejuang Muamalat (SPM) yang berisi kesepakatan yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap pemangku jabatan dan karyawan Bank Muamalat Indonesia.

In 2015, the management and the Worker Union of Bank Muamalat Indonesia have agreed to the final changes to the Ittifaq Muamalat document, which is valid for a period of two years up to 2017. In accordance with the Ittifaq Muamalat of the 2015-2017 period between Bank Muamalat Indonesia and Serikat Pejuang Muamalat (SPM) containing agreements which must be accounted by each stakeholder and employee of Bank Muamalat Indonesia.

9. Program Kerja 2016 Direktorat Human Capital Bank Muamalat Indonesia telah menetapkan sejumlah program kerja strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2016, sebagai berikut: 1. Mengurangi kesenjangan keterampilan karyawan (skills gap), khususnya keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas pembiayaan, dalam rangka mempercepat proses pembiayaan serta meningkatkan produktivitas karyawan pembiayaan. Program-programnya antara lain adalah melalui pelatihan di bidang Financing Skill, Risk Management, dan Selling Skill. 2. Meningkatkan kualitas kepemimpinan (leadership quality) para manajer lini agar mampu memotivasi dan mengelola karyawan dengan lebih baik menuju peningkatan kinerja dan produktivitas. Untuk itu, Direktorat HC akan mengintensifkan pelaksanaan program-program pelatihan kepemimpinan yang selama ini sudah berjalan, mengembangkan perangkat standar untuk perfomance management tracking and review dan retention program. 3. Pendefinisian value secara lebih detail dalam bentuk contoh perilaku yang operasional. Menyesuaikan program-program HC dengan menggunakan value sebagai dasarnya (contoh dalam rekrutmen, performance management, dan lain-lain). Termasuk dalam di dalamnya sosialisasi dan engagement program untuk meyakinkan bahwa values attuntment terjadi. 4. Mendukung program cost effectiveness dalam bentuk membantu bisnis dalam streamlining process dan kebijakan-kebijakan HC yang meningkatkan efektivitas penggunakan biaya perusahaan. 5. Perbaikan infrastruktur SDI seperti job description, job evaluation, employee competency profiling, dan Perfomance Management System.

g. 2016 Work Program Human Capital Directorate of Bank Muamalat Indonesia has established a number of strategic work programs which will be implemented in 2016, as follows: 1. Reducing employee skill gaps, particularly skills related to financing activities, to accelerate the financing process as well as to increase productivity of financing employees. The programs include trainings in the field of Financing Skill, Risk Management, and Selling Skill. 2. Improving leadership quality of line managers to be able to motivate and manage employees better towards increased performance and productivity. To that end, the Human Capital Directorate will intensify the implementation of leadership training programs which have been running, as well as developing standard device for performance management tracking and review. 3. Defining value in a more detailed manner in the form of operational behavior example. Customizing HC programs using the values as the basis (for example in recruitment, performance management, and others). Including the socialization and engagement program to ensure values attuntment have occured. 4. Supporting the cost effectiveness program by assisting in the streamlining of business processes and Human Capital policies which improve the effectiveness of the company’s cost utilization. 5. Improvement on the Human Capital infrastructures such as job description, job evaluation, employee competency profiling, and Performance Management System.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

101

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Jaringan, Operasional dan Kualitas Layanan NETWORK, OPERATION AND SERVICE QUALITY Bank Muamalat Indonesia mengelola sumber daya dan aset secara efektif untuk mendukung aktivitas bisnis dengan mengedepankan kualitas pelayanan yang prima kepada nasabah.

Bank Muamalat Indonesia manages resources and assets effectively to support business activities by promoting excellent service quality to the customers.

102

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Jaringan Distribusi

Distribution Network

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Bank Muamalat Indonesia telah melakukan ekspansi jaringan distribusi berupa kantor cabang maupun ATM secara cukup agresif. Dalam periode antara tahun 2009 sampai dengan 2014, misalnya, jumlah kantor cabang Bank Muamalat Indonesia meningkat dari 286 cabang menjadi 457 cabang, sementara jumlah ATM meningkat jauh lebih pesat lagi dari 22 unit menjadi 1.958 unit pada akhir tahun 2014.

In recent years, Bank Muamalat Indonesia has expanded its distribution network in the form of branches and ATMs quite aggressively. In the period between 2009 and 2014, for example, the number of branch offices of Bank Muamalat Indonesia increased from 286 branch offices to 457 branch offices, while the number of ATMs increased much more rapidly from 22 units to 1,958 units by the end of 2014.

Pada tahun 2015 Bank Muamalat Indonesia lebih berkonsentrasi pada optimalisasi jaringan distribusi fisik yang telah ada agar mampu memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada nasabah dan sekaligus lebih efisien dari segi biaya.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia emphasized more on the optimization of the existing physical distribution network in order to provide better quality services to customers and also more efficient in terms of cost.

Seiring kebijakan optimalisasi jaringan distribusi tersebut, aktivitas operasional di sejumlah kantor cabang pembantu telah dialihkan ke kantor cabang utama terdekat. Akibatnya, jumlah kantor cabang Bank Muamalat Indonesia berkurang dari 457 outlet di akhir tahun 2014 menjadi 446 outlet di akhir tahun 2015. Langkah ini berdampak pada efisiensi biaya operasional, tanpa mengganggu transaksi dan dana simpanan nasabah di Bank Muamalat Indonesia di outletoutlet yang ditutup tersebut.

In line with the distribution network optimization policy, operational activities in a number of branch offices have been transferred to the nearest main branch office. As a result, the number of branch offices of of Bank Muamalat Indonesia was reduced from 457 outlets at the end of 2014 to 446 outlets at the end of 2015. This contributed to operational cost efficiencies, without disrupting customer transactions and deposits in Bank Muamalat Indonesia in the closed outlets.

Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 juga melakukan relokasi 5 kantor cabang utama, 12 kantor cabang pembantu serta 3 kantor kas dalam rangka memperbaiki tingkat produktivitas outlet-outlet tersebut.

In 2015 Bank Muamalat Indonesia also relocated 5 main branch offices, 12 sub-branch offices and 3 cash offices to improve the productivity of those outlets.

Perkembangan yang sama terlihat juga pada jaringan ATM Muamalat maupun outlet Mobile Branch Muamalat (MBM). Apabila pada tahun 2014 Bank Muamalat Indonesia menambah 475 unit ATM baru, jumlah total ATM Muamalat bertambah dengan hanya 40 unit mencapai 1.998 unit pada akhir tahun 2015. Pada saat yang sama, sejumlah 36 unit ATM Muamalat telah dipindahkan ke lokasi yang lebih strategis.

A similar development is also seen in the ATM Muamalat network and Mobile Branch Muamalat (MBM) outlets. In which Bank Muamalat Indonesia added 475 new ATMs in 2014, the total addition of ATM Muamalat increased by only 40 units, reaching 1,998 units by the end of 2015. At the same time, 36 ATM Muamalat has been moved to more strategic locations.

Sementara itu, jumlah outlet MBM dipertahankan sebanyak 103 unit sampai dengan akhir tahun 2015, tanpa adanya penambahan unit baru. Perkembangan ini juga lebih didasarkan pada pertimbangan aspek efisiensi biaya di tengah kondisi bisnis yang ketat pada tahun 2015.

Meanwhile, the number of MBM outlets is maintained at 103 units until the end of 2015, without the addition of new units. This development is also based on considerations of the cost efficiency aspects in the middle of a tight business conditions in 2015.

Namun, lebih dari sekedar pertimbangan aspek efisiensi biaya, kebijakan non-ekspansif dalam pengembangan jaringan distribusi fisik di tahun 2015 sesungguhnya juga mencerminkan awal dari langkah strategis Bank Muamalat

However, more than just considering the aspect of cost efficiency, non-expansive policies in the development of physical distribution network in 2015 actually also reflects the beginning of a strategic step of Bank Muamalat

Bank Muamalat 2015 Annual Report

103

Jaringan, Operasional dan Kualitas Layanan Network, Operation and Service Quality

Indonesia dalam pengembangan kapabilitas digital banking. Seiring dengan makin akrabnya penggunaan perangkat mobile sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat dan konsumen perbankan di Indonesia, Bank Muamalat Indonesia akan lebih fokus pada penguasaan dan pengembangan platform mobile digital banking sebagai sarana akses nasabah di masa depan.

Indonesia in the development of digital banking capabilities. Along with the familiar use of mobile devices as a part of people’s lifestyles and consumer banking in Indonesia, Bank Muamalat Indonesia will focus on the acquisition and development of digital mobile banking platform as a means of access to customers in the future.

Untuk itu, Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 melakukan sejumlah peningkatan yang fundamental pada layanan Muamalat Mobile Banking (MMB). Layanan MMB telah dikemas-ulang dan dilengkapi dengan berbagai fitur dan kapabilitas baru, dan rencananya akan diluncurkanulang di awal tahun 2016.

To that end, in 2015 Bank Muamalat Indonesia performed a number of fundamental improvements to the Muamalat Mobile Banking (MMB) services. MMB Service has been re-packaged and comes with many new features and capabilities, and will be re-launched in early 2016.

Operasional

Operations

Memiliki infrastuktur jaringan distribusi dengan 446 kantor cabang, 1.998 unit ATM dan 103 outlet MBM merupakan salah satu keunggulan dan modal bagi Bank Muamalat Indonesia dalam menumbuhkan bisnis dan memenangkan persaingan, tidak saja dengan sesama bank syariah namun juga dengan bank-bank konvensional.

Having a distribution network infrastructures with 446 branch offices, 1,998 ATMs, and 103 MBM outlets is one of the advantage and capital for Bank Muamalat Indonesia in growing the business and win the competition, not just with fellow Sharia banks but also with conventional banks.

Di lain pihak, pengoperasian infrastruktur tersebut tentunya juga berdampak pada besaran biaya operasional, potensi timbulnya risiko operasional, maupun efektivitas proses kontrol atau pengawasan. Oleh karenanya, dalam beberapa tahun terakhir ini Bank Muamalat Indonesia telah melakukan langkah-langkah sentralisasi dan otomasi operasional, dengan secara bertahap melakukan pemindahan proses pekerjaan ataupun tingkat otorisasi, dari cabang ke kantor wilayah ataupun kantor pusat. Pada saat bersamaan, dilakukan juga otomasi sejumlah proses kerja yang dapat dilakukan secara sistem, menggantikan cara kerja secara manual.

On the other hand, the operation of the infrastructure also has an impact on the amount of operating costs, the potential for operational risk, as well as the effectiveness of control or supervision process. Therefore, in the last few years the Bank Muamalat Indonesia has taken operational centralization and automation steps, with a gradual transfer of work process or authorization level, from branches to regional offices or head office. At the same time, a number of work automations have been performed by system, replacing the manual method.

Pada tahun 2015, sentralisasi operasional telah dilakukan pada sejumlah proses transaksi ataupun fungsi, antara lain untuk proses pembukuan transaksi inventaris kantor, biaya dibayar dimuka dan pembayaran kepada pihak ketiga. Proses-proses untuk berbagai jenis transaksi Trade Finance maupun Remittance valuta asing juga disentralisasi, termasuk dengan pembentukan fasilitas Bills Processing Center BPC sebagai konter atau outlet pelayanan terpusat bagi nasabah Trade Finance.

In 2015, operational centralization has been implemented on a number of the transaction processes or functions, among others, for the bookkeeping process of office inventory, advanced payments, and payments to third parties. The processes for different types of Trade Finance and foreign exchange Remittance transactions have also be centralized, including the establishment of the Bills Processing Center (BPC) facility as a centralized counter or service outlets for Trade Finance customers.

Demikian juga dengan fasilitas Muamalat Consumer Center (MCC) yang selama ini berfungsi sebagai pusat pemrosesan transaksi pembiayaan consumer/retail seperti pemilikan rumah (KPR iB) Bank Muamalat Indonesia. Melalui inisiatif sentralisasi sales atau penjualan, MCC akan lebih berfungsi sebagai sarana akuisisi nasabah dalam memasarkan produk-produk ritel Bank Muamalat Indonesia, dan akan disebut sebagai Muamalat Retail Center.

Similarly, the Muamalat Consumer Center (MCC) facility which serves as a consumer/ retail financing transaction processing center such as mortgage (KPR iB) Bank Muamalat Indonesia. Through the centralization of sales initiatives, MCC will function more as a means of customer acquisition in marketing retail products of Bank Muamalat Indonesia, and will be referred to as Muamalat Retail Center.

104

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Upaya sentralisasi dan otomasi operasional selama ini tentunya bertumpu pada pemanfaatan kapabilitas Teknologi Informasi (TI) sebagai enabler. Salah satunya adalah penerapan aplikasi Digital Document Management (DDM) yang telah dimulai oleh Bank Muamalat Indonesia sejak akhir tahun 2014 dan berlanjut secara bertahap ke berbagai proses-proses kerja sepanjang tahun 2015.

The current operations centralization and automation efforts undoubtedly relies on the utilization capabilities of Information Technology (IT) as an enabler. One is the application of the Digital Document Management (DDM) application, which has been initiated by Bank Muamalat Indonesia since the end of 2014 and continuing gradually to various work processes throughout 2015.

Penerapan TI juga membuka jalan untuk tidak sekedar memindahkan suatu proses bisnis dari cabang ke pusat, namun untuk melakukan rekayasa-ulang pada prosesproses bisnis itu sendiri. Langkah rekayasa-ulang menyangkut upaya-upaya untuk mengeliminasi proses yang tidak perlu ataupun tumpang-tindih, melakukan standardisasi proses, menyederhanakan proses, ataupun mengotomasi proses.

The application of IT is also paving the way for not just moving a business process from the branch to the center, but to re-engineer the business processes themselves. The reengineering steps involves efforts to eliminate unnecessary or overlapping processes, perform process standardization, streamline the processes, or automate the process.

Hasil akhir yang diharapkan adalah tercapainya perbaikan yang signifikan baik dari sisi efisiensi biaya maupun kualitas keluaran proses, yang pada akhirnya akan bermuara pada kepuasan nasabah Bank Muamalat Indonesia. Hal ini sesuai dengan service value proposition Bank Muamalat Indonesia yaitu “Easy, Simple & Speed”, dimana semua proses yang melibatkan interaksi dengan nasabah harus mudah dijalankan, tidak berbelit-belit serta cepat dapat diselesaikan.

The expected final result is to achieve a significant improvement both in terms of cost efficiency as well as the output quality of the process, which will ultimately lead to the satisfaction of customers of Bank Muamalat Indonesia. This is in accordance with the service value proposition of Bank Muamalat Indonesia, namely “Easy, Simple & Speed”, where all processes that involve interaction with customers should be easy to be performed, straightforward and can be completed quickly.

Kualitas Pelayanan

Service Quality

Bank Muamalat Indonesia terus memposisikan diri agar dikenang di benak nasabah dan konsumen perbankan sebagai bank yang ‘Islami, Modern dan Profesional’, dengan service value proposition ‘Easy, Simple & Speed’. Dalam hal ini, pengalaman yang positif saat nasabah berinteraksi dengan Bank Muamalat Indonesia di berbagai titik persinggungan dengan nasabah (customer touch point) merupakan salah satu penentu tingkat apresiasi nasabah terhadap Bank Muamalat Indonesia secara keseluruhan.

Bank Muamalat Indonesia must position itself in order to be remembered in the minds of banking consumers as an ‘Islamic, Modern and Professional’ bank, with ‘Easy, Simple & Speed’ service value proposition. In this case, a positive experience when the customers interact with Bank Muamalat Indonesia at various customer’s points of contact (customer touch point) is one determinant of the level of customer appreciation to Bank Muamalat Indonesia as a whole.

Untuk itu, Bank Muamalat Indonesia terus berupaya untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas pelayanan secara berkesinambungan, khususnya saat nasabah berinteraksi dengan personil front liner di kantor-kantor pelayanan Bank Muamalat Indonesia. Disini, kualitas pelayanan terutama akan ditentukan oleh seberapa baik personil front liner Bank Muamalat Indonesia dapat melakukan tugasnya secara profesional dan kompeten.

To that end, Bank Muamalat Indonesia continues to strive to maintain and improve the quality of services on an ongoing basis, particularly when customers interact with front liner personnels at service offices of Bank Muamalat Indonesia. At his point, the quality of services will primarily be determined by how well the front liner personnels of Bank Muamalat Indonesia can perform their duties professionally and competently.

Untuk personil front liner, Bank Muamalat Indonesia memiliki struktur pelatihan karyawan berupa Front Liner Academy (FLA), dimana personil Teller, Customer Service dan Satuan Pengamanan dapat memperoleh pelatihan terkait pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masingmasing. Pada tahun 2015, tercatat telah diselenggarakan sebanyak 9 angkatan pelatihan di FLA. Selain melalui FLA, peningkatan kompetensi front liner juga diupayakan

For the frontliner personnels, Bank Muamalat Indonesia has an employee training structure in the form of Front Liner Academy (FLA), where Teller, Customer Service, and Security Unit personnels can receive trainings related to the implementation of their respective duties and responsibilities. In 2015, 9 training batches have been carried out in the FLA. In addition to the FLA, improving the competence of front liner is also pursued through coaching

Bank Muamalat 2015 Annual Report

105

Jaringan, Operasional dan Kualitas Layanan Network, Operation and Service Quality

melalui aktivitas coaching dan briefing oleh atasan langsung personil front liner di kantor cabang.

and briefings activities by the direct supervisor of the front liner personnel at the branch office.

Selain kompetensi personil front liner terkait dengan penguasaan keterampilan dan pengetahuan personil, standar layanan yang diberikan juga berpengaruh pada pengalaman interaksi nasabah. Hal ini berlaku pada berbagai aspek pelayanan yang sangat bervariasi, mulai dari bagaimana cara seorang front liner memberi salam kepada nasabah, sampai pada seberapa lama seorang nasabah harus menunggu untuk selesainya sebuah proses tertentu, atau yang biasa dikenal dengan Service Level Agreement (SLA).

In addition to the competence of the front liner personnels associated with the acquisition of personnels’ skills and knowledge, standards of services provided also affects the customer interaction experience. This applies to various aspects of services that is highly variable, ranging from how a front liner greets a customer, up to how long a customer must wait for the completion of a particular process, or commonly known as the Service Level Agreement (SLA).

Guna memastikan penerapan standar layanan yang telah ditentukan, Bank Muamalat Indonesia menggunakan jasa konsultan pihak ketiga untuk melakukan survei dan pengukuran tingkat pelayanan secara independen. Hasil dari survei yang dilakukan secara berkala tersebut menjadi dasar untuk melakukan upaya perbaikan pelayanan secara terus-menerus.

In order to ensure the application of the established standard of services, Bank Muamalat Indonesia uses the services of a third party consultant to conduct a survey and measurement of service levels independently. Results from the survey which is conducted on a regular basis become the basis for continuous service improvement.

Dari sisi internal, peningkatan kualitas pelayanan juga diupayakan melalui program Service Champion untuk memotivasi kinerja terbaik karyawan dalam aspek pelayanan. Setiap tahun, program Service Champion memilih dan memberikan penghargaan khusus bagi personil teller, customer service, satuan pengamanan, agen SalaMuamalat call center, pengemudi, dan office boy atas prestasi dan kinerjanya dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

Internally, improvement of service quality is also pursued through the Service Champion program to motivate the best employee performance in the aspect of services. Each year, the Service Champion program selects and gives special recognition for personnel tellers, customer service, security units, SalaMuamalat call center agents, drivers, and office boy for their accomplishments and performance in providing the best service.

Terkait dengan kinerja kualitas pelayanan di Bank Muamalat Indonesia, pada tahun 2015 Bank Muamalat Indonesia antara lain tercatat memperoleh sejumlah penghargaan, yaitu Excellent Performance in Delivering Positive Customer Experience Based on Experience Audit ESEI 2015 for Sharia Banking Category dari Excellent Service Experience Award, Category Sharia Banking for Achieving Exceptional Service Performance dari Contact Center Service Excellence Award, The Best Champion of Jabodetabek WOW Service Excellence Award Islamic Banking Category dari MarkPlus WOW Service Excellence Award dan 2nd Best Overall Performance dari Infobank Banking Service Excellence.

In relation to the performance of service quality at the Bank Muamalat Indonesia, in 2015, Bank Muamalat Indonesia obtained a number of awards, namely Excellent Performance in Delivering Positive Customer Experience Based on Experience Audit ESEI in 2015 for Sharia Banking Category from the Excellent Service Experience Award event, Category Sharia Banking for Achieving Exceptional Service Performance from the Contact Center Service Excellence Award event, The Best Champion of Jabodetabek WOW Service Excellence Award Islamic Banking Category from the MarkPlus WOW Service Excellence Award event, and the 2nd Best Overall Performance from the Infobank Banking Service Excellence event.

Program Kerja 2016

2016 Work Program

Mengantisipasi kondisi lingkungan usaha di tahun 2016 yang diperkirakan masih akan penuh tantangan, Bank Muamalat Indonesia telah mencanangkan strategi Operating Excellence dan Optimal Efficiency sebagai salah satu fokus strategis di tahun tersebut. Seluruh aktivitas operasional harus dilakukan secara efektif dalam memberikan nilai tambah bagi bisnis Bank Muamalat Indonesia dan sekaligus efisien dari segi biaya, tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang harus dipertahankan tetap prima.

Anticipating the 2016 business climate which is expected to remain challenging, Bank Muamalat Indonesia has launched the Operating Excellence and Optimal Efficiency strategy as a strategic focus for the year. All operational activities should be carried out effectively in providing added value to the business of Bank Muamalat Indonesia and efficient in terms of cost at the same time, without compromising the quality of service that must be maintained to remain excellent.

106

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Langkah rekayasa-ulang proses-proses bisnis akan berlanjut di tahun 2016 dengan lebih intensif dan komprehensif. Disini, penggunaan Teknologi Informasi akan ditingkatkan dan terus dioptimalkan untuk memungkinkan perampingan operasional melalui otomasi maupun sentralisasi proses, termasuk kapabilitas StraightThrough Processing pada proses-proses transaksi.

Re-engineering steps of business processes will continue in a more intensive and compprehensive manner in 2016. At this point, the use of Information Technology will be enhanced and continue to be optimized to enable operations streamlining through process automation and centralization, including Straight-Through Processing capabilities in transaction processes.

Aset jaringan kantor cabang dan ATM Bank Muamalat Indonesia yang telah ada akan lebih dioptimalkan dampaknya terhadap bisnis Bank Muamalat Indonesia, baik dari sisi penempatan atau lokasi maupun fungsi serta alokasi sumber daya, agar lebih efektif sesuai dengan segmen pasar dan target bisnis yang ditetapkan.

The existing assets of branches network and ATM of Bank Muamalat Indonesia will have more optimized business impact to business operations of Bank Muamalat Indonesia, both in terms of placement or location and function as well as the allocation of resources, to be more effective in accordance with the established market segment and business targets.

Sementara itu, dinamika yang berlangsung dalam industri pelayanan maupun ketatnya persaingan antar bank menuntut Bank Muamalat Indonesia untuk menjaga dan terus meningkatkan standar layanannya kepada nasabah. Untuk itu, Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2016 antara lain akan melakukan program: • Ekstensifikasi Digital Banking • Implementasi OCR/ICR untuk optimalisasi proses secara otomatis dan STP • Organization Development (OD) • Continues Business Process Re-engineering • Optimization of branch and ATM productivity.

Meanwhile, the dynamics that take place in the services industry as well as intense competition among banks requires Bank Muamalat Indonesia to maintain and continue to improve the standard of services to its customers. Therefore, in 2016, Bank Muamalat Indonesia will perform the following programs: • Extensification of Digital Banking • Implementation of OCR/ICR to optimize automation and STP processes • Organization Development (OD) • Continues Business Process Re-engineering • Optimization of branch and ATM productivity.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

107

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Teknologi Informasi INFORMATION TECHNOLOGY

Bank Muamalat Indonesia memasuki era digital banking dengan dukungan teknologi untuk menghadirkan berbagai produk dan layanan perbankan dan keuangan dengan service proposition Easy, Simple and Speed.

Bank Muamalat Indonesia is entering the digital banking era with the support of technology to deliver a wide range of banking products and services and financing with Easy, Simple and Speed service proposition.

108

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia melakukan penyelarasan dan penajaman fokus pada IT Strategy Bank Muamalat Indonesia yang telah disusun di awal tahun 2014. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan dengan tren yang semakin berkembang di industri perbankan nasional maupun dengan arah kebijakan strategis manajemen Bank Muamalat Indonesia sendiri, terkait dengan peran Teknologi Informasi (TI) dalam perbankan.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia perform alignment and focus emphasis on the IT Strategy of Bank Muamalat Indonesia which have been prepared in early 2014. This was conducted in order to adjust to the growing trend in the national banking industry and with the strategic policy direction of Bank Muamalat Indonesia management itself, associated with the role of Information Technology (IT) in the banking system.

TI kini semakin berperan sebagai enabler bagi bisnis, dan bukan lagi sekedar sebagai sebuah fungsi pendukung. Kemajuan dalam TI, misalnya, telah memungkinkan apa yang disebut digitalisasi dokumen untuk digunakan pada proses otorisasi secara remote/jarak jauh. Kemampuan ini pada gilirannya telah memungkinkan delivery produk, misalnya pembiayaan KPR, dengan lebih cepat dan lebih efisien.

Currently, IT has more roles as an enabler for the business, and no longer just a supporting function. Advances in IT, for example, has allowed the so-called document digitizing to be used in the authorization process remotely. Consequently, this capability has enabled the delivery of products, such as mortgage financing, faster and more efficient.

Lebih jauh, kapabilitas teknologi digital kini juga memungkinkan pengembangan produk yang sama sekali baru, seperti misalnya produk uang elektronik. Produkproduk semacam ini pada gilirannya akan membuka ceruk pasar dan peluang baru bagi perbankan.

Furthermore, the capabilities of digital technology has also allowed the development of entirely new products, such as electronic money products. Such products will open up a niche market and new opportunities for banks.

Bank Muamalat Indonesia telah menetapkan roadmap Metamorfosa Muamalat menuju pencapaian visi jangka panjang menjadi “Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”. Rencana pengembangan TI di Bank Muamalat Indonesia kemudian telah disesuaikan dengan tahapan-tahapan pencapaian sasaran dalam roadmap tersebut.

Bank Muamalat Indonesia has established the Muamalat Metamorphosis roadmap towards achieving the long-term vision to become “Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”. IT development plan in Bank Muamalat Indonesia was later adjusted to target achievement phases of the roadmap.

Dalam tahap pertama yaitu “Reformasi dan Pengembangan Infrastruktur” pada periode tahun 2015-2017, Divisi TI Bank Muamalat Indonesia memiliki tiga program kerja utama, yaitu konsolidasi infrastruktur, sentralisasi dan otomasi pelaporan, serta peningkatan Disaster Recovery Center.

In the first phase, namely “Reform and Development of Infrastructure” in the 2015-2017 period, the IT Division of Bank Muamalat Indonesia has three main working program, namely infrastructure consolidation, centralization and automation of reporting, and Disaster Recovery Center improvement.

Terkait dengan program kerja kedua yaitu sentralisasi dan otomasi pelaporan, Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 telah mengembangkan perangkat data warehouse sebagai platform bagi suatu sistem pelaporan yang terpusat dan otomatis. Setelah platform tersedia, dilakukan pengumpulan data ke dalam sistem, baik berupa data yang terstruktur maupun tidak terstruktur. Dalam proses ini sekaligus juga dilakukan pemastian kualitas data.

In relations to the second work program, namely the centralization and automation of reporting, in 2015 Bank Muamalat Indonesia have developed a platform for the data warehouse as a centralized and automatic reporting system. Once the platform is available, data collection is performed into the system, both in the form of structured or unstructured data. This process also performs the quality assurance of data.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

109

Teknologi Informasi Information Technology

Aspek tata kelola TI (IT Governance) senantiasa menjadi perhatian Bank Muamalat Indonesia. Terkait dengan pelaksanaan fungsi TI di Bank Muamalat Indonesia, misalnya, Bank Muamalat Indonesia telah menerapkan proses dan kaidah-kaidah project management. Hal ini terutama penting mengingat bahwa penguasaan TI membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga tiap program pengembangan yang dilakukan seharusnya berlangsung secara akuntable dengan sasaran dan tahaptahap pengerjaan yang jelas.

Bank Muamalat Indonesia has always paid attention to the IT Governance aspect. Associated with the implementation of the IT function in Bank Muamalat Indonesia, for example, Bank Muamalat Indonesia has implemented project management processes and principles. This is particularly important given that the acquisition of IT requires no small cost, therefore, each development program undertaken should take place in an accountable manner with clear implementation phases and objectives.

Kompetensi personil TI merupakan aspek pendukung lainnya yang menjadi fokus Bank Muamalat Indonesia. Untuk memperoleh personil yang kompeten dalam penguasaan keterampilan teknologi informasi, Bank Muamalat Indonesia antara lain mengandalkan jalur spesialis TI pada Muamalat Officer Development Program (MODP) Technology Relations. Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia kembali mengadakan pelatihan MODP Technology Relations angkatan ke-2 yang berhasil meluluskan 25 orang officer .

The competence off IT personnels is another supporting aspect which is the focus of Bank Muamalat Indonesia. To obtain competent personnel in the expertise of information technology skills, Bank Muamalat Indonesia, among others, relies on the IT specialist passage in the Muamalat Officer Development Program (MODP) Technology Relations. In 2015, Bank Muamalat Indonesia is training MODP Technology Relations batch 2 which successfully graduated 25 officers.

Program Kerja 2016

2016 Work Program

Sampai dengan akhir tahun 2017, yaitu akhir tahap pertama Metamorfosa Muamalat, Divisi TI Bank Muamalat Indonesia masih akan fokus pada upayaupaya konsolidasi infrastruktur, sentralisasi dan otomasi pelaporan, peningkatan DRC, yang seluruhnya ditujukan untuk mendukung kesiapan operasional Bank Muamalat Indonesia secara lebih optimal, serta meningkatkan manajemen risiko operasional TI.

Up to the end of 2017, which is the end of the first phase for Muamalat Metamorphosis, the IT Division of Bank Muamalat Indonesia will still focus on infrastructure consolidation, centralization and automation of reporting, and the increase in the DRC efforts, which is entirely devoted to support the operational readiness of Bank Muamalat Indonesia in a more optimal manner, as well as improving IT operational risk management.

Konsolidasi infrastruktur topologi sistem MCB pada tahun 2016 akan lebih ditik beratkan pada aspek Payment dan Delivery Channel. Sementara itu, sistem data warehouse akan dikembangkan mengarah pada kapabilitas Management Information System, dimana data yang ada dalam sistem dapat diolah untuk menghasilkan sebuah informasi, dan bukan sekedar sebuah laporan.

MCB system topology infrastructure consolidation in 2016 will emphasize on the aspects of Payment and Delivery Channel. Meanwhile, the data warehouse system will be developed, aiming at the capabilities of the Management Information System, where the existing data in the system can be processed to produce into an information, and not just a report.

110

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Halaman ini sengaja di kosongkan This page is intentionally left blank

Bank Muamalat 2015 Annual Report

111

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Manajemen Risiko RISK MANAGEMENT

Bank Muamalat Indonesia senantiasa menjaga keseimbangan yang tepat antara risiko dan peluang untuk menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat serta pertumbuhan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham. “Bank Muamalat Indonesia emphasizes at all times the right equilibrium between risk and opportunity in order to create healthy business growth and sustainable long-term shareholder value growth.”

112

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

KEGIATAN MANAJEMEN RISIKO DI TAHUN 2015

RISK MANAGEMENT ACTIVITIES IN 2015

Kondisi lingkungan usaha dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan di tahun 2015 masih belum beranjak membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini kembali mempengaruhi kinerja industri perbankan di 2015, termasuk kinerja Bank Muamalat Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Bank Muamalat Indonesia memanfaatkan melambatnya momentum pertumbuhan bisnis di tahun 2015 untuk bebenah dan melakukan konsolidasi, termasuk dalam aspek manajemen risiko.

In general, business environment and economic conditions in Indonesia in 2015 have yet to improve in a meaningful way over the previous year. These conditions impacted again on the performance of Indonesia’s banking sector in 2015, including the performance of Bank Muamalat Indonesia. In response, Bank Muamalat Indonesia took advantage of the slower business growth in 2015 to effect internal improvement and consolidation, including in the area of risk management.

Secara garis besar, upaya-upaya pembenahan dan konsolidasi di bidang manajemen risiko di Bank Muamalat Indonesia sepanjang tahun 2015 dilakukan meliputi empat aspek utama. Pertama, memperkokoh pondasi manajemen risiko, dalam hal ini terutama adalah pembenahan tata kelola manajemen risiko (proses check & balance, foureyes principle) di dalam struktur organisasi yang terkait dengan aktivitas pembiayaan maupun operasional. Kedua, membangun kapabilitas internal control dengan memperkuat aspek pengawasan melekat, antara lain melalui segregation of duty, penguatan fungsi monitoring, dan perbaikan kebijakan dan prosedur. Ketiga adalah meningkatkan kompetensi Sumber Daya Insani, terutama personil yang terlibat dalam aktivitas pembiayaan dan operasional, melalui kegiatan pelatihan, Focus Group Discussion, dan program-program untuk membangun budaya sadar risiko. Terakhir adalah upaya untuk memperbaiki kualitas data yang ada dalam core banking system (MCB) yang digunakan sebagai dasar proses-proses pengambilan keputusan manajemen, termasuk dalam mengelola risiko.

Broadly speaking, risk management restructuring and consolidation at Bank Muamalat Indonesia throughout 2015 comprises efforts in four key areas. The first is in strengthening the foundation for risk management, and especially the governance structure of risk management (check & balance process, four-eyes principle, etc) in the organization related to financing and operational activities. Second, developing internal control capabilities by strengthening the built-in or inherent control aspects, such as through segregation of duties, empowering monitoring function, and enhancement of policies and procedures. The third is to improve the competences of human resources and especially those personnel that are actively involved in financing and operational activities, through the provision of training, Focus Group Discussion sessions, and a variety of programs designed to foster risk awareness. And lastly is the efforts to improve the quality of data that resides in the Core Banking System (MCB) and which is used as a basis for management decision-making processes, including in risk management.

KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO

RISK MANAGEMENT FRAMEWORK

Bank Muamalat Indonesia menyusun dan menerapkan kerangka kerja manajemen risiko mengacu pada Kebijakan, Pedoman, dan Prosedur Manajemen Risiko Bank Muamalat Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dari Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan. Kerangka kerja manajemen risiko Bank Muamalat Indonesia merupakan seperangkat strategi, aturan, sarana, dan prasarana yang digunakan untuk mengimplementasikan konsep dan prinsip manajemen risiko secara komprehensif. Kerangka kerja manajemen risiko Bank Muamalat Indonesia disajikan pada gambar berikut ini:

Bank Muamalat Indonesia formulates and implements a risk management framework that refers to Risk Management Policy, Guidelines and Procedures of Bank Muamalat Indonesia, in accordance with applicable provisions from Bank Indonesia and the Financial Service Authority. Risk management framework of Bank Muamalat Indonesia is a set of strategies, rules, facilities, and infrastructures that are utilized to implement the concepts and principles of risk management in a comprehensive manner. The risk management framework of Bank Muamalat Indonesia is illustrated in the following figure:

Bank Muamalat 2015 Annual Report

113

Manajemen Risiko Risk Management

Strategic and Risk Objective Risk Appetite Risk Management Strategy Risk Management Proses

Management Oversight and Control Culture

Risk Monitoring Committee Identification Risk Management Committee

Risk Assessment and Risk Recognition Quality of Risk Management

Monitoring

Measurement

Key Risk Indicators (Parameter) Dewan Pengawas Syariah

Control Activities Control

Risk Management Unit

Information and Communication

Culture

Training Risk Awareness

Internal Communication

Reward & Punishment

Good Corporate Governance

Dalam menjalankan usahanya, Bank Muamalat Indonesia telah menetapkan corporate strategic dan risk objective, baik jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka pendek yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank. Guna mencapai objective tersebut Bank Muamalat Indonesia telah menetapkan risk appetite, atau tingkat risiko maksimal yang dapat diterima oleh Bank sebagai panduan dalam melakukan kegiatan operasional Bank sehingga risiko dari kegiatan operasional tersebut dapat dikendalikan dalam kisaran tingkat risiko yang dapat diterima. Hal tersebut dituangkan dalam risk management strategy yang disusun dengan prinsip dasar untuk menciptakan added value bagi para stakeholder.

In conducting its business, Bank Muamalat Indonesia has set corporate strategies and risk objectives for longterm, medium-term and short-term as set out in the Bank Business Plan. In order to achieve the objective, Bank Muamalat Indonesia has established risk appetite, or the maximum risk level that is acceptable for the Bank as a guideline in conducting operations of the Bank so the risk of these operations can be controlled within the range of acceptable risk levels. It is expressed in risk management strategy prepared with the basic principles of creating value for the stakeholders.

Risk management process sebagai implementasi dari risk management strategy dijalankan oleh Bank melalui serangkaian teknik, ketentuan dan perangkat dalam proses identifikasi, pengukuran, pengawasan dan pengendalian serta dengan pengelolaan risiko yang berkualitas sebagaimana dituangkan dalam bentuk Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) dan juga Key Risk Indicators sebagai parameter kontrol yang dikontribusikan oleh antara lain Risk Oversight Committee, Risk Management Committee, Dewan Pengawas Syariah, dan Risk Management Unit.

Risk management process as the implementation of risk management strategy is executed by the Bank through a variety of methods, rules and tools in the identification, measurement, supervision and control process, and with quality risk management as outlined in Quality Risk Management Application (KPMR) and Key Risk Indicators as a control parameter which is contributed by, among others: Risk Monitoring Committee, Risk Management Committee, Sharia Supervisory Board and Risk Management Unit.

Keberhasilan dari proses manajemen risiko sangat tergantung pada praktek Good Corporate Governance yang baik, yang dibangun melalui risk awareness di seluruh lini kerja Bank. Risk awareness dapat terwujud melalui implementasi risk culture, internal communication yang baik, dilakukannya training terkait manajemen risiko, dan

The success of risk management process is highly dependent on Good Corporate Governance practice which is constructed by establishing risk awareness across the work lines of the Bank. Risk awareness can be realized via implementation of risk culture, good internal communication, performing training related to

114

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

penerapan reward & punishment yang sudah tertuang dalam Ittifaq Bank Muamalat Indonesia.

risk management, and the implementation of reward & punishment that is already outlined in the Ittifaq Bank Muamalat Indonesia.

Pelaksanaan manajemen risiko di Bank Muamalat Indonesia melibatkan seluruh unsur dalam organisasi mulai dari Manajemen hingga karyawan pelaksana. Seluruh unsur tersebut berperan aktif dalam konteks ‘tiga lini pertahanan’ manajemen risiko seperti di bawah ini:

Implementation of risk management at Bank Muamalat Indonesia involves all elements in the organization from top management to field personnel. All elements are active participants in the context of ‘three line of defense’ risk management as follow:

BOD & BOC SUPERVISORY

Business Units

Risk Management

Internal Audit

Compliance Support Function

Legal

Independent Assurance

Daily operational of risk management

Oversight function

Independent challenge and assurance

FIRST LINE FIRST LINE

SECOND LINE SECOND LINE

THIRD LINE THIRD LINE

The Three Lines of Defense of Bank Muamalat Indonesia • Lini-1: First Line of Defense Garis pertahanan pertama berisi unit kerja pengambil dan pemilik risiko yang melaksanakan fungsi bisnis dan unit kerja pendukung. Unit kerja tersebut dalam melaksanakan aktivitas hariannya berhadapan langsung dengan berbagai jenis dan kemungkinan risiko yang dihadapi Bank. Seluruh fungsi pada garis pertahanan pertama bertanggung jawab dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang melekat pada setiap produk, kegiatan, proses dan sistem yang dijalankan, serta memiliki kesadaran risiko yang tinggi sehingga mampu untuk dapat melakukan pengelolaan risiko yang efektif.

• Lini-2: Second Line of Defense Garis pertahanan kedua terdiri dari unit kerja manajemen risiko, kepatuhan dan hukum. Unit kerja manajemen risiko bertanggung jawab atas pengembangan dan pelaksanaan strategi manajemen

• Line-1: First Line of Defense The first line of defense contains the business units and supporting units as risk taker or risk owner, which in their daily activities deal directly with various type of and possible faced by the Bank. All functions in the first line of defense are responsible for identifying and mitigating the risks inherent in each product, activity, process and system, and are expected to have high risk awareness so that they are able to perform effective risk management.

• Line-2: Second Line of Defense In the second line of defense are the risk management, compliance and legal units. The risk management work unit is responsible for the development and implementation of risk management strategies, the

Bank Muamalat 2015 Annual Report

115

Manajemen Risiko Risk Management

risiko, pemeliharaan dan pengembangan berkelanjutan dari kerangka pengelolaan risiko dan memberikan masukan serta arahan kepada unit kerja bisnis dan unit kerja pendukung mengenai proses pengelolaan risiko, pengukuran risiko dan pelaporan sistem bank. Dalam membangun perangkat pengelolaan risiko, unit kerja risiko bekerja sama dengan unit bisnis untuk memastikan bahwa risiko yang diambil telah diidentifikasi secara tepat, terukur dan dapat dikelola sesuai risk appetite dan parameter yang telah disetujui.

• Lini-3: Third Line of Defense

maintenance and continuing development of risk management framework, and to provide input and direction to business units and supporting units regarding the Bank’s processes for risk management, risk measurement and reporting systems. In developing the instruments/tools of risk management, the risk management unit cooperates with the business units to ensure that risks have been properly identified, measured and managed in accordance with the established risk appetite and parameter.

• Line-3: Third Line of Defense

Pada garis ketiga pertahanan berisi unit internal audit. Internal audit berfungsi sebagai unit independen yang bertugas melakukan risk-based audit yang memberikan value added kepada first line dan second line of defense, untuk memastikan bahwa seluruh elemen Bank telah melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya dengan baik termasuk memastikan kesesuaian dengan kebijakan manajemen Bank Muamalat Indonesia dan regulasi yang berlaku.

In the third line of defense is the Internal Audit unit, which functions as an independent unit that performs risk-based audit activities and provides value added to the first and second lines of defense, in order to ensure that all elements at the Bank have carried out their functions and responsibilities properly, including ensuring compliance with Bank Muamalat Indonesia’s management policies and applicable regulations.

Ketiga garis pertahanan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk terciptanya penerapan manajemen risiko Bank yang berkualitas, berjalan dengan efektif dan optimal dengan prinsip combined assurance.

These three lines of defense form an integral part to the creation of quality risk management, working effectively and optimally in accordance with the concept known as Combined Assurance.

STRUKTUR PENGELOLAAN RISIKO

RISK MANAGEMENT STRUCTURE

Mengacu kepada SE OJK No.10/SEOJK.03/2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah, terdapat empat aspek yang mendasari pelaksanaan manajemen risiko di Bank Muamalat Indonesia, yaitu: 1) Tata kelola risiko. Sebagai bagian dari tata kelola risiko, Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Dewan Pengawasan Syariah di Bank Muamalat Indonesia telah melaksanakan pengawasan aktif seperti pada bagan struktur berikut:

Referring to the Circular Letter of Financial Service Authority No.10/SEOJK.03/2014 on Bank Sharia Rating, there are four aspects that underlie the implementation of risk management at Bank Muamalat Indonesia: 1) Risk Governance. As part of risk governance at Bank Muamalat Indonesia, the Board of Commissioners, Board of Directors and the Sharia Supervisory Board have performed active supervision as depicted in the following diagram:

116

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

RISK MANAGEMENT STRUCTURE

Sharia Supervisory Board

Board of Directors (BOD)

Committees of BOD: - Risk Management Committee - Financing Policy Committee - ALCO - IT Steering Committee - People Committee - Cost Management Committee

Board of Commissioner (BOC)

Committees of BOC: - Nomination & Remuneration Committee - Audit Committee - Risk Oversight Committee - GCG Committee

Line of Business Line of Support

Risk Management Work Unit Compliance Legal

Internal Audit Anti-Fraud

First Line of Defense

Second Line of Defense

Third Line of Defense

2) Kerangka manajemen risiko dalam bentuk kebijakan, prosedur, maupun limit a) Bank telah menyusun ketentuan internal mengenai manajemen risiko pembiayaan, operasional, pasar, likuiditas serta prosedur terkait dengan penyusunan prosedur dan produk pembiayaan per segmen bisnis dan kegiatan operasional Bank lainnya. Ketentuan internal Bank Muamalat Indonesia disusun berdasarkan hierarki yang terdiri dari level kebijakan, pedoman dan prosedur, dimana kebijakan mengatur hal-hal yang bersifat high level sementara pedoman dan prosedur mengatur hal-hal yang lebih bersifat teknis. Penyusunan ketentuan internal dilakukan dengan melibatkan unit kerja terkait, termasuk di dalamnya unit manajemen risiko, kepatuhan, legal dan audit internal. b) Bank juga melakukan review atas limit kewenangan memutus pembiayaan dan limit kewenangan memutus transaksi, yang ditetapkan berjenjang dan dipastikan bahwa pemutusan dilakukan dengan berpedoman pada four eyes principle.

2) Risk management framework in the form of policies, procedures and limits a) The Bank has developed internal guidelines on risk management for financing, operations, market, liquidity and procedures associated with the procedure and financing products for each business segment and other bank operations. These internal guidelines are arranged based on a hierarchy consisting of the levels of policy, guidelines, and procedures, where policies are concerned with highlevel strategies while guidelines and procedures govern more technical issues. The preparation of internal regulations is conducted involving relevant work units, including the Risk Management Unit, Compliance, Legal and Internal Audit. b) The Bank has also conducted a review on the authority limits in the approval for financing and transactions, which is set in echelon and conducted based on the four-eyes principle.

3) Proses manajemen risiko yang mencakup identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko; kecukupan sumber daya manusia baik secara kuantitas

3) Risk management process that includes the identification, measurement, monitoring, and control of risk; the adequacy of human resources both in

Bank Muamalat 2015 Annual Report

117

Manajemen Risiko Risk Management

maupun kualitas; serta kecukupan sistem informasi manajemen risiko. Hal-hal yang telah dilakukan terkait dengan aktivitas ini antara lain: - Melakukan analisis risiko inheren atas setiap produk dan aktivitas Bank yang dilakukan oleh masing-masing pemilik produk, dan selanjutnya dikaji antara lain oleh unit manajemen risiko, kepatuhan, dan legal; - Melakukan penilaian profil risiko secara berkala atas 10 (sepuluh) jenis risiko yang harus dinilai oleh bank syariah dan melaporkannya kepada manajemen dan OJK. Metodologi atas penilaian profil risiko dikaji dan dikembangkan secara berkala; - Melakukan penilaian kinerja portofolio pembiayaan secara berkala oleh unit bisnis dan unit manajemen risiko untuk seluruh segmen pembiayaan dan mengembangkan Credit Risk Dashboard baik untuk pembiayaan segmen Retail, maupun segmen Corporate dan Commercial; - Mengembangkan standar format memo usulan pembiayaan yang spesifik untuk masing-masing segmen bisnis, termasuk risk tools terkait seperti rating dan scoring; - Mengembangkan Incident Management Data Collection (IMDC), Key Risk Indicator (KRI) tools dan Operational Risk Dashboard; - Melakukan Business Impact Analysis terhadap seluruh unit kerja untuk menilai dan menentukan critical function unit serta mitigasi terkait dengan Business Continuity Management (BCM). - Melakukan assessement atas kegiatan terkait dengan sistem IT dan pemantauan proyek implementasi IT.

quantity and quality, as well as the adequacy of the risk management information system.

4) Kecukupan sistem pengendalian risiko yang mencakup pengendalian internal oleh unit internal audit dan Anti Fraud Division serta independent review yang dilakukan oleh auditor eksternal dan juga pihak konsultan. Hasil review dari pengendalian internal dikomunikasikan dengan unit manajemen risiko dan kepatuhan sebagai masukan dalam perbaikan ketentuan internal dan proses operasional.

4) The adequacy of the risk management system that includes internal controls by the internal audit and Anti-Fraud Division and independent review conducted by external auditors and consultants. Results of internal control reviews are communicated with the risk management and compliance unit as input for the improvement of internal guidelines and oeprational processes.

PENGELOLAAN SEPULUH RISIKO UTAMA SEPANJANG TAHUN 2015

MANAGEMENT OF THE 10 KEY RISKS IN 2015

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.13/23/ PBI/2011 tanggal 2 November 2011 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Bank wajib melakukan pengelolaan atas 10 (sepuluh) jenis risiko, sebagaimana pada penjelasan berikut ini.

In accordance with Bank Indonesia Regulation No.13/23/ PBI/2011 dated November 2, 2011, on Implementation of Risk Management for Sharia Banks and Sharia Business Units, the Bank has conducted risk management on 10 (ten) types of risk, as described below:

118

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Activities undertaken in this area include: - Analysis of the inherent risk on each product and activity of the Bank undertaken by the respective product owner, and assessed further, such as by the Risk Management Unit, Compliance and Legal; - Periodic assessment of risk profiles of 10 (ten) types of risks that must be assessed by the Islamic Bank and reported to the Management and the OJK. Methodology on assessment of risk profiles was evaluated and developed periodically; - Periodic performance appraisals on financing portfolio by business unit and Risk Management Unit for all financing segments, and the development of Credit Risk Dashboard for financing in the Retail as well as Corporate and Commercial segments; - Develop a standard format for financing proposal memos that are specific for each business segment, including related risk tools such as rating and scoring; - Develop Incident Management Data Collection (IMDC), Key Risk Indicator (KRI) tools and Operational Risk Dashboard; - Conducted a Business Impact Analysis involving all work units to assess and determine the critical function units as well as mitigation related to Business Continuity Management (BCM). - Assessment on activities related to IT systems and monitoring of IT project implementation.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

1) Risiko Kredit (Pembiayaan) Risiko kredit pada umumnya merupakan risiko utama Bank yang berasal dari konsekuensi bank sebagai pemberi pinjaman. Risiko kredit timbul akibat kegagalan nasabah atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Bank sesuai dengan perjanjian yang disepakati. Di industri perbankan, risiko kredit dapat timbul dari berbagai aktivitas fungsional perbankan, seperti risiko yang timbul dari penyaluran pinjaman kepada nasabah, maupun dari aktivitas treasury dan investasi, serta trade financing. Secara inheren, risiko kredit Bank Muamalat Indonesia per Desember 2015 dinilai moderate, dengan adanya perbaikan pada beberapa parameter.

1) Credit (Financing) Risk Credit risk in general is a major risk of the Bank that is derived from the consequences of a bank as a lender. Credit risk arises due to the failure of a customer or counterparty in fulfilling its obligations to the Bank as agreed in the contract. In the banking industry, credit risk can arise from a variety of banking’s functional activities, such as the risks arising from lending to customers, treasury and investment activities as well as trade financing. Credit risk inherent to Bank Muamalat Indonesia as per December 2015 is moderate, with improvements in a number of parameters.

Pengelolaan Risiko Kredit

Credit Risk Management

Bank berupaya melakukan perbaikan kualitas penerapan manajemen risiko kredit dengan melakukan pengelolaan risiko kredit pada tingkat individual maupun di tingkat portofolio, sehingga kualitas penerapan manajemen risiko kredit Bank dinilai satisfactory. Perbaikan yang dilakukan mencakup seluruh aktivitas fungsional bank yang dapat menimbulkan risiko kredit, secara end to end process dimulai dari proses inisiasi, pengambilan keputusan, pengikatan perjanjian pembiayaan, penentuan agunan, pencairan dan monitoring kinerja debitur pasca pencairan pembiayaan, pemantauan kualitas portofolio, dan kecukupan pencadangan.

The Bank strive to improve the quality of credit risk management through the management of credit risk at the individual level and at the portfolio level, thus the quality of credit risk management implementation is assessed as satisfactory. Improvements made covered all functional activities of the Bank that could pose a credit risk, end-to-end process starting from the initiation process, decision making, financing agreement binding, determination of collateral, disbursement of facility and post-disbursement debtor’s performance monitoring, monitoring the quality of the portfolio, and the adequacy of reserves.

Perbaikan kualitas pengelolaan risiko kredit dilaksanakan semakin intensif sepanjang tahun 2015, dengan melakukan antara lain beberapa aktivitas antara lain: 1. Bank telah menetapkan Risk Appetite Statement (RAS) yang telah didiskusikan dengan Board of Commissioners, antara lain dalam bentuk tingkat maksimal Non Performing Financing (NPF) dan cost of credit. Materi mengenai Risk Appetite Statement saat ini dalam proses untuk diperbaharui untuk diberlakukan pada tahun 2016.

Improvement on the quality of credit risk management was carried out more intensively throughout 2015 through, among others, the following activities: 1. The Bank, following discussions with the Board of Commissioners, has established the Risk Appetite Statement (RAS) in the form of, among others, the maximum level of non performing financing (NPF) and cost of credit. The material on Risk Appetite Statement is currently in the process of being updated for implementation in 2016.

2. Untuk meminimalkan risiko konsentrasi pembiayaan, Bank melakukan upaya sebagai berikut a. Mengimplementasikan one obligor concept pada analisis pembiayaan dan pemutusan pembiayaan oleh Komite Pembiayaan. b. Mengembangkan konsep Global Account Management dan Group Account Planning untuk memastikan bahwa pembiayaan kepada nasabah besar dan grupnya dilakukan secara terkoordinasi dan dipantau serta dapat dilakukan tindak lanjut yang tepat atas kinerja nasabah grup tersebut. Konsep ini mulai dikembangkan pada tahun 2015 dan diharapkan pada tahun 2016 dapat diimplementasikan secara konsisten.

2. To minimize the risk of financing concentration, the Bank undertook the following: a. Implement the one obligor concept in conducting financing analysis and financing approval by the Financing Committee. b. Develop the concept for Global Account Management and Group Account Planning to ensure that financing to large debtors and their group are coordiated and properly monitored, allowing for the appropriate follow-up actions according to the performance of the customer group. The concepts were developed in 2015 and are expected to be consistently implemented in 2016.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

119

Manajemen Risiko Risk Management

c. Melakukan pemantauan secara berkala atas pembiayaan kepada nasabah inti dan dilaporkan kepada Direksi secara berkala. d. Mengembangkan financing allocation limit untuk membatasi pembiayaan pada sektor ekonomi atau area atau segmen bisnis tertentu. Kinerja pembiayaan yang kurang baik pada sektor ekonomi tertentu menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan perhitungan financing allocation limit. Financing allocation limit saat ini masih dikembangkan, dan diharapkan pada tahun 2016 dapat diimplementasikan secara konsisten.

c. Conducting regular monitoring of financing to core debtors, to be routinely reported to the Board of Directors. d. Develop a financing allocation limit to limit financing facilities disbursement to certain economic sectors, areas or business segments. A track record of non performing financing facilities on certain economic sectors is a consideration in determining the financing allocation limit. Currently, the financing allocation limit is still being developed, and is expected to be consistently implemented in 2016.

3. Memperkokoh dan memperkuat struktur organisasi pembiayaan sesuai dengan four eyes principle, dilakukan pemisahan fungsi risk sebagai first line of defense dengan fungsi risk sebagai second line of defense dan memperbaiki koordinasi antara line of defense. Fungsi risk sebagai first line of defense berada di bawah koordinasi Chief Credit Officer (CCO). Perbaikan ini dilakukan untuk memastikan dilaksanakannya four eyes principle dalam pembiayaan, sementara fungsi risk sebagai second line of defense berada di bawah organisasi Compliance & Risk Management Directorate, dengan fungsi antara lain mengembangkan perangkat manajemen risiko, termasuk ketentuan internal dan meyakinkan bahwa perangkat tersebut dipahami dan digunakan oleh seluruh unit kerja terkait secara konsisten.

3. Strengthening the organization structure for financing in accordance with the four eyes principle, by separating the risk function as the first line of defense from the risk function as second line of defense, and improving the coordination between the lines of defense. The risk function as first line of defense comes under the coordination of the Chief Credit Officer (CCO). This improvement aims to ensure the implementation of the four eyes principle in financing. Meanwhile, the risk function as second line of defense comes under the Compliance & Risk Management Directorate, and is tasked with, among others, developing risk management tools, including internal guidelines, and ensuring that all related work units understand and use those tools in a consistent manner.

4. Sejalan dengan ditambahkannya fungsi risk management sebagai first line of defense dalam pembiayaan, keanggotaan dan limit kewenangan Komite Pembiayaan dilakukan penyesuaian, dimana limit pemutusan pembiayaan ditetapkan berjenjang sesuai dengan karakteristik masingmasing segmen. Limit kewenangan dan keanggotaan Komite Pembiayaan terus dilakukan penyesuaian dengan kondisi dan perubahan yang terjadi di Bank.

4. Along with the assignment of risk management function as a first line of defense in financing, adjustments were made in the membership and authority limit of the Financing Committee, with the financing approval limit sets in echelon in accordance with the characteristics of each segment. Membership and authority limit of the Financing Committee continue to be adjusted to reflect ongoing condition and changes at the Bank.

5. Dalam rangka mempercepat penyelesaian pembiayaan bermasalah yang agresif, dibentuk unit pengelola bad bank yang terpisah dari unit kerja yang mengelola good bank. Pembentukan unit kerja ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembiayaan bermasalah, selain adanya fungsi unit bisnis sebagai good bank yang melakukan pertumbuhan bisnis melalui ekspansi pembiayaan yang sehat. Pengelolaan bad bank dipantau secara berkala oleh Direksi melalui rapat yang dilakukan minimal secara mingguan.

5. In order to facilitate the aggressive settlement of non-performing financing, the Bank established a ‘bad bank’ management unit separately from the work units that manage the ‘good bank’. The establishment of this work unit is expected to facilitate the settlement of non-performing financing, while the business units that function as ‘good bank’ work to grow the business through sound expansion of the financing portfolio. Management of ‘bad bank’ is regularly monitored by the Board of Directors through routine meetings, at least once every week.

120

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

6. Alur proses pembiayaan segmen Retail disempurnakan sehingga setiap usulan pembiayaan harus dikaji oleh Financing Risk Manager (FRM), Area Manager (ARM), dan Muamalat Retail Center (MRC) Head. Limit kewenangan pemutus dievaluasi dan dilakukan penyempurnaan sehingga Bank dapat lebih prudent dalam menyalurkan pembiayaan.

6. Enhancement to the financing process in the Retail segment, whereby each financing proposal will be reviewed by the Financing Risk Manager (FRM), Area Manager (ARM), and Muamalat Retail Center (MRC) Head. The approval authorization limit is reevaluated and enhanced to enable the Bank to be more prudent in disbursing financing facilities.

7. Kinerja pemutusan pembiayaan dipantau untuk memastikan bahwa Service Level Agreement (SLA) dapat dicapai, dan pemantauan dilakukan bersama oleh Customer Value Center Division dan Distribution Network Division.

7. The performance in financing approval is monitored jointly by the Customer Value Center Division and the Distribution Network Division to ensure the fulfillment of the agreed service level agreement (SLA).

8. Sebagai upaya perbaikan kualitas pembiayaan lainnya, Bank memantau perkembangan perbaikan kualitas pembiayaan di cabang berdasarkan tingkat NPF dan pembiayaan dengan kualitas rendah di seluruh cabang serta mengembangkan target market dan Financing Allocation Limit (FAL) yang saat ini masih dalam pengembangan. Kinerja portofolio pembiayaan dipantau secara berkala melalui rapat Direksi, Risk Management Committee, dan Risk Oversight Committee dalam bentuk dashboard risiko pembiayaan, dimana pada kajian tersebut disampaikan kinerja portofolio pembiayaan secara bankwide, per segmentasi, per area dan konsentrasi risiko kredit.

8. Other measures to improve the quality of financing include efforts by the Bank to monitor financing quality in branches by the level of NPF, identifying low-quality financing in all branches, and ongoing development of the target market and the financing allocation limit (FAL). The performance of the financing portfolio is regularly monitored through meetings of the Board of Directors, Risk Management Committee, and Risk Oversight Committee in the form of financing risk dashboard, presenting the performance of the financing portfolio as bankwide, by segment, by area and financing risk concentration.

9. Melaksanakan proyek sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perhitungan risiko dan membentuk fondasi sadar risiko, yang terdiri dari penyempurnaan beberapa tools seperti early warning, pengembangan Credit Risk Management Dashboard, penyempurnaan ketentuan pembiayaan secara end to end serta pelaksanaan proyek Redo Capital Calculation untuk memastikan perhitungan kecukupan modal Bank terkait dengan risiko kredit dapat dilakukan secara otomatis dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

9. Implementing projects to improve the quality of risk calculation and develop a risk awareness foundation, including the enhancement of several tools such as early warning, development of Credit Risk Management Dashboard, enhancement to end-to-end guidelines on financing, and the implementation of the Redo Capital Calculation project to ensure that calculation of the Bank’s capital adequacy ratio with credit risk can be conducted automatically and in accordance with applicable regulations.

10. Untuk memastikan bahwa produk pembiayaan yang dikembangkan telah mempertimbangkan risiko, kepatuhan terhadap ketentuan dan prinsip syariah, pengembangan produk pembiayaan dilakukan melalui proses yang melibatkan beberapa unit kerja terkait, seperti unit manajemen risiko, unit kepatuhan, dan unit IT untuk memastikan dukungan teknologi atas produk yang dikembangkan.

10. The development of financing products is undertaken through a process that involves several related units such as the risk management unit, the compliance unit, and the IT unit for the required technology support, and thus ensures that the product being developed have taken risk into consideration as well as compliance with regulations and shariah principles.

11. Dari sistem informasi teknologi, Bank melalui unit kerja pengelola data dan unit IT, secara berkesinambungan melakukan perbaikan data pembiayaan sehingga kualitas data yang digunakan reliable.

11. In terms of information technology systems, the Bank’s data management unit and IT unit continue to perform cleansing activities for financing data, in order to ensure the reliability of data.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

121

Manajemen Risiko Risk Management

12. Memastikan bahwa individu yang diberikan kewenangan memutus pembiayaan memiliki kompetensi dan pengalaman memadai, melalui analisis atas pengalaman dan kompetensi anggota Komite Pembiayaan sebelum diusulkan pemberian kewenangannya. Sertifikasi manajemen risiko untuk sumber daya di unit manajemen risiko ditinjau kembali agar sesuai dengan persyaratan dan ketentuan regulator.

12. Through analysis on the work experience competences of members of the Financing Committee, the Bank ensures that the individual possesses adequate experience and competences prior to being assigned with the authority. Risk management certification for personnel in the risk management unit is being reviewed for alignment with the requirements and stipulations of the regulator.

13. Dari sisi ketentuan internal, telah dilakukan penyempurnaan beberapa ketentuan terkait pembiayaan dan risiko kredit antara lain menyusun beberapa memo atau formulir standar untuk mempercepat proses pembiayaan, antara lain Memo Usulan Pembiayaan yang standar, covenant, pengelolaan document to be obtained (TBO) untuk pembiayaan segmen Corporate dan Commercial; Memo Usulan Pembiayaan standar untuk segmen Retail; mekanisme write-off dan penjualan AYDA, serta penyempurnaan ketentuan kriteria dan kecukupan agunan untuk segmen SME Retail.

13. In terms of internal regulations, enhancement have been made to a number of regulations realted to financing and credit risk, among others the formulation of standardized memos or forms to facilitate financing processes, such as standard Financing Proposal Memo, covenant, management of document to be obtained for financing in the Corporate and Commercial segments; standard Financing Proposal memo for the Reatil segment; the mechanism for write-offs and disposal of repossessed collateral, and enhancement to the criteria and adequacy of collateral for Retail SME segment.

14. Perbaikan dari sisi internal kontrol di antaranya adalah pemantauan atas hasil audit dengan koordinasi berkala antara unit manajemen risiko, unit kepatuhan, dan unit audit. Selain itu, Bank juga melakukan optimalisasi fungsi Branch Internal Control sebagai pihak yang melakukan pemantauan atas transaksi pembiayaan yang dilakukan oleh cabang. Hal ini sekaligus untuk memperkuat koordinasi antara unit pengelola first line of defense, second line of defense dan third line of defense, khususnya meningkatkan sinergi antara unit manajemen risiko, Compliance Division dan Internal Audit Division.

14. Enhancement in terms of internal control, including the monitoring of audit findings through regular coordination among the risk management unit, the compliance unit, and the audit unit. In addition, the Bank has also optimized the function of Branch Internal Control in the monitoring of financing transactions at branches. This also helped to strengthen the coordination among units responsible for the first line of defense, the second line of defense and the third line of defense, and especially the synergy among the risk management unit, Compliance Division and Internal Audit Division.

15. Melakukan perbaikan tata kelola (risk governance) untuk risiko kredit/pembiayaan retail sebagai berikut: a. Pada segmen Mikro telah dilakukan hal sebagai berikut: 1) Pemisahan beberapa fungsi yang selama ini dilakukan oleh 1 (satu) orang (Financing Analyst Unit) kepada beberapa pihak yang berbeda, diantaranya fungsi taksasi dan fungsi pengikatan yang diserahkan kepada Unit Support Pembiayaan (USP). Pemisahan ini secara bertahap sudah mulai dilaksanakan. 2) Fungsi penyimpanan dokumen yang selama ini dilakukan di Kantor Cabang Pembantu secara bertahap dipindahkan ke Kantor Cabang. Hal ini untuk meningkatkan independensi dan meningkatkan keamanan dokumen.

15. Enhancement to risk governance for retail financing risk as follows: a. In the Micro segment, through the followings: 1) The segregation of several functions that heretofore were carried out by 1 (one) personnel (Financing Analyst Unit) to be carried out by different units, including the assessor function and the contract function to be assigned to the Financing Support Unit (USP). This initiative was gradually implemented in stages. 2) The function of document archive that heretofore was carried out at the Sub-Branch level is gradually transferred to the Branch level in order to improve the sub-branch independency as well as security of the documents.

122

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

b. Pada segmen Consumer telah dilakukan perubahan terhadap beberapa kebijakan KPR dengan tujuan meningkatkan daya saing produk KPR dengan tetap mempertahankan kehati-hatian. c. Pada segmen Retail SME telah dilakukan perubahan format dokumen Memorandum Usulan Pembiayaan dan Financing Risk Assessment beserta dokumendokumen pendukungnya yang telah mulai disosialisasikan.

b. In the Consumer segment, changes were made in the policies for mortgage products (KPR) in order to improve KPR products’ competitiveness while remaining within prudent banking corridor. c. In the Retail SME segment, changes were made to the format of the Financing Proposal Memo and Financing Risk Assessment along with their supporting documents, and this has been socialized.

16. Sharing informasi terhadap ketentuan yang baru maupun yang dikinikan oleh Regulator melalui memo, melalui e-mail blast, dan meeting serta diskusi bersama dengan divisi-divisi terkait, sehingga diharapkan karyawan di unit kerja terkait dapat memahami regulasi dengan baik.

16. Information sharing on new or updated regulations from regulators through memos, e-mail blast, as well as meetings and discussions among related divisions, so that personnel in the respective work units csn familiarize themselves with the regulations.

17. Melakukan Compliance Mentoring yaitu kegiatan audiensi antara Compliance Division dengan unit bisnis berkaitan dengan penerapan aspek kepatuhan umum dan syariah di unit bisnis melalui teleconference baik pembiayaan, operasional maupun penerapan APU PPT.

17. Conducting Compliance Mentoring, a meeting forum through teleconference between the Compliance Division with business units regarding the implementation of general and sharia compliance at the business units in areas of financing, operations or the implementation of APU PPT.

18. Kunjungan yang dilakukan oleh anggota DPS guna memberikan dorongan kepada Unit Bisnis untuk terus konsisten dalam menjaga aspek kepatuhan syariah baik dalam kegiatan pembiayaan, pendanaan maupun jasa.

18. Visits by members of the DPS to encourage business units to consistently maintain compliance with sharia principles in financing, funding and service activities.

2) Risiko Pasar Risiko pasar adalah risiko pada posisi neraca dan rekening administratif akibat perubahan harga pasar, antara lain risiko berupa perubahan nilai dari aset yang dapat diperdagangkan atau disewakan. Kegiatan Bank Muamalat Indonesia yang terkait dengan surat berharga, selain melakukan investasi dalam surat berharga, Bank Muamalat Indonesia sendiri saat ini bertindak sebagai agen penjual sukuk bekerja sama dengan bank lain sebagai custody. Secara inheren, risiko pasar Bank Muamalat Indonesia per Desember 2015 dinilai low, antara lain dilihat dari posisi devisa neto yang tidak melebihi limit internal yang ditetapkan.

2) Market Risk Market risk refers to risk affecting balance sheet and off-balance sheet positions due to changes in market prices, such as the risk of changes in the value of trading or leased assets. Regarding Bank Muamalat Indonesia’s activities in marketable securities, the Bank currently acts as a sales agent for sukuk securities in cooperation with other banks as custodian banks, as well as managing its own investment portfolio in marketable securities. The inherent market risk of Bank Muamalat Indonesia as of December 2015 is low, as can be seen from, among other things, its net open position being under the internal limit established.

Pengelolaan Risiko Pasar

Market Risk Management

Bank berupaya melaksanakan penerapan manajemen risiko pasar yang baik sehingga kualitas penerapan manajemen risiko pasar per Desember 2015 dinilai satisfactory. Sebagai bank devisa, Bank memiliki aset dan liabilitas dalam valuta asing, sehingga nilai dari aset dan liabilitas tersebut selalu terkait dengan perubahan kurs valuta asing terhadap Rupiah. Bank menghadapi risiko nilai tukar, apabila terjadi fluktuasi

The Bank strove to implement good market risk management practices and thus the quality of market risk management implementation as of December 2015 was deemed satisfactory. As a foreign exchange bank, the Bank has assets and liabilities in denominated in foreign currencies, whose values may fluctuate according to the Rupiah exchange rate of the respective currencies. The Bank is thus exposed to exchange

Bank Muamalat 2015 Annual Report

123

Manajemen Risiko Risk Management

atas nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah. Fluktuasi nilai tukar dapat juga menimbulkan risiko bagi nasabah yang memperoleh pembiayaan dalam mata uang asing (sementara sumber pengembaliannya dalam valuta Rupiah) dan berdampak pada kemampuan membayar kembali kewajibannya. Untuk memitigasi risiko tersebut, Bank mengutamakan pembiayaan dalam valuta asing kepada nasabah yang menerima pendapatan dalam valuta asing tersebut. Bank telah melakukan pengelolaan risiko pasar atas perubahan kurs mata uang asing sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.

rate risk in the event of fluctuations in the Rupiah exchange rate of a foreign currency. Exchange rate fluctuations may also pose a risk for customers who obtained financing in foreign currency while having its repayment source in Rupiah, and thus may impact on the ability to repay its obligation. To mitigate such risks, the Bank strives to match financing in a foreign currency to customers with income streams in the same currency. The Bank has implemented market risk management on changes of currency exchange rate in accordance with Bank Indonesia regulations.

Sepanjang tahun 2015, sistem pengendalian risiko pasar Bank Muamalat Indonesia telah banyak perbaikan walaupun masih banyak kekurangannya. Beberapa perbaikan yang telah dilakukan antara lain: 1. Menyusun dan mengimplementasikan pedoman dan prosedur terkait dengan risiko pasar antara lain: Prosedur Pelaksanaan Manajemen Risiko Pasar dan melakukan kajian atas pengelolaan manajemen risiko pasar di Kuala Lumpur. Selain itu Bank juga secara kontinu melakukan review dan penyempurnaan atas ketentuan internal lainnya seperti yang tengah dilakukan adalah review atas ketentuan repurchase agreement dengan bank lain. 2. Bank Muamalat Indonesia secara bertahap sedang melakukan kajian untuk mengimplementasikan Asset and Liability Management (ALM) terkait dengan pengelolaan risiko pasar, dan saat ini dalam tahap pembahasan untuk diimplementasikan. 3. Dalam manajemen sistem informasi, Divisi Treasury sedang menyusun sistem informasi manajemen pasar. Rencana pelaksanaan dan pengembangan sistem tersebut akan didukung dengan penyempurnaan standar prosedur operasi baru yang mengakomodasi kebutuhan risiko pasar jangka panjang. 4. Menetapkan tingkat PDN secara internal, yaitu 0,5% dari modal Bank yang jauh lebih rendah dari tingkat PDN yang diatur oleh regulator. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kerugian karena valuta asing yang mungkin terjadi karena posisi yang dimiliki oleh Bank. Tingkat PDN dipantau secara harian dan dilaporkan kepada Direksi. 5. Melakukan review dan menyempurnakan beberapa ketentuan internal terkait dengan transaksi pasar. 6. Kegiatan terkait dengan surat berharga, selain melakukan investasi dalam surat berharga, Bank Muamalat Indonesia sendiri saat ini bertindak sebagai agen penjual sukuk bekerja sama dengan bank lain sebagai custody. 7. Untuk mengendalikan risiko yang ada, telah dilakukan hal-hal sebagai berikut: a. Melakukan pemantauan risiko pasar secara intensif dengan menggunakan data dari

While certain weaknesses remain, Bank Muamalat Indonesia has carried out a lot of improvement in its market risk management system throughout 2015, including the following: 1. Developing and implementing market riskrelated guidelines and procedures, including the Procedure for Implementation of Market Risk Management, and conducted a review on market risk management at Kuala Lumpur Branch. In addition, Bank Muamalat Indonesia continued to review and enhance various internal regulations such as the review on regulations for repurchase agreement with other banks. 2. Bank Muamalat Indonesia has conducted reviews on the gradual implementation of Asset and Liability Management (ALM) related to market risk management, which is currently under discussions for implementation. 3. In terms of information system management, the Treasury Division is developing a market risk management information system. Plans for the development and implementation of such a system is also supported by improvements to new standard operating procedures that accommodate long-term market risk management. 4. Determining the level of internal Net Open Position (NOP) at 0.5% from the Bank’s capital, or far below the NOP level required by the regulators. This will minimize possible losses incurred by the Bank on its foreign exchange positions. The NOP positions are monitored daily and reported to the Board of Directors. 5. Conduct reviews and enhancements to a number of internal regulations related to market transactions. 6. Regarding Bank Muamalat Indonesia’s activities in marketable securities, the Bank currently acts as a sales agent for sukuk securities in cooperation with other banks as custodian banks, as well as managing its own investment portfolio in marketable securities. 7. To control existing market risks, the Bank has ebgaged in the followings: a. Conduct intensive monitoring of market risk using data from the system, including foreign

124

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

sistem, termasuk volatilitas nilai tukar mata uang asing, posisi devisa neto dan forex loss. b. Melakukan stress test secara berkala apabila terjadi perkembangan pasar yang mencolok yang sekiranya akan mengganggu atau menimbulkan kerugian bagi Bank. c. Mengusulkan limit dealer termasuk cut loss limit (saat ini masih dalam pembahasan).

3) Risiko Likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat digunakan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank. Secara inheren, risiko likuiditas Bank Muamalat Indonesia per Desember 2015 dinilai low to moderate, antara lain berdasarkan penilaian sebagai berikut: a. Risiko likuiditas Bank Muamalat Indonesia menunjukkan perbaikan dilihat dari beberapa rasio seperti aset likuid terhadap total aset, rasio aset likuid terhadap pendanaan jangka pendek, rasio aset likuid terhadap pendanaan non inti, dan rasio aset likuid primer terhadap pendanaan non inti jangka pendek. Perbaikan tersebut mendorong penguatan aset likuid Bank Muamalat Indonesia pada Desember 2015. b. Rasio pendanaan non inti terhadap pendanaan menunjukkan tren yang menurun. Sejumlah tindakan dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber pendanaan non inti dan fokus pada upaya meningkatkan pendanaan inti.

exchange rate volatility, net open positions, and foreign exchange losses. b. Conduct periodic stress tests in the event of extraordinary market movements that may disrupt the Bank’s operations or cause losses to the Bank . c. Proposal for dealer limit including cut loss limit (currently under discussions).

3) Liquidity Risk Liquidity risk refers to risk arising from the inability of the Bank to fulfill its maturing obligations from its cash flows funding sources and/or available liquid assets, without disruptions to the bank’s activity or its financial condition. Bank Muamalat Indonesia’s inherent liquidity risk as of December 2015 was low to moderate, based on, among others, the following: a. The improving trend in a number of indicator ratios such as the ratio of liquid assets to total assets, liquid assets to short-term funding, liquid assets to non-core funding, and ratio of primary liquid assets to short-term non-core funding. These improvements led to an increase in Bank Muamalt’s liquid assets in December 2015. b. The decline in the ratio of non-core funding to total funding. Several measures have been taken to reduce dependency on non-core funding while increasing core funding.

Pengelolaan Risiko Likuiditas

Liquidity Risk Management

Bank berupaya melaksanakan penerapan manajemen risiko likuiditas yang baik sehingga kualitas penerapan manajemen risiko likuiditas per Desember 2015 dinilai satisfactory. Beberapa perbaikan yang telah dilakukan antara lain: 1. Melakukan diversifikasi sumber dana dengan mengurangi ketergantungan pada sumber dana non inti dan memperluas pemasaran produk dana murah, melalui beberapa program pemasaran dan memperluas kerja sama dengan beberapa komunitas Islam dan lembaga/sekolah/rumah sakit berbasis Islam. 2. Pemantauan atas kinerja likuiditas Bank dilakukan secara berkala melalui laporan harian yang disampaikan kepada Direksi, atau dibahas dalam rapat Direksi dan atau ALCO secara berkala dengan materi mengenai kajian atas pengelolaan aset dan kewajiban Bank, kondisi makro ekonomi yang berpengaruh pada Bank, dan kinerja pencapaian bisnis Bank.

The Bank strove to implement good liquidity risk management practices and thus the quality of liquidity risk management implementation as of December 2015 was deemed satisfactory. Improvement initiatives include: 1. Diversification of funding by reducing dependency on non-core funding sources and expanding the marketing of low-cost funding products through the implementation of marketing programs as well as enhanced collaboration with Islamic communities including Islamic insitutions/schools/hospitals. 2. Conduct regular monitoring of the Bank’s liquidity performance reported daily tp the Board of Directors, to be discussed in regualr BoD meetings and/or ALCO meetings, comprising reviews on the management of the Bank’s assets and liabilities, developments in macro economics impacting the Bank, and achievement of the Bank’s business performance.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

125

Manajemen Risiko Risk Management

3. Melakukan monitoring terkait likuiditas Bank dengan mengkaji stress test dampak perubahan nilai tukar USD terhadap Rupiah terhadap risiko likuiditas dan melakukan penyempurnaan ketentuan mengenai liquidity contingency plan serta melaporkan kondisi likuiditas secara harian kepada Direksi. 4. Menjalankan proyek Redo Capital Calculation yang salah satu tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perhitungan kecukupan modal Bank dapat dilakukan secara otomatis dan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan risiko likuiditas yang dihadapi Bank. 5. Saat ini, Divisi Treasury sedang menyusun sistem informasi manajemen pengendalian likuiditas, rencana pelaksanaan dan pengembangan sistem tersebut akan didukung dengan penyempurnaan standar prosedur operasi yang baru yang mengakomodasi kebutuhan risiko likuiditas jangka panjang. 6. Melakukan kajian risiko atas beberapa ketentuan terkait likuiditas seperti prosedur income smoothing, prosedur mengenai ceiling price, prosedur treasury, prosedur inter bank repurchase agreement, front-end system, dan prosedur asset & liability management. 7. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam mengelola risiko likuiditas melalui ALMA workshop dan sertifikasi manajemen risiko untuk sumber daya di unit manajemen risiko sehingga sesuai persyaratan dan ketentuan regulator. 8. Untuk memastikan bahwa pemegang kewenangan di Treasury Division memiliki kompetensi dan kemampuan memadai, dilakukan analisis atas pemegang kewenangan memutus transaksi di Treasury Division, termasuk untuk melakukan transaksi terkait likuiditas Bank.

4) Risiko Operasional

3. Conduct monitoring of the Bank’s liquidity through reviews of stress tests on the impact of US DollarRupiah exchange rate fluctuation to liquidity risk, enhancing internal regulations on liquidity contingency plan, and providing the Board of Directors with daily report on liquidity condition. 4. Implementing the Redo Capital Calculation project in order to ensure, among others, that calculation of the Bank’s capital adequacy can be performed automatically and in accordance with applicable regulations with due consideration of the Bank’s liquidity risk. 5. Currently, the Treasury Division is developing a management information system for liquidity control. Plans for the development and implementation of the system will be supported with enhancements to new standard operating procedures to accommodate long-term liquidity risk needs. 6. Conduct risk reviews on a number of liquidityrelated internal regulations such as the procedures for income smoothing, ceiling price, treasury, interbank repurchase agreement, front-end system, and asset & liability management. 7. Improving personnel competences with regards to liquidity risk management through the provision of ALMA workshops and risk management certification for personnel in the risk management unit in accordance with the requirements and stipulations of regulator. 8. Conducting an analysis on the authorized personnel for transaction approval at the Treasury Division to ensure that these personnel have adequate competences and capabilities as required, including to make liquidity-related transaction for the Bank.

4) Operational Risk

Risiko operasional merupakan risiko kerugian yang diakibatkan oleh proses internal yang kurang memadai, kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. Risiko operasional dapat secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan kerugian baik secara finansial maupun non-finansial serta dapat menghambat Bank dalam mencapai keuntungan dan pertumbuhan.

Operational risk refers to risk caused by the failure, malfunction or inadequacy of internal processes, human error, system failure, and/or external factors affecting the operations of the Bank. Operational risk may directly or indirectly result in losses both financial and non-financial as well as to hinder the Bank in achieving profitability and growth.

Secara inheren, risiko operasional Bank Muamalat Indonesia per Desember 2015 dinilai moderate, antara lain berdasarkan parameter sebagai berikut: a. Secara karakteristik dan kompleksitas bisnis tergolong low to moderate dinilai dari skala usaha, aset Bank, struktur organisasi yang menunjang

The inherent operational risk of Bank Muamalat Indonesia as of December 2015 was deemed moderate, based on, among others, the following parameters: a. The characteristics and complexity of the Bank’s business is low to moderate, considering the scale of the business, asset size, organization structure with support for business complexities and variety

126

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

kompleksitas bisnis dan keragaman produk dan jasa, serta jumlah cabang/outlet Bank. b. Dari sisi Sumber Daya Manusia, risiko operasional Bank tergolong moderate to high karena tercatatnya sejumlah kegagalan dari faktor human error. Namun demikian peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan melalui training, workshop, dan sosialisasi, dilakukan secara aktif oleh Human Capital Division, bekerjasama dengan divisi terkait. c. Secara komposit profil risiko operasional pada parameter teknologi informasi dan infrastruktur pendukung tergolong moderate, yang dinilai berdasarkan kompleksitas core banking yang terhubung dengan Branch Delivery System, Financing Origination System, E-Channels, MCB Support System, rendahnya jumlah Change Request yang gagal roll out dibanding total Incoming Change Request, serta tingginya penilaian atas kerentanan sistem teknologi informasi terhadap ancaman dan serangan teknologi informasi di bulan Desember 2015 termasuk dalam kategori low yakni jumlah varian virus yang tidak bisa di-handle oleh sistem antivirus Bank berada di bawah 5%. d. Telah dilakukan penguatan budaya manajemen risiko melalui sosialisasi risiko operasional dan anti fraud ke cabang-cabang dan penanganan khusus terkait fraud. Selain itu, juga dilakukan campaign melalui media elektronik, seperti e-mail dan MHP.

of products and services, and the number of branches/outlets. b. In terms of human resources, the Bank has moderate to high operational risk, having had a number of failures due to human error. However, the Human Capital Division in collaboration with related divisions, has been active in improving the quality of human resources through training, workshops and socialization programs. c. The composite profile of operational risk in information technology and supporting infrastucture parameters is deemed moderate, based on the complexity of the core banking system connected to the Branch Delivery System, Financing Origination System, E-Channels, MCB Support System, the low number of Change Request that failed to roll-out compared to total incoming Change Request, and the assessment of vulnerability of the information technology system to IT threats and attacks in December 2015 being in the low category, i.e. the number of virus variants that cannot be handled by the Bank’s antivirus system remained below 5%. d. Strengthening of the risk culture through the socialization of operational risk and anti-fraud to branches as well as special anti-fraud measures. The campaign was also conducted through electronic medium such as email and the MHP.

Pengelolaan Risiko Operasional

Management of Operational Risk

Bank telah memperkuat Kualitas Penerapan Manajemen Risiko Operasional melalui pengawasan aktif Dewan Direksi dan Komisaris, penyempurnaan struktur organisasi Bank, penyempurnaan prosedur dan ketentuan (termasuk limit transaksi) operasional Bank, serta meningkatkan kualitas manajemen risiko operasional. Atas risiko inheren dari aspek operasional, Bank telah melakukan perbaikan kualitas penerapan manajemen risiko operasional yang per Desember 2015 dinilai satisfactory, meliputi: 1. Memperkuat manajemen risiko operasional Bank melalui implementasi hasil review pedoman dan prosedur internal Bank seperti Pedoman Manajemen Risiko Operasional, Prosedur Pencatatan Kejadian Risiko Operasional, serta menyiapkan dan melakukan implementasi risk control matrix sebagai alat bantu yang menjadi dasar dan acuan secara garis besar dalam melakukan pengendalian risiko operasional di Cabang. 2. Melakukan penyempurnaan struktur organisasi Bank dan memperkuat kualitas manajemen risiko operasional (antara lain: penyempurnaan ORM tools, identifikasi risiko operasional, penyusunan risk register dan koordinasi dengan risk taking unit terkait pengumpulan database kerugian risiko operasional).

The Bank has strengthened the operational risk management implementation quality through active supervision by the BoD and the BoC, organization structure improvement, enhancement to operational procedures and regulations (including transaction limits), and improvements on operational risk management quality. In terms of inherent operational risk, the Bank has improved the operational risk management implementation quality that as of December 2015 was deemed satisfactory, through the following initiatives: 1. Strengthening the operational risk management through implementation of reviews on internal guidelines and procedures such as Guidelines for Operational Risk Management, Procedure for Operational Risk Event Recording, and developing and implementing the risk control matrix as a tool that forms the basis and overall guidance for operational risk control at branch offices. 2. Enhancement to the Bank’s organizational structure and quality of operational risk management (through, among others, improvement to ORM tools, identification of operational risk, development of risk register, and coordination with risk-taking unit related to the development of operational risk loss event database).

Bank Muamalat 2015 Annual Report

127

Manajemen Risiko Risk Management

3. Pelaksanaan Risk Assessment terhadap produk/ aktivitas baru, prosedur operasional Bank, serta pengembangan sistem/aplikasi IT telah tersentralisasi dengan tingkat kualitas dan disiplin yang semakin meningkat melalui unit kerja manajemen risiko dan kepatuhan. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia secara berkelanjutan dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan yang sesuai dengan rencana pelatihan yang telah disusun berdasarkan kebutuhan kompetensi pegawai. Human Capital Division sedang melakukan evaluasi kecukupan training, baik dari segi jumlah pelatihan maupun dari segi training mandays. 4. Human Capital Division bekerjasama dengan unit terkait untuk melakukan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi pegawai, yaitu pelatihan internal dan eksternal terkait basic sharia, treasury, operational, serta training mengenai produk-produk Bank 5. Meningkatnya peran Anti Fraud Division sebagai unit yang melakukan pencegahan, pemantauan dan tindak lanjut penyelesaian atas kejadian fraud internal dan eksternal. 6. Meningkatnya peran Financing Support Division sebagai unit yang melakukan kontrol atas proses pencairan pembiayaan di cabang. 7. Mengimplementasikan fungsi kontrol internal yang bersifat independen di Cabang dengan dibentuknya Branch Internal Control (BIC) berdasarkan SK Direksi No. 061/DIR/KPTS/II/2015. Peran Branch Internal Control adalah sebagai unit yang melakukan pemeriksaan independen untuk memastikan transaksi operasional di Cabang telah sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku. 8. Melakukan review limit otorisasi transaksi di cabang maupun kantor pusat sesuai dengan perkembangan struktur organisasi dan bisnis. 9. Meningkatnya kedisiplinan cabang dan divisi dalam melaporkan/melakukan update kejadian risiko operasional di aplikasi Incident Management Data Collection. 10. Penyempurnaan format dan konten dalam Laporan Profil Risiko, Laporan Loss Event Database, dan Laporan IT Risk. 11. Mengembangkan laporan Operational Risk Management Dashboard bagi Manajemen yang berisi monitoring indikator-indikator utama dari risiko operasional, incident/kejadian risiko operasional, serta isu dan mitigasi dari risiko operasional Bank. 12. Mengembangkan Key Risk Indicator (KRI) sebagai early warning tools yang berisi indikator utama dan hasil monitoring aktivitas utama yang memiliki eksposur risiko operasional cukup tinggi.

128

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

3. Risk assessment on new products/activities, operational procedures, and development of IT system/application has been centralized with a higher level of quality and disciplined implementation by the risk management and compliance work units. Continuing improvement to human resources quality is carried out through training programs that have been developed based on the employee competence needs. The Human Capital Division is evaluating the adequacy of these training programs in terms of number of training sessions as well as training mandays. 4. In collaboration with related units, the Human Capital Division provided training in accordance with employee competences needs, including internal as well as external training sessions in basic sharia, treasury, operations, and product knowledge. 5. Improvement to the role of the Anti Fraud Division as the unit responsible for the prevention, monitoring and follow-up actions of internal and external fraud events. 6. Improvement to the role of the Financing Support Division as the unit responsible for the control over financing disbursement process at branch offices. 7. Implementation of an independent internal control function at Branch Office through the establishment of Branch Internal Control (BIC) based on Decree of Directors No.061/DIR/KPTS/ II/2015. The Branch Internal Control unit performs independent inspection to ensure that operational transaction at the branch office has complied with applicable policies and procedures. 8. Conducting a review on the limits for transaction authorization at branches and at the Head Office in accordance with developments in the business and the organization straucture. 9. Increased discipline by branch offices and divisions in reporting or updating the operational risk event database through the Incident Management Data Collection application. 10. Enhancement of the formatting and content of the Risk Profile Report, Loss Event Database Report, and IT Risk Report. 11. Developing the Operational Risk Management Dashboard reports to the Management for the monitoring of operational risk main indicators, operational risk incidents, and operational risk issues and mitigation at the Bank. 12. Developing the Key Risk Indicator (KRI) as an early warning tool that contains the main indicators and results of monitoring on main activities with high exposure to operational risk. The indicators are

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

Indikator dibagi dalam lima besaran indikator yaitu manusia, fraud, sistem IT, proses internal dan faktor eksternal. Melaksanakan program Branch Visit ke beberapa area dan cabang terkait sosialisasi Operasional Risk Awareness. Sepanjang tahun 2015 telah dilakukan Branch Visit dengan detail kunjungan ke 13 Branches, 36 Sub-Branches, 20 Cash Office, dengan total peserta sosialisasi 488 karyawan. Bersama dengan Human Capital Division memberikan pelatihan Banking Operation (Operation Risk Management dan Operational Risk Control Matrix) sebanyak 14 batch, dengan total peserta sebanyak 369 karyawan. Mengimplementasikan proses BCM berupa Business Impact Analysis (BIA) pada seluruh unit di kantor pusat dan cabang untuk mengidentifikasi critical business function. Penanganan insiden dan kejadian risiko yang bersumber dari faktor eksternal, seperti banjir dan kabut asap dan sebagai koordinator Crisis Management Team. Dilaksanakan sosialisasi dan training Business Continuity Management di beberapa cabang tertentu terkait dalam rangka antisipasi dan mitigasi bencana kebakaran dan perampokan bank. Training dan pelatihan tersebut yaitu robbery drill di 30 Cabang, dengan jumlah peserta 620 karyawan, dan pelatihan fire drill di 27 Cabang dengan peserta 506 karyawan. Kejadian dan isu terkait dengan risiko operasional dilaporkan dan dipantau secara berkala melalui Risk Management Committee dan Risk Oversight Committee. Perkembangan terkait teknologi sistem informasi dipantau secara berkala melaui IT Steering Committee. Melakukan verifikasi dan review secara berkala dan berkesinambungan terhadap penanganan kelemahan-kelemahan kontrol risiko pada Bank dalam aktivitas fungsional yang terekspos risiko operasional.

5) Risiko Hukum Risiko hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek yuridis. Timbulnya risiko hukum antara lain dapat disebabkan karena kurangnya pendukung hukum atau kelemahan dari kontrak. Sebagai perusahaan yang diatur oleh hukum Republik Indonesia, Bank harus selalu mematuhi semua hukum dan peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan/atau Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator dalam industri perbankan di Indonesia. Selain itu, Bank juga harus mengikuti semua aturan dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat baik secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

grouped in five indicator category, namely people, fraud, IT system, internal process, and external factors. Implementing the Branch Visit program to a number of areas and branches for socialization of Operational Risk Awareness. During 2015, the Branch Visit program was conducted to 13 Main Branch, 36 Sub-Branch and 20 Cash Office outlets, involving the participation of 488 employees in the socialization events. Collaborating with the Human Capital Division to provide training in Banking Operation (Operation Risk Management and Operational Risk Control Matrix) for 14 batches with 369 participating employees. Implementing the BCM process in the form of a Business Impact Analysis (BIA) on all work units at the Head Office and branches to identify the critical business functions. Management of incidents and risk events due to external factors, such as floods and haze, as well as the coordinator of Crisis Management Team. Socialization and training in Business Continuity Management at a number of branch offices as part of efforts to anticipate and mitigate fires and bank robbery. These consist of robbery drill at 30 branches with 620 participant employees, and fire drill at 27 branches with 506 participant employees. Issues and events related to operational risk are monitored and regularly reported through the Risk Management Committee and Risk Oversight Committee. Developments related to information system technology are monitored regualrly by the IT Steering Committee. Periodic and continuous verification and reviews on weaknesses in risk control with regards to functional activities at the Bank that are exposed to operational risk.

5) Legal Risk Legal risk is the risk due to lawsuits and/or weakness of the judicial aspect. Legal risk may arise, among others, due to lack of legal support or weakness of a contract. As a company which is governed by the laws of the Republic of Indonesia, the Bank must always comply with all laws and regulations issued by Bank Indonesia and/or the Financial Services Authority as regulators in Indonesia’s banking industry. In addition, the Bank also must follow all prevailing rules and regulations in the society either directly or indirectly related to business activities conducted by the Bank. The Bank’s failure to comply with applicable laws and regulations

Bank Muamalat 2015 Annual Report

129

Manajemen Risiko Risk Management

yang dilakukan oleh Bank. Kegagalan Bank dalam mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dapat menimbulkan klaim litigasi terhadap Bank. Jika terjadi klaim litigasi terhadap Bank dalam jumlah yang cukup signifikan, maka secara langsung dapat mempengaruhi kinerja keuangan Bank.

can lead to litigation claims against the Bank. In the event of litigation claims against the Bank in significant amount, it can directly affect the Bank’s financial performance.

Secara inheren, risiko hukum Bank Muamalat Indonesia dinilai low dimana Bank Muamalat Indonesia telah melakukan investigasi, pelaporan dan pemantauan terhadap kejadian yang terkait legal dan melakukan mekanisme tindak lanjut.

Inherent legal risk at Bank Muamalat Indonesia is deemed to be low, whereby Bank Muamalat Indonesia has engaged in the investigation, reporting and monitoring of legal-related events and its follow-up mechanism.

Pengelolaan Risiko Hukum

Management of Legal Risk

Bank berupaya melaksanakan penerapan manajemen risiko hukum yang baik, dan kualitas penerapan manajemen risiko hukum per Desember 2015 dinilai satisfactory. Walaupun sistem pengendalian risiko hukum Bank Muamalat Indonesia saat ini masih banyak kekurangannya, beberapa perbaikan telah dilakukan antara lain: 1. Bank Muamalat Indonesia selalu melakukan review atas perjanjian kerja sama yang dilakukan dengan pihak lain, untuk menjaga posisi Bank dari aspek hukum. Dengan melakukan review atas perjanjian kerja sama diharapkan setiap perjanjian dan kerja sama yang dilakukan Bank tunduk dan patuh pada undang-undang yang berlaku. 2. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia mengenai aspek legal yang dihadapi dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari, termasuk aspek legal dalam pembiayaan, melalui workshop yang dilakukan berkoordinasi dengan unit kerja lain. 3. Mengingatkan unit kerja terkait mengenai lesson learned dari kasus hukum yang terjadi sehingga tidak terulang dan meningkatkan risk awareness seluruh unit kerja terkait melalui workshop atau training internal. 4. Melakukan koordinasi atas kasus hukum yang terjadi bersama dengan Internal Audit Division, Operational Risk Management Division dan Enterprise Risk Management Division atas kasus hukum yang terjadi sehingga dapat digunakan untuk menyempurnakan ketentuan dan praktek yang dilakukan oleh unit kerja terkait. 5. Melaporkan secara berkala kepada Direksi mengenai kasus hukum yang terjadi sehingga dapat diambil tindakan sedini mungkin untuk penyelesaiannya. 6. Membentuk pencadangan atas kasus-kasus yang telah memperoleh keputusan pada tingkat pengadilan dan Mahkamah Agung dengan persentase yang berjenjang. 7. Selama ini, Bank Muamalat Indonesia belum pernah menerima gugatan perkara atas kelemahan perikatan, akan tetapi Bank terus melakukan upaya perbaikan di antaranya dengan melakukan review

The Bank strives to implement the proper management of legal risk, and the quality of legal risk management implementation as of December 2015 was deemed satisfactory. While there exist quite a lot of weaknesses in legal risk management by the Bank, a number of improvements have been made, including: 1. Bank Muamalat Indonesia consistently reviews all contractual agreements with counterparties in order to protect the Bank’s position with regard to legal aspects. The Bank strives to ensure that each contractual agreement it entered into has complied with all prevailing laws and regulations. 2. Improving the competences of Bank personnel with regard to legal issues encountered in their daily work activities, including the legal issues in financing disbursement, through workshop sessions in coordination with other work units. 3. Reminding related work units through workshops or internal training sessions of lessons learned from litigation cases in order to prevent a recurrence of the event as well as increasing general risk awareness level at the unit. 4. To coordinate with the Internal Audit Division, Operational Risk Management Division and the Enterprise Risk Management Division with regards to the handling of litigation cases in order to make improvements in the internal regualtions and work practice at the related units. 5. To submit regular reports to the Board of Directors on litigation cases in order to ensure that follow-up actions can be made early on. 6. To set up the provisioning expenses on litigation cases that have received a ruling at the court of law or the Supreme Court in accordance with the established percentage levels. 7. To date, Bank Muamalat Indonesia has never been charged with legal claims involving a contractual agreement. Nevertheless, the Bank continue to strive for improvements including through reviews on existing contractual agreements and enhancement on the standard financing contract and agreements with internal as well as external counterparties. The review on contracts is

130

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

atas akad dan menyempurnakan standar akad pembiayaan dan perjanjian-perjanjian baik dengan pihak internal maupun dengan pihak eksternal. Review atas akad disertai dengan penyempurnaan ketentuan standardisasi akad. Review atas akad juga dilakukan berkoordinasi dengan lawyer.

6. Risiko Reputasi

accompanied with enhancements on the prevailing standards for the contract, and is conducted in coordination with a lawyer.

6) Reputation Risk

Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank. Bank senantiasa menghadapi risiko reputasi dalam setiap kegiatan bisnisnya. Hilangnya kepercayaan nasabah terhadap Bank dapat berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap pendapatan Bank. Reputasi Bank juga perlu dijaga dalam hal komitmennya terhadap nilai-nilai syariah.

Reputation risk refers to risk due to declining trust level from stakeholders arisisng from a negative perception on the Bank. The Bank faces reputation risk at all times in the conduct of each business activity. The loss of confidence or trust from customers may have a direct or indirect impact of the Bank’s revenue streams. The Bank must also safeguard its reputation with regards to its commitment to sharia principles.

Risiko reputasi juga berpotensi terjadi dari cara pemasaran produk yang tidak sesuai dengan prinsip syariah dan dapat menurunkan reputasi bank sehingga mempengaruhi tingkat kepercayaan nasabah financing. Pada aspek funding, pemberian special rate dengan pola fixed kepada nasabah funding merupakan salah satu bentuk risiko reputasi karena sudah menyalahi prinsip syariah yaitu terjadinya praktik ribawi. Aktivitas lainnya yang juga dapat menimbulkan risiko reputasi bagi bank adalah pola dan cara collecting pembiayaan oleh pihak ketiga.

Reputation risk may also arise from the marketing of financing products that are not aligned with Islamic principles, thus harming the Bank’s reputation and eventually impacting on the trust of debtors. In terms of funding, the provision of fixed special rates to depositors constitute a form of reputation risk as it violates the sharia principle, in this case the practice of interest taking. Another activity that may lead to reputation risk for the Bank is the system and execution of financing collection by a third party.

Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap muamalah perbankan syariah, semakin membuka terjadi risiko reputasi bagi bank bila implementasi terhadap produk tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Keluhan nasabah tidak serta merta dapat teratasi tanpa diikuti dengan pemahaman SDM perbankan syariah terhadap produk yang dijualnya dan kesesuaian produk dengan prinsip syariah sebagaimana dalam UU 21/2008 tentang perbankan syariah dan Fatwa DSN-MUI.

With the banking public becoming more knowledgeable about sharia banking, the Bank has higher exposure to reputation risk in the event that a product is in violation of sharia principles. The resolution of customers’ complaints also requires proper product knowledge on the part of sharia banking personnel as well as product alignment with the sharia principles as outlined in Law No. 21 Year 2008 on Sharia Banking and in the edicts of the DSN-MUI.

Secara inheren, risiko reputasi Bank Muamalat Indonesia dinilai moderate yang ditandai dengan turunnya frekuensi keluhan nasabah walaupun terjadi peningkatan opini negatif Bank Muamalat Indonesia yang dipicu oleh penurunan rating Bank Muamalat Indonesia yang di-publish oleh Pefindo.

The inherent reputation risk of Bank Muamalat Indonesia is deemed moderate, as shown by the decline in customer complaints and despite a heightened negative public opinion on Bank Muamalat Indonesia following the decline in Bank Muamalat Indonesia rating as published by Pefindo.

Pengelolaan Risiko Reputasi

Management of Reputation Risk

Sepanjang tahun 2015, Bank berupaya melaksanakan penerapan manajemen risiko reputasi yang baik, dan kualitas penerapan manajemen risiko reputasi per Desember 2015 dinilai satisfactory, dengan beberapa perbaikan yang telah dilakukan sebagai berikut: 1. Bank melalui unit kerja Consumer Value Center Division mengelola risiko reputasi dengan menangani keluhan nasabah dan melalui unit

Throughout 2015, the Bank strove to implement good management of reputation risk, and the quality of reputation risk management implementation as of December 2015 was deemed satisfactory, with the following improvement initiatives: 1. The Bank managed its reputation risk through the handling of customer complaints by the Consumer Value Center Division and the management of Bank Muamalat 2015 Annual Report

131

Manajemen Risiko Risk Management

kerja Corporate Communication Division mengelola dan menjaga pemberitaan negatif di media massa sehingga tidak memberikan efek negatif kepada Bank. 2. Untuk meningkatkan service quality di Cabang, secara berkala dilakukan Front Liner Academy yaitu traning pelayanan bagi front liner serta meningkatkan cakupan service dari area menjadi cabang. Dengan mempersempit cakupan area service, kontrol pelayanan dapat dipantau lebih baik. 3. Mengendalikan risiko reputasi dikoordinasikan oleh Customer Value Center Division, berkoordinasi dengan unit kerja terkait. Pengelolaan komplain nasabah dan pengendalian SLA menjadi salah satu standar yang digunakan dalam mengendalikan risiko reputasi ini.

7) Risiko Stratejik Risiko stratejik adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Bank menetapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang dalam bentuk rencana strategis dan rencana bisnis. Secara inheren, risiko stratejik Bank Muamalat Indonesia per Desember 2015 dinilai moderate.

negative publicity in the mass media by the Corporate Communication Division to avoid negative impact to the Bank. 2. The Bank conducted regular training sessions in Front Liner Academy for front liner personnel towards improved service quality in branch offices. The Bank also narrowed the scope of control for service quality from area to individual branch. 3. The Customer Value Center Division coordinated other related work units in the mitigation of reputation risk, among others through the management of customer complaints and the control of Service Level Agreement (SLA) standard.

7) Strategic Risk Strategic risk refers to risk that arise from inaccurate decision-making and/or implementation of strategic decisions as well as a failure to anticipate changes in business environment. The Bank establishes short-term and long-term strategies in the form of strategic plans and business plans. Inherent strategic risk of Bank Muamalat Indonesia as of December 2015 was deemed moderate.

Pengelolaan Risiko Stratejik

Management of Strategic Risk

Bank berupaya melaksanakan penerapan manajemen risiko stratejik yang baik, dan kualitas penerapan manajemen risiko stratejik per Desember 2015 dinilai satisfactory. Sepanjang tahun 2015, upaya perbaikan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Bank telah melakukan melakukan penyempurnaan atas Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2015 yang disesuaikan dengan kondisi makro dan internal Bank Muamalat Indonesia yang telah disetujui BOD dan BOC. Pencapaian kinerja atas rencana Bank dipantau secara berkala dalam rapat Direksi, rapat Dewan Komisaris dengan Direksi, rapat komite tingkat Direksi dan Dewan Komisaris, serta rapat-rapat lainnya yang dilaksanakan sewaktuwaktu. Untuk tahun 2016, RBB telah disusun dan memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris. 2. Dilakukan reorganisasi Bank Muamalat Indonesia dengan harapan bisnis dapat berjalan fokus sesuai dengan segmen bisnis masing-masing dan didukung oleh unit support yang independen dari bisnis serta fungsi kontrol yang diperkuat. Perbaikan organisasi dilakukan juga pada struktur organisasi pembiayaan, sebagaimana dijelaskan pada bagian Risiko Kredit. 3. Untuk menyamakan pemahaman mengenai tujuan perusahaan dan tindakan perbaikan untuk memperbaiki kinerja perusahaan pada level

The Bank strove to implement good management of strategic risk, and the quality of strategic risk management implementation as of December 2015 was deemed satisfactory. Throughout 2015, the Bank undertook a number of improvements as follow: 1. The Bank made some revisions to the Bank Business Plan (RBB) for 2015 to reflect current macro condition as well as internal developments. The revised RBB was subsequently approved by the BoD and the BoC. Progress on the RBB is regularly monitored through meetings of the BoD, joint meetings of the BoC with the BoD, meetings of Board of Commissioners committees as well as executive committees, and other meetings held from time to time. The RBB for 2016 has been formulated and approved by the Board of Commissioners. 2. The Bank has engaged in organization restructuring as a way to improve business focus on the respective segments, supported by independent supporting units and a strengthened control function. Improvement was also made in the structure of the financing organization as described in the section on Credit Risk. 3. To gain a shared perception at the management level about the objectives of the Bank as well as the necessary initiatives towards performance improvement, regular meetings and discussion

132

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

manajemen, dilakukan beberapa pertemuan dan pembahasan dengan melibatkan unit kerja terkait dan area manager secara berkala, termasuk untuk membahas pengelolaan bad bank. 4. Perubahan organisasi, penyamaan pemahaman mengenai tujuan perusahaan dan perbaikan kultur kerja merupakan bagian dari program Metamorfosa Muamalat sebagaimana telah dijelaskan pada Strategi Jangka Panjang. Beberapa hal yang telah dilakukan dalam program transformasi Metamorfosa Muamalat pada tahap pertama tahun 2015 antara lain: a. Governance Team Cohesion Building, yaitu program untuk menyatukan Direksi dan pemain utama dalam program transformasi melalui serangkaian rapat, dengan tujuan untuk mencapai kohesi yang baik antara manajemen puncak dengan beberapa pemain utama di perusahaan. b. Enterprise Strategy Management yaitu program yang diadakan untuk melakukan formulasi strategi perusahaan dengan melibatkan Direksi dan Division Head melalui workshop per direktorat, untuk membahas rencana eksekusi per direktorat dan rencana pengembangan kapabilitas, dengan tujuan antara lain menyusun rencana jangka panjang per direktorat, menetapkan inisiatif kunci per direktorat, dan pengembangan kapabilitas. c. Leadership Development Program yaitu program untuk mempertajam soft skill manajemen level menengah terkait dengan kemampuan manajerial dan kepemimpinan, dengan tujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai praktek dasar tentang manjerial dan kepemimpinan di tempat kerja. d. Work Coordination Framework yaitu program memobilisasi team yang telah ditunjuk untuk melakukan suatu proses sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan tujuan untuk melakukan formulasi proses manajemen dan eksekusi atas blueprint process oleh team yang ditunjuk. e. Enterprise Wide P-C-D-C-A yaitu program yang dilaksanakan untuk mengimplemetasikan konsep Plan-Coordinate-Do-Check-Act (PCDCA) sebagai suatu proses yang berkesinambungan di Bank, dengan tujuan untuk melaksanakan proses secara disiplin. f. Performance Quotient Management Control System yaitu program untuk melakukan formulasi kembali sistem balance score card system sebagai kontrol manajemen atas kinerja.

sessions were held involving the related work units and area managers, including discussions on bad bank management. 4. The organization restructuring, shared perception on company objectives, and improvement to the work culture, constitute part of the Muamalat Metamorphosis program as described in the section on Long Term Strategy. Among some of the initiatives undertaken in the first stage in 2015 were: a. Governance Team Cohesion Building, a program to promote cohesion between top management and key personnel of the organization in the transformation program through regular meeting sessions. b. Enterprise Strategy Management, a program in strategy formulation for the Bank involving the Board of Directors and Division Head personnel through workshops at the directorate level for the purpose of formulating long-term plans and determining key initiatives as well as discussions on plans for strategy execution and capability development in the respective directorates. c. Leadership Development Program, a program of soft skill development related to management and leadership capability for middle management level personnel, especially to gain a shared perception on the basics of management and leadership issues at the workplace. d. Work Coordination Framework, a program to properly mobilize teams to be assigned to specific processes, in order to formulate management processes and execution of process blueprint by each respective team. e. Enterprise Wide P-C-D-C-A, a program to implement the Plan-Coordinate-Do-Check-Act (PCDCA) concept as a continuing process within the Bank, towards a disciplined implementation of the process. f. Performance Quotient Management Control System, a program for the reformulation of the balanced score card system as a tool for management control on performance.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

133

Manajemen Risiko Risk Management

8) Risiko Kepatuhan

8) Compliance Risk

Risiko kepatuhan merupakan risiko akibat Bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, serta prinsip syariah. Sumber Risiko Kepatuhan antara lain dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman atau kesadaran hukum terhadap ketentuan, prinsip syariah, maupun standar bisnis yang berlaku umum.

Compliance risk refers to risk due to the Bank being not in compliance with, and/or not implementing, applicable laws and regulations as well as the sharia principles. Compliance risk may arise, among others, from lack of comprehension or legal awareness towards regulations, sharia principles, or commonly-applied business standards.

Semakin ketatnya persaingan dalam industri perbankan akan meningkatkan kompleksitas dan keberagaman kegiatan usaha perbankan. Kondisi tersebut mendorong otoritas pengawas dan regulator untuk melakukan pengawasan dan pengaturan yang lebih ketat terhadap perbankan termasuk bank syariah. Semakin kompleks dan beragamnya kegiatan usaha serta ketatnya regulasi yang mengatur perbankan, menyebabkan semakin besar pula potensi risiko kepatuhan yang dihadapi, namun Bank telah melakukan upaya-upaya untuk meminimalkan risiko kepatuhan tersebut dengan melakukan perbaikanperbaikan dalam proses internal Bank.

The increasingly tight competition in the banking industry has led to increased complexity and variety of banking activities. In turn, the supervisory authorities and regulators are driven to tighten the supervision and regulation on banking, including for sharia banks. The increased complexity and variety of banking activities on the one hand and tighter regulations on the other hand may lead to greater potential of complaince risk. However, the Bank has minimized the potential for compliance risk through improvements in the Bank’s internal processes.

Secara inheren, risiko kepatuhan Bank Muamalat Indonesia per Desember 2015 dinilai moderate yang disebabkan oleh masih terdapatnya pelanggaran syariah walaupun terdapat penurunan yang signifikan atas denda baik kepada OJK maupun kepada regulator lainnya, sejalan dengan target Bank yang menargetkan “zero fine” untuk setiap laporan dan aturan yang telah ditetapkan oleh regulator.

Inherent compliance risk at Bank Muamalat Indonesia as of December 2015 was deemed moderate, as there were some instances of sharia violations, while recording a significant drop in penalties or fines paid to OJK or other regualtory bodies, in line with the Bank’s target of achieving ‘zero fine’ regarding the submission of mandatory reports or requirements to regulator.

Pengelolaan Risiko Kepatuhan

Management of Compliance Risk

Bank berupaya melaksanakan penerapan manajemen risiko kepatuhan yang baik, dan kualitas penerapan manajemen risiko kepatuhan per Desember 2015 dinilai satisfactory dengan beberapa perbaikan yang telah Bank lakukan diantaranya: 1. Melakukan pengembangan sistem untuk memantau Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) melalui sistem yang terintegrasi dalam sistem data warehouse Bank dan direncanakan akan diimplementasikan pada tahun 2016. Sampai dengan saat ini, proses pengembangan masih dilakukan, termasuk program untuk menghitung modal Bank secara harian secara sistematis. 2. Perbaikan dan penyempurnaan atas setiap proses bisnis Bank agar sesuai dengan peraturan yang berlaku baik dari sisi governace maupun sisi syariah. Saat ini proyek yang dilakukan untuk sisi syariah adalah penyempurnaan atas perbaikan implementasi pembiayaan murabahah dan musyarakah serta menyusun formula Ta’widh sedangkan untuk kepatuhan terhadap ketentuan umum adalah perbaikan data Customer Identification File (CIF), Compliance Checklist, dan System Dashboard Compliance.

The Bank strove to implement proper management of complaince risk, and the quality of compliance risk management as of December 2015 was deemed satisfactory, with a number of improvement initiatives undertaken by the Bank as follow: 1. The development of an application system for the monitoring of the Legal Lending Limit to be integrated with the data warehouse system at the Bank, for implementation in 2016. The system is still under development, including the application program for the systematic calculation of bank capital on a daily basis. 2. Improvement and enhancement of each business process at the Bank in terms of compliance with good governance and sharia principles. In terms of sharia compliance, ongoing projects include improvement in the implementation of murabahah and musyarakah financing as well as the formulation of Ta’widh, while projects in governance compliance include data cleansing in the Customer Identification File (CIF), as well as improvements in Compliance Checklist and System dashboard Compliance.

134

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

3. Saat ini proses pembiayaan dengan akad Murabahah dan Musyarakah masih perlu dilakukan perbaikan dan dilakukan pengembangan agar dapat sejalan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Diantara perbaikan yang dilakukan terkait dengan tahapan pelaksanaan akad pembiayaan. Untuk itu, perlu dilakukan upaya perbaikan terhadap proses pembiayaan Murabahah dan Musyarakah. Perbaikan telah diinisiasi oleh Compliance Division berkoordinasi dengan Corporate Legal, Enterprise Risk Management, Domestic Operation, Financing Support, Accounting Tax & Reporting, IT Project Management dan divisi bisnis lainnya yang terkait. 4. Bank bukan hanya berkomitmen untuk menurunkan jumlah denda atas ketidakpatuhan dan keterlambatan laporan, akan tetapi mulai tahun 2015 Bank berkomitmen untuk “zero fine” untuk setiap pelaporan dan kepatuhan yang harus Bank laksanakan. Komitmen tersebut tidak serta merta dapat langsung terwujud, akan tetapi dilakukan secara bertahap dengan perbaikan sistem, peraturan internal, dan yang terpenting adalah dengan membangun risk culture. 5. Pengembangan dan penguatan audit internal termasuk diantaranya pemenuhan terhadap regulasi baik regulasi internal maupun eksternal, aturan perbankan secara umum maupun syariah yaitu memperluas jaringan audit sampai ke cabang dan memperkuat fungsi audit internal tersebut. Hasil temuan audit dikoordinasikan dengan risk unit terkait dan Compliance Division sehingga menjadi masukan untuk memperbaiki ketentuan internal dan proses Bank. 6. Unit Compliance secara berkala melakukan kunjungan ke area dan cabang untuk melakukan compliance review atas praktek yang dilakukan di cabang sekaligus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan risk awareness unit kerja terkait. 7. Sosialisasi Pedoman terkait implementasi FATCA yang telah disetujui oleh Direksi di akhir bulan Juni 2015 dalam rangka memberikan pemahaman penerapan FATCA kepada unit bisnis terutama front liner dan telah dilakukan sosialisasi sebanyak 8 (delapan) area. 8. Me-review usulan pembiayaan melalui rapat komite pembiayaan level Direksi dan dalam rapat komite pembiayaan tersebut Compliance Division menyampaikan opininya baik dari aspek kepatuhan umum maupun kepatuhan syariah. 9. Menyampaikan opini, review, reminder dan sharing info ketentuan/peraturan terkait Kebijakan dan/ atau Prosedur terkait Pembiayaan, Pemenuhan Ketentuan Syariah dalam Pembiayaan dan Fatwa, POJK dan SEOJK.

3. At present, existing financing process with Murabahah and Musyarakah contracts need to be improved and developed further to comply with edicts issued by DSN-MUI, including improvement related to the phases of the financing contract. Improvement initiatives were accordingly launched by the Compliance Division in coordination with Corporate Legal, Enterprise Risk Management, Domestic Operations, Financing Support, Accounting Rax & reporting, IT Project Management, and other related business units. 4. The bank is committed not only to reduce the amount of fines paid for late reporting and other such non-compliance, but beginning in 2015, to strive for ‘zero fine’ regarding any mandatory reporting and compliance issue required of the Bank. Implementation of the commitment took some time to be undertaken in stages involving improvements in systems, internal regulations and, most importantly, the development of a risk culture. 5. Development and reinforcement of internal audit, including fulfillment of regulatory requirements both internal as well as external, and regulations for commercial and sharia banking, by expansion of internal audit network to branch offices and by reinforcement of internal audit function. Audit findings are coordinated with related risk unit as well as with the Compliance Division as input in the improvement of the Bank’s processes and internal regulations. 6. The Compliance unit made regular visits to area and branch offices to conduct a compliance review on work practices at branches and to socialize risk awareness at the related work unit. 7. Socialization of guidelines for the implementation of FATCA that has been approved by the Board of Directors at end of June 2015, in order to inform on the implementation of FATCA to business units, especially to front liners at 8 areas. 8. Conducted reviews on financing proposals in meetings of the financing committee at the Directors’ level, whereby the Compliance Division submitted its opinion related to general compliance as well as sharia compliance. 9. Submitted opinions, reviews and information sharing on regulations and/or procedures related to financing and sharia compliance contained in DSN edicts as well as regulations and circular letter of the Financial Services Authority (OJK).

Bank Muamalat 2015 Annual Report

135

Manajemen Risiko Risk Management

10. Melakukan Compliance Mentoring yaitu salah satu kegiatan audiensi antara Compliance Division dengan unit bisnis berkaitan dengan penerapan aspek kepatuhan umum dan syariah di unit bisnis melalui teleconference sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman karyawan terhadap aspek kepatuhan umum dan syariah. 11. Kunjungan yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Syariah untuk meningkatkan kepatuhan syariah dan memberikan arahan kepada seluruh karyawan di unit bisnis terkait terhadap penerapan aspek kepatuhan syariah. Selain itu DPS juga melakukan assessment terhadap penerapan syariah di unit bisnis. 12. Memastikan kesiapan operasional Bank untuk pembukaan, pemindahan alamat dan perubahan status kantor dengan melakukan Compliance Checklist sebelum pengajuan tersebut disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 13. Memastikan Kepatuhan Bank terhadap komitmen yang dibuat oleh Bank kepada pihak eksternal beserta tindak lanjutnya dan melakukan reminder kewajiban pelaporan Bank. 14. Compliance Division dan Compliance and Risk Management Director melakukan upaya untuk mendorong perbaikan struktur dan proses GCG Bank Muamalat Indonesia agar dapat menghasilkan governance outcome yang lebih baik. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain dengan menyampaikan reminder kepada manajemen dan unit kerja terkait untuk memperbaiki struktur dan proses agar memenuhi prinsip-prinsip GCG serta melakukan review terhadap Board Manual dan Kebijakan GCG. 15. Melakukan penguatan atas penerapan Program APU & PPT yang efektif dan efisien mengacu pada Kebijakan Penerapan APU & PPT yang paling kurang mencakup 5 (lima) pilar penerapan Program APU & PPT, yaitu: a. Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi; b. Kebijakan dan Prosedur; c. Pengendalian Intern; d. Sistem Informasi Manajemen; e. Sumber Daya Manusia dan Pelatihan. 16. Melakukan checklist terhadap persyaratan pemenuhan kelengkapan dokumen Fit & Proper Test untuk pengajuan penambahan anggota Dewan Komisaris maupun Direksi.

9) Risiko Imbal Hasil Risiko imbal hasil (rate of return risk) adalah risiko akibat perubahan tingkat imbal hasil yang dibayarkan Bank kepada nasabah, karena terjadi perubahan tingkat imbal hasil yang diterima Bank dari penyaluran dana, yang dapat mempengaruhi perilaku nasabah dana pihak ketiga Bank. Imbal hasil pada DPK pada Bank

136

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

10. Conducted Compliance Mentoring sessions, a forum between the Compliance Division and related business units through teleconference, as a means to improve awareness of sharia-related compliance and compliance issues in general among emplyees at business units. 11. Visits by the Sharia Supervisory Board to related business units in order to improve sharia compliance, provide directions on the implementation of sharia compliance, and conduct assessment of sharia compliance at the respective business unit. 12. Ensuring the operational readiness of the Bank for new branch opening, branch relocation or branch change of status by completing a Compliance Checklist, prior to submitting the proposal to the OJK. 13. Ensuring the compliance of the Bank in terms of its commitments to external parties and the required follow-up actions, including a reminder of the Bank’s reporting obligations. 14. The Compliance Division and the Compliance and Risk Management Director undertook initiatives to improve the GCG structure and processes at Bank Muamalat Indonesia towards a better governance outcome. These initiatives include reminders to the management and related work units about needed improvements to GCG structure and processes, and reviews on the existing Board Manual and GCG Policies. 15. Reinforcing the implementation of effective and efficient APU & PPT Program with reference to the Policy for APU & PPT Implementation, involving at least 5 (five) pillars of implementation, namely: a. Active supervision by the Board of Commissioners and Board of Directors; b. Policies and Procedures; c. Internal Control; d. Management Information System; e. Human Resources and Training. 16. Conducted a checklist on the document requirements for the Fit & Proper Test of proposed additional members of the Board of Commissioners and Board of Directors.

9) Rate of Return Risk Rate of return risk refers to risk due to changes in the yields paid by the Bank to its deposit customers as a result of changes in the returns received by the Bank from fund disbursement, which may have an impact on the Bank’s deposit customers. In sharia banking, the yield on third-party funds should comply with

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Syariah akan berjalan sesuai prinsip syariah apabila pola bagi hasil dilakukan dengan benar sesuai dengan prinsip syariah yang berlaku dan tidak memberlakukan fixed rate yang merupakan transaksi ribawi. Pemberian fixed rate pada DPK akan menyebabkan negative spread sebagaimana bank konvensional, hal tersebut menyalahi prinsip syariah karena terdapat transaksi ribawi. Secara inheren, risiko imbal hasil Bank Muamalat Indonesia per Desember 2015 dinilai moderate to high.

sharia principles through a profit sharing mechanism, rather than a fixed rate mechanism that constituted an interest-bearing transaction. The application of a fixed rate could lead to a negative spread as in conventional banking, and it violates the sharia principles of not allowing interest-bearing transactions. The inherent rate of return risk at Bank Muamalat Indonesia as of December 2015 was deemed modertae to high.

Pengelolaan Risiko Imbal Hasil

Management of Rate of Return Risk

Bank berupaya melaksanakan penerapan manajemen risiko imbal hasil yang baik, dan kualitas penerapan manajemen risiko imbal hasil per Desember 2015 dinilai fair. Sepanjang tahun 2015, sistem pengendalian risiko imbal hasil Bank Muamalat Indonesia cukup memadai meskipun masih banyak kekurangan. Beberapa perbaikan yang telah Bank lakukan di antaranya: 1. Melakukan pemantauan atas pricing dana dan pembiayaan, dan didiskusikan secara berkala dalam rapat ALCO. 2. Menetapkan FDR pada kisaran 92%-99% dan RORWA ≥ 1,5%, serta mengelola eksposur konsentrasi pembiayaan agar pembiayaan tidak terkonsentrasi pada beberapa sektor ekonomi atau counterpart saja. 3. Realisasi kinerja Bank terhadap parameter di atas senantiasa dipantau dan dilaporkan kepada BOD secara berkala. 4. Sejalan dengan tingkat risiko yang telah diambil, Bank melakukan evaluasi atas imbal hasil kepada nasabah, antara lain dengan mengevaluasi nisbah bagi hasil dan memfokuskan pemasaran untuk produk-produk low cost.

The Bank strove to implement proper management of rate of retrun risk, and the quality of the management of rate of return risk implementation as of December 2015 was deemed fair. The systems for the management of rate of return risk in Bank Muamalat Indonesia throughout 2015 were considered adequate, despite of some weaknesses. The Bank conducted a number of improvements, including: 1. Monitoring pricing on funding and financing, to be discussed in regular ALCO meetings. 2. To determine FDR at a range of 92%-99% and RORWA ≥ 1.5%, as well as to manage exposure on financing concentration to avoid concentration of financing only to a number of economic sectors or large debtors. 3. Conduct regular monitoring the Bank’s actual performance against the above parameters, to be reported to the Board of Directors. 4. In accordance with the established level of risk tolerance, the Bank conducted an evaluation of the yields for customers, including an evaluation on profit sharing margins, as well as focusing efforts on the marketing of low-cost products.

10) Risiko Investasi Risiko investasi (equity investment risk) adalah risiko akibat Bank ikut menanggung kerugian usaha nasabah yang dibiayai dalam pembiayaan bagi hasil berbasis profit and loss sharing. Secara inheren, risiko investasi Bank Muamalat Indonesia per Desember 2015 dinilai moderate to high.

10) Equity Investment Risk Equity investment risk refers to risk due to the Bank’s share in the business loss of customers receiving financing from the bank with a profit and loss sharing mechanism. Inherent equity investment risk at Bank Muamalat Indonesia as of December 2015 was deemed modertae to high.

Pengelolaan Risiko Investasi

Management of Equity Investment Risk

Bank berupaya melaksanakan penerapan manajemen risiko investasi yang baik, dan kualitas penerapan manajemen risiko investasi per Desember 2015 dinilai fair dengan beberapa perbaikan yang telah dilakukan di antaranya: 1. Bank fokus pada penyusunan produk dana murah dan mengoptimal peran unit kerja yang menangani retail funding, dengan strategi pada produk low cost. Pembentukan produk didukung dengan ketentuan yang disusun dan melibatkan beberapa unit kerja terkait.

The Bank strove to implement the proper management of equity investment risk, and the quality of equity investment risk management implementation as of December 2015 was deemed fair, with the following improvement initiatives: 1. The Bank focused on development of low-cost funding products and optimization of work units for retail funding in support of the low-cost fund strategy. Product development is supported with formulation of internal regulations that involves a number of related work units.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

137

Manajemen Risiko Risk Management

2. The Bank has monitored and improved its financing process based on fincnaing contract, as well as continuously improving the records on profitsharing financing facilities. 3. The Bank has established a criteria for eligible financing customers on the basis of financing contracts, with involvement of the sharia compliance unit in financing approval decisions in order to minimize errors in the financing contract that may result in equity investment risk. 4. Financing facilities based on profit-and-loss sharing, including MMQ, was still a dominant portion of Bank Muamalat Indonesia’s financing portfolio, compared with other types of financing contracts, and tended to grow up to December 2015. After December 2015, therefore, the Bank has limited the disbursement of profit-and-loss sharing financing facilities, focusing instead on financing with murabahah contract or other types of alternative contract that are currently being developed.

2. Bank telah melakukan pemantauan dan perbaikan pembiayaan berdasarkan akad pembiayaan dan juga memperbaiki pencatatan pembiayaan berbasis bagi hasil secara terus menerus. 3. Bank telah menyusun kriteria nasabah yang dapat dibiayai berdasarkan akad pembiayaan dengan melibatkan unit compliance syariah dalam pemutusan pembiayaan sehingga risiko kesalahan akad yang berakibat pada munculnya risiko investasi dapat diminimalkan. 4. Pembiayaan berbasis bagi hasil, termasuk MMQ, masih merupakan yang terbesar di Bank Muamalat Indonesia dibandingkan pembiayaan dengan akad yang lain dan secara rasio menunjukkan peningkatan sampai dengan Desember 2015. Sejak akhir tahun 2015, pembiayaan berbasis bagi hasil dibatasi penggunaannya, dan pembiayaan didorong menggunakan akad murabahah atau akad lainnya sebagai alternatif yang saat ini sedang dikembangkan.

PROFIL RISIKO INDONESIA

BANK

MUAMALAT

BANK MUAMALAT INDONESIA RISK PROFILE

Mengacu pada Peraturan Bank Indonesia tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8/POJK.03/2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Bank Muamalat Indonesia menyampaikan laporan profil risiko kepada Otoritas Jasa Keuangan sesuai format yang ditetapkan secara tepat waktu dengan komponen profil risiko terdiri dari risiko inheren (inherent risk), kualitas penerapan manajemen risiko (quality of risk management) dan risiko komposit (composite risk).

Referring to the Bank Indonesia Regulation concerning Application of Risk Management for Sharia Banks and Sharia Business Unit, as well as the Financial Service Authority Regulation No. 8/POJK.03/2014 on Rating of Sharia Bank and Sharia Business Unit, Bank Muamalat Indonesia is to submit a report to the risk profile to the Financial Services Authority in the required format and in a timely manner, with the components of the risk profiles consist of inherent risk, quality of risk management (KPMR) and composite risk.

Profil risiko Bank Muamalat Indonesia untuk posisi 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

Bank Muamalat Indonesia risk profile as at 31 December 2015 is as follows:

Jenis Risiko Risk Type

No.

Predikat Risiko | Risk Predicate Inheren

KPMR

Peringkat Risiko Risk Rating

1

Risiko Kredit

Moderate

Satisfactory/Memadai

Peringkat 2

2

Risiko Pasar

Low

Satisfactory/Memadai

Peringkat 1

3

Risiko Likuiditas

4

Risiko Operasional

5

Risiko Hukum

6

Risiko Reputasi

Low to Moderate

Satisfactory/Memadai

Peringkat 2

Moderate

Satisfactory/Memadai

Peringkat 2

Low

Satisfactory/Memadai

Peringkat 1

Moderate

Satisfactory/Memadai

Peringkat 2

7

Risiko Stratejik

Moderate

Satisfactory/Memadai

Peringkat 2

8

Risiko Kepatuhan

Moderate

Satisfactory/Memadai

Peringkat 2

9

Risiko Imbal Hasil

Moderate to High

Fair/Cukup Memadai

Peringkat 4

10

Risiko Investasi

Moderate to High

Fair/Cukup Memadai

Peringkat 4

Moderate

Satisfactory/Memadai

Peringkat 2

Peringkat Komposit

138

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Risiko inheren Bank Muamalat berada pada peringkat Moderate. Bank Muamalat telah melakukan beberapa hal untuk meminimalkan dampak dari risiko inheren yang ada, sehingga berdasarkan penilaian secara self assessment, Kualitas Penerapan Manajemen Risiko Bank Muamalat berada pada peringkat Satisfactory (Memadai), yaitu meskipun terdapat beberapa kelemahan, Bank Muamalat selalu mengupayakan untuk mengatasi kelemahan tersebut pada aktivitas bisnis normal. Namun, berdasarkan penilaian OJK, peringkat risiko Bank ditetapkan pada Peringkat Komposit (PK) 3.

Bank’s Inherent Risk Rating assigned as Moderate. Bank Muamalat has undertaken a number of initiatives to minimize Inherent Risk, therefore by self-assessment, the quality of risk management implementation (KPMR) is deemed Satisfactory. This means that in spite of recognized weaknesses, Bank Muamalat has striven to address those weaknesses in the conduct of normal business activities. However, based on OJK assessment, Bank’s risk profile is assessed at Composite Rating of 3.

Rencana dan Strategi Kedepan dalam Mengelola Manajemen Risiko

Future Plans Management

Pada tahun 2016, Bank Muamalat Indonesia merencanakan beberapa perbaikan untuk mengelola risiko inheren yang ada dan atau meningkatkan kualitas penerapan manajemen risiko, sejalan dengan visi dan misi Bank Muamalat Indonesia yang telah dicanangkan akan dicapai dalam kurun waktu 2015-2025.

In 2016, Bank Muamalat Indonesia has plans for a number of improvements in the management of existing inherent risk as well as improving the quality of risk management implementation, in line with the roadmap for the achievement of Bank Muamalat Indonesia’s vision and mission statements in 2015-2025.

Rencana kerja Bank untuk sepuluh tahun mendatang dibagi dalam tiga periode yang didukung dengan rencana manajemen risiko sebagai berikut:

The Bank’s roadmap for the next ten years in regards risk management is divided into three periods as follow:

Strategy

in

Risk

Sustain Leadership Position in Islamic Bank

The Bank Journey

Corporate Level

and

Outpace the Market Mindet Reform & Infrastructure Development

Healthly & Excellent Executor of Islamic Banking Services

Top 15 Bank in Indonesia with Sustainable Market Share Growth and Highly Profitable (M12 - Y20)

The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence (M10 - Y25)

2021-2025 2018-2020 2015-2017 Risk Management Journey

Building Mindset and Strengthen Risk Management Culture

Untuk menghadapi tekanan perekonomian global maupun bisnis yang dapat mempengaruhi arah bisnis, Bank Muamalat Indonesia menyusun Rencana Bisnis Bank Muamalat Indonesia Tahun 2016 yang bertemakan “Building Strong Foundation for Sustainable and Healthy Business Growth with Strong Operational Excellence” yang menggarisbawahi langkah strategis Bank dalam menciptakan profitabilitas berkelanjutan melalui pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan penyempurnaan proses operasi. Sejalan

Role Model on risk management Practice within Sharia Bank Industry

Strengthen market leadership on risk management practice to benckmark global standard

To cope with pressures from developments in the global economies as well as business environment that may affect the direction of Bank’s business, Bank Muamalat Indonesia has formulated the 2016 Bank Business Plan with the theme “Building Strong Foundation for Sustainable and Healthy Business Growth with Strong Operational Excellence”, emphasizing the Bank’s strategic initiatives towards creating sustainable profitability through sustainable business growth and enhancement to operational processes.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

139

Manajemen Risiko Risk Management

dengan tema bisnis tersebut, langkah strategis Bank Muamalat Indonesia di tahun 2016 akan difokuskan pada (i) aggressive bad bank settlement and provisioning; (ii) operation excellent and optimal efficiency; serta (iii) sustainable and moderate business growth.

In line with this theme, Bank Muamalat Indonesia in 2016 will concentrate its strategy on (i) aggressive bad bank settlement and provisioning; (ii) operation excellent and optimal efficiency; and (iii) sustainable and moderate business growth.

Pada tahun 2016, pelaksanaan manajemen risiko dilakukan dengan fokus pada empat pilar utama sebagai berikut:

In 2016, risk management activities will focus on the following four main pillars:

BMI’s Vision: Healthy and Excellent Executor of Islamic Banking Services

CRMD’s Vision: Development Phase, Meet Industry Standard Four Key Strategies to Strengthen the Quality of Risk Management Practice

Enabling People Improve Governance Structure & the capabilities of the tree line of defene

Process & Policy Improve & Create policy & procedure to support effective & efficient Process

Internal Control Encourage & Strengthen Internal Control at the level of first line of defense

MIS & Reporting Improve reliability of data & MIS for better reporting & decision making

Good Corporate Governance

Strong Capital

1. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, dengan cara antara lain: •







140

Mengoptimalkan fungsi first line of defense dalam pengelolaan risiko kredit dengan memperkuat fungsi four eyes principle oleh risk taking unit, serta dalam pengelolaan risiko operasional melalui peran Risk Champion di risk taking unit; Memperkuat koordinasi antara unit pengelola first line of defense, second line of defense dan third line of defense, khususnya meningkatkan sinergi antara risk management unit dan Compliance Division serta Internal Audit Division; Memperkuat koordinasi dan pemantauan atas pengendalian kualitas pembiayaan di kantor cabang yang telah dipetakan dalam beberapa kategori/kelas berdasarkan kualitas portofolio pembiayaan, potensi pasar, dan kesiapan sumber daya manusia; Meningkatkan risk awareness program dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi seluruh unit kerja mengenai risiko inheren yang melekat pada seluruh aktivitas yang dilakukan dengan melakukan training, sosialisasi, kunjungan cabang, workshop dan campaign;

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

1. Human Resources Empowerment, through: •







Optimizing the first line of defense in the management of credit risk by reinforcing the foureyes principle at the risk-taking units, as well as in the management of operational risk through the function of Risk Champion in the risk-taking units; Strengthening the coordination among units in the first line of defense, second line of defense and third line of defense, and especially improving the synergy among risk management unit and the Compliance Division and the Internal Audit Division; Strengthening the coordination and monitoring of control of the quality of financing at branch offices that have been grouped into several categories based on financing portofolio quality, market potential, and human resources preparedness; Improvement to the risk awareness program in order to improve on the capability and competences of all work units regarding the risks inherent in all their work activities, through the provision of training, socialization, branch visit, workshops and campaign;

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data









Membangun koordinasi dengan aliansi yang kuat dengan unit bisnis dan unit kepatuhan, unit Branch Internal Control (BIC) dan unit internal audit; Melakukan penyamaan persepsi business unit dan risk taking unit terkait ketentuan pembiayaan termasuk ketentuan penyelesaian pembiayaan bermasalah, baik yang tertuang dalam Kebijakan Umum Pembiayaan, Kebijakan Umum Manajemen Risiko dan Prosedur Pembiayaan; Meningkatkan keahlian, kompetensi dan kemampuan sumber daya manusia terkait pengelolaan risiko termasuk sertifikasi manajemen risiko; Persiapan untuk membangun Risk Management Academy.

2. Perbaikan Proses Bisnis dan Kebijakan, dengan cara antara lain: • • • •

• • •

• • • •





Menerapkan Kebijakan dan Prosedur Pembiayaan baru bagi segmen bisnis Komersial dan Korporasi; Melakukan review yang menyeluruh terhadap kebijakan pembiayaan segmen bisnis Ritel; Melakukan proses perbaikan end to end terhadap proses pembiayaan ritel untuk mempercepat SLA; Melakukan perbaikan pada sistem originasi pembiayaan secara elektronik (e-FOS) sehingga lebih terpercaya dan handal; Melakukan review terhadap standar akad-akad pembiayaan; Mendukung proyek, inisiatif dan peluncuran produk baru; Melakukan review terhadap kebijakan dan prosedur berdasarkan perubahan organisasi, proses, kontrol dan sistem terkait; Melakukan evaluasi dan kajian atas proses, sistem, kontrol dan mitigasi risiko; Mengimplementasikan Business Continuity Program; Memperkuat financing portfolio management untuk pengelolaan capital optimization; Memperkuat manajemen risiko kredit di segmen Corporate & Commercial dengan mengoptimalkan Moody’s Risk Analyst dan mengembangkan framework model risiko kredit; support terhadap bad bank Melakukan management untuk akselerasi bad bank settlement dengan merevisi pedoman dan prosedur terkait bad bank serta merevisi limit pembiayaan bad bank management; Sebagai langkah untuk memperkuat asset and liability management dan liquidity risk management untuk menghasilkan laba yang optimal dilakukan: pengembangan dan pengimplementasian ALMA, review and revise liquidity indicators limit, serta simulasi dan implementasi LCR calculation;









Building coordination and strong alliances with business units and the compliance unit, Branch Internal Control (BIC) unit, and internal audit unit; Building a shared perception among business units and risk taking units with regards to regulations on financing, including regulations on the settlement of non-performing financing, as contained in the General Policy for Financing, General Policy for Risk Management and Procedures of Financing; Improving the skills, competences and capabilities of personnel with regrads to risk management issues, including in risk management certification; Preparations for the establishment of Risk Management Academy.

2. Improvement in Business Process and Policies, through: •

• • • • • •

• • •







Implementation of new policies nad procedures for financing for the Commercial and Corporate business segments; Comprehensive review of financing policies in the Retail business segment; Implementing end-to-end improvements to retail financing processes in order to accelerate the SLAs; Improvement to the electronic financing origination system (e-FOS) for improved reliability; Reviews on the standard financing contracts; Support for new projects, initiatives and product launches; reviews on policies and procedures based on related changes to organization structure, processes, control and system; Perform evaluation and reviews on risk mitigation process, system, and control; Implementation of Business Continuity Program; Strengthening the financing portfolio management towards optimum capital managementfolio management; Strengthening credit risk management for the Corporate and Commercial business segments by optimizing on Moody’s RiskAnalyst and development of a framework model for credit risk; Provide support to bad bank management tema in order to facilitate bad bank settlement through revisions to the existing guidelines and procedures on bad bank as well as revisions to the financing limit on bad bank management; In efforts to strengthen the practice of asset and liability management as well as liquidity risk management to generate optimum profits, the Bank undertook: development and implementation of ALMA, reviews and revisions to liquidity indicators limit, as well as simulation and implementation of LCR calculation;

Bank Muamalat 2015 Annual Report

141

Manajemen Risiko Risk Management









Standarisasi proses dan pelaporan data kerugian/ kejadian risiko operasional dan follow up atas rencana perbaikan; Pelaksanaan assessment risiko dan kontrol pada unit kerja yang dinilai mempunyai tingkat risiko tinggi; Mengimplementasikan Business Continuity Program dan mengembangkan Business Contigency Plan untuk unit kerja yang kritikal; Mendukung proyek, inisiatif, dan peluncuran produk baru.

3. Pengendalian Internal, dengan cara antara lain : •









• • •





Menerbitkan ketentuan internal terkait dengan manajemen risiko dan kepatuhan serta melakukan review berkala terhadap Kebijakan dan Risk Management Framework; Mempertajam dan mengoptimalkan fungsi pengawasan melekat oleh BIC yang telah dibentuk tahun lalu; Menyempurnakan branch operation control matrix dan menyusun branch financing control matrix (Compliance Checklist untuk operasional cabang) sebagai acuan pemeriksaan oleh BIC; Mengembangkan perhitungan target market dan Financing Allocation Limit (FAL) untuk meningkatkan ekspansi pembiayaan yang berkualitas; Mengembangkan program Early Warning System (EWS) yang sudah mulai diimplementasikan sejak tahun 2014; Melakukan review dan meningkatkan kontrol serta limit transaksi operasional; Melakukan assessment dan review terhadap pengelolaan risiko IT termasuk IT Security; Mengidentifikasi risiko pada unit kerja dan unit kerja yang melakukan kontrol, dengan fokus pada proses atau aktivitas yang mengandung risiko tinggi; Mendukung unit bisnis dalam melakukan kontrol dan mitigasi risiko yang lebih baik dengan memberikan arahan terkait profil risiko yang dihadapi; Mengimplementasikan konsep dan metodologi three lines of defense.

4. Sistem Informasi Manajemen dan Pelaporan, dengan antara lain •



142

Melakukan kajian atas sistem teknologi informasi dan keamanan sistem, khususnya terkait dengan core banking; Membangun financing dashboard dan operational dashboard untuk proses monitoring yang lebih realible dan pelaporan yang lebih akurat kepada Manajemen;

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015



• •



Standardized processing and reporting of loss data/ event in operational risk as well as follow-up to improvement plans; Implementing risk assessment and control on work units with high risk level; Implementation of Business Continuity Program and development of Business Contingency Plan for critical function business units; Support for new projects, initiatives and product launches;

3. Internal control, through: •

• •



• • • •





Issuance of internal regulations related to risk management and compliance, as well as regular reviews on Risk Management Framework and Policies; Optimizing the function of inherent supervision by the BIC that was established in the prior year; Enhancements to the branch operation control matrix and formulation of branch financing control matrix (compliance checklist branch operations) as a reference checklist for BIC; Developing the calculations for target market and Financing Allocation Limit (FAL) towards expanded and high-quality financing disbursement; Further refinement to the Early Warning System (EWS) program that was first initiated in 2014; Reviews and improvement to control and limits of operational transactions; Conduct reviews and assessment on the management of IT risk including IT Security; Conduct risk identification in work units and control-related work units, with a focus on high-risk activities or processes; Provides support to business units for improved risk control and mitigation through briefings on potenttial risk profile; Implementation of three lines of defense concept and methodology.

4. Management Information System and Reporting, through: •



Conducting reviews on management information system and system security, specially related to the core banking system; Developing the financing dashboard and operational dashboard towards more reliable monitoring and more accurate reporting to the Management;

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data



• •

Memantau implementasi project “No further surprise – Redo Capital Calculation” dengan IT enhancement untuk memastikan bahwa perhitungan modal dapat dilakukan secara otomatis melalui sistem yang mulai dikerjakan tahun 2015; Melakukan enhancement terhadap sistem yang mendukung Operational Risk Management Tools; Menyediakan pelaporan mengenai kinerja kepatuhan dan manajemen risiko secara berkala dan tepat waktu.



• •

Monitoring the implementation of “No further surprise – Redo Capital Calculation” project with IT enhancement beginning in 2015 to ensure that capital calculation can be done automatically by system; Implementing a number of enhancements to support the Operational Risk Management Tools; Submitting regular and on-schedule reports on compliance and risk management performance.

Manajemen Risiko Terintegrasi dan Tata Kelola Terintegrasi

Integrated Governance

Merujuk kepada POJK No. 17/POJK.03/2014 tentang Penerapan Managemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan dan POJK No. 18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan, Bank Muamalat Indonesia ditetapkan sebagai Entitas Utama dengan Anggota Konglomerasi yaitu PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF) seperti yang tergambar pada Struktur Konglomerasi Keuangan Bank Muamalat Indonesia.

In accordance with POJK No. 17/POJK.03/2014 on Implementation of Integrated Risk Management for Financial Conglomeration and POJK No. 18/POJK.03/2014 on Implementation of Integrated Governance for Financial Conglomeration, Bank Muamalat Indonesia has been designated as Main Entity with PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF) as Member of Conglomeration, as illustrated in the following Structure of Financial Conglomeration of PT Bank Muamalat Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan konglomerasi tersebut Bank Muamalat Indonesia menyusun organisasi dan fungsi sebagai berikut:

In support of such conglomeration, Bank Muamalat Indonesia has developed the following structure and functions:

1. Manajemen Risiko Terintegrasi

1. Integrated Risk Management

• •

Komite Manajemen Risiko Terintegrasi Satuan Kerja Manajemen Risiko Terintegrasi

2. Tata Kelola Terintegrasi • • •

Komite Tata Kelola Terintegrasi Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi Satuan Kerja Audit Intern Terintegrasi

• •

Risk

Management

and

Integrated Risk Management Committee Integrated Risk Management Task Force

2. Integrated Governance • • •

Integrated Governance Committee Integrated Compliance task Force Integrated Internal Audit Task Force

Sementara, penerapan konglomerasi diatur dalam bentuk antara lain: • Perjanjian Kerjasama Konglomerasi antara Bank Muamalat Indonesia dan ALIF. • Kebijakan Manajemen Risiko Terintegarasi dan Prosedur Manajemen Risiko Terintegrasi serta Pedoman Tata Kelola Terintegrasi. • Penetapan Limit Manajemen Risiko Terintegrasi. • Sistem Manajemen Risiko Terintegrasi dan Pengendalian Internal Terintegrasi.

Meanwhile, implementation of the conglomeration is undertaken through the following: • Conglomeration Agreement between Bank Muamalat Indonesia and ALIF. • Policies for Integrated Risk Management, Procedures for Integrated Risk Management and Guidelines for Integrated Risk Management. • Limit Setting in Integrated Risk Management. • Integrated Risk Management System and Integrated Internal Control.

Sesuai dengan ketentuan pada POJK maka sebagai pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi dan Tata Kelola Terintegrasi, Bank akan mematuhi ketentuan tersebut, dimana pertama kali disampaikan Laporan Profil Risiko Terintegrasi dan Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi posisi Desember 2015 pada bulan Februari 2016 kepada OJK.

As part of the implementation of Integrated Risk Management and Integrated Governance as required by regulations of the OJK, Bank Muamalat Indonesia has submitted the Integrated Risk Profile Report and the Integrated Governance Implementation Report for the December 2015 in February 2016 to the OJK.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

143

Manajemen Risiko Risk Management

Lebih lanjut, guna memenuhi Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, Bank membentuk Komite Manajemen Risiko Terintegrasi (KMRT) sebagai dukungan kepada Direksi Bank Muamalat Indonesia sebagai Entitas Utama dalam struktur konglomerasi keuangan untuk penyusunan dan evaluasi kebijakan dalam rangka penerapan manajemen risiko secara terintegrasi. Struktur Manajemen Risiko Terintegrasi Bank adalah sebagai berikut:

Further, in order to comply with the requirements of implementation of integrated risk management for financial conglomeration, the Bank has established the Integrated Risk Management Committee (KMRT) to assist the Board of Directors of Bank Muamalat Indonesia, as Main Entity in the financial conglomeration structure, in the development and evaluation of policies in implementing integrated risk management. The Bank’s integrated risk management structure is as follows:

Entitas Anak

Anggota Konglomerasi

Board of Commissioners

Sharia Supervisory Board

Board of Commissioners

BoD Rekomendasi

BoD

Sharia Supervisory Board

President Director

Finance Director

Corporate Banking Director

Retail Banking Director

Compliance & Risk Management Director

President Director

KMRT*)

Laporan Profil Risiko Terintegrasi

Satuan Kerja Manajemen Risiko Terintegrasi

Sales & Marketing Director

Risk & Strategic Director

Finance & Operation Director

Compliance & Risk Management Division Laporan Profil Risiko Terintegrasi Koordinasi

Penetapan keanggotaan Komite Manajemen Risiko Terintegrasi (KMRT) dan Satuan Kerja Manajemen Risiko Terintegrasi dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi tersendiri. Adapun pembahasan terkait tata kelola terintegrasi akan dibahas pada laporan Good Corporate Governance.

144

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Appointment of membership to the Integrated Risk Management Committee (KMRT) and the Integrated Risk Management Task Force is done by separate Decree of the Board of Directors. Discussion on Integrated Governance meanwhile is presented in the section on Good Corporate Governance in this Annual Report.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Capital Adequacy Ratio No. I

Pos-pos

2015

2014

Accounts

Komponen Modal

Equtiy Components

A. Modal Inti

A. Tier 1 Capital

1. Modal Disetor

1.103.435.151

1.103.435.151

1. Paid-in Capital

2. Cadangan Tambahan Modal

3.066.320.844

3.066.320.844

2. Provision for additional capital

(1.304.179.644)

(860.174.589)

3. Previous year loss after tax

4. Laba (Rugi) tahun berjalan setelah pajak (50%)

37.246.093

29.458.347

5. Kekurangan Pembentukan PPA aset nonproduktif

(204.581.908)

-

Jumlah Modal Inti

2.698.240.536

3.339.039.754

363.607.461

381.191.557

1.500.000.000

1.500.000.000

388.527

(88.142.142)

3. Avaible-for-sale investment

610.106.817

648.055.553

4. Revaluation of premises and Revaluation of premises and

2.474.102.805

2.441.104.968

5.172.343.341

5.780.144.722

(28.970.217)

(28.496.575)

3. Rugi tahun-tahun lalu setelah pajak

4. Current year profit (loss) after tax (50%) 5. Non-earning under provision PPA aset Total primary capital

B. Modal Pelengkap 1. Cadangan umum penyisihan kerugian aset produktif (maksimum 1,25% dari ATMR) 2. Pinjaman subordinasi 3. Investasi tersedia untuk dijual 4. Selisih penilaian kembali aset tetap Jumlah Modal Pelengkap C. Jumlah modal inti dan modal pelengkap Penyertaan saham(-/-) Jumlah modal Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)

5.143.373.124

5.751.648.147

37.713.341.431

41.334.187.915

1. General reserve of allowance for impairment losses of earning assets (maximum 1,25% of ATMR) 2. Subordinated financing

Total secondary capital C. Total primary and secondary Capital Investment in shares(-/-) Total capital Weighted risk assets (ATMR)

II

Rasio KPMM yang tersedia untuk Risiko Pembiayaan

13,64%

13,98%

CAR available for financing risk

III

Rasio KPMM yang tersedia untuk Risiko Pembiayaan dan Risiko Pasar

13,64%

13,91%

CAR available for financing and market risks

IV

Rasio KPMM yang tersedia untuk Risiko Pembiayaan, Risiko Pasar dan Risiko Operasional

12,36%

-

V

Rasio KPMM yang diwajibkan

10,00 - 11,00%

8,00%

CAR available for financing, market and operational risks Required CAR

Bank Muamalat 2015 Annual Report

145

Manajemen Risiko Risk Management

Tabel Pengungkapan Profil Maturitas Bank secara Individual Table of Disclosure of Maturity Profile Bank Only 31 Desember 2015 No.

1

Pos-Pos

Sampai dengan 1 bulan Up to 1 month

Lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan More than 1 month up to 3 months

Lebih dari 3 bulan sampai dengan 1 tahun More than 3 months up to 1 year

Aset Kas

-

-

-

Giro dan penempatan pada Bank Indonesia

3.172.000.000

-

-

Giro dan penempatan pada Bank lain

1.357.388.921

695.581

Investasi pada surat berharga

139.704.338

366.000 117.385.443

Aset Piutang murabahah

650.425.147

424.931.223

79.159

525.377

894.838

1.388.710

2.011.789

1.586.833

Pinjaman qardh

79.552.834

4.100.571

85.549.110

Pembiayaan mudharabah

61.038.883

1.955.173

202.745.825

Pembiayaan musyarakah

2.557.008.708

244.965.807

2.230.227.848

-

-

-

Tagihan akseptasi

179.960.556

300.566.820

34.969.793

Aset lain-lain*)

816.078.895

446.569.135

114.067.306

9.014.626.151

1.543.706.919

5.306.582.433

-

Piutang Istishna Piutang Ijarah

Penyertaan saham

2.636.175.280

Cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif Jumlah aset 2

Liabilitas Liabilitas segera Simpanan Simpanan dari bank lain Bagi hasil yang belum dibagikan Liabilitas akseptasi Pinjaman yang diterima Liabilitas lain-lain**) Jumlah Liabilitas

3

-

-

25.001.241

6.271.696

19.289.646

82.088.950

-

-

179.960.556

300.566.820

34.969.793

68.925.000

-

-

2.460.578

166.532

1.084.171

6.188.977.979

307.005.048

55.343.610

Dana Syirkah Temporer Giro Mudharabah

1.285.819.064

-

-

Tabungan Mudharabah

10.809.178.884

-

-

Deposito Mudharabah

20.557.403.779

8.714.582.114

1.677.943.056

125.000.000

-

-

Jumlah Dana Syirkah Temporer

32.777.401.727

8.714.582.114

1.677.943.056

Jumlah Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer

38.966.379.706

9.021.587.162

1.733.286.666

(29.951.753.555)

(7.477.880.243)

3.573.296.167

Sukuk Mudharabah subordinasi

Perbedaan Jatuh Tempo

146

178.661.201 5.651.880.453

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

December 31, 2015 Lainnya yang tidak memiliki jatuh tempo Others without maturity

Jumlah Total

-

1.194.367.912

1.194.367.912

Cash

2.174.205.802

-

5.346.205.802

Currrent account and Placements with Bank Indonesia

Lebih dari 1 tahun More than 1 year

Accounts

Assets

-

-

1.358.450.502

Current account and Placement with other banks

4.252.503.973

-

4.509.593.754

Investment in marketable securities Assets

14.555.828.684

18.267.360.334

Murabahah receivables

6.948.149

-

8.447.523

Istishna receivables

23.616.925

28.604.257

Ijarah receivables

71.045.367

-

240.247.882

Funds of qardh

881.141.592

-

1.146.881.473

Mudharabah financing

15.776.185.460

-

20.808.387.823

Musyarakah financing

-

28.970.217

28.970.217

Investments in shares Acceptances receivable

-

-

515.497.169

6.802.420

-

1.383.517.756

Other assets*)

(1.716.638.668)

(1.716.638.668)

Allowance for impairment losses of earnings asset

(493.300.539)

53.119.893.736

Total assets

37.748.278.372

Liabilities -

-

178.661.201

-

-

5.651.880.453

Liabilities due immediately Deposits

500.000

-

51.062.583

Deposits from other banks

-

-

82.088.950

Undistributed profit sharing

-

-

515.497.169

Acceptances payable

1.736.000.000

-

1.804.925.000

Fund borrowings

-

-

3.711.281

Other liabilities**)

1.736.500.000

-

8.287.826.637

Total Liabilities

-

-

1.285.819.064

Mudharabah demand deposits

-

-

10.809.178.884

Mudharabah saving deposits

Temporary Syirkah Funds

-

-

30.949.928.949

Mudharabah time deposits

1.500.000.000

-

1.625.000.000

Subordinated Mudharabah sukuk

1.500.000.000

-

44.669.926.897

Total Temporary Syirkah Funds

3.236.500.000

-

52.957.753.534

Total Liabilities and Temporary Syirkah Funds

34.511.778.372

(493.300.539)

162.140.202

Maturity gap

Bank Muamalat 2015 Annual Report

147

Pembahasan dan Analisis Manajemen

Tinjauan Keuangan FINANCIAL REVIEW

Kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 secara keseluruhan mencerminkan kondisi eksternal yang masih penuh tantangan maupun penetapan strategi bisnis yang lebih berhati-hati dan tidak ekspansif. Bank Muamalat Indonesia financial performance in 2015 in general is a reflection of external challenges as well as a more prudent and non-expansive business strategy for the year.

148

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Tinjauan keuangan yang diuraikan berikut mengacu kepada Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. Laporan Keuangan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja yang merupakan afiliasi dari Ernst & Young dan mendapat opini wajar dalam semua hal yang material untuk tahun 2014 dan KAP Aidil Yuzar, SE., Ak., CPA untuk tahun 2015 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Seluruh materi laporan telah disesuaikan dengan kaidah yang tertuang dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah dan Pedoman Akuntansi dan Pelaporan untuk Industri Perbankan Syariah (PAPSI) di Indonesia.

The following financial review is refered to the Consolidated Financial Statements for the fiscal year ended December 31st, 2015 and 2014. The Financial Statements for 2014 has been audited by the Public Accountant Firm (KAP) Purwantono, Suherman & Surja, an affiliation of Ernst & Young, and has received fair opinion in terms of all material aspects, while KAP Aidil Yuzar, SE., Ak., CPA has audited the Financial Statements for 2015 with a fair opinion in terms of all material aspects. This statement has been made in accordance with the rules and regulations prevailed in the Statement of Financial Accounting Standard (PSAK) for Sharia and the Guidelines of Accounting and Reporting for Sharia Banking Industry (PAPSI) in Indonesia.

LAPORAN LABA-RUGI

STATEMENTS OF PROFIT AND LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME

Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp74,49 miliar atau meningkat sebesar 26,44% dari sebesar Rp58,92 miliar di tahun 2014. Hal ini didukung oleh beberapa upaya untuk menekan beban margin ditahun 2015. Dengan perolehan Laba Bersih tersebut, Laba per Saham (EPS) untuk tahun 2015 adalah sebesar Rp7,30.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia managed to book Net Income of Rp74,49 billion or increased by 26.44% over those generated in 2014 that amounted to Rp58.92 billion. This is supported by strict control of margin expenses which decreased in 2015. Along with the Net Income, Earning per Shares (EPS) for the year of 2015 amounted to Rp7.30.

Laporan Laba Rugi Income Statement Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

2014

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

Description

%

Pendapatan dan Beban Operasional

Operating Income and Expenses

Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank Sebagai Mudharib

Revenue from Fund Management by the Bank As Mudharib

Pendapatan dari Penjualan

2.137.454

2.331.895

(194.441)

(8,34)

Revenue from Sales

Pendapatan dari Bagi Hasil

2.340.698

2.389.317

(48.619)

(2,03)

Revenue from Profit-Sharing

29.952

32.542

(2.590)

(7,96)

Revenue from Ijarah – Net

441.256

461.109

(19.853)

(4,31)

Other Main Business Revenues Total Revenue From Fund Management by the Bank as Mudharib

Pendapatan dari Ijarah – Neto Pendapatan Usaha Utama Lainnya Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer Hak Bagi Hasil Milik Bank Pendapatan Operasional Lainnya – Neto

4.949.360

5.214.863

(265.503)

(5,09)

(2.853.894)

(3.352.239)

498.344

(14,87)

Third Party’s Portion in Temporary Syirkah Fund Profit Sharing

2.095.466

1.862.624

232.841

12,50

The Bank’s Portion in Profit Sharing

336.270

294.306

41.964

14,26

Other Operating Income – Net

Beban Penyisihan Penghapusan Aset Produktif Aset Non Produktif

Allowance Expenses (166.300)

(60.824)

(105.476)

173,41

Earning Assets

(86.873)

(112.304)

25.431

(22,64)

Non-earning Assets

Bank Muamalat 2015 Annual Report

149

Tinjauan Keuangan Financial Review

Laporan Laba Rugi Income Statement Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

Kerugian Penurunan Nilai Aset Ijarah Jumlah Beban Penyisihan Penghapusan

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

2014

Description

%

-

-

-

N/A

Impairment Loss on Ijarah Assets

(253.173)

(173.128)

(80.045)

46,23

Total Allowance Expenses

Beban Operasional Lainnya

Other Operating Expenses

Beban Kepegawaian

(924.521)

(858.067)

(66.454)

7,74

Employment expenses

Beban Umum dan Administrasi

(952.700)

(830.997)

(121.703)

14,65

General and Administration Expenses

-

-

-

N/A

Expenses for the Estimated Commitment and Contingency Losses

(19.679)

(27.602)

7.923

(28,70)

Wadiah Demand Deposits Bonus Expenses

(114.530)

(116.958)

2.428

(2,08)

Miscellaneous Expenses

167.133

150.177

16.956

11,29

5.351

10.138

(4.787)

(47,22)

Non-Operating Income

Beban Non Operasional

(63.574)

(61.271)

(2.303)

3,76

Non-Operating Expenses

Beban Non Operasional – Neto

(58.223)

(51.133)

(7.090)

13,87

Non-Operating Expenses – Net

108.910

99.044

9.866

9,96

Pemulihan (Beban) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Beban Bonus Giro Wadiah Beban Lain-lain Laba Operasional Pendapatan (Beban) Non Operasional

Non-Operating Income (Expenses)

Pendapatan Non Operasional

Laba Sebelum Pajak Manfaat (Beban) Pajak Pajak Kini Pajak tangguhan Beban pajak – neto Laba Neto

Operating Income

Earnings Before Tax Tax Expenses

58.821

61.642

(2.821)

(4,58)

Current Tax

(24.404)

(21.514)

(2.890)

13

Deferred Tax

34.417

40.128

(5.711)

(14,23)

Tax Expenses – NET

74.492

58.917

15.575

26,44

Pendapatan Komprehensif Lain

Net Income Other Comprehensive Income

Akun-akun yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi

61.933

(46.861)

108.794

(232,16)

Items that Will Not be Reclassified to Profit-Loss

Akun-akun yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi

13.951

660.115

(646.164)

(97,89)

Items that Will be Reclassified to Profit-Loss

Jumlah Jumlah Laba Rugi Komprehensif

75.884

613.254

(537.370)

(87,63)

150.376

672.170

(521.794)

(77,63)

Total Total Comprehensive Profit-Loss

Pendapatan Margin

Margin Income

Di tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia lebih fokus untuk memperbaiki kualitas pembiayaan. Hal ini merupakan langkah yang ditempuh Bank Muamalat Indonesia agar dapat merintis pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan di masa yang akan datang. Hal tersebut berimplikasi pada terkoreksinya pertumbuhan pembiayaan dimana pembiayaan mengalami penurunan.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia focused on improving the quality of its financing portfolio. This strategy is carried out by Bank Muamalat Indonesia in order to ensure a healthy and sustainable business growth in the future. The strategy implied slower growth in financing disbursement, which has subsequently showed a decline.

Seiring dengan penurunan Pembiayaan tersebut, Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib atau disebut juga Pendapatan Margin Bank Muamalat Indonesia mengalami penurunan sebesar Rp265,50 miliar, atau sebesar 5,09% dari Rp5,21 triliun di tahun 2014 menjadi Rp4,95 triliun pada tahun 2015. Selain dikarenakan menurunnya pertumbuhan pembiayaan, kondisi ekonomi yang belum kondusif juga merupakan

Along with the the decrease in Financing, the Revenue from Fund Management as Mudharib or known as Bank Muamalat Indonesia’s Margin Income in 2015 decreased by Rp265.50 billion, or equivalent to 5.09% of Rp5.21 tillion in 2014 to Rp4.95 tillion in 2015. Aside from the decline in the financing portfolio, another factor driving the decline in Revenues from Fund Management was the economic condition that is still not conducive. Income from

150

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

revenue sharing and income from sales still dominate the composition of Bank Muamalat Indonesia’s Margin Income, with the portions amounted to 47.29% and 43.19%, respectively.

salah satu faktor menurunnya pendapatan pengelolaan bank. Pendapatan dari bagi hasil dan pendapatan dari penjualan masih mendominasi komposisi Pendapatan Margin Bank Muamalat Indonesia dengan porsi masingmasing 47,29% dan 43,19%. Rincian Pendapatan Margin Details of Profit Margin

Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Pertumbuhan Growth 2014-2015

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31

Nominal Amount

2015

2014

2.135.463

2.329.283

%

Pendapatan dari Penjualan Murabahah

Revenue from sales (193.820)

(8,32)

Murabahah Istishna

Istishna

1.991

2.613

(622)

(23,80)

Jumlah

2.137.454

2.331.896

(194.441)

(8,34)

Pendapatan dari Bagi Hasil Musyarakah Mudharabah Jumlah Pendapatan dari Ijarah – Neto

Pendapatan Bonus FASBIS Pendapatan “Reverse Repurchase” SBSN Pendapatan Term Deposit BI Pendapatan Bagi Hasil Surat Berharga Pendapatan Bonus GPBL Pendapatan Bagi Hasil Penempatan pada Bank Lain Pendapatan Wesel Ekspor Pendapatan Akseptasi Keuntungan (Kerugian) MTM Surat Berharga FVTPL Keuntungan Penjualan Surat Berharga Pendapatan Recovery Hapus Buku Jumlah Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib

Total Revenue from Profit-Sharing

2.138.674

2.130.880

7.795

0,37

Musyarakah

202.024

258.437

(56.414)

(21,83)

Mudharabah

2.340.698

2.389.317

(48.619)

(2,03)

Total

29.952

32.541

(2.590)

(8,67)

Pendapatan Usaha Utama Lainnya Pendapatan Bonus Sertifikat Bank Indonesia Syariah

Description

Revenue from Ijarah – Net Other Main Business Revenues Revenue from the Bonus of Bank Indonesia Syariah Certificate

6.147

12.879

(6.731)

(52,27)

81.055

110.559

(29.504)

(26,69)

Revenue from the Bonus of FASBIS

264,04

Revenue from the “Reverse Repurchase” of SBSN

3.551

975

24

26

286.785

259.901

26.884

10,34

504

82

422

516,33

Revenue from GPBL Bonus

115,61

Revenue from the Profit-Sharing of the Placements in Other Banks

1.562

724

2.575

Revenue from BI Term Deposit

837

Revenue from the Securities ProfitSharing

639

730

(91)

(12,41)

Export Bill Revenue

51.963

68.092

(16.130)

(23,69)

Acceptance Revenue

(276)

60

(337)

(558,84)

Gain (Loss) on FVTPL Marketable Securities

121

7.080

(6.959)

(98,29)

Profit from the Sales of Securities

9.181

-

9.181

100,00

Recovery of Loss Allowance

441.256

461.109

(19.853)

(4,31)

Total

4.949.360

5.214.863

(265.733)

(5,09)

Pendapatan dari Penjualan menurun 8,34% menjadi Rp2,14 triliun ditahun 2015 dari yang sebelumnya Rp2,33 triliun di tahun 2014. Pendapatan dari akad Murabahah berkontribusi 99.90% dari seluruh pendapatan dari penjualan. Pendapatan dari bagi hasil juga sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2014, yaitu sebesar Rp48,62 miliar atau 2,03%. Selain itu, Pendapatan dari Ijarah mengalami penurunan sebesar 7,96%. Pendapatan Usaha Utama Lainnya mengalami

Total Revenue From Fund Management by the Bank as Mudharib

Income from sales amounted to Rp2.14 trillion in 2015, decreased by 8.34% of 2.33 trillion in 2014. Income from Murabahah contracts contributed to 99.90% of total income from sales. The income from revenue sharing also decreased slightly by 2.03% or Rp48.62 billion from those generated in 2014. Meanwhile, income from Ijarah decreased by 7.96%. Other Operating Income also decreased by 4.31% from previously Rp461.11 billion in 2014 to Rp441.26 billion in 2015. The decrease in Other Operating Income was

Bank Muamalat 2015 Annual Report

151

Tinjauan Keuangan Financial Review

penurunan sebesar 4,31% dari yang sebelumnya sebesar Rp461,11 miliar di tahun 2014 menjadi Rp441,26 miliar di tahun 2015. Penurunan tersebut didominasi oleh turunnya Pendapatan Bonus FASBIS sebesar Rp29,50 miliar menjadi Rp81,05 miliar. Sementara itu, pendapatan akseptasi terkoreksi sebesar Rp16,13 miliar dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp68,09 miliar.

driven by the declining income from FASBIS bonuses, which decreased by Rp29.50 billion to Rp81.05 billion. Meanwhile, revenue from acceptance fees declined by Rp16.13 billion from the previous year at Rp68.09 billion.

Komposisi Pendapatan Margin 2015 VS 2014 The Composition of Margin Income 2015 VS 2014 8,84%

44,72%

8,92%

0,62%

43,19%

0,6%

2014

2015

Pendapatan dari Penjualan Revenues from Sales Pendapatan dari Bagi Hasil Revenues from Profit Sharing Pendapatan dari Ijarah-Neto Revenues from Ijarah-Net

45,82%

Pendapatan Usaha Utama Lainnya Other Main Business Revenues

47,3%

Beban Margin

Margin Expenses

Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer atau Beban Margin menurun sebesar 14,87% dari Rp3,35 triliun di tahun 2014 menjadi Rp2,85 triliun di tahun 2015. Penurunan Beban Margin tersebut merupakan hasil dari upaya Bank Muamalat Indonesia dalam melakukan reprofiling Dana Pihak Ketiga dimana Bank Muamalat Indonesia berhasil menurunkan porsi bagi hasil dari deposito yang merupakan kontributor terbesar dari beban dana.

The Share of Third Party on the Return of Temporary Syirkah Funds or Margin Expenses decreased 14.87% from Rp3.35 trillion in 2014 to Rp2.85 trillion in 2015. The decrease in Margin Expenses is a result of Bank Muamalat Indonesia’s strategy in Third Party Fund reprofiling, whereby Bank Muamalat Indonesia has successfully reduced the portion of revenue sharing on time deposits which represent the biggest component of the cost of fund.

Rincian Beban Margin Details of Cost Margin Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

Giro Mudharabah Tabungan Mudharabah Deposito Mudharabah

2014

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

Description

%

59.804

42.964

16.840

39,19

Mudharabah Demand Deposits

279.452

368.953

(89.502)

(24,26)

Mudharabah Savings

2.189.526

2.612.668

(423.142)

(16,20)

Mudharabah Time Deposits

Sukuk Mudharabah Subordinasi

131.502

134.414

(2.913)

(2,17)

Mudharabah Subordinated Sukuk

Beban Bagi Hasil Pinjaman yang Diterima

180.440

136.481

43.960

32,21

Borrowing Profit-Sharing Expenses

Lainnya

13.170

56.758

(43.587)

(77,80)

Others

Jumlah

2.853.894

3.352.239

(498.345)

(14,87)

Total

Deposito Mudharabah yang memiliki porsi terbesar dalam Beban Margin untuk tahun 2015, yaitu sebesar 76,72%

152

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Mudharabah Time Deposit holds the biggest portion in the Margin Expenses for the year of 2015 and amounted

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

dari total Beban Margin Bank Muamalat Indonesia. Beban ini mengalami penurunan sebesar Rp423,14 miliar atau 16,20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan Bank Muamalat Indonesia dalam rangka menurunkan beban dana dan optimalisasi porsi Dana Pihak Ketiga Bank Muamalat Indonesia yang masih didominasi oleh produk Deposito. Bank Muamalat Indonesia kedepannya akan terus berupaya untuk lebih mengutamakan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dalam bentuk Giro dan Tabungan atau dana murah (low cost fund) agar dapat secara konsisten menekan Beban Margin, selain itu untuk tetap menjaga tingkat likuiditas dari Bank Muamalat Indonesia akan tetap mempertahankan porsi dari Deposito Mudharabah tetapi dengan biaya margin yang di kontrol dengan baik.

to 76.72% of total Bank Muamalat Indonesia’s Margin Expenses. Margin expenses on Mudharabah Time Deposit decreased by Rp423.14 billion or 16.20% compared to the previous year. This is in line with the initiative taken by Bank Muamalat Indonesia to reduce the CoF and optimization of the portion of Bank Muamalat Indonesia Third Party Funds that is still dominated by Deposits product. In the future, Bank Muamalat Indonesia will continue to prioritize the growth of Third Party Fund in the forms of Savings Account and Current Account or low cost fund in order to be capable of consistently compress the Margin Expenses. However, to maintain adequate levels of liquidity, Bank Muamalat Indonesia will still maintain its Mudharabah Deposits with better control on the margin expenses.

Komposisi Beban Margin 2015 VS 2014 Composition of Margin Expenses 2015 VS 2014 4,1%

1,7%

1,3%

4,0% 11,0%

6,3a% 4,6%

0,5%

2,1%

9,8%

2014

2015

Giro Mudharabah Deposito Mudharabah Tabungan Mudharabah Sukuk Mudharabah Subordinasi Beban bagi hasil pinjaman yang diterima

77,9%

76,7%

Lainnya | Others

Pendapatan Margin Bersih

Net Income Margin

Hak Bagi Hasil Milik Bank atau Pendapatan Margin Bersih Bank Muamalat Indonesia mengalami peningkatan sebesar 12,50% dari Rp1,86 triliun di tahun 2014 menjadi Rp2,09 triliun. Peningkatan ini terutama didukung oleh upaya Bank Muamalat Indonesia dalam memperbaiki komposisi dana pihak ketiga. Upaya tersebut dilakukan melalui pengurangan porsi deposito dengan beban dana yang relatif tinggi dan pada gilirannya dapat menekan beban margin.

The Bank’s Share in Profit Sharing or Bank Muamalat Indonesia’s Net Income Margin grew by 12.50% from Rp1.86 trillion in 2014 to Rp2.09 trillion in 2015. This increase is attributable mainly to efforts by Bank Muamalat Indonesia to improve the composition of third party funds by reducing the portion of time deposits with relatively high cost of fund, and ultimately reduced the margin expenses.

Pendapatan Operasional Lainnya

Other Operating Income

Bank Muamalat Indonesia mencatat Pendapatan Operasional Lainnya di tahun 2015 sebesar Rp336,27 miliar dari sebelumnya sebesar Rp294,31 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 14,26%. Kenaikan ini didominasi oleh keuntungan selisih kurs yang didapat sebesar Rp24,38 miliar, naik siginifikan dari sebelumnya di tahun 2014 tercatat sebesar Rp(19,21) miliar atau mengalami kenaikan 226,90%. Kenaikan lain juga dicatat oleh Pendapatan jasa transaksi ATM, yang pada tahun 2015 sebesar Rp55,30 miliar naik 25,55% dibanding tahun 2014 sebesar Rp44,05 miliar.

Bank Muamalat Indonesia recorded Other Operating Income of Rp336.27 billion in 2015, up by 14.26% from Rp294.31 billion recorded in the previous year. The increase was dominated by the gain foreign exchange translation of Rp24.38 billion, a significant increase of 226.90% from the previous year in 2014 when the Bank recorded a foreign exchange loss of Rp19.21 billion. Another contributor was the income from ATM transaction fees, which amounted to Rp55.30 billion in 2015, up 25.55% from Rp44.05 billion in 2014.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

153

Tinjauan Keuangan Financial Review

Pendapatan Operasional Lainnya Other Operating Income Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31

Keterangan

Jasa administrasi

Pertumbuhan Growth 2014-2015

2015

2014

Nominal Amount

Description

%

215.457

219.981

(4.524)

(2,06)

Layanan

22.234

28.191

(5.957)

(21,13)

Administration Services Services

Jasa Transaksi ATM

55.305

44.052

11.254

25,55

ATM Transaction Services

Jasa Transaksi L/C

16.513

17.721

(1.209)

(6,82)

L/C Transaction Services

Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs

24.376

(19.209)

43.585

226,90

Gain (Loss) on Foreign Exchanges

Lainnya

2.384

3.569

(1.185)

(33,20)

Others

Jumlah

336.270

294.306

41.964

14,26

Total

Komposisi Pendapatan Operasional Lainnya 2015 VS 2014 Composition of Other Operating Income 2015 VS 2014 -6,53%

1,21%

6,02%

7,25% 74,75%

0,71% 64,07% 64,07

4,91%

14,97% 16,45% %

2014

2015

Jasa Administrasi Administration Services Layanan | Services Jasa Transaksi ATM ATM Transaction Services

6,61%

9,58%

Jasa Transaksi L/C L/C Transaction Services Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs Gain (Loss) On Foreign Exchanges Lainnya | Others

Beban Operasional Lainnya

Other Operating Expenses

Beban Operasional Lainnya terdiri dari beban kepegawaian, beban umum dan administrasi, beban usaha lainnya, dan beban non usaha. Beban operasional lainnya mengalami peningkatan sebesar 9,7% menjadi Rp2,01 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp1,83 triliun di tahun 2014. Peningkatan Biaya Operasional Lainnya banyak di kontribusikan oleh kenaikan beban umum dan administrasi, dimana pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp830,99 miliar naik 14,65% menjadi Rp952,70 miliar ditahun 2015. Kenaikan biaya operasional lainnya dipengaruhi oleh kenaikan komponen biaya, seperti kenaikan beban penyusutan aktiva tetap yang mana pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp129,33 miliar menjadi Rp199,60 miliar atau naik sebesar 55% dari tahun sebelumnya. Selain kenaikan beban penyusutan aset tetap, beban promosi juga mengalami kenaikan sebesar 37% dimana pada tahun 2015 ini tercatat sebesar Rp97,08 miliar naik Rp26,28 miliar dari Rp70,81 ditahun 2014. Biaya sewa juga berkontribusi terhadap kenaikan dari biaya

Operating Expenses consists of Employee Expenses, General and Administration Expenses, Wadiah Demand Deposit Bonus, and Miscellaneous Expenses. Operating Expenses increased by 9.7% to Rp2.01 trillion in 2015, from Rp1.83 trillion in 2014. The increase in Operating Expenses is contributed mainly by the increase of 14.65% in General and Administration Expenses from Rp830.99 billion in 2014 to Rp952.70 billion in 2015. The increase in General and Administration Expenses reflects increases in its component expenses, such as depreciation expenses of premises and equipment, which increased by 55% over the previous year, from Rp129.33 billion in 2014 to Rp199.60 billion in 2015. Promotion expenses also showed an increase of 37% with Rp97.08 billion recorded in 2015, increasing by Rp26.28 billion from Rp70.81 billion in 2014. Rent expenses also contributed to the increase in Operating Expenses, with Rp150.76 billion of Rent Expenses recorded in 2015, representing an increase of Rp23.92 billion, or 19%, from the previous year amount at Rp126.84 billion. The increase

154

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

operasional lainnya, dimana untuk tahun 2015 tercatat beban sewa sebesar Rp150,76 miliar naik Rp23,92 miliar atau 19% dari angka tahun sebelumnya sebesar Rp126,84 miliar. Kenaikan beban kepegawaian juga berkontribusi atas meningkatnya beban operasional lainnya dari perusahaan dimana pada tahun 2014 beban kepegawaian tercatat sebesar Rp858,07 miliar menjadi Rp924,51 miliar pada tahun 2015 atau naik 7,74% dari tahun sebelumnya. Kenaikan beban pegawai ini dikontribusikan antara lain oleh beban pendidikan dan pelatihan dari karyawan BMI dimana pada tahun 2014 biaya ini tercatat sebesar Rp14,54 miliar naik 175% atau sebesar Rp25,39 miliar ditahun 2015 menjadi Rp39,92 miliar, kenaikan ini sejalan dengan komitmen dari Bank Muamalat Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan dari karyawan Bank Muamalat Indonesia. Gaji, upah, tunjangan dan kesejahteraan karyawan juga mengalami kenaikan pada tahun 2015, dimana tahun ini tercatat sebesar Rp818,80 miliar naik 3,5% atau sebesar Rp27,62 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp791,18 miliar.

in Employee Expenses also contributed to the increase in the Bank’s Operating Expenses, whereby Employee Expenses amounted to Rp924.52 biilion in 2015, an increase of 7.74% from Rp858.07 billion in the previous year. The increase in Employee Expenses is contributed by, among others, an increase in employee education and training expenses to Rp39.92 billion in 2015, increasing by 175% or equivalent to Rp25.39 billion from Rp14.54 billion in 2014. The increase reflects the commitment of Bank Muamalat Indonesia to continue to improve the competences and capabilities of its employees. Employee salaries, wages and benefits also increased in 2015 to Rp818.80 billion, representing an increase of Rp27.62 billion, or 3.5%, from the previous year at Rp791.18 billion.

Beban Operasional Lainnya Other Operating Expenses Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

2014

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

Description

%

Beban Kepegawaian

(924.521)

(858.067)

66.454

7,74

Employment Expenses

Beban Umum dan Administrasi

(952.700)

(830.997)

121.703

14,65

General and Administration Expenses

Beban Bonus Giro Wadiah Beban Lain-lain Jumlah

(19.679)

(27.602)

(7.923)

(28,71)

Wadiah Demand Deposits Bonus Expenses

(114.530)

(116.958)

(2.429)

(2,08)

Miscellaneous Expenses

(2.011.430)

(1.833.625)

177.805

9,70

Total

Komposisi Beban Operasional Lainnya 2015 VS 2014 Others Operating Expenses Composition 2015 VS 2014 6,31% 1,04% 1,49%

5,76% 46,31%

-1,23% 1,23% 0,99%

2014

46,53% 46,5

2015

Beban Kepegawaian Employment Expenses Beban Umum dan Administrasi General and Administration Expenses Beban Bonus Giro Wadiah Wadiah Demand Deposits Bonus Expenses Selisih Kurs Foreign Exchange

44,85%

47,95% 5%

Beban Lain-lain Miscellaneous Expenses

Bank Muamalat 2015 Annual Report

155

Tinjauan Keuangan Financial Review

Beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai

Provision for Losses Expenses

Bank Muamalat Indonesia telah mencadangkan biaya atas kemungkinan terjadinya suatu risiko, terutama risiko pembiayaan yaitu dalam Beban CKPN. Pada tahun 2015 beban CKPN tercatat sebesar Rp253,17 miliar dengan porsi tertinggi dimiliki oleh pembiayaan Corporate sebesar Rp192,75 miliar. CKPN ini naik 46,23% jika dibandingkan tahun 2014 yang sebesar Rp173,13 miliar.

Bank Muamalat Indonesia has set aside reserves to anticipate possible losses from risks and particularly financing risk, in the form of Provision for Impairment Losses (CKPN Expenses). CKPN Expenses amounted to Rp253.17 billion in 2015 with the largest portion contributed by Corporate financing at Rp192.75 billion. CKPN Expenses increased by 46.23% compared to the amount in 2014 of Rp173.13 billion.

Komitmen manajemen untuk menyalurkan pembiayaan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian merupakan langkah yang diambil Bank Muamalat Indonesia agar dapat merintis pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan di masa yang akan datang. Dalam rangka memastikan pencapaian tersebut, maka Bank Muamalat Indonesia menerapkan strategi bisnis yang fokus pada peningkatan kualitas pembiayaan dan selektif dalam penyaluran pembiayaan. Bank Muamalat Indonesia juga berkonsentrasi penuh untuk memperbaiki kualitas pembiayaan yang ada melalui inisiatif-inisiatif yang berfokus pada upaya evaluasi proses pemberian pembiayaan dengan mengedepankan mitigasi resiko serta meningkatkan pengawasan dan perbaikan administrasi dengan dukungan sistem teknologi informasi terkini.

Management commitment to provide financing within the prudence banking principle is an initiative taken by Bank Muamalat Indonesia to ensure a sound and sustainable business growth in the future. Accordingly,Bank Muamalat Indonesia has established a business strategy that focuses on the improvement of financing portfolio quality and selective disbursement of financing. Bank Muamalat Indonesia also concentrated on improving the quality of exisiting financing facilities through various initiatives that focused on evaluation of the existing financing disbursement processes, putting an emphasis on risk mitigation, improved supervision and improved adminitration with the support of the latest information technology systems.

Laba Operasional & Laba Sebelum Pajak

Income from Operations & Income Before Tax

Pada tahun 2015, Laba Operasional tercatat sebesar Rp167,13 miliar, mengalami kenaikan sebesar 11,29% dari tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp150,18 miliar. Kenaikan Laba Operasional utamanya disebabkan oleh turunnya beban margin yang harus dibayarkan oleh perusahaan, hal ini sejalan dengan misi Bank Muamalat Indonesia yang terus berusaha untuk menekan jumlah dana mahal dan meningkatakan porsi CASA bagi perusahaan. Selain itu, Bank Muamalat Indonesia juga berusaha untuk terus meningkatkan pendapatan melalui peningkatan jumlah transaksi nasabah lewat berbagai fitur elektronik dan trade yang dimiliki.

In 2015, recorded Income from Operations of Rp167.13 billion, an increase of 11.29% from Rp150.18 billion recorded in 2014. The increase in Income from Operations was mainly due to the decline in interest expenses paid by the Bank, in line with the mission of Bank Muamalat Indonesia in continuing to control the amount of high-cost funds and increasing the portion of low-cost CASA funds. In addition, Bank Muamalat Indonesia also continue to increase its revenues by increasing the number of customer transactions handled by the Bank’s various electronic channels and trade features.

Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 memiliki Beban Non Operasional – Bersih sebesar Rp58,22 miliar, sehingga Laba Sebelum Pajak Bank Muamalat Indonesia mengalami kenaikan menjadi Rp108,91 miliar sebesar 9,96%

In 2015, Bank Muamalat Indonesia recorded Non-Operating Expenses - net in the amount of Rp58.22 billion, resulting in Income Before Tax of Rp108.91 billion, which represented an increase of 9.96%.

Pajak Penghasilan

Income Tax

Beban Pajak mengalami penurunan sebesar 14,23% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp40,13 miliar, sementara pada tahun 2015 mengalami penurunan hingga Rp34,42 miliar.

Tax Expense declined by 14.23% from the previous year. In 2014, the amount was Rp40.13 billion, while in 2015 it declined to Rp34.42 billion.

156

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Laba Bersih

Net income

Setelah memperhitungkan Beban Pajak, maka Laba Bersih Bank Muamalat Indonesia untuk tahun 2015 sebesar Rp74,49 miliar atau naik 26,44% dari tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp58,92 miliar. Dengan demikian Laba Bersih per Saham yang diperoleh Bank Muamalat Indonesia adalah sebesar Rp7,30.

After calculating the Tax Expense, the Net Income of Bank Mualamat for the year 2015 amounted to Rp74.49 billion or increased by 26.44% over those in 2014 at Rp58.92 billion. This translates to Net Income per Share by Bank Muamalat Indonesia of Rp7.30.

Pendapatan Komprehensif

Other Comprehensive Income

Pendapatan komprehensif lain setelah pajak Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015 terdiri dari Pengukuran kembali atas program imbal pasti sebesar Rp82,58 miliar dan Penilaian kembali Aktiva Tetap sebesar Rp26,99 miliar. Dengan total pendapatan komprehensif lain bersih setelah pajak sebesar Rp75,88 miliar.

Other Comprehensive Income after tax in 2015 consists mainly of Re-measurement of Defined Benefit Plan of Rp82.58 billion and Revaluation Surplus on Premises and Equipment of Rp26.99 billion. This total after comprehensive income after tax amounted to Rp75.88 billion.

Total Laba Komprehensif

Total Comprehensive Income

Total laba komprehensif Bank Muamalat Indonesia mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2014, dimana pada tahun 2014 Bank Muamalat Indonesia tercatat melakukan revaluasi aset tetap sebesar Rp727,43 miliar. Untuk tahun 2015 revaluasi aset yang di lakukan oleh Bank Muamalat Indonesia hanya sebesar Rp26,98 miliar. Secara total laba komprehensif Bank Muamalat Indonesia menjadi Rp150,74 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp613,25 miliar.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia recorded a significant decline in Total Comprehensive Income compared with 2014. In 2014, Bank Muamalat Indonesia recorded income from the revaluation surplus on premises and equipment of Rp727.43 billion, whereas the revaluation surplus recorded in 2015 only amounted to Rp26.98 billion. Total Comprehensive Income in 2015 was Rp150.74 billion as compared with Rp613.25 billion the previous year.

LAPORAN POSISI KEUANGAN

FINANCIAL POSITION

Aset

Asset

Aset Assets Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

Aset Lancar

2014

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

Description

%

12.401.896

15.689.531

(3.289.148)

(20,96)

Kas

1.194.368

1.146.488

47.880

4,18

Penempatan pada Bank Indonesia

5.346.206

8.556.993

(3.210.787)

-37,52

Placements In Bank Indonesia

Giro pada Bank Lain – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan Penempatan pada Bank Lain – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan Investasi pada Surat Berharga – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan

Current Assets Cash

1.333.984

970.114

363.870

37,51

Current Accounts in Other Banks– After Deducted By Allowance For Possible Losses

22.745

95.264

(72.520)

(76,12)

Placements in Other Banks – After Deducted by Allowance for Possible Losses

4.504.594

4.922.225

(417.631)

(8,48)

Securities Investments – After Deducted by Allowance for Possible Losses

Bank Muamalat 2015 Annual Report

157

Tinjauan Keuangan Financial Review

Aset Assets Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

Aset Tidak Lancar Piutang Murahbahah, Istishna, Ijarah – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan

44.770.692

2014 46.751.145

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

%

(1.980.453)

(4,24)

Description

Non-current Assets

17.349.595

20.213.021

(2.863.426)

(14,17)

Murahbahah, Istishna, Ijarah Receivables – After Deducted by Allowance for Possible Losses

Pinjaman Qardh – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan

230.577

127.455

103.123

80,91

Qardh Loans – After Deducted by Allowance for Possible Losses

Pembiayaan Mudharabah – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan

1.052.718

1.723.619

(670.900)

(38,92)

Mudharabah Financing – After Deducted by Allowance for Possible Losses

20.192.427

19.549.525

642.904

3,29

Other Musyarakah Financing – After Deducted by Allowance for Possible Losses

Investasi pada Asosiasi – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan

28.970

28.497

474

1,66

Investments in Associations – After Deducted by Allowance for Possible Losses

Tagihan Akseptasi Lain – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan

515.350

727.497

(212.146)

(29,16)

Acceptance Receivables – After Deducted by Allowance for Possible Losses

234.826

250.644

(15.818)

(6,31)

Assets Obtained for Ijarah – After Deducted by Accumulated Depreciation

2.394.218

2.297.070

97.148

0,04

Fixed Assets – After Deducted by Accumulated Depreciation

Pembiayaan Musyarakah Lain – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan

Aset yang Diperoleh untuk Ijarah – Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Aset Tetap – Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Aset Pajak Tangguhan Aset Lain-lain – Neto Jumlah Aset

150.507

160.496

(9.988)

(6,22)

Deferred Tax

2.621.502

1.674.837

946.665

56,52

Other Assets – Net

62.442.189 (5.269.601)

(8,44)

57.172.588

Total Assets

Jumlah Aset

Total Assets

Aset Bank Muamalat Indonesia di akhir tahun 2015 terkoreksi 8,44% dari Rp62,44 triliun di tahun 2014 menjadi Rp57,17 triliun. Penurunan aset tersebut banyak dikontribusikan oleh turunnya Penempatan pada Bank Indonesia dari Rp8,56 triliun di tahun 2014 menjadi Rp5,35 triliun. Meskipun banyak mengalami tekanan pada sisi aset, Bank Muamalat Indonesia juga tetap membukukan kinerja positif terkait dengan peningkatan Giro pada Bank Lain – setelah dikurangi penyisihan penghapusan yang di tahun 2015 meningkat dari Rp0,97 triliun menjadi Rp1,33 triliun di akhir Desember 2015, atau meningkat 37,73%. peningkatan terhadap Giro pada Bank Lain – setelah dikurangi penyisihan penghapusan guna menunjang transaksi Trade Bank Muamalat Indonesia yang menunjukkan trend positif yang di buktikan dengan meningkatnya penerimaan dari transaksi trade financing mencapai Rp100 miliar di tahun 2015.

Bank Muamalat Indonesia’s total assets declined by 8.44% from Rp62.44 trillion in 2014 to Rp57.17 trillion at yearend 2015. The decline in total assets was mainly due the decline in Placements with Bank Indonesia, from Rp8.56 trillion in 2014 to Rp5.35 trillion in 2015. The decline in Placements with Bank Indonesia reflects efforts at liquidity optimization by placement at higher yield instruments. While under pressure in terms of assets, Bank Muamalat Indonesia also recorded positive performance in the Current Accounts with Other Banks - net of loss provision, that increased by 37.73% from Rp0.97 trillion to Rp1.33 trillion at the end of December 2015. The increase in Current Accounts with Other Banks was undertaken in support of Trade Finance transactions by Bank Muamalat Indonesia, which showed a positive trend as indicated by increased revenues from trade financing transactions that amounted to Rp100 billion in 2015.

Aset Lancar

Current Assets

Total aset lancar Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 tercatat Rp12,40 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 20,96% dari tahun 2014 yang tercatat Rp15,69 triliun. Penurunan ini adalah sebagai respon positif dari

Total current assets of Bank Muamalat Indonesia in 2015 amounted to Rp12.40 trillion, representing a decline of 20.96% from Rp15.69 trillion in 2014. The decline represented a positive response from Bank Muamalat

158

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Bank Muamalat Indonesia terhadap stimulus kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dalam rangka untuk menggerakkan perekonomian menjadi lebih dinamis kedepannya. Kebijakan dari Bank Indonesia yang dimaksud adalah memberikan kelonggaran GWM sebanyak 2 basis point dari 5,12% menjadi 5,10%. Salah satu respon positif dari Bank Muamalat Indonesia terhadap stimulus kebijakan dari Bank Sentral ini Bank Muamalat Indonesia melakukan rasionalisasi terhadap pos penempatan pada Bank Indonesia dengan ikut menurunkan rasio GWM perusahaan dan menarik dana pada Bank Sentral untuk menambah likuiditas dalam rangka meningkatkan ekspansi usaha.

Indonesia with regards to Bank Indonesia’s stimulus policy to promote higher economic activities by reducing the mandatory minimum reserves (GWM) level with 2 percentage points, from 5.12% to 5.10%. In response, Bank Muamalat Indonesia reduced its placements with Bank Indonesia in accordance with the new GWM requirement, and used these funds withdrawn from the central bank for additional liquidity in support of business expansion.

Aset Lancar Current Assets

Keterangan (Proporsi Terhadap Aset Lancar)

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

Kas

2014

Pertumbuhan Growth 2014-2015

Description

9,63%

7,31%

2,32%

Cash

Penempatan pada Bank Indonesia

43,10%

54,53%

(11,43%)

Placements in Bank Indonesia

Giro pada Bank Lain – Setelah Dikurangi Penyisihan Penghapusan

10,76%

6,17%

4,58%

Current Accounts in Other Banks– After Deducted by Allowance for Possible Losses

Penempatan pada Bank Lain – Setelah Dikurangi

0,18%

0,61%

(0,42%)

Placements in Other Banks – After Deducted

Investasi pada Surat Berharga – Setelah Dikurangi Penyisihan

3,32%

31,37%

4,95%

Securities Investments – After Deducted by Allowance for Possible Losses

Komposisi Aset Lancar BMI 2015 VS 2014 Current Assets Composition 2015 VS 2014 7,31% 31,37%

9,63% 54,53%

36,32%

43,11% 43, Kas | Cash Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia

2014 0,61%

Giro pada Bank Lain – setelah dikurangi penyisihan penghapusan Current Accounts in Other Banks– after deducted by allowance for possible losses

2015

Penempatan pada bank lain – setelah dikurangi Placements in Other Banks – after deducted

8% 0,18%

Investasi pada surat berharga – setelah dikurangi penyisihan Securities investments – after deducted by allowance for possible losses

6,17% 10,76%

Kas dan Penempatan pada BI

Cash and Placement with BI

Kas Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 4,18% dari Rp1,15 triliun di tahun 2014 menjadi Rp1,19 triliun di akhir tahun 2015. Bank Muamalat Indonesia senantiasa berusaha untuk menjaga rasio kas terhadap total aset agar tetap berada pada level yang optimal.

The Cash accounts of Bank Muamalat Indonesia in 2015 increased by 4.18% from Rp1.15 trillion in 2014 to Rp1.19 trillion by year-end 2015. Bank Muamalat Indonesia strives at all times to maintain an optimum level of cash in proportion to its total assets.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

159

Tinjauan Keuangan Financial Review

Di samping itu, seperti sebelumnya telah disinggung Penempatan pada Bank Indonesia mengalami penurunan dari Rp8,55 triliun di tahun 2014 menjadi Rp5,35 triliun pada tahun 2015 atau turun 37,52%. Penurunan tersebut sejalan dengan upaya Bank untuk mengoptimalkan likuiditas dengan cara menempatkan pada instrumen yang lebih tinggi imbal hasilnya.

In addition, as has been mentioned above, Placements with Bank Indonesia declined from Rp8.55 trillion in 2014 to Rp5.35 trillion in 2015, or a decline of 37.52%. The decline reflects initiatives by Bank Muamalat Indonesia in liquidity optimization through fund placement in higher yield instruments.

Investasi pada Surat Berharga

Investments in Marketable Securities

Untuk tetap mengelola likuiditas, Bank Muamalat Indonesia melakukan penempatan dana pada instrumen keuangan yang dapat menghasilkan pendapatan margin. Proporsi investasi pada surat berharga dari total aset lancar terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dari hanya sebesar 31,37% di tahun 2014 menjadi 36,32% pada tahun 2015. Meskipun jika dilihat dari sisi nominal jumlah yang di Investasikan mengalami penurunan sebesar 8,48% dari tahun 2014 sebesar Rp4,92 triliun menjadi Rp4,50 triliun ditahun 2015.

As part of liquidity management, Bank Muamalat Indonesia places excess funds in financial instruments that generate margin income. The portion of marketable securities portfolio to total current assets continue to increase in recent years, with 31.37% in 2014 and 36.47% in 2015. However, in terms of nominal amount, the investments in marketable securities declined by 8.48% y-o-y, from Rp4.92 trillion in 2014 to Rp4.50 trillion in 2015.

Aset Tidak Lancar

Non-Current Assets

Total aset tidak lancar Bank Muamalat Indonesia mencapai Rp44,77 triliun pada tahun 2015, atau mengalami penurunan sebesar 4,24% dari tahun 2014 yang tercatat Rp46,75 triliun. Penurunan aset tidak lancar tersebut dipicu oleh penurunan penyaluran dana kepada masyarakat dengan akad Mudharabah dan Murabahah yang terkoreksi cukup signifikan pada tahun 2015. Penurunan yang terjadi pada sisi penyaluran dana banyak dipengaruhi dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga pengaruh keadaan ekonomi dunia yang diluar ekspektasi. Selain disebabkan penurunan ekonomi yang melanda, Bank Muamalat Indonesia juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyaluran dana kemasyarakatan dengan lebih meningkatkan standar manajemen risiko dan pemilihan nasabah pembiayaan yang lebih ketat guna mendeteksi secara dini pembiayaan yang bermasalah.

Total non-current assets of Bank Muamalat Indonesia amounted to Rp44.77 trillion in 2015, a decline of 4.24% from Rp46.75 trillion in 2014. The decline in non-current assets mainly reflected the considerable decline in Mudharabah and Murabahah financing that were disbursed in 2015. The decline in financing disbursement mostly reflected the slowing down in Indonesia’s economic growth as well as the impact of unforeseen developments in the global economy. Aside from the impact of economic conditions, the decline was also due to Bank Muamalat Indonesia’s increased emphasis on prudent financing disbursement to the public through the implementation of higher standard of risk management as well as more stringent selection of potential debtors, thus allowing for earlier detection of nonperforming financing.

Penyaluran Dana

Financing Disbursement

Bank Muamalat Indonesia menyalurkan fasilitas pembiayaan kepada nasabah untuk keperluan produktif maupun konsumtif, yang dibukukan berdasarkan akad atau skema yang dipakai yaitu sebagai piutang jual beli, pinjaman Qardh, pembiayaan Mudharabah, pembiayaan Musyarakah, dan Ijarah. Pada akhir tahun 2015, total penyaluran dana mencapai Rp40,73 triliun. Jumlah tersebut turun sebesar Rp2,81 triliun, atau 5,52% dari jumlah pembiayaan pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp43,11 triliun. Penurunan penyaluran dana, secara umum, disebabkan oleh fokus bisnis Bank Muamalat Indonesia yang bertumpu pada perbaikan kualitas penyaluran dana.

Bank Muamalat Indonesia disburses financing to customers for both productive as well as consumptive purposes, which are accounted for based on the underlying contract or scheme used, namely as sale-purchase receivables, Qardh loans, Mudharabah financing, Musyarakah financing, and Ijarah. As at year-end 2015, total financing disbursed amounted to Rp40.73 trillion. The amount represented a decrease of Rp2.81 trillion, or 5.52%, from the level in the previous year at Rp43.11 trillion. In general, the decline in financing disbursement was attributable to the business focus of Bank Muamalat Indonesia on improving the quality of financing disbursement.

160

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Komposisi Pembiayaan 2015 VS 2014 Financing Composition 2015 VS 2014 46,73%

48,21%

51,73%

2014

44,36%

2015

Murabahah Istishna Al-Qardh Ijarah Mudharabah

4,12%

0,60%

0,03% 0,30%

2,70% 0,60%

0,02% 0,59%

Musyarakah | Public

Piutang Murabahah, Istishna & Ijarah - Bersih

Murabahah, Istishna & Ijarah Receivables - Net

Piutang Murabahah, Istishna & Ijarah – Bersih Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 sedikit mengalami koreksi menjadi Rp17,56 triliun dari Rp20,43 triliun pada tahun 2014, atau terkoreksi sebesar 14,09%. Penurunan piutang banyak dipengaruhi oleh penurunan pada piutang Murabah yang turun Rp2,86 triliun dari Rp20,17 triliun di tahun 2014 menjadi Rp17,31 triliun di tahun 2015, atau terkoreksi sebesar 14,17% dari tahun 2014.

Bank Muamalat Indonesia’s Murabahah, Istishna & Ijarah Receivables - net in 2015 declined by 14.09% to Rp17.56 trillion, from Rp20.43 trillion in 2014. The decline in receivables was mainly contributed by Murabahah receivables that declined by Rp2.86 trillion or 14.17%, from Rp20.17 trillion in 2014 to Rp17.31 trillion in 2015.

Pinjaman Qardh - Bersih

Qardh Loans - Net

Bank Muamalat Indonesia tetap berusaha menjaga pinjaman Qardh berada pada level yang tidak terlalu signifikan. Walaupun pada tahun 2015 pebiayaan Qardh mengalami kenaikan 80,91% dibanding tahun 2014. Dimana pada tahun 2014 total pembiayaan Qardh berada pada angka Rp127,46 miliar dan bergerak Rp103,12 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp230,56 miliar.

Bank Muamalat Indonesia strives to maintain its Qardh loans at a level that is not significant to total financing portfolio. However, in 2015, Qardh loans recorded a significant increase of Rp103.12 billion, or 80.91%, to Rp230.56 billion, from the level in 2014 at Rp127.46 billion.

Pembiayaan Mudharabah - Bersih

Mudharabah Financing - Net

Jumlah Pembiayaan Mudharabah mengalami penurunan sebesar Rp670,90 miliar, atau sebesar 38,92%, dari Rp1,72 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp1,05 triliun di tahun 2015. Penurunan outstanding Pembiayaan Mudharabah tersebut lebih disebabkan karena fokus Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015 yang tetap diarahkan pada perbaikan kualitas pembiayaan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dalam melakukan penilaian terhadap calon kreditur guna menahan laju pemburukan kredit dan juga terus meningkatkan kualitas dari nasabah.

The amount of Mudharabah Financing declined by Rp670.90 billion, or 38.92%, from Rp1.72 trillion in 2014 to Rp1.05 trillion in 2015. The decline in outstanding Mudharabah Financing was primarily due to the emphasis of Bank Muamalat Indonesia in 2015 to concentrate more on improving the quality of the financing portfolio through better implementation of risk management and stringent assessment to potential debtors, in order to check the degradation of financing quality while improving the quality of debtors.

Pembiayaan Musyarakah lain - Bersih

Other Musyarakah Financing - Net

Jumlah pembiayaan Musyarakah meningkat sebesar Rp641,04 miliar, atau sebesar 3,28%, dari Rp19,55 triliun di tahun 2014 menjadi Rp20,19 triliun pada tahun 2015. Peningkatan pembiayaan Musyarakah ini terkait dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap mekanisme bagi hasil. Meskipun demikian Bank Muamalat Indonesia

The amount of Musyarakah Financing increased by Rp641.04 billion, or by 3.28%, from Rp19.55 trillion in 2014 to Rp20.19 trillion in 2015. The increase in Musyarakah Financing reflected the preference of customers for the Musyarakah profit-sharing mechanism. However, Bank Muamalat Indonesia continued with strict observance

Bank Muamalat 2015 Annual Report

161

Tinjauan Keuangan Financial Review

tetap memperhatikan dan memegang teguh prinsip kehatihatian dalam menyalurkan dana kepada masyarakat ditengah gejolak ekonomi yang masih berada dalam fase konsolidasi.

of the prudent banking principle in disbursing financing facilities to the customers during the consolidation phase in the economy.

Aset yang Diperoleh untuk Ijarah - Bersih

Assets Obtained for Ijarah - Net

Akun ini merupakan objek sewa dari transaksi Ijarah Muntahiya Bittamlik dengan opsi perpindahan hak milik objek sewa dengan hibah. Pada tahun 2015, Aset yang diperoleh untuk Ijarah-Bersih tercatat sebesar Rp234,83 miliar atau turun 6,31% dari tahun 2014 sebesar Rp250,64 miliar.

This account is a lease object of the Ijarah Muntahiya Bittamlik transaction with an option for the eventual transfer of the lease object ownership by grant. In 2015, Assets Obtained for Ijarah - Net amounted to Rp234.83 billion, a decline of 6.31% from Rp250.64 billion in 2014.

Investasi pada Asosiasi

Investment in Associates

Investasi pada Asosiasi Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 berada sedikit mengalami kenaikan dibanding tahun 2014. Pada tahun 2015 investasi pada asosiasi berada pada angka Rp28,97 miliar naik Rp474 juta atau 1,66% dibandingkan tahun 2014 yang berada pada angka Rp28,49 miliar.

Bank Muamalat Indonesia’s Investment in Associates in 2015 showed a slight increase over those in 2014. In 2015, Investment in Associated amounted to Rp28.97 billion, representing an increase of Rp474 million, or 1.66%, over the level in 2014 at Rp28.49 billion.

Aset Tetap

Fixed Assets

Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 memiliki Aset Tetap senilai Rp2,39 triliun, atau turun tipis dari tahun 2014 sebesar 0,04% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,29 triliun. Penurunan tipis ini terjadi akibat akumulasi dari penyusutan fixed asset yang dikontribusikan oleh akumulasi penyusutan gedung dan penyusutan dari office inventory.

Bank Muamalat Indonesia’s fixed assets in 2015 amounted to Rp2.39 trillion, a slight decline of 0.04% from the level in the previous year at Rp2.29 trillion. The slight decline was attributable to accumulated depreciation of fixed assets, and mainly the depreciation of office buildings and office inventory.

Aset Lain-lain

Other Assets

Aset Lain-lain Bank Muamalat Indonesia terdiri dari Pendapatan yang Masih Akan Diterima, Agunan yang Diambil Alih setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai, Biaya Dibayar Dimuka, Tagihan Usance Payable, Aset Tak Berwujud-bersih, Uang Muka, Tagihan ATM, Tagihan kepada Pihak Ketiga setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai, Persediaan Alat Tulis Kantor, Setoran Jaminan, Beban Tangguhan Emisi Sukuk, setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai dan Lainnya. Posisi Aset Lain-lain pada tahun 2015 tercatat Rp2,62 triliun, meningkat sebesar 56,52% dari tahun 2014 yang sebesar Rp1,67 triliun.

Other Assets of Bank Muamalat Indonesia comprise of Accrued Revenues, Foreclosed Properties - net of allowance for impairment losses, Prepaid Expenses, Usance Payables, Intangible Assets - Net, Advance Payments, ATM Bills, Receivables from Third Parties - net of allowance for impairment losses, Office Stationery Supplies, Security Deposits, Sukuk Issuance Deferred Costs - net of allowance for impairment losses, and Others. Other Assets amounted to Rp2.62 trillion in 2015, an increase of 56.52% from Rp1.67 trillion in 2014.

Kontributor dari kenaikan ini adalah pada pada pos Agunan yang Diambil Alih, Pendapatan yang Masih Akan Diterima dan tagihan kepada pihak ketiga dimana masing-masing naik 84,76%, 102,47% dan 366,30% dari posisi di tahun 2014 yang masing-masing sebesar Rp379,00 miliar, Rp478,06 miliar dan Rp6,25 miliar.

The increase was mainly contributed by increases in Foreclosed Properties, Accrued Revenues, and Reveivables from Third Parties of 84.76%, 102.47% and 366.30%, respectively, over their positions in 2014 at Rp379.00 billion, Rp478.06 billion and Rp6.25 billion, respectively.

162

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Liabilitas Jumlah Liabilitas Liabilitas Liability Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

2014

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

Description

%

Liabilitas Segera

178.661

115.568

63.093

54,59

Current Liabilities

Bagi Hasil yang Belum Dibagikan

82.089

125.922

(43.833)

(34,81)

Undistributed Profit Sharing

Simpanan

5.651.880

6.070.770

(418.889)

(6,90)

Giro Wadiah

3.696.160

4.306.928

(610.768)

(14,18)

Tabungan Wadiah

1.955.721

1.446.786

508.935

35,18

Wadiah Savings

Deposito Wakalah

-

317.056

(317.056)

(100,00)

Wakalah Deposits

Simpanan dari Bank Lain Liabilitas Akseptasi Pinjaman yang Diterima Utang Pajak Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

Deposits Wadiah Demand Deposits

51.063

51.125

(62)

(0,12)

Deposits from Other Banks

515.497

727.497

(211.999)

(29,14)

Acceptance Liabilities

1.804.925

1.886.000

(81.075)

(4,30)

Loan Received

60.000

59.375

624

1,05

Tax Payable

10.004

14.498

(4.494)

(31,00)

Estimated Loss for Commitment and Contingency

204.709

258.833

(54.124)

(20,91)

Post-Employment Benefits Liabilities

Liabilitas Lain-lain

393.269

277.975

115.294

41,48

Other Liabilities

Jumlah Liabilitas

8.952.097

9.587.563

(635.466)

(6,63)

Total Liabilities

Jumlah liabilitas Bank Muamalat Indonesia pada akhir tahun 2015 mengalami penurunan sebesar Rp635,47 miliar atau sebesar 6,63% dari Rp9,59 triliun di tahun 2014 menjadi Rp8,95 triliun pada tahun 2015. Penurunan terbesar liabilitas disumbang oleh penurunan Giro Wadiah sebesar Rp610,77 miliar dan Deposito Wakalah sebesar Rp317,16 miliar. Penurunan simpanan ini dilakukan dalam rangka menurunkan beban dana dari sumber pendanaan yang memiliki biaya tinggi.

Total liabilities of Bank Muamalat Indonesia as at yearend 2015 declined by Rp635.47 billion, or 6.63%, from Rp9.59 Trllion in 2014 to Rp8.95 trillion in 2015. The largest contributor to the decline in liabilities was the decline in Wadiah Demand Deposit of Rp610.77 billion and Wakalah Demand Deposit of Rp317.16 billion. The reduction in deposits was undertaken in order to maintain control over Bank Muamalat Indonesia’s cost of fund arising from highcost funding sources.

Komposisi Liabilitas Jangka Pendek

Composition of Current Liabilities

Liabilitas Segera

Liabilities Due Immediately

Posisi Liabilitas Segera pada tahun 2015 tercatat sebesar Rp178,66 miliar atau mengalami peningkatan dari tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp115,57 miliar. Peningkatan pada Liabilitas Segera dikontribusikan oleh adanya peningkatan yang cukup signifikan pada Titipan Dana Nasabah yang naik signifikan dibanding tahun 2014, pada tahun 2015 tercatat dana titipan nasabah sebesar Rp146,89 miliar naik 88,56% dibanding tahun 2014.

Liabilities Due Immediately in 2015 amounted to Rp178.66 billion, increasing from the position in 2014 at Rp115.57 billion. The increase in Liabilities Due Immediately is mainly contributed by the significant increase in Customers’ Funds by 88.56% over the level in 2014 to reach Rp146.89 billion in 2015.

Bagi Hasil yang Belum Dibagikan

Undistributed Revenue Sharing

Bagi Hasil yang Belum Dibagikan merupakan bagi hasil yang belum dibagikan Perseroan kepada shahibul maal atas bagian keuntungan hasil usaha Perseroan yang telah

Undistributed Revenue Sharing represents the undistributed share of customers (shahibul maal) on income generated by the Bank from managing the customers funds

Bank Muamalat 2015 Annual Report

163

Tinjauan Keuangan Financial Review

disisihkan dari pengelolaan dana mudharabah. Posisi Bagi Hasil yang Belum Dibagikan mengalami penurunan dari Rp125,92 miliar di tahun 2014 menjadi Rp82,09 miliar pada tahun 2015. Penurunan Bagi hasil yang belum di bagikan dikontribusikan oleh penurunan bagi hasil Deposito Mudharabah berjangka yang turun signifikan pada tahun 2015 menjadi Rp74,97 miliar dari Rp115,91 pada tahun 2014.

(mudharabah). The position of Undistributed Revenue Sharing declined from Rp125.92 billion in 2014 to Rp82.09 billion in 2015. The decline in Undistributed Revenue Sharing is contributed mainly by the revenue sharing from Mudharabah Time Deposit that declined significantly to Rp74.97 billion in 2015, from previously Rp115.91 billion in 2014.

Simpanan

Deposits

Saldo Simpanan pada tahun 2015 adalah sebesar Rp5,65 triliun yang terdiri dari Giro Wadiah sebesar Rp3,69 triliun, Tabungan Wadiah sebesar Rp1,96 triliun. Simpanan dari nasabah Bank Muamalat Indonesia mengalami penurunan sebesar Rp418,89 miliar, atau sebesar 6,90% dari posisi tahun 2014 yang sebesar Rp6,07 triliun menjadi sebesar Rp5,65 triliun ditahun 2015, yang disebabkan oleh oleh turunnya saldo Giro Wadiah yang mencapai Rp337,27 miliar atau turun 7,83% dibandingkan posisi Desember 2014. Meskipun penurunan terjadi pada Giro Wadiah cukup dalam, Bank Muamalat Indonesia tetap berusaha untuk dapat meningkatkan serapan dana dari masyarakat melalui fasilitas tabungan wadiah dimana pada tahun 2015 ini tabungan wadiah meningkat 35,18% dibanding tahun lalu. Pada tahun 2014 Tabungan Wadiah tercatat sebesar Rp1,44 triliun dan ditahun 2015 meningkat Rp508,94 miliar menjadi Rp1,96 triliun.

The balance of Deposits in 2015 amounted to Rp5.65 trillion, comprising of Wadiah Demand Deposit of Rp3.69 trillion and Wadiah Savings of Rp1.96 trillion. Deposits from customers of Bank Muamalat Indonesia declined by Rp418.19 billion, or 6.90%, from its position in 2014 at Rp6.07 trillion, reflecting mainly the decline in Wadiah Demand Deposit by Rp337.27 billion, or 7.83%, from its previous position in December 2014. Despite the considerable decline in Wadiah Demand Deposit, Bank Muamalat Indonesia continue to strive to increase funding from public customers through the Wadiah Savings, which in 2015 indicated an increase of 35.18% from the previous year. Whereas the Wadiah Savings amounted to Rp1.44 trillion in 2014, it increased by Rp508.94 billion in 2015 to reach Rp1.96 trillion.

Komposisi Simpanan 2015 VS 2014 Deposits Composition 2015 VS 2014 5,22%

70,95%

23,83%

0,00%

60,88%

32,22%

2014

2015 Giro Wadiah Tabungan Wadiah Deposito Wakalah

Simpanan dari Bank Lain

Deposits from Other Banks

Hingga akhir tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia memiliki Simpanan dari Bank Lain sejumlah Rp51,06 miliar, turun sebesar Rp61,93 juta atau sebesar 0,12% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp51,12 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh fokus bank yang lebih mengutamakan penghimpunan dana pihak ketiga nonbank. Bonus per tahun untuk simpanan wadiah Rupiah adalah berkisar antara 0,00% sampai dengan 5,12% untuk tahun 2015.

Up to year-end 2015, Deposits from Other Banks at Bank Muamalat Indonesia amounted to Rp51.06 billion, a decline of Rp61.93 million, or 0.12%, from the previous year’s position at Rp51.12 billion. The decline was attributable to the Bank’s focus on attracting funding from non-bank thirdparty customers. The bonus rate for Rupiah Wadiah deposit ranges from 0.00% to 5.12% per annum in 2015.

164

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Utang Pajak

Taxes Payables

Utang Pajak yang dimiliki Bank Muamalat Indonesia pada akhir tahun 2015 tercatat sebesar Rp60,00 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp624 Juta, atau meningkat 1,05% dari akhir tahun 2014.

Bank Muamalat Indonesia’s Taxes Payables as at year-end 2015 amounted to Rp60.0 billion, an increase of Rp624 million, or 1.05%, from its previous position at year-end 2014.

Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

Estimated Losses Contingencies

Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Bank Muamalat Indonesia mengalami penurunan dari Rp14,50 miliar di tahun 2014 menjadi Rp10,00 miliar pada tahun 2015, atau turun 31,00%.

Bank Muamalat Indonesia’s Estimated Losses on Commitments and Contingencies declined from Rp14.50 billion in 2014 to Rp10.0 billion in 2015, or a decline of 31.0%.

Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

Post-Employment Benefit Liability

Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 adalah sebesar Rp204,71 miliar, mengalami penurunan dari tahun 2014 yang sebesar Rp258,83 miliar. Perhitungan aktuaria dilakukan oleh PT Lastika Dipa aktuaris independen, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 25 Januari 2016, 26 Januari 2015 dan 20 Februari 2014. Perhitungan aktuaris tersebut menggunakan projected unit credit method.

Bank Muamalat Indonesia’s Post-Employment Benefit Liability in 2015 amounted to Rp204.71 billion, representing a decline from Rp258.83 billion in 2014. The actuarial calculation was performed by PT Lastika Dipa, independent actuary, based on their reports dated 25 January 2016, 26 January 2015 and 20 February 2014, respectively. The actuarial calculation uses the projected unit credit method.

Liabilitas Lainnya

Other Liabilities

Pada tahun 2015, Liabilitas Lainnya yang dimiliki Bank Muamalat Indonesia mencapai Rp393,27 miliar, mengalami kenaikan dari posisi di tahun 2014 yang sebesar Rp277,98 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh naiknya pos pembiayaan yang masih harus dibayar. Biaya masih harus dibayar merupakan cadangan berkaitan dengan operasional bank seperti beban listrik, air dan telepon, zakat perusahaan, jasa konsultan dan cadangan untuk personalia seperti cadangan bonus, kinerja, promosi, pelatihan dan biaya seragam untuk karyawan

As at year-end 2015, Other Liabilities of Bank Muamalat Indonesia amounetd to Rp393.27 billion, increasing from its previous position at Rp277.98 billion in 2014. The increase was mainly due to the significant increase in Accrued Expenses, representing reserves related to the Bank’s operational activities including for electricity, water and telephone bills, corporate zakat, consultant services, and reserves for personnel such as performance bonuses, promotion, training and staff uniforms.

Komposisi Liabilitas Jangka Panjang

Composition of Long-Term Liabilities

on

Commitments

and

(dalam jutaan Rupiah) | (in million Rupiah)

Keterangan | Description

Jumlah | Total

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

1.736

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

69

Jumlah | Total

1.805

Pinjaman yang Diterima

Fund Borrowings

Pinjaman yang Diterima oleh Bank Muamalat Indonesia hingga akhir tahun 2015 adalah sebesar Rp1,80 triliun, menurun dari tahun 2014 yang sebesar Rp1,87 triliun, atau turun sebesar 4,30%. Pinjaman yang diterima berasal dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan Bank Negara Indonesia (Persero).

Bank Muamalat Indonesia’s Fund Borrowings as at year-end 2015 amounted to Rp1.80 trillion, representing a decline of 4.30% from Rp1.87 trillion in 2014. Fund borrowings were received from PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) and PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Bank telah memenuhi seluruh persyaratan yang telah disepakati dalam akad perjanjian pembiayaan mudharabah tersebut di atas.

The Bank has comply with all agreed covenants stated in the above stated mudharabah financing agreements.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

165

Tinjauan Keuangan Financial Review

Dana Syirkah Temporer

Temporary Syirkah Funds

Dana Syirkah Temporer turun Rp4,25 triliun atau 8,70% jika dibandingkan dengan tahun 2014 pada tahun 2014 Dana Syirkah Temporer tercatat Rp48,93 triliun dan ditahun 2015 tercatat Rp44,67 triliun

sebesar dimana sebesar sebesar

Temporary Syirkah Funds declined by Rp4.25 trillion, or 8.70%%, compared to 2014, whereas in 2014 Temporary Syirkah Funds amounted to Rp48.93 trillion and in 2015 amounted to Rp44.67 trillion.

Dana Syirkah Temporer Temporary Syirkah Funds Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Bukan Bank

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31

Pertumbuhan Growth 2014-2015

Description

2015

2014

Nominal Amount

39.425.772

45.135.503

(5.709.731)

(12,65)

1.176.038

743.764

432.273

58,12

Giro Mudharabah

% Non-Bank Mudharabah Demand Deposits

Tabungan Mudharabah

10.498.703

13.321.322

(2.822.619)

(21,19)

Mudharabah Savings

Deposito berjangka mudharabah

27.751.031

31.070.417

(3.319.386)

(10,68)

Mudharabah Time Deposits

3.619.155

2.290.712

1.328.443

57,99

109.781

170.853

(61.072)

(35,75)

Mudharabah Demand Deposits Mudharabah (Ummat) Savings

Bank Giro Mudharabah Tabungan Mudharabah (Ummat)

310.476

328.267

(17.791)

(5,42)

Deposito Berjangka Mudharabah

3.198.898

1.791.592

1.407.305

78,55

Surat Berharga yang Diterbitkan

1.625.000

Investasi Mudharabah Antar Bank

125.000

8,33

125.000

-

125.000

1.500.000

1.500.000

-

-

44.669.927

48.926.215

(4.256.288)

(8,70)

Sukuk Mudharabah Subordinasi Jumlah Dana Syirkah Temporer

1.500.000

Bank

Mudharabah Time Deposits Securities Issued Mudharabah Inter-Bank Investments Interbank Mudharabah Investment Mudharabah Subordinated Sukuk Total Temporary Syirkah Funds

Dana Syirkah Temporer Bukan Bank

Temporary Syirkah Funds - Non-Bank

Dana Syirkah Temporer Bukan Bank mengalami penurunan sebesar 12,65%, menurun dari Rp45,14 triliun ditahun 2014 menjadi Rp39,43 triliun pada tahun 2015. Penurunan Dana Syirkah Temporer Bukan Bank terjadi pada Tabungan Mudharabah dan Deposito Berjangka mudharabah yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 21,19% dan 10,68%, dimana pada tahun 2015 Tabungan Mudharabah tercatat sebesar Rp10,49 triliun dan Deposito Mudharabah sebesar Rp27,75 Trillliun. Pada pos Giro Mudharabah mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2014 yaitu sebesar 58,12%, tercatat pada tahun 2015 Giro Mudharabah adalah sebesar Rp1,18 triliun.

Non-Bank Temporary Syirkah Funds declined by 12.65% from Rp45.14 trillion in 2014 to Rp39.43 trillion in 2015. The decline in Non-Bank Temporary Syirkah Funds affects both the Mudharabah Savings Deposit and Mudharabah Time Deposit that declined by 21.19% and 10.68%, respectively, with Mudharabah Savings Deposits amounting to Rp10.49 trillion and Mudharabah Time Deposit amounting to Rp27.75 trillion, as at year-end 2015. Meanwhile, Mudharabah Demand Deposit registered a significant increase of 58.12% over the amount in 2014, reaching Rp1.18 trillion at yearend 2015.

Dana Syirkah Temporer Bank

Temporary Syirkah Funds - Bank

Kenaikan terjadi pada Dana Syirkah Temporer Bank yang naik sebesar Rp1,33 triliun, atau sebesar 57,99%, dari yang sebelumnya sebesar Rp2,29 triliun di tahun 2014 menjadi Rp3,62 triliun pada tahun 2015. Kenaikan ini dikontribusikan oleh kenaikan Deposito berjangka sebesar Rp1,41 triliun atau sebesar 78,55%. Tahun 2015 posisi Deposito berjangka Mudharabah berapa pada angka Rp3,19 triliun sementara untuk tahun 2014 adalah sebesar Rp1,79 triliun. Sementara Giro mudharabah dan Tabungan Mudharabah pada tahun 2015 mengalami penurunan masing-masing sebesar 61,07% dan 17,79% dibandingkan tahun 2014.

Bank Temporary Syirkah Funds increased by Rp1.33 trillion or 57.99%, from its previous position of Rp2.29 trillion in 2014 to Rp3.62 trillion in 2015. The increase was attributable to the significant increase in Mudharabah Time Deposit of Rp1.41 trillion, or 78.55%. In 2015, Mudharabah Time Deposit amounted to Rp3.19 trillion, whereas in 2014 it amounted to Rp1.79 trillion. Meanwhile, Mudharabah Demand Deposit and Mudharabah Savings Deposit in 2015 experienced a decline of 61.07% and 17.79%, from their respective positions in 2014.

166

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Analisa Mengenai Dana Pihak Ketiga

Analysis of Third Party Funds

Dana Pihak Ketiga Bank Muamalat Indonesia terdiri atas akun Simpanan dan Dana Syirkah Temporer – Non Bank. Pada tahun 2015, Dana Pihak Ketiga turun 12,65% menjadi Rp39,43 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp45,14 triliun. Penurunan Dana Pihak Ketiga salah satunya dikontribusikan oleh penurunan dana mahal yang berasal dari Deposito Mudharabah dan salah satu jenis Tabungan Mudharabah yang memiliki Cost of Fund (COF) tinggi. Deposito turun 10,68% dari Rp31,07 triliun menjadi Rp27,75 triliun, sementara Tabungan turun 21,19% dari Rp13,32 triliun menjadi Rp10,50 triliun. Penurunan dana mahal ini merupakan bagian dari upaya Bank Muamalat Indonesia untuk menekan COF. Perseroan lebih selektif untuk memberikan tingkat bagi hasil kepada nasabah. Sedangkan Giro Mudharabah naik sebesar 58,12% dari Rp744 miliar menjadi Rp1,18 triliun.

Bank Muamalat Indonesia’s Third Party Funds consists of Deposits and Non-Bank Temporary Syirkah Funds. In 2015, Third Party Funds declined by 12.65% to Rp39.43 trillion, from Rp45.14 trillion the previous year. The decline in Third party Funds was attributable to, among others, the decline in high-cost funds in Mudharabah Time Deposit and a certain type of Mudharabah Savings Deposit with a high Cost of Fund (CoF). Mudharabah Time Deposit declined 10.68% from Rp31.07 trillion to Rp27.75 trillion, while Mudharabah Savings Deposit declined 21.19% from Rp13.32 trillion to Rp10.50 trillion. The decline in high-cost funds was part of efforts by Bank Muamalat Indonesia to reduce CoF. The Bank has been more selective in providing revenue sharing to customers. Meanwhile, Mudharabah Demand Deposit increased 58.12% from Rp744 billion to Rp1.18 trillion.

Dengan pertumbuhan Giro di tahun 2015 tersebut, Bank Muamalat Indonesia mencatat pertumbuhan rasio dana murah tabungan dan Giro (CASA) terhadap total DPK mencapai 29,61% atau relatif sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang tercatat 31,16%.

With the growth of Demand Deposit in 2015, Bank Muamalat Indonesia recorded a CASA ratio to Total Third Party funds of 29.61%, representing a slight decline from 31.16% a year previously.

Surat Berharga yang Diterbitkan

Securities Issued

Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia memiliki Surat Berharga yang Diterbitkan senilai Rp1,62 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp125 miliar, atau sebesar 8,83% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,50 triliun. Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Muamalat Indonesia terdiri dari Sukuk Mudharabah Subordinasi Berkelanjutan I tahap I dan II yang masingmasing memiliki nilai Rp800,00 miliar dan Rp700,00 miliar. Sukuk Mudharabah Subordinasi Berkelanjutan I tahap I akan jatuh tempo pada tahun 2022, sedangkan Sukuk Mudharabah Subordinasi Berkelanjutan I tahap II akan mengalami jatuh tempo pada tahun 2023. Peningkatan tersebut disebabkan oleh penerbitan Sertifikat Investasi Mudharabah Antar bank sebesar Rp125 miliar.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia has Rp1.62 trillion worth of Securities Issued, representing an increase of Rp125 billion, or 8.83%, over the position in the previous year at Rp1.50 trillion. The increase reflects the issuance of InterBank Mudharabah Investment Certificates of Rp125 billion. Bank Muamalat Indonesia’s Securities Issued consists of Subordinated Shelf-Registration Mudharabah Sukuk I Phase I and Phase II worth Rp800.0 billion and Rp700.0 billion, respectively. The Subordinated Shelf-Registration Mudharabah Sukuk I Phase I will mature in 2022, while the Subordinated Shelf-Registration Mudharabah Sukuk I Phase II will mature in 2023.

Ekuitas Ekuitas Equity Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

Description

%

2015

2014

Modal Saham

1.103.435

1.103.435

0

0,00

Capital Stock

Tambahan Modal Disetor

1.578.925

1.578.925

0

0,00

Additional Paid-in Capital

Selisih Revaluasi Aset Tetap

610.107

648.056

(37.949)

(5,86)

Difference in revaluation of fixed assets

Pendapatan Komprehensif Lain

(32.497)

(88.142)

55.645

(63,13)

Other Comprehensive Income

Saldo Laba

290.594

686.138

(395.544)

(57,65)

Retained Earnings

3.550.564

3.928.412

(377.847)

(9,62)

Total Equity

Jumlah Ekuitas

Bank Muamalat 2015 Annual Report

167

Tinjauan Keuangan Financial Review

Pada tahun 2015, Total Ekuitas Bank Muamalat Indonesia tercatat sebesar Rp3,55 triliun, mengalami koreksi sebesar Rp377,85 miliar, atau setara 9,62% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp3,93 triliun. Koreksi terhadap Total Ekuitas terjadi karena adanya Selisih Revaluasi Aset Tetap sebesar Rp37,95 miliar dan juga penurunan saldo laba sebesar Rp395,54 miliar.

In 2015, Total Equity of Bank Muamalat Indonesia amounted to Rp3.55 trillion, being corrected by Rp377.85 billion, or 9.62%, from its position a year previously at Rp3.93 trillion. The decline in Total Equity was attributable to the difference in Surplus Revaluation of Premises and Equipment of Rp37.95 billion and the decline in Retained Earnings of Rp395.54 billion.

ARUS KAS Arus Kas Cash Flow Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31

Pertumbuhan Growth 2014-2015

Description

2015

2014

Nominal Amount

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi

(2.949.515)

6.167.848

(9.117.363)

(147,82)

Net Cash Used in Operating Activities

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi

270.229

(2.159.689)

2.429.918

(112,51)

Net Cash Used in Investing Activities

43.916

79.942

(36.026)

(45,07)

Net Cash Provided by Financing Activities

(2.635.370)

4.088.101

(6.723.471)

(164,46)

Net Increase (Decrease) In Cash And Cash Equivalents

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan bersih kas dan setara kas

%

Arus Kas dari Kegiatan Operasi

Cash Flows from Operating Activities

Arus kas bersih dari aktivitas operasional untuk tahun 2015 adalah sebesar Rp(2,95) triliun. Arus kas terkoreksi terutama berasal dari penurunan dana syirkah temporer yang diakibatkan oleh penurunan Deposito berjangka Mudharabah dan Tabungan Mudharabah yang signifikan dalam rangka untuk terus menekan beban dana.

Net cash flows used in operating activities in 2015 amounted to Rp(2.95) trillion. The decline in cash flows mainly reflected the decline in temporary syirkah funds due to the significant decline in Mudharabah Time Deposit and Mudharabah Savings Deposit in line with efforts by Bank Muamalat Indonesia to lower its cost of funds.

Arus Kas dari Kegiatan Investasi

Cash Flows from Investing Activities

Arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas investasi selama tahun 2015 adalah sebesar Rp270,23 miliar, yang terdiri dari hasil penjualan investasi dari surat berharga sebesar Rp999,84 miliar dan perolehan investasi pada surat berharga sebesar Rp590,59 miliar. Sementara itu, hasil penjualan Aset Tetap sebesar Rp127,61 juta dan perolehan aset tetap sebesar Rp139,15 miliar,

Net cash flows from investing activities in 2015 amounted toRp270.23 billion, reflecting the proceeds from the sale of securities of Rp999.84 billion, investment of Rp590.59 billion for acquisition of securities, proceeds from the sale of premises and equipment of Rp127.61 billion, and acquisition of premises and equipment of Rp139.15 billion.

Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan

Cash Flow from Financing Activities

Selama tahun 2015 arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp43,92 miliar yang berasal dari pinjaman yang diterima sebesar Rp68,93 miliar dan Pencairan sertifikat Investasi Mudharabah sebsar Rp125 miliar. Arus kas keluar digunakan antara lain untuk pembayaran utang dividen, pembayaran pinjaman diterima, yang masing-masing sebesar Rp9 juta dan Rp150 miliar.

During 2015, net cash flows from financing activities amounted to Rp43.92 billion, which was derived from Rp68.93 billion in receipt of fund borrowings and proceeds from interbank Mudharabah investment of Rp125 billion. Cash outflow meanwhile was used for payment of dividend liabilities of Rp9 milion and for payment of fund borrowings of Rp150 billion.

168

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Komitmen dan Kontinjensi

Commitments and Contingencies

Bank Muamalat Indonesia memiliki komitmen penyediaan dana maupun kontrak pengadaan barang dan penyelesaian beberapa kontijensi sehubungan dengan masalah pembiayaan kredit dan masalah hukum lainnya.

Bank Muamalat Indonesia has certain commitment for fund disbursement or goods procurement contracts as well as for contingency settlements related to issues of loan financing and other legal issues.

Bank Muamalat Indonesia memiliki Liabilitas Komitmen sebesar Rp1,53 triliun pada tahun 2015 yang menurun sebesar 17,25% apabila dibandingkan dengan tahun 2014 yang sebesar Rp1,85 triliun. Penurunan Liabilitas Komitmen ini utamanya disebabkan karena perubahan Posisi Penjualan Spot dan Foward – neto sebesar 65,99%, penurunan Fasilitas L/C yang masih berjalan sebesar 45,06% dan penurunan terhadap penerbitan fasilitas SKBDN sebesar 23,50%.

Bank Muamalat Indonesia’s Commitment Liabilities in 2015 amounted to Rp1.53 trillion, a decline of 17.25% from Rp1.85 trillion recorded in 2014. The decline in Commitment Liabilities mostly reflected changes in positions of Net Spot and Forward Sales by 65.99%, the decline in ongoing L/C facilities by 45.06%, and the decline in SKBDN Facility issuance by 23.50%.

Komitmen dan Kontinjensi Commitment and Contingency Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Keterangan

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31 2015

2014

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

Description

%

Komitmen

Commitment

Liabilitas Komitmen Fasilitas Pembiayaan Kepada Nasabah yang Belum Digunakan Fasilitas L/C yang Masih Berjalan Penerbitan SKBDN Posisi Penjualan Spot dan Forward neto Jumlah Liabilitas Komitmen

Commitment liabilities 1.194.209

1.254.928

(60.719)

(4,84)

Unused financing facilities to customers

59.307

107.955

(48.648)

(45,06)

Ongoing L/C facilities

204.294

267.063

(62.769)

(23,50)

SKBDN issuance

76.016

223.526

(147.510)

(65,99)

Spot and Forward sales position - net

1.533.826

1.853.472

(319.646)

(17,25)

Total commitment liabilities

Kontinjensi

Contingency

Tagihan Kontinjensi Piutang dan Pembiayaan Hapus Buku

Contingency receivables 1.159.426

918.571

240.855

26,22

Written-off receivables and financing

Marjin dalam Penyelesaian

291.048

74.163

216.885

292,44

Margins in settlement

Jumlah Tagihan Kontinjensi

1.450.474

992.734

457.740

46,11

Liabilitas kontinjensi Bank Garansi

701.607

1.014.461

(312.854)

(30,84)

Bank Guarantee contingent liabilities

Total contingency receivables

Tagihan Kontinjensi – neto

748.867

(21.727)

770.594

(3546,71)

Contingent Payable – net

RASIO KEUANGAN

FINANCIAL RATIOS

Bank Muamalat Indonesia sebagai Bank yang menjalankan usaha berdasarkan prinsip syariah selalu berupaya melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan prinsip kehatihatian dan peraturan Bank Indonesia serta perundangundangan yang berlaku. Secara umum hingga saat ini tidak ada rasio-rasio keuangan yang diatur oleh Bank Indonesia serta perundang-undangan yang dilanggar oleh Bank. Berikut Rasio sampai dengan tanggal 31 Desember 2015:

As a bank running a business according to the Sharia principles, Bank Muamalat Indonesia strives to align its activities with the prudent banking principle as well as in accordance with Bank Indonesia regulations and other applicable laws and regulations. To date, the Bank has not been in violation of any mandatory financial ratios as regulated by Bank Indonesia and other laws and regulations. The financial ratios up to December 31, 2015, were as follow:

Bank Muamalat 2015 Annual Report

169

Tinjauan Keuangan Financial Review

No.

Rasio | Ratios

2015

2014

Rasio Kinerja | Performance Ratios 1

Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) | Capital Adequacy Ratio (CAR)

12,36%

13,91%

2

Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif Non-performing earning and non-earning assets to total earning and non-earning assets

3,87%

5,86%

3

Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif Non-performing earning assets to total earning assets

6,54%

5,46%

4

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif Allowance for Impairment Loss (CKPN) of financial assets to total earning assets

2,77%

2,50%

5

NPF Gross | NPF Gross

7,11%

6,55%

6

NPF Net | NPF Net

4,20%

4,85%

7

Return On Assets (ROA) | Return On Assets (ROA)

0,20%

0,17%

8

Return On Equity (ROE) | Return On Equity (ROE)

2,78%

2,20%

9

Net Imbalan (NI) | Net Yield (NI)

4,09%

3,40%

10

Net Operating Margin (NOM) | Net Operating Margin (NOM)

0,27%

3,45%

11

Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Operating Expenses to Operating Revenues (BOPO)

97,41%

97,38%

12

Pembiayaan bagi hasil terhadap total pembiayaan | Profit-sharing financing to total financing

53,94%

51,21%

13

Financing to Deposit Ratio (FDR) | Financing to Deposit Ratio (FDR)

90,30%

84,14%

Kepatuhan | Compliance 1

a. Persentase Pelanggaran BMPD | Percentage of Violation of LLL a.1. Pihak Terkait | Related Parties

0,00%

0,00%

a.2. Pihak Tidak Terkait | Third Parties

0,00%

0,00%

b. Persentase Pelampauan BMPD | Percentage of Excess LLL

2

3

b.1. Pihak Terkait | Related Parties

0,00%

0,00%

b.2. Pihak Tidak Terkait | Third Parties

0,00%

0,00%

a. GWM rupiah | GWM rupiah

5,10%

5,12%

b. GWM valuta asing | GWM foreign exchange

1,38%

1,22%

13,10%

2,27%

GWM:

Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan | Net Open Position (NOP) overall

Dari rasio-rasio tersebut, terlihat bahwa seluruh rasio baik dari rasio permodalan, aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas dan rasio kepatuhan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

It can be seen that all the listed ratios, including capital ratio, earning assets ratio, profitability ratio, liquidity ratio and compliance ratio are in alignment with prevailing requirements.

Solvabilitas Bank

Bank Solvability

Bank Muamalat Indonesia mengukur solvabilitas melalui rasio permodalan Bank. Bank Muamalat Indonesia memastikan kecukupan modal Bank untuk dapat memenuhi risiko penyaluran dana dan risiko pasar yang tercermin dari Kewajiban Penyediaan Modal Minimun (KPMM).

Bank Muamalat Indonesia measures its solvability through its capital adequacy ratio in order to ensure the adequacy of its capital to cover the financing risk and market risk, as reflected in the Capital Adequacy Ratio (CAR) level.

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank Muamalat Indonesia dengan memperhitungkan risiko penyaluran dana, risiko pasar, dan risiko operasional adalah sebesar 12,36%. Nilai KPMM tersebut berada di atas batas minimum dari yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu sebesar 10,00% - 11,00%.

The Capital Adequacy Ratio of Bank Muamalat Indonesia, with calculations for financing risk, market risk, and operational risk charges, was at 12.36%. The level of CAR is above the minimum level of CAR as stipulated by the Financial Services Authority at 10.00% - 11.00%.

170

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Rentabilitas Bank

Bank Profitability

Rentabilitas Bank Muamalat Indonesia dapat diukur melalui rasio-rasio, antara lain Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Net Income Margin (NIM), dan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).

The profitability of Bank Muamalat Indonesia can be measured by various ratios, such as Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Income Margin (NIM), and the ratio of Operating Expenses to Operating Revenues (BOPO).

Pada tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia mencatat ROA sebesar 0,20% dan ROE sebesar 2,78%. Sedangkan Net Income Margin (NIM) pada akhir tahun 2015 tercatat 4,09%. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) mengalami sedikit peningkatan menjadi 97,41% dari posisi di tahun 2014 yang sebesar 97,38%. Peningkatan dalam rasio BOPO ini disebabkan oleh meningkatnya Beban Operasional terutama pada pos Beban Kepegawaian dan Beban Lainnya serta Beban Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia recorded ROA and ROE of 0.20% and 2.78%, respectively, while Net Income Margin (NIM) was recorded at 4.09% at the end of the year. The ratio of Operating Expenses to Operating Revenues (BOPO) meanwhile has increased slightly to 97.41% in 2015, from 97.38% in 2014. The increase in BOPO was due to an increase in Operating Expenses recorded by Bank Muamalat Indonesia in 2015, mainly in Employee Expenses, Miscelaneous Expenses and Provision for Impairment Losses on Earning Assets.

Likuiditas Bank

Bank Liquidity

Likuiditas Bank dipengaruhi oleh struktur pendanaan, likuiditas aset, liabilitas kepada counterparty dan komitmen pembiayaan kepada debitur. Bank Muamalat Indonesia melakukan pengelolaan likuiditas dengan mengukur besarnya risiko likuiditas yang dimiliki oleh Bank. Untuk mengukur besarnya risiko likuiditas, Bank menggunakan Financing to Deposit Ratio (FDR).

The Bank’s liquidity is affected by its funding structure, liquidity of assets, liabilities to counterparties, and financing commitments to debtors. Bank Muamalat Indonesia manages its liquidity by measuring its liquidity risk. To measure liquidity risk, the Bank uses the Financing to Deposit Ratio (FDR).

Pada akhir tahun 2015, FDR Bank Muamalat Indonesia adalah sebesar 90,30% naik sebesar 84,14% dari tahun 2014. Bank Muamalat Indonesia menjaga FDR berada pada level 90% sebagai bentuk optimalisasi penyaluran pembiayaan dan antisipasi risiko likuiditas terhadap kondisi ekternal dan internal.

As at year-end 2015, Bank Muamalat Indonesia’s FDR stood at 90.30%, increasing from 84.14% in 2014. Bank Muamalat Indonesia strives to keep its FDR at 90% to optimize its financing as well as a form of liquidity risk anticipation towards external and internal conditions.

Kepatuhan Bank

Bank Compliance

Dari rasio kepatuhan, tidak ada pelanggaran dan pelampauan BMPK (Batas Minimum Pemberian Kredit) yang dilakukan oleh Bank. GWM rupiah selalu dijaga di atas 5% yaitu sebesar 5,10% dan juga PDN (Posisi Devisa Neto) dijaga dibawah 20% yaitu 13,10%.

With regards to the compliance ratios, there were no violation and excess to the Legal Lending Limit (BMPK) by Bank Muamalat Indonesia. The Rupiah GWM was maintained above 5%, at 5.10%, while the Net Open Position (PDN) was kept below 20% at 13.10%.

Tingkat Kolektibilitas Pembiayaan

Financing Collectability

Ditahun 2015 Bank Muamalat Indonesia terus berusaha untuk melakukan banyak perbaikan di segala bidang. perbaikan yang ditekankan dengan pasti adalah pada sisi pembiayaan yang bermasalah yang dimiliki oleh Bank Muamalat Indonesia. Pada tahun 2015 Bank Muamalat Indonesia terus berusaha menekan tingkat pembiayaan Dalam Perhatian Khusus dimana pada tahun 2015 pembiayaan dalam perhatian khusus turun sebesar Rp1,58 triliun dari tahun 2014. Pada tahun 2015 pembiayaan Dalam Perhatian Khusus tercatat sebesar Rp5,05 triliun dari sebelumnya sebesar Rp6,63 triliun di tahun 2014.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia continue with improvement measures in a variety of areas. One area of improvement that received special attention is the improvement of Bank Muamalat Indonesia’s nonperforming financing portfolio. Throughout 2015, Bank Muamalat Indonesia continues with efforts to reduce the amount of financing facilities in the Special Mention collectability category. At the end of the year, financing facilities in the Special Mention category has declined by Rp1.58 trillion to Rp5.05 trillion, from Rp6.63 trillion in 2014.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

171

Tinjauan Keuangan Financial Review

Kualitas Pembiayaan/NPF Financing Quality/NPF Dalam jutaan Rupiah | In million Rupiah

Tahun yang berakhir 31 Desember Year ending December 31

Keterangan

2015

2014

Pertumbuhan Growth 2014-2015 Nominal Amount

Description

%

Kolektibilitas

Collectibility

Lancar Dalam Perhatian Khusus

32.786

33.430

(643)

(1,92)

Current

5.043

6.627

(1.584)

(23,90)

Special Mention

Kurang Lancar

326

779

(453)

(58,17)

Doubtful

Diragukan

268

434

(166)

(38,29)

Substandard

Macet

2.304

1.595

708

44,40

Loss

Total

40.734

43.115

(2.138)

(4,99)

Total

Gross NPF

7,11%

6,55%

-

0,56

Gross NPF

1.187

1.251

(64)

(5,09)

PPAP

4,20%

4,85%

-

(0,65)

Net NPF

PPAP Net NPF

Dengan penurunan tingkat pembiayaan Dalam Perhatian Khusus tidak serta merta dapat menekan tingkat NPF dari Bank Muamalat Indonesia. Tahun 2015 ini NPF Gross Bank Muamalat Indonesia tercatat sebesar 7,11% dari total penyaluran dana atau pembiayaan Bank Muamalat Indonesia. Sementara nilai NPF Nett dari Bank Muamalat Indonesia berada pada angka 4,20% dari total penyaluran dana atau pembiayaan BMI. Walaupun NPF Gross mengalami peningkatan, Bank Muamalat Indonesia berusaha sebaik mungkin untuk dapat menekan risiko yang akan muncul salah satunya dengan membentuk PPAP dari Pembiayaan yang mencapai Rp1,19 triliun, diharapkan dengan pembentukan PPAP ini dapat terus menjaga kesehatan Bank Muamalat Indonesia.

The decline in absolute amount of financing in the Special Mention collectability category did not automatically result in lower NPF for Bank Muamalat Indonesia. In 2015, gross NPF stood at 7.11% of the total financing portfolio of Bank Muamalat Indonesia, while net NPF was 4.20% of the total financing portfolio. With the increase in NPF level, Bank Muamalat Indonesia strives to best mitigate the risk on its financing, including by increasing the amount of allowance for impairment losses on financing (PPAP) that amounted to Rp1.19 trillion. This level of PPAP is expected to sustain a healthy operations by Bank Muamalat Indonesia.

Komposisi Kualitas Pembiayaan 2015 VS 2014 Financing Quality Composition 2015 VS 2014

1,82%

3,72% 1,01%

77,99% 0,80%

15,46%

5,66% 0,66%

80,50%

12,38%

2014

2015 Lancar | Current Dalam Perhatian Khusus Special Mention Kurang Lancar | Substandard Diragukan | Doubtful Macet | Loss

172

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

STRUKTUR MODAL

CAPITAL STRUCTURE

Bank Muamalat Indonesia patuh pada persyaratan kecukupan modal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, berdasarkan atas kesepakatan kecukupan modal yang diakui oleh Komite Basel dari Bank of International Settlements pada tahun 1988.

Bank Muamalat Indonesia complies with the capital adequacy requirements set by Bank Indonesia, based on the capital adequacy agreement which was approved by the Basel Committee of the Bank of International Settlements in 1988.

Modal minimum untuk rasio aset tertimbang menurut risiko bagi perbankan Indonesia adalah sebesar 8% untuk risiko kredit dan risiko pasar. Peraturan Bank Indonesia mewajibkan bahwa KPMM harus disajikan tanpa perhitungan PPH tangguhan. Bank yang tidak dapat memenuhi persyaratan ini akan ditempatkan di bawah pengawasan khusus.

Minimum capital for the ratio of risk weighted assets for Indonesian banking is 8% for credit risk and market risk. Bank Indonesia Regulation requires bank to create CAR without the calculation of deferred PPH. Banks that fail to meet this requirement will be put under special supervision.

Tabel berikut merangkum peraturan modal dan KPMM Perseroan sebagaimana diukur sesuai dengan peraturan OJK, per tanggal yang tercatat:

The following table summarizes the capital regulations and the Bank’s CAR as calculated in accordance with FSA regulations, as of the date listed:

No. I

Pos-pos

2015

2014

Accounts

Komponen Modal

Equtiy Components

A. Modal Inti

A. Tier 1 Capital

1. Modal Disetor

1.103.435

1.103.435

1. Paid-in Capital

2. Cadangan Tambahan Modal

3.066.321

3.066.321

2. Additional Paid-in Capital

(1.304.180)

(860.175)

3. Previous year loss after tax

37.246

29.458

3. Rugi tahun-tahun lalu setelah pajak 4. Laba tahun berjalan setelah pajak (50%)

4. Current year profit after tax (50%)

5. Modal Inovatif

-

5. Innovative Capital

6. Faktor Pengurang Modal Inti

-

6. Deductions to Tier 1 Capital

7. Kepentingan Non Pengendali

-

7. Non-Controlling Interest

8. PPA Asset Non Produktif

(204.582)

B. Modal Pelengkap 1. Level Atas (Upper Tier 2) 2. Level Bawah (Lower Tier 2) Maksimum 50% modal Inti

B. Tier 2 Capital 974.103

941.105

1.500.000

1.500.000

(28.970)

(28.497)

3. Faktor Pengurang Modal Pelengkap C. Faktor Pengurang Modal Inti Dan Modal Pelengkap Eksposur Sekuritas

-

1. Upper Tier 2 Capital 2. Lower Tier 2 Capital (Maximum 50% of Tier 1 Capital) 3. Deduction to Tier 2 Capital C. Deductions to Tier 1 and Tier 2 Capital Securitization Exposure

D. Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi Persyaratan (Tier 3)

-

D. Eligible Additional Complementary Capital (Tier 3)

E. Modal Pelengkap Tambahan Yang Dialokasikan Untuk Mengantisipasi Risiko Pasar

-

E. Additional Complementary Capital Allocated in Anticipation of Market Risk

II

Total Modal Inti Dan Modal Pelengkap (A + B - C)

5.143.373

5.751.648

Total Tier 1, Tier 2, Capital (A + B -C)

III

Total Modal Inti , Modal Pelengkap Dan Modal Pelengkap Tambahan (A + B - C +E)

5.143.373

5.751.648

Total Tier 1, Tier 2 and Tier 3 Capital (A + B -C +E)

IV

Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Kredit

37.684.741

41.334.188

V

Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Operasional

3.903.339

-

VI

Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Pasar

28.602

14.828

VII

Rasio Kewajiban Penyedian Modal Minimum Yang Tersedia Untuk Risiko Kredit Dan Risiko Pasar

13,64%

13,91%

VIII

Rasio Kewajiban Penyedian Modal Minimum Yang Tersedia Untuk Risiko Kredit, Risiko Pasar Dan Risiko Operasional

12,36%

Risk Weighted Assets (RWA) - Credit Risk Weighted Assets (RWA) - Operational Risk Weighted Assets (RWA) - Market Capital Adequacy Ratio available for Credit Risk and Market Risk Capital Adequacy Ratio available for Credit Risk, Market Risk and Operationa Risk

Bank Muamalat 2015 Annual Report

173

Tinjauan Keuangan Financial Review

Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal

Management Policy on Capital Structure

Bank Muamalat Indonesia terus memastikan memiliki kecukupan modal untuk dapat memenuhi risiko penyaluran pembiayaan, risiko pasar maupun risiko operasional. Kebijakan permodalan Bank Muamalat Indonesia diimplementasikan sesuai dengan regulasi perbankan di Indonesia. Bank Muamalat Indonesia telah menerapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 21/POJK.03/2014 yang mengatur tentang kewajiban penyediaan modal minimum bank umum syariah yang kemudian diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 13/SEOJK.03/2015 yang diterbitkan pada tanggal 27 April 2015 tentang perhitungan aset tertimbang menurut risiko untuk risiko operasional dengan menggunakan pendekatan indikator dasar bagi bank umum syariah.

Bank Muamalat Indonesia always ensures that the bank holds capitals adequacy in aims to anticipate the risk of financing distribution, the market risk, as well as the operational risk. Bank Muamalat Indonesia’s capital policy is implemented in accordance with banking regulations in Indonesia. Bank Muamalat Indonesia has applied the Financial Services Authority Regulation No. 21/POJK.03/2014 that regulates the minimum capital adequacy for sharia banks, and is further regulated through the Circular Letter of Financial Services Authority No. 13/ SEOJK.03/2015 dated April 27, 2015 regarding the weighted risk assets for operational risks by using the basic indicator approach for sharia banks.

Bank Muamalat Indonesia menggunakan pendekatan Standar Basel II (Standardized Approach) dalam perhitungan risiko penyaluran pembiayaan. Hasil perhitungan menunjukan Bank Muamalat Indonesia mencatat ATMR untuk risiko penyaluran pembiayaan sebesar Rp37,69 triliun atau menurun sebesar 8,83% dari tahun lalu yang sebesar Rp41,33 triliun, sedangkan total ATMR risiko penyaluran pembiyaan, risiko pasar dan risiko operasional adalah sebesar Rp41.62 triliun. Di akhir tahun 2015 total modal Bank Muamalat Indonesia mengalami sedikit penurunan menjadi sebesar Rp5,14 triliun dari sebelumnya sebesar Rp5,75 triliun di tahun 2014.

Bank Muamalat Indonesia uses the Basel II standardized approach in measuring the risk of financing distribution. The calculation showed that Bank Muamalat Indonesia recorded RWA for the financing distribution risk amounting to Rp37.69 trillion or decreased by 8.83% from those generated in the previous year which amounted to Rp41.33 trillion. Meanwhile, total RWA of financing distribution risk, market risk, and operational risk reached Rp41.62 trillion. At the end of 2015, total Bank Muamalat Indonesia’s capital slightly decreased to Rp5.14 trillion, from Rp5.75 trillion in 2014.

Kebijakan modal Bank Muamalat Indonesia bertujuan untuk menjaga struktur modal yang kuat untuk mempertahankan bisnis di masa yang akan datang dan juga menjaga kepercayaan investor, pelanggan dan keseluruhan pasar, hal ini ditunjukan dengan meningkatkan rasio kecukupan modal minimum Bank Muamalat Indonesia di akhir tahun 2015. Rasio kecukupan modal minimum Bank Muamalat Indonesia dengan memperhitungkan risiko penyaluran dana dan risiko pasar adalah sebesar 13,64%, dengan penurunan sebesar 27 basis poin dari sebelumnya sebesar 13,91% ditahun 2014. Sedangkan setelah memperhitungkan ATMR untuk risiko operasional dalam perhitungan KPMM, di tahun 2015 Bank Muamalat Indonesia mencatat rasio KPMM sebesar 12,36%. Nilai rasio tersebut berada diatas batas minimum KPMM yang ditentukan oleh regulator, yaitu sebesar 10,00% - 11,00%.

Bank Muamalat Indonesia’s capital policy aim to maintain the robust structure of capital for ensuring the sustainability of business in the future as well as serving as a trustworthy company for investors, customers, and entire market, that is proved by improving the minimum capital adequacy ratio of Bank Muamalat Indonesia at the end of 2015. Bank Muamalat Indonesia’s minimum capital adequacy ratio by calculating the financing distribution risk and market risk was recorded at 13.64%, with a decline of 27 basis points from 13.91% in 2014. Meanwhile, after taking into account the RWA for operational risks in the CAR calculation, in 2015, Bank Muamalat Indonesia recorded a CAR ratio of 12.36%. The ratio is above the minimum limit of CAR as determined by regulator, which amounted to 10.00% - 11.00%.

Penurunan KPMM di tahun 2015 disebabkan oleh penurunan komponen modal inti meskipun di satu sisi total ATMR mengalami penurunan. Struktur Modal Bank sesuai dengan peraturan OJK adalah sebagai berikut:

the decrement of CAR due to decrement of core capital structure while in the other side total RWA still decrease. Bank structure capital based FSA regulation is :

1. Modal Inti

1. Core Capital

Merupakan modal bank yang terdiri dari modal saham yang disetor, cadangan yang dinyatakan sebagai modal sumbangan, tambahan modal disetor, laba ditahan (termasuk saldo laba yang dicadangkan untuk tujuan tertentu), penurunan nilai atas instrumen keuangan yang tersedia untuk dijual dan selisih yang terjadi 174

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

A bank’s core capital is its captal capital comprising fully-paid capital, reserves in forms of donated capital, additional paid-in capital, retained earnings (including retained earnings that are reserved for specific purposes), impairment of financial instruments that are available for sale, and the difference between the

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

antara laporan keuangan kantor cabang luar negeri, penyisihan penghapusan aset atas aset non produktif yang wajib dihitung.

financial statement issued by overseas branches and allowances for uncollectible accounts on non-earning assets that must be calculated.

Modal Inti Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015 mencapai Rp2,70 triliun, mengalami penurunan sebesar 19,19% dari posisi di tahun 2014 yang sebesar Rp3,34 triliun. Penurunan Modal Inti ini disebabkan oleh rugi berjalan setelah pajak yang sebelumnya hanya sebesar Rp860,17 miliar di tahun 2014 menjadi sebesar Rp1,30 triliun ditahun 2015. Selama tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia tidak melakukan corporate action dalam rangka penambahan modal, suntikan modal terakhir dilakukan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) V pada November 2013 sehingga modal disetor tetap berada di posisi Rp1.103 triliun.

Bank Muamalat Indonesia’s core capital in 2015 reached Rp2.70 trillion, showed an increase of 19.19% from the year of 2014 which amounted to Rp3.34 trillion. The increase in Core Capital was caused by the increase in income for the year after taxes, which previously only amounted to Rp860.17 billion in 2014 reached Rp1.30 trillion in 2015. During 2015, Bank Muamalat Indonesia has not conducted any corporate actions to increase its capital, the lastest capital injection was carried out through the Limited Public Offering (PUT) V in November 2013, so that the paid-in capital remained at Rp1.103 trillion.

2. Modal Pelengkap

2. Complementary Capital

Modal pelengkap mengacu pada modal bank yang terdiri dari cadangan umum penyisihan penghapusan aset produktif, selisih penilaian kembali aktiva tetap, pinjaman subordinasi dan kenaikan nilai instrumen keuangan yang tersedia untuk dijual.

Complementary capital refers to the bank’s capital comprising general reserves for possible losses of earning assets, difference in revaluation of fixed assets, subordinated loans, and increased value of financial instrument available for sale.

Total modal pelengkap Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015 mengalami kenaikan dari sebesar Rp2,44 triliun di tahun 2014 menjadi sebesar Rp2,47 triliun di tahun 2015, atau naik sebesar 1,35%. Kenaikan modal pelengkap ini didorong oleh naiknya available for sale investment yang dimilki oleh Bank Muamalat Indonesia dimana pada tahun 2015 tercatat sebesar Rp388,53 juta. Sampai dengan akhir tahun 2015 total Sukuk Subordinasi Bank Muamalat Indonesia tercatat sebesar Rp1,50 triliun.

Total of Bank Muamalat Indonesia’s complementary capital in 2015 slightly increased from Rp2.44 trillion in 2014 to Rp2.47 trillion in 2015, or increased by 1.35% The increase in complementary capital was driven by the increase in Bank Muamalat Indonesia’s portfolio of available for sale investments that amounted to Rp388.53 milion in 2015. By the end of 2015, total Subordinated Sukuk Bank Muamalat Indonesia was recorded at Rp1/50 trillion.

Modal pelengkap Bank Muamalat Indonesia sebesar Rp2,47 triliun pada Desember 2015, atau sebesar 48,10% dari total modal inti yang sebesar Rp2,70 triliun.

Bank Muamalat Indonesia’s complementary capital amounted to Rp2.47 trillion in December 2015, or equivalent to 48.10% of total core capital which amounted to Rp2.70 trillion.

INVESTASI BARANG MODAL

INVESTMENTS IN CAPITAL GOODS

Penggunaan belanja modal adalah untuk mendanai upaya peningkatan dan penyempurnaan sarana dan prasarana pendukung operasional, peningkatan teknologi informasi dan perluasan ataupun perbaikan jaringan kantor dan saluran distribusi lainnya. Sepanjang tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia melaksanakan perluasan distribusi layanan dengan penambahan jaringan ATM serta pembukaan jaringan baru di beberapa lokasi yang strategis dalam mata uang Rupiah maupun US Dollar.

The use of capital expenditure is to fund the development and improvement of operations facilities and infrastructure, the improvement and expansion of information technology or office network improvements and other distribution channels. During 2014, Bank Muamalat Indonesia has expanded the distribution services by extending the ATM network as well as the opening of new networks in several strategic locations either in Rupiah or US Dollar.

Penambahan kantor di tahun 2015 dilakukan dengan melakukan 1 pembukaan kantor cabang pembantu. Sejalan dengan upaya Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015 untuk melakukan konsolidasi, maka Bank Muamalat

The addition of office network was done by opening one new sub-branch office. In line with the Bank Muamalat Indonesia’s strategy of consolidation in 2015, including through strategic initiatives such as eliminating nonBank Muamalat 2015 Annual Report

175

Tinjauan Keuangan Financial Review

Indonesia melakukan beberapa langkah srategis guna menekan biaya yang tidak perlu dan terus meningkatkan efisiensi. Maka, di tahun 2015 Bank Muamalat Indonesia melakukan penutupan 7 kantor cabang pembantu dan 5 kantor kas yang dianggap kurang berkontribusi maksimal.

essential costs and striving for higher efficency, Bank Muamalat Indonesia in 2015 has closed a total of 7 subbranch offices as well as 5 cash offices that were deemed to be unprofitable.

Belanja Modal Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember, 2014 serta per tanggal 30 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

The Company’s Capital Expenditure in the year ended 31 December 2014, and 2015, are as follows:

2014

2015 Belanja Modal (Rp Miliar) Tanah | Land

Rp Juta

%

Rp Juta

%

63.681

40

59.773

26,79

(36.695)

(23)

29.824

37,00

Kendaraan bermotor | Motor vehicle

10.322

7,41

26.467

11,86

Inventaris kantor | Office equipment

9.946

7,15

30.934

13,87

97.840

70,31

55.841

25,03

Bangunan | Building

Komputer | Computer Perbaikan sarana dan prasarana | Repairs to facilities and infrastructure Jumlah | Total

21.037

15,11

20.241

9,07

139.147

100,00

223.081

100,00

Fokus utama Bank Muamalat Indonesia di tahun 2015 terkait dengan belanja modal adalah dengan meningkatkan jenis aset yang dapat terus tumbuh, untuk itu di tahun 2015 Bank Muamalat Indonesia berusaha untuk melakukan akuisisi terhadap aset-aset yang dianggap dapat memberikan kontribusi maksimal baik saat ini ataupun ke depannya. Pada tahun 2015 Bank Muamalat Indonesia meningkatkan investasinya kepada pembelian tanah dan inventaris kantor guna menunjang performa dari Bank Muamalat Indonesia. Sementara terkait dengan aset yang dianggap kurang dapat berkontribusi secara maksimal ke depannya Bank Muamalat Indonesia berusaha untuk menurunkan porsinya.

With regards to investment in capital goods, the primary focus of Bank Muamalat Indonesia in 2015 is to increase the type of assets that continue to grow. Accordingly, in 2015 Bank Muamalat Indonesia strives to acquire assets that can contribute maximally, now and in the future. In 2015, Bank Muamalat Indonesia increased its investment in land acquisition and office equipment to support the performance of Bank Muamalat Indonesia. At the same time, Bank Muamalat Indonesia continue to reduce the portion of assets with less than maximal contribution to the Bank in the future.

ASET BANK YANG DIJAMINKAN

BANK’S ASSETS AS COLLATERAL

Bank telah menerima pinjaman dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) yang dicatat dalam akun Pinjaman yang diterima. Hingga akhir tahun 2015, injaman yang diterima oleh Bank dari PT SMF adalah sebesar Rp1,74 triliun. Seluruh pinjaman yang diterima oleh Bank dari PT SMF tersebut dijamin dengan fidusia tagihan.

The Bank has received a loan from PT Sarana Multigriya Financial (Persero) (SMF) which were recorded in the account Loans received. By the end of 2014, loans received by the Bank from PT SMF amounted to Rp1.74 trillion. All loans received by the Bank of PT SMF are guaranteed by fiduciary receivables.

INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

MATERIAL FACTS AND INFORMATION SUBSEQUENT TO THE DATE OF THE ACCOUNTANT’S REPORT

Bank telah menerapkan PSAK 50/55 terhitung sejak tanggal 1 Januari 2014. Penjelasan secara lengkap atas penerapan ini dapat dilihat di dalam Catatan Atas Laporan Keuangan pada nomor 53.

The Bank has implemented PSAK 50/55 effective since January 1, 2014. A detailed explanation of this implementation is given in Note No.53 of Notes to the Financial Statements.

176

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

KEBIJAKAN DIVIDEN

DIVIDEND POLICY

Kebijakan dividen Bank Muamalat Indonesia adalah maksimum sebesar 20% dari laba bersih per tahun, yang jumlahnya akan ditentukan pada saat RUPST. Manajemen merencanakan untuk melaksanakan pembagian dividen apabila terdapat surplus kas dari kegiatan operasional setelah dana tersebut disisihkan untuk dana cadangan, kegiatan pendanaan, rencana pengeluaran modal serta modal kerja Perseroan. Apabila diperlukan, dari waktu ke waktu Perseroan dapat tidak membagikan dividen kepada Pemegang Saham Perseroan seperti dalam hal Perseroan membutuhkan dana untuk melakukan pengembangan usaha atau pemenuhan kecukupan modal atau akuisisi bisnis baru.

Bank Muamalat Indonesia’s dividend policy is a maximum of 20% of net income per year, as the amount will be determined during AGMS. Management plans to conduct the dividend distribution if there is a surplus of cash from operations activities after the fund is excluded for a reserve fund, funding activities, planned capital expenditures as well as venture capital. If necessary, from time to time, the Company might not distribute dividends to Shareholders of the Company as in the case of the Company requires funds for business development or allowances for capital adequacy or new business acquisition.

TINGKAT KESEHATAN BANK

BANK HEALTHINESS LEVEL

Berdasarkan penilaian Manajemen terkait tingkat kesehatan bank posisi 31 Desember 2015 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memiliki peringkat komposit 2, dengan demikian Bank secara umum sehat sehingga mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya tercermin dari peringkat faktor-faktor penilaian, antara lain profil risiko, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), rentabilitas, dan permodalan yang secara umum sangat baik.

Based on the assessment of Management concerning the healthiness level of the Bank as at December 31, 2015, Bank Muamalat Indonesiahas a composite predicate of 2, meaning that the Bank is healthy overall and capable of weathering significant negative developments in business condition and other external factors, as reflected on the ranking of evaluated factors such as risk profile, implementation of Good Corporate Governance (GCG), profitability, and capital structure, all of which were deemed satisfactory.

INVESTASI, EKSPANSI, DIVESTASI, AKUISISI, DAN RESTRUKTURISASI HUTANG

INVESTMENT, EXPANSION, DIVESTMENT, ACQUISITION AND DEBT RESTRUCTURING

Pada tahun 2015, tidak terdapat transaksi Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi, dan Restrukturisasi Hutang.

In 2015, there were no transactions involving Investment, Expansion, Divestment, Acquisition and Debt Restructuring.

TRANSAKSI MATERIAL YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN

MATERIAL TRANSACTIONS WITH CONFLICT OF INTEREST

Pada tahun 2015, tidak terdapat transaksi material yang mengandung benturan kepentingan

In 2015, there was no material transaction with conflict of interest.

PENINGKATAN/PENURUNAN YANG MATERIAL DARI PENJUALAN BERSIH

MATERIAL INCREASE/DECREASE IN NET SALES

Pada tahun 2015, tidak terdapat peningkatan/penurunan yang material dari penjualan bersih di Bank Muamalat Indonesia.

In 2015, there was no significant increase/decrease in net sales by Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

177

Tinjauan Keuangan Financial Review

PERUBAHAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA BANK Peraturan Regulation Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 8/SEOJK.03/2015 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah

Keterangan Perubahan Information about the Changes •

• •

• •



Circular Letter of Financial Services Authority No. 8/SEOJK.03/2015 on the Evaluation of Asset Quality of Sharia Banks and Sharia Business Units.

CHANGES IN LAWS AND REGULATIONS AND ITS IMPACT ON THE BANK



• •

• •



Dampak Terhadap Bank The Impact on Bank’s Performances

Penilaian kualitas Pembiayaan dilakukan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut: - prospek usaha; - kinerja (performance) nasabah; dan - kemampuan membayar. Kualitas Pembiayaan ditetapkan dalam 5 (lima) kategori penilaian, yaitu Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet. Terdapat perubahan pengaturan mengenai perbandingan Realisasi Bagi Hasil terhadap Proyeksi Bagi Hasil dalam penentuan kolektibilitas pembiayaan berdasarkan akad bagi hasil pada pilar kemampuan membayar - ketepatan pembayaran pokok dan bagi hasil. Bank diwajibkan membentuk CKPN, namun Bank tetap wajib menghitung PPA. Dalam hal hasil perhitungan PPA wajib dibentuk lebih besar dari CKPN yang telah dibentuk, Bank wajib memperhitungkan selisih perhitungan PPA dengan CKPN sebagai pengurang modal dalam perhitungan rasio KPMM Bank dapat melakukan Restrukturisasi Pembiayaan atas nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau margin/bagi hasil/ujrah sepanjang nasabah yang bersangkutan masih memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah Pembiayaan direstrukturisasi.

1. Bank Muamalat Indonesia menyesuaikan penilaian kualitas pembiayaan. 2. Bank Muamalat Indonesia menyesuaikan ketentuan dengan membentuk CKPN sebagai pengganti PPA dalam laporan keuangan Bank, namun Bank Muamalat Indonesia tetap wajib menghitung PPA. 3. Bank Muamalat Indonesia wajib memperhitungkan selisih lebih perhitungan PPA terhadap CKPN sebagai pengurang dalam perhitungan rasio KPMM. 4. Bank Muamalat Indonesia dapat melakukan Restrukturisasi Pembiayaan atas nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau margin/bagi hasil/ujrah sepanjang nasabah yang bersangkutan masih memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah Pembiayaan direstrukturisasi.

The evaluation of Financing quality is assesed based on the following factors: - Business prospects ; - Customers’ performance ; and - Capacity to pay debts Financing quality is set within 5 (five) assessment categories , namely Current, Special Mention, Substandard, Doubtful, and Loss. There are changes in regulations concerning the comparison between the Realization of Profit Sharing and the Projection of Profit Sharing in the determination of the financing collectibility based on the pillars of capacity to pay - the timely payment of principal and profit sharing. Banks are required to establish CKPN, but the bank still must calculate the PPA. In the aspects of calculation result, PPA must be set bigger than established CKPN, Bank must taken the difference between PPA and CKPN into account as the capital deduction in the calculation of KPM ratio. Banks are allowed to undertake Financing Restructuring on behalf of customers who have difficulties in the payment of principal and / or margin / profit sharing / ujrah as long as the related customers still have good business prospects and are considered capable of fulfilling the obligations after Financing is restructured.

1. Bank Muamalat Indonesia adjusts the measurement of financing quality. 2. Bank Muamalat Indonesia adjusts conditions by forming CKPN instead of PPA in the Bank’s financial statements, but Bank Muamalat Indonesia is still obliged to calculate the PPA. 3. Bank Muamalat Indonesia is obliged to take the difference between PPA and CKPN into account as the capital deduction in the calculation of KPM ratio. 4. Bank Muamalat Indonesia could undertake Financing Restructuring on behalf of customers who have difficulties in the payment of principal and / or margin / profit sharing / ujrah as long as the related customers still have good business prospects and are considered capable of fulfilling the obligations after Financing is restructured.

Peraturan Bank Indonesia No. 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

1. Setiap pihak wajib menggunakan rupiah dalam transaksi yang dilakukan di Wilayah NKRI. 2. Transaksi tersebut meliputi: a. setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran; b. penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang; dan/ atau c. transaksi keuangan lainnya. 3. Kewajiban penggunaan rupiah dalam setiap transaksi berlaku untuk: a. Transaksi tunai b. Transaksi nontunai 4. Kewajiban penggunaan Rupiah tidak berlaku bagi transaksi sebagai berikut: a. transaksi tertentu dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara; b. penerimaan atau pemberian hibah dari atau ke luar negeri. c. Penerimaan atau pemberian hibah dari atau ke luar negeri hanya dapat dilakukan oleh penerima atau pemberi hibah yang salah satunya berkedudukan di luar negeri. d. transaksi perdagangan internasional; e. simpanan di Bank dalam bentuk valuta asing; atau f. transaksi pembiayaan internasional. 5. wajib mencantumkan harga barang dan/atau jasa hanya dalam Rupiah di wilayah NKRI.

1. Bank menerbitkan dan mensosialisasikan ketentuan internal terkait kewajiban bagi karyawan terkait untuk memberikan edukasi kepada nasabah yang akan melakukan transaksi dengan menggunakan valuta asing. 2. Bank memenuhi ketentuan penggunaan Rupiah dalam melakukan transaksi dengan vendor barang dan jasa.

Bank Indonesia Regulation No. 17/3 / PBI / 2015 on The Obligation of the Use of Rupiah in the territory of the Republic of Indonesia.

1. Each party is obliged to use the rupiah in every transactions that are conducted in the territory of the Republic of Indonesia. 2. The transactions are including but not limited to: a. any transactions that have the payment purpose; b. settlement of other obligations that must be fulffiled with money; and/or c. Other financial transactions. 3. The obligation to use rupiah in every transactions applies to: a. Cash transaction b. Non-cash transaction 4. The obligation to use rupiah in every transactions does not apply to: a. certain transaction in the framework of implementation of budget revenue and expenditure; b. payment acceptances or grants from or to abroad. c. payment acceptance or grants from or abroad can be made only by the recipient or the grantor which one of them is domiciled abroad. d. international trade transactions e. bank deposits in the form of foreign currencies; or f. international financing transactions. 5. Shall state the price of the goods and/or services only in the Rupiah in the territory of the Republic of Indonesia.

1. Bank issues and disseminates the internal regulations related to the obligation for employees, to educate the customers who will conduct transactions using foreign currency. 2. Bank complies the regulation regarding the use of Rupiah in conducting transactions with vendors of goods and services.

178

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Peraturan Regulation Peraturan Bank Indonesia No. 17/10/PBI/2015 tentang Rasio Loan To Value atau Rasio Financing To Value untuk Kredit atau Pembiayaan Properti dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bank Indonesia Regulation No. 17/10 / PBI / 2015 on Loan To Value Ratio or Financing To Value for Credit Ratio or Property Financing and Advances for Credit or Motor Vehicle Financing

Keterangan Perubahan Information about the Changes

Dampak Terhadap Bank The Impact on Bank’s Performances

Kredit Properti (KP) Syariah Akad Murabahah & Istishna’ Property Financing (PF) of Murabahah & Istishna’ Sharia Agreement

TIPE PROPERTI (m2) PROPERTY TYPE (m2)

Bank Muamalat Indonesia telah menyesuaikan penerapan rasio FTV dilihat dari kondisi NPF Bank Muamalat Indonesia. Bank Muamalat Indonesia has adjusted the implementation of FTV ratio by refering to the condition Bank Muamalat Indonesia’s NPF.

KP Syariah | Sharia PF I

II

III

Rumah Tapak | Landed House Tipe | Type > 70

70%

60%

50%

Tipe | Type 22-70

-

70%

60%

Tipe | Type ≤ 21

-

-

-

Tipe | Type > 70

70%

60%

50%

Tipe | Type 22-70

80%

70%

60%

Tipe | Type ≤ 21

-

70%

60%

Ruko/Rukan Store house/Home office

-

70%

60%

Rumah Susun | Flats

Kredit Properti (KP) Syariah Akad MMQ & IMBT Property Financing (PF) of MMQ & IMBT Sharia Agreement

TIPE PROPERTI (m2) PROPERTY TYPE (m2)

KP Syariah | Sharia PF I

II

III

Rumah Tapak Tipe | Type > 70

80%

70%

60%

Tipe | Type 22-70

-

80%

70%

Tipe | Type ≤ 21

-

-

-

Rumah Susun | Flats Tipe | Type > 70

80%

0%

60%

Tipe | Type 22-70

90%

80%

70%

Tipe | Type ≤ 21

-

80%

70%

Ruko/Rukan Store house/Home office

-

80%

70%

Uang Muka untuk Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB Syariah) Advances for Motor Vehicle Financing (KKB Sharia) Persyaratan penerapan rasio FTV yang lebih besar dan uang muka Kredit/ pembiayaan bermotor yang lebih kecil The conditions for the application of bigger ratio of FTV and Loan/Financing advances for smaller motor vehicle.

Jenis Kendaraan Type of Vehicle

Uang Muka Advances

Roda 2 | Two wheeler

25%

Roda 3 atau lebih non produktif Three wheeler or more nonearning

30%

Roda 3 atau lebih produktif Three wheeler or more earning

20%

1. Bank harus memiliki rasio kredit/pembiayaan bermasalah terhadap total kredit/pembiayaan secara bruto (gross) kurang dari 5%; 2. Bank harus memiliki rasio kredit/pembiayaan properti terhadap total kredit/ pembiayaan properti secara bruto (gross) kurang 5%; dan 3. Bank harus memiliki rasio kredit/pembiayaan kendaraan bermotor bermasalah terhadap total kredit/pembiayaan bermotor secara bruto (gross) kurang dari 5%. 1. Banks must have a ratio of credit / nonperforming financing to total gross credit / financing of less than 5%; 2. Banks must have a ratio of credit / nonperforming property financing to total gross property credit / financing of less than 5%; and 3. Banks must have a ratio of credit / nonperforming motor vehicle financing to total gross motor vehicle credit / financing of less than 5%; POJK No. 24 /POJK.03/2015 tentang Produk dan Aktivitas Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah

1. Rencana penerbitan Produk dan/atau pelaksanaan Aktivitas baru harus dicantumkan dalam rencana bisnis Bank. 2. Bank dapat melakukan perubahan rencana bisnis Bank terkait penerbitan Produk dan/atau pelaksanaan Aktivitas tertentu dalam hal terdapat kondisi tertentu dimana perubahan tersebut diluar perubahan rencana bisnis Bank. 3. Bank wajib memiliki kebijakan dan prosedur atas produk/ aktivitas baru secara tertulis yang dievaluasi pemenuhan prinsip syariahnya oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). 4. Bank wajib memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk menerbitkan Produk dan/atau melaksanakan Aktivitas baru apabila Produk dan/atau Aktivitas baru tidak tercantum dalam kodifikasi Produk dan Aktivitas Bank. 5. Pengajuan persetujuan kepada OJK dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum penerbitan Produk dan/atau pelaksanaan Aktivitas baru dengan menyertakan dokumen pendukung. 6. Bank dapat melakukan penghentian Produk dan/atau Aktivitas berdasarkan pertimbangan tertentu. 7. Bank wajib menerapkan prinsip perlindungan nasabah dalam menerbitkan Produk dan/atau melaksanakan Aktivitas yang mengacu pada ketentuan yang mengatur mengenai perlindungan konsumen sektor jasa keuangan. 8. Bank wajib menerapkan transparansi informasi Produk dan/atau Aktivitas sesuai ketentuan yang mengatur mengenai transparansi informasi produk bank.

1. Dalam hal penerbitan Produk atau Aktivitas baru, BMI telah mengacu pada POJK ini, disertai dengan dokumen pendukung yang dipersyaratkan dan telah direview oleh satuan kerja terkait, yaitu antara lain : a. Penjelasan umum mengenai Produk/aAktivitas Baru b. Prosedur Pelaksanaan c. Identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian terhadap risiko yang melekat pada Produk/Aktivitas baru. d. Hasil analisis aspek hukum dan aspek kepatuhan atas Produk/Aktivitas baru. e. Opini syariah dari DPS terkait Produk/Aktivitas baru. f. Konsep akad/perjanjian/formulir aplikasi yang dilampiri dengan pendapat dari satuan kerja yang membidangi hukum yang menyatakan bahwa konsep akad/perjanjian/formulir aplikasi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. g. Kesiapan operasional meliputi sumber daya manusia dan kesiapan teknologi informasi. 2. Setiap produk dan aktvitas Bank Muamalat Indonesia juga telah dievaluasi pemenuhan prinsip syariahnya oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). 3. Bank akan menyesuaikan kebijakan dan prosedur produk/ aktivitas baru dengan POJK No. 24.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

179

Tinjauan Keuangan Financial Review

Peraturan Regulation

Keterangan Perubahan Information about the Changes

Dampak Terhadap Bank The Impact on Bank’s Performances

Financial Services Authority Regulation No. 24 /POJK.03/2015 about Products and Activities of Sharia Banks and Sharia Business Units

1. Product Issuances Plans and/or the implementation of new Activity must be stipulated in the Bank’s Business Plans. 2. Banks are allowed to make changes on Bank’s business plan related to the issuance of product and / or implementation of specific activities in case there are certain conditions in which those changes are not included in the Bank’s business plan changes. 3. Banks are required to determine written policies and procedures for the products / activities which its compliance with the principles of sharia is evaluated by by the Sharia Supervisory Board (DPS) 4. Banks are required to obtain approval from the Financial Services Authority to issue Products and / or implement New Activities if the new products and / or activities are not stipulated in the codification of the Bank’s Products and Activities. 5. Submission of approval to the FSA is made no later than 30 (thirty) business days prior to the issuance of Product and / or implementation of new Activities by attaching the supplementary documents. 6. Banks may terminate the Products and / or Activities based on specific considerations. 7. Banks are obliged to apply the principles of customer protection in issuing Products and / or carrying out Activities which refers to the regulations concerning the protection for financial services sectors’ customers. 8. Banks are obliged to apply the information transparency of Product and / or Activity in accordance with the provisions about the information transparency of banking products.

1. In terms of launching products or new Activities, BMI has been referring to this POJK, accompanied with the supporting documents required and have been reviewed by the relevant working units, namely: a. General description about Products/ New Activities b. Implementation Procedure c. Identification, measurement, monitoring, and control over the inherent risks in the products / new activities. d. The result of legal analysis and compliance aspects on the products/new activities. e. Sharia opinions from DPS about Products / New Activities. f. The concept of the contract / agreement / application form enclosed with the opinion from the working unit which in charge of legal aspects, that stipulate the concept of the contract / agreement / application form is in accordance with applicable regulations. g. Operational readiness include human resources and information technology preparedness. 2. The compliance with the principle of sharia on each product and activity of Bank Muamalat Indonesia has also been evaluated by the Sharia Supervisory Board (DPS). 3. Bank will adjust the policies and procedures of products / new activities with POJK No. 24.

Peraturan OJK No. 5/POJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank

Perbedaan ketentuan mengenai Rencana Bisnis pada POJK ini dengan PBI No. 12/21/PBI/2010 tentang Rencana Bisnis Bank ada pada cakupan rencana bisnis yang lebih luas, yaitu : 1. Penambahan cakupan mengenai rencana penyertaan modal. 2. Pada cakupan rencana pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor bagi BUS ditambah rencana pembukaan kantor wilayah dan kantor fungsional, dari yang sebelumnya hanya rencana pembukaan kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas, kegiatan pelayanan kas, dan kantor di luar negeri. 3. Pihak regulator yang berwenang dalam melakukan pengawasan atas Rencana Bisnis, yang semulanya Bank Indonesia kini berubah menjadi Otoritas Jasa Keuangan.

Dengan terbitnya POJK ini, BMI telah melaksanakan hal-hal sebagai berikut : 1. Melakukan penyesuaian atas materi yang wajib tertera pada Rencana Bisnis. 2. Menyampaikan Laporan Realisasi Rencana Bisnis dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis tepat waktu. 3. Menyampaikan penyesuaian Rencana Bisnis apabila diminta oleh OJK.

Financial Services Authority Regulation No. 5/POJK.03/2016 about Bank Business Plans

The Provisions difference about the Business Plans on this POJK with the one stipulated in the Regulation No. 12/21 / PBI / 2010 regarding the Bank’s business plan is in scope of broader business plan, namely: 1. An additional scope about the equity participation plan. 2. In the scope of the development plans and / or network changes for BUS, along with the plan for opening regional and functional offices, which previously only planned to open branches, sub-branches, cash offices, cash services, and overseas offices. 3. The regulatory authorities in monitoring the Business Plan, from previously Bank Indonesia, has now turned into Financial Services Authority.

With the issuance of this POJK, BMI has implemented the following things: 1. Adjusting the material that must be listed in the Business Plan. 2. Delivering a Report of Business Plan Realization and Business Plan Monitoring Reports on time. 3. Delivering Business Plan adjustments if requested by the FSA.

Surat Edaran Bank Indonesia No. 17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015 tentang Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online 6 (Enam) Digit untuk Kartu ATM dan/ atau Kartu Debet yang Diterbitkan di Indonesia

Dua besaran materi yang diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia ini, yaitu : 1. Penerapan standar nasional teknologi chip dan PIN online 6 (enam) digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet 2. Kepemilikan dan pengelolaan standar nasional.

Dalam kegiatan APMK, BMI telah menyesuaikan penyediaan kartu ATM sesuai kriteria yang ditetapkan pada SE BI ini dan melakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Melakukan implementasi teknologi chip pada Kartu ATM dan/atau Kartu Debet sesuai batas waktu yang telah ditentukan. 2. Melakukan revisi atas panduan produk yang mengatur pembatasan simpanan pada rekening yang memiliki fitur kartu ATM dengan magnetic stripe. 3. Pada saat proses implementasi teknologi chip : a. Mengkoordinasikan penyampaian informasi secara tertulis kepada Pemegang Kartu paling kurang mengenai: 1) prosedur penggantian Kartu ATM dan/atau Kartu Debet; dan 2) jenis dan besar biaya dalam hal Bank mengenakan biaya penggantian kartu. b. Menjalankan prosedur penyampaian pengaduan nasabah dan penyelesaian permasalahan Kartu ATM dan/atau Kartu Debet.

Circular Letter of Bank Indonesia No. 17/52 / DKSP dated December 30, 2015 on the Implementation of National Standard of Chip Technology and the Use of 6 (Six) Digits Online Number of Personal Identification for ATM Card and / or Debit Cards Issued in Indonesia.

Two substances that are regulated in Bank Indonesia Circular Letter, namely: 1. The implementation of a national standard of chip technology and 6 (six) digits online PIN for ATM Card and / or Debit Card 2. Ownership and management of national standards.

180

Terkait penerapan standar nasional Kartu ATM dan/atau Kartu Debet, diatur sebagai berikut : 1. Prinsipal, Penerbit, Acquirer, Penyelenggara Kliring dan/atau Penyelenggara Penyelesaian Akhir Kartu ATM dan/atau Kartu Debet wajib menggunakan standar nasional teknologi chip dan PIN online 6 (enam) digit. 2. Penerbitan kartu dengan teknologi magnetic stripe hanya dapat dilakukan untuk rekening yang diperjanjikan memiliki saldo paling banyak Rp5.000.000,- (lima juta rupiah). 3. Batas waktu pelaksanaan kewajiban penggunaan standar nasional teknologi chip untuk seluruh Kartu ATM, Kartu Debet, terminal ATM, terminal Electronic Data Capture (EDC), dan sarana pemroses, serta pembatasan penerbitan Kartu ATM dan/atau Kartu Debet dengan magnetic stripe, dilaksanakan paling lambat tanggal 31 Desember 2021. 4. Batas waktu penggunaan PIN online 6 (enam) digit sebagai berikut : a. Untuk kartu ATM/Debet yang menggunakan teknologi magnetic stripe, kewajiban penggunaan PIN online 6 (enam) digit paling lambat 30 Juni 2017. b. Untuk kartu ATM/Debet yang menggunakan teknologi chip, kewajiban penggunaan PIN online 6 (enam) digit paling lambat 31 Desember 2021. 5. Mulai 1 Januari 2022 seluruh transaksi Kartu ATM dan/atau Kartu Debet domestik wajib diproses dengan menggunakan standar nasional dan PIN online 6 (enam) digit, kecuali untuk kartu yang masih diperbolehkan menggunakan magnetic stripe. 6. Pemrosesan Kartu ATM dan/atau Kartu Debet internasional dapat dilakukan di Indonesia sesuai dengan teknologi dan sarana autentifikasi yang berlaku untuk kartu tersebut.

Regarding the implementation of national standard of ATM Card and/or Debit Card, are stipulated as follows: 1. Principal, Issuer, Acquirer, Clearing and / or Final Settlement Operator of ATM Card and / or Debit Card are required to use the national standard of chip technology and 6 (six) digits online PIN. 2. Card issuances with magnetic stripe technology can only be done for the agreed account which has a maximum balance of Rp5.000.000, - (five million rupiah). 3. The time limit for implementation of the obligation to use the national standard of chip technology for all ATM Cards, Debit Cards, ATM terminals, Electronic Data Capture (EDC) terminal, and processing facilities, as well as restrictions on the issuance of ATM cards and / or Debit cards with a magnetic stripe, will be conducted at the latest on 31 December 2021. 4. The time limit for the application of the 6(six) digits online PIN, is as follows: a. For ATM / Debit card which use magnetic stripe technology, the obligation to use the 6(six) digits online PIN is on June 30, 2017 at the lastest. b. For ATM / Debit card which use chip technology, the obligation to use the 6(six) digits online PIN is on June 30, 2021 at the lastest. 5. From 1 January 2022, all transactions from domestic ATM card and/or Debit Card must be processed by using the national standard 6 (six) digits online PIN, except for the cards that are still allowed to use the magnetic stripe. 6. Processing ATM card and /or international debit cards can be conducted in Indonesia in accordance with the technology and the means of authentication that are applicable for the card.

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

In APMK activities, BMI has adjusted the provision of ATM card according to the criteria stipulated in this BI Circular Letter and carried out things as follows: 1. Implementing the use of chip technology in the ATM Card and / or Debit Card within the predetermined time-limits. 2. Revising the product guideline which set the limit for account deposits which feature ATM card with a magnetic stripe. 3. During the process of chip technology implementation: a. Coordinate the submission of written information to Cardholders, at least regarding: 1) the replacement procedure of ATM card and / or debit card; and 2) the type and amounts of fees if the Bank charges the card replacement fee. b. Implementing the procedure of customer complaints submission and the procedure of ATM Card and / or Debit Card problem settlement.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Peraturan Regulation

Keterangan Perubahan Information about the Changes

Dampak Terhadap Bank The Impact on Bank’s Performances

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 7/POJK.04/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4/POJK.04/2014 tentang Tata Cara Penagihan Sanksi Administratif Berupa Denda di Sektor Jasa Keuangan

1. Pelaksanaan pembayaran denda administratif wajib dilakukan paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah surat Sanksi Administratif Berupa Denda ditetapkan. 2. Dalam hal Setiap Orang yang dikenakan Sanksi Administratif Berupa Denda mengajukan permohonan keberatan kepada OJK, kewajiban pembayaran Sanksi Administratif Berupa Denda ditangguhkan sementara sejak diterimanya surat permohonan keberatan sampai dengan ditetapkannya keputusan terhadap permohonan keberatan tersebut. 3. Dalam hal sebagian atau seluruh keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditolak seluruhnya, atau diterima seluruhnya atau sebagian namun masih menimbulkan kewajiban pembayaran denda bagi pemohon keberatan, pemohon keberatan dimaksud wajib membayar Sanksi Administratif Berupa Denda sesuai dengan nilai yang ditetapkan dalam surat tanggapan OJK dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah ditetapkannya surat tanggapan OJK atas permohonan keberatan. 4. Dalam hal Sanksi Administratif Berupa Denda dan/atau Bunga tidak dilunasi dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah berakhirnya jangka waktu pembayaran yang ditetapkan dalam surat Sanksi Administratif Berupa Denda atau surat tanggapan OJK atas permohonan keberatan, maka OJK mengkategorikan Sanksi Administratif Berupa Denda dan/atau Bunga tersebut sebagai piutang macet. 5. Peraturan OJK ini mulai berlaku pada tanggal 5 Mei 2015.

1. Bank Muamalat Indonesia memonitor dan melakukan mitigasi risiko atas potensi denda yang akan muncul. 2. Bank Muamalat Indonesia membayar denda jika terkena sanksi kewajiban membayar dari OJK sesuai dengan mekanisme yang diatur dan sesuai besaran sanksi.

Financial Services Authority Regulation No. 7 / POJK.04 / 2015 about Amendments on the Regulation of the Financial Services Authority No. 4 / POJK.04 / 2014 on Procedures for Charging Administrative Sanction in forms of Fines in Financial Services Sector

1. The implementation of the administrative penalty payments shall be made not later than 30 (thirty) days after the Administrative Sanction in the Form of Fine set. 2. In case each party who is exposed to the Administrative Sanction in the Form of Fine, submit an objection letter to OJK, the payment obligation for the Administrative Sanction in the Form of Fine is temporarily suspended since the approval of the objection letter until the enactment of the decision on the appeal petition. 3. In case, some or all objections, as mentioned in paragraph (1) are rejected entirely, or received entirely, or partly, but still creates the obligation for applicants to pay the fine, the against applicant is obliged to pay the Administrative Sanction in the Form of Fine in accordance with the amount stipulated in the FSA response letter within a maximum period of 30 (thirty) days after the enactment of the FSA response letter on the appeal petition. 4. In case, the Administrative Sanction in the Form of Fine and/or Interest are not paid within 1 (one) year after the end of payment period which stipulated in the letter of the Administrative Sanction in the Form of Fine or the FSA response letter on the appeal petition, the FSA will categorize the the Administrative Sanction in the Form of Fine and/or Interest as loss debts. 5. This FSA regulation comes into force on 5 May 2015.

1. Bank Muamalat Indonesia has been monitoring and conducting the risks mitigation for the possible fines. 2. Bank Muamalat Indonesia pays fines if exposed to a financial penalty for the FSA in accordance with the applicable mechanism and based on the amount of sanctions.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 25/POJK.03/2015 tentang Penyampaian Informasi Nasabah Asing Terkait Perpajakan kepada Negara Mitra atau Yurisdiksi Mitra

1. LJK wajib menyampaikan laporan kepada otoritas pajak Indonesia berupa informasi Nasabah Asing terkait perpajakan untuk diteruskan kepada otoritas pajak Negara Mitra atau Yurisdiksi Mitra. 2. Laporan yang dimaksud merupakan Laporan mengenai Informasi Nasabah yang memiliki saldo rekening atau nilai rekening paling sedikit sesuai dengan perjanjian pertukaran informasi secara otomatis. 3. Informasi nasabah yang dimaksud paling sedikit meliputi : Informasi Nasabah dan Informasi Keuangan Nasabah. 4. Dalam rangka penyampaian laporan, LJK wajib : a. melakukan identifikasi terhadap nasabah atau calon nasabah untuk memastikan memenuhi kriteria Nasabah Asing atau calon Nasabah Asing b. meminta informasi dan/atau dokumen yang diperlukan dalam rangka verifikasi; c. meminta pernyataan persetujuan, instruksi atau pemberian kuasa secara tertulis dan sukarela; dan d. melakukan penyaringan Nasabah Asing yang memiliki saldo rekening atau nilai paling sedikit sesuai dengan yang ditetapkan dalam perjanjian Pertukaran Informasi secara Otomatis. 5. Dalam hal calon Nasabah Asing tidak bersedia menyampaikan pernyataan persetujuan, LJK wajib: a. menjelaskan ketentuan terkait Pertukaran Informasi secara Otomatis; dan b. menolak melakukan hubungan usaha dengan calon Nasabah Asing tersebut. 6. Dalam hal Nasabah Asing tidak bersedia menyampaikan pernyataan persetujuan, LJK wajib: a. menjelaskan konsekuensi bagi Nasabah Asing apabila tidak bersedia memberikan informasi sesuai Perjanjian Pertukaran Informasi secara Otomatis; b. meminta Nasabah Asing menyampaikan pernyataan keberatan secara tertulis, dan c. tidak melayani transaksi baru terkait rekening Nasabah Asing tersebut. 7. Penghentian layanan dikecualikan bagi transaksi: a. untuk pemenuhan kewajiban yang telah diperjanjikan sebelumnya; b. untuk penutupan rekening; c. untuk pemenuhan kewajiban berdasarkan peraturan perundangundangan. 8. Penyampaian laporan informasi Nasabah Asing dapat dilakukan: a. melalui Otoritas Jasa Keuangan; atau b. langsung kepada otoritas pajak. 9. Penyampaian laporan informasi Nasabah Asing disampaikan paling lambat 60 hari sebelum batas waktu pelaporan kepada otoritas pajak Negara Mitra. Apabila batas waktu pelaporan informasi Nasabah Asing jatuh pada hari libur, maka pelaporan dilakukan pada hari kerja setelahnya. 10. LJK wajib menyampaikan kepada OJK nama pejabat yang bertanggung jawab (responsible officer) atas pelaporan informasi Nasabah Asing 11. LJK dapat mendelegasikan pelaksanaan pelaporan kepada LJK lain yang menjadi selling agent dan/atau kustodian. 12. Pendelegasian dilakukan berdasarkan kesepakatan tertulis. 13. Pendelegasian tersebut tidak meniadakan tanggung jawab LJK yang mendelegasikan pelaksanaan pelaporan. 14. LJK yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, dan/atau Pasal 8 dikenakan teguran/peringatan tertulis; 15. Ketentuan lebih lanjut dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan.

1. Bank telah menyusun Pedoman internal terkait penyampaian informasi nasabah Amerika terkait perpajakan, untuk itu Bank akan menyesuaikan Pedoman internal tersebut dengan POJK No. 25/POJK.03/2015. 2. Bank Muamalat Indonesia menyiapkan sistem yang memadai untuk melakukan pelaporan. 3. Bank wajib melakukan due diligence terhadap nasabah eksisting maupun calon nasabah warga Negara asing.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

181

Tinjauan Keuangan Financial Review

Peraturan Regulation

Keterangan Perubahan Information about the Changes

Dampak Terhadap Bank The Impact on Bank’s Performances

Financial Services Authority Regulation No. 25 / POJK.03 / 2015 on of Foreign Customer Information Submission Related to the Taxation to Partner Countries or Jurisdiction Partner,

1. LJK must submit a report to the Indonesian tax authority in the forms of tax-related information of Foreign Customers for being forwarded to the tax authority in Partner Countries or Jurisdiction Partner. 2. The aforementioned report is a report regarding the Information of Customer who has account balance or value of accounts at least in accordance with the automatic information exchange agreement. 3. The aforementioned customer informations at least cover : Customer Information and Customer Financial Information. 4. In submitting the report, LJK shall : a. melakukan identifikasi terhadap nasabah atau calon nasabah untuk memastikan memenuhi kriteria Nasabah Asing atau calon Nasabah Asing. Identifying the customer or prospective customer to ensure he/ she has met the requirement of a Foreign Customer of Propective Foreign Customer. b. meminta informasi dan/atau dokumen yang diperlukan dalam rangka verifikasi; requesting informations and / or documents which are needed for verification purposes; c. meminta pernyataan persetujuan, instruksi atau pemberian kuasa secara tertulis dan sukarela; dan requesting a approval statement, instruction or authorization in the written form and voluntarily; and d. melakukan penyaringan Nasabah Asing yang memiliki saldo rekening atau nilai paling sedikit sesuai dengan yang ditetapkan dalam perjanjian Pertukaran Informasi secara Otomatis. Screening the Foreign Customers who have account balance or value of acconts at least in accordance with the Automatic Information Exchange agreement. 5. If the prospective Foreign Customer is not willing to deliver the approval statement, LJK must : a. menjelaskan ketentuan terkait Pertukaran Informasi secara Otomatis; dan explain the regulation about Automatic Information Exchange. b. menolak melakukan hubungan usaha dengan calon Nasabah Asing tersebut. Refuse to do business with the prospective Foreign Customer. 6. If the Foreign Customer is not willing to deliver the approval statement, LJK must : a. explain the consequences for the Foreign Customer if he/she is not willing to provide information in accordance with the Automatic Information Exchange. b. ask Foreign Customer to submit written objections, and c. do not serve any new transactions related to the Foreign Customer’s account. 7. The services termination is not applied for transactions : a. for obligation fulfillment that has been agreed before; b. for account closure; c. for obligation fulfillment in accordance with applicable regulations. 8. foreign Customers’ Information submission can be done : a. through Financial Services Authority; or b. direct to the tax authority. 9. Foreign Customers’ Information submission can be done no later than 60 days before the submission deadline to the tax authorities in Partner Countries. If the deadline for submitting Foreign Customers’ Information falls on public holiday, thus the submission can be done on the first working day thereafter. 10. LJK is obliged to list the responsbile officer for reporting Foreign Customers’ Information to FSA. 11. LJK may delegate the reporting implementation to other LJK who serves as selling agent and/or custodian. 12. The authority delegation is carried out based on a written agreement. 13. The authority delegation does not diminish the responsibility of LJK who delegates the reporting implementation. 14. LJK who violates the provisions stipulated in Article 2, Article 3, Article 4, Article 5, and / or Article 8 will expose to a reprimand / written warning ; 15. A more detailed provisions from this Financial Authority Services Regulation is regulated in the Circular Letter of the Financial Services Authority.

1. The Bank has formulated an internal guidelines related to the submission of customer tax-related information, thus the Bank will adjust the internal guideline in accordance with POJK No. 25 / POJK.03 / 2015. 2. Bank Muamalat Indonesia sets up an adequate system for reporting. 3. The Bank is obliged to conduct due diligence on existing customers and prospective foreign customers.

No. 17/15/PBI/2015 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Bank Indonesia No. 16/16/PBI/2014 Tentang Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah Antara Bank Dengan Pihak Domestik

1. Penambahan kewajiban Bank dalam melakukan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah yaitu wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kewajiban penggunaan Rupiah. 2. Penegasan bahwa fasilitas pemberian kredit yang masih belum ditarik, antara lain berupa standby loan dan undisbursed loan, tidak termasuk sebagai underlying transaksi valutas asing terhadap rupiah. 3. Khusus untuk penjualan valuta asing terhadap Rupiah melalui transaksi forward (forward jual), underlying transaksi juga meliputi kepemilikan dana valuta asing di dalam negeri dan di luar negeri antara lain berupa tabungan, giro, deposito, dan Negotiable Certificate of Deposit (NCD). 4. Peningkatan jumlah tertentu (threshold) transaksi tanpa underlying Transaksi, khusus untuk penjualan valuta asing melalui transaksi forward (forward jual), dari sebelumnya USD 1.000.000 menjadi USD 5.000.000 atau ekuivalennya per transaksi per nasabah, sedangkan threshold untuk transaksi valuta asing melalui transaksi option (option jual) tetap yaitu USD 1.00.000 atau ekuivalennya per transaksi per nasabah. 5. Penyelesaian transaksi forward jual dengan nominal transaksi di bawah jumlah tertentu (threshold) dan/atau transaksi forward jual dengan underlying transaksi kepemilikan dana valuta asing di dalam negeri dan di luar negeri wajib dilakukan dengan cara pemindahan dana pokok secara penuh. 6. Dokumen tagihan dalam valuta asing dari transaksi yang diwajibkan menggunakan Rupiah sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kewajiban penggunaan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak dapat dijadikan sebagai dokumen underlying transaksi.

1. Bank Muamalat Indonesia akan menyesuaikan ketentuan internal terkait transaksi valas sesuai dengan perubahan ketentuan PBI yang terbaru. 2. Bank Muamalat Indonesia telah memberikan sosialisasi terkait perubahan peraturan PBI kepada unit cabang yang mengelola transaksi valuta asing. 3. Bank Muamalat Indonesia telah memonitoring dan menjaga agar transaksi valuta asing tidak melanggar ketentuan Threshold yang diatur dalam PBI. 4. Bank Muamalat Indonesia telah memonitoring dan menjaga agar underlying transaksi valas sudah sesuai dengan ketentuan.

182

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Peraturan Regulation

Keterangan Perubahan Information about the Changes

Dampak Terhadap Bank The Impact on Bank’s Performances

No. 17/15 / PBI / 2015 about the Third Amendment on Bank Indonesia Regulation No. 16/16 / PBI / 2014 on the Foreign Exchange Transaction against Rupiah between Bank and its Domestic Parties

1. The addition of Bank’s obligation in doing the Foreign Exchange Transaction against Rupiah is obliged to comply with Bank Indonesia Regulation on the obligation of using Rupiah. 2. The assertion that undrawn credit facilities among others are in the forms of standby loan and undisbursed loan, excluding underlying foreign currecncy transaction against rupiah. 3. Special for the sale of foreign currency against Rupiah through forward transaction, underlying transactions also comprise the foreign currency holding in the domestic and abroad, among others are in the forms of savings, current accounts, deposits, and Negotiable Certificate of Deposit (NCD). 4. Certain increases in the amount of transaction (threshold) with underlying Transaction, particularly for the sales of foreign currency through forward sale, from previously USD 1.000.000 become USD 5.000.000 or equivalent to per transaction per customer, while threshold for foreign currency transaction through options sales, remains at USD 1.00.000 or equivalent to per transaction per customer. 5. The completion of forward sales transaction with transactions nominal below a certain amount (threshold) and/or forwards sales transaction with underlying transaction of foreign curreny holding in the domestic and abroad, must be carried out by fully transfering the primary funds. 6. Billing documents in foreign currency from transactions that are obliged to use Rupiah as stipulated in the regulation of Bank Indonesia concerning the obligation of using Rupiah in the the territory of the Republic of Indonesia, cannot be used as the underlying transaction documents.

1. Bank Muamalat Indonesia will adjust internal regulations related to foreign exchange transactions in accordance with the lastest amendments of PBI. 2. Bank Muamalat Indonesia has conducted the socialization regarding the PBI regulatory changes to the branch units which manage foreign exchange transactions. 3. Bank Muamalat Indonesia has been monitoring and managing so that foreign exchange transactions do not violate the Threshold provisions set forth in PBI. 4. Bank Muamalat Indonesia has been monitoring and managing so that underlying transactions have been conducted in accordance with the applicable regulations.

Peraturan Bank Indonesia No. 17/16/PBI/2015 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Bank Indonesia No. 16/17/PBI/2014 Tentang Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah Antara Bank Dengan Pihak Asing

1. Penambahan kewajiban Bank dalam melakukan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah yaitu wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kewajiban penggunaan Rupiah. 2. Penegasan bahwa fasilitas pemberian kredit yang masih belum ditarik, antara lain berupa standby loan dan undisbursed loan, tidak termasuk sebagai underlying transaksi valutas asing terhadap rupiah. 3. Khusus untuk penjualan valuta asing terhadap Rupiah melalui transaksi forward dan untuk transfer Rupiah ke rekening yang dimiliki Pihak Asing, Underlying Transaksi juga meliputi kepemilikan dana valuta asing di dalam negeri dan di luar negeri antara lain berupa tabungan, giro, deposito, dan Negotiable Certificate of Deposit (NCD). 4. Peningkatan jumlah tertentu (threshold) transaksi tanpa underlying Transaksi, khusus untuk penjualan valuta asing melalui transaksi forward (forward jual), dari sebelumnya USD 1.000.000 menjadi USD 5.000.000 atau ekuivalennya per transaksi per nasabah 5. Penyelesaian transaksi forward jual dengan nominal transaksi di bawah jumlah tertentu (threshold) dan/atau transaksi forward jual dengan underlying transaksi kepemilikan dana valuta asing di dalam negeri dan di luar negeri wajib dilakukan dengan cara pemindahan dana pokok secara penuh. 6. Dokumen tagihan dalam valuta asing dari transaksi yang diwajibkan menggunakan Rupiah sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kewajiban penggunaan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak dapat dijadikan sebagai dokumen underlying transaksi.

1. Bank Muamalat Indonesia akan menyesuaikan ketentuan internal terkait transaksi valas sesuai dengan perubahan ketentuan PBI yang terbaru. 2. Bank Muamalat Indonesia telah memberikan sosialisasi terkait perubahan peraturan PBI kepada unit cabang yang mengelola transaksi valuta asing 3. Bank Muamalat Indonesia telah memonitoring dan menjaga agar transaksi valuta asing tidak melanggar ketentuan Threshold yang diatur dalam PBI. 4. Bank Muamalat Indonesia telah memonitoring dan menjaga agar underlying transaksi valas sudah sesuai dengan ketentuan.

Bank Indonesia Regulations No. 17/16 / PBI / 2015 about the Third Amendment on Bank Indonesia Regulation No. 16/17/ PBI / 2014 on the Foreign Exchange Transaction against Rupiah between Bank and its Foreign Parties

1. The addition of Bank’s obligation in doing the Foreign Exchange Transaction against Rupiah is obliged to comply with Bank Indonesia Regulation on the obligation of using Rupiah. 2. The assertion that undrawn credit facilities among others are in the forms of standby loan and undisbursed loan, excluding underlying foreign exchange transaction against rupiah. 3. Special for the sale of foreign currency against Rupiah through forward transaction, underlying transactions also comprise the foreign currency holding in the domestic and abroad, among others are in the forms of savings, current accounts, deposits, and Negotiable Certificate of Deposit (NCD). 4. Certain increases in the amount of transaction (threshold) with underlying Transaction, particularly for the sales of foreign currency through forward sale, from previously USD 1.000.000 become USD 5.000.000 or equivalent to per transaction per customer. 5. The completion of forward sales transaction with transactions nominal below a certain amount (threshold) and/or forwards sales transaction with underlying transaction of foreign curreny holding in the domestic and abroad, must be carried out by fully transfering the primary funds. 6. Billing documents in foreign currency from transactions that are obliged to use Rupiah as stipulated in the regulation of Bank Indonesia concerning the obligation of using Rupiah in the the territory of the Republic of Indonesia, cannot be used as the underlying transaction documents.

1. Bank Muamalat Indonesia will adjust internal regulations related to foreign exchange transactions in accordance with the lastest amendments of PBI. 2. Bank Muamalat Indonesia has conducted the socialization regarding the PBI regulatory changes to the branch units which manage foreign exchange transactions. 3. Bank Muamalat Indonesia has been monitoring and managing so that foreign exchange transactions do not violate the Threshold provisions set forth in PBI. 4. Bank Muamalat Indonesia has been monitoring and managing so that underlying transactions have been conducted in accordance with the applicable regulations.

TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI

TRANSACTIONS WITH AFFILIATES

Transaksi dengan Pihak Afiliasi pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah : • Anggota Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah dan karyawan kunci Bank Muamalat Indonesia • Perusahaan afiliasi • Perusahaan/organisasi lain dimana pengurus utamanya adalah karyawan kunci Bank Muamalat Indonesia

Transactions with affiliates are transactions with related parties, which are: • Members of the Board of Commissioners, Board of Directors, Sharia Supervisory Board and key personnel of Bank Muamalat Indonesia • Other company/organization having key personnel of Bank Muamalat Indonesia in the top management

Transaksi dengan pihak hubungan istimewa mencakup transaksi di sisi aset (pembiayaan dan investasi oleh

Transactions with related parties refer to asset transactions (financing and investment by Bank Muamalat Indonesia)

Bank Muamalat 2015 Annual Report

183

Tinjauan Keuangan Financial Review

Bank Muamalat Indonesia) maupun di sisi kewajiban (penempatan dana di Bank Muamalat Indonesia). Transaksi dengan pihak hubungan istimewa dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga kecuali piutang murabahah karyawan kunci.

as well as liability transactions (fund placement at Bank Muamalat Indonesia). Transactions with related parties are conducted at arm’s length with the same terms and condition as with third parties, except for murabahah recivables with key personnel.

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA BANK

CHANGES IN ACCOUNTING POLICIES AND ITS IMPACT ON BANK PERFORMANCE

a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

a. Standards that are effective in the current year



PSAK 102 (revisi 2013), Akuntansi Murabahah. Sejak 1 Januari 2014, sesuai dengan PSAK No. 102 (Revisi 2013) dan PAPSI 2013, Bank mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangantersebut (peristiwa yang merugikan), yang berdampak pada estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

184



SFAS 102 Accounting

(revision

2013):

Murabahah

Since January 1, 2014, in accordance with SFAS No. 102 (revision 2013) and PAPSI 2013, the Bank assesses whether there is objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired at each balance sheet date. Financial asset or group of financial assets is impaired and impairment losses have occurred if, and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of financial assets (adverse events), which have an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated.

Aset keuangan mengalami penurunan nilai jika bukti objektif menunjukkan bahwa peristiwa yang merugikan telah terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan dan peristiwa tersebut berdampak pada arus kas masa datang depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Financial asset is impaired if objective evidence indicates that an adverse event has occurred after the initial recognition of financial assets and such events have an impact on future cash flows ahead of the financial asset that can be reliably estimated.

Kriteria yang digunakan oleh Bank untuk menentukan bukti objektif dari penurunan nilai adalah sebagai berikut: 1) kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; 2) pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau margin; 3) pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut; 4) terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya;

The criteria used by the bank to determine objective evidence of financial asset impairment is as follow:

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

1) significant financial difficulties involving the issuer or debtor; 2) breach of contract, such as default event or arrears in payment of principal or margin; 3) the lender, for economic or legal reasons in connection with the financial difficulties experienced by the borrower, provide relief (concessions) to borrowers, which may not be given if the borrower does not encounter such difficulties; 4) there is a probability that the borrower will enter into bankruptcy or other financial reorganization;

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

5) hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan; atau 6) data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset dimaksud, meskipun penurunannya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset tersebut, termasuk: a. memburuknya status pembayaran pihak peminjam dalam kelompok tersebut; dan b. kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut

5) the loss of an active market for that financial asset because of financial difficulties; or 6) observable data indicate a measurable decrease in the estimated future cash flows of a group of financial assets since the initial recognition of the asset in question, although the decrease can not be identified on individual financial assets in the asset group, including: a. the deterioration of the payment status of the borrower in the group; and b. national or local economic conditions that correlate with defaults on the assets in the group

Estimasi periode antara terjadinya peristiwa dan teridentifikasinya kerugian ditentukan oleh manajemen untuk setiap portofolio yang diidentifikasi. Pada umumnya, periode tersebut bervariasi antara 3 (tiga) sampai 12 (dua belas) bulan, untuk kasus tertentu diperlukan periode yang lebih lama.

Estimates of the period between the occurrence of the events and the identification of losses is determined by management for each identified portfolio. In general, the period varies between 3 (three) to 12 (twelve) months, while a particular case may require a longer period.

Bank pertama kali menentukan apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan, dan secara individual atau kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Bank menentukan tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka Bank memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko pembiayaan yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset keuangan yang penurunan nilainya dilakukan secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai telah diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

The Bank first assesses whether there are objective evidence of impairment individually for financial assets that are significant, and individually or collectively for financial assets that are not individually significant. If the Bank determines that no objective evidence of impairment on financial assets assessed individually, regardless of wether such financial assets are significant or not, the Bank include the asset in a group of financial assets with similar financing risk characteristics and collectively assesses the impairment of the group. Financial assets that are individually assessed for impairment, and for which an impairment loss is or continues to be recognized, are not included in a collective assessment of impairment.

Untuk tujuan evaluasi penurunan nilai kolektif atas piutang dan pembiayaan yang diberikan, sebagaimana dimungkinkan dalam PSAK No. 102 (Revisi 2013), Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/26/DPbS tanggal 10 Juli 2013 dan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-159/PB.13/2014 tertanggal 3 Desember 2014, perihal tanggapan atas usulan ASBISINDO, untuk penerapan pertama kali PSAK No. 102 (Revisi 2013) dan PAPSI 2013, Bank menerapkan ketentuan transisi penurunan nilai secara kolektif dengan menggunakan estimasi yang didasarkan pada ketentuan Bank Indonesia yang berlaku Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha

For purposes of evaluation of collective impairment of receivables and financing disbursement, as allowed for under SFAS No. 102 (revision 2013), Bank Indonesia Circular Letter No. 15/26/DPbS dated 10 July 2013 and Letter of the Financial Services Authority (OJK) No. S-159/PB.13/2014 dated 3 December 2014 concerning response to the proposal of ASBISINDO for the initial implementation of SFAS No. 102 (revision 2013) and PAPSI 2013, the Bank implemented the transition stipulation for collective impairment using estimates based on prevailing Bank Indonesia regulation concerning the Quality Assessment of Assets of Commercial Banks with Business Activities Based on Sharia

Bank Muamalat 2015 Annual Report

185

Tinjauan Keuangan Financial Review

Berdasarkan Prinsip Syariah. Sesuai dengan PSAK 102 (revisi 2013) dan Surat OJK tersebut, ketentuan transisi penurunan nilai atas aset keuangan secara kolektif berlaku mulai 1 Januari 2016.



Akuntansi Aset Tetap- PSAK 16 (revisi 2011) : Aset Tetap

Principles. In accordance with SFAS No. 102 (revision 2013) and the OJK Letter, the transition stipulations on collective impairment of financial assets is in effect starting from january 1, 2016.



SFAS 16 (revision 2011) - Fixed Assets Effective 1 November 2014 the Bank changes its accounting policies from the cost method to be the method of revaluation. Banks conduct the revaluation of the fixed assets owned by banks using the services of an external independent registered at the FSA.

Efektif 1 November 2014 Bank merubah kebijakan akuntansinya dari metode harga perolehan menjadi metode revaluasi. Bank melakukan penilaian kembali atas seluruh aset tetap yang dimiliki bank dengan menggunakan jasa dari independen eksternal yang telah terdaftar di OJK Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi dieleminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai netonya disajikan kembali sebesar jumlah revaluasi aset. Aset tetap lainnya dan peralatan disajikan sebesar harga perolehan dikurangi dengan penyusutan harga perolehan termasuk pengeluaran yang dapat didistribusikan secara langsung atas perolehan aset tersebut. Harga perolehan dapat mencakup pengalihan dari ekuitas keuntungan/ (kerugian) yang timbul dari lindung nilai arus kas yang memenuhi syarat untuk pembelian aset tetap dalam mata uang asing.

Accumulated depreciation at the date of revaluation is eliminated against the gross carrying value of the asset and its net value is restated in the amount of asset revaluation. Other fixed assets and equipment are stated at cost less depreciation of acquisition cost including expenditures that can be distributed directly on that asset. The acquisition cost may include the transfer of equity gains / (losses) arising from cash flow hedges that qualify for the purchase of fixed assets in foreign currency.

Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dan bangunan dikreditkan pada “cadangan revaluasi aset” sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lainnya. Penurunan yang menghapus nilai kenaikan yang sebelumnya atas aset yang sama dibebankan terhadap “cadangan revaluasi aset” sebagai bagian dari laba komprehensif; penurunan lainnya dibebankan pada laporan laba rugi. Setiap periode pelaporan, selisih antara penyusutan berdasarkan nilai revaluasi aset yang diakui di dalam laporan laba rugi dan penyusutan harga perolehan awal aset ditransfer dari “cadangan revaluasi aset” ke dalam “saldo laba”.

The increase in the carrying amount arising on revaluation of land and buildings is credited to the “asset revaluation reserves” as part of other comprehensive income. Reduction delete the previous increment value the same asset are charged against “asset revaluation reserves” as part of comprehensive income; Other decrease charged to the income statement. Each reporting period, the difference between depreciation based on the revaluation is recognized in the income statement and the depreciation of the initial acquisition price of assets transferred from “revaluation reserve assets” to the “retained earnings”.

Surplus revaluasi, dikurangi dengan penghasilan pajak tangguhan yang terkait, telah dikreditkan pada pendapatan komprehensif lainnya dan disajikan sebagai “cadangan revaluasi aset” pada laba komprehensif lainnya.

Revaluation surplus, less related deferred tax, was credited to other comprehensive income and are presented as “assets revaluation reserve” in other comprehensive income.

b. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015 adalah:

b. Effective for the period beginning on or after january 1, 2015, as follow:

-

PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan PSAK 4 (revisi 2013), Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 15 (revisi 2013), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja

-

186

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

SFAS 1 (revision 2013), Presentation of Financial Statement SFAS 4 (revision 2013), Separate Financial Statement SFAS 15 (revision 2013): Investment in Associated Entity and Joint Ventures SFAS 24 (revision 2013), Employee Benefits

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

-

PSAK 46 (revisi 2014), Pajak Penghasilan PSAK 50 (revisi 2014), Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 55 (revisi 2014), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK 60 (revisi 2014), Instrumen Keuangan: Pengungkapan PSAK 65, Laporan Keuangan Konsolidasian PSAK 66, Pengaturan Bersama PSAK 67, Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar ISAK 26 (revisi 2014), Penilaian Ulang Derivatif Melekat

-

SFAS 46 (revision 2014), Income Tax SFAS 50 (revision 2014), Financial Instrument: Presentation SFAS 55 (revision 2014), Financial Instrument: Recognition and Measurement SFAS 60 (revision 2014), Financial Instrument: Disclosure SFAS 65, Consolidated Financial Statements SFAS 66, Joint Arrangement SFAS 67, Disclosure of Interest in Other Entities SFAS 68, Measurement of Fair Value IFAS 26 (revision 2014), Revaluation of Underlying Derivatives

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan tahunan ini, manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar dan interpretasi terhadap laporan keuangan.

Up to the publication date of this annual report, the management is still evaluating the impact of such standards and interpretation to the financial statements.

PERBANDINGAN PROYEKSI DAN HASIL YANG DICAPAI

COMPARISON BETWEEN PROJECTIONS AND ACHIEVEMENT

Pencapaian Target 2015

Achievement of 2015 Targets

Masih belum membaiknya kondisi perekonomian global di tahun 2015 sedikit banyak cukup mempengaruhi pencapaian target bisnis Bank Muamalat Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari beberapa pencapaian sebagai berikut: 1. Dana pihak ketiga Bank Muamalat Indonesia tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 12,65% menjadi 39,43 triliun pada tahun 2015. 2. Total Pembiayaan Bank Muamalat Indonesia Indoensia pada tahun 2015 adalah sebesar Rp39,03 triliun, dimana porsi terbesar dari pembiayaan dipegang oleh pembiayaan dengan Akad Murabahah sebesar Rp17,31 triliun dan pembiayaan dengan akad Musyarakah sebesar Rp20,19 triliun. 3. Net Income Margin (NIM) mencapai sebesar 4,09%, hal ini sejalan dengan target Bank Muamalat Indonesia untuk terus berusaha meningkatkan margin income perusahaan. 4. Rasio efisiensi yang tercatat sebesar 97,41% masih melebihi dari target yang telah ditetapkan dan juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

In general, the achievement of Bank Muamalat Indonesia in 2015 is less than satisfactory. This is due to, more or less, the continuing unconducive condition of Indonesia’s economy. This is reflected in the following achievements: 1. Bank Muamalat Indonesia’s Third party Funds in 2015 declined by 12.65% to Rp39.43 trillion.

Target 2016

2016 Targets

Untuk tahun 2016, dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia, kesiapan infrastruktur bisnis serta persaingan di industri perbankan, maka Bank Muamalat Indonesia telah menargetkan pencapaian beberapa kinerja kunci sebagai berikut: 1. Pertumbuhan pembiayaan ditargetkan mencapai 8.45%. 2. Dana Pihak Ketiga dioptimalkan untuk menjaga FDR sebesar 95%, dengan komposisi dana murah mencapai 45%. 3. Rasio gross NPF ditargetkan berada pada level 3,11%. 4. Rasio efisiensi ditargetkan untuk dapat dijaga pada level 96%.

For 2016, with due considerations of Indonesia’s ecnomic condition, the readiness of business infrastructure, and competition in the banking industry, Bank Muamalat Indonesia has set the following key performance targets:

2. Total financing by Bank Muamalat Indonesia in 2015 amounted to Rp39.03 trillion, with the largest portion of financing representing financing under the Murabahah contract that amounted to Rp17.31 trillion, followed by financing with Musyarakah contract of Rp20.19 trillion. 3. The Bank’s Net Income Margin (NIM) was 4.09%, in line with Bank Muamalat Indonesia’s target to increase the Bank’s margin income. 4. The efficiency ratio of 97.41% is higher than the target set, and also higher than the efficiency ratio in the previous year.

1. Growth of financing by 8.45% 2. Amount of Third Party Funds optimized to maintain an FDR of 95%, with low-cost fund composition of 45%. 3. Gross NPF ratio of less than 3.11%. 4. Efficiency ratio maintained at 96%.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

187

Tinjauan Keuangan Financial Review

PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA

BUSINESS DEVELOPMENT PROSPECT

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi global yang masih akan terus berlanjut pada tahun 2016. Perlemahan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang diperlihatkan sepanjang tahun 2015 diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring dengan melemahnya kinerja ekspor dan industri negara ekonomi nomor dua terbesar di dunia tersebut. Kejatuhan harga saham Tiongkok yang terus berlanjut hingga bulan Februari 2016 ini serta diiringi dengan pelemahan nilai tukar Yuan berimbas pada kinerja Negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di sepanjang 2015.

Indonesia’s economic growth in 2016 is still expected to be influenced by the continuing fluctuations in global economies in that year. The slower economic growth in China that was much in evidence throughout 2015 will still continue, along with weakening exports and manufacturing activities in the world’s second-largest economy. The fall in Chinese stock prices which continued until February 2016 and accompanied by the weakening of the yuan exchange rate have impacted on the performance of countries in Southeast Asia, including Indonesia, Singapore, Malaysia and Thailand, which have experienced a slowdown in economic growth throughout 2015.

Perlambatan ekonomi serta kejatuhan harga saham di Tiongkok juga berdampak terhadap negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang di mana depresiasi nilai tukar Yuan dapat memperlebar defisit perdagangan AS serta menurunkan ekspor Jepang ke Tiongkok. Perlambatan ekonomi sudah terlihat jelas di AS di mana pertumbuhan ekonomi terus menurun sejak Triwulan pertama tahun 2015. Dampak kenaikan tingkat suku bunga The Fed sebesar 0,25 bps memperburuk kinerja pertumbuhan ekonomi AS yang juga diperlihatkan oleh turunnya laju pertumbuhan ekonomi di triwulan terakhir 2015 dari 2,1% di triwulan ketiga menjadi 1,8%. selain itu laju inflasi AS sampai dengan triwulan terakhir 2015 ternyata jauh dari target inflasi sebesar 2%. Hal ini mengindikasikan masih lemahnya laju permintaan ekonomi AS.

The economic slowdown and stock price fall in China have also affected developed countries like the United States and Japan, where the depreciation of the yuan exchange rate could widen the US trade deficit and lower Japanese exports to China. The economic slowdown was already evident in the US where economic growth continued to decline since the first quarter of 2015. The impact of an interest rate increase of 0.25 bps by the Fed has worsened the US economic growth performance, as was also shown by the decline in economic growth rate in the last quarter of 2015 to 1.8%, from 2.1% in the third quarter In addition, the US inflation rate until the last quarter of 2015 was far from the inflation target of 2%. This indicates that the pace of demand of the US economy is still weak.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terbukti membaik pada triwulan terakhir tahun 2015 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,01% pada triwulan terakhir (yoy) tertinggi jika dibandingkan triwulan ketiga yang hanya tumbuh 4,71% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih disumbang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang meningkat dari 5,3% pada triwulan ketiga menjadi 5,4% pada triwulan keempat tahun 2015. Selain itu, signifikannya pertumbuhan investasi berhasil meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Pembentukan modal tetap bruto meningkat dari 4,8% menjadi 6,9%. Hal ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) yang kembali membaik pada triwulan terakhir 2015.

Indonesia’s economic growth started to improve in the last quarter of 2015 compared to the previous quarter. Indonesia’s economy grew by 5.01% (yoy) in the last quarter, higher than the third quarter growth of only 4.71% (yoy). The growth in Indonesia’s economy was still driven by the growth in household consumption, which increased from 5.3% in the third quarter to 5.4% in the fourth quarter 2015. In addition, significant growth of investment also promotes economic growth. Gross fixed capital formation increased from 4.8% to 6.9%. This is partly due to the increase in Foreign Direct Investment (FDI), which rebounded in the last quarter of 2015.

Dengan kondisi-kondisi yang ada, Bank Muamalat Indonesia akan menghadapi tantangan yang cukup besar namun juga memiliki peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik dengan adanya implementasi MEA. Fokus Bank Muamalat Indonesia akan tetap menyasar segmen ritel, terutama untuk pasar UMKM dan mikro. Dengan adanya Manajemen yang baru, Bank Muamalat Indonesia akan melakukan perbaikan-perbaikan untuk memperkuat produktivitas infrastruktur pendukung baik SDM, teknologi maupun manajemen risiko.

Within these conditions, Bank Muamalat Indonesia will face considerable challenges but also have the opportunity to put to good use with the implementation of MEA. The focus of Bank Muamalat Indonesia will remain to target the retail segment, especially for Micro and SME market segments. With the new management, Bank Muamalat Indonesia will make improvements to strengthen productivity of supporting infrastructure, including human resources, information technology and risk management.

188

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

ASPEK PEMASARAN

MARKETING ASPECT

Strategi Pemasaran

Marketing Strategy

Salah satu upaya untuk mewujudkan aspirasi menjadi bank utama di Industri Perbankan Syariah, Bank Muamalat Indonesia telah membagi fokus bisnisnya sejak tahun 2009. Fokus bisnis dimaksudkan agar arah dan kebijakan bank dapat lebih fokus sehingga strategi yang disusun haruslah sejalan dengan fokus bisnis tersebut. Fokus bisnis dibagi kedalam dua segmen bisnis yaitu Retail Banking dan Corporate Banking.

In an effort to realize its aspiration to become a leading bank in Islamic Banking Industry, Bank Muamalat Indonesia has divided its business focus since 2009. The focus of the business is so that the direction and policies of the Bank can be more focused so that the strategy must be in line with the focus of the business. The focus of the business is divided into two business segments namely Retail Banking and Corporate Banking.

Segmen Retail Banking akan fokus pada target penghimpunan dana pihak ketiga ritel yaitu Tabungan, Giro Individual dan Deposito Individual dengan tingkat bagi hasil yang relatif lebih rendah. Bank Muamalat Indonesia juga masih terus mengembangkan pola pengembangan aliansi bisnis dengan beberapa pihak ketiga. Dalam hal pembiayaan ritel, Bank Muamalat Indonesia masih berfokus untuk mendorong pembiayaan kepada sektor usaha Mikro, Kecil dan Mengengah serta pembiayaan Konsumer. Dalam penyaluran pembiayaan Mikro, Bank Muamalat Indonesia senantiasa melakukan optimalisasi penyaluran pembiayaan Mikro di cluster mikro dan Cabang Pembantu. Optimalisasi Muamalat Consumer Center (MCC) juga turut dioptimalkan untuk mendorong penyaluran pembiayaan segmen Konsumer.

In the Retail Banking segment, the focus is on retail funding targets namely Savings, Current Accounts for individuals and Time Deposits for individual, with a low level of revenue sharing. Bank Muamalat Indonesia also continue to develop the scheme of development of business alliances with several third parties. In terms of financing, Bank Muamalat Indonesia is still focused on growing the financing to the Micro, Small and Medium sectors as well as Consumer financing. In the micro finance portfolio, Bank Muamalat Indonesia consistently optimizes micro financing through micro clusters and sub-branch offices. The Muamalat Consumer Center (MCC) facilities are also optimized to promote the distribution of financing in the consumer segment.

Untuk segmen Corporate Banking, penghimpunan dana berfokus pada Giro Korporasi dan Deposito Non-Individual. Peningkatan pengelolaan dana haji juga terus diupayakan dengan cara menjaga hubungan kerja yang baik dengan Kementerian Agama RI serta menyiapkan infrastruktur dan sumberdaya yang memadai untuk memobilisasi dana melalui Tabungan Haji. Konsep line of business juga diterapkan agar penyaluran pembiayaan bisa dianalisa secara mendalam di setiap sektor usaha yang akan dibiayai.

For the Corporate Banking segment, funding focuses on Corporate Demand Deposits and Non-Individual Time Deposit. Improved management of haj funds also continue to be pursued by maintaining a good working relationship with the Ministry of Religious Affairs as well as the preparation of adequate infrastructure and resources to mobilize funds through Haj Savings. The concept of line of business is also applied so that the distribution of financing can be analyzed in depth in every sector of business to be financed.

Pangsa Pasar

Market Share

Pada tahun 2015, aset Bank Muamalat Indonesia tercatat sebesar Rp57,12 triliun atau sekitar 20% dari total aset perbankan syariah, dengan masih tingginya market yang dimilki Indonesia tentunya memberikan ruang yang cukup besar bagi Bank Muamalat Indonesia untuk dapat tumbuh lebih besar lagi.

In 2015, Bank Muamalat Indonesia assets amounted to Rp57.12 trillion, or about 20% of the total assets of Islamic banking industry. The vast market remaining in Indonesia provides sufficient room for Bank Muamalat Indonesia to grow even bigger.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

189

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

190

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Bank Muamalat Indonesia menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai salah satu pondasi perusahaan untuk mencapai visi dan misinya, serta untuk tumbuh secara berkelanjutan di masa mendatang. Bank Muamalat Indonesia implements the practice of best standards of Good Corporate Governance (GCG) as a foundation towards the achievement of its vision and mission statements as well as the attainment of sustainable growth into the future.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

191

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan CORPORATE GOVERNANCE

Bank Muamalat Indonesia menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai salah satu pondasi perusahaan untuk mencapai visi dan misinya, serta untuk tumbuh secara berkelanjutan di masa mendatang. Bank Muamalat Indonesia implements the practice of best standards of Good Corporate Governance (GCG) as a foundation towards the achievement of its vision and mission statements as well as the attainment of sustainable growth into the future.

192

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

A. PENDAHULUAN

A. INTRODUCTION

Semua pihak yang terkait dengan bisnis syariah harus memastikan bahwa asas Good Governance Bisnis Syariah (GGBS) dijadikan pijakan dasar bagi setiap aspek dan kegiatan usaha yang dilakukan. GGBS didasarkan atas pijakan dasar spiritual dan pijakan dasar operasional.

All parties associated with sharia business should ensure that the principles of Good Governance of the Sharia Business (GGBS) is used as the basis and foundation for every aspect of the business activities conducted. GGBS is based on the spiritual and operational basic foundation.

1. Secara spritual, dalam rangka memperoleh keberkahan, bisnis syariah harus berasaskan pada iman dan takwa yang diwujudkan dalam bentuk komitmen pada dua prinsip dasar yaitu halal dan tayib (baik) sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah/2: 168 yaitu: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” dan surat Al-A’raf/7: 96 sebagai berikut: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

1. Spiritually, in order to obtain blessing, the sharia business should be based on faith and piety embodied in the commitment towards the two basic principles, halal and Tayib (good) as stated in the words of Allah SWT in the Quran Al-Baqarah/2: 168 namely: “O mankind, eat from whatever is on earth (that is) lawful and good and do not follow the footsteps of Satan. Indeed, he is to you a clear enemy.” and Quran AlA’raf/7: 96 these following: “And if only the people of the cities had believed and feared Allah, We could have opened upon them blessings from the heaven and the earth; but they denied (the messengers), so We seized them for what they were earning.“

a. Prinsip Dasar Halal

a. The Basic Principle of Halal

Allah SWT memerintahkan hambanya untuk melakukan yang halal dan melarang yang bathil dalam kegitan bisnis: ”Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (Al-Baqarah/2: 188), baik terkait dengan produk barang maupun proses kegiatannya. Prinsip dasar halal dalam bisnis dilakukan dengan menghindari kegiatan bisnis yang dilarang. Dalam Al-Quran kegiatan-kegiatan bisnis yang dilarang antara lain:

Allah SWT commanded his servants to carry out the halal and forbid falsehood in conducting business activities: “And do not consume one another’s wealth unjustly or send it (in bribery) to the rulers in order that (they might aid) you (to) consume a portion of the wealth of the people in sin, while you know (it is unlawful)” (Al-Baqarah/2: 188), both related to the goods and the process of the activities. The basic principle of halal in business is applied by avoiding the business activities which are prohibited. In the Al-Quran the business activities that are prohibited include:

1) Riba

1) Riba

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah/2: 275).

“Those who consume interest cannot stand (on the Day of Resurrection) except as one stands who is being beaten by Satan into insanity. That is because they say,”Trade is (just) like interest.” But Allah has permitted trade and has forbidden interest. So whoever has received an admonition from his Lord and desists may have what is past, and his affair rests with Allah. But whoever returns to (dealing in interest or usury) - those are the companions of the Fire; they will abide eternally therein” (Al-Baqarah/2: 275).

Bank Muamalat 2015 Annual Report

193

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

2) Maysir “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al-Maidah/5: 90-91).

3) Gharar “...Dan janganlah kamu mencurangi harta orang lain...” (QS Al-A’raf/7: 85). “Sesungguhnya Nabi S.A.W melarang daripada jual beli gharar (spekulatif dan ketidakpastian)”. (riwayat Muslim).

4) Zhulm “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orangorang yang zhalim.” (Al-Baqarah/2:193).

5) Tabdzir “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudarasaudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (Al-Isra/17: 26-27).

6) Risywah “...Dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim (dengan menyuapnya), supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu secara batil, padahal kamu mengetahui.” (Al-Baqarah/2: 188).

7) Maksiyat “....tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.” (Al-Hujurat/49: 7).

194

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

2) Maysir “O you who believed, indeed, intoxicants, gambling, (sacrificing on) stone alters (to other than Allah), and divining arrows are but defilement from the work of Satan, so avoid it that you may be successful. Satan only wants to cause between you animosity and hatred through intoxicants and gambling and to avert you from the remembrance of Allah and from prayer. So will yo not desist?“ (Al Maidah/5: 90-91).

3) Gharar “...And do not deprive people of their due...” (QS.Al-A’raf/7: 85). “Indeed, the Prophet forbade the gharar (speculative and uncertainty)”. (Narrated by Muslim).

4) Zhulm “Fight them until there is no (more) fitnah and (until) worship is (acknowledged to be) for Allah. But if they cease, then there is to be no aggression except against the oppressors.“ (Al-Baqarah/2: 193).

5) Tabdzir “And give the relative his right, and (also) the traveler, and do not spend wastefully. Indeed, the wasteful are brothers of the devils, and ever has Satan been to his Lord ungrateful.” (Al-Isra/17: 26-27).

6) Risywah “...And do not consume one another’s wealth unjustly or send it (in bribery) to the rulers in order that (they might aid) you (to) consume a portion of the wealth of the people in sin, while you know (it is unlawful).” (Al-Baqarah/2: 188).

7) Maksiyat “...but Allah has endread to you the faith and has made it pleasing in your hearts and has made hateful to you disbelief, defiance and disobedience.“ (Al-Hujurat/49: 7).

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Berdasarkan kaidah fiqh yang disepakati oleh banyak ulama, segala hal dalam bermuamalah pada dasarnya adalah dibolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya (al-ashlu fi al-mu’amalah al-ibaahah illaa an-yadulla ad-daliilu ‘alaa tahriimihaa).

b. Prinsip Dasar Tayib

Based on the fiqh rules agreed upon by many Islamic scholars, everything in muamalah are basically permissible unless there is proof for it to be unlawful (al-ashlu fi al-mu’amalah al-ibaahah illaa an-yadulla ad-daliilu ‘alaa tahriimihaa).

b. The Basic Principle of Tayib.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Maidah/5: 5 yang artinya: “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik (tayyibat)...” Tayib memiliki pengertian yang mencakup segala nilai-nilai kebaikan yang menjadi nilai tambah dari hal-hal yang halal dalam rangka pencapaian tujuan syariah (maqashidusy syariah) yaitu keamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas (mashlahah al-‘ammah). Tayib meliputi dua aspek yaitu ihsan dan tawazun.

Allah SWT says in Surah Al-Maidah/5: 5, which means: “This day (all) good foods have been made lawful (tayyibat)...” The meaning of Tayib is all of the virtues which becomes the added value of things that are lawful in order to achieve the objectives of sharia (maqashidusy syariah) namely the security and welfare of the wider community (mashlahah al‘ammah). Tayib covers two aspects, namely ihsan and tawazun.

1) Ihsan

1) Ihsan

Ihsan adalah melakukan atau memberikan yang terbaik dan menghindari perilaku yang merusak. “...Dan berbuatlah yang terbaik (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat yang terbaik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash/28: 77).

2) Tawazun

Ihsan is conduct or provide the best to avoid destructive measures. “...And do good as Allah has done good to you. And desire not corruption in the land. Indeed, Allah does not like corrupts.“ (Al-Qashash/28: 77).

2) Tawazun

Tawazun adalah neraca keseimbangan dalam arti makro yang mencakup diantaranya keseimbangan antara spritual dan material, eksplorasi dan konservasi, sektor finansial dan sektor riil, risiko dan hasil. “ Dan tumbuhtumbuhan dan pohon-pohonan keduaduanya tunduk kepada-Nya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.” (Ar-Rahman/55: 6-8).

Tawazun is the balance within the macro sense that includes among others the balance between the spiritual and material, exploration and conservation, financial sector and the real sector, risks and results. “And the stars and trees prostrate. And the heaven He raised and imposed the balance. That you not transgress within the balance.”(Ar-Rahman/55: 6-8).

2. Secara operasional bisnis syariah mengacu pada dua asas. Asas pertama adalah sifat dan perilaku Nabi dan Rasul dalam beraktifitas termasuk dalam berbisnis yaitu shidiq, fathonah, amanah, dan tabligh. Asas kedua adalah asas yang dipakai dalam dunia usaha pada umumnya yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kewajaran dan kesetaraan. Kedua asas operasional tersebut diperlukan untuk mencapai kesinambungan (sustainability) dengan memperhatikan kepentingan para pemangku kepentingan (stakeholders).

2. Operationally, the sharia business refers to two principles. The first principle is the nature and behavior of the Prophet and Apostle in their activities including in conducting business namely shidiq, fathonah, amanah, and tabligh. The second principle is the principle used in the business world in general, namely transparency, accountability, responsibility, professional and fairness and equality. Both of the operational principles are necessary in order to achieve sustainability by taking into account the interests of stakeholders.

Tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) telah dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia sebagai salah satu pondasi perusahaan untuk mencapai visi dan misinya, serta untuk tumbuh secara berkelanjutan (sustainable growth)

Good corporate governance (GCG) has been carried out by Bank Muamalat Indonesia as one of the foundations of Bank Muamalat Indonesia to achieve its vision and mission, as well as for sustainable growth in the future. As a pioneer in the Indonesian Islamic banking, Bank Bank Muamalat 2015 Annual Report

195

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

di masa mendatang. Sebagai pelopor bank syariah di Indonesia, Bank Muamalat Indonesia terus berupaya untuk menjadi perusahaan terbaik dalam mengimplementasikan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) hingga saat ini.

Muamalat Indonesia continues to strive to be the best company in the implementation of Good Corporate Governance (GCG) until now.

Tata kelola perusahaan yang baik akan memastikan pengelolaan aset dilakukan secara hati-hati serta perusahaan akan menjalankan bisnisnya sesuai dengan standar etika yang berlaku dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

Good corporate governance will ensure the management of assets is conducted carefully and the company is running its business in accordance with the ethical standards that apply with high level of transparency and accountability.

Menjadi pelopor perbankan syariah di Indonesia menuntut Bank Muamalat Indonesia untuk terus menempa diri menjadi lebih baik, terus berupaya untuk tumbuh mengikuti perkembangan waktu (modern) dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dan etika bisnis syariah, serta berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat secara profesional sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya.

Being the pioneer of Islamic banking in Indonesia requires Bank Muamalat Indonesia to continue to forge itself to be better, continually strive to grow following the development of time (modern) by upholding the values and ethics of sharia business, as well as contribute to improve the local economy in a professional manner so as to provide real benefits for stakeholders and the society in general.

B. LANDASAN DAN KEBIJAKAN GCG

B. GCG FOUNDATION AND POLICY

Kewajiban untuk melaksanakan serta menyampaikan laporan GCG kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah dijalankan Bank Muamalat Indonesia secara berkesinambungan dengan pelaksanaan yang semakin baik. Hal ini merupakan wujud dari komitmen Bank Muamalat Indonesia dalam melaksanakan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 11/33/PBI/2009 tanggal 7 Desember 2009 dan Surat Edaran (SE) BI No.12/13/DPbS tanggal 30 April 2010 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) terutama Pasal 62 dan Pasal 63 mengenai kewajiban Bank untuk menyampaikan Laporan Pelaksanaan GCG kepada OJK dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, dengan terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 18/POJK.03/2014 tanggal 18 November 2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, maka laporan pelaksanaan tata kelola ini mencakup pula laporan pelaksanaan tata kelola terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan Bank Muamalat Indonesia.

The obligation to carry out and submit a GCG report to Bank Indonesia/ Financial Services Authority, has been performed continuously by Bank Muamalat Indonesia with better implementation. This is a manifestation of the commitment of Bank Muamalat Indonesia in implementing Bank Indonesia Regulation (PBI) No. 11/33/PBI/2009 dated December 7, 2009 and the BI Circular Letter (SE) No. 12/13/ DPbS dated April 30, 2010 on the Implementation of Good Corporate Governance for Islamic Banks (BUS) and Sharia Business Unit (UUS), especially Article 62 and Article 63 on the Bank’s obligation to deliver the GCG Implementation Report to Bank Indonesia (BI) and other stakeholders. In addition, with the publication of the Regulation of Financial Services Authority (POJK) No. 18/POJK.03/2014 dated 18 November 2014 on Integrated Governance for Financial conglomerate, then the implementation of governance statements include statements also implements selected for conglomeration integrated governance Finance of Bank Muamalat Indonesia.

Dalam melaksanakan GCG, Bank Muamalat Indonesia tidak hanya berpedoman pada ketentuan dan peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan GCG sebagaimana disebutkan di atas, namun juga berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan internal antara lain: 1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan; 2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

In implementing GCG, Bank Muamalat Indonesia is not only based on the rules and regulations governing the implementation of GCG as mentioned above, but also based on the internal regulations and applicable laws such as: 1. Law of the Republic of Indonesia No. 21 Year 2011 on the Financial Services Authority; 2. Law of the Republic of Indonesia No. 40 Year 2007 on Limited Liability Company;

196

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah; 4. Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang; 5. Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen; 6. Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2009 tentang Lembaga Penjamin Simpanan; 7. Peraturan Bank Indonesia No. 15/13/PBI/2013 tentang perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 11/3/ PBI/2009 tentang Bank Umum Syariah; 8. Peraturan Bank Indonesia No. 14/27/PBI/2012 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bagi Bank Umum; 9. Peraturan Bank Indonesia No. 13/2/PBI/2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum; 10. Peraturan Bank Indonesia No. 13/23/PBI/2011 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah; 11. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan; 12. Fatwa Dewan Pengawas Syariah-Majelis Ulama Indonesia; 13. Anggaran Dasar PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 14. Board Manual PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 15. Pedoman Umum Good Governance Bisnis Syariah; 16. Pedoman dan Prosedur Pelaksanaan Kepatuhan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 17. Pedoman dan Prosedur Pelaksanaan Good Corporate Governance PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 18. Pedoman dan Prosedur Pelaksanaan Penerapan Anti Pencucian Uang & Pencegahan Pendanaan Terorisme PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 19. Pedoman dan Prosedur Pelaksanaan Penanganan Pelaporan Pengaduan Nasabah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 20. Kode Etik Bankir; dan 21. Ittifaq Muamalat.

3. Law of the Republic of Indonesia No. 21 Year 2008 on Sharia Banking; 4. Law of the Republic of Indonesia No. 8 Year 2010 on the Prevention and Eradication of Money Laundering; 5. Law of the Republic of Indonesia No. 8 Year 1999 on Consumer Protection; 6. Law of the Republic of Indonesia No. 24 Year 2004 as amended by Law No. 7 Year 2009 on the Deposit Insurance Agency; 7. Bank Indonesia Regulation No. 15/13/PBI/2013 on the amendment of Bank Indonesia Regulation No. 11/3/ PBI/2009 on Sharia Banking; 8. Bank Indonesia Regulation No. 14/27/PBI/2012 on the Implementation of Anti Money Laundering and Prevention of Terrorism Financing for Commercial Banks; 9. Bank Indonesia Regulation No. 13/2/PBI/2011 on the Implementation of the Compliance Function of Commerical Banks; 10. Bank Indonesia Regulation No. 13/23/PBI/2011 on the Implementation of Risk Management for Islamic Banks and Sharia Business Units; 11. Financial Services Authority Regulation No. 1/ POJK.07/2013 on Consumer Protection in the Financial Services Sector; 12. Decree of the Sharia Supervisory Board- Majelis Ulama Indonesia; 13. Articles of Association of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 14. Board Manual of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 15. Sharia Business Good Governance General Guidelines; 16. Guidelines and Procedures for the Implementation of Compliance of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 17. Guidelines and Procedures for the Implementation of Good Corporate Governance of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 18. Guidelines and Procedures for Application of AntiMoney Laundering and Prevention of Terrorism Financing of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 19. Guidelines and Procedures for the Implementation of Customer Complaints Handling of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk; 20. Bankers’ Code of Ethics; and 21. Ittifaq Muamalat.

Adapun pengertian inti dari Muamalat Spirit adalah semangat yang di dalamnya terdapat prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, profesional, fairness dan sikap kepedulian yang dijalankan melalui pengabdian serta ketaatan kepada Allah SWT. Karena hal itu, Bank Muamalat Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelaksanaan GCG dan Muamalat Spirit ini diseluruh tingkatan dan jenjang organisasi. Selain Muamalat Spirit, dalam proses transformasinya dalam memperbaiki layanan kepada nasabah, Bank Muamalat Indonesia mengganti logo pada tahun 2012 yang ditujukan untuk membangun, merevitalisasi dan meremajakan

The core notion of Muamalat Spirit is the spirit in which the GCG principles of transparency, accountability, responsibility, professional, fairness and caring attitude are performed through the devotion and obedience to Allah SWT. Because of this, Bank Muamalat Indonesia is committed to continuously improve the implementation of GCG and Muamalat Spirit in all levels and ranks of the organization. Besides Muamalat Spirit, in the process of transformation to improve the services to its customers, Bank Muamalat Indonesia replaced its logo in 2012. The replacement of the logo aimed to continuously build, revitalize and rejuvenate its image, transforming into a

Bank Muamalat 2015 Annual Report

197

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

citranya secara kontinyu bertransformasi menjadi bank yang modern ditengah masyarakat yang dinamis. Logo baru Bank Muamalat Indonesia didominasi oleh warna hijau dan ungu merepresentasikan upaya pionir perbankan syariah ini untuk menyatukan spirit emosional dan komersial, sehingga keduanya menyatu harmonis dalam mendukung strategi bisnis Bank Muamalat Indonesia dan menciptakan pengalaman baru berbank syariah.

modern bank in the dynamic community. The new logo of Bank Muamalat Indonesia is dominated by green and purple representing the efforts of this pioneer of Islamic banking to unite the emotional and commercial spirit, so that both will be able to blend harmoniously in favor of Bank Muamalat Indonesia’s business strategy and create new experiences in sharia banking.

C. VISI DAN MISI INDONESIA

MUAMALAT

C. THE VISION AND MISSION OF BANK MUAMALAT INDONESIA

Pada tahapan awal perkembangannya, Bank Muamalat Indonesia menetapkan untuk lebih fokus menggarap pasar emosional. Namun disadari, untuk dapat tumbuh lebih cepat, sehat dan unggul, juga mempertimbangkan tingkat persaingan dalam industri perbankan yang semakin ketat, Bank Muamalat Indonesia dirasakan perlu untuk memperluas target pasarnya dengan masuk ke segmen pasar rasional. Masuk ke segmen pasar yang lebih luas merupakan pilihan yang rasional jika Bank Muamalat Indonesia ingin mempertahankan eksistensinya serta dapat bersaing dengan Bank Syariah maupun Bank Konvensional.

In the early stages of development, Bank Muamalat Indonesia set to focus more work on emotional market. But we realize, to be able to grow faster, healthier and superior, also consider the level of competition in the banking industry intensifies, Bank Muamalat Indonesia was felt necessary to expand its target market to enter into a rational market segment. Sign into broader market segments is a rational choice if Bank Muamalat Indonesia would like to maintain its existence and can compete with Islamic Banking and Conventional Banks.

Namun demikian, untuk masuk ke segmen pasar rasional, tentu diperlukan strategi dan prasyarat yang berbeda dibandingkan dengan pasar emosional. Bank Muamalat Indonesia perlu memperbaiki aspek-aspek mendasar untuk dapat bersaing di segmen pasar rasional tersebut. Ada setidaknya enam elemen kunci yang perlu diperbaiki sebagai prasyarat untuk dapat berkompetisi di segmen pasar rasional yaitu: (i) positioning, (ii) produk, (iii) distribusi, (iv) operasional, (v) teknologi informasi dan (vi) manajemen risiko. Perbaikan pada enam elemen tersebut ditambah dengan penerapan terhadap prinsip-prinsip syariah akan menjadi nilai tambah bagi Bank Muamalat Indonesia untuk dapat menggarap segmen pasar rasional secara lebih optimal.

However, to enter the market segment of the rational, of course the necessary strategies and prerequisites are different compared to the emotional market. Bank Muamalat Indonesia need to improve the fundamental aspects to be competitive in the rational market segment. There are at least six key elements that need to be fixed as a prerequisite to be able to compete in the market segment rational, namely: (i) positioning, (ii) the product, (iii) distribution, (iv) operations, (v) information technology and (vi) risk management. Improvements in six of these elements coupled with the application of the principles of sharia will be an added value for the bank to be able to work on a rational market segments optimally.

Seiring dengan tantangan industri yang semakin berkembang, di akhir Tahun 2014, Bank Muamalat Indonesia mulai merumuskan kembali visi dan misi yang dinilai sesuai dengan tantangan globalisasi kedepan seperti penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN di sektor finansial. Proses redefinisi visi dan misi tersebut juga melibatkan pandangan dari top management Bank Muamalat Indonesia untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik mengenai arah dan langkah Perusahaan kedepannya. Adapun proses redefinisi visi dan misi tersebut telah menghasilkan Visi dan Misi Bank Muamalat Indonesia yang baru yaitu:

Along with the growing challenges of the industry, at the end of 2014, Bank Muamalat Indonesia began to redefine the vision and mission are assessed in accordance with the future challenges of globalization such as the implementation of the ASEAN Economic Community in the financial sector. The process of redefinition of the vision and the mission also involves the views of top management of the bank to get a better idea about the direction and move the Company forward. The process of redefinition of the mission and vision have resulted in Vision and Mission of the new Bank Muamalat Indonesia namely:

1. Visi Bank Muamalat Indonesia

1. The Vision of Bank Muamalat Indonesia

BANK

Visi Bank Muamalat Indonesia adalah ”Menjadi Bank Syariah Terbaik dan 10 Bank Terbesar di Indonesia

198

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

The Vision of Bank Muamalat Indonesia is to be “Becoming the Best Islamic Bank and the 10 Largest

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

dengan Kehadiran Regional yang Kuat”, dengan slogan “M10-Y25” yang merupakan singkatan dari “Bank Muamalat Indonesia Top 10 Bank di Tahun 2025”.

2. Misi Bank Muamalat Indonesia Misi Bank Muamalat Indonesia adalah “Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang Islami dan profesional serta orientasi investasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan”.

Banks in Indonesia with a Strong Regional Presence”, with slogan “M10-Y25” which stands for “Bank Muamalat Indonesia Top 10 Banks in 2025”.

2. The mission Indonesia

of

Bank

Muamalat

Bank Muamalat Indonesia mission is “Building a superior Islamic financial institutions and sustainable with an emphasis on entrepreneurial spirit based on the precautionary principle, the superiority of Islamic human resources and professional and innovative investment orientation, to maximize value for all stakeholders”.

D. ARAH KEBIJAKAN BANK

D. BANK POLICY DIRECTION

Bank Muamalat Indonesia telah menetapkan secara jelas tahapan strategi pengembangan jangka panjang (BMI Long Term Development Plan) untuk tahun 2015-2025 sesuai dengan visi Bank Muamalat Indonesia. Strategi pengembangan jangka panjang tersebut meliputi tiga tahapan yaitu:

Bank Muamalat Indonesia has clearly set the long-term development strategy (BMI Long Term Development Plan) for the year 2015 to 2025 in accordance with the vision of Bank Muamalat Indonesia. The Stages of a long-term development strategies are including three stages:

1. Mindset Reform and Infrastucture Development pada tahun 2015-2017;

1. Mindset Reform and Infrastructure Development in 2015-2017;

Pada periode 2015-2017, Bank Muamalat Indonesia melakukan redefinisi budaya organisasi dengan tujuan agar Bank Muamalat Indonesia memiliki budaya kerja yang positif, sehat dan lebih baik dari sebelumnya, disisi lain pengembangan infrastruktur juga menjadi fokus manajemen sebagai fondasi yang kokoh guna menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pada tahapan ini, program yang akan dikembangkan antara lain meningkatkan koordinasi antara pemegang saham dan manajemen dalam hal penyusunan rencana dan target bank, tata kelola biaya yang baik dengan tetap mengutamakan efisiensi, penyampaian laporan yang tepat dan cepat serta fokus terhadap “Bad Bank Management” untuk meminimalisir pembiayaan bermasalah dan optimalisasi perbaikan kolektibilitas dari pembiayaan bermasalah.

In the period 2015-2017, Bank Muamalat Indonesia will redefine organizational culture in order for Bank Muamalat Indonesia to has a positive work culture, healthy and better than ever, on the other hand infrastructure development is also the focus of management as a solid foundation in order to support the growth of sustainable business. At this stage, the program will be developed by improving coordination between shareholders and management in terms of planning and the target bank, governance good cost while maintaining the efficiency, delivery reports are accurate and fast as well as focus on the “Bad Bank Management” to minimize financing problems and optimization improvements collectability of financing problems.

2. Outpace the Market pada tahun 20182020;

2. Outpace the Market in the years 2018 to 2020;

Pada periode 2018-2020, setelah memperkokoh fondasi bisnis guna menopang pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahapan sebelumnya, tahap berikutnya adalah mengoptimalisasikan bisnis untuk memperkuat penetrasi pasar. Tahapan ini adalah tahap awal dari aspirasi untuk menjadi leader di industri perbankan syariah dari sisi kinerja dan layanan dengan target pangsa pasar mencapai 40% di tahun 2020, serta meningkatkan pangsa pasar di perbankan nasional dengan fokus Bank Muamalat Indonesia dapat menjadi salah satu dari 15 Bank terbaik di Indonesia.

In the period 2018-2020, after strengthening business foundation in order to sustain continuous growth in the previous stage, the next stage is to optimize the business to strengthen its market penetration. This stage is the initial stage of aspiration to become a leader in the Islamic banking industry in terms of performance and service to the target market share of 40% by 2020, and to increase market share in the national banking system with the focus of Bank Muamalat Indonesia can be one of the 15 Best Bank in Indonesia ,

Bank Muamalat 2015 Annual Report

199

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

3. Sustain Leadership Position in Islamic Banking pada tahun 2021-2025.

3. Sustain Leadership Position in Islamic Banking in the year 2021-2025.

Pada periode 2021-2025, Bank Muamalat Indonesia didorong untuk menjadi bank Syariah pilihan melalui pemeliharaan budaya kerja yang positif, didukung dengan produk-produk yang inovatif, pemenuhan terhadap aspek syariah sebagai nilai lebih, teknologi yang mendukung fokus bisnis dan optimal melayani kebutuhan nasabah. Upaya tersebut akan dilakukan secara serius, intensif dan berkelanjutan, terutama ditujukan untuk meningkatkan daya saing Bank Muamalat Indonesia. Hal ini merupakan langkah Bank Muamalat Indonesia untuk menjadi market leader sebagai bank syariah terbaik di industri perbankan syariah, serta meningkatkan posisi Bank Muamalat Indonesia untuk menjadi Top 10 Bank di Indonesia. Pada tahap ini, Bank Muamalat Indonesia diharapkan menjadi Bank ASEAN yang memiliki operasi perbankan yang sangat efisien dengan penerapan sistem akuntansi syariah yang berbasis internasional, serta menjadi bank dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi.

In the 2021-2025 period, Bank Muamalat Indonesia will move towards becoming the Islamic bank of choice with emphasis on positive work culture, innovative products, fulfilment of sharia principles as an added value, and the utilization of technology in support of business focus and optimum service of customers’ needs. These efforts would be pursued earnestly, intensively and sustainably, the primary objective being to increase the competitiveness of Bank Muamalat Indonesia. These represent efforts by Bank Muamalat Indonesia to become a market leader as the best Islamic bank in the Islamic banking industry, as well as improve the position of Bank Muamalat Indonesia among the Top 10 Banks in Indonesia. At this stage, Bank Muamalat Indonesia is expected to become an ASEAN bank with highly efficient banking operations, the application of international standard in sharia-based accounting systems, and strict adherence to prudent banking principle.

Sustain Leadership Position in Islamic Banking Outpace the Market Mindset Reform and Infrastructure Development The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with strong Regional Presence Top 15 Bank in Indonesia with Sustainable Market Growth and Highly Profitable Healthy & Exellent Executor of Islamic Banking Services

2020-2025

2018-2020

2015-2017

E. BUDAYA PERUSAHAAN Dari beberapa definisi Budaya Perusahaan yang dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa budaya perusahaan adalah suatu pola asumsi dasar yang dimiliki oleh anggota perusahaan yang berisi nilainilai, norma-norma dan kebiasaan yang mempengaruhi pemikiran, pembicaraan, tingkah laku, dan cara kerja karyawan sehari-hari, sehingga akan bermuara pada kualitas kinerja perusahaan. Dengan demikian, budaya perusahaan merupakan solusi yang secara konsisten dapat berjalan dengan baik, bagi sebuah kelompok dalam menghadapi persoalan-persoalan di dalam dan di

200

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

E. CORPORATE CULTURE Based on several definitions of corporate culture put forward by the experts, it can be concluded that the corporate culture is a pattern of basic assumptions that are owned by members of the company that provides the values, norms and habits that influence the thinking, speech, behavior, of employees doing everyday, so it will lead to the quality of the performance of the company. Thus, the corporate culture is a solution that can consistently run well, for a group in the face of problems inside and outside the Company. The culture of Bank Muamalat Indonesia as the first Islamic bank in

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

luar kelompoknya. Budaya Perusahaan Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan akidah sesuai prinsip syariah, menjunjung praktik kejujuran sejak awal rekrutmen, serta larangan menerima imbalan dalam bentuk apapun dari para nasabah dan mitra kerja. Selain itu Bank Muamalat Indonesia juga sangat tegas dalam menyikapi risiko reputasi yang ditimbulkan karyawan akibat perilaku yang tidak sesuai dengan tatanan budaya, etika, dan hukum dan didukung oleh visi dan misi yang jelas. Selain itu pengangkatan staf dan pejabat yang akan memangku jabatan harus melalui prosesi sumpah jabatan secara lisan dan tertulis tentang pernyataan tujuh perilaku sebagai pedoman perilaku (code of conduct) yang harus dipertanggungjawabkan dengan janji untuk: • Mentaati peraturan perundang-undangan dan ketentuan Perusahaan; • Memegang teguh rahasia Bank dan Perusahaan; • Tidak menerima hadiah dalam bentuk apapun terkait tugas dan jabatan; • Menjunjung kehormatan Perusahaan dan karyawan; • Bekerja sesuai dengan prinsip syariah; • Berpegang teguh pada akhlak Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari; dan • Senantiasa menjunjung tinggi etika bisnis yang berorientasi kepada kemaslahatan, khususnya kepuasan nasabah dan segenap pemangku kepentingan.

Indonesia upholds moral values and creed according to islamic principles, uphold the practice of honesty from the start of recruitment, as well as the prohibition of remuneration of any kind from customers and partners. In addition, Bank Muamalat Indonesia is also very firm in addressing the risks posed reputation due to the behavior of employees who are not in accordance with the order of culture, ethics, and law and supported by a clear vision and mission. In addition appointment of staff and officials who will assume office must be through the procession oath orally and in writing on the statement of the seven behavior as the code of conduct that must be accounted for with a promise to: • Complying with legislation and regulation of the Bank; • uphold the secrecy of Banks and Companies; • Do not accept gifts of any kind related to doing duties and occupation; • Upholding the honor of the company and its employees; • Working in accordance with Islamic principles; • Strict adherence to Islamic morals in daily life activities; and • Always upholds business ethics oriented to the welfare, in particular the satisfaction of customers and all stakeholders.

F. PRINSIP-PRINSIP GCG BANK MUAMALAT INDONESIA

F. THE GCG PRINCIPLES MUAMALAT INDONESIA

Prinsip-prinsip mengenai tata kelola perusahaan secara Islami (Syariah) dan sesuai dengan praktik-praktik terbaik yang berlaku di perbankan nasional maupun internasional serta nilai-nilai yang ada di Bank Muamalat Indonesia, merupakan dasar bagi Bank Muamalat Indonesia untuk terus berupaya menjadi Bank terbaik dalam penerapan GCG selama ini. Sebagai pelopor Bank Syariah di Indonesia, selain melaksanakan ke 5 (lima) aspek yang terdiri dari keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), tanggung jawab (responsibility), profesional (professional) dan kewajaran/kesetaraan (fairness), Bank Muamalat Indonesia menambahkan 1 (satu) aspek yaitu sikap kepedulian (social awareness) sebagai bagian dari bentuk tanggung jawab perusahaan (Corporate Social Responsibility) Bank Muamalat Indonesia.

The principles of Islamic (Sharia) Corporate Governance and in accordance with the best practices applicable in national and international banking as well as the values that exist in Bank Muamalat Indonesia, becomes the basis for Bank Muamalat Indonesia to continue to be the best Bank in the implementation of GCG all this time. As a pioneer of Islamic Banking in Indonesia, in addition to implementing the 5 (five) aspects which consist of: transparency, accountability, responsibility, professional and fairness/equity, Bank Muamalat Indonesia added 1 (one) aspects namely social awareness as part of the corporate social responsibility of Bank Muamalat Indonesia.

Adapun nilai-nilai dimaksud tercermin dari aspek-aspek sebagai berikut:

The values reffered are reflected from these following aspects:

1. Keterbukaan (Transparency)

1. Transparency

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat (hak/informasi) kepada yang berhak menerimanya”. (QS. An-Nisa: 58)

OF

BANK

“Indeed, Allah commands you to render trusts to whom they are due” (QS. An-Nisa: 58)

Bank Muamalat 2015 Annual Report

201

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Keterbukaan (Transparency) mengandung unsur pengungkapan (disclosure) dan penyediaan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas dan akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan masyarakat.

Transparency contains the elements of disclosure and the provision of information in a timely, adequate, clear and accurate manner as well as comparable and easily accessed by the stakeholders and the public.

Bank Muamalat Indonesia dan segenap jajaran Manajemen selalu berupaya untuk menjamin adanya keterbukaan dalam menyampaikan informasi materiil dan relevan serta keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan mengenai Bank Muamalat Indonesia serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya.

Bank Muamalat Indonesia and all levels of its management always seeks to ensure transparency in conveying the material and relevant information and transparency in the decision making process and on Bank Muamalat Indonesia as well as easily accessed by the stakeholders in accordance with their rights.

Kebijakan Bank Muamalat Indonesia dibuat secara tertulis dan dikomunikasikan kepada segenap Stakeholders yang berhak memperoleh informasi mengenai hal tersebut. Keterbukaan tidak hanya mengungkapkan informasi yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal penting dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan ketentuan syariah, tanpa mengurangi kewajiban Bank untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan organisasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bank Muamalat Indonesia policy is made in writing and communicated to all stakeholders who are entitled to obtain the information. Transparency does not only mean the disclosure of information required by the legislation, but it is also important in the decisionmaking process in accordance with the provisions of Sharia, without reducing the Bank’s obligation to comply with the provision on the confidentiality of the organization in accordance to the legislation in force.

2. Akuntabilitas (Accountability)

2. Accountability

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu pengetahuan)” (QS Al-Fathir: 28)

“Indeed the fear of Allah among His servants, only scholars (those who have knowledge)” (QS Al-Fathir: 28)

“Adakah sama orang yang berilmu pengetahuan dengan yang tidak berilmu pengetahuan” (QS Az-Zumar: 9)

“Are those who know equal to those who do not know?” (QS Az-Zumar:9)

“Allah mengangkat derajat orang yang beriman diantara kamu dan orang yang memiliki ilmu pengetahuan beberapa derajat. Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu lakukan” (QS Al-Mujaadilah: 11)

“Allah will raise those who have believed among you and those who were given knowledge, by degrees. And Allah is Acquinted with what you do.” (QS Al-Mujaadilah: 11)

mengandung Akuntabilitas (Accountability) unsur kejelasan fungsi dalam organisasi dan cara mempertanggungjawabkannya sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif. Manajemen Bank Muamalat Indonesia harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu bisnis Bank Muamalat Indonesia harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan pelaku bisnis dengan tetap memperhitungkan kepentingan para pemangku kepentingan.

Accountability contains the elements of clarity of functions within the organization and the way to hold responsible thus management can run effectively. Bank Muamalat Indonesia’s Management must be accountable for the performance transparently and fairly. To that end, the business of Bank Muamalat Indonesia should be properly managed, measured and should be in accordance with the interests of the business player while taking into account the interests of stakeholders.

3. Tanggung Jawab (Responsibility)

3. Responsibility

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”(QS Al-Muddatsir: 38)

“Every soul, for what it has earned, will be retained.” (QS Al-Muddatsir: 38)

Tanggung Jawab (Responsibility) mengandung unsur kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan

Responsibility contains the elements of compliance with the legislations and internal regulations as

202

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

dan ketentuan internal serta tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan. Responsibilitas diperlukan agar dapat menjamin terpeliharanya kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai warga korporasi yang baik/good corporate citizen.

well as the responsibility towards the society and the environment. Responsibility is needed in order to guarantee the maintenance of the long-term sustainability of the business and to gain recognition as a good corporate citizen.

Bank Muamalat Indonesia dan segenap Jajaran Bank Muamalat Indonesia dalam bertindak selalu berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian dan adanya kesesuaian pengelolaan bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip pengelolaan bank yang sehat, dengan tetap menyadari segala risiko dan implikasi negatif yang mungkin ditimbulkan oleh tindakannya. Bank Muamalat Indonesia dan Jajaran Bank Muamalat Indonesia harus selalu mengingat kepentingan seluruh stakeholders dalam menjalankan fungsinya dan menetapkan kebijaksanaan atau mengambil keputusan.

Bank Muamalat Indonesia and the entire levels of Bank Muamalat Indonesia always uphold the principles of prudence in all of its actions as well as the conformity of the Bank’s management with the applicable legislations and the principles of sound bank management, while remained aware of all the possible risks and negative implications caused by its actions. Bank Muamalat Indonesia and the entire levels of Bank Muamalat Indonesia must always consider the interests of all stakeholders in carrying out its functions and determine policies or make decisions.

4. Profesional (Professional)

4. Professional

“Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR Abu Daud)

“Whoever imitate a people, then it belonged to them” (HR Abu Dawud)

“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang apabila mengerjakan sesuatu pekerjaan, dilakukan secara profesional (itqon)” (HR Albany)

“Trully, God loves someone who carries out work in a professional manner (itqon)” (HR Albany)

Profesional yaitu memiliki kompetensi, mampu bertindak obyektif, dan bebas dari pengaruh/tekanan dari pihak manapun (independen), bebas dari benturan kepentingan serta memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan Bank Muamalat Indonesia.

Professional namely possessing competence, able to act objectively, and free of the influence/ pressure from other parties (independent), free of conflicts of interest and posseses a strong commitment to develop Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia dan seluruh jajaran Manajemen menjamin bahwa Bank Muamalat Indonesia dikelola secara profesional tanpa adanya benturan kepentingan dan dapat menghindari pengaruh/tekanan dari pihak manapun (independen) yang tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. Implementasi prinsip profesional dan kemandirian dilaksanakan oleh Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia and all levels of the Management ensure that Bank Muamalat Indonesia is managed in a professional manner without any conflicts of interest and can avoid the influence/ pressure from other parties (independent) which are not in accordance with the legislations in force and the principles of sound corporation. Implementation of the principles of professional and independence are carried out by Bank Muamalat Indonesia.

5. Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness)

5. Fairness

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk berlaku adil dan berbuat kebaikan” (QS An-Nahl: 90).

“Indeed, Allah orders justice and good conduct”. (QS An-Nahl: 90).

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu...” (QS An-Nisa:135)

“O you who believed, be persistently standing firm in justice, witnesses of Allah, even if it be against yourselves or parents and relatives...”(QS An-Nisa:135)

Kewajaran dan kesetaraan (fairness) mengandung unsur perlakuan yang adil dan kesempatan yang sama

Fairness and equality contain the elements of fair treatment and equal opportunity in accordance with its

Bank Muamalat 2015 Annual Report

203

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

sesuai dengan proporsinya dalam memenuhi hakhak pemangku kepentingan berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kesetaraan mengandung unsur kesamaan perlakuan dan kesempatan, sehingga senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham, nasabah dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan dari masing-masing pihak yang bersangkutan.

proportion in fulfilling the rights of stakeholders under the agreement and the legislation in force. Equality contains the elements of similarity of treatment and opportunity, thus always consider the interests of shareholders, customers and other stakeholders based on the principles of fairness and equality of each of the parties concerned.

Bank Muamalat Indonesia dan segenap Jajaran Bank Muamalat Indonesia bertindak dengan memperhatikan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan bagi semua pihak yang meliputi tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: a. Bank Muamalat Indonesia menerapkan prinsip kewajaran yang diimplementasikan sebagai keadilan dan kesetaraan (equal treatment) di dalam memenuhi hak-hak Stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundangundangan yang berlaku. b. Bank Muamalat Indonesia menjamin bahwa setiap pihak yang berkepentingan (Stakeholders) akan mendapatkan perlakuan yang setara tanpa diskriminasi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Bank Muamalat Indonesia and the entire levels of Bank Muamalat Indonesia act with due regard to the principles of justice and equality for all parties including but not limited to the following: a. Bank Muamalat Indonesia applies the principle of fairness which is implemented as justice and equality (equal treatment) in fulfilling the rights of the Stakeholders arising under the agreement and the legislations in force. b. Bank Muamalat Indonesia ensures that all the parties interested (stakeholders) will receive equal treatment without discrimination in accordance with the legislations in force.

6. Sikap Kepedulian (Social Awareness)

6. Social Awareness

“Dan saling tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah amat berat”. (QS Al-Maidah: 2)

“And cooperate in righteousness and piety, but do not cooperate in sin and aggression”.(QS Al-Maidah: 2)

Sikap Kepedulian yaitu rasa peduli kepada masyarakat yang kurang beruntung dan lingkungan, yang dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan kemanusiaan dan sosial sebagai wujud dari pertanggungjawaban sosial Bank Muamalat Indonesia kepada masyarakat dan lingkungan.

The caring attitude is the concern to the disadvantaged communities and the environment, which is reflected by performing various forms of humanitarian and social activities as a form of Bank Muamalat Indonesia’s social responsibility to the society and the environment.

Sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dalam Pasal 15 (b) antara lain disebutkan bahwa: “Setiap penanaman modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan”. Disamping itu sesuai dengan peraturan dan ketentuan GCG yang berlaku antara lain disebutkan bahwa setiap bank wajib menginformasikan dalam laporan GCG bank yang bersangkutan tentang Penyaluran dana untuk kegiatan sosial. Untuk pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan tanggung jawab sosial Bank Muamalat Indonesia kepada masyarakat dilakukan dengan bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) agar penyaluran CSR dapat tepat sasaran dan tepat tujuan.

As mandated by the Law of the Republic of Indonesia Number 25 Year 2007 regarding Capital Investment, in Article 15 (b), among others, is stated that: “All capital investment is obliged to carry out corporate social responsibility”. Besides, in accordance with the applicable GCG rules and regulations which among others mention that each bank is obliged to inform the distribution of funds for social activities in the GCG report. In the implementation of Bank Muamalat Indonesia’s Corporate Social Responsibility/ CSR to the community, the Bank cooperates with Baitulmaal Muamalat (BMM) so that the distribution of CSR can be precisely targeted and have appropriate objectives.

204

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

G. STRUKTUR KELOLA

DAN

MEKANISME

TATA

G. GOVERNANCE STRUCTURE MECHANISM GCG

AND

Pelaksanaan GCG yang telah dilakukan Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2015 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan GCG yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam melaksanakan GCG tersebut, struktur organisasi tata kelola Bank Muamalat Indonesia yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi dan KomiteKomite di bawah Dewan Komisaris dan Direksi bekerja sesuai dengan lingkup tugas, tanggung jawab, serta fungsinya masing-masing sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Atas dasar prinsip independensi, itikad baik dan profesionalisme, seluruh organ Perseroan berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG dan menjadi panutan bagi seluruh lini organisasi Bank Muamalat Indonesia.

Implementation undertaken by the Bank Muamalat Indonesia in continuation 2015 was an implementation of GCG that has been applied in previous years. In implementing GCG, the organizational structure of the governance of Bank Muamalat Indonesia, which consists of a General Meeting of Shareholders (AGM), the Board of Commissioners, the Sharia Supervisory Board, the Board of Directors and Committees under the Board of Commissioners and Board of Directors work in accordance with the scope of duties, responsibilities, as well as their respective functions in accordance with the provisions inforce. Based on basic principle of independence, good faith and professionalism, whole organs strive to implement the principles of good corporate governance and a role model for the entire organization lines of Bank Muamalat Indonesia.

Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi No. 289/DIR/KPTS/ VII/2015 tentang Struktur Organisasi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang berlaku efektif tanggal 3 Agustus 2015, maka struktur organisasi Bank Muamalat Indonesia sebagai berikut:

According to Directors Decision Letter No. 289/DIR/KPTS/ VII/2015 regarding Organizational Structure of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, which became effective on August 3th, 2015, regarding the organization structure of Bank Muamalat Indonesia as following:

Struktur Organisasi of PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Organization Structure of PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk.

General Meeting of Shareholders

Sharia Supervisory Board

Board of Directors

Board of Commissioners Nomination & Remuneration Committee

Deputy Directors Audit Committee

Committee

Divisions

Risk Monitoring Committee

Corporate Governance Committee

Bank Muamalat 2015 Annual Report

205

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Struktur Organisasi of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Organization Structure of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. President Director

Retail Banking Director

Corporate Banking Director

Compiance & Risk Management Director

Finance Director

Deputy Director Distribution Network Management

Deputy Director Operation Management

Deputy Director Special Asset Management

Network Support Management Division

Domestic Operation Division

Corporate Remedial Mgt. Division-Line 1

SME & Micro Bussiness Division

Financial Institution & International Banking

Enterprise Risk Management Division

Strategic Planning Division

Internal Audit Division

International Banking Operation Division

Corporate Remedial Mgt. Division-Line 2

Consumer Business Division

Treasury Division

Comsumer Risk Management Division

Financial Control Division

Human Capital Division

Enterprise Asset Manangement Division

Corporate Non Restructure Remedial Division

Mass Banking Division

Corporate Banking Division 1

Operational Risk Management Division

Accounting Tax & Reporting Division

Corporate Communication Division

Procurement & General Service Division

Commercial Remedial Mgt. Division

SME & Micro Business Division

Corporate Banking Division 2

Corporate Legal Division

Wholesale Risk Management Division

Corporate Secretary

Customer Value Center Division

Retail Collection Management Division

E-Business Manangement Division

Commercial banking division

Complance Divisions

Retail Risk Management Division

Strategic Change Management Office Division

Financing Support Division

Remedial & CollectionSupport Division

Marketing Communication Division

Transactional Banking Division

Pension Fund ( DPLK Muamalat)

Special Asset Risk Management Division

Anti Fraud Division

Information Technology Division

ALIF (Al Ijarah Indonesia Finance

Corporate Funding Division

Takaful Insurance

Corporate Financial Division

MI (Muamalat Institute)

Asset Quality Management Division

BMM (Baitulmaal Muamalat)

People Committee

IT Steering Committee

Financing Policy Committee

ALCO

Risk Management Committee

BOD Committees Deputy Director Subsidiaries Specialist (Division Level)

Deputy Director Treasury & International Banking

Cost Manangement Committee

Divisions

Corporate Banking Specialist

Summary 5 Director 4 Deputy Director 46 Divisions 1 Specialist (Division Level) 5 Subsidiaries

Struktur organisasi tersebut dilakukan penyempurnaan secara terus menerus dan diharapkan Bank Muamalat Indonesia dapat semakin meningkatkan performance pelaksanaan tata kelola perusahaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

With this structure of the organization, it still needs to be improved continuously and Bank Muamalat Indonesia is expected to further improve corporate governance performance to be better than ever.

H. SELF ASSESSMENT PELAKSANAAN GCG

H. SELF ASSESSMENT OF GCG IMPLEMENTATION

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 11/33/ PBI/2009 dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No. 12/13/ DPbS perihal Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 8/POJK.03/2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Syariah dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 10/SEOJK.03/2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan unit Usaha Syariah, dan dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan GCG di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi perusahaan, Bank Muamalat Indonesia setiap semester melakukan self assessment secara komprehensif terhadap kecukupan pelaksanaan GCG secara individual . Adapun hasil self assessment GCG semester I dan II tahun 2015 adalah sebagai berikut:

Based on Bank Indonesia Regulation (PBI) No. 11/33/PBI/ 2009 and Circular Letter of Bank Indonesia (SEBI) No. 12/13/DPbS concerning Implementation of Good Corporate Governance (GCG) of Sharia Bank and Sharia Business Unit, Financial Services Authority Regulation No. 8/POJK.03/ 2014 Assessment of Commercial Banks Sharia and Sharia Unit and the Financial Services Authority Circular No. 10/ SEOJK.03/2014 About Bank Rating Sharia and Sharia unit, and in order to improve the quality of GCG implementation at all levels of organization of the company, Bank Muamalat Indonesia in each semester has done a comprehensive selfassessment of the adequacy of the implementation of GCG in the following factors:

206

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Self Assessment GCG Individual Semester I 2015 Peringkat Rating Individual

3

Definisi Peringkat

Explanation on Ranking

Mencerminkan Manajemen Bank telah melakukan penerapan Good Corporate Governance yang secara umum cukup baik. Hal ini tercermin dari penerapan atas prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang cukup memadai. Apabila terdapat kelemahan dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance maka secara umum kelemahan tersebut cukup signifikan dan memerlukan perhatian yang cukup dari manajemen Bank.

The Bank’s Management has undertaken a generally satisfactory implementation of Good Corporate Governance (GCG), as reflected in the adequate implementation of GCG principles. Any weaknesses found in the implementation of GCG principles are generally not significant and could be resolved through normal measures by the Bank’s Management.

Analisis | Analysis Dengan memperhatikan kertas kerja self assessment secara komprehensif dan terstruktur, mencakup baik governance structure, governance process dan governance outcome dapat diidentifikasi mengenai permasalahan berupa kelemahan dan penyebabnya root caused dan kekuatan pelaksanaan Good Corporate Governance sebagai berikut:

A comprehensive and structured analysis of the workpapers in aspects of governance structure, governance process and governance outcome resulted in the identification of the weaknesses and their root cause as well as strengths in the implementation of Good Corporate Governance, as follows:

Faktor kekuatan pelaksanaan Good Corporate Governance PT Bank Muamalat Indonesia Tbk adalah:

The strength factors in the GCG implementation at PT Bank Muamalat Indonesia Tbk are:

1. Governance Structure

1. Governance Structure

a. Struktur Organisasi Bank Muamalat Indonesia telah lengkap dan susunan Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, Satuan Kerja Audit Intern dan Satuan Kerja Kepatuhan Bank telah sesuai dengan ketentuan. b. Infrastruktur tata kelola Bank berupa Kebijakan dan Prosedur Bank, Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing struktur organisasi telah memadai dan mendukung kegiatan usaha Bank. c. Anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah memiliki kompetensi yang memadai dan relevan dengan jabatannya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya serta mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.

a. Bank Muamalat Indonesia has a complete governance structure as required by regulations, comprising of the Board of Commissioners, the Board of Directors, the Sharia Supervisory Board, Internal Audit, and the Compliance Unit. b. Bank Muamalat Indonesia has adequate governance infrastructure in the form of procedures and policies, duties and functions of each organization, in support of the Bank’s business activities. c. The members of the Board of Commissioners, Board of Directors and Sharia Supervisory Board all possess adequate competences relevant to their respective positions, and capable of implementing their competences in carrying out their duties and responsibilities.

2. Governance Process a. Direksi telah menjalankan tugas dan fungsinya tanpa intervensi dari pemegang saham dan telah menetapkan keputusan strategis melalui mekanisme rapat Direksi yang diselenggarakan secara rutin 1 (satu) minggu sekali. b. Direksi telah melakukan identifikasi permasalahan dan melakukan upaya-upaya perbaikan terhadap beberapa indikator kuantitatif dengan harapan hasilnya akan dapat memperbaiki kinerja Bank secara bertahap antara lain Non Performing Financing, Capital Adequacy Ratio, Rentabilitas dan Efisiensi. Upaya-upaya tersebut antara lain: 1. Menetapkan visi misi baru 2. Menyempurnakan struktur organisasi antara lain memisahkan fungsi financing risk (pengambilan keputusan) menjadi di bawah Finance Director untuk memperkuat penerapan four eyes principle. 3. Menata ulang kewenangan pemutus pembiayaan. 4. Memperbaiki kebijakan dan prosedur pembiayaan sehingga lebih tertata baik dan prudent. 5. Melakukan identifikasi terhadap beberapa permasalahan dan secara bertahap sedang dilakukan perbaikan antara lain: a. kualitas pembiayaan secara one debtor concept. b. pembiayaan bermasalah dan restrukturisasi pembiayaan. c. integritas data. 6. Menata ulang fokus bisnis, target market dan portofolio penghimpunan dana dan penyaluran dana. 7. Melakukan business review secara berkala melibatkan seluruh divisi dan unit bisnis terkait. 8. Komite-komite di bawah Direksi yaitu Risk Management Committee, ALCO dan IT Steering Committee telah menyelenggarakan rapat secara rutin setiap bulan sekali. 9. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Insani melalui pelatihan/training. 10. Melakukan restatement laporan keuangan.

2. Governance Process a. The Board of Directord has executed its duties and functions without intervention from the shareholders, and strategic decisions have been made through routine, once a week, meetings of the Board of Directors. b. The Board of Directors has identified problem issues and implemented measures to improve a number of quantitative indicators, the results of which are expected to gradually improve the performance of the Bank in regards Non Performing Financing, Capital Adequacy Ratio, Profitability and Efficiency. These measures include: 1. Determine new vision and mission statements 2. Improvement to the organization structure, among other things, the segregation of the financing risk function (decision making) under the Finance Director in accordance to the best practice implementation of the four-eyes. 3. Re-arrange the financing approval authorization. 4. Improvement towards orderly and more prudent financing policies and procedures. 5. Identification of problem issues and gradual improvement of such issues, including: a. financing quality using a one debtor concept. b. non-performing financing and financing restructuring. c. data integrity. 6. Re-arrange the business focus, target markets and the funding and financing portfolios. 7. Conducting regular business reviews involving all related business units and divisions. 8. Executive committees under the BoD, namely the Risk Management Committee, ALCO and IT Steering Committee has met routinely once a month. 9. Improving human resources capacity and competences through training programs. 10. Re-stated the financial statements.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

207

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

c. Dewan Pengawas Syariah telah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan memberikan nasihat dan saran kepada Direksi serta mengawasi kegiatan Bank agar sesuai dengan prinsip syariah melalui rapat Dewan Pengawas Syariah yang dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali dan melakukan kunjungan langsung ke beberapa cabang dalam rangka memastikan kegiatan Bank sesuai prinsip syariah. d. Proses pengembangan produk baru telah memperhatikan fatwa Dewan Syariah Nasional dan telah memperoleh pendapat syariah dari Dewan Pengawas Syariah. e. Bank telah secara berkala mengevaluasi dan mengkinikan kebijakan dan prosedur secara berkala dalam rangka menjaga efektivitas, kecukupan dan kesesuaian kebijakan dan prosedur yang dimiliki dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

3. Governance Outcome

c. The Sharia Supervisory Board has carried out its duties and functions in providing advice and suggestions to the Board of Directors, and in supervising the Bank’s activities to ensure compliance with sharia principles, through the mechanism of routine monthly meetings of the Sharia Supervisory Board, as well as site visits to branches to ensure sharia compliance. d. The process for new product development has taken into consideration the of the DSN and the opinion of the Sharia Supervisory Board. e. The Bank conducts regular evaluation and updating of policies and procedures in order to maintain the effectivenenss, adequacy and alignment of such policies and procedures with applicable and relevant regulations.

3. Governance Outcome

a. Produk yang dimiliki oleh Bank telah sesuai dengan Fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia dan telah dilengkapi dengan pendapat syariah dari Dewan Pengawas Syariah. b. Prosedur pelaksanaan (Standard Operating Procedures/SOP) dalam penghimpunan dana, penyaluran dana, dan pelayanan jasa telah sesuai dengan prinsip syariah. c. Tidak terdapat pelanggaran dan/atau pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit.

a. The Bank’s products have complied with the fatwas issued by the DSN-MUI and the opinion of the Sharia Supervisory Board. b. All standard operating procedures/SOPs in funding, financing and service delivery have complied with sharia principles. c. There is no violation and/or overrun of the Legal lending Limit.

Beberapa faktor dalam pelaksanaan GCG yang masih perlu diperbaiki, yaitu: 1. Komite level Komisaris belum optimal dalam membantu pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris seperti pemberian rekomendasi sesuai tugasnya kepada Dewan Komisaris karena komposisi Komite belum lengkap sesuai ketentuan yang berlaku khususnya anggota Komite yang berasal dari Pihak Independen untuk Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko belum terpenuhi serta jabatan ketua Komite Pemantau Risiko lowong dan anggota Dewan Komisaris yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko belum mayoritas berasal dari Komisaris Independen. 2. Kualitas dan keakuratan data belum dapat diandalkan dan masih perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan oleh pemahaman dan tingkat kedisiplinan SDM petugas pelaporan masih lemah serta masih terdapat manual intervensi. Tingkat pemahaman SDM yang rendah disebabkan pelatihan/sharing knowledge yang belum memadai serta fungsi dual control dari supervisor yang masih lemah. 3. Masih ditemukan beberapa temuan berulang yang disebabkan oleh masih lemahnya internal kontrol, tingkat pemahaman terhadap produk Bank dan komitmen SDM dalam memenuhi ketentuan baik eksternal maupun internal.

Several aspects in GCG implementation that still need to be improved, such as: 1. The committees under the Board of Commissioners have not been optimum in assisting the implementation of BoC duties and responsibilities through their recommendations, due to the incomplete membership in the committees as stipulated, especially with regards to the absence of Independent Member to the Audit Committee and Risk Monitoring Committee, the vacancy in the position of Chairman of the Risk Monitoring Committee, and insufficient number of Independent Commissioner as member in the Risk Monitoring Committee. 2. Data quality and accuracy is not yet reliable and needs to be improved. This is due to insufficient comprehension and discipline on the part of related personnel as well as manual intervention. Insufficient comprehension on the part of personnel is due to inadequate training/knowledge sharing as well as weak dual control function of their supervisors. 3. There are still instances of recurring findings due to weak internal control, insufficient product knowledge, and the commitment of personnel in complying with internal and external regulations.

208

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Self Assessment GCG Individual Semester II 2015 Peringkat Rating

Definisi Peringkat

Explanation on Ranking

3

Mencerminkan Manajemen Bank telah melakukan penerapan Good Corporate Governance yang secara umum cukup baik. Hal ini tercermin dari penerapan atas prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang cukup memadai. Apabila terdapat kelemahan dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance maka secara umum kelemahan tersebut cukup signifikan dan memerlukan perhatian yang cukup dari manajemen Bank.

The Bank’s Management has undertaken a generally satisfactory implementation of Good Corporate Governance (GCG), as reflected in the adequate implementation of GCG principles. Any weaknesses found in the implementation of GCG principles are generally not significant and could be resolved through normal measures by the Bank’s Management.

Individual

Analisis | Analysis Dengan memperhatikan kertas kerja self assessment secara komprehensif dan terstruktur, mencakup baik governance structure, governance process dan governance outcome dapat diidentifikasi mengenai permasalahan berupa kelemahan dan penyebabnya root caused dan kekuatan pelaksanaan Good Corporate Governance sebagai berikut:

A comprehensive and structured analysis of the workpapers in aspects of governance structure, governance process and governance outcome resulted in the identification of the weaknesses and their root cause as well as strengths in the implementation of Good Corporate Governance, as follows:

Kekuatan pelaksanaan Good Corporate Governance PT Bank Muamalat Indonesia Tbk adalah:

The strength factors in the GCG implementation at PT Bank Muamalat Indonesia Tbk are:

1. Governance Structure

1. Governance Structure

a. Struktur Organisasi Bank Muamalat Indonesia secara umum telah lengkap dan susunan Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, Satuan Kerja Audit Intern dan Satuan Kerja Kepatuhan Bank telah memadai. b. Rangkap jabatan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah dan rangkap jabatan Komisaris Independen sebagai Ketua Komite telah sesuai dengan ketentuan. c. Infrastruktur tata kelola Bank berupa Kebijakan dan Prosedur Bank, Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing struktur organisasi cukup memadai dan mendukung kegiatan usaha Bank. d. Anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah memiliki kompetensi yang memadai dan relevan dengan jabatannya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya serta mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.

2. Governance Process a. Pengangkatan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi telah sesuai dengan ketentuan dan telah memperhatikan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. b. Dewan Komisaris telah menjalankan tugas dan fungsinya serta menyelenggarakan rapat-rapat Dewan Komisaris dan rapatrapat antara Dewan Komisaris bersama dengan Direksi secara periodik sesuai dengan ketentuan. Rapat-rapat Dewan Komisaris bersama dengan Direksi diselenggarakan antara lain dalam rangka melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi dan pemberian nasihat kepada Direksi. c. Direksi telah menjalankan tugas dan fungsinya tanpa intervensi dari pemegang saham dan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank berdasarkan prinsip kehatihatian dan prinsip syariah serta telah menetapkan keputusan strategis melalui mekanisme rapat Direksi yang diselenggarakan secara rutin 1 (satu) minggu sekali termasuk menyelenggarakan rapat-rapat komite di bawah Direksi yaitu Risk Management Committee, ALCO dan IT Steering Committee secara rutin setiap bulan sekali. d. Direksi telah melakukan upaya-upaya dalam rangka memperbaiki kinerja Bank secara bertahap, antara lain: 1. Melakukan penyempurnaan struktur organisasi dan segmentasi pembiayaan dengan tujuan untuk mencapai target bisnis Bank dengan fokus bisnis pada segmentasi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. 2. Membentuk unit pengelola bad bank yang terpisah dari unit kerja yang mengelola good bank untuk mempercepat penyelesaian pembiayaan bermasalah.

a. Bank Muamalat Indonesia has a complete and adequate governance structure as required by regulations, comprising of the Board of Commissioners, the Board of Directors, the Sharia Supervisory Board, Internal Audit, and the Compliance Unit. b. Concurrent positions of members of the Board of Commissioners, Board of Directors and Sharia Supervisory Board, as well as concurrent positions of Independent Commissioners as Committee Chairman, have complied with relevant regulations. c. Bank Muamalat Indonesia has adequate governance infrastructure in the form of procedures and policies as well as duties and functions of each unit in the organization, in support of the Bank’s business activities. d. The members of the Board of Commissioners, Board of Directors and Sharia Supervisory Board all possess adequate competences relevant to their respective positions, and capable of implementing their competences in carrying out their duties and responsibilities.

2. Governance Process a. The appointment and/or replacement of members of the Board of Commissioners, Board of Directors and Sharia Supervisory Board have complied with relevant regulations and have considered the recommendation of the Nomination and Remuneration Committee. b. The Board of Commissioners has carried out its duties and function, and has convened internal meetings of the Board as well as joint meetings with the Board of Directors regularly as per regulation. Joint meetings of the Board of Commissioners and Board of Directors are convened in the course of supervising the duties and responsibilities of Directors and providing advice to the Directors. c. The Board of Directors has executed its duties and function without intervention from the shareholders, being responsible for the management of the Bank based on the prudent banking principles and sharia principles, and strategic decisions have been made through regular, once a week, meetings of the Board of Directors, as well as in routine, once a month, meetings of executive committees under the Board of Directors, namely the Risk Management Committee, ALCO, and IT Steering Committee. d. The Board of Directors has taken measures to gradually improve the performance of the Bank, including: 1. The improvement in the organization structure and segmentation of financing in order to achieve the Bank’s business targets by focused activities in each business segment according to the characteristics of the respective segment. 2. Establishment of bad bank management work units as distinct from work units in good bank management, in order to facilitate the settlement of non-performing financing.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

209

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

3. Memperbaiki dan memastikan dilaksanakannya four eye principle dalam pembiayaan antara lain dengan melakukan pemisahan fungsi manajemen risiko sebagai first line of defense dengan fungsi manajemen risiko di organisasi Compliance & Risk Management Directorate. 4. Melakukan penyempurnaan limit kewenangan memutus pembiayaan sejalan dengan perbaikan organisasi pembiayaan, dimana limit pemutusan pembiayaan ditetapkan berjenjang sesuai dengan karakteristik masingmasing segmen. 5. Mengembangkan early warning tools untuk mendukung proses monitoring kualitas pembiayaan khususnya di segmen Corporate dan Commercial. 6. Memantau kinerja pemutusan pembiayaan untuk memastikan bahwa Service Level Agreement (SLA) dapat dicapai. 7. Memantau kinerja portofolio pembiayaan secara berkala melalui rapat Direksi, rapat Risk Management Committee dan rapat Risk Oversight Committee dalam bentuk dashboard risiko pembiayaan, dimana pada kajian tersebut disampaikan kinerja portofolio pembiayaan secara bankwide, per segmentasi, per area dan konsentrasi risiko kredit. 8. Melakukan perbaikan tata kelola (risk Governance) untuk risiko kredit/pembiayaan retail sebagai berikut: a. Pada segmen Mikro telah dilakukan hal sebagai berikut: √ pemisahan beberapa fungsi yang selama ini dilakukan oleh 1 (satu) orang (Unit Financing Analys) kepada beberapa pihak yang berbeda, yaitu fungsi taksasi dan fungsi pengikatan yang diserahkan kepada Unit Support Pembiayaan (USP). Pemisahan ini secara bertahap sudah mulai dilaksanakan. √ Fungsi penyimpanan dokumen yang selama ini dilakukan di Kantor Cabang Pembantu secara bertahap dipindahkan ke Kantor Cabang. Hal ini untuk meningkatkan independensi dan meningkatkan keamanan dokumen b. Pada segmen Konsumer telah dilakukan perubahan terhadap beberapa kebijakan KPR dengan tujuan meningkatkan daya saing produk KPR dengan tetap mempertahankan kehati-hatian. c. Pada segmen SME telah dilakukan perubahan format dokumen Memorandum Usulan Pembiayaan dan Financing Risk Assessment beserta dokumen-dokumen pendukungnya telah mulai disosialisasikan. 9. Melakukan Operational Risk Awereness Campaign yaitu program sosialisasi melalui media elektronik yang berisi materi terkait risk awareness dan pengendalian kontrol internal. 10. Dari segi mitigasi risiko operasional atas produk dan aktivitas Baru, telah dilakukan review yang efektif, independen, dan objektif terhadap prosedur penilaian aktivitas dan produk yang terekspos risiko operasional. 11. Melakukan perubahan hierarki ketentuan internal Bank, termasuk diatur mengenai petunjuk dalam penyusunan ketentuan internal Bank. Perubahan hierarki ini dilakukan dalam rangka memastikan kebijakan dan prosedur di Bank Muamalat Indonesia lebih memadai dan terjaga dari sisi kualitas serta manajemen risiko. Perubahan hierarki ketentuan internal ini telah disosialisasikan kepada seluruh divisi di kantor pusat melalui workshop dan sosialisasi kepada seluruh Cabang melalui memorandum internal. 12. Melakukan pengawasan aktif atas performa TI dan infrastruktur pendukungnya melalui forum IT Steering Committee. 13. Melakukan langkah-langkah perbaikan pada IT security Bank, pembuatan Data Warehouse sebagai sarana untuk sentralisasi serta integrasi dari pelaporan, penguatan infrastruktur untuk core banking dan switching serta melakukan swing test dari Data Center ke Data Recovery Center serta kembali lagi ke Data Center. 14. Melaksanakan efisiensi antara lain dengan melakukan rasionalisasi jaringan dan penghematan biaya. 15. Menegakkan budaya disiplin melalui management letter yang meliputi disiplin masuk kerja, disiplin waktu kerja, disiplin kerapihan dan kebersihan serta disiplin prosedur dan etika.

210

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

3. Improving and ensuring the application of four-eye principle in financing, among others by the separation between the risk management function as the first line of defense and the risk management function in the Compliance & Risk Management Directorate. 4. Enhancement to the limit for financing authorization in line with the improvement in the organization structure for financing, whereas the limit of financing authorization is determined in echelon in accordance with the characteristics of the respective segments. 5. Developing early warning tools to monitor the quality of financing facilities especially in the Corporate and Commercial segments. 6. Monitoring the performance of financing authorization to ensure compliance with agreed Service Level Agreement (SLA). 7. Regular monitoring of the financing portfolio in meetings of the Board of Directors, Risk Management Committee, and Risk Oversight Committee in the form of financing risk dashboard, presenting the performance of financing portfolio by bankwide, by segment, by area and by credit risk concentration. 8. Improvements to the risk governance for retail financing risk, as follow: a. Initiatives in the Micro segment, as follows: √ Separation of several different functions that previously were conducted by 1 (one) person (Financing Analysis Unit) into other unit(s), namely the appraisal function and the contract function were transferred to the Financing Support Unit. Separation was conducted gradually. √ The document archive function, previously conducted at Sub-Branch level, is gradually transferred to the Branch office level, in the interest of greater independency and security. b. In the Consumer segment, changes were made to policies in Mortgage product in order to improve the competitiveness of the Bank’s mortgage products while staying within the prudence corridor. c. In the SME segment, changes were made to the format of the Financing Proposal Memo and Financing Risk Assessment documents as well as their supporting documents, along with socialization of the new format. 9. Conducting the Operational Risk Awereness Campaign, a program to socialize issues in risk awareness and internal control management through the electronic media. 10. In terms of operational risk mitigation on new products and activities, the bank conducted effective, independent and objective review on the assessment procedure for products and activities that are exposed to operational risk. 11. Changes in the hierarchy of Bank’s internal regulations, including guidelines in the formulation of internal regulations. The hierarchy changes were made towards ensuring adequate policies and procedures in the Bank in terms of quality and risk management. The changes were socialized through a workshop for all divisions at the Head Office, and through internal memos to all Branches. 12. Active supervision on the performance of IT systems and supporting infrastructure through the IT Steering Committee. 13. Implementing improvements in the area of IT Security, the establishment of a Data Warehouse as a vehicle fro centralization and integrated reporting, strengthening the infrastructure for core banking and switching, and conducting a swing test from Data Center to Data Recovery Center and back to Data Center. 14. Implementing efficiency measures including network rationalization and cost savings. ϭϱ͘^ƚƌĞŶŐƚŚĞŶŝŶŐ ĚŝƐĐŝƉůŝŶĞ ƚŚƌŽƵŐŚ ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ ůĞƩĞƌ͕ ŝŶǀŽůǀŝŶŐĚŝƐĐŝƉůŝŶĞŝŶǁŽƌŬĐůŽĐŬͲŝŶ͕ƟŵĞĂƚǁŽƌŬ͕ĐůĞĂŶůŝŶĞƐƐ ĂŶĚƟĚŝŶĞƐƐ͕ĂŶĚƉƌŽĐĞĚƵƌĞĂŶĚĞƚŚŝĐƐ͘

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

e.

f.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

m.

16. Meningkatkan kompetensi karyawan melalui penyelenggaraan training/pelatihan seluruh aspek kegiatan Bank baik operasional, pembiayaan maupun supporting antara lain terkait financing analysis, banking operation, basic sharia banking, trade finance, basic treasury operation, sukuk ritel, strategi penanganan pembiayaan bermasalah dan pelatihan-pelatihan lainnya. ϭϳ͘DĞŶŐŚŝŵďĂƵ ŬĞƉĂĚĂ ƐĞƟĂƉ ŬĂŶƚŽƌ ďĂŶŬ ƵŶƚƵŬ menyelenggarakan majlis dhuha dalam rangka rangka peningkatan spiritual seluruh karyawan. Dewan Pengawas Syariah telah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan memberikan nasihat dan saran kepada Direksi serta mengawasi kegiatan Bank agar sesuai dengan prinsip syariah melalui rapat Dewan Pengawas Syariah yang dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali dan melakukan kunjungan langsung ke beberapa cabang dalam rangka memastikan kegiatan Bank sesuai prinsip syariah. Koordinasi dan konsolidasi antara Dewan Pengawas Syariah, Dewan Komisaris dan Direksi telah dilakukan antara lain melalui rapat yang diselenggarakan antara Dewan Pengawas Syariah bersama dengan Dewan Komisaris dan Direksi. Rapat-rapat komite Pemantau Risiko, Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi telah diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan. Proses pengembangan produk baru telah memperhatikan fatwa Dewan Syariah Nasional dan telah memperoleh pendapat syariah dari Dewan Pengawas Syariah. Bank telah secara berkala mengevaluasi dan mengkinikan kebijakan dan prosedur secara berkala dalam rangka menjaga efektivitas, kecukupan dan kesesuaian kebijakan dan prosedur yang dimiliki dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Pengaduan nasabah secara umum dapat diselesaikan dengan baik sesuai SLA (Service Level Agreement) baik yang dilakukan oleh kantor cabang maupun unit kerja di kantor pusat. Program-program literasi keuangan dilakukan oleh Bank melalui rangkaian kegiatan edukasi bagi nasabah maupun calon nasabah dengan tujuan dapat meningkatkan pengetahuan (knowledge), keyakinan (confidence), dan keterampilan (skill) tentang perbankan. Setiap tahun sekali seluruh karyawan diwajibkan menandatangani/menyetujui surat pernyataan kepatuhan, pelaksanaan GCG dan deklarasi anti fraud yang berisi antara lain mentaati segala peraturan perundang-undangan, memegang teguh rahasia bank, tidak menerima pemberian apapun yang mempunyai hal yang bersangkutan dengan jabatan/pekerjaan, tidak memiliki konflik kepentingan, tidak melakukan tindakan fraud dan pernyataan lainnya yang terkait dengan kepatuhan, GCG dan anti fraud. Penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme telah memadai antara lain didukung pelatihanpelatihan kepada karyawan secara periodik, sistem yang memadai dan pelaporan-pelaporan yang disampaikan telah sesuai dengan ketentuan.

3. Governance Outcome a. Hasil rapat Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi telah dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik. b. Direksi telah mengungkapkan kebijakan-kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian dan mengkomunikasikan kepada pegawai mengenai arah bisnis bank dalam rangka pencapaian misi dan visi bank. c. Produk yang dimiliki oleh Bank telah sesuai dengan Fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia dan telah dilengkapi dengan pendapat syariah dari Dewan Pengawas Syariah. d. Prosedur pelaksanaan (Standard Operating Procedures/SOP) dalam penghimpunan dana, penyaluran dana, dan pelayanan jasa telah sesuai dengan prinsip syariah. e. Realisasi/pelaksanaan audit melebihi target yang direncanakan termasuk meliputi audit khusus dan BEP cabang. f. Tidak terdapat pelanggaran dan/atau pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

m.

16. Improving employee competences through training for all ĂƐƉĞĐƚƐ ŽĨ ĂŶŬ͛Ɛ ĂĐƟǀŝƟĞƐ ŝŶĐůƵĚŝŶŐ ŽƉĞƌĂƟŽŶƐ͕ ĮŶĂŶĐŝŶŐ ĂƐ ǁĞůů ĂƐ ƐƵƉƉŽƌƟŶŐ ĂĐƟǀŝƟĞƐ ƐƵĐŚ ĂƐ ĮŶĂŶĐŝŶŐ ĂŶĂůLJƐŝƐ͕ ďĂŶŬŝŶŐŽƉĞƌĂƟŽŶ͕ďĂƐŝĐƐŚĂƌŝĂďĂŶŬŝŶŐ͕ƚƌĂĚĞĮŶĂŶĐĞ͕ďĂƐŝĐ ƚƌĞĂƐƵƌLJ ŽƉĞƌĂƟŽŶ͕ ƌĞƚĂŝů ƐŚĂƌŝĂ ďŽŶĚƐ͕ ƐƚƌĂƚĞŐLJ ĨŽƌ ŶŽŶͲ ƉĞƌĨŽƌŵŝŶŐĮŶĂŶĐŝŶŐ͕ĂŶĚŽƚŚĞƌƚƌĂŝŶŝŶŐ͘ ϭϳ͘ŶĐŽƵƌĂŐŝŶŐƚŚĞŝŵƉůĞŵĞŶƚĂƟŽŶŽĨŵĂũůŝƐĚŚƵŚĂƚŽĞŶŚĂŶĐĞ the spirituality of the Bank’s employees at all branches. The Sharia Supervisory Board has carried out its duties and functions in providing advice and suggestions to the Board of Directors, and in supervising the Bank’s activities to ensure compliance with sharia principles, through the mechanism of routine monthly meetings of the Sharia Supervisory Board, as well as site visits to branches to ensure sharia compliance. Coordination and consolidation among the Sharia Supervisory Board, the Board of Commissioners and the Board of Directors have been undertaken through meetings between the Sharia Supervisory Board and the Commissioners and Directors. Meetings of the Risk Monitoring Committee, Audit Committee and Nomination and Remuneration Committee have been convened as needed in accordance with regulations. The process for new product development has taken into consideration the of the DSN and the opinion of the Sharia Supervisory Board. Regularly, the Bank has evaluated and updated its policies and procedures in order to manintain the effectiveness, adequacy and alignment of these policies and procedures to prevailing laws and regulations. In general, customer complaints can be resolved properly in line with the SLA (Service Level Agreement), whether at branch offices or by the respective work unit at the Head Office. The bank conducted a financial literacy program involving a series of educational program activities for customers and prospective customers for the purpose of improving their knowledge, confidence and skills about banking. Once a year, all employees are required to sign a letter of compliance, GCG implementation and anti-fraud statement, which contains, among other things, the intent to comply with laws and regulations, banking confidentiality, refusing work/ position-related gratuities, avoiding conflict of interest, avoiding fraud, and other statements concerning compliance, GCG and anti-fraud in general. Adequate implementation of Anti Money Laundering and Prevention of Terrorism Funding activities supported by regular training for employees, adequate systems, and mandatory reporting as required.

3. Governance Outcome a. Results of meetings of the Board of Commissioners, Board of Directors and the Sharia Supervisory Board have been recorded in the minutes of meeting and properly documented. b. The Board of Directors has disclosed the Bank’s strategic policies in the area of human resources and has communicated to the employees the direction of its business towards the achievement of its vision and mission statements. c. The Bank’s products have complied with the edicts (fatwa) issued by the DSN - MUI and were accompanied with the sharia opinion from the Sharia Supervisory Board. d. The standard operating procedures (SOP) for funding, financing and service delivery have complied with the principles of sharia. e. Actual implementation of audit assignments have exceeded the planned target, including special audits and branch BEP. f. There is no violation and/or overrun of the Legal Lending Limit.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

211

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Beberapa faktor dalam pelaksanaan GCG yang masih perlu diperbaiki, yaitu: 1. Jumlah anggota Dewan anggota Dewan Komisaris yang ditetapkan melalui RUPS atau yang telah efektif menjabat lebih besar dari jumlah anggota Direksi dan terdapat 2 (dua) anggota Dewan Komsisaris dan 2 (dua) anggota Direksi yang belum melaksanakan fit and proper test. 2. Komposisi Komite level Komisaris belum lengkap sesuai ketentuan yang berlaku khususnya anggota Komite yang berasal dari Pihak Independen untuk Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko belum terpenuhi serta jabatan ketua Komite Pemantau Risiko lowong dan anggota Dewan Komisaris yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko belum mayoritas berasal dari Komisaris Independen. 3. Kualitas dan keakuratan data pelaporan masih perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan oleh pemahaman dan tingkat kedisiplinan SDM petugas pelaporan masih lemah serta masih terdapat manual intervensi. 4. Masih ditemukan beberapa temuan berulang yang disebabkan oleh masih lemahnya internal control dan komitmen SDM dalam memenuhi ketentuan baik eksternal maupun internal. 5. Perlu ditingkatkannya sistem yang handal untuk menunjang keakuratan dan ketepatan data pelaporan. 6. Perlu ditingkatkannya alur proses bisnis yang dapat dilakukan secara sistem untuk memitigasi risiko terkait human error/proses manual. 7. Masih terdapat penentuan kualitas pembiayaan yang belum sesuai dengan ketentuan dan belum dapat diakomodir secara sistem. 8. Kelengkapan data agunan yang masih perlu diperbaiki sehingga perhitungan pencadangan pembiayaan lebih akurat. 9. Tingkat permodalan perlu diperkuat terkait dengan kualitas pembiayaan dan perhitungan kembali agunan yang layak diperhitungkan sebagai pengurang dalam dalam menghitung CKPN/ PPAP.

There are several aspects in GCG implementation that need to be improved, namely: 1. The number of members in the Board of Commissioners appointed in the GMS or that are effectively in position is greater than the number of members in the Board of Directors, while there are 2 (two) Commissioners and 2 (two) Directors that have not been subjected to the fit and proper test. 2. The membership composition of committess under the Board of Commissioners is not yet in full compliance with prevailing regulations, in particular regarding the non-existence of Independent Party members in the Audit Committee and the Risk Monitoring Committee, the vacancy in the position of Chairman of Risk Monitoring Committee, and insufficient number of Independent Commissioner as member in the Risk Monitoring Committee. 3. Data quality and accuracy is not yet reliable and needs to be improved. This is due to insufficient comprehension and discipline on the part of related personnel as well as manual intervention.. 4. There are still instances of recurring findings due to weak internal control as well as weak commitment of personnel in complying with internal and external regulations. 5. The need for a more reliable system that can ensure data accuracy as well as timeliness of reporting. 6. The need for business processes that can be done by system, hence mitigating risks due to human error or manual process. 7. Occurences of financing quality calculation being made not according to regulations and also not by system. 8. The adequacy of collateral data needs to be improved to allow for more accurate calculation of loss allowances on financing. 9. The capital adequacy needs to be strengthened in line with financing portfolio quality and recalculation of collateral used as deduction in the calculation of CKPN/PPAP.

I. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

I. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS

Selama tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa tanggal 3 Juni 2015 serta RUPS Luar Biasa tanggal 7 September 2015 bertempat di Jakarta.

During 2015 Bank Muamalat Indonesia has held Annual General Meeting and Extraordinary General Meeting on June 3, 2015 also General Meeting dated 7 September 2015 held at Jakarta.

1. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 3 Juni 2015

1. General Meeting of Shareholders dated June 3, 2015

a. Penyampaian Pemberitahuan Rencana RUPS Tahunan

a. Submission of Plan Notice of Annual General Meeting

1) Pengumuman kepada pemegang saham mengenai akan dilakukannya Pemanggilan Rapat telah dilakukan dengan memasang iklan pada 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia, yaitu harian “Republika” dan “Bisnis Indonesia” keduanya terbit pada tanggal 27 April 2015. Bank Muamalat Indonesia juga telah mengunggah iklan pengumuman Rapat, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris, melalui laman website Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 27 April 2015. 2) Pemanggilan kepada pemegang saham mengenai penyelenggaraan Rapat telah dilakukan dengan memasang iklan pada 2 (dua) surat kabar harian yang sama tersebut di atas, keduanya terbit pada tanggal 12 Mei 2015. Bank Muamalat Indonesia juga telah

1) Announcement to the shareholders of the would do Notification of meetings have been conducted by advertising in 2 (two) Indonesian language daily newspapers, the daily “Republika” and “Bisnis Indonesia” both published on April 27, 2015. Bank Muamalat Indonesia has also upload ads Meeting announcements, both in Indonesian and English, through the pages of the website of Bank Muamalat Indonesia on April 27, 2015. 2) The invitation to the shareholders regarding the conduct of the Meeting has been done by advertising in 2 (two) daily newspapers similar to the above, both published on May 12, 2015. Bank Muamalat Indonesia has also upload ads explanation of the invitation and the agenda of

212

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

mengunggah iklan pemanggilan Rapat serta penjelasan mata acara Rapat, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris, melalui laman website Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 12 Mei 2015.

the Meeting, either in Indonesian and English, through the pages of the website of Bank Muamalat Indonesia on May 12, 2015.

b. Hari/Tanggal, Tempat, Waktu dan Mata Acara RUPS Tahunan

b. Day/Date, Venue, Time and Agenda Annual General Meeting Shareholders

Mengacu pada Pemberitahuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang telah dimuat dalam Harian Umum Republika dan Harian Umum Bisnis Indonesia pada tanggal 27 April 2015, RUPS Tahunan telah diselenggarakan pada:

Referring to the notification General Meeting of Shareholders of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, which has been published in the Daily Business Daily Republika and Indonesia on April 27, 2015, which was held on:

Hari/Tanggal | Day/Date

Rabu, 3 Juni 2015 | Wednesday, June 3, 2015

Waktu | Time

Pukul 09.40 WIB sampai dengan pukul 12.34 WIB | At 09:40 pm until 12:34 pm

Tempat | Venue

Ruang Kalimantan dan Maluku, Hotel Shangri-La, Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat Kalimantan and Maluku Room, Hotel Shangri-La, Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1, Central Jakarta.

Susunan mata acara rapat adalah sebagai berikut: 1) Persetujuan Laporan Tahunan Bank Muamalat Indonesia Tahun Buku 2014 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah untuk Tahun Buku 2014 serta pengesahan Laporan Keuangan Bank Muamalat Indonesia untuk Tahun Buku 2014 sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung-jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat Indonesia atas tindakan pengurusan dan pengawasan perseroan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2014, sepanjang tercatat pada Laporan Keuangan Bank Muamalat Indonesia dan bukan merupakan tindak pidana atau pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku; 2) Persetujuan Penggunaan Laba Bersih Bank Muamalat Indonesia untuk Tahun Buku 2014; 3) Laporan Rencana Bisnis Bank (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Bank Muamalat Indonesia) untuk Tahun Buku 2015; 4) Penunjukkan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit Laporan Keuangan Bank Muamalat Indonesia Tahun Buku 2015 dan audit lain yang dibutuhkan Bank Muamalat Indonesia; dan 5) Perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia.

With the arrangement of agenda item is as follows: 1) Approval of the Annual Report for Fiscal Year 2014 included Supervisory Report of the Board of Commissioners and Sharia Supervisory Board for Fiscal Year 2014 and the Financial Report of Bank Muamalat Indonesia for the year 2014 as well as providing release and discharge the responsibility completely (volledig acquit et de charge) to the Board of Directors , BOC and Sharia Supervisory Board of Bank Muamalat Indonesia for the company’s management and supervision measures that have been implemented for 2014, all registered on Bank Muamalat Indonesia financial statements and does not constitute a criminal offense or a violation of the laws applicable which; 2) Approval of Bank Muamalat Indonesia use of Net Income for the Fiscal Year 2014; 3) Report of the Bank’s Business Plan (Annual Budget and Work Plan of Bank Muamalat Indonesia) for the Fiscal Year 2015; 4) The appointment of public accounting firm to audit Bank Muamalat Indonesia Financial Statements for Fiscal Year 2015 and other required audit of Bank Muamalat Indonesia; and 5) Changes in composition of the Board of Directors and Board of Commissioners.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

213

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

c. Anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah yang Hadir pada Rapat

Jabatan | Position

c. Members of the Board of Directors, Board of Commissioners and the Sharia Supervisory Board Attendance at Meetings

Nama | Name

Direksi | Board of Director Direktur Utama | President Director

Endy PR Abdurrahman

Direktur | Director

Hendiarto

Direktur | Director

Evi Afiatin Ismail

Direktur | Director

Indra Yurana Sugiarto

Direktur | Director

Adrian Asharyanto Gunadi

Dewan Komisaris | Board of Commissioners Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen President Commissioner and also as Independent Commissioner Komisaris Independen | Independent Commissioner

Prof. DR. Anwar Nasution Iggi Haruman Achsien

Komisaris | Commissioner

Saleh Ahmed Al - Ateeqi

Komisaris | Commissioner

Ayuoob Akbar Qadri *)

*) Efektif setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari OJK. Effective after passing Fit and Proper Test of the FSA.

Dewan Pengawas Syariah | Sharia Supervisory Board Ketua | Chairman

Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin

Anggota | Member

Prof. DR. H. Umar Shihab

Anggota | Member

Prof. DR. H. Muardi Chatib

d. Jumlah Saham dengan Hak Suara yang Hadir pada Rapat

d. Number of Shares with Voting Rights were present at the Meeting

Rapat adalah sejumlah 8.945.774.635 (delapan miliar sembilan ratus empat puluh lima juta tujuh ratus tujuh puluh empat ribu enam ratus tiga puluh lima) saham atau 87,637% (delapan puluh tujuh koma enam tiga tujuh persen) dari jumlah seluruh saham kelas A dan kelas B dengan hak suara yang telah dikeluarkan Bank Muamalat Indonesia, namun setelah Rapat dibuka masih terdapat tambahan pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang hadir sampai sebelum dilakukannya pengambilan keputusan pada mata acara pertama Rapat, sehingga jumlah pemegang saham dan/ atau kuasa pemegang saham yang hadir dalam Rapat menjadi berjumlah 8.952.282.085 (delapan miliar sembilan ratus lima puluh dua juta dua ratus delapan puluh dua ribu delapan puluh lima) saham atau 87,701% (delapan puluh tujuh koma tujuh nol satu persen) dari jumlah seluruh saham kelas A dan kelas B dengan hak suara yang telah dikeluarkan Bank Muamalat Indonesia yang seluruhnya berjumlah 10.207.702.335 (sepuluh miliar dua ratus tujuh juta tujuh ratus dua ribu tiga ratus tiga puluh lima) saham yang terdiri dari: 1) saham kelas A sejumlah 826.649.175 (delapan ratus dua puluh enam juta enam ratus empat puluh sembilan ribu seratus tujuh puluh lima) saham; dan

The Meeting represent 8,945,774,635 (eight billion nine hundred forty five million seven hundred seventy four thousand six hundred thirty five) shares or 87.63% (eighty seven point six three seven percent) of the total number of Class-A and Class-B shares with voting rights that have been issued by Bank Muamalat Indonesia. However, following the opening of the Meeting, there are additional shareholders and/or shareholder proxies presenting themselves up until prior to the voting on the first agenda of the Meeting, therefore, the number of shareholders and/or shareholder proxies present at the Meeing represents 8,952,282,085 (eight billion nine hundred fifty two million two hundred eighty two thousand eighty five) shares or 87.701% (eighty seven point seven zero one percent) of the total number of Class-A and Class-B shares with voting rights that have been issued by Bank Muamalat Indonesia, amounting to 10,207,702,335 (ten billion two hundred and seven million seven hundred and two thousand three hundred thirty five) shares, consisting of: 1) Class-A shares totalling 826,649,175 (eight hundred twenty six million six hundred forty nine thousand one hundred seventy five) shares; and

214

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

2) saham kelas B sejumlah 9.381.053.160 (sembilan miliar tiga ratus delapan puluh satu juta lima puluh tiga ribu seratus enam puluh) saham.

2) Class-B shares totalling 9,381,053,160 (nine billion three hundred eighty one million fifty three thousand one hundred sixty) shares.

Dengan memperhatikan Daftar Pemegang Saham Bank Muamalat Indonesia per tanggal 11 Mei 2015 sampai dengan pukul 16.00 WIB, sehingga karenanya kuorum yang disyaratkan dalam Pasal 11 ayat (2) (a) Anggaran Dasar Perseroan juncto Pasal 26 POJK nomor 32/POJK.04/2014 telah dipenuhi dan Rapat ini adalah sah dan berhak untuk mengambil keputusan yang sah dan mengikat mengenai hal-hal yang dibicarakan sesuai dengan mata acara Rapat.

With regard to the Register of Shareholders of Bank Muamalat Indonesia as of May 11, 2015 up until 16.00 pm, the required quorum as stipulated under Article 11 sub-article (2) (a) of the Company’s Articles of Association in conjunction with Article 26 of OJK Regulation No. 32/POJK.04/2014 has been met and the Meeting is legitimate and entitled to make valid and binding resolutions regarding the topics discussed in accordance with the agenda of the Meeting.

e. Kesempatan Mengajukan Pertanyaan dan/ atau Pendapat pada Rapat

f.

e. Opportunity Asking Opinions in Meetings

Questions

and/or

Dalam setiap mata acara Rapat tersebut telah diberikan kesempatan kepada pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham untuk mengajukan pertanyaan/menyampaikan pendapat.

In each of the agenda of the meeting has been given the opportunity to shareholders and/or the power of shareholders to ask questions/expression.

Jumlah Pemegang Saham dan/atau Kuasa Pemegang Saham yang Mengajukan Pertanyaan dan/atau Pendapat pada Rapat

f. Number of Shareholders and/or Power of Attorney Holders Asking Questions and/or Opinions in Meetings

Jumlah pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang mengajukan pertanyaan dan/atau pendapat pada: 1) mata acara pertama Rapat adalah sebanyak 5 (lima) pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham; 2) mata acara kedua Rapat adalah sebanyak 4 (empat) pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham; 3) mata acara ketiga Rapat adalah sebanyak 3 (tiga) pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham; dan 4) mata acara kelima Rapat adalah sebanyak 1 (satu) pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham,

The number of shareholders and/or power of the shareholders who asked questions and/or an opinion on: 1) The agenda of the first meeting is 5 (five) shareholders and / or proxies of shareholders; 2) The agenda of the Meeting is 4 (four) shareholder and /or power of the shareholders; 3) The agenda of the third meeting is 3 (three) shareholders and/or proxies of shareholders; and 4) The agenda of the fifth meeting is 1 (one) shareholder and/or power of the shareholders,

Sedangkan untuk mata acara keempat Rapat tidak terdapat pertanyaan dan/atau pendapat yang disampaikan.

As for the agenda of the fourth meeting there are no questions and/or opinions expressed.

g. Mekanisme Pengambilan Keputusan Rapat Mekanisme pengambilan keputusan dalam Rapat dilakukan secara musyawarah untuk mufakat. Namun apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka pengambilan keputusan dalam Rapat dilakukan dengan cara pemungutan suara (voting) dimana pada seluruh mata acara Rapat dilakukan dengan pemungutan suara secara terbuka oleh karena tidak ada pemungutan suara berkenaan dengan diri orang.

g. Mechanism of Decision Making Meeting Decision-making mechanism in the meeting conducted deliberation. However, if no agreement is reached, then the decision in a meeting conducted by voting in which the whole agenda meeting conducted by polling openly because no vote with respect to the person.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

215

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

h. Hasil Pemungutan Suara pada Rapat

h. Results of Voting at Meetings

Pengambilan Keputusan untuk semua mata acara Rapat diputuskan dengan suara bulat secara musyawarah untuk mufakat.

i.

Keputusan Rapat Dalam Rapat tersebut telah diambil keputusan sebagai berikut:

216

Decision to all the agenda Meeting unanimously decided by discussion and consensus.

i.

Decisions of the Meeting The Meeting made the following decisions:

Mata Acara Pertama Rapat:

First Meeting Agenda:

1) Menyetujui Laporan Tahunan Bank Muamalat Indonesia tahun buku 2014 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah untuk Tahun Buku 2014; 2) Mengesahkan Laporan Keuangan Bank Muamalat Indonesia untuk Tahun Buku 2014 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik “Purwantono, Suherman & Surja” sebagaimana tercantum dalam Laporan Nomor RPC-7085/ PSS/2015 tertanggal 30 Maret 2015; dan 3) Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat Indonesia yang menjabat di tahun 2014 atas tindakan pengurusan dan pengawasan Bank Muamalat Indonesia yang telah dijalankan selama tahun buku 2014, sepanjang tercatat pada Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Bank Muamalat Indonesia dan bukan merupakan tindak pidana atau pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

1) Approved Bank Muamalat Indonesia Annual Report for fiscal year 2014 including the Supervisory Report of the Company’s BoC and Sharia Supervisory Board for Fiscal Year 2014; 2) Approved Bank Muamalat Indonesia Financial Statements for Fiscal Year 2014 that had been audited by Public Accounting Firm “Purwantono, Suherman & Surja” as stated in its Report No. RPC-7085/PSS/2015 dated March 30, 2015; and 3) Released and discharged Bank Muamalat Indonesia Board of Directors, Board of Commissioners, and Sharia Supervisory Board (volledig acquit et de charge) who assumed office during fiscal 2014 from their actions of management and supervision over Bank Muamalat Indonesia business for the entire year so long as the actions are reflected in Bank Muamalat Indonesia Annual Report and Financial Statements and contain no crimes or violations against all applicable regulations.

Mata Acara Kedua Rapat:

Second Meeting Agenda:

1) Menyetujui laba bersih Bank Muamalat Indonesia untuk tahun buku 2014 setelah Pajak sebesar Rp57.173.347.000 (lima puluh tujuh miliar seratus tujuh puluh tiga juta tiga ratus empat puluh tujuh ribu Rupiah) seluruhnya digunakan untuk cadangan Bank Muamalat Indonesia, sehingga tidak diadakan pembagian dividen atas laba bersih Bank Muamalat Indonesia tahun buku 2014; dan 2) Pembagian tantiem untuk Anggota Dewan Komisaris, Anggota Dewan Pengawas Syariah dan Anggota Direksi Bank Muamalat Indonesia (sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 20 ayat 1.b), sebesar Rp8.500.000.000 (delapan miliar lima ratus juta Rupiah). Distribusi tantiem kepada masing-masing anggota Dewan Pengawas Syariah, Dewan

1) Approved the proposed allocation of Bank Muamalat Indonesia after tax profit for the fiscal year 2014 of Rp57,173,347,000 (fifty seven billion, one hundred and seventythree million, three hundred and forty-seven thousand Rupiah) as Bank Muamalat Indonesia reserves, which resulted in no dividend distribution of Bank Muamalat Indonesia net profit generated in fiscal year 2014; and 2) The distribution of bonus to members of Bank Muamalat Indonesia BOC, Sharia Supervisory Board and Board of Directors (pursuant to the Company’s Articles of Association Article 20 paragraph 1.b), in the amount of Rp8,500,000,000 (eight billion five hundred million Rupiah). The bonus to be given to each member of Bank Muamalat Indonesia Sharia Supervisory Board, Board of Commissioners

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Komisaris dan Direksi Bank Muamalat Indonesia ditentukan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi.

and Board of Directors shall be later determined by the Board of Commissioners based on recommendations from the Company’s Nomination and Remuneration Committee.

Mata Acara Ketiga Rapat:

Third Meeting Agenda:

Direksi menyampaikan Laporan Rencana Bisnis Bank (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Bank Muamalat Indonesia) untuk Tahun Buku 2015.

The Board of Directors submitted the report on the Bank’s Business Plan (Annual Budget and Work Plan for the Fiscal Year 2015.

Mata Acara Keempat Rapat:

Fourth Meeting Agenda:

Menyetujui untuk memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit Laporan Keuangan Bank Muamalat Indonesia untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015 dan mengaudit kembali laporan keuangan Bank Muamalat Indonesia tahun buku 2010, 2011, 2012 dan 2013 serta untuk menetapkan jumlah honorarium serta persyaratan lain penunjukannya yang wajar bagi Kantor Akuntan Publik tersebut.

Approved the delegation of authority to Bank Muamalat Indonesia Board of Commissioners to appoint a Public Accounting Firm to audit Bank Muamalat Indonesia Financial Statements for the year ended December 31, 2015, to re-audit Bank Muamalat Indonesia Financial Statements for the fiscal years 2010, 2011, 2012 and 2013, and as well as to determine fee for the audit work and other reasonable requirements pertaining to the appointment of the public accounting firm.

Mata Acara Kelima Rapat:

Fifth Meeting Agenda:

1) Menyetujui pengunduran diri Bapak Emirsyah Satar sesuai dengan surat tertanggal 2-42015 (dua April dua ribu lima belas) dan selanjutnya memberhentikan dengan hormat Bapak Emirsyah Satar selaku anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia disertai dengan ucapan terima kasih atas jasa beliau selama ini untuk kemajuan Bank Muamalat Indonesia; 2) Dengan adanya pengunduran diri Bapak Emirsyah Satar tersebut maka susunan anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia menjadi sebagai berikut:

1) Approved the resignation of Mr Emirsyah Satar based on his letter dated 2-4-2015 (two April two thousand fifteen) and subsequently released him with due respect and thanks for the contribution he made during his tenor from his position as member of Bank Muamalat Indonesia Board of Commissioners;

2) Subsequent to the resignation of Mr. Emirsyah Satar, the composition of the Board of Commissioners became as follows:

Dewan Komisaris | Board of Commissioners

Nama | Name

Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen President Commissioner and also as Independent Commissioner

Prof. DR. Anwar Nasution

Komisaris Independen | Independent Commissioner

Saleh Ahmed Al - Ateeqi

Komisaris | Commissioner

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf

Komisaris | Commissioner

Ayuoob Akbar Qadri *)

*) Pengangkatan Bapak Ayuoob Akbar Qadri selaku Komisaris baru berlaku efektif jika yang bersangkutan telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan. Dalam hal hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit dan Proper Test) yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus, maka pengangkatan yang bersangkutan menjadi batal tanpa diperlukan lagi suatu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. The appointment of Mr. Ayuoob Akbar Qadri as the new Commissioner will be effective after he has passed the Fit and Proper Test Test given to him by the Financial Services Authority. Failure to pass the Fit and Proper Test Test will automatically annul Mr Qadri’s appointment for which General Meeting of Shareholders will become unnecessary.

Sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan Ibu Luluk Mahfudah selaku Direktur Bank Muamalat Indonesia dan dengan tidak diperolehnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas fit and proper test untuk Bapak

As the term of office of Ms Luluk Mahfudah as Bank Muamalat Indonesia Director had come to an end and since Mr. Setiabudi had failed the Fit and Proper test given to him for a Director position, then the

Bank Muamalat 2015 Annual Report

217

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Setiabudi selaku Direktur Bank Muamalat Indonesia, susunan anggota Direksi Bank Muamalat Indonesia dengan demikian menjadi sebagai berikut:

Direktur | Board of Directors Direktur Utama | President Director Direktur | Director

composition of Bank Muamalat Indonesia Board of Directors became as follows:

Nama | Name Endy PR Abdurrahman Hendiarto

Direktur | Director

Evi Afiatin Ismail

Direktur | Director

Indra Yurana Sugiarto

Direktur | Director

Adrian Asharyanto Gunadi

3) Pemberian kuasa kepada Direksi Bank Muamalat Indonesia dengan hak substitusi untuk menyatakan kembali keputusan berkenaan dengan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia tersebut ke dalam akta Notaris dan memberitahukannya kepada pihak yang berwenang dan sehubungan dengan hal tersebut untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

3) The delegation of authority to the Board of Directors with the right of substitution to restate all decisions relating to the changes in the composition of Bank Muamalat Indonesia’s Board of Directors and Board of Commissioners in a notarial deed and to notify all relevant authorities, and to do all actions deemed necessary pertaining to the changes in accordance with all applicable regulations.

2. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 3 Juni 2015

2. The Extraordinary General Meeting of Shareholders held on June 3, 2015

a. Penyampaian Pemberitahuan Rencana RUPS Luar Biasa

a. Delivery of Notification for the Company’s Annual and Extraordinary General Meetings of Shareholders

1) Pengumuman kepada pemegang saham mengenai akan dilakukannya Pemanggilan Rapat telah dilakukan dengan memasang iklan pada 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia, yaitu harian “Republika” dan “Bisnis Indonesia” keduanya terbit pada tanggal 27 April 2015. Bank Muamalat Indonesia juga telah mengunggah iklan pengumuman Rapat, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris, melalui laman website Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 27 April 2015. 2) Pemanggilan kepada pemegang saham mengenai penyelenggaraan Rapat telah dilakukan dengan memasang iklan pada 2 (dua) surat kabar harian yang sama tersebut di atas, keduanya terbit pada tanggal 12 Mei 2015. Bank Muamalat Indonesia juga telah mengunggah iklan pemanggilan Rapat serta penjelasan mata acara Rapat, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris, melalui laman (website) Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 12 Mei 2015.

218

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

1) Announcement to the shareholders of the meeting notification was made by placing ads in 2 (two) Indonesian-written daily newspapers, the “Republika” and “Bisnis Indonesia” on April 27, 2015. Bank Muamalat Indonesia also uploaded the ads for the Meeting announcement on April 27, 2015, both in Indonesian and English, through the pages of Bank Muamalat Indonesia website.

2) The invitation to the shareholders for Bank Muamalat Indonesia EGMS was given by placing ads in the same 2 (two) daily newspapers on May 12, 2015. Bank Muamalat Indonesia also uploaded the ads the agenda of the EGMS on Bank Muamalat Indonesia website on May 12, 2015 along with the invitation both in Indonesian and English

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

b. Hari/Tanggal, Tempat, Waktu dan Mata Acara RUPS Luar Biasa

b. Day/Date, Venue, Time and Agenda for the EGMS

Mengacu pada Pemberitahuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang telah dimuat dalam Harian Umum Republika dan Harian Umum Bisnis Indonesia pada tanggal 27 April 2015, RUPS Luar Biasa telah diselenggarakan pada:

Reffering to the Announcement of the Annual Meeting of Shareholders of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, which was published in the daily newspapers Republika and Bisnis Indonesia on April 27, 2015, the meeting was to be held on:

Hari/Tanggal | Day/Date

Rabu, 3 Juni 2015 | Wednesday, June 3, 2015

Waktu | Time

Pukul 14.40 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB | At 14:40 pm until 15:00 pm

Tempat | Venue

Ruang Kalimantan dan Maluku, Hotel Shangri-La, Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat Kalimantan and Maluku Room, Hotel Shangri-La, Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1, Central Jakarta.

Dengan susunan mata acara rapat adalah sebagai berikut: 1) Mengesahkan tindakan penjaminan aset Bank Muamalat Indonesia berupa piutang yang jumlahnya melebihi 50% (lima puluh persen) dari kekayaan bersih Bank Muamalat Indonesia sebagai jaminan hutang Bank Muamalat Indonesia atas fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh PT Sarana Multigriya Finansial; 2) Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 1 ayat 1 tentang Tempat Kedudukan Perseroan; dan 3) Perubahan Anggaran Dasar Bank Muamalat Indonesia dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan OJK Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten Atau Perusahaan Publik serta Peraturan OJK Nomor 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

c. Anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah yang Hadir pada Rapat

Jabatan | Position

With the following meeting agenda: 1) To approve the proposed scheme to place Bank Muamalat Indonesia receivables in excess of 50% (fifty percent) of its net assets as collateral for financing facilities provided to Bank Muamalat Indonesia by PT Sarana Multigriya Financial;

2) Amendments to the Company’s Articles of Association Article 1, paragraph 1 regarding the Company’s premises; and 3) Amendments to the Articles of Association to comply with FSA Regulation No. 32/POJK.04 /2014 on the Planning and Implementation of General Meeting of Shareholders of Public Companies, FSA Regulation No. 33/POJK.04/2014 regarding the Board of Directors and Board of Commissioners of Issuers or Public Companies as well as FSA Regulation No. 38/POJK.04/ 2014 regarding Additional Capital for Public Company Without Giving Pre-emptive Rights.

c. Anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah yang Hadir pada Rapat

Nama | Name

Direksi | Board of Directors Direktur Utama | President Director

Endy PR Abdurrahman

Direktur | Director

Hendiarto

Direktur | Director

Evi Afiatin Ismail

Direktur | Director

Indra Yurana Sugiarto

Direktur | Director

Adrian Asharyanto Gunadi

Bank Muamalat 2015 Annual Report

219

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Jabatan | Position

Nama | Name

Dewan Komisaris | Board of Commissioners Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen President Commissioner and also as Independent Commissioner Komisaris Independen | Independent Commissioner

Prof. DR. Anwar Nasution Iggi Haruman Achsien

Komisaris | Commissioner

Saleh Ahmed Al - Ateeqi

Komisaris | Commissioner

Ayuoob Akbar Qadri *)

*) Efektif setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari OJK. Effective after passing Fit and Proper Test of the FSA.

Dewan Pengawas Syariah | Sharia Supervisory Board Ketua | Chairman

Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin

Anggota | Member

Prof. DR. H. Umar Shihab

Anggota | Member

Prof. DR. H. Muardi Chatib

d. Jumlah Saham dengan Hak Suara yang Hadir pada Rapat

d. Number of Shares with Voting Rights present at the Meeting

Jumlah pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang hadir pada Rapat adalah sejumlah 8.952.282.085 (delapan miliar sembilan ratus lima puluh dua juta dua ratus delapan puluh dua ribu delapan puluh lima) saham atau 87,701% (delapan puluh tujuh koma tujuh nol satu persen) dari jumlah seluruh saham kelas A dan kelas B dengan hak suara yang telah dikeluarkan Bank Muamalat Indonesia yang seluruhnya berjumlah 10.207.702.335 (sepuluh miliar dua ratus tujuh juta tujuh ratus dua ribu tiga ratus tiga puluh lima) saham yang terdiri dari: 1) saham kelas A sejumlah 826.649.175 (delapan ratus dua puluh enam juta enam ratus empat puluh sembilan ribu seratus tujuh puluh lima) saham; dan 2) saham kelas B sejumlah 9.381.053.160 (sembilan miliar tiga ratus delapan puluh satu juta lima puluh tiga ribu seratus enam puluh) saham;

The number of shares present and or represented by their proxies was 8,952,282,085 (eight billion nine hundred and fifty-two million two hundred eighty two thousand eighty five) shares or 87.701% (eighty-seven point seven zero one percent ) of the total shares of class A and class B with voting rights that have been issued by Bank Muamalat Indonesia, totaling 10,207,702,335 (ten billion two hundred and seven million seven hundred and two thousand three hundred and thirty five) shares consisting of: 1) 826,649,175 (eight hundred and twenty-six million six hundred and forty-nine thousand one hundred and seventy five) A class shares; and 2) 9,381,053,160 (nine billion three hundred and eighty-one million fifty three thousand one hundred sixty) B class shares;

dengan memperhatikan Daftar Pemegang Saham Bank Muamalat Indonesia per tanggal 11 Mei 2015 sampai dengan pukul 16.00 WIB, sehingga karenanya kuorum yang disyaratkan dalam Pasal 11 ayat (3) (a) dan Pasal 13 ayat (4) Anggaran Dasar Perseroan juncto Pasal 27 dan Pasal 28 POJK nomor 32/2014 telah dipenuhi dan Rapat ini adalah sah dan berhak untuk mengambil keputusan yang sah dan mengikat mengenai hal-hal yang dibicarakan sesuai dengan mata acara Rapat.

After taking into consideration the List of Shareholders as per May 11, 2015 at 16:00 pm, it was confirmed that the quorum as required under Article 11 (3) (a) and Article 13 paragraph (4) of the Company’s Articles of Association in conjunction with Article 27 and Article 28 of the FSA Regulations No 32/2014 were been met so the Meeting was legitimate and entitled to make valid and binding decisions on all matters discussed as previously proposed through the agenda of the Meeting.

e. Kesempatan Mengajukan Pertanyaan dan/ atau Pendapat pada Rapat

e. Opportunity to ask Questions and Give Opinions in the Meeting

Dalam setiap mata acara Rapat tersebut telah diberikan kesempatan kepada pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham untuk mengajukan pertanyaan/menyampaikan pendapat.

For each agenda of the meeting, opportunity was given to shareholders and/or their proxies to ask questions or give opinions.

220

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

f.

Jumlah Pemegang Saham dan/atau Kuasa Pemegang Saham yang Mengajukan Pertanyaan dan/atau Pendapat pada Rapat

f.

Jumlah pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang mengajukan pertanyaan dan/atau pendapat pada: 1) mata acara pertama Rapat adalah sebanyak 2 (dua) pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham; 2) mata acara kedua Rapat adalah sebanyak 2 (dua) pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham; 3) mata acara ketiga Rapat adalah sebanyak 1 (satu) pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham.

g. Mekanisme Pengambilan Keputusan Rapat

The number of Shareholders and/or their proxies who asked Questions and/or Give Opinions on: 1) The first meeting agenda was 2 (two) shareholders and/or proxies of shareholders; 2) The second meeting agenda was 2 (two) shareholders and/or proxies of shareholders; 3) The third meeting agenda was 1 (one) shareholders and/or proxies of shareholders.

g. Mechanism of Decision Making for the Meeting

Mekanisme pengambilan keputusan dalam Rapat dilakukan secara musyawarah untuk mufakat. Namun apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka pengambilan keputusan dalam Rapat dilakukan dengan cara pemungutan suara (voting) dimana pada seluruh mata acara Rapat dilakukan dengan pemungutan suara secara terbuka oleh karena tidak ada pemungutan suara berkenaan dengan diri orang.

h. Hasil Pemungutan Suara pada Rapat

Decisions during the meeting shall be made through deliberation. When no agreement is reached, then the decision shall be made through voting, and for the entire agenda of this meeting an open voting was conducted as the agenda had no subject pertaining to any individual person.

h. Results of Voting in the Meeting

Pengambilan Keputusan untuk semua mata acara Rapat diputuskan dengan suara bulat secara musyawarah untuk mufakat.

i.

Keputusan Rapat Dalam Rapat tersebut telah diambil keputusan sebagai berikut:

The number of Shareholders and/or their proxies who asked Questions and/or Give Opinions in the Meeting

All decisions of the Meeting were made through deliberation and consensus.

i.

Meeting Decisions The Meeting made the following decisions:

Mata Acara Pertama Rapat:

First Meeting Agenda:

Mengesahkan tindakan penjaminan aset Bank Muamalat Indonesia berupa piutang yang jumlahnya hingga saat ini melebihi 50% (lima puluh persen) dari kekayaan bersih Bank Muamalat Indonesia sebagai jaminan hutang Bank Muamalat Indonesia atas fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh PT Sarana Multigriya Finansial.

Approved the proposed scheme to place Bank Muamalat Indonesia receivables in excess of 50% (fifty percent) of its net assets as collateral for financing facilities provided to Bank Muamalat Indonesia by PT Sarana Multigriya Financial.

Mata Acara Kedua Rapat:

Second Meeting Agenda:

1) Menyetujui Perubahan pasal 1 ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan berkenaan dengan Perubahan tempat kedudukan Perseroan dari Kotamadya Jakarta Pusat menjadi berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Selatan, dengan ketentuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 1 ayat 1 tentang Tempat Kedudukan tersebut terlebih dahulu mendapat persetujuan dari OJK (jika diperlukan) dan akan berlaku efektif terhitung sejak memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (“Menkumham”).

1) Approved the proposed amendment in article 1, paragraph 1 of the Company’s Articles of Association regarding the domicile of the Company from Central Jakarta to South Jakarta, with the provisions of such amendment having obtained prior approval from the FSA (if necessary) and will be effective the date of approval from the Minister of Law and Human Rights ( “Menkumham”).

Bank Muamalat 2015 Annual Report

221

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Sehingga dengan diperolehnya persetujuan dari OJK dan Menkumham atas perubahan tempat kedudukan tersebut, untuk selanjutnya Pasal 1 ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan akan tertulis dan harus dibaca sebagai berikut:

So after obtaining approval from both the FSA and Menkumham on the change of domicile, the Article 1 paragraph 1 of the Company’s Articles of Association will henceforth be written and shall read as follows:

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN | NAME AND PLACE OF DOMICILE Pasal | Article 1 1. Perseroan Terbatas ini bernama: “PT Bank Muamalat Indonesia Tbk” (selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini cukup disingkat dengan “Perseroan”), berkedudukan dan berkantor pusat di Kota Administrasi Jakarta Selatan.” The Limited Liability Company’s name is: “PT Bank Muamalat Indonesia Tbk” (henceforth be referred to as “the Company”), Domiciled in the Administrative City of South Jakarta.”

222

2) Menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi Bank Muamalat Indonesia dengan hak substitusi, untuk menyatakan kembali keputusan berkenaan dengan perubahan tempat kedudukan Bank Muamalat Indonesia tersebut ke dalam akta notaris dan mengajukan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar tersebut kepada pihak yang berwenang termasuk namun tidak terbatas untuk memperoleh persetujuan dari OJK (jika diperlukan) dan sehubungan dengan hal tersebut untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

2) Approved the delegation of authority to the Board of Directors with the right of substitution, to restate all decision regarding the change of the domicile of Bank Muamalat Indonesia in a notarial deed and propose such change to the authorities for approval, including but not limited to obtaining approval from the FSA (if required) and to do all actions necessary pertainning to that decision in accordance with all applicable regulations.

Mata Acara Ketiga Rapat:

Thirth Meeting Agenda:

1) Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan OJK Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten Atau Perusahaan Publik. 2) Menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi, untuk menyatakan kembali keputusan berkenaan dengan perubahan dan penyusunan kembali seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan ke dalam akta notaris dan menyampaikan pemberitahuan atas perubahan Anggaran Dasar tersebut kepada pihak yang berwenang dan sehubungan dengan hal tersebut untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

1) Approved the amendment to the Articles of Association to comply with FSA Regulation No.32/POJK.04/2014 on Planning and Implementing the General Meeting of Shareholders of Public Companies and FSA Regulation No.33/POJK.04/2014 on the Board of Directors and Board of Commissioners of Issuers or Public Companies. 2) Approved the delegation of authority the Board of Directors with the right of substitution, to restate the decision regarding the amendment and reformulation of the entire provisions in the Company’s Articles of Association in notarial deed and submit the notification on such amendment to relevant authorities and to do all actions necessary pertaining to that decision in accordance with all applicable regulatons.

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

3. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 7 September 2015

3. Extraordinary Meeting Extraordinary Shareholders held on September 7, 2015

a. Penyampaian Pemberitahuan Rencana RUPS Luar Biasa Perseroan

a. Notification of Plan for the Company’s Extraordinary Meeting of Shareholders

1) Pengumuman Rapat dilakukan pada surat kabar “Bisnis Indonesia” dan website Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 30 Juli 2015. 2) Pemanggilan Rapat dilakukan pada surat kabar “Bisnis Indonesia” dan website Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2015.

1) The announcement was advertised in the daily newspaper “Bisnis Indonesia” and on Bank Muamalat Indonesia website on July 30, 2015. 2) Invitation of the Meeting was advertised in the daily newspaper “Bisnis Indonesia” and on Bank Muamalat Indonesia website on August 14, 2015.

b. Pengumuman Tempat dan Agenda Pelaksanaan RUPS Luar Biasa Bank Muamalat Indonesia

b. The Announcement for the EGM’s Venue and Agenda

Mengacu pada Pengumuman dan Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang telah dimuat dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 30 Juli 2015 dan 14 Agustus 2015 serta website Bank Muamalat Indonesia, RUPS diselenggarakan pada:

Referring to the Announcement and Invitation of the Extraordinary General Meeting of Shareholders of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk as published in Bisnis Indonesia newspaper on July 30, 2015 and August 14, 2015 and on Bank Muamalat Indonesia website, the EGMS was held on:

Hari/Tanggal | Day/Date

Senin, 7 September 2015 | Monday, September 7, 2015

Waktu | Time

Pukul 09.32 WIB sampai dengan 11.25 WIB | At 09:32 a.m until 11:25 a.m

Tempat | Venue

Ruang Grand Thamrin, Hotel Pullman, Jalan Mohammad Husni Thamrin No. 59 Jakarta Pusat. Grand Thamrin, Hotel Pullman, Jalan Mohammad Husni Thamrin No. 59, Central Jakarta.

Dengan mata acara tunggal rapat adalah “Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi Bank Muamalat Indonesia” yang terbagi atas 3 (tiga) pembahasan yaitu: 1) Pengunduran diri Bapak Adrian Asharyanto Gunadi dan Bapak Hendiarto dari jabatannya masing-masing selaku Direktur Bank Muamalat Indonesia, yang dimintakan persetujuannya kepada Rapat;

With a single Meeting Agenda of “Changes in the Board of Commissioners and/or Board of Directors” but consisted three (3) discussions, namely: 1) The resignation of Mr. Adrian Asharyanto Gunadi and Mr. Hendiarto from their positions as Directors of Bank Muamalat Indonesia for which approval from the Meeting was needed;

2) Pengangkatan Komisaris Independen dan Direktur Bank Muamalat Indonesia yang baru dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Bank Muamalat Indonesia, yang dimintakan persetujuannya kepada Rapat; dan

2) The appointment of Bank Muamalat Indonesia new independent commissioners and new Director after recommendation from Bank Muamalat Indonesia Nomination and Remuneration Committee of Bank Muamalat Indonesia, for which approval from the Meeting was needed; and

3) Lain-lain terkait mata acara Rapat: Surat dari Otoritas Jasa Keuangan Nomor. S-42/PB.1/2015 tertanggal 19 Agustus 2015 perihal Pengajuan Pemegang Saham pengendali dan pengurus Bank Saudara (selanjutnya disebut “Surat OJK”) yang disampaikan kepada Rapat dan dibahas dalam Rapat, namun tidak diambil keputusan atasnya.

3) Other matters relating to the Meeting Agenda: Letter from the Financial Services Authority No.S-42/PB.1/2015 dated August 19, 2015 regarding proposal on controlling shareholders and the management of Bank Saudara (hereinafter referred to as “FSA Letter”) submitted to the Meeting to be further discussed but for which no decision was made.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

223

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

c. Anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah yang Hadir pada Rapat

Jabatan | Position

c. Members of the Company’s Board of Directors, Board of Commissioners and Sharia Supervisory Board presented at the Meeting

Nama | Name

Dewan Komisaris | Board of Commissioners Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen President Commissioner and Independent Commissioner Komisaris Independen | Independent Commisssioner

Prof. DR. Anwar Nasution Iggi Haruman Achsien

Komisaris | Commissioner

Saleh Ahmed Al - Ateeqi

Komisaris | Commissioner

Sultan Mohammad Hasan Abdulrauf

Komisaris | Commissioner

Ayuoob Akbar Qadri *)

*) Efektif setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari OJK. Effective after passing Fit and Proper Test of the FSA.

Dewan Pengawas Syariah | Sharia Supervisory Board Ketua | Chairman

Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin

Anggota | Member

Prof. DR. H. Umar Shihab

Direksi | Board of Directors Direktur Utama | President Director

Endy PR Abdurrahman

Direktur | Director

Indra Yurana Sugiarto

Direktur | Director Compliance

Evi Afiatin Ismail

d. Jumlah Saham dengan Hak Suara yang Hadir pada Rapat

d. Number of Shares with Voting Rights present at the Meeting

Jumlah pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang hadir dalam Rapat adalah sejumlah 8.945.724.965 saham atau 87,637% dari jumlah seluruh saham kelas A dan kelas B dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan Bank Muamalat Indonesia yang seluruhnya berjumlah 10.207.702.335 saham yang terdiri dari: 1) saham kelas A sejumlah sejumlah 826.649.175 saham; dan 2) saham kelas B sejumlah 9.381.053.160 saham,

The number of shares present and or represented by their proxies was 8,945,724,965 shares or 87.637% of the total shares of class A and class B with voting rights that have been issued by Bank Muamalat Indonesia, totaling 10,207,702,335 (ten billion two hundred and seven million seven hundred and two thousand three hundred and thirty five) shares consisting of: 1) 826,649,175 A class shares; and 2) 9,381,053,160 B class shares;

dengan memperhatikan Daftar Pemegang Saham Bank Muamalat Indonesia per tanggal 13 Agustus 2015 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Sehingga karenanya kuorum yang disyaratkan dalam Pasal 11 ayat 1 (a) Anggaran Dasar Perseroan juncto Pasal 26 POJK nomor 32/POJK.04/2014 telah dipenuhi dan Rapat menjadi sah dan berhak untuk mengambil keputusan yang sah dan mengikat mengenai hal-hal yang dibicarakan sesuai dengan mata acara Rapat.

After taking into consideration the List of Shareholders as per August 13, 2015 at 16:00 pm, it was confirmed that the quorum as required under Article 11 paragraph 1 of the Company’s Articles of Association in conjunction with Article 26 of the FSA Regulations No 32/2014 were met so the Meeting was legitimate and entitled to make valid and binding decisions on all matters discussed as previously proposed through the agenda of the Meeting.

e. Kesempatan Mengajukan Pertanyaan dan/ atau Pendapat pada Rapat

e. Opportunity to ask Questions and Give Opinions in the Meeting

Dalam setiap mata acara Rapat tersebut telah diberikan kesempatan kepada pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham untuk mengajukan pertanyaan/menyampaikan pendapat.

For each agenda of the meeting, opportunity was given to shareholders and/or their proxies to ask questions or give opinions.

224

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

f.

Jumlah Pemegang Saham dan/atau Kuasa Pemegang Saham yang Mengajukan Pertanyaan dan/atau Pendapat pada Rapat 1) 2 (dua) pemegang saham pada pembahasan pertama mata acara; dan 2) 2 (dua) pemegang saham pada pembahasan kedua mata acara.

g. Mekanisme Pengambilan Keputusan Rapat Mekanisme pengambilan keputusan dalam Rapat dilakukan melalui pemungutan suara yang dilakukan secara tertulis dengan surat suara tertutup yang tidak ditandatangani, dikarenakan berkenaan dengan diri orang sesuai dengan ketentuan Pasal 11 ayat 8 Anggaran Dasar Bank Muamalat Indonesia. Terkait dengan hasil pemungutan suara, Pasal 11 ayat 11 Anggaran Dasar Bank Muamalat Indonesia menentukan bahwa Pemegang Saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPS namun dengan Suara blanko (abstain) atau suara yang tidak sah dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan suara mayoritas pemegang saham yang mengeluarkan suara.

h. Hasil Pemungutan Suara pada Rapat

f.

The number of Shareholders and/or their proxies who asked Questions and/or Give Opinions in the Meeting 1) 2 (two) shareholders on the Meeting Agenda 1; and 2) 2 (two) shareholders on the Meeting Agenda 2.

g. Mechanism of Decision Making in the Meeting Decisions during the Meeting shall be made through voting with written, sealed and unsigned ballots pursuant to the provisions of Article 11 paragraph 8 of Bank Muamalat Indonesia Articles of Association as the voting was on individual persons. Regarding voting results, vote, Bank Muamalat Indonesia Articles of Associations Article 11 paragraph 11 specify that the abstain votes or illegitimate votes of shareholders with voting rights present at the GMS shall be considered/counted as those of the majority shareholders who gave votes.

h. Voting Results in the Meeting

Rapat melalui pemungutan suara secara tertulis dengan surat suara tertutup yang tidak ditandatangani memutuskan: 1) Menyetujui pengunduran diri Bapak Adrian Asharyanto Gunadi dan Bapak Hendiarto. Persetujuan dimaksud dihasilkan melalui pemungutan suara dengan hasil sebagai berikut: a. Jumlah saham yang setuju: 8.923.944.410 saham atau 99,756% dari jumlah saham yang hadir. b. Jumlah saham yang tidak setuju: 580.555 saham atau 0,006% dari jumlah saham yang hadir c. Jumlah saham yang abstain: 21.200.000 saham atau 0,236% dari jumlah saham yang hadir.

Through voting with written, sealed and unsigned ballot, the Meeting decided: 1) To approve the resignation of Mr. Adrian Asharyanto Gunadi and Mr Hendiarto. Approval was given by voting with the following results: a. The number of shares who agreed: 8,923,944,410 shares or 99.756% of the total shares present. b. The number of shares did not agree: 580,555 shares or 0.006% of the total shares present c. The number of shares with abstain votes: 21.2 million shares, or 0.236% of the total shares present.

Berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat 11 Anggaran Dasar Bank Muamalat Indonesia, maka jumlah keseluruhan saham yang setuju setelah ditambah dengan jumlah saham yang abstain menjadi sejumlah 8.945.144.410 saham atau 99,993% dari jumlah saham yang hadir.

Pursuant to the provisions of Article 11 paragraph 11 of Bank Muamalat Indonesia Articles of Association, the total number of shares who agreed after adding the number of shares with abstain votes became 8,945,144,410 shares or 99.993% of the total shares present.

2) Menyetujui pengangkatan Bapak Djaja M. Tambunan selaku anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia dengan rincian hasil pemungutan suara sebagai berikut:

2) To approve the appointment of Mr. Djaja M. Tambunan as member of Bank Muamalat Indonesia Board of Commissioners with the following details of voting results:

Bank Muamalat 2015 Annual Report

225

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

226

a. Jumlah saham yang setuju: 5.582.003.536 saham atau 62,398% dari jumlah saham yang hadir. b. Jumlah saham yang tidak setuju: 3.341.925.829 saham atau 37,357% dari jumlah saham yang hadir. c. Jumlah saham yang abstain: 21.795.600 saham atau 0,243% dari jumlah saham yang hadir.

a. The number of shares who agreed: 5,582,003,536 shares or 62.398% of the total shares present. b. The number of shares who did not agree: 3,341,925,829 shares or 37.357% of the total shares present. c. The number of shares with abstain votes: 21.7956 million shares, or 0.243% of the total shares present.

Berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat 11 Anggaran Dasar Bank Muamalat Indonesia, maka jumlah keseluruhan saham yang setuju setelah ditambah dengan jumlah saham yang abstain menjadi sejumlah 5.603.799.136 saham atau 62,642% dari jumlah saham yang hadir.

Pursuant to the provisions of Article 11 paragraph 11 of Bank Muamalat Indonesia Articles of Association, the total number of shares who agreed after adding the number of shares with abstain votes became 5,603,799,136 shares or 62.642% of the total shares present.

3) Menyetujui pengangkatan Bapak Purnomo B. Soetadi selaku Direktur Bank Muamalat Indonesia dengan rincian hasil pemungutan suara sebagai berikut: a. Jumlah saham yang setuju: 5.582.003.536 saham atau 62,398% dari jumlah saham yang hadir. b. Jumlah saham yang tidak setuju: 3.341.925.829 saham atau 37,357% dari jumlah saham yang hadir. c. Jumlah saham yang abstain: 21.795.600 saham atau 0,243% dari jumlah saham yang hadir.

3) To approve the appointment of Mr. Purnomo B. Soetadi as Bank Muamalat Indonesia Director with the following details of voting results: a. The number of shares who agreed: 5,582,003,536 shares or 62.398% of the total shares present. b. The number of shares who did not agree: 3,341,925,829 shares or 37.357% of the total shares present. c. The number of shares with abstain votes: 21.7956 million shares, or 0.243% of the total shares present.

Berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat 11 Anggaran Dasar Bank Muamalat Indonesia, maka jumlah keseluruhan saham yang setuju setelah ditambah dengan jumlah saham yang abstain menjadi sejumlah 5.603.799.136 saham atau 62,642% dari jumlah saham yang hadir.

Pursuant to the provisions of Article 11 paragraph 11 of Bank Muamalat Indonesia Articles of Association, the total number of shares who agreed after adding the number of shares with abstain votes became 5,603,799,136 shares or 62.642% of the total shares present.

4) Menyetujui pengangkatan Bapak Hery Syafril selaku Direktur Bank Muamalat Indonesia dengan rincian hasil pemungutan suara sebagai berikut: a. Jumlah saham yang setuju: 5.582.018.951 saham atau 62,398% dari jumlah saham yang hadir. b. Jumlah saham yang tidak setuju: 16.120 saham atau 0,0001% dari jumlah saham yang hadir. c. Jumlah saham yang abstain: 3.363.689.894 saham atau 37,601% dari jumlah saham yang hadir.

4) To approve the appointment of Mr. Hery Syafril as Bank Muamalat Indonesia Director with the following details of voting results: a. The number of shares who agreed: 5,582,018,951 shares or 62.398% of the total shares present. b. The number of shares who did not agree: 16 120 shares or 0.0001% of the total shares present. c. The number of shares with abstain votes: 3,363,689,894 shares or 37.601% of the total shares present.

Berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat 11 Anggaran Dasar Bank Muamalat Indonesia,

Pursuant to the provisions of Article 11 paragraph 11 of Bank Muamalat Indonesia

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Articles of Association, the total number of shares who agreed after adding the number of shares with abstain votes became 8,945,708,845 shares or 99.999% of the total shares present.

maka jumlah keseluruhan saham yang setuju setelah ditambah dengan jumlah saham yang abstain menjadi sejumlah 8.945.708.845 saham atau 99,999% dari jumlah saham yang hadir.

i.

Keputusan Rapat

i.

Meeting Decisions

Dalam Rapat tersebut telah diambil keputusan sebagai berikut: 1) Menyetujui pengunduran diri Bapak Adrian Asharyanto Gunadi dan Bapak Hendiarto, serta selanjutnya memberhentikan dengan hormat Bapak Adrian Asharyanto Gunadi dan Bapak Hendiarto masing-masing selaku anggota Direksi Bank Muamalat Indonesia disertai dengan ucapan terima kasih atas jasajasa beliau selama ini untuk kemajuan Bank Muamalat Indonesia; 2) Menyetujui pengangkatan: a. Bapak Djaja M. Tambunan selaku anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia; b. Menyetujui pengangkatan Bapak Purnomo B. Soetadi selaku Direktur Bank Muamalat Indonesia;dan c. Menyetujui pengangkatan Bapak Hery Syafril selaku Direktur Bank Muamalat Indonesia.

The Meeting made the following decisions: 1) Approved the resignation of Mr. Adrian Asharyanto Gunadi and Mr. Hendiarto, and subsequently released with respect Mr. Adrian Asharyanto Gunadi and Mr. Hendiarto from their positions as members of Bank Muamalat Indonesia Board of Directors with gratitude for their services rendered during their terms of offices at Bank Muamalat Indonesia; 2) Approved the appointment of: a. Mr. Djaja M. Tambunan as a member of Bank Muamalat Indonesia Board of Commissioners; b. Approved the appointment of Mr. Purnomo B. Soetadi as Bank Muamalat Indonesia Director; and c. Approved the appointment of Mr. Hery Syafril as Bank Muamalat Indonesia Director.

Pengangkatan tersebut terhitung sejak ditutupnya Rapat sampai dengan sisa masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi lainnya yang masih menjabat, yaitu sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Muamalat Indonesia Tahun 2019. Dari dan oleh karenanya hal-hal yang berkaitan dengan honorarium, tunjangan, maupun pembagian tugas dan kewajiban selaku anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi akan mengikuti hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang mengangkat anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi lainnya yang masih menjabat;

The appointment was effective as per the closing of this Meeting up to the remaining term of office of the Board of Commissioners and Board of Directors who are still in office, that is up to the close of Bank Muamalat Indonesia Annual General Meeting of Shareholders to be held in 2019. Due to the changes, all matters relating to honor, allowances, and division of duties and obligations of members of the Company’s Board of Commissioners and/or Board of Directors will be subject to the decisions of the GMS on which the incumbent members of BoC and BoD were appointed;

Menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi Bank Muamalat Indonesia untuk mewakili pemegang saham untuk menandatangani perjanjian dengan Komisaris yang diusulkan tersebut di atas sehubungan dengan pengangkatannya selaku Komisaris Bank Muamalat Indonesia. Menyetujui pemberian kuasa kepada Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia untuk mewakili pemegang saham untuk menandatangani perjanjian dengan masing-masing Direktur yang diusulkan tersebut di atas sehubungan dengan pengangkatan mereka selaku Direktur Bank Muamalat Indonesia.

Approved the delegation of authority to the Board of Directors to represent shareholders to sign an agreement with the newly appointed Commissioner as said above in connection with his appointment as Commissioner. Approved the delegation of authority to the Board of Commissioners to represent shareholders to sign an agreement with each of the newly appointed Directors as said above in connection with their appointment as Bank Muamalat Indonesia Directors.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

227

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

The appointment of Mr. Ayuoob Akbar Qadri, Mr. Djaja M. Tambunan, Mr. Purnomo B. Soetadi and Mr Hery Syafril shall become effective after they have passed the Fit and Proper Test given to them by Financial Services Authority. Assuming they have, the composition of Bank Muamalat Indonesia Board of Commissioners and Board of Directors will be as presented below:

Pengangkatan Bapak Ayuoob Akbar Qadri, Bapak Djaja M. Tambunan, Bapak Purnomo B. Soetadi dan Bapak Hery Syafril baru berlaku efektif jika yang bersangkutan telah lulus Fit and Proper Test dari Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga susunan selengkapnya anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank Muamalat Indonesia menjadi sebagai berikut:

Jabatan | Position

Nama | Name

Dewan Komisaris | Board of Commissioners Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen President Commissioner and also as Independent Commissioner

Prof. DR. Anwar Nasution

Komisaris Independen | Independent Commissioner

Iggi Haruman Achsien

Komisaris | Commissioner

Sultan Mohammad Hasan Abdulrauf

Komisaris | Commissioner

Saleh Ahmed Al - Ateeqi

Komisaris Independen | Independent Commissioner

Djaja M. Tambunan *)

Komisaris | Commissioner

Ayuoob Akbar Qadri *)

Direksi | Board of Directors Direktur Utama | President Director

Endy PR Abdurrahman

Direktur | Director

Evi Afiatin Ismail

Direktur | Director

Indra Yurana Sugiarto

Direktur | Director

Purnomo B. Soetadi *)

Direktur | Director

Hery Syafril *)

*) Dalam hal hasil Fit and Proper Test yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus, maka pengangkatan yang bersangkutan menjadi batal tanpa diperlukan lagi suatu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Failure to pass the Fit and Proper Test will automatically annul the appointment of the above said parties for which a decision of General Meeting of Shareholders is then unnecessary.

Menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi Bank Muamalat Indonesia dengan hak substitusi, untuk menyatakan kembali keputusan berkenaan dengan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank Muamalat Indonesia tersebut kedalam akta Notaris dan memberitahukannya kepada yang berwenang dan sehubungan dengan hal tersebut untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

j.

228

Lain-lain

Approved the delegation of authority to the Board of Directors with the right of substitution, to restate the decisions regarding the composition of Bank Muamalat Indonesia Board of Commissioners and Board of Directors in a notarial deed, to notify all relevant authorities, and to do all actions necessary pertaining to the decisions in accordance with all applicable regulations.

j.

Others

Dalam Rapat disampaikan bahwa Bank Muamalat Indonesia mendapatkan Surat OJK yang meminta Saudi Economic Development Company (selanjutnya disebut “Sedco”) untuk tidak melakukan pengendalian atas Bank Muamalat Indonesia dan segera mengajukan dokumen Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Bpk. Ayuoob Akbar Qadri kepada OJK.

During the meeting, it was informed that Bank Muamalat Indonesia had received a letter from the FSA requesting the Saudi Economic Development Company (hereinafter referred to as “Sedco”) to not exercise control over Bank Muamalat Indonesia and to immediately propose for Fit and Proper Test documents for Mr. Ayuoob Akbar Qadri to the FSA.

Atas Surat OJK tersebut, Direksi telah menyampaikan Surat OJK dimaksud melalui surat

Bank Muamalat Indonesia Board of Directors has forwarded the referred letter by electronic mail

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

elektronik (e-mail) pada tanggal 21 Agustus 2015 kepada para Komisaris Perwakilan Pemegang Saham untuk diteruskan kepada masing-masing Pemegang Saham. Selain itu, Direksi juga telah menyampaikan Surat OJK dimaksud pada Rapat Dewan Komisaris serta Komite Nominasi dan Remunerasi yang diselenggarakan pada tanggal 4 September 2015 yang juga dihadiri oleh para Komisaris Perwakilan Pemegang Saham.

(e-mail) on August 21, 2015 to the Commissioners that are Representatives of the referred shareholder to be further submitted to the shareholder. In addition, the Board of Directors has also discussed the referred letter of the FSA in a joint meeting of BoC and the Nomination and Remuneration Committee held on September 4, 2015 which was also attended by the Commissioners that are Representatives of all Shareholders.

Pada rapat tersebut Komisaris Perwakilan Sedco menyampaikan bahwa Sedco akan menindaklanjuti Surat OJK tersebut melalui pertemuan dengan OJK yang telah dijadwalkan pada tanggal 8 September 2015. Direksi Bank Muamalat Indonesia juga telah menyampaikan dokumen Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari Bpk. Ayuoob Akbar Qadri kepada OJK.

During the meeting, the Commissioners Representatives of Sedco stated that Sedco will respond to the referred FSA letter through a scheduled meeting with the FSA on September 8, 2015. The Board of Directors has also submitted the Fit and Proper Test Documents for Mr. Ayuoob Akbar Qadri to the FSA.

J. KOMPOSISI DAN PROFIL PEMEGANG SAHAM

J. COMPOSITION AND PROFILE OF THE SHAREHOLDERS

SEDCO HOLDING INTERNATIONAL LTD 24,23%

Atwil Holding Ltd 17,91%

BMF Holding Ltd 3,48%

NATIONAL BANK OF KUWAIT GROUP 30,45%

IDF Investment Foundation 2,84%

National Bank of Kuwait 8,45%

ISLAMIC DEVELOPMENT BANK 32,74%

PEMEGANG SAHAM LAINNYA 12,58%

Boubyan Bank 22,00%

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

1. Islamic Development Bank (32,74 %)

Islamic Development Bank (IDB) menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia mulai tahun 1999. IDB merupakan lembaga keuangan internasional

1. Islamic Development Bank (32.74%)

Islamic Development Bank (IDB) first became Bank Muamalat Indonesia shareholders in 1999. IDB is an international financial institution established based

Bank Muamalat 2015 Annual Report

229

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

yang didirikan menurut Declaration of Intent yang dikeluarkan oleh Konferensi Menteri Keuangan negaranegara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang diadakan di Jeddah pada Dzulqa’dah 1393 H atau Desember 1973. Hasil Konferensi tersebut kemudian dilanjutkan dengan Pelantikan Dewan Gubernur pada bulan Rajab 1395 H atau pada Juli 1975. Bank secara resmi kemudian dibuka pada tanggal 15 Syawal 1395 H atau pada 20 Oktober 1975.

on the Declaration of Intent issued by the Conference of Finance Ministers of Muslim countries that are members of the Organization of Islamic Conference (OIC), which was held in Jeddah in 1393 Dzulqa’dah H or in December 1973. The results of the conference was confirmed by the Inaugural of the Bank’s Board of Governors on Rajab 1395 H or July 1975. The Bank was later opened officially on 15 Shawwal 1395 H or on October 20, 1975.

IDB didirikan dengan tujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial dari negara anggota dan masyarakat muslim secara individu maupun bersama-sama sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

IDB was established to promote economic and civic development in member countries and both their collective and individual Muslim communities in accordance with the principles of Sharia.

Melalui piagamnya, Islamic Development Bank (IDB) diberi mandat untuk mendorong pembangunan sosial ekonomi dari negara-negara anggota dan komunitas Muslim di negara-negara non-anggota, sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah (Hukum Islam). Sejak berdirinya di 1395 H (1975), keanggotaan dalam lembaga telah berkembang jauh dan telah ada beberapa peningkatan sisi modal berdampingan dengan permintaan untuk lebih banyak sumber daya dari negara-negara anggota untuk membiayai operasinya. Selama lebih dari satu dekade sekarang, IDB berperingkat AAA oleh tiga Pemeringkat utama (Standard & Poor, Moody, dan Fitch), memfasilitasi mobilisasi sumber daya dari pasar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan meningkat dari negara-negara anggota.

Through its charter, the Islamic Development Bank (IDB) is mandated to promote socio-economic development of member countries and the Muslim communities in non-member countries in accordance with the principles of Sharia (Islamic Law). Since its establishment in 1395 H (1975), IDB membership within the organizations has grown considerably with increased capital to accommodate the demand for more resources from member countries to finance their operations. After more than a decade now, IDB has earned AAA rating from three major Rating Agencies (Standard & Poor’s, Moody’s, and Fitch), and facilitated the mobilization of resources from the market to meet the increasing demand for financing from its member countries.

Profil Negara Pemegang Saham IDB > 1% sesuai dengan Annual Report tahun 2014 adalah sebagai berikut: 1) Arab Saudi : 23,52% 2) Libya : 9,43% 3) Iran : 8,25% 4) Nigeria : 7,66% 5) Emirat Arab : 7,51% 6) Qatar : 7,18% 7) Mesir : 7,08% 8) Kuwait : 6,92% 9) Turki : 6,45% 10) Algeria : 2,54% 11) Pakistan : 2,54% 12) Indonesia : 2,25% 13) Malaysia : 1,63% 14) Bangladesh : 1,01% 15) Negara lain sampai dengan 100% saham.

The profile of Countries that are IDB Shareholders with > 1% placement according to its 2014 Annual Report 2014 is: 1) Arab Saudi : 23.52% 2) Libya : 9.43% 3) Iran : 8.25% 4) Nigeria : 7.66% 5) Emirat Arab : 7.51% 6) Qatar : 7.18% 7) Mesir : 7.08% 8) Kuwait : 6.92% 9) Turki : 6.45% 10) Algeria : 2.54% 11) Pakistan : 2.54% 12) Indonesia : 2.25% 13) Malaysia : 1.63% 14) Bangladesh : 1.01% 15) Other Countries for the remaining percentage.

Dalam aktivitasnya IDB banyak berpartisipasi dalam pemberian modal dan pembiayaan untuk proyekproyek produktif dan perusahaan. Selain itu, IDB juga aktif memberikan bantuan keuangan kepada negaranegara anggota dalam bentuk lain untuk pembangunan

IDB participates actively in providing capital and financing for productive projects and corporations. IDB is also active in providing other form of financial assistance in socio and economic development to member countries. In addition, IDB has up to date

230

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

ekonomi dan sosial. Selain itu, IDB sejauh ini juga banyak memberikan bantuan dana khusus untuk tujuan tertentu diantaranya dana untuk bantuan kepada komunitas muslim di negara non-anggota.

provided considerable amount of special financial assistance for specific purposes including fund for Muslim communities in non-member countries.

2. National Bank of Kuwait Group (30,45%)

2. The National Bank of Kuwait Group (30.45%)

a. National Bank Of Kuwait (8,45%)

a. National Bank Of Kuwait (8.45%)

Didirikan pada tanggal 19 Mei 1952, National Bank of Kuwait lahir melalui Keputusan Amiri Decree dengan modal dasar KD 435,349,762/500 (Empat Ratus Tiga Puluh Lima Juta Tiga Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Enam Puluh Dua Kuwait Dinar dan Lima Ratus Fils), terdiri dari 4,353,497,625 (Empat Miliar Tiga Ratus Lima Puluh Tiga Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Enam Ratus Dua Puluh Lima) saham dengan nilai masing-masing Seratus Fils. National Bank Kuwait masuk menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2012 setelah membeli sebagian saham Boubyan Bank di Bank Muamalat Indonesia yakni sejumlah 88.702.981 (Delapan puluh delapan juta tujuh ratus dua ribu sembilan ratus delapan puluh satu) lembar saham atau setara dengan 6,00 % (enam persen) kepemilikan saham Bank Muamalat Indonesia dan dilanjutkan dengan menambah porsi kepemilikannya menjadi 8,45 % (delapan koma empat puluh lima persen) ditahun 2013.

Established on May 19, 1952, the National Bank of Kuwait came into existence based on the Amiri Decree with authorized capital of KD 435,349,762/500 (Four Hundred Thirty Five Million Three Hundred Forty Nine Thousand Seven Hundred Sixty Two Kuwaiti Dinar and Five Hundred Fils), consisting of 4,353,497,625 (Four Billion Three hundred Fifty Three Million Four hundred Ninety Seven Thousand Six hundred Twenty-Five) shares for each hundred Fils. The National Bank of Kuwait became a shareholder of PT Bank Muamalat Indonesia in 2012 after acquiring a majority share of Boubyan in Bank Muamalat Indonesia, namely 88,702,981 (Eighty-eight million seven hundred and two thousand nine hundred eighty one) shares or 6.00% (six percent) ownership of shares of Bank Muamalat Indonesia, after which the Bank increased its share holdings to 8.45% (eight point forty-five per cent) in 2013.

Selama bertahun-tahun, NBK menjadi lembaga keuangan terkemuka dan berpengaruh di Kuwait dan di seluruh Timur Tengah. NBK saat ini beroperasi melalui jaringan internasional yang besar yang meliputi pusat-pusat keuangan dan bisnis terkemuka di dunia di 16 negara. Kekuatan NBK bertumpu pada profitabilitas yang konsisten, kualitas aset tinggi, dan kapitalisasi yang kuat. NBK menawarkan spektrum penuh jasa keuangan dan investasi yang inovatif dan solusi bagi individu, perusahaan dan nasabah institusi. NBK saat menikmati pangsa pasar yang dominan dengan basis klien yang besar dan terus berkembang lokal dan regional. Selama tahun 2014 telah dianugerahi peringkat tertinggi di antara bank-bank regional oleh lembaga pemeringkat internasional; Moody’s (Aa3), Standard & Poor’s (A+) dan Fitch Ratings (AA-), dan masuk dalam peringkat di antara daftar 50 (lima puluh) bank teraman di dunia versi Global Finance.

Over the years, NBK has been a prominent and influential financial institutions in Kuwait and throughout the Middle East. NBK currently operates through a network that includes major international financial centers and leading businesses in the world in 16 countries. NBK strength hinges on consistent profitability, high asset quality and strong capitalization. NBK offers a full spectrum of financial and investment services and innovative solutions to individuals, corporations and institutional clients. NBK currently enjoys a dominant market share with an extensive client base and has continued to grow locally and regionally. During 2014 the Bank was awarded the highest rating amongst its regional peers by international rating agencies; Moody’s (Aa3), Standard & Poor’s (A +) and Fitch Ratings (AA-), and was ranked as among the list of 50 (fifty) of the world’s safest banks issued by Global Finance.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

231

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

b. Boubyan Bank (22,00 %)

b. Boubyan Bank (22.00%)

Boubyan Bank adalah Bank Kuwait yang didirikan pada tahun 2004 melalui Keputusan Amiri Decree No. 88 dengan modal disetor 100 juta Dinar Kuwait. Menjadi pemegang saham PT Bank Mumalat Indonesia Tbk sejak tahun 2005, dalam aktivitasnya, Boubyan Bank menjalankan semua kegiatan bisnis perbankan (keuangan dan komersial) sesuai dengan peraturan Bank Sentral Kuwait.

Boubyan Bank is a Kuwait-based Bank established in 2004 through the Amiri Decree No. 88 with a paid-up capital of 100 million Kuwaiti Dinar. First becoming a shareholder of PT Bank Mumalat Indonesia Tbk in 2005, Boubyan Bank carries out all activities of the banking business (financial and commercial) in accordance with the regulations of the Central Bank of Kuwait.

Pemegang saham utama Boubyan Bank yang memiliki kontrol lebih dari 5% per 31 Desember 2015 sesuai dengan annual report Boubyan Bank tahun 2015 adalah sebagai berikut:

According to its 2015 Annual Report, Boubyan Bank’s major shareholders who have control over more than 5% per December 31, 2015 are:

Nama Pemegang Saham | Shareholder Name

Persentase Kepemilikan | Percentage of Ownership

National Bank of Kuwait S.A.K

58,3%

The Commercial Bank of Kuwait S.A.K

11,94%

3. Saudi Economic and Development Company (SEDCO) Group (24,23 %)

3. Saudi Economic and Development Company (SEDCO) Group (24.23%)

SEDCO Group adalah kelompok perusahaan investasi terkemuka di bidang investasi ekuitas, real etate dan bisnis lainnya yang didirikan pada tahun 1976. Berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi, lingkup aktivitas SEDCO Group berkembang tidak saja di wilayah Arab Saudi namun juga mulai menyebar ke seluruh dunia. Kepemilikan SEDCO Group di Bank Muamalat Indonesia adalah sejak tahun 2005 melalui tiga perusahaan anggota Group yaitu Atwill Holdings Limited, BMF Holdings Limited dan IDF investment Foundation dengan total kepemilikan 24,23 %, sebagai berikut:

SEDCO Group was founded in 1976 and has become a leading investment group in the area of equity investment, real etate and other business. Headquartered in Jeddah, Saudi Arabia. SEDCO Group has developed its scope of activities not only within Saudi Arabia, but also around the world. SEDCO Group first became shareholder of Bank Muamalat Indonesia in 2005 through three of its Group members: Atwill Holdings Group Limited, BMF Holdings Limited and investment IDF Foundation with a total ownership of 24.23%, as described below:

a. Atwill Holdings Limited (17,91 %)

a. Atwill Holdings Limited (17.91%)

Atwill Holdings Limited adalah perusahaan yang berkedudukan di Trident Trust Company (BVI) Limited, Trident Chambers, PO BOX 146, Road Town, Tortola, British Virgin Islands. Perusahaan ini menjadi pemegang saham PT Bank Muamalat

232

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Atwill Holdings Limited is a company headquartered in Trident Trust Company (BVI) Limited, Trident Chambers, PO Box 146, Road Town, Tortola, British Virgin Islands. Bank Muamalat Indonesia first became a shareholder of PT Bank Muamalat

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Indonesia Tbk sejak tahun 2005. Sejak awal pendiriannya, perusahaan ini didirikan dengan tujuan menjadi perusahaan investasi besar. Dari waktu ke waktu Atwill Holdings Limited terus mengembangkan sayap bisnisnya. Saat ini, Atwill Holding Limited menanamkan investasinya tidak hanya pada pasar dalam negeri tapi juga bagian belahan dunia lainnya.

b. IDF Investment Foundation (3,48 %)

Indonesia Tbk in 2005. Upon its establishment, AHL was already projected to become a major investment company. Overtime, AHL has continued to expand its business. Currently, Atwill Holdings Limited has investments not only in the domestic market but also in other parts of the world.

b. IDF Investment Foundation (3.48%)

Menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia sejak tahun 2005, IDF Investment ditetapkan sebagai badan hukum independen berdasarkan Art 552. Perusahaan ini berdomisili di Vaduz, Kerajaan Liechtenstein dan didirikan dengan tujuan pemerataan kekayaan bagi individu dan organisasi dan terus mengembangkan kemajuan bagi seluruh masyarakat dunia.

c. BMF Holdings Limited (2,84 %)

First becoming a shareholder of Bank Muamalat Indonesia in 2005, IDF Investment had been established as an independent legal entity by Art 552. The company is headquartered in Vaduz, the Kingdom of Liechtenstein and was established with the aim of reaching equitable wealth for individuals and organizations and has continued to allow advancement for the society around world.

c. BMF Holdings Limited (2.84%)

BMF Investment adalah perusahaan yang berkedudukan di Trident Trust Company (BVI) Limited, Trident Chambers, PO BOX 146, Road Town, Tortola, British Virgin Islands. Menjadi pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak tahun 2005, Perusahaan ini didirikan dengan tujuan menjadi perusahaan investasi besar. Dari waktu ke waktu BMF Investment terus mengembangkan sayap bisnisnya.

4. Pemegang Saham Lainnya (12,58 %)

BMF Holdings Limited is a company headquartered in Trident Trust Company (BVI) Limited, Trident Chambers, PO Box 146, Road Town, Tortola, British Virgin Islands. The company first became a shareholder of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk in 2005. Upon its establishment, AHL was already projected to become a major investment company. Overtime, BMF has continued expanding its business.

4. Other Shareholders (12.58%)

Pemegang saham lainnya yang memegang 12,58 % kepemilikan Bank Muamalat Indonesia merupakan badan usaha maupun perorangan, antara lain:

Other shareholders who hold 12.58% ownership of Bank Muamalat Indonesia are business entities or individual, among others:

a. Rizal Ismael (2,34 %)

a. Rizal Ismael (2.34%)

Pemegang saham perorangan, menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia sejak tahun 2003.

b. KOPKAPINDO (1,40 %)

b. KOPKAPINDO (1.40%)

Koperasi Perkayuan Apkindo-MPI (KOPKAPINDO) berdiri pada 22 Desember 1998, untuk menampung aset APKINDO (Asosiasi Panel Kayulapis Indonesia) berupa saham maupun bidang usaha di luar usaha inti APKINDO. Menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia sejak tahun 1992.

c. Andre Mirza Hartawan (1,17 %)

d. Badan Pengelola Dana ONHI (1,03%) Bank

Cooperative of Timber of Apkindo-MPI (KOPKAPINDO) was established on December 22, 1998, to hold assets of APKINDO (Association of Indonesian plywood panels) in the form of shares or business areas outside its core business. First became a shareholder of Bank Muamalat Indonesia in 1992.

c. Andre Mirza Hartawan (1.17%)

Pemegang saham perorangan, menjadi pemegang saham Bank Muamalat Indonesia sejak tahun 2015.

Menjadi pemegang saham Indonesia sejak tahun 1998.

Individual shareholder, first became shareholders of Bank Muamalat Indonesia in 2003.

Muamalat

Individual shareholder, first became shareholders of Bank Muamalat Indonesia in 2015.

d. Badan Pengelola Dana ONHI (1.03%) Became a shareholder of Bank Muamalat Indonesia in 1998.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

233

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

e. Masyarakat Lainnya (6,64 %)

e. Other Public Shareholders (6.64%)

Sebanyak lebih dari 700.000 pemegang saham berbadan hukum maupun perorangan yang tersebar di seluruh Indonesia.

More than 700,000 shareholders are legal entities and individuals residing in areas throughout Indonesia.

K. DEWAN KOMISARIS

K. BOARD OF COMMISSIONERS

Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dewan Komisaris juga bertugas memastikan implementasi tata kelola perusahaan yang baik di perusahaan. Pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dilakukan secara independen.

BOC is the Company’s organ in charge of general and specific supervisory roles in accordance with Company’s Articles of Associations, and advising the Board of Directors as specified in Law No 40 Year 2007 regarding Limited Liability Companies. The BoC is also tasked to ensure the implementation of good corporate governance within the Company. The Board of Commissioners performs its duties independently.

1. Susunan Keanggotaan Dewan Komisaris

1. Composition of Commissioners

Susunan Anggota Dewan Komisaris Periode Januari3 Juni 2015 adalah sebagai berikut:

No.

Nama Anggota Dewan Komisaris Name of BoC Member

the

Board

Members of the Board of Commissioners period January-June 3, 2015 is a as follows:

Jabatan Position

Tanggal Efektif Effective Date

Masa Jabatan Term of Office

Dasar Pengangkatan Appointment Letter

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

1

Prof. DR. Anwar Nasution

Komisaris Utama/ Komisaris Independen President Commissioner/ Independent Commissioner

19 November 2014*) November 19, 2014*)

2

Iggi H. Achsien

Komisaris Independen Independent Commissioner

25 November 2014*) November 25, 2014*)

3

Emirsyah Satar **)

Komisaris Independen Independent Commissioner

23 Juni 2014 June 23, 2014

1 tahun | year

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

4

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf ***)

Komisaris | Commissioner

23 Juni 2014 June 23, 2014

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

5

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

Komisaris | Commissioner

23 Juni 2014 June 23, 2014

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

6

Ayuoob Akbar Qadri ****)

Komisaris | Commissioner

Belum Efektif Not Effective

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

*) Persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan | Approval from the FSA **) Pengunduran diri Emirsyah Satar telah disetujui oleh RUPS Tahunan tanggal 3 Juni 2015 The resignation of Emirsyah Satar was approved by the Annual GMS on June 3, 2015 ***) Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ****) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016

234

of

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Susunan Anggota Dewan Komisaris Periode 3 Juni-7 September 2015 adalah sebagai berikut:

No.

Nama Anggota Dewan Komisaris Name of BoC Member

Members of the Board of Commissioners period June 3-September 7, 2015 is a as follows:

Jabatan Position

Tanggal Efektif Effective Date

Masa Jabatan Term of Office

Dasar Pengangkatan Appointment Letter

1

Prof. DR. Anwar Nasution

Komisaris Utama/Komisaris Independen President Commissioner/ Independent Commissioner

19 November 2014*) November 19, 2014*)

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

2

Iggi H. Achsien

Komisaris Independen Independent Commissioner

25 November 2014*) November 25, 2014*)

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

3

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf **)

Komisaris | Commissioner

23 Juni 2014 June 23, 2014

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

4

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

Komisaris | Commissioner

23 Juni 2014 June 23, 2014

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

5

Ayuoob Akbar Qadri ***)

Komisaris | Commissioner

Belum Efektif Not Effective

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

*) **)

Persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan | Approval from the FSA Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ***) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016

Susunan Anggota Dewan Komisaris Periode 7 September-31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

No.

Nama Anggota Dewan Komisaris Name of BoC Member

Members of the Board of Commissioners period September 7-December 31, 2015 is a as follows:

Jabatan Position

Tanggal Efektif Effective Date

Masa Jabatan Term of Office

Dasar Pengangkatan Appointment Letter

1

Prof. DR. Anwar Nasution

Komisaris Utama/Komisaris Independen President Commissioner/ Independent Commissioner

19 November 2014*) November 19, 2014*)

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

2

Iggi H. Achsien

Komisaris Independen Independent Commissioner

25 November 2014*) November 25, 2014*)

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

3

Djaja M. Tambunan **)

Komisaris Independen Independent Commissioner

Belum Efektif Not Effective

4 tahun | years

RUPSLB tanggal 7 September 2015 EGMS at September 7, 2015

4

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf ***)

Komisaris | Commissioner

23 Juni 2014 June 23, 2014

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

5

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

Komisaris | Commissioner

23 Juni 2014 June 23, 2014

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

6

Ayuoob Akbar Qadri ****)

Komisaris | Commissioner

Belum Efektif Not Effective

5 tahun | years

RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 AGMS at June 23, 2014

*) Persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan | Approval from the FSA **) Efektif setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari OJK | Effective after passing Fit and Proper Test of the FSA. ***) Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ****) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016

According to the table above, the Board of Commissioners Bank Muamalat 2015 Annual Report

235

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Sesuai tabel di atas, anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia per 31 Desember 2015 berjumlah 6 (enam) orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris yang masih dalam proses pengajuan fit and proper test untuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. Setiap anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia memiliki integritas, kompetensi dan reputasi keuangan yang baik.

of Bank Muamalat Indonesia per December 31, 2015 amounted to 6 (six) people. Of these, there are 1 (one) members of the Board of Commissioners who are still in the process of filing a fit and proper test to obtain approval from the Financial Services Authority. Each member of the Board of Commissioners of Bank Muamalat Indonesia has the integrity, competence and good financial reputation.

2. Independensi dan Rangkap Jabatan Dewan Komisaris

2. Independence and Concurrent Position of BOC

Sebagaimana telah diatur dalam ketentuan GCG bahwa dalam pelaksanaan GCG, Bank perlu melakukan check and balance, menghindari benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas serta meningkatkan perlindungan bagi kepentingan pemangku kepentingan khususnya nasabah pemilik dana dan pemegang saham minoritas. Untuk mendukung hal tersebut, maka diperlukan keberadaan Komisaris Independen dan Pihak Independen yang membantu tugas Dewan Komisaris.

As already stipulated in regulations on GCG implementation, Banks need to do check and balance to avoid conflict of interests in running the business and enhance protection over the interests of stakeholders especially fund owners and minority shareholders. To support this, it is mandatory for Banks to have Independent Commissioners and Independent Parties in charge of assisting the Board of Commissioners in performing its duties and responsibilities.

Sesuai dengan ketentuan dalam PBI No.11/33/PBI/2009 disebutkan bahwa kriteria Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang tidak memiliki: a. Hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan pemegang saham pengendali, anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi; atau b. Hubungan keuangan dan/atau hubungan kepemilikan saham dengan Bank, sehingga mendukung kemampuannya untuk bertindak independen.

In accordance with the provisions of BI Regulation No.11/33/PBI/2009, the criteria of Independent Commissioners is that they shall have no: a. Financial, management, share ownership and/ or familial relationship with the controlling shareholders, fellow members of the Board of Commissioners and/or members of the Board of Directors; or b. Financial relations and/or shareholding relationship with the Bank to allow them to act independently.

Mengacu kepada kriteria Komisaris Independen seperti disebutkan di atas, dimana anggota Dewan Komisaris yang telah efektif berjumlah 4 (empat) orang, maka 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen.

Referring to the above said criteria where there are 4 (four) effective members, then 50% (fifty percent) of the Company’s Board of Commissioners are Independent Commissioners.

Bank Muamalat Indonesia juga telah memenuhi Peraturan Bank Indonesia No.9/8/PBI/2007 tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing dan Program Alih Pengetahuan dimana 3 (tiga) orang Komisaris berdomisili di Indonesia, 3 (tiga) orang merupakan Komisaris Independen, dan 50% (lima puluh persen) dari anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia merupakan warganegara Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia also has complied with Bank Indonesia Regulation No.9/8/PBI/2007 regarding the Employment of Foreign Workers and Knowledge Transfer Program as it has three (3) Commissioners who reside in Indonesia, three (3) members who are Independent, and 50% (fifty percent) of the members of the Board of Commissioners of Bank Muamalat Indonesia is Indonesian citizens.

Selain itu, seluruh anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia telah memenuhi persyaratan sebagai anggota Dewan Komisaris sesuai dengan Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 pasal 110, Peraturan Bank Indonesia No. 11/3/ PBI/2009 tentang Bank Umum Syariah pasal 23, Peraturan Bank Indonesia tentang Uji Kemampuan dan

In addition, all members of Bank Muamalat Indonesia’s Board of Commissioners have qualified to become members of the Board of Commissioners as specified in Article 110 of Law No 40 Year 2007 on Limited Liability Companies, Article 23 Bank Indonesia Regulation No.11/3/PBI/2009 on Islamic Banks Article 23 of Bank Indonesia Regulation concerning Fit and Proper Test

236

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Kepatutan (Fit and Proper Test) Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Bank of Sharia and Sharia Business Unit as well as the Financial Services Authority Regulation No.33/ POJK.04/2014 of the Board of Directors and Board of Commissioners of Public Company.

Anggota Dewan Komisaris Independen Bank Muamalat Indonesia tidak memiliki hubungan keluarga, hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan saham dengan anggota Dewan Komisaris lain dan anggota Direksi yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Independent Members of the Board of Commissioners of Bank Muamalat Indonesia do not have a familial, financial, relationship management, and shareholding relationship with fellow member ofs the Board of Commissioners and Directors as can be seen in the table below: Hubungan Keuangan dengan Financial Relations with

Hubungan Keluarga dengan Familial Relationship With

Nama | Name

Dewan Komisaris Board of Commissioners Ya Y Yes

Tidak T id i k No

Direksi Board of Director

Ya Y Yes Y

Tidak T id i k No

Pemegang P Saham Pengendali Controlling S Shareholders Ya Y Yes Y

Tidak T id i k No

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Ya Yes

Tidak No

Direksi Board of Director

Ya Yes

Tidak No

Pemegang Saham Pengendali Controlling Shareholders Ya Yes

Tidak No

Prof. DR Anwar Nasution

-



-



-



-



-



-



Iggi H. Achsien

-



-



-



-



-



-



Djaja M. Tambunan *)

-



-



-



-



-



-



Sultan MohammedHasan Abdulrauf **)

-



-



-



-



-





-

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

-



-



-



-



-





-

Ayuoob Akbar Qadri ***)

-



-



-



-



-





-

Efektif setelah lulus fit and proper test dari OJK | Effective after passing the Fit and Proper Test from FSA Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ***) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 *) **)

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 11/3/PBI/2009 tentang Bank Umum Syariah, anggota Dewan Komisaris wajib mengungkapkan: a. kepemilikan saham yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih pada BUS yang bersangkutan; b. hubungan keuangan dan hubungan keluarga dengan pemegang saham pengendali, anggota Dewan Komisaris lain dan/atau anggota Direksi; c. rangkap jabatan pada perusahaan atau lembaga lain.

In accordance with Bank Indonesia Regulation No.11/3/PBI/2009 on Sharia Banks, members of the Board of Commissioners must disclose: a. shareholding of 5% (five percent) or more on the BUS concerned; b. financial and familial relationships with controlling shareholders, fellow members of the Board of Commissioners and/or members of the Board of Directors; c. Concurrent positions at other companies or institutions.

Rangkap jabatan dapat dilakukan apabila anggota Dewan Komisaris menjalankan tugas fungsional dari pemegang saham Bank yang berbentuk badan hukum pada kelompok usahanya dan/atau anggota Dewan Komisaris yang menduduki jabatan pada organisasi atau lembaga nirlaba, sepanjang yang bersangkutan tidak mengabaikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Dewan Komisaris Bank.

A member of the Board of Commissioners can have concurrent positions at legal entities that are member of the group belonging to the bank’s shareholders and/ or at nonprofit organizations or institutions as long as he or she does not neglect his or her duties and responsibilities as a member of the Bank’s Board of Commissioners.

Adapun jabatan rangkap Dewan Komisaris di luar Bank Muamalat Indonesia dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

The concurrent positions of BOC members outside of Bank Muamalat Indonesia can be seen in the table below. Bank Muamalat 2015 Annual Report

237

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

No.

Nama | Name

Posisi Di Bank Muamalat Indonesia Position at Bank Muamalat Indonesia Komisaris Utama/ Komisaris Independen President Commissioner/ Independent Commissioner

Posisi Di Perusahaan Lain Position at Others Companies

Perusahaan/Badan Organisasi Companies/ Institution

Bidang Usaha Business Area

-

-

-

1

DR Anwar Nasution

2

Iggi H. Achsien

Komisaris Independen Independent Commissioner

-

-

-

3

Djaja M. Tambunan *)

Komisaris Independen Independent Commissioner

Komisaris Utama President Commissioner

PT Indonesia Chemical Alumina

Pertambangan Mining

4

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf **)

Komisaris Commissioner

Managing Director Asset Management

SEDCO Capital

Keuangan Finance

5

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

Komisaris Commissioner

Chief Executive Officer

Boubyan Capital

Keuangan Finance

6

Ayuoob Akbar Qadri ***)

Komisaris Commissioner

Senior Technical Advisor

Islamic Development Bank

Perbankan Banking

Efektif setelah lulus fit and proper test dari OJK | Effective after passing the Fit and Proper Test from FSA Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ***) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 *) **)

3. Tugas dan Kewajiban Dewan Komisaris Tugas dan kewajiban Dewan Komisaris sesuai dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, PBI mengenai GCG, PBI tentang Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, POJK tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, Anggaran Dasar dan Board Manual Bank Muamalat Indonesia antara lain sebagai berikut: a. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip GCG; b. Memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setiap anggota Dewan Komisaris yang paling kurang mencantumkan waktu kerja dan pengaturan rapat. c. Melakukan pengawasan atas terselenggaranya pelaksanaan GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. d. Tunduk pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku, Anggaran Dasar Bank dan keputusan RUPS. e. Beritikad baik, dengan prinsip kehati-hatian dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha BMI. Berupaya untuk mengambil tindakan dalam mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian dan atau terjadinya kepailitan. f. Melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan Direksi dalam melaksanakan pengurusan Bank termasuk pelaksanaan Corporate Plan, Business Plan serta ketentuan ketentuan Anggaran Dasar dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham 238

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

3. Duties and Responsibilities of the Board of Commissioners In accordance with Law No. 40 Year 2007 on Limited Liability Companies, PBI on GCG, PBI on Sharia Banks and Sharia Business Units, POJK on Directors and Commissioners of Publicly Listed Companies, Bank Muamalat Indonesia’s Articles of Association and Board Manual, the Board of Commissioners have the following duties and responsibilities: a. Carry out duties and responsibilities in accordance with GCG principles; b. Work under guidelines and rules that are binding upon each of its members that include at least work time and meeting arrangements. c. Exercise supervision over the implementation of GCG within all business activities of the Bank at all levels of the organization. d. Adhere to the provisions of all applicable regulations, the Bank’s Articles of Association and the decision of the AGM. e. Have good intention by always holding precautionary principles and responsibilities in performing their duties in BMI’s interests and business and do their best to prevent losses or stop losses from continuing and to prevent the Bank from experiencing bankruptcy. f. Do supervisory roles over the Board of Directors in managing the Bank, including the execution of Corporate Plans, Business Plans as well as the provisions of the Bank’s Articles of Association and General Meeting of Shareholders and all applicable regulations including reporting changes in the

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

g.

h.

i.

j. k.

l.

m.

n. o.

p. q. r.

s.

dan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk melaporkan perubahan susunan Dewan Komisaris kepada Menteri terkait untuk dicatat dalam daftar Bank Muamalat Indonesia, selambat lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak keputusan RUPS. Melakukan pengawasan terhadap Direksi untuk memastikan Direksi mematuhi tata urutan peraturan internal Bank dan memberi nasihat kepada Direksi dalam melaksanakan pengurusan Bank. Memberikan pendapat dan saran kepada Direksi dan segenap jajarannya berkaitan dengan pengurusan Bank. Memberikan pendapat dan saran kepada Direksi dan segenap jajarannya berkaitan dengan penyusunan Visi, Misi serta rencana-rencana strategis BMI lainnya seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar. Memberikan pendapat dan saran serta pengesahan mengenai Business Plan yang diusulkan Direksi. Melakukan penelitian dan penelaahan atas laporanlaporan dari Direksi dan segenap jajarannya, terutama yang berkaitan dengan tugas-tugas spesifik yang telah diputuskan bersama. Meneliti dan menelaah laporan-laporan dari Komite-komite yang ada di bawah Dewan Komisaris. Mengikuti perkembangan kegiatan Bank baik dari informasi-informasi internal yang disediakan oleh Manajemen maupun dari informasi-informasi eksternal yang berasal dari media maupun dari sumber-sumber lainnya. Menghadiri rapat-rapat kerja/koordinasi dengan Direksi dan segenap jajarannya. Melakukan usaha-usaha untuk memastikan bahwa Direksi dan jajarannya telah mematuhi ketentuan perundang-undangan serta peraturan-peraturan lainnya dalam mengelola Bank Muamalat Indonesia. Menyusun rencana kerja Dewan Komisaris untuk periode tahun berjalan. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank. Memantau efektivitas praktik Good Corporate Governance antara lain dengan mengadakan pertemuan berkala antara Dewan Komisaris dengan Direksi untuk membahas implementasi Good Corporate Governance. Membentuk paling kurang Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, dan Komite Audit, dan memastikan komite yang telah dibentuk menjalankan tugasnya secara efektif.

Dewan Komisaris wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara independen, dalam arti

g.

h. i.

j. k.

l. m.

n. o.

p. q. r.

s.

composition of the Board of Commissioners to relevant Ministers to be further recorded in Bank Muamalat Indonesia Registrar no later than 30 (thirty) days after decisions on such changes have been made in AGM. Supervise the Board of Directors to ensure it complies with the Bank’s internal regulations and advise the Board of Directors with regards to the management of the Bank. Advise the Board of Directors and all of its staff with regards to the management of the Bank. Advice the Board of Directors and all of its staff with regard to the preparation of BMI’s vision, mission and other strategic plans BMI as stipulated in the Bank’s Articles of Association. Give opinion and advice and ratify the Business Plan proposed by the Board of Directors. Do research and review of the reports submitted by the Board of Directors and its entire staff, particularly with regard to all specific tasks agreed upon. Verify reports submitted by Committees under the Board of Commissioners. Remain updated on progress of the Bank’s activities whether it be from internal information provided by the Management or from the external information released by the media or from other sources. Attend work/coordination meetings with the Board of Directors and all of its staffs. Make efforts to ensure that the Board of Directors and its key staff have complied with the provisions of all applicable regulations in managing Bank Muamalat Indonesia. Prepare work plans for the period of the current year. Monitor and evaluate the implementation of the Bank’s strategic policies. Monitor the effectiveness of GCG practices, including by organizing regular meetings between BoC and BoD to discuss the implementation of Good Corporate Governance. Establish at least three committees namely Risk Monitoring Committee, Remuneration and Nomination Committee, and Audit Committee, and ensure the committees established perform their duties effectively.

The Board of Commissioners shall carry out its duties and responsibilities independently, in the sense that

Bank Muamalat 2015 Annual Report

239

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

melaksanakan tugas secara obyektif dan bebas dari tekanan serta kepentingan pihak manapun, termasuk dalam hubungan satu sama lain maupun hubungan dengan Direksi.

4. Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris

it carries out tasks objectively and free from pressure as well as from the interests of any party, including in relation to each other and within the context of its relationship with the Board of Directors.

4. BOC Supervision and Recommendation

Selama 2015, Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sebagaimana tercermin antara lain dari langkahlangkah yang telah diambil serta saran/petunjuk dan rekomendasi yang diberikan dalam Laporan Pengawasan Komisaris mengenai rencana bisnis telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan setiap semester.

During 2015, the Board carried out its duties and responsibilities as reflected by, among others, the steps it took as well as advice/instructions and recommendations it provided through its Supervisory Reports on the business plan submitted to the Financial Services Authority in each semester.

Sebagai salah satu bentuk pengawasan Dewan Komisaris telah di sampaikan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis dan Laporan Realisasi Bisnis Bank Muamalat Indonesia telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

As one form of its supervisory roles, the Board of Commissioners has submitted Bank Muamalat Indonesia’s Business Plan Supervisory Report and Business Realization Report to the Financial Services Authority.

Dalam laporan pengawasan tersebut telah disampaikan antara lain mengenai: a. Penilaian komisaris tentang pelaksanaan Rencana Bisnis berupa penilaian aspek kuantitatif maupun kualitatif terhadap realisasi Rencana Bisnis, termasuk penerapan kepatuhan terhadap prinsip syariah. b. Penilaian Komisaris tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Bank, seperti kinerja keuangan khususnya terkait faktor permodalan (capital), rentabilitas (earnings), profil risiko terutama risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. c. Penilaian Komisaris mengenai upaya perbaikan kinerja Bank, apabila menurut penilaian yang bersangkutan kinerja Bank sebagaimana huruf b di atas terdapat penurunan kinerja. d. Perbandingan antara Rencana Bisnis dengan Realisasinya. e. Penjelasan mengenai deviasi atas realisasi Rencana Bisnis, seperti penyebab dan kendala yang dihadapi. f. Tindak lanjut atau upaya yang akan dilakukan untuk memperbaiki pencapaian Realisasi Rencana Bisnis.

In the supervisory reports, the following matters were conveyed: a. BoC’s quantitative and qualitative assessments of the execution of the Bank’s Business Plan, including with regards to compliance with Sharia principles. b. BoC’s assessment of the factors having impacts on the Bank’s performance such in the areas of financial performance, especially factors relating to capital, earnings (earnings), risk profile especially that of credit risk, market risk and liquidity risk. c. BoC’s assessment of corrective measures to improve the Bank’s performance when the BoC considers the performance referred to in point 2 above weakens. d. Evaluation of the Bank’s Business Plan against its Actualization. e. Explanation on any deviation from the Business Plan, i.e. the causes of such deviation and obstacles faced. f. Follow-ups or measures to be taken to improve the Actualization of the Bank’s Business Plan.

5. Rapat Dewan Komisaris Dalam pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris telah melaksanakan rapat baik internal Dewan Komisaris maupun rapat dengan Direksi. Selama tahun 2015 terhitung sebanyak 4 (empat) kali rapat internal Dewan Komisaris dan sebanyak 8 (delapan) kali rapat dengan Direksi dengan jumlah kehadiran anggota Komisaris sebagai berikut:

240

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

5. Board of Commissioner Meeting In order to better implement its duties, the Board of Commissioners holds internal meetings and meetings with the Board of Directors. During 2015 the BoC held 4 (four) internal meetings and 8 (eight) joint meetings with the Board of Directors with the following attendance level:

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi BoC Meetings with BoD

Rapat Dewan Komisaris BoC Meetings Nama Pejabat Name of Official

No.

Jumlah Kehadiran Total Attendance

% Kehadiran Attendance %

Jumlah Kehadiran Total Attendance

% Kehadiran Attendance %

1

DR Anwar Nasution

4

100%

8

100%

2

Iggi H. Achsien

4

100%

8

100%

3

Djaja M. Tambunan *)

-

-

4/4

100%

4

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf **)

4

100%

8

100%

5

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

4

100%

8

100%

6

Ayuoob Akbar Qadri ***)

3

75%

8

100%

7

Emirsyah Satar ****)

2/2

100%

4/4

100%

Diangkat pada RUPSLB tanggal 7 September 2015 dan akan efektif setelah lulus fit and proper test Appointed at the EGMS on September 7, 2015, and would be effective after passing the fit and proper test **) Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ***) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 ****) Pengunduran diri Emirsyah Satar telah disetujui oleh RUPS Tahunan tanggal 3 Juni 2015 The resignation of Emirsyah Satar was approved by the Annual GMS on June 3, 2015 *)

Adapun rincian kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam rapat adalah sebagai berikut:

No.

The details of attendance member of Board of Commissioner in meetings is as follows:

Peserta Rapat Dewan Komisaris BoC Meeting Participant

Tanggal | Date

Kehadiran (Ya/Tidak) Attendance (Yes/No)

1.  

09 - 10 Februari 2015 February 09 - 10, 2015  

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Emirsyah Satar*) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M.Hasan Abdulrauf Iggi H Achsien Ayuoob Akbar Qadri**)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

2.

31 Maret - 1 April 2015 March 31 - April 1, 2015  

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Emirsyah Satar*) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M.Hasan Abdulrauf **) Iggi H Achsien Ayuoob Akbar Qadri***)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

3.

01 - 02 Juni 2015 June 01 - 02, 2015  

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Emirsyah Satar*) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M.Hasan Abdulrauf **) Iggi H Achsien Ayuoob Akbar Qadri***)

Ya | Yes Tidak | No Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes  Ya | Yes

4.        

09 Juli 2015 July 09, 2015

1. 2. 3. 4. 5.

DR Anwar Nasution Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M.Hasan Abdulrauf **) Iggi H Achsien Ayuoob Akbar Qadri***)

Ya | Yes Ya | Yes (VC) Ya | Yes Ya | Yes Tidak | No

Jumlah Rapat | Total Meetings

 

 4

*)

Pengunduran diri Emirsyah Satar telah disetujui oleh RUPS Tahunan tanggal 3 Juni 2015 The resignation of Emirsyah Satar was approved by the Annual GMS on June 3, 2015 **) Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ***) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 VC:

Video Conference

Bank Muamalat 2015 Annual Report

241

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Adapun rincian kehadiran dalam rapat Dewan Komisaris dengan Direksi adalah sebagai berikut:

No.

Tanggal Date

Anggota Dewan Komisaris BoC Member

The details of attendance Board of Commissioner in meetings with the Board of Directors is as follows:

Kehadiran (Ya/Tidak) Attendance (Yes/No)

Anggota Direksi BoD Member

Kehadiran (Ya/Tidak) Attendance (Yes/No)

1.          

09 Februari 2015 February 09, 2015

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Ayuoob Akbar Qadri**) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M. Hasan Abdulrauf *****) Iggi H Achsien Emirsyah Satar*)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes (VC) Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

1. 2. 3. 4. 5.  

Endy PR Abdurrahman Evi Afiatin Ismail Indra Yurana Sugiarto Adrian Gunadi***) Hendiarto***)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes 

2.          

10 Februari 2015 February 10, 2015

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Ayuoob Akbar Qadri**) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M. Hasan Abdulrauf *****) Iggi H Achsien Emirsyah Satar*)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes (VC) Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

1. 2. 3. 4. 5.  

Endy PR Abdurrahman Evi Afiatin Ismail Indra Yurana Sugiarto Adrian Gunadi***) Hendiarto***)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes 

3.          

31 Maret 2015 March 31, 2015

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Ayuoob Akbar Qadri**) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M. Hasan Abdulrauf *****) Iggi H Achsien Emirsyah Satar*)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

1. 2. 3. 4. 5.  

Endy PR Abdurrahman Evi Afiatin Ismail Indra Yurana Sugiarto Adrian Gunadi***) Hendiarto***)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

4.      

1 April 2015 April 1, 2015

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Ayuoob Akbar Qadri**) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M. Hasan Abdulrauf *****) Iggi H Achsien Emirsyah Satar*)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

1. 2. 3. 4. 5.  

Endy PR Abdurrahman Evi Afiatin Ismail Indra Yurana Sugiarto Adrian Gunadi***) Hendiarto***)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes 

5.    

8 September 2015 September 8, 2015

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Ayuoob Akbar Qadri**) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M. Hasan Abdulrauf *****) Iggi H Achsien Djaja M Tambunan******)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

1. 2. 3. 4. 5.  

Endy PR Abdurrahman Evi Afiatin Ismail Indra Yurana Sugiarto Hery Syafril****) Purnomo B Soetadi****)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes 

6.        

8 Oktober 2015 October 8, 2015

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Ayuoob Akbar Qadri**) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M. Hasan Abdulrauf *****) Iggi H Achsien Djaja M Tambunan******)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes 

1. 2. 3. 4. 5.  

Endy PR Abdurrahman Evi Afiatin Ismail Indra Y Sugiarto Hery Syafril****) Purnomo B Soetadi****)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes 

7.  

24 November 2015 November 24, 2015

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Ayuoob Akbar Qadri**) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M. Hasan Abdulrauf *****) Iggi H Achsien Djaja M Tambunan******)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

1. 2. 3. 4. 5.

Endy PR Abdurrahman Evi Afiatin Ismail Indra Yurana Sugiarto Hery Syafril****) Purnomo B Soetadi****)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

8.      

25 November 2015 November 25, 2015

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DR Anwar Nasution Ayuoob Akbar Qadri**) Saleh Ahmed Al-Ateeqi Sultan M. Hasan Abdulrauf *****) Iggi H Achsien Djaja M Tambunan ******)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

1. 2. 3. 4. 5.

Endy PR Abdurrahman Evi Afiatin Ismail Indra Yurana Sugiarto Hery Syafril****) Purnomo B Soetadi****)

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

Total Jumlah Rapat | Total Meetings *)

 8

Pengunduran diri Emirsyah Satar telah disetujui oleh RUPS Tahunan tanggal 3 Juni 2015 The resignation of Emirsyah Satar was approved by the Annual GMS on June 3, 2015 Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 ***) Pengunduran diri Adrian Gunadi dan Hendiarto telah disetujui oleh RUPS Luar Biasa tanggal 7 September 2015 The resignation of Adrian Gunadi and Hendiarto was approved by the Extraordinary GMS on September 7, 2015 ****) Hery Syafril dan Purnomo B. Soetadi telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 21 Maret 2016 Hery Syafril dan Purnomo B. Soetadi has received fit and proper test approval from the FSA since 21 March 2016 *****) Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ******) Diangkat melalui RUPS Luar Biasa tanggal 7 September 2015 dan efektif setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan dari OJK Appointed at the Extraordinary GMS on September 7, 2015 and effective after passing the fit and proper test from OJK **)

VC:

242

Video Conference

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

6. Kepemilikan Saham Dewan Komisaris yang Mencapai 5% atau Lebih dari Modal Disetor pada Perusahaan Lain

6. Shareholdings of BoC that Reach or Exceed 5% of Paid in Capital of Other Companies

Sampai dengan 31 Desember 2015, Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia tidak memiliki saham yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih pada Bank Muamalat Indonesia dan tidak ada anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia yang mempunyai saham baik atas nama sendiri maupun secara bersamasama yang melebihi 25% (dua puluh lima persen) dari modal disetor pada perusahaan atau lembaga lain sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

As of December 31, 2015, none of members of BMI’s Board of Commissioners had shares of 5% (five percent) or more of BMI, and none of members of BMI’s Board of Commissioners had shares either individual or collectively the exceed 25% (twenty five percent) of paid up capital of other companies or institutions when viewed from compliance perspective with provisions of Bank Indonesia.

Adapun kepemilikan saham di perusahaan lain maupun lembaga keuangan lainnya dapat terlihat pada tabel dibawah ini:

BoC’s ownership of shares at other companies and financial institutions can be seen in the table below:

Nama Name

No.

Perusahaan Lainnya Other Company

Bank Lainnya Other Bank

Lembaga Keuangan Lainnya Other Financial Institution

Keterangan Description

1

DR Anwar Nasution

-

-

-

-

2

Iggi H. Achsien

-

-

-

-

3

Djaja M. Tambunan *)

-

-

-

-

4

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf **)

-

-

-

-

5

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

-

-

-

-

6

Ayuoob Akbar Qadri ***)

-

-

-

-

Efektif setelah lulus fit and proper test dari OJK | Effective after passing the Fit and Proper Test from FSA Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016 ***) Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016

*) **)

Bank Muamalat 2015 Annual Report

243

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

L. KOMITE DEWAN KOMISARIS

L. COMMITTEES UNDER BOC

Untuk membantu pelaksanaan tugasnya dan sesuai dengan ketentuan GCG, Dewan Komisaris telah membentuk komite-komite yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi serta Komite Tata Kelola Perusahaan.

To discharge its duties optimally and pursuant to provisions of GCG, the BOC has established committees, namely the Audit Committee, Risk Monitoring Committee, the Nomination and Remuneration Committee and Corporate Governance Committee.

1. Komite Audit (KA)

1. Audit Committee

Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Nomor 052/ DIR/KPTS/II/2015 tanggal 12 Februari 2015 tentang Pembentukan Komite Audit Bank Muamalat Indonesia dan Surat Keputusan Direksi Nomor 392/DIR/KPTS/ IX/2015 tentang Pembentukan Komite Audit Bank Muamalat Indonesia, maka susunan keanggotaan Komite Audit Bank Muamalat Indonesia adalah sebagai berikut:

Nama Name

No.

In accordance with the BOC Decree No. 052/DIR/KPTS/ II/2015 dated February 12, 2015 on the Establishment of Audit Committee of Bank Muamalat Indonesia and the BOC Decree No. 392/DIR/KPTS/IX/2015 on the Establishment of Audit Committee of Bank Muamalat Indonesia, the composition of the Committee audit of Bank Muamalat Indonesia is as follows:

Jabatan Dalam Perseroan Position in The Company

Jabatan Dalam Komite Audit Position in Audit Committee

1.

Anwar Nasution

Komisaris Utama/Komisaris Independen President Commissioner/Independent Commissioner

Ketua | Chairman

2.

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

Komisaris | Commissioner

Anggota | Member

3.

Iggi H. Achsien

Komisaris Independen | Independent Commissioner

Anggota | Member

4.

Achmad Arifin

Pihak Independen (ahli di bidang akuntansi keuangan) Independent Party (accounting Specialist)

Anggota | Member

Masa tugas anggota Komite Audit tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan dapat dipilih kembali hanya untuk 1 (satu) periode berikutnya. Susunan Komite Audit tersebut masih kurang 1 (satu) orang pihak independen yang ahli di bidang perbankan syariah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah khususnya pasal 36 yang mengatur bahwa anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari: • 1 (Satu) orang Komisaris Independen; • 1 (Satu) orang Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang akuntasi keuangan; dan • 1 (Satu) orang Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang perbankan syariah.

Members of the Audit Committee serve for a term of office that is not longer than the term of office of a member of the Board of Commissioners as stipulated in the Articles of Association, and can be re-appointed for a maximum of 1 (one) subsequent period. The composition of the Audit Committee still needs added with 1 (one) sharia banking specialist if viewed based on BI Regulation No.11/33/PBI/2009 on GCG Implementation for Sharia Banks and Sharia Business Units in particular article 36 that stipulates that members of the Audit Committee consist of at least: • 1 (one) Independent Commissioner; • 1 (one) Independent Party with expertise in financial accounting; and • 1 (one) Independent Party people with expertise in the area of Sharia Banking.

Profil anggota Komite Audit disajikan dalam sub bahasan profil Dewan Komisaris dan Profil Anggota Komite Audit Dari Pihak Independen.

Profile of members of the Audit Committee is presented in the profile sub section of BoC and Audit Committee Member who are Independent Parties.

a. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

a. Duties and Responsibilities of Audit Committee

Berdasarkan Piagam Komite Audit, Komite Audit menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional dan independen tanpa campur tangan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

244

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Based on the Audit Committee Charter, the Audit Committee shall carry out its duties and responsibilities professionally and independently without any interference from any party that would not comply with prevailing rules and regulations.

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dalam hubungan ini, Komite Audit mendorong terciptanya praktik yang sehat dalam pelaporan keuangan, manajemen risiko, pengendalian internal dan etika bisnis yang baik. Dalam pelaksanaannya, Direksi bertanggung jawab sepenuhnya atas penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku, kecukupan pengelolaan risiko dan sistem pengendalian internal serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

In this connection, the Committee encourages practices in financial reporting, risk management, internal control and high business ethics. In doing so, the Board of Directors is solely responsible for the delivery of financial statements in accordance with the standards and provisions, the adequacy of risk management and internal control systems and with compliance with all applicable regulations.

Tugas dan tanggung jawab Komite Audit yang tertuang dalam Piagam Komite Audit adalah sebagai berikut: 1) melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit intern dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan; 2) melakukan koordinasi dengan Kantor Akuntan Publik dalam rangka efektivitas pelaksanaan audit ekstern; 3) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh fungsi audit intern, yang meliputi perencanaan audit, ruang lingkup audit, proses audit dan pelaporan hasil audit; 4) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan audit dan/atau rekomendasi dari hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, auditor intern, Dewan Pengawas Syariah, dan/ atau auditor ekstern, guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris; 5) melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Bank kepada publik dan/atau pihak otoritas antara lain laporan keuangan, proyeksi, dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Bank; 6) melakukan penelaahan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Bank; 7) memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya; 8) memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan fee. 9) menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Bank; 10) menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Bank; dan 11) menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Bank.

The duties and responsibilities of the Audit Committee are specified in the Charter of the Audit Committee, including: 1. To evaluate the implementation of internal audit in order to assess the adequacy of internal controls, including the adequacy of the financial reporting process; 2. To coordinate with an appointed public accounting firm to ensure the effectiveness of the implementation of external audit; 3. To evaluate the implementation of the audit work done by the internal audit function, including audit, audit scope, audit process and audit results reporting; 4. To evaluate the implementation of follow-ups by the Board of Directors on audit findings and/or recommendations from the Financial Services Authority supervisory results, the internal auditor, the Sharia Supervisory Board and/or external auditor, in order to provide recommendations to the Board of Commissioners; 5. To review all financial information to be issued by the Bank to the public and/or relevant authorities, including financial statements, projections, and other reports related to the Bank’s financial information; 6. To conduct reviews of compliance with laws and regulations relating to the activities of the Bank; 7. To provide an independent opinion should there be disagreements between management and its Accountants in terms of services rendered; 8. To provide recommendations to the Board of Commissioners on the appointment of accountants based on independence, audit scope and audit fee. 9. To examine complaints filed against the Bank’s accounting and financial reporting process; 10. To review and provide advice to the Board of Commissioners in relation to potential conflict of interests within the Bank; and 11. To maintain the confidentiality of the Bank’s documents, data and information.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

245

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

b. Rapat dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit

b. Meeting and Report of the Implementation of the Audit Committee

Selama tahun 2015, Komite Audit telah melangsungkan 10 (sepuluh) kali rapat dengan minimal satu agenda rapat untuk setiap kali rapat termasuk pembahasan mengenai risalah rapat dan pengesahannya, serta hal-hal yang perlu ditindaklanjuti dari rapat sebelumnya dan beberapa pembahasan lainnya.

During 2015, the Audit Committee held 10 (ten) meetings with at least one meeting agenda for each meeting, including discussion of the minutes of meetings and approval, as well as other matters that need to be followed up from the previous meetings and some other discussions.

Berikut adalah rekapitulasi kehadiran rapat setiap anggota Komite Audit:

Presented below is the recapitulation of the meeting attendance of each member of the Audit Committee:

No.

Nama | Name

Jabatan Dalam Komite Audit Position in the Audit Committee

Kehadiran Dalam Rapat Komite Audit Attendance in the Meeting

% Kehadiran Attendance

1.

Anwar Nasution

Ketua | Chairman

10

100%

2.

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

Anggota | Member

3*)

30%

3.

Iggi H. Achsien

Anggota | Member

8

80%

4.

Achmad Arifin

Anggota | Member

10

100%

*) Melalui Teleconference | By Teleconference

Berdasarkan evaluasi terhadap dokumen dan risalah rapat Komite Audit (KA) selama tahun 2015, hal-hal yang telah didiskusikan oleh KA antara lain, sebagai berikut: 1) Pembahasan mengenai Internal Audit update dan peningkatan kinerja Internal Audit serta temuan audit yang signifikan dan hasil follow upnya; 2) Pembahasan mengenai ruang lingkup audit, cakupan audit serta tanggung jawab dan independensi Internal Auditor sesuai dengan standar audit yang berlaku; 3) Pembahasan mengenai follow up Quality Assurance Review dari Boubyan Bank beserta rekomendasinya; 4) Kajian terhadap kondisi pembiayaan dan evaluasinya; 5) Pembahasan mengenai risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional Bank; 6) Pembahasan mengenai peningkatan pelaksanaan tugas dibidang penanganan Fraud; 7) Pembahasan mengenai koordinasi yang telah dilakukan antara Internal Audit Division, Enterprise Risk Management Division, Operasional Risk Division dan Compliance Division; 8) Pelaksanaan audit selama bulan berjalan dan presentasi atas hasil audit di 6 (enam) cabang dan 1 (satu) Divisi; 9) Pembahasan mengenai follow up atas temuan audit Boubyan Bank; 10) Perbaikan yang telah dilakukan oleh Internal Audit Division;

246

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Based on the evaluation of the documents and minutes of meetings of the Audit Committee (KAS) for 2015, the Audit Committee discussed the following subjects during the year: 1. Discussion of the Internal Audit updates and improvements and significant audit findings along with the results of follow-up actions; 2. Discussion of the scope of the audit, audit coverage and the responsibility and independence of the Internal Auditor in accordance with applicable auditing standards; 3. Discussion of follow-up Quality Assurance Review of Boubyan Bank including the recommendations made; 4. Review of financing conditions and evaluation; 5. Discussion of credit risk, market risk and operational risk; 6. Discussion on how to improve the implementation fraud-handling system; 7. Discussion of coordination among the Internal Audit Division, Enterprise Risk Management Division, Operational Risk Division and the Compliance Division; 8. Audit work during the current month and the presentation of the audit results at 6 (six) branches and 1 (one) Division; 9. Discussion of follow ups on audit findings by Boubyan Bank; 10. Improvements made by the Internal Audit Division;

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

11) Laporan jumlah personil Internal Audit Division dan Laporan Workshop Internal Audit Division; dan 12) Pembahasan atas beberapa temuan audit cabang serta follow up dan tindak lanjut dari hasil audit yang sebelumnya.

2. Komite Pemantau Risiko (KPR)

2. Risk Oversight Committee (ROC)

Komite Pemantau Risiko telah dibentuk sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Nomor 048/DIR/KPTS/II/2015 tanggal 10 Februari 2015 tentang Pembentukan Komite Pemantau Risiko Bank Muamalat Indonesia dengan keanggotaan sebagai berikut:

No.

Nama | Name

1.

Emirsyah Satar *)

2.

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

3.

Anwar Nasution

11. Report on the number of personnel of the Internal Audit Division and Report on Workshop on Internal Audit Division; and 12. Discussion on audit findings at certain branches and follow-up actions made for the results of the previous audit.

Risk Monitoring Committee has been established based on the Board of Directors Decree No. 048/DIR/KPTS/ II/2015 dated February 10, 2015 on the Establishment of Risk Monitoring Committee of Bank Muamalat Indonesia with the following composition:

Jabatan Dalam Perseroan Position in Company

Jabatan Dalam Komite Pemantau Risiko Position in Risk Oversight Committee

Komisaris Independen | Independent Commissioner

Ketua | Chairman

Komisaris | Commissioner

Anggota | Member

Komisaris Independen | Independent Commissioner

Anggota | Member

*) Pengunduran diri Emirsyah Satar telah disetujui oleh RUPS Tahunan tanggal 3 Juni 2015 The resignation of Emirsyah Satar was approved by the Annual GMS on June 3, 2015

Masa tugas anggota Komite Pemantau Risiko tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan dapat dipilih kembali hanya untuk 1 (satu) periode berikutnya. Komposisi keanggotaan Komite Pemantau Risiko ini masih perlu disempurnakan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah khususnya pasal 34 dimana anggota Komite Pemantau Risiko paling kurang terdiri dari: • 1 (Satu) orang Komisaris Independen; • 1 (Satu) orang Pihak Independen yang memiliki keahlian dibidang manajemen risiko; • 1 (Satu) orang Pihak Independen yang memiliki keahlian dibidang perbankan syariah.

Members of the Risk Monitoring Committee serve for a term of office that is not longer than the term of office of a member of the Board of Commissioners as stipulated in the Articles of Association, and can be reappointed for a maximum of 1 (one) subsequent period. The composition of the Risk Oversight Committee still needs to be improved if viewed based on BI Regulation No.11/33/PBI/2009 on GCG Implementation for Sharia Banks and Sharia Business Units in particular article 34 that stipulates that members of the Risk Oversight Committee consist of at least: • 1 (one) Independent Commissioner; • 1 (one) Independent Party with expertise in risk management; and • 1 (one) Independent Party people with expertise in the area of Sharia Banking.

Sejak pengunduran diri Bapak Emirsyah Satar, jabatan Ketua Komite Pemantau Risiko masih lowong. Dewan Komisaris Bank Muamalat Indonesia berkomitmen untuk memenuhi keanggotaan Komite Pemantau Risiko termasuk anggota Komite Audit dari Pihak Independen.

Since the resignation of Mr. Emirsyah Satar, the Chairman position of the Risk Oversight Committee has remained vacant. Bank Muamalat Indonesia’s Board of Commissioners is committed to fulfill the Risk Oversight Committee membership that includes the appointment of members of the Audit Committee who are Independent parties.

Profil anggota Komite Pemantau Risiko disajikan dalam sub bahasan profil Dewan Komisaris.

The profile of members of the Risk Monitoring Committee is presented in sub section of BOC profile.

a. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pemantau Risiko

a. Duties and Responsibilities of the Risk Oversight Committee

Komite Pemantau Risiko telah menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional

Risk Monitoring Committee shall carry out its duties and responsibilities professionally and

Bank Muamalat 2015 Annual Report

247

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

dan independen tanpa campur tangan dari pihak manapun sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

independently without any interference from any party that would not comply with prevailing rules and regulations.

Adapun tugas Komite Pemantau Risiko sesuai Piagam Komite Pemantau Risiko adalah: 1) Melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan strategi manajemen risiko yang disusun Manajemen; 2) Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut; 3) Melakukan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Unit Kerja Manajemen Risiko; 4) Melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Direksi dalam rangka memenuhi peraturan Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundangundangan lain yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian, khususnya yang berkaitan dengan manajemen risiko; dan 5) Melakukan evaluasi terhadap permohonan atas usulan Direksi yang berkaitan dengan transaksi atau kegiatan usaha yang melampaui kewenangan Direksi untuk dapat digunakan oleh Dewan Komisaris sebagai dasar pengambilan keputusan.

As specified in the Risk Oversight Committee Charter, the task of the Risk Oversight Committee are: 1. To evaluate the risk management policies and strategies prepared by the Bank’s Management; 2. To evaluate the conformity of risk management policies to their implementation; 3. To evaluate the implementation of the tasks of the Risk Management Committee and the Risk Management Unit; 4. To evaluate all measures taken by the Board of Directors in order to comply with Bank Indonesia/Financial Services Authority regulations and all other applicable laws on the implementation of the precautionary principle, especially with regard to risk management; and 5. To evaluate all proposals made by the Board of Directors relating to business transactions or activities beyond the Board’s authority to be further used by the Board of Commissioners as the basis for decision making.

b. Rapat dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Komite Pemantau Risiko

b. Meeting and Report of the Implementation of the Risk Oversight Committee

Selama periode tahun 2015, Komite Pemantau Risiko telah melangsungkan 6 (enam) kali rapat dengan minimal satu agenda rapat untuk setiap kali rapat termasuk pembahasan mengenai risalah rapat dan pengesahannya, serta hal-hal yang perlu ditindaklanjuti dari rapat sebelumnya dan beberapa pembahasan lainnya.

During 2015, the Risk Oversight Committee held 6 (six) meetings with at least one meeting agenda for each meeting, including discussion of the minutes of meetings and approval, as well as other matters that need to be followed up from the previous meetings and some other discussions.

Berdasarkan notulen rapat Komite Pemantau Risiko, kehadiran dari masing-masing anggota Komite Pemantau Risiko dalam rapat adalah sebagai berikut:

Based on the minutes of the meeting of the Risk Oversight Committee, the attendance of each member of the Risk Oversight Committee in the meeting is presented below:

No.

*)

248

Nama | Name

Jabatan Dalam Komite Pemantau Risiko Position in Risk Oversight Committee

Kehadiran Dalam Rapat Komite Pemantau Risiko Attendance in Risk Oversight Committee Meeting

% Kehadiran % Attendance

1.

Emirsyah Satar*)

Ketua | Chairman

3/3

100%

2.

Saleh Ahmed Al-Ateeqi

Anggota | Member

5

83%

3.

Anwar Nasution

Anggota | Member

6

100%

Pengunduran diri Emirsyah Satar telah disetujui oleh RUPS Tahunan tanggal 3 Juni 2015 The resignation of Emirsyah Satar was approved by the Annual GMS on June 3, 2015

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Berdasarkan dokumen dan data yang tercantum dalam risalah rapat Komite Pemantau Risiko, diketahui bahwa pembahasan yang telah dilakukan oleh Komite Pemantau Risiko selama tahun 2015, antara lain sebagai berikut: 1) Pembahasan mengenai portofolio pembiayaan dan NPF Bank Muamalat Indonesia; 2) Pembahasan Laporan Tingkat Kesehatan RBBR BMI posisi 30 Juni dan 31 Desember 2014; 3) Pembahasan mengenai identifikasi Tipe dan Risiko yang terjadi; 4) Pembahasan mengenai Risk Management Update terkait Risk Appetite Statement; 5) Pembahasan mengenai Financing CollectionBad Bank Progress; 6) Pembahasan mengenai Improvement on Financing Policy dan Authority Matrix; 7) Pembahasan mengenai update dari Eksternal Auditor; 8) Pembahasan mengenai Laporan Kinerja Bank Muamalat Indonesia dan ketentuan mengenai pemenuhan modal; 9) Pembahasan Improvement on Financing Policy; dan 10) Pembahasan mengenai assessment proposal pembiayaan musyarakah.

3. Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) Komite Nominasi dan Remunerasi telah dibentuk sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Nomor 049/ DIR/KPTS/II/2015 tanggal 10 Februari 2015 tentang Pembentukan Komite Nominasi dan Remunerasi Bank Muamalat Indonesia. Memperhatikan Surat Dewan Komisaris Nomor 022/BMI/BOC/V/2015 tanggal 7 Mei 2015 perihal Perubahan Susunan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi maka terdapat penambahan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi Nomor 190A/DIR/KPTS/V/2015 tanggal 8 Mei 2015 tentang Pembentukan Komite Nominasi dan Remunerasi Bank Muamalat Indonesia dengan keanggotaan sebagai berikut:

No.

*)

Nama | Name

Based on the documents and the data contained in the minutes of meeting of the Risk Oversight Committee, it is known that the discussions brought up in the Risk Oversight Committee meeting during 2015 were: 1) Discussion of Bank Muamalat Indonesia’s financing portfolio and NPF; 2) Discussion about the reports bank soundness level of BMI’s RBBR position June 30 and December 31, 2014; 3) Discussion about identification and type of risks that occurred; 4) Discussion about Risk Management updates related to Risk Appetite Statement; 5) Discussion about Financing Collection – Bad Bank Progress; 6) Discussion of Improvement on Financing Policy dan Authority Matrix; 7) Discussion on updates on the External Auditor; 8) Discussion about Performance Report of Bank Muamalat Indonesia and the provisions on capital adequacy; 9) Discussion about Improvement on Financing Policy; and 10) Discussion about proposal assessment of musyarakah financing.

3. The Nomination and Remuneration Committee (NRC) The Nomination and Remuneration Committee has been established in accordance with the Decree of the Board of Directors No. 049/DIR/KPTS/II/2015 dated February 10, 2015 on the establishment of Nomination and Remuneration Committee of Bank Muamalat Indonesia. As to the Letter of the Board of Commissioners No. 022/BMI/BOC/V/2015 dated May 7, 2015 regarding change within the composition of the Nomination and Remuneration Committee then admit additional member of the Nomination and Remuneration Committee assigned under the Decree of the Directors No. 190A/DIR/KPTS/V/2015 dated May 8, 2015 on the establishment of Nomination and Remuneration Committee of Bank Muamalat Indonesia with the composition as follows:

Jabatan Dalam Perseroan Position in Company

Jabatan Dalam Komite Nominasi & Remunerasi Position in Nomination & Remuneration Committee

1

Anwar Nasution

Komisaris Utama/Komisaris Independen President Commissioner/Independent Commissioner

Ketua | Chairman

2

Iggi H. Achsien

Komisaris Independen Independent Commissioner

Anggota | Member

3

Ayuoob Akbar Qadri *)

Komisaris | Commissioner

Anggota | Member

4

Sultan Abdul Rauf

Komisaris | Commissioner

Anggota | Member

5

Gatot BS. Sarosa

Pejabat Eksekutif

Anggota | Member

Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016

Bank Muamalat 2015 Annual Report

249

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Masa jabatan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam anggaran dasar. Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi diangkat untuk masa jabatan tertentu dan dapat diangkat kembali. Komite Nominasi dan Remunerasi ini telah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah khususnya pasal 35 bahwa anggota Komite Nominasi dan Remunerasi paling kurang terdiri dari: • 2 (dua) orang Komisaris Independen; • 1 (Satu) orang Pejabat Eksekutif yang membawahi sumber daya manusia; Profil anggota Komite Nominasi dan Remunerasi disajikan sub bahasan Profil Dewan Komisaris dan Profil Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Pejabat Eksekutif Yang Membawahkan Sumber Daya Manusia.

Members of the Nomination and Remuneration Committee serve for a term of office that is not longer than the term of office of a member of the Board of Commissioners as stipulated in the Articles of Association. Committee members are appointed for a definite term of office and is eligible for re-appointment. The Nomination and Remuneration Committee has complied with Bank Indonesia Regulation No 11/33/PBI/2009 concerning the Implementation of Good Corporate Governance by Sharia Banks and Sharia Business Units particularly the Article 35 stipulating that the members of the Nomination and Remuneration Committee consist of at least: • 2 (two) Independent Commissioners; • 1 (One) the Executive Officer in charge of human resources; The profile of Members of the Nomination and Remuneration Committee is available under the Profile of the Board of Commissioners and of Member of Nomination and Remuneration Committee - Executive Officer in charge of Human Resources.

a. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi

a. Duties and Responsibilities of the Nomination and Remuneration Committee

Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) Bank Muamalat Indonesia telah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara profesional dan independen, tanpa campur tangan dari pihak manapun sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

The Nomination and Remuneration Committee (NRC) of Bank Muamalat Indonesia has been carrying out duties professionally and independently, without interference from any party in accordance with prevailing rules and regulations.

Tugas dari Komite Nominasi dan Remunerasi sesuai dengan piagam Komite Nominasi dan Remunerasi antara lain:

The task of the Nomination and Remuneration Committee in accordance with its charter include:

1) Terkait dengan kebijakan nominasi: a) memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah; b) memberikan usulan calon yang memenuhi syarat sebagai anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan dan Dewan Pengawas Syariah kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS; c) memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses Nominasi dan kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; d) membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi. e) memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program

250

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

1) Regarding the policy for nomination: a) Provide recommendations to the Board of Commissioners concerning the systems and procedures and/or replacement of members of the Board of Commissioners, Directors and Sharia Supervisory Board; b) Propose candidates who qualify as members of the Board of Directors, members of the Board of Commissioners and Sharia Supervisory Board to the Board of Commissioners to be submitted to the General Meeting of Shareholders; c) Provide recommendations to the Board of Commissioners on the required policy and criteria under the process of nomination and performance evaluation policy for the members of the Board of Directors and/or members of the Board of Commissioners; d) Assist the Board of Commissioners in assessing the performance of members of the Board of Directors and/or members of the Board of Commissioners based on benchmarks predetermined as evaluation materials. e) Provide recommendations to the Board of Commissioners concerning the capacity

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

pengembangan kemampuan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris. f) Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai calon anggota Dewan Komisaris, Direksi dan/atau Dewan Pengawas Syariah. g) Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai calon pihak independen yang akan menjadi anggota Komite.

2) Terkait dengan kebijakan remunerasi:

building program for the members of the Board of Directors and/or members of the Board of Commissioners. f) Provide recommendations to the Board of Commissioners concerning the candidate of the members of Board of Commissioner, Board of Directors, and/or Sharia Supervisory Board. g) Provide recommendations to the Board of Commissioners concerning the independent party proposed as candidates for members of the Board of Committee.

2) Regarding the remuneration policies:

a) Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi. b) Melakukan evaluasi terhadap kesesuaian antara kebijakan remunerasi dengan pelaksanaan kebijakan tersebut; dan c) Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan.

a) Evaluate the Company’s remuneration policy. b) Evaluate the conformity between the remuneration policies with its implementation. c) Provide recommendations to the Board of Commissioner concerning the remuneration policy for the Board of Commissioners, Board of Directors, Sharia Supervisory Board, Executive Officers and for all employees.

3) Komite Remunerasi dan Nominasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab terkait dengan kebijakan remunerasi paling kurang wajib memperhatikan:

3) The Remuneration and Nomination Committee in performing its duties and responsibilities related to the remuneration policy is at least obliged to observe:

a) Kinerja keuangan. b) Pemenuhan pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva. c) Kewajaran dengan peer group; dan d) Pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang Bank.

a) The Company’s Financial performance. b) Compliance in terms of Allowance for Earning Assets. c) Fairness to peer group; and d) Considerations on the Bank’s targets and long-term strategies.

b. Rapat dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Komite Nominasi dan Remunerasi

b. Meeting and Report of Implementation of the Nomination and Remuneration Committee

Untuk tahun 2015, Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan rapat sebanyak 5 (lima) kali rapat dengan rekap kehadiran dari masingmasing anggota adalah sebagai berikut:

For 2015, the Nomination and Remuneration Committee held 5 (five) meetings with the attendance record of each member as follows:

No.

*) **)

Nama | Name

Jabatan dalam Komite Nominasi & Remunerasi Position in Nomination and Remuneration Committee

Kehadiran dalam Rapat Komite Nominasi & Remunerasi Attendance in Nomination and Remuneration Committee Meeting

% Kehadiran % Attendance

1

Anwar Nasution

Ketua | Chairman

5

100%

2

Iggi H. Achsien

Anggota | Member

5

100%

3

Ayuoob Akbar Qadri *)

Anggota | Member

5

100%

4

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf **)

Anggota | Member

5

100%

5

Gatot BS. Sarosa

Anggota | Member

5

100%

Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016

Bank Muamalat 2015 Annual Report

251

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Dalam rapat Komite Nominasi dan Remunerasi dibahas beberapa agenda yang terkait dengan proses nominasi dan remunerasi antar lain sebagai berikut: 1) Perubahan manajemen; 2) Skema bonus 2014 untuk anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah; 3) Long term incentive plan; 4) Sharia audit; 5) Pembiayaan kepada pihak terkait Komisaris dan pembiayaan perumahan untuk Direksi; 6) Kandidat anggota Direksi dan follow up proses perekrutan kandidat anggota Direksi; 7) Kandidat pengganti anggota Komisaris Independen yang telah mengundurkan diri; 8) Kandidat anggota komite dari pihak independen; 9) Rencana RUPSLB September 2015; 10) Pembahasan surat OJK tentang pemegang saham pengendali; 11) Remunerasi bagi anggota Dewan Pengawas Syariah; dan 12) Pendistribusian bonus/tantiem bagi anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah.

4. Komite Tata Kelola Perusahaan

In executing its duties, NRC has discussed matters in regard with: 1) The Change of management member; 2) 2014 bonus scheme for Board of Directors member, Board of Commissioners member and Sharia Supervisory Board member; 3) long term incentive plan; 4) sharia audit 5) Financing to related parties Commissioner and housing finance to the Board of Directors; 6) Candidate member of the Board of Directors and the follow-up process of recruiting candidates for the Board of Directors; 7) A replacement candidate member Independent Commissioner who has resigned; 8) Candidate member of the committee of independent parties; 9) Plan EGM September 2015; 10) Discussion FSA letter of the controlling shareholders; 11) Remuneration for members of the Sharia Supervisory Board; and 12) The distribution of bonus/tantiem the Board of Directors, Board of Commissioners and Sharia Supervisory Board.

4. Corporate Governance Committee

Berkaitan dengan kemajuan organisasi dan tuntutan bagi Perusahaan untuk membentuk komite yang efektif guna mendukung pelaksanaan yang efektif dari tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dalam pelaksanaan Good Corporate Governance, maka Dewan Komisaris membentuk Komite Tata Kelola Perusahaan. Pembentukan Komite ini untuk memperkuat dan meningkatkan struktur tata kelola Bank Muamalat Indonesia, meningkatkan proses tata kelola Bank Muamalat Indonesia dan meningkatkan hasil tata kelola perusahaan.

Associated with the progress of the organization and demand for the Company to establish an effective committee to support the effective implementation of the duties and responsibilities of the Board of Commissioner in implementing sound Good Corporate Governance, the Board of Commissioners has established a Corporate Governance Committee. The purpose of the establishment of this committee is to strengthen and improve the company’s governance structure, improve the company’s governance process and improve results of corporate governance practices.

Pembentukan Komite Tata Kelola Perusahaan telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 050/DIR/KPTS/II/2015 tanggal 10 Februari 2015 tentang Pembentukan Komite Tata Kelola Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan keanggotaan sebagai berikut:

The Corporate Governance Committee has been established by the Decree of the Board of Directors No. 050/DIR/KPTS/II/2015 dated February 10, 2015 on the Establishment of the Corporate Governance Committee of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk with the following composition:

No.

*) **)

252

Nama | Name

Jabatan dalam Perseroan Position in Company

Jabatan dalam Komite Tata Kelola Perusahaan Position in the Committee of Corporate Governance

1

Iggi H. Achsien

Komisaris Independen | Independent Commissioner

Ketua | Chairman

2

Ayuoob Akbar Qadri *)

Komisaris | Commissioner

Anggota | Member

3

Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf **)

Komisaris | Commissioner

Anggota | Member

Ayuoob Akbar Qadri telah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK sejak 27 April 2016 Ayuoob Akbar Qadri has received fit and proper test approval from the FSA since 27 April 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf telah mengundurkan diri sejak 8 April 2016 dan telah disetujui pada RUPS Luar Biasa pada tanggal 23 Mei 2016 Sultan Mohammed Hasan Abdulrauf resigned on 8 April 2016, as subsequently approved by the Extra Ordinary GMS on 23 May 2016

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Masa tugas anggota Komite Tata Kelola Perusahaan tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan dapat dipilih kembali hanya untuk 1 (satu) periode berikutnya. Profil anggota Komite Tata Kelola Perusahaan disajikan dalam sub bahasan Profil Dewan Komisaris.

Members of the Corporate Governance Committee serve for a term of office that is not longer than the term of office of a member of the Board of Commissioners as stipulated in the Articles of Association, and can be re-appointed for a maximum of 1 (one) subsequent period. The profile of members of Corporate Governance Committee is presented in the sub section of the Board of Commissioners’ profile.

a. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Tata Kelola Perusahaan

a. Duties and Responsibilities of the Corporate Governance Committee

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Tata Kelola Perusahaan paling kurang meliputi: 1) Melakukan evaluasi atas struktur, kerangka tata kelola dan kebijakan GCG Bank Muamalat Indonesia. 2) Memastikan pelaksanaan kebijakan GCG dalam kegiatan Bank Muamalat Indonesia. 3) Secara berkala mengkaji dan menilai prinsipprinsip pelaksanaan GCG Bank Muamalat Indonesia dan menyampaikan rekomendasi perbaikan kepada Dewan Komisaris. 4) Menyampaikan laporan kepada Dewan Komisaris kegiatan Bank yang tidak sesuai dengan pelaksanaan GCG. 5) Mengkaji laporan self assessment GCG dan laporan tahunan GCG yang diterbitkan oleh Bank Muamalat Indonesia guna memastikan transparansi dan akurasi laporan serta merekomendasikan perbaikan kepada Direksi. 6) Menyampaikan rekomendasi dalam rangka pemberian endorsement Dewan Komisaris atas laporan GCG dan kebijakan GCG Bank Muamalat Indonesia. 7) Menyusun dan mengkinikan piagam Komite Tata Kelola secara berkala. 8) Menjaga kerahasiaan seluruh dokumen, data dan informasi Bank Muamalat Indonesia.

Duties and Responsibilities of the Corporate Governance Committee at least include: 1) Conduct an evaluation of the structure, governance and policy frameworks of GCG Bank Muamalat Indonesia. 2) Ensure the implementation of GCG policies within all activities of Bank Muamalat Indonesia. 3) Periodically review and assess the implementation of GCG principles of Bank Muamalat Indonesia and deliver recommendations for improvement to the Board of Commissioners. 4) Deliver reports to the Board of Commissioners concerning Bank activities that are inconsistent with the implementation of GCG. 5) Assess the GCG self-assessment report and the GCG annual report issued by Bank Muamalat Indonesia in order to ensure transparency and accuracy of the report and deliver recommendations for improvements to the Board of Directors. 6) Deliver recommendations in order to award the endorsement to the Board of Commissioners on GCG report and GCG policy of Bank Muamalat Indonesia. 7) Develop and update the Corporate Governance Committee charter periodically. 8) Maintain confidentiality of all documents, data and information of Bank Muamalat Indonesia.

M. DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS)

M. SHARIA SUPERVISORY BOARD (SSB)

Dewan Pengawas Syariah adalah Organ Perseroan yang merupakan badan independen yang bertugas melakukan pengarahan (directing), pemberian konsultasi (consulting), melakukan evaluasi (evaluating) dan pengawasan (supervising) kegiatan Perseroan bahwa kegiatan usaha Bank Muamalat Indonesia tersebut mematuhi (comply) prinsip-prinsip syariah sebagaimana telah ditentukan oleh fatwa dan syariah Islam. Berdasarkan Undang-Undang Perbankan Syariah, seluruh transaksi perbankan syariah harus dijalankan sesuai dengan fatwa yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

Sharia Supervisory Board is the organ of the Company which is an independent body in charge of directing, consulting, evaluating and supervising the Company’s activities that the business activities of Bank Muamalat Indonesia complies with Sharia principles as determined by the fatwa and Islamic law. Based on Islamic Banking Law, the entire transactions in Islamic banking must be executed in accordance with the fatwa established by the National Islamic Council-Indonesian Ulama Council.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

253

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

1. Susunan Keanggotaan Dewan Pengawas Syariah Sebelum diangkat melalui RUPS, anggota DPS telah mengapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional-MUI melalui surat No. U-167/DSN-MUI/V/2014 tanggal 16 Mei 2014 perihal Rekomendasi Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat Indonesia. Berdasarkan hasil keputusan RUPS Tahunan tanggal 23 Juni 2014 dan Berita Acara RUPS Tahunan No. 70 tanggal 23 Juni 2014 yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi, SH di Jakarta, ditetapkan bahwa anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) berjumlah 3 (tiga) orang yang terdiri dari:

No.

Nama | Name

1. The Composition of the Supervisory Board Membership

Sharia

Prior to the appointment through the AGM, members of the SSB had obtained recommendation of the National Islamic Council-IUC through its Decree No. U-167/DSN-MUI/V/2014 dated May 16, 2014 on the Recommendation of Sharia Supervisory Board of Bank Muamalat Indonesia. Based on the decision of the Annual General Meeting held on June 23, 2014 and the Minutes of the Annual General Meeting of Shareholders No. 70 dated June 23, 2014 signed before Fathiah Helmi, SH, notary in Jakarta it was determined that the Sharia Supervisory Board (SSB) consists of 3 (three) members:

Sebagai | As

1

Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin

Ketua DPS | Chairman SSB

2

Prof. DR. H. Umar Shihab

Anggota DPS | Member SSB

3

Prof. DR. H. Muardi Chatib

Anggota DPS | Member SSB

Selain diberikan amanah sebagai DPS di Bank Muamalat Indonesia, 2 (dua) dari ketiga DPS memiliki amanah di lembaga dan instansi keumatan. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin yang menjabat sebagai ketua DPS Bank Muamalat Indonesia juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rais Am PBNU, Ketua Harian DSN dan salah satu anggota Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah (KPJKS). Adapun Anggota DPS lainnya yaitu Prof. DR. Umar Shihab dipercayakan sebagai ketua dan anggota lembaga keuangan syariah lainnya dan masih menjabat sebagai salah satu ketua MUI Pusat.

In addition to the mandate as the Sharia Supervisory Board of Bank Muamalat Indonesia, 2 (two) of the three SSB have other mandates at other public institutions and agencies. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin, who serves as the Chairman of Bank Muamalat Indonesia SSB also serves as Chairman of the Indonesian Ulema Council (IUC), Rais Am PBNU, Chief Executive of the NIC and one member of the Sharia Financial Services Development Committee (KPJKS). As for the other SSB Members, Prof. Dr. Umar Shihab has been appointed as chairman and member of other Islamic financial institution and still serves as one of the leaders of MUI.

2. Independensi dan Rangkap Jabatan Dewan Pengawas Syariah

2. Independence and Dual Positions Sharia Supervisory Board

Sesuai dengan PBI No. 11/3/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009, anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) paling kurang 2 (dua) orang dan paling banyak 50% dari jumlah anggota Direksi. Adapun jumlah anggota DPS Bank Muamalat Indonesia adalah sebanyak 3 (tiga) orang. Ketiga anggota DPS Bank Muamalat Indonesia tidak memiliki hubungan keluarga, hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan saham dengan anggota DPS lain, Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga independen dalam menjalankan tugasnya.

In accordance Bank Indonesia Regulation No.11/3/ PBI/2009 dated January 29, 2009, among others stipulates that members of the DPS shall at least consist of 2 (two) persons and at most 50% of the number of members of the Board of Director. The number of members of the DPS of Bank Muamalat Indonesia already complies with this provision, namely 3 (three) people. The three members of the SSB of Bank Muamalat Indonesia do not have relationships in terms of family relationship, financial, management, as well as shareholding relationship with other members of the SSB, Board of Commissioners and Board of Directors, thus independent in carrying out their duties.

Sebagai wujud pelaksanaan prinsip transparansi, anggota DPS Bank Muamalat Indonesia juga telah mengungkap rangkap jabatan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia tentang GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. DPS Bank Muamalat Indonesia

As a manifestation of the principle of transparency, members of the SSB of Bank Muamalat Indonesia have disclosed their concurrent positions to comply with Bank Indonesia regulations on GCG for Sharia Banks and Sharia Business Unit. SSB of Bank Muamalat

254

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

yang merangkap jabatan sebagai Ketua/Anggota pada lembaga keuangan bank/bukan bank adalah:

a. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin • • • •

PT Bank Negara Indonesia Syariah PT Bank Mega Syariah Indonesia PT BNI Life Insurance PT Asuransi Jiwa Beringin Jiwa Sejahtera

b. Prof. DR. H. Umar Shihab • •

PT Reasuransi Internasional Indonesia (ReIndo) PT Al-Ijarah Indonesia Finance (Anggota DPS)

c. Prof. DR. H. Muardi Chatib • •

PT Al-Ijarah Indonesia Finance (Anggota DPS) PT BII Finance Center

Indonesia who have concurrent positions as the Chairman/Members at other banks/non-bank financial institutions are:

a. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin • • • •

PT Bank Negara Indonesia Syariah PT Bank Mega Syariah Indonesia PT BNI Life Insurance PT Asuransi Jiwa Beringin Jiwa Sejahtera

b. Prof. DR. H. Umar Shihab • •

PT Reasuransi Internasional Indonesia (ReIndo) PT Al-Ijarah Indonesia Finance (SSB Member)

c. Prof. DR. H. Muardi Chatib • •

PT Al-Ijarah Indonesia Finance (SSB Member) PT BII Finance Center

3. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas Syariah

3. Duties and Responsibilities of the Sharia Supervisory Board

Anggota DPS wajib menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. DPS memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: a. Memberikan nasihat dan saran kepada Direksi mengenai hal-hal yang terkait dengan aspek syariah; b. Menilai dan memastikan pemenuhan Prinsip Syariah atas pedoman operasional dan produk yang telah dikeluarkan Bank Muamalat Indonesia; c. Sebagai mediator antara Bank Muamalat Indonesia dengan DSN-MUI dalam mengkomunikasikan usul dan saran pengembangan produk dan jasa dari Bank Muamalat Indonesia yang memerlukan kajian dan fatwa dari DSN-MUI; d. Mengawasi proses pengembangan produk baru dan kegiatan Bank Muamalat Indonesia agar sesuai dengan fatwa DSN-MUI; e. Meminta fatwa kepada DSN-MUI untuk produk baru Bank Muamalat Indonesia yang belum ada fatwanya; f. Sebagai perwakilan DSN-MUI yang ditempatkan di BMI, DPS wajib melaporkan atas hasil pengawasannya kepada DSN-MUI dan Otoritas Jasa Keuangan dalam waktu 6 (enam) bulan sekali; g. Memberikan opini dari aspek syariah terhadap pelaksanaan operasional BMI secara keseluruhan dalam laporan publikasi Bank Muamalat Indonesia; h. Melakukan review secara berkala atas pemenuhan prinsip syariah terhadap mekanisme penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa Bank Muamalat Indonesia; i. Memberikan opini aspek syariah atas temuan/ penyimpangan yg dijumpai oleh Internal Audit Division; dan j. Meminta data dan informasi terkait dengan aspek syariah dari satuan kerja di Bank Muamalat Indonesia dalam rangka pelaksanaan tugasnya.

SSB members shall provide sufficient time to carry out their duties and responsibilities optimally. SSB has the following duties and responsibilities: a. Give counsel and advice to the Board of Directors regarding matters related to sharia aspects; b. Assess and ensure conformity with Sharia principles on operational guidelines and products that have been issued by Bank Muamalat Indonesia; c. Act as a mediator between Bank Muamalat Indonesia with NIC-IUC in communicating the proposals and suggestions on development of products and services of Bank Muamalat Indonesia that require further investigation by and the fatwa of NIC - IUC; d. Supervise the development process of new products and activities of Bank Muamalat Indonesia to conform with the fatwa of NIC-IUC; e. Propose for fatwas from NIC-IUC for new products of Bank Muamalat Indonesia for which no fatwa has been issued; f. As representatives of NIC-IUC assigned at Bank Muamalat Indonesia, the SSB is obliged to report the results of their supervision to the NIC-IUC and the Financial Services Authority every 6 (six) months; g. Provide comprehensive opinions from sharia perspectives on BMI operations in the Bank’s published reports; h. Conduct periodic review of compliance with sharia principles in the context of fundraising and distribution as well as services offered by Bank Muamalat Indonesia; i. Provide opinions from sharia perspectives on findings/deviation found by the Internal Audit Division; and j. Request data and information related to sharia aspects of work units at Bank Muamalat Indonesia in implementing their duties. Bank Muamalat 2015 Annual Report

255

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Dalam melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan produk baru Bank Muamalat Indonesia, DPS melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Meminta penjelasan dari pejabat Bank Muamalat Indonesia yang berwenang mengenai tujuan, karakteristik, dan akad yang digunakan dalam produk baru yang akan dikeluarkan; b. Memeriksa apakah terhadap akad yang digunakan dalam produk baru telah terdapat fatwa DSN-MUI; 1) dalam hal telah terdapat fatwa, maka DPS melakukan analisis atas kesesuaian akad produk baru dengan fatwa DSN-MUI. 2) dalam hal belum terdapat fatwa, maka DPS mengusulkan kepada Direksi Bank untuk melengkapi akad produk baru dengan fatwa dari DSN-MUI. c. Me-review sistem dan prosedur produk baru yang akan dikeluarkan terkait dengan pemenuhan Prinsip Syariah; dan d. Memberikan pendapat syariah atas produk baru yang akan dikeluarkan.

In supervising the development process of new products to be provided by Bank Muamalat Indonesia, the SSB do the following: a. Ask for explanation from Bank Muamalat Indonesia’s competent authorities on purpose, characteristics, and covenants that are used in new products to be provided; b. Examine whether the covenant used for a new product has obtained the fatwa from NIC - IUC; 1) SSB shall make analysis of the conformity of a new product covenant with all fatwas from NIC - IUC. 2) In case that there has been no fatwa for a planned new product, then the SSB shall propose to the Board of Directors to complete the covenant of a new product with fatwa from NIC - IUC. c. Review systems and procedures for new products to be offered in terms of compliance with Sharia Principles; and d. Give sharia opinions new products to be offered.

Dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan Bank Muamalat Indonesia, DPS melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Menganalisis laporan yang disampaikan oleh dan/ atau yang diminta dari Direksi, pelaksana fungsi audit intern dan/atau fungsi kepatuhan untuk mengetahui kualitas pelaksanaan pemenuhan Prinsip Syariah atas kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa Bank; b. Menetapkan jumlah uji petik (sampel) transaksi yang akan diperiksa dengan memperhatikan kualitas pelaksanaan pemenuhan Prinsip Syariah dari masing-masing kegiatan; c. Memeriksa dokumen transaksi yang diuji petik (sampel) untuk mengetahui pemenuhan Prinsip Syariah sebagaimana dipersyaratkan dalam SOP, antara lain: 1) ada tidaknya bukti pembelian barang, untuk akad murabahah sebagai bukti terpenuhinya syarat jual-beli murabahah; 2) ada tidaknya laporan usaha nasabah, untuk akad mudharabah/musyarakah, sebagai dasar melakukan perhitungan distribusi bagi hasil; d. Melakukan inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan/atau konfirmasi kepada karyawan Bank Muamalat Indonesia dan/atau nasabah untuk memperkuat hasil pemeriksaan dokumen, apabila diperlukan; e. Melakukan review terhadap prosedur terkait aspek syariah apabila terdapat indikasi ketidaksesuaian pelaksanaan pemenuhan Prinsip Syariah atas kegiatan dimaksud; f. Memberikan pendapat syariah atas kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa Bank; dan

In supervising the activities of Bank Muamalat Indonesia, the SSB does the following: a. Analyze reports submitted and/or requested by the Board of Directors, implementer of internal audit function and/or the compliance function to determine the quality of the compliance of sharia principles on fundraising and fund distribution activities as well as Bank’s services; b. Determine the number of sample transaction to be examined by considering the quality of the compliance of the sharia principle in each activity; c. Examine the transaction documents that have been tested (sample) to ensure compliance with Sharia principles as required in the SOP, including: 1) sales receipts, for murabahah as the evidence of compliance with the terms of murabaha transactions; 2) customer business reports, for mudharabah/ musyarakah, as the basis in calculating the profit sharing distribution; d. Conduct inspections, observations, inquiries and/ or confirmation to Bank Muamalat Indonesia’s employees and/or clients to strengthen the results of the examination of documents, when deemed necessary; e. Review the procedures related to sharia aspects when there is indications of discrepancy in the implementation of Sharia compliance on the referred activities; f. Give sharia opinions on fundraising and fund distribution activities as well as Bank’s services; and

256

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

g. Melaporkan hasil pengawasan DPS kepada Direksi dan Dewan Komisaris.

g. Report the result of supervision conducted by SSB to the Board of Directors and Board of Commissioners.

Dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, DPS melakukan pembagian tugas sebagai berikut:

In order to carry out its duties and responsibilities, SSB devises its tasks as described below:

a. Ketua DPS mempunyai tugas:

a. Chairman of the SSB is obliged to:

1) Memimpin semua kegiatan Anggota DPS. 2) Menyusun program kerja pelaksanaan tugasnya. 3) Memimpin Rapat DPS. 4) Menetapkan pembagian tugas para Anggota DPS.

b. Anggota DPS mempunyai tugas:

1) 2) 3) 4)

b.

Lead the activities of each of SSB members. Arrange its work programs implementation. Lead SSB meetings. Divide tasks among SSB members.

The members of the SSB are obliged to:

1) Membantu Ketua DPS dalam melaksanakan tugasnya menurut pembidangan yang telah ditetapkan oleh Ketua DPS. 2) Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua DPS

1) Assist the Chairman of SSB in carrying out his duties according to the job descriptions that have been set by the Chairman of SSB. 2) Perform other tasks assigned to them by the Chairman of SSB.

DPS harus senantiasa memastikan seluruh transaksi di Bank Muamalat Indonesia dijalankan sesuai dengan fatwa yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional serta harus senantiasa mengawasi kegiatan usaha Bank dan memberikan opini mengenai kemurnian prinsip syariah yang dianut.

SSB must always ensure that all transactions made at an by Bank Muamalat Indonesia are executed in accordance with the fatwa issued by the National Islamic Council, and shall maintain the Bank’s business activities and give opinions on adopted sharia principles.

Hubungan kerja Dewan Pengawas Syariah, Dewan Komisaris dan Direksi adalah hubungan check and balance dengan tujuan akhir untuk kemajuan dan kesehatan Bank Muamalat Indonesia serta pelaksanaan operasional Bank Muamalat Indonesia yang sesuai dengan prinsip syariah dan senantiasa mematuhi (comply) peraturan dan perundang-undangan yang berlaku termasuk penerapan GCG.

Work relationship among Sharia Supervisory Board, the Board of Commissioners and Board of Directors is a check and balance relationship with the ultimate goal of achieving progress and robustness of Bank Muamalat Indonesia as well as the operational implementation of Bank Muamalat Indonesia in accordance with sharia principles and of always complying with prevailing regulations and legislation, including the implementation of GCG.

4. Rapat Dewan Pengawas Syariah DPS telah mengadakan rapat/pertemuan rutin sebulan sekali guna membahas perkembangan produk maupun aktivitas kegiatan operasional di Bank Muamalat Indonesia. Selama tahun 2015, DPS telah menyelenggarakan rapat rutin DPS sebanyak 12 (dua belas) kali. Di luar rapat rutin DPS, di tahun 2015, DPS juga menyelenggarakan rapat dengan seluruh anggota Direksi serta rapat gabungan dengan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Dalam rapat tersebut dibahas mengenai kondisi Bank Muamalat Indonesia, kepatuhan terhadap prinsip syariah dan temuan dari Internal Audit BMI.

4. The Sharia Supervisory Board Meeting The SSB has called a regular meetings once a month in order to discuss the development of products and activities in the operational activities of Bank Muamalat Indonesia. In 2015, SSB held 12 (twelve) meetings. Apart from its regular meetings in 2015, the SSB also held joint meetings with all members of the Board of Directors and with members of the Board of Directors and Board of Commissioners. The meetings discussed about business progress made at Bank Muamalat Indonesia, adherence to sharia principles and findings of the Bank’s Internal Audit.

Bank Muamalat 2015 Annual Report

257

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Kehadiran dalam Rapat DPS selama tahun 2015 adalah sebagai berikut:

No.

Nama | Name

Attendance level for SSB meeting in 2015 is as follows:

Rapat DPS SSB Meeting

Jabatan Position

Kehadiran Attendance 1

Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin

Ketua | Chairman

75%

Rapat DPS bersama Direksi dan Dewan Komisaris SSB Meeting with BoD and BoC

Kehadiran Attendance

%

Kehadiran Attendance

%

1/1

100%

1/1

100%

2

Prof. DR Umar Shihab, MA

Anggota | Member

8/12

67%

1/1

100%

0/1

0%

3

Prof. DR. H. Muardi Chatib, MA

Anggota | Member

10/12

83%

1/1

100%

1/1

100%

Adapun rincian kehadiran dalam rapat DPS selama tahun 2015 adalah sebagai tabel berikut:

No.

The details of attendance in SSB meeting during 2015 are presented in the table below:

Peserta Rapat Dewan Pengawas Syariah Participants of the Sharia Supervisory Board Meeting

Tanggal Date

Kehadiran (Ya/Tidak) Attendance (Yes/No)

1.    

29 Januari 2015 January 29, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

2.

27 Febuari 2015 Febuary 27, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Ya | Yes Tidak | No

3.

19 Maret 2015 March 19, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Tidak | No Ya | Yes Ya | Yes

4.

29 April 2015 April 29, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Tidak | No Ya | Yes Ya | Yes

5.

21 Mei 2015 May 21, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

6.

25 Juni 2015 June 25, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Tidak | No Ya | Yes Ya | Yes

7.

27 Juli 2015 July 27, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

8.

31 Agustus 2015 August 31, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Ya | Yes Tidak | No

9.

21 September 2015 September 21, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Tidak | No Ya | Yes

10.

19 Oktober 2015 October 19, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Ya | Yes Tidak | No

11.

20 November 2015 November 20, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Tidak | No Tidak | No

12.

14 Desember 2015 December 14, 2015

1. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin 2. Prof. Dr. Muardi Chatib, MA 3. Prof. Dr. Umar Shibab, MA

Ya | Yes Ya | Yes Ya | Yes

Jumlah Rapat | Total Meeting

258

9/12

%

Rapat DPS bersama Direksi SSB Meeting with BoD

 

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

12

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

Dalam rapat antara DPS dengan Direksi, DPS menyampaikan concern beberapa hal sebagai berikut: a. Opini-opini syariah yang diterbitkan oleh DPS atas kajian produk dan aktivitas agar dilaksanakan dengan baik. b. Rekomendasi dari temuan-temuan hasil verifikasi (audit) pelaksanaan syariah di lapangan, agar ditindaklanjuti oleh Direksi dan agar dihindari temuan berulang. c. Dalam rapat DPS rutin bulanan agar ada Direksi yang hadir.

In the joint meetings of SSB with the Board of Directors, SSB expressed concerns of the following: a. The sharia opinions issued by SSB on the assessment of products and activities shall be implemented properly. b. Recommendations from the findings of the audit on the implementation of sharia in the field, shall be followed up by the BoD to prevent findings from reoccurring. c. Representative from BoD shall be present in the SSB monthly meetings.

Adapun materi yang dibahas dalam rapat antara DPS dengan Direksi dan Dewan Komisaris adalah sebagai berikut: a. Laporan kunjungan DPS ke Kantor Cabang; dan b. Masalah kesesuaian syariah dalam implementasi produk-produk Bank Muamalat Indonesia.

The topics discussed in the joint meetings bof SSB, the Board of Directors and Board of Directors are: a. SSB Visit Reports to Branch Offices; and b. Issues of Conformity of Bank Muamalat Indonesia’s products to Sharia Principles.

5. Laporan Pengawasan Dewan Pengawas Syariah

5. Supervision Report Supervisory Board

of

the

Sharia

Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugasnya di Bank Muamalat Indonesia, DPS telah menyampaikan Laporan Pengawasan setiap 6 (enam) bulan kepada Manajemen Bank Muamalat Indonesia, untuk selanjutnya laporan tersebut di sampaikan oleh Manajemen kepada Otoritas Jasa Keuangan. Laporan Pengawasan DPS Semester I Tahun 2016 telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. 18/BMI/PDR/VIII/2015 tanggal 26 Agustus 2015, sementara Laporan Pengawasan DPS Semester II Tahun 2015 telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. 136/BMI/PDR/II/2016 tanggal 23 Februari 2016.

As the accountability of its duty for Bank Muamalat Indonesia, the SSB has submitted Supervision Report every 6 (six) months to the Management of Bank Muamalat Indonesia, which has been forwarded by Management to the Financial Services Authority. SSB Supervision Report during the Semester I of the Year 2016 was submitted to the Financial Services Authority through the Decree No. 18/BMI/PDR/VIII/2015 dated August 26, 2015, while the SSB Supervision Report for the Semester II of the Year 2015 was submitted to the Financial Services Authority through Decree No. 136/BMI/PDR/II/2016 dated February 23, 2016.

a. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, DPS dibantu oleh beberapa liason officer melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Prinsip Syariah dalam kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana serta pelayanan jasa. Hasil pengawasan tersebut antara lain mencakup pengawasan terhadap proses pengembangan produk bank dan pengawasan terhadap kegiatan Bank.

a. In carrying out its duties and responsibilities, the SSB is assisted by several liaison officers to supervise the implementation of Sharia principles in fund collection and distribution and services provided by the Bank. The results of such surpervision include the supervision of the development process of the Bank’s products and supervision on the Bank’s activities.



Pengawasan Dana

Terhadap

Penghimpunan



Supervision on Fundraising

Penghimpunan Dana | Fund Raising Tabungan Muamalat Savings Deposits

Giro Demand Deposits

Deposito Time Deposits

Tabungan iB Muamalat

Giro Muamalat Attijary iB

Deposito Mudharabah

Tabungan iB Muamalat Sahabat

Giro Muamalat Ultima iB

Tabungan Muamalat Dollar Tabungan Muamalat Rencana

Bank Muamalat 2015 Annual Report

259

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

Penghimpunan Dana | Fund Raising Tabungan Muamalat Savings Deposits

Giro Demand Deposits

Deposito Time Deposits

Tabungan Haji Arafah Tabungan Simple iB Tabungan Muamalat Umrah Tabungan-KU Tabungan Muamalat Prima

Penghimpunan Dana - Kerjasama Asuransi/POS/Sukuk Fund Raising - Insurance/POS/Bond Cooperation Penghimpunan Dana - Kerjasama Asuransi/POS/Sukuk Manulife Zafirah Proteksi Sejahtera Manulife Zafirah MediCash Manulife Zafirah SaveLink Asuransi Pembiayaan Sukuk Subordinasi Mudharabah Muamalat Berkelanjutan Tahap II Tahun 2013



Pengawasan Terhadap Penyaluran Dana

• Supervision to the Distribution of Funds

Penyaluran Dana Untuk | Fund Disbursement Konsumsi Consumptive KPR Muamalat iB Pembelian KPR Muamalat iB Kongsi Pembiayaan Kepada Perusahaan Multifinance Pembiayaan Umrah Muamalat

Modal Kerja Working Capital

Investasi Investment

Pembiayaan iB Modal Kerja Muamalat

Pembiayaan Investasi Umum

Pembiayaan Modal Kerja Konstruksi Untuk Developer

Pembiayaan iB Properti Bisnis

Pembiayaan iB Rekening Koran Muamalat (PRKM)

Pembiayaan Program Cluster Kelapa Sawit

Pembiayaan Payment Point Online Banking (PPOB)

Pembiayaan Program Buyer Supplier Financing

Pembiayaan Kepada Koperasi Karyawan Pembiayaan iB Muamalat Konsumer Duo Pembiayaan iB Muamalat Pension Pembiayaan iB Muamalat Multiguna





Pengawasan Terhadap Layanan

Supervision to the Services

Layanan Untuk | Services To Remittance

Trade Finance

Remittance BMI – MayBank

Bank Garansi.

Remittance BMI – BMMB

L/C Ekspor

SMS Banking

Remittance BMI – NCB

L/C Impor

SalaMuamalat

Tabungan Nusantara

SKBDN Letter of Credit & Standby LC Risk Sharing Negosiasi L/C Usance Tanpa Faslitas Nasabah (AL-Hawalah) Konfirmasi Letter of Credit Deposito Plus Layanan-Transfer dan Investment Service

260

Layanan 24 jam 24 Hour Service

Bank Muamalat Laporan Tahunan 2015

Kartu Muamalat

Muamalat Mobile Internet Banking Cash Management System Virtual Account/MPOM ATM Muamalat

At a Glance Report to Shareholders Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Corporate Data

b. DPS juga melakukan uji petik dengan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen transaksi untuk kategori pemenuhan prinsip syariah pada beberapa cabang, antara lain:

b. The SSB also does samplings by examining the transaction documents for category of fulfilling sharia principles at several branches, including:

Semester I tahun 2015 I First Semester in 2015

Semester II Tahun 2015 II Second Semester in 2015

Cabang Depok | Depok Branch

Cabang Jogyakarta | Jogyakarta Branch

Cabang Kudus | Kudus Branch

Cabang Solo | Solo B